Optimalisasi Peran Mahasiswa Islam dalam Bidang Penulisan sebagai Bentuk Implementasi Mahasiswa Kreatif dan Prestatif

Kamis, Agustus 18, 2011 0 Comments A+ a-

NUR SULISTIYANINGSIH

FAKULTAS HUKUM UNS

Menulis adalah cara efektif untuk mengikat ilmu. Sehingga merupakan hal yang sangat penting menanamkan budaya menulis di kalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa islam. Flashback terkait dengan sejarah islam, banyak penulis islam yang berpengaruh dalam dunia ilmu pengetahuan, sebut saja Al-Khawarizmi yang menulis buku tentang aljabar, Ibnu Sina seorang ahli filsafat yang terkemuka di dalam sejarah Islam dengan karya bukunya di bidang kedokteran berjudul “asy-syifa”, Al-Bukhari yang terkenal dengan bukunya “Sahih Al-Bukhari” yang dianggap kitab hadis yang paling unggul dan paling sahih. Masih banyak lagi tokoh islam, yang tulisannya sangat berguna bagi ilmu pengetahuan.

Aktivitas menulis mempunyai dampak yang amat besar dan menjadi pilihan berkeativitas yang cukup menantang sehingga dapat menjadi sarana aktualisasi diri para mahasiswa. Secara tidak langsung, mahasiswa lekat dan dekat dengan kegiatan penulisan. Dimulai dari tugas kuliah berupa makalah hingga kompetisi penulisan ilmiah yang biasanya diadakan oleh lembaga tertentu. Implikasi dari pembuatan penulisan tersebut, mahasiswa dituntut kritis dan kreatif terhadap hal yang dikaji. Hal tersebut mencerminkan, betapa urgensi faedah menulis di kalangan mahasiswa islam sebagai salah satu bentuk implementasi mahasiswa yang prestatif, di samping itu juga dapat dimanfaatkan sebagai ajang da’wah yang pada umumnya disampaikan melalui bulletin kampus.

Realitanya tradisi lisan masih mendominasi di kalangan kampus. Hal tersebut menjadikan kampus terasa miskin dengan karya atau publikasi ilmiah. Meskipun, tidak disangkal bahwa masih ada warga kampus, baik dosen maupun mahasiswa yang mempunyai perhatian besar di dunia penulisan. Namun jika dicermati secara medalam, tampak sekali bahwa sarana dan prasarananya dalam penulisan masih kurang memadai. Dalam artian, jumlah mahasiswa yang begitu banyak jauh tidak berimbang dibandingkan dengan karya-karya tulis yang dihasilkan. Untuk menuju arah itu, kegiatan yang paling relevan dilakukan adalah dengan membudayakan tradisi menulis di kalangan mahasiswa. Sehingga hal tersebut dapat memperkaya khazanah dan kedewasaan intelektual di kalangan kampus.

URGENSI PENULISAN

Salah satu tolok ukur kemajuan dan kewibawaan suatu institusi pendidikan atau Perguruan Tinggi, adalah hasil karya ilmiah dari para insan akademik yang ada di dalamnya. karya ilmiah di sini dapat berupa penelitian, jurnal, bahan ajar seperti buku teks, diktat, modul dan tulisan di berbagai media lainnya yang tidak hanya berfungsi menunjang materi dan proses pembelajaran, tetapi juga dapat mendatangkan keuntungan bagi institusi maupun penulisnya. Penulisan ilmiah mempunyai pengaruh dalam mengembangkan ilmu dan teknologi yang dikuasai oleh seorang mahasiswa. Dampak yang ditimbulkan berpengaruh juga dalam pribadi yang bersangkutan. Dan akhirnya akan membuat seseorang terbiasa memahami fakta, merangkum dan menganalisis segala sesuatu yang menjadi objek kajian dari penulisannya.

Urgen melakukan optimalisasi peran mahasiswa islam dalam bidang penulisan. Sebab jika dikaji lebih mendalam, menulis dapat menjaga semangat dan komitmen. Setiap tulisan yang dibuat akan mengingatkan pada komitmen-komitmen yang telah dibuat, dan itu adalah obat yang sangat baik untuk membangkitkan semangat yang kerap kali pudar di tengah jalan. Selain itu, dengan menulis, mahasiswa dapat mendatangkan passive income. Banyak peluang untuk mahasiswa dalam bidang penulisan yang dapat mendatangkan passive income. Setiap minggunya, media massa memberikan kesempatan untuk mahasiswa menulis berbagai isu yang terjadi baik lokal maupun nasional. Jika tulisan dimuat maka mahasiswa akan mendapat royalti atas tulisan tersebut. Di samping itu, banyak lomba penulisan ilmiah seperti : Lomba Karya Tulis Mahasiswa, Program Kreatifitas Mahasiswa yang diadakan oleh DIKTI dan lomba penulisan artikel yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mengembangkan pemikiran kreatif dan kritisnya. Sebab dengan menulis yang rutin dan berkesinambungan, lama-kelamaan akan mendorong seseorang untuk terus menggali lebih dalam bagaimana cara menulis yang baik, penyampaian yang sistematis, dan gaya penulisan yang menarik.

Membuat penulisan juga merupakan salah satu syarat kelulusan seorang mahasiswa untuk menempuh wisuda. Selain itu ada tawaran beasiswa yang untuk mendapatkannya dengan syarat membuat penulisan tertentu terlebih dahulu. Bahkan hingga begitu pentingnya penulisan, dalam seleksi mahasiswa berprestasi pun, aspek penulisan juga dimasukkan sebagai salah satu kriteria penilaian. Mencermati pentingnya penulisan maka perlu adanya optimalisasi peran mahasiswa, khususnya mahasiswa islam dalam bidang penulisan sebagai aktualisasi diri dan mengembangkan kreatifitas diri serta sebagai bentuk da’wah terhadap sesama muslim lainnya..

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)