Miss-Ter

Selasa, Februari 28, 2012 0 Comments A+ a-

Agaknya lucu, saat les tadi Mr. Dolphi, mentor yang menurutku cerdas, nyengir karena pertanyaanku. “Any question?”, tiba-tiba aku mengacungkan jari. “oh, tolong ulangi penjelasan exercise 11 Miss”, aku menunduk berpikir keras tentang pertanyaanku.

Semua tertawa, dan aku masih menggigit ujung pulpenku. Mr Dolphi juga tersenyum simpul mendengar pertanyaanku. “Lah, saya bener-bener bingung dengan exercise 11 Mis----Ter”, aku menambahkan. Semua tertawa lagi. “Oh, tadi Aya belum selesai kalimatnya, maksudnya Mister”, Mr Dolphi tersenyum.

Setidaknya aku mengalahkan rasa malu untuk bertanya yang belum aku tau. Ah, besok test toefl like, Man! Niatnya mau pulang, tapi urung karena wajib belajar exercise yang belum ku mengerti.

Tiba-tiba ada suara ketukan pintu, ternyata ada petugas yg membagikan sepotong coklat dengan selembar tulisan yang menempel di stick pengaitnya. Ternyata uforia valentine-days juga menyirep ELTI. Meski aku tidak merayakannya, dan semoga tidak terpengaruh dengan uforia itu, aku mengantongi cokltat itu. “Kalian tidak membaca tulisan yang menempel di stick coklat itu”, Mr Dolphi bertanya. Aku lalu mengambil coklat itu kembali dari tas.

“Yah, bayar lagi Miss--?”, aku sontak kaget dan kelas kembali tertawa. “Ah tidak, itu untuk biaya masuk les yg masuknya April. Moga aja gaju mentor juga naik”, Mr Dolphi langsung menimpali..”Ooooo…”, paham-paham..

Belajar dari ini, malu bertanya sesat di jalan. Mending dianggap bodoh daripada harus dianggap pintar. Jadi, bertanyalah saat kamu memang benar-benar belum tau ilmunya. Bisa jadi kamu akan tersesat di pekatnya gelap saat kamu malu untuk menanyakan hal-hal yang belum kamu ketahui. Bye!

Solo, 15 Februari 2012

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)