Bidadari-Bidadari Surga

Selasa, November 13, 2012 0 Comments A+ a-



“Wahai, wanita-wanita yang hingga usia tiga puluh tahun, empat puluh, atau lebih dari itu, tapi belumjuga menikah (mungkin karena keterbatasan fisik, kesempatan, atau tidak pernah ‘terpilih’ di dunia yang amat keterlaluan mencintai materi dan tampilan wajah). Yakinlah, wanita-wanita salehah yang sendiri, namun tetap mengisi hidupnya dengan indah, berbagi, berbuat baik, dan bersyukur. Kelak di hari akhir sungguh akan menjadi bidadari-bidadari surge. Dan kabar baik itu pastilah benar, bidadari surge parasnya cantik luar biasa”.
Itu epilog Buku bidadari-bidadari surga yang selalu membuat saya merinding setiap membacanya. Buku itu adalah buku kedua Tere Liye yang akan difilmkan tanggal 6 Desember 2012. Dalam bukunya, penulis secaralugas memaparkan tentang kegagahan seorang Laisa (dalam bahasa Arab berarti ‘bukan kandung) yang sangat menyayangi adik-adiknya, Dalimunte, Ikanuri, Wibisana dan Yashinta.
Laisa rela putus sekolah demi kelangsungan sekolah adik-adiknya. Bekerja keras, disiplin dan bijaksana digambarkan dalam imajinasi tokoh tersebut. Menurut saya, nilai-nilai social yang tersirat dalam buku tersebut sangat lengkap, selain tentang kasih sayang dalam keluarga, topic perjodohan juga diselipkan di bab-bab tertentu bahkan di akhir cerita.
Laisa yang begitu mencintai adik-adik dan mamaknya rela berkorban segalanya. Begitupun adik-adiknya, sangat patuh dan hormat kepada Laisa. Dalimunte yang merasa rikuh ‘melangkahi’ kakaknya untuk menikah, serta disusul adik-adik lainnya juga demikian. Hingga sampai pernikahan Yashinta, Laisa menghembuskan nafas terkahir—Ia tersenyum untuk selamanya. Kembali. Bergabung dengan bidadari-bidadari surga lainnya.

“Dan sungguh di surga adabidadari-bidadari bermata jeli (Al Waqiah : 22). Pelupuk matanya berkedip-kedip bagaikan sayap burung yang indah. Mereka baik lagi cantik jelita (Ar Rahman: 70). Bidadari-bidadariSurga, seolah-olah adalah telur yang tersimpan dengan baik (Ash Shaffat : 49). Tulisan-tulisan itu nyata adanya, bukan hanya janji manusia atau dewa, tapi janjiNya yang segala Maha dan tidak pernah ingkar sejengkalpun. Meskipun imajinasi tulisan lebih hebat daripada visual, tetapi film ini diusung dengan penuh sarat makna kebaikan. Kalian bisa kunjungi link resmi bidadari-bidadari surga di website jaringan bioskop 21dan bisa diakses juga melalui via FB. Yuk, nonton tanggal 6 Desember. Kalaupun kalian tidak puas dengan visualisasi filmnya dan beranggapan "Ah, bagusan bukunya", tetapi setidaknya, kita ikut berpartisipasi menyukseskan film Indonesia.


Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)