Istiqlal yang Menajubkan

Rabu, November 14, 2012 0 Comments A+ a-



Masjid Istiqlal nampak dengan menaranya

Beberapa waktu yang lalu, aku menuliskan 2 impian adventure, memasukkan beberapa tempat yang ingin kukunjungi, salah satunya Istiqlal dan Ragusa. Hari ini no plan kesana, tapi gak tau kenapa pas selesai reservasi tiket buat liburan akhir tahun, langsung pengen kesana. Dari gambir naik busway melewati 2 shelter. Jam stengah 11 gerbang Istiqlal masih tutup.
Tiba-tiba ada satpam mendekati gerbang dan melihatku diluar gerbang.
“Mau masuk Mbak?”, tanyanya. Aku hanya menangguk pelan. Dia langsung mengambil kunci dan membuka gemboknya.
“Lho, kan gerbangnya harusnya buka jam 11kan, Bang?”, aku membaca plang yang tertempel di gerbang.
“Khusus buat Mbak, silakan masuk”, Satpamnya menutup gerbangnya lagi.
Aku menganggukan kepala sambil terima kasih. Dia juga member arah jalan masuk ke Masjidnya. Ternyata memang benar-benar luas. Aku lupa seketika, kapan aku menuliskan untuk mengunjungi tempat ini, sekarang benar-benar nyata aku di halamannya. Melihat monas dari kejauhan, kebun yang luas dengan bunga-bunga yang sedang mekar.
Telihat monas drngan bunga yang mulai semi
Area keluar-masuk Msjid
Sejarah
Masjid Istiqlal terletak di Jakarta  yang merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Ir. Sukarno di mana pemancangan batu pertama, sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus1951. Arsitek Masjid Istiqlal adalah Frederich Silaban, seorang Kristen protestan.
Dalam Masjid terlihat dari lantai 2
Lokasi kompleks masjid ini berada di bekas Taman Wilhelmina, di timur laut lapangan Medan Merdeka yang ditengahnya berdiri Monas. Di seberang timur masjid ini berdiri Gereja Katedral Jakarta. Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Masjid ini memiliki gaya arsitektur modern dengan dinding dan lantai berlapis marmer, dihiasi ornamen geometrik dari baja antikarat. Bangunan utama masjid dimahkotai satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar. Menara tunggal setinggi total 96,66 meter menjulang di sudut selatan selasar masjid. Masjid ini mampu menampung lebih dari dua ratus ribu jamaah
Masjid Istiqlal berdaya tampung jamaah sebanyak 200.000 orang yang terdiri dari:
  1. Ruang shalat utama dan balkon serta sayap memuat 61.000 orang.
  2. Ruang pada bangunan pendahuluan memuat 8.000 orang.
  3. Ruang teras terbuka di lantai 2 memuat 50.000 orang.
  4. Semua koridor dan tempat lainnya memuat 81.000 orang.
Lorong Masuk ke dalam Masjid
Pintu masuk
Terdapat tujuh pintu gerbang masuk ke dalam Masjid Istiqlal. Masing-masing pintu itu diberi nama berdasarkan Asmaul Husna. Dari ketujuh pintu ini tiga pintu yaitu Al Fattah, As Salam dan Ar Rozzaq adalah pintu utama. Ketujuh pintu itu adalah:
  1. Al Fattah (Gerbang Pembuka): pintu utama yang terletak sisi timur laut berhadapan dengan Gereja Katedral. Pintu ini adalah pintu untuk masyarakat umum yang senantiasa terbuka dan terletak di bangunan pendamping dengan kubah kecil diatasnya.
  2. Al Quddus (Gerbang Kesucian): pintu yang terletak di sisi timur laut terdapat di sudut bangunan utama masjid.
  3. As Salam (Gerbang Kedamaian): salah satu pintu utama ini terletak di ujung utara pada sudut bangunan utama. Pintu ini langsung menuju dekat shaf terdepan barisan shalat, sehingga pintu ini digunakan untuk tamu penting VIP, seperti ulama, tamu asing, duta besar dari negara muslim, dan tamu penting lainnya pada acara keagamaan penting.
  4. Al Malik (Gerbang Raja): pintu VVIP di sisi barat pada sudut bangunan utama masjid. Seperti pintu As Salam pintu ini juga langsung menuju dekat shaf terdepan barisan shalat, sehingga pintu ini digunakan untuk tamu penting VVIP seperti presiden dan wakil presiden Indonesia serta tamu negara yang berkunjung.
  5. Al Ghaffar (Gerbang Ampunan): pintu ini terletak di ujung selatan pada bangunan selasar pelataran, tepat di bawah menara masjid Istiqlal. Pintu ini adalah yang paling dekat gerbang tenggara sekaligus yang terjauh dari mihrab masjid.
  6. Ar Rozzaq (Gerbang Rezeki): salah satu pintu utama ini terletak di tengah-tengah sisi selatan selasar pelataran Istiqlal. Dari pintu ini terdapat koridor yang lurus menghubungkannya dengan pintu Al Fatah di sisi timur laut.
  7. Ar Rahman (Gerbang Pengasih): pintu ini terletak di sudut barat daya bangunan selasar masjid, dekat pintu Al Malik.
Masjid yang menakjubkan, arsitektur yang indah. Tak ayal pengunjungnya dating-pergi. Pas aku dating kesana, ada rombongan turis dari Korea juga datang kesana, berfoto, melihat-lihat sekitar Masjid.
Semakin menakjubkan lagi, di seberang masjid juga berdiri gereja yang menjulang, Gereja Katedral. Bangunan-bangunan itu berdiri sama tinggi, meski tidak saling melengkapi, tetapi menghargai dan menghormati perbedaan yang ada.
Gereja Katedral
Btw, aku menuliskan beberapa masjid lain yang dalam waktu dekat ingin kukunjungi, At-Tin dan Masjid Kubah Mas :)

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)