Melangkah di Persimpangan

Selasa, November 20, 2012 0 Comments A+ a-

Hujan selalu setia menghampiri semasa sore
Membuat indah pinus bersolek
Kubiarkan basah diriku pasrah
Saat lakuku lelah berjalan
Aku tiba di persimpangan berlumpur
Samar berdegup keras
Katak-katak mulai riang bernyanyi
Meneriaku yang lama berdiam basah pasrah
Di persimpangan berlumpur, aku terhenti
Berbelokkah?
Atau aku lurus menuju peraduanku?
Aku membenci persimpangan
Dan pinus menertawakanku
Karena, hujan pun seketika terhenti seiring langkahku
Namun, pinus sudah mengembun dengan sejuknya
Dan akhirnya, aku melompat menerjang persimpangan berlumpur

NB : Live must go on, seberapapun macetnya lini waktu, seberapapun menyedihkan, menyedihkan, meskipun di persimpangan, harus selalu melangkah, ‘boleh berhenti’ tapi ‘sejenak saja’ untuk persiapan melangkah lebih jauh lagi.

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)