Dhuha dan Keutamaannya

Jumat, Desember 07, 2012 0 Comments A+ a-

Iqbal : Dik, Dik, ayo dhuha dulu *memegang lengan Ihsan yang asyik maen PS
Ihsan : Bentar ah Mas, lagi asyik maen PS nih *sibuk mantengin PSnya

Sholat Dhuha adalah sholat sunah yang dilakukan oleh seluruh umat muslim setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu zhuhur. Waktu duha adalah waktu ketika matahari mulai naik zuhur Lebih bagus dan lebih tepat jika dilakukan pada pagi hari disaat matahari sedang naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu zuhur.

Iqbal : Cepeeeet nanti Bulik marah, udah jam setengah 10 lho *Iqbal memakai sarung sambil mengusap-usap mukanya yang basah kena wudhu.
Ihsan : Duluan aja, kan sholatnya sendiri-sendiri gak bareng kata Bulik *ngliatin PS sama muka Iqbal bergantian.
Iqbal : Yaudah *Iqbal ngeloyor ke tempat sholat.

Cara Sholat Dhuha :
1.       niat shalat dhuha didalam hati berbarengan dengan takbiratul ihram :
2.      membaca doa iftitah
3.      membaca surat al-fatihah
4.  membaca surat didalam al-quran ( surat asy-syams, surat al-lail, surat adh-dhuha, (atau surat al-quran lainnya yang telah kita hafal)
5.     ruku’ dan membaca tasbih tiga kali
6.     i’tidal dan membaca bacaanya
7.    sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali
8.    duduk diantara dua sujud dan membaca bacaannya
9.     sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali
10.setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali.
Hadis Rasulullah SAW terkait salat duha antara lain :
1.       “Barang siapa salat Duha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga” (H.R. Tirmiji dan Abu Majah)
2.       "Siapapun yang melaksanakan salat duha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan." (H.R Tirmidzi)
3.       "Dari Ummu Hani bahwa Rasulullah SAW salat dhuha 8 rakaat dan bersalam tiap dua rakaat." (HR Abu Daud)
4.       "Dari Zaid bin Arqam ra. Berkata,"Nabi SAW keluar ke penduduk Quba dan mereka sedang salat dhuha. Ia bersabda,?Salat awwabin (duha‘) berakhir hingga panas menyengat (tengah hari)." (HR Ahmad Muslim dan Tirmidzi)
5.       "Rasulullah bersabda di dalam Hadis Qudsi, Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat salat duha, karena dengan salat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim & Thabrani)
6.       "Barangsiapa yang masih berdiam diri di masjid atau tempat salatnya setelah salat shubuh karena melakukan iktikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat salat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.” (HR Abu Daud)
7.       "Dari Abi Zar r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Setiap pagi ada kewajiban untuk bersedekah untuk tiap-tiap persendian (ruas). Tiap-tiap tasbih adalah sedekah, riap-tiap tahlil adalah sedekah, tiap-tiap takbir adalah sedekah, dan menganjurkan kebaikan serta mencegah kemungkaran itu sedekah. Cukuplah menggantikan semua itu dengan dua raka'at salat Dhuha.” (HR Muslim).

Doa :
Allaahumma innadh-dhuhaa‘a dhuhaa‘uka-wal bahaa‘a bahaa‘uka–wal jamaala jamaaluk–wal quwwata quwwatuka–Walqudrata qudratuka–wal ‘ishmata‘ishmatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa‘i fa anzilhu–wa inkaana fil ardi fa akhrijhu–wa in kaana mu’assaran fa yassirhu–wa in kaana haraaman fathahhirhu–wa in kaana ba’iidan fa qarribhu, bihaqqi dhuhaa ‘ika, wa bahaa ‘ika, Wajamaalika, wa quwwatika, wa  qudratika. Aatinii maa ‘ataita ‘ibaadakash-shaalihiin.
ARTINYA:
“Wahai ALLAH, bahwasanya waktu Dhuha itu waktu Dhuha-MU dan kecantikan adalah kecantikan-MU dan keindahan adalah keindahan-MU dan kekuatan adalah kekuatan-MU dan kekuasaan adalah kekuasaan-MU dan perlindungan itu adalah perlindungan-MU. Wahai ALLAH, jikalau rejekiku masih diatas langit, maka turunkanlah dan jikalau ada didalam bumi maka keluarkanlahdan jikalau sukar maka mudahkanlah dan jika haram maka sucikanlah  dan jikalau masih jauh maka dekatkanlah. Dengan berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan Dan kekuasaan-MU. Limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambamu yang shaleh.

Iqbal : Lah, kamu kok belum wudhu? *Iqbal kembali ke kamarnya
Ihsan : *Masih asyik dengan PSnya, mencet-mencet tombol sambil miring kanan-kiri menghayati permainannya.
Iqbal : Bulllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllliiik *tiba-tiba Ihsan jingkat menutup mulut Masnya agar tidak bersuara. Telat, Bulik masuk kamar sambil bawa tempe goreng, makanan kebangsaan.
Bulik : Kok Mas Iqbal dibekep mulutnya gitu, Le?
Ihsan : *Ihsan senyum-senyum?
Bulik : Udah pada dhuha kan?
Iqbal : Uddddah, lho Bul, Ihsan belum tuh *Iqbal berhasil melepaskan diri dari sekapan Ihsan
Bulik : Kenapa Le? Kan udah jam 10 *Bulik mengeryitkan dahi, Ihsan mendelik
Ihsan : Aku belum apal Surat Asy Syam sama Ad Dhuha Bul *Ihsan terbata-bata
Bulik : Lho, emang Bulik bilang kalo harus pake Surat-surat itu? Kan Surat andalan Mas Ihsan yang lain juga bisa, An-Nas, Al-Falaq apalagi?
Ihsan : An Nashr, Al Kafirun.. Mmmm, boleh Bul? *Ihsan mengingat-ingat Surat hafalannya.
Bulik : *mengangguk sambil senyum, nggarpuin tempe goreng
Ihsan : Okkkke Bulik *jingkat berdiri, sambil nyium pipi kanan Bulik.

Dalam sesi-sesi cerita selanjutnya, saya akan memakai nama-nama keponakan saya sebagai objek cerita. Mungkin  besok bisa saya, suami dan anak-anak saya yang menjadi objek ceritanya :)

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)