Pare Kediri bukan Pare Sulawesi

Minggu, Mei 19, 2013 0 Comments A+ a-

Aku ingin menuliskan report ini, yang kemungkinan penting untuk kalian tau sebagai bahan referensi mengisi liburan sekolah, kuliah atau kerja.
Januari lalu, aku pergi ke sebuah desa yang masih benar-benar asli. Transportasinya, budayanya, adabnya, hampir semuanya masih asli. Pare, Kediri, biasa disebut Kampung Inggris. Entah angin apa yang membuatku datang kesini,tetapi datang kesini sedikit banyak merubah cara pandangku akan sesuatu, dan merubah pondasi bahasa inggrisku secara total. Karena sebelumnya, bahasa inggrisku masih basic banget.
Disana ada kurang lebih 150 course dengan karakterristik masing-masing. Aku beruntung sebelumnya mendapatkan informasi dari teman-teman yang sudah berada disana lebih dahulu, sehingga bisa mengambil course dengan tepat sesuai dengan kebutuhan.
Sebelum datang kesana, kalian harus menentukan tujuan dulu mau memoles skill  apa, agar lebih focus. Conversation, grammar, translation atau toefl? Biasanya di setiap course ada jenjang-jenjangnya, jadi bisa memudahkan sesuai kemampuan kita.
Untuk grammar, Elfast masih menjadi rujukan utama (menurutku), ada program dasar yang wajibdiambil untuk pemula, Efast-1, namanya. Disana juga ada writing, translation, program-program tersebut aku ambil untuk menopang Toeflku.
Kalo mau mahir Conversation, Daffodils atau Marvellous yang menurut teman-temanku lebih cepat progressnya untuk belajar conversation. Biasanya, anak-anak SMA mengambil program 1 tahun setelah mereka lulus sekolah. Mereka ambil di Basic English Course (BEC).
Miris saat ditanya teman-temanku, dari 10 teman, 7 orang dari mereka tidak familiar dengan Pare, Kediri. Mereka menganggap, Pare itu Cuma ada di Sulawesi. Padahal yang di Sulawesi itu kan Pare-Pare :p
Pare terkenal di luar Jawa bahkan samapai Malaysia. Bahkan di Universitas Makassar ada calo untuk pemberangkatan ke Pare, karena mahasiswa disana kebanyakan selalu menghabiskan liburan mereka ke tempat ini.
Tidak hanya itu, belajar disana seperti menggenggam Indonesia dalam tangan mengepal. Seperti touring dalam dimensi cerita mereka masing-masing. Wakatobi, Aceh, Malaka, Makassar, etc. Merasa bahwa Indonesia itu kecil untuk dikunjungi tiap-tiap daerahnya ya :p
Kenapa harus kesana? Untuk yang memang benar-benar ingin belajar bahasa inggris, memang wajib datang kesana. Karena ada 2 hal yang dimilikinya dan tidak dimiliki oleh lembaga konvensional bahasa inggris lainnya. Pertama, community, kebanyakan disini kostnya berupa camp yang dibentuk eksklusif untuk berbicara bahasa inggris dalam percakapannya, dan akan mendapat sanksi saat mereka berbicara dalam bahasa Indonesia meski hanya satu kata. Kedua,continuity, ada kelangsungan yang secara tersturktur sedemikian rupa yang membuat pemula pun tidak malu kalau mereka salah mengucapkan pronouncationnya.
Dari segi biaya, disini termasuk murah meriah. Untuk programnya rentang 50rb-400rb per bulan tiap hari masuk kecuali Sabtu-Minggu, kost biasa 100rb-150rb dan camp nya berkisar 200rb-350rb/bulan. Menyewa sepeda 50-100rb/bulan. Untuk makan 3-10rb/makan.
Liburan
Sabtu dan Minggu merupakan hari mencuci nasional :p. Selain itu ada beberapa tempat yang biasanya dikunjungi anak-anaka untuk melepas penat dan jenuh.
1.       Alun-alun (free)
2.       Candi Surowono
3.       Goa surowono (3rb)
4.       Gunung Kelud (15rb-25rb)
5.       Sempu (100-125rb)
6.       Bali (300rb-keatas selama 4hari)
7.       Banyak tempat eksotislainnya, sayangnya waktu itu aku ingin menyelesaikan programku.
Btw, aku selalu menceritakan hal ini berulang-ulang kepada keponakan-keponakanku. Dan memberikan wacana, doktrin bahwa mereka harus kesana.

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)