Karena aku peduli

Rabu, November 06, 2013 0 Comments A+ a-


Hampir genap setengah tahun aku memakai transportasi kereta, banyak pelajaran di dalamnya. Sabar, syukur dan kreatif mencari-cari kesibukan untuk mengisi kekosongan 1 jam di dalamnya. Kebanyakan menjadi emosional dan tidak terkontrol akibat kebijakan pemerintah yang menghapus KRL Ekonomi.

Desak-desakan pasti, serobot antrian sana-sini, sikut menyikut pun tidak dapat dihindari dan kemarahan dijadikan hobby. Saat empati dan simpati sudah enyah, padahal di tempat duduk itu jelas-jelas tertulis bahwa “kursi khusus ibu hamil, lansia dan anak kecil”, namun realitanya tidak seperti peraturannya. Banyak yang cemberut saat tempat duduknya digeser oleh ibu hamil, bahkan sempat ada gerutuan (meski tidak semua).

Sekali aku pernah marah, aku ingat betul di hari pertama puasa ramadhan saat tiket progresif diberlakukan. Ada wanita yang mungkin sebayaku menyerobot antrian. Aku mencoba mengingatkan, tetapi dia tidak terima. Sambil menggerutu dia membalas peringatanku tanda protes kalau dia tidak suka, beruntung aku diingatkan penumpang lainnya, “Ingat puasa, Mbak”, mereka mengusap-usap pundakku. Aku langsung beristighfar berkali-kali. Sepulang itu, aku merenung panjang di  jalan, menangis sejadi-jadinya karena hampir saja aku terpancing marah dan merusak puasaku.

Sejak kejadian itu, aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak memancing dan tidak terpancing untuk marah. Sungguh Gusti Pangeranku, aku tidak akan melakukannya. Meskipun berkali-kali aku hampir terpancing, tetapi aku selalu ingat janjiku!

Di kereta 1 jam, aku ngapain? Biasanya aku melakukan ini nih

Pertama, Membaca buku. Ada pengalaman menarik waktu aku membaca buku di kereta. Ada ibu-ibu yang sewot melihatku membaca di tengah sempitnya space di dalam kereta. Dia selang 3-4 orang jaraknya. Berbisik-bisik, melirik tajam ke arahku tanda tidak terima aku membaca buku. Aku tidak mengindahkannya, tidak memedulikannya karena membaca buku seperti halnya orang lain memainkan hp/gadget yang merek miliki. Di sisi lain, aku tidak merasa merugikannya, karena orang di kanan-kiri-depan-belakangku tidak merasa keberatan aku menghabiskan waktu dengan bukuku.

Kedua, Menghafal hafalan suratku. Ini sangat efektif menghafal kembali surat-suratku.

Ketiga, Mengajak ngobrol penumpang lain, setidaknya menanyakan mau turun dimana, menganggap mereka ada, karena aku juga ingin diperlakukan demikian.

Keempat, Main gadget. Ini solusi paling akhir yang kulakukan setelah ketiga hal di atas sudah tidak memungkinkan untuk kulakukan

Kamu berkuasa penuh atas dirimu sayangku, saat orang lain tidak peduli, tidak lagi bersimpati, tidak lagi berempati, kamu dapat melakukan sebaliknya.
“Jangan dorong-dorong dong Buk!”, aku lebih memilih diam atau kalau lagi mood bagus, minta maaf adalah pamungkas yang membuat suasana mejadi adem.
“Saya juga di dorong dari belakang, kalo gak mau didorong-dorong naik taksi atau gerobak sonoh”, jawaban ini sering kudengar dan miris.
“Bunting-bunting kenapa naik kereta sih”, ini statement terbodoh yang pernah saya dengar. Kalau yang hamil kita gimana, coba? Aku menyeringai sebal/
“Jam-jam begini harusnya gak usah bawa anak kecil naik kereta dong Buk”, gileee, kan gak ada larangan membawa anak kecil naik kereta. Aduh aduh aduh, aku prihatin.

Lalu apa salahnya mereka yang hamil, yang juga ingin naik kereta ke kantornya? Lalu apa salahnya yang membawa anak kecil naik kereta di jam-jam kantor? Ah, aku menyeringai, kebas dengan keadaan.
Tapi setidaknya masih ada yang mau menyisihkan space untuk mereka dengan tulus tanpa harus mengumpat. Setidaknya masih ada yang menahan amarahnya, karena kita sama-sama merasakannya. 

…dan aku ingin menjadi salah satu diantaranya yang peduli, yang berempati dan bersimpati, sungguh Gusti Pangeran, saat mereka kebanyakan begitu, jadikan aku golongan yang peduli yang mempersilakan bumil dan lansia duduk di tempat dudukku, yang mengulurkan tangan bagi mereka yang hendak ikut masuk ke kereta. Because I care of them.





Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)