Wedding Anniversary

Selasa, Maret 11, 2014 0 Comments A+ a-


Semoga sakinah, mawaddah, warahmah Bapak-Mamah
7 tahun yang lalu, arak-arakan mobil menderu di depan rumahku. Memerhatikan mas bujangku yang hari ini melepas masa bujangnya. Berjas hitam dipadu dasi merah marun serasi, aku sempat bertanya kepadanya, bagaimana perasaannya saat ini. Dia tersenyum. Asyik menghisap rokoknya, meski aku tak suka, tetapi aku dapat menebak kalau dia sedang menyembunyikan keresahannya. Atau mungkin dia sedang merapal kalimat akad untuk mempersunting gadisnya.

Waktu itu, aku masih duduk di bangku kelas 3 SMA, menyaksikan moment akad nikah sebagai bentuk janji mitsaqan galidzo dengan Tuhan, Oh my God, aku tidak bisa menahan rasaku, seperti atmosfer, suasana pagi itu benar-benar khusuk. Tiba-tiba aku tergugu sesaat.

“Saya terima nikahnya Era Rahmawati binti Haji Mustajab Heru Susanto dengan mas kawin tersebut, dibayar TUNAI”, sempurna air mataku meleleh, memandang kakak kesayanganku telah menyandang predikat suami.

“Saaaaaaaaaaaah”, orang-orang berseru sambil menangkupkan tangan ke muka.

Sekali-kali air mataku mencair kembali saat acara sungkeman, ini perasaan apa? Iya, aku juga merasakan hal yang sama. Restu Bapak dan Ibu tercermin dari komat-kamit yang dilirihkan ke telinga Mas Joko dan Mbak Era, air mataku semakin deras.

Kini, saat mengenangnya, moment itu berkelebat sangat indah. Seperti membayangkan diriku sedang menyaksikan the royal wedding, dan sebenarnya tidak melulu pernikahan itu indah, katamu. Ada bumbu-bumbu di dalamnya yang kadang-kadang membuat seharian menjadi nelangsa. Dan saat itu terjadi, KOMITMEN muncul sebagai penangkalnya. Pernikahan adalah realita, bukan sekedar dongeng rekaan yang dapat di setting endingnya mau seperti apa.

Happy Anniversary, Bapak-Mamanya Dio-Deandra, semoga semakin sakinah, mawaddah, warahmah. Amin

Pernikahan itu adalah komitmen tiada henti dan sampai mati, dan ingat ya saying, itu bukan akhir perjalanan, justru itu baru awal dari sebuah perjalanan panjang.

Dan aku mengerti, kenapa pernikahan itu disebut menggenapkan dien seseorang. Iya, pernikahan adalah perjalanan panjang.

Sebelas, maret, duaribu tujuh – sebelas, maret, duaribu empat belas

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)