Tidak ada permintaan ketiga dan seterusnya

Senin, April 14, 2014 0 Comments A+ a-


Kalian pernah minta tolong kepada seseorang? Atau meminjam sesuatu? Pastinya pernah, dan aku menjadi bagian dari salah satu yang pernah mengalaminya.

Entah mengapa ada perasaan unik yang menjadi ciri khas dan aku lupa kapan dapat mengidentifikasinya. Aku bisa membaca sebuah “penolakan” atau “keengganan” seseorang atas sebuah permintaan. Bisa jadi hal ini tidak berlaku untuk kasus kalian. Tetapi bagiku, hanya cukup 2 permintaan saja, artinya tidak ada permintaan ketiga dan selanjutnya. Mungkin karena ini juga, aku belum berbakat menjadi marketing yang baik.

“Boleh meminjam buku itu?”, kataku.

Kamu diam dan beralih pembicaraan yang lain. Aku menyimak dengan seksama.

“Hei, boleh pinjam buku yang ada di tasmu itu?”, aku mengulangi.

“Oh, iya nanti aku pinjami”, jawabmu.

Kamu berbicara lagi antusias dan aku tetap menyimak takzim.

Aku lupa dengan permintaanku.

Aku ingat dengan sebuah petuah di buku yang aku lupa judulnya apa “berhentilah mencari, maka kau akan menemukan”.

Petuah yang merupakan antitesis bahwa kita diperintahkan meminta sebanyak-banyaknya kepadaNYA, karena jika kita tidak melakukannya, kita digolongkan sebagai makhluk yang sombong.

Lalu bagaimana dengan hal ini? Ah, aku tetap tidak akan mengutarakan permintaan yang ketiga dan seterusnya padamu. Benar faktanya, saat kamu mulai bergantung pada sesamamu, kamu akan kecewa, bahkan bisa saja binasa.

Aku tidak akan pernah meminta padamu lagi, meskipun hanya untuk sepotong cerita pengantar tidur. Tidak akan pernah ada permintaan ketiga dan selanjutnya.

“Dinda”, panggilmu.

“Iya?”

“Jadi pinjam buku ini?”, kamu menyodorkan buku yang kamu selipkan di tasmu tempo hari.

Aku menoleh, memandangmu sekilas.

“Isinya bagus banget, kumpulan-kumpulan cerpennya Ernest Hemingway……………….”, tambahmu.

“Aku udah baca kemarin di perpustakaan”, tiba-tiba aku memotong.

HENING.

Aku tidak dapat menjabarkannya, tapi mungkin ini perasaan turun-menurun yang merupakan akumulasi dari yang sebelumnya. Karena memang tidak ada permintaan ketiga dan seterusnya. Maaf, kamu terlambat menyadarinya.

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)