#Quote 2

Senin, Agustus 25, 2014 0 Comments A+ a-

Hanya orang pandir yang mau menggadaikan masa depannya untuk masa lalunya
Serius gw ketawa di kaca, kadang kita, eh sering banget malah gw menyeret nostalgia masa lalu. Banyak kenangan baik, tapi tidak sedikit juga kenangan yang saat melesat 3 detik saja, membuat hati merangsek bukan kepalang memperbaiki mood—kepayahan.

Harusnya gw pandai menata etalase masa lalu dengan baik. Mengijinkan yang baik untuk dapat diakses sebagai bahan nostalgia. Tetapi harus ketat memfilter yang menyesakkan hanya sebatas untuk pelajaran, cukup.

Dunia ini sempit, terlalu sempit untuk bercengkrama dengan masa lalu yang bisa jadi akan mengungkungmu menuju masa depan. Gw terseok-seok menatanya, kemudian mengacak-acaknya kembali karena system imun-iman yang kurang cukup menjadi antivirus.

Sebulan terakhir, gw memperbaiki imun-iman itu agar menjadi anti-virus yang mematikan bagi virus masa lalu yang tidak terfilter dengan baik. Gw mengolok-olok elo karena menjadi bagian dari si pandir. Tapi please jangan bawa-bawa gw untuk menjadi pandir yang bercumbu dengan masa lalu. Lu boleh mengeluarkan jurus paling ampuh dari Djiban, Sailormoon bahkan kame-hame nya Son Goo Ku. Cuma Lu harus menyadari, gw sudah khatam dengan tabiat Lu yang satu ini—datang hanya butuh teman bicara dan pergi saat sudah mampu berdiri.

Hello my memories, keep calm! I will bring an anti-virus to clean up the bad imagination.

Nb : Gw make sebutan Gw-Lu, yang sebenarnya tidak Gw  suka, agar lebih sarkastik. Catat baik-baik : masa lalu tidak akan pernah menang, dia akan selalu jadi roda belakang. Wish we have a bright future guys. Cheers!

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)