Elegi sore hari

Rabu, Desember 03, 2014 0 Comments A+ a-


Wahai hati, bagaimana bisa kamu beroposisi dengan pikiran?

Ingin sekali bersinergi, mengapa sulit sekali?

Jangan mendongak. Jangan pernah. Eh, bolehlah sesekali. Tetapi jangan terlalu lama, karena hatimu itu seperti kapas putih. Dan hal-hal yang di atasmu, yang menyilaukanmu itu seperti angin. Bisa jadi, angin itu bisa menyapu hatimu. Bersyukurlah masih memiliki pikiran yang setidaknya membantumu untuk tidak tergopoh-gopoh.

Hatimu ingin berlari dengan kecepatan prima, tetapi pikiranmu mendeteksi bahwa ada beberapa black hole yang harus kamu waspadai agar saat berlari kamu tidak terjatuh.

Kamu tau? Bahwa seringkali hati dan pikiran tidak menyatu. Manusiawi. Karena Tuhan menciptakan kita dengan akal yang sempurna untuk menyingkronkan. Hei, banyak orang yang tidak memiliki pilihan. Sehingga hati dan pikiran mereka senantiasa dipaksa untuk menerima. Mereka bisa melalui. Bagaimana dengan kamu yang keenakan memiliki pilihan di setiap sisinya. Hatimu punya pilihan sendiri. Sedangkan pikiranmu juga punya pilihan sendiri.

Camkan baik-baik ya, sebenarnya, bayangan yang kamu ciptakan itu tidak seseram kenyataannya. Jalani saja.

Aku yakin kamu tau tentang itu. Selamat sore.

 

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)