Idealisme & Realisme

Jumat, Januari 16, 2015 0 Comments A+ a-


Sebulan yang lalu, saya tertegun dengan statement salah satu pegawai di institusi pemerintahan. Awalnya saya kesal dan setelah mendengar statement beliau, saya lalu berpikir.

 

“Bu, ini kan hanya aromatic biasa. Dulu kami sudah pernah mendapatkan ijinnya, dan ini hanya permohonan ijin ganti kemasan. Kenapa dipersulit Bu?”, tanya saya gemas.

 

“Begini Bu, saya hanya mematuhi prosedur. Jadi semakin cepat Ibu memasukkan dokumen akan cepat juga kami dalam memprosesnya”, Jawabnya santun dan tegas. Guratan senyum dalam rekahan bibirnya menandakan bahwa beliau tidak seseram yang saya bayangkan sebelumnya.

 

“Apa tidak bisa percepatan untuk hal ini, Bu. Marketing saya akan segera launching. Mohon kerjasamanya, Bu?”, saya bernegosiasi.

 

“Orang yang datang kepada saya, alasannya adalah percepatan untuk kepentingan marketing, Bu. Semua ingin cepat, tapi tetap harus mematuhi prosedur”, Pungkasnya.

 

“Iya Bu, tetapi ini kan hanya ganti kemasan, bukan daftar baru. Kemarin juga ada tambahan dokumen uji stabilitas, padahal dulu saya tidak seribet ini”, saya dengan wajah memelas.

 

“Memang benar Bu, karena prosedurnya begitu. Uji stabilitas itu diminta untuk menge-chek terkait zat-zat yang terkandung dalam obat yang ada pada produk Ibu. Saya mempertanggungjawabkannya kepada konsumen dan kepada Tuhan tentunya”, statement yang membuat benar-benar berkata sudah, manut.

 

Bertanggung jawab pada Tuhan. Aduh saya malu. Saat idealisme seseorang ditentang oleh tuntutan sistem pada kenyataannya. Masihkah ada yang menautkan Tuhannya pada pekerjaannya? Masih. Tentu saa masih. Dan saya berharap saya termasuk dalam golongannya. Saya ikut golongan itu ya Allah, turutkanlah hamba pada golongan itu. Ingatkan selalu idealisme itu.

 

Meskipun orang lain tidak melihat, Allah Maha Melihat tindak tandukmu. Semoga sehat selalu ya, Bu. Iya, Tanggung jawab Ibu sangat mulia. Tanggungjawab terhadap konsumen dan Tuhan.


*Iya benar, saya dipanggil Bu. Padahal menikah saja belum.

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)