Nurani

Rabu, Februari 11, 2015 1 Comments A+ a-



Assalamu’alaykum,


Tema 3 hari terakhir ini masih hujan. Sekalipun hujan menyebalkan—basah, becek, macet, kereta mogok, aku tidak pernah membencinya. Justru seringkali menyimpan jas hujanku dan memilih menerabas hujan sambil bersenandung. Berkali-kali merapal doa. Karena waktu hujan adalah salah satu waktu yang baik untuk berdoa. Berdoa apa? Rahasia :p


Pagi ini hujan dari shubuh (lagi). Bedanya, waktu berangkat menuju stasiun, cuacanya cerah (ceria). Niatnya masih full untuk berangkat ke kantor. Sesampainya di stasiun, tidak seperti biasanya, banyak penumpang berjubel, seakan-akan garis kuning yang menegaskan para penumpang harus berdiri di belakangnya tidak berfungsi seperti biasanya.

Aku selalu memilih gerbong kereta yang paling depan atau justru paling belakang. Gerbong wanita. Sepanjang gerbong penuh sesak. Menyimpan tenaga untuk kereta berikutnya. Sesaat kemudian, gerimis mengundang (cieh kayak lagu). Niat berkurang 5%, jadi 95%. Kereta selanjutnya datang dan tanpa diberi aba-aba, para penumpang langsung mendekati pintu-pintu masuk kereta.

OMG, full body! Banyak penumpang yang nggak masuk. Kereta berikutnya juga demikian. Niatku meleleh banyak kali ini 20%, masih tersisa 75%. Aku mengumpulkan tenaga lagi. Kereta berikutnya, lagi-lagi sama, gak dapat masuk. Sampe segitu favoritnya ya kereta. Aku memilih menunggu ruang sebelah yang menuju ke arah berlawanan. Itu berarti, aku harus menghabiskan waktu lebih lama dari biasanya.

Saatnya setan dan malaikat mempengaruhi. “Pulang Ay, telat banyak. Hujan lagi”, di sisi lain “Kamu ada janji dengan Klien hari ini, Ay. Please go ahead”, Malaikat dengan lembut memberi pengertian. Aku mengeluarkan handphone. Membaca jatah hari ini. Khatam.

Pagi ini malaikat menang. Tulisan ini untuk nuraniku. Ia yang kadang hanyut dengan kegelisahan dalam pilihan. Pagi ini, ia memenangkan satu hal. Bahwa ia selalu bisa memilih untuk selalu berbuat hal yang menenangkannya. Selamat nurani atas keberanianmu menyelesaikan kewajibanmu di saat yang lain lebih memilih kembali.

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

1 komentar:

Write komentar
Fikri Maulana
AUTHOR
12 Februari 2015 13.44 delete

Sedikit menghilangkan penat dengan tumpukan akasara yang tersusun rapi dalam suratmu :)

Reply
avatar

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)