Teman yang Dirindu

Jumat, Februari 13, 2015 1 Comments A+ a-


Assalamu’alaykum Lupita,

Semoga sehat selalu dan lancar melahap thesis ya. Amin

Belum genap seminggu kamu gak ada di Grup rasanya belum terbiasa. Aduh, kenapa ya? Enggak tau, rasanya absurd aja. Ketemu aja belum, ngobrol langsung juga belum. Hanya bertukar kabar dan cerita kalo pada realitanya kita berdua masih sama-sama “gadis” :p

Setahun berlalu mengenalmu, setidaknya ada beberapa cerita yang membekas. Bahkan sedikit banyak jadi paham karaktermu. Semoga ada kesempatan bertemu ya. Masing-masing mengenalkan “Ini lho suamiku”, malaikat mencatat.

Thesis udah beres? Aku yakin jawabanmu “Iya Beres, Neng”. Doa terselip untuk hal itu.

Nama panggilan kamu lucu. Lupita. Aku yang menyematkannya. Mungkin usiaku ada di bawahmu. Tetapi rasanya, usia kita hanya bersisihan saja. Jadi, entah mengapa memanggilmu dengan awalan Mbak atau Kak terasa janggal (aku durjana :D).

Terakhir kau bilang, ibu sedang sakit. Semoga beliau lekas sehat ya. Sungkem dariku (muah).

Ini surat ke-4 ku, dan kamu yang menjadi penerimanya kali ini. Semoga kamu tidak merasa terganggu.

Honestly, i really miss you.

Seperti kemarin, tawaranku tidak pernah daluarsa. Saat kakimu menginjak Jakarta, dial nomor Hp-ku ya. Setidaknya aku bisa mentraktirmu mocca float yang enak itu.

Finally, dijaga tilawahnya ya, Darl. Semoga Alah selalu mencintai dan menyanyangimu yaaa J

With Love : Ayaa
For : Lupita (@anvoluna)



Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

1 komentar:

Write komentar
Fikri Maulana
AUTHOR
14 Februari 2015 18.22 delete

Setidaknya akan dipertemukan dilain waktu :)

Reply
avatar

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)