Untukmu gadis yang kupanggil Su

Senin, Februari 09, 2015 2 Comments A+ a-


Assalamu’alaykum Su,


Ini hari ke-11 pengiriman surat cinta, namun bagiku ini hari pertama. Dan aku memilih mengirimkannya untukmu, Su. Iya, untuk kamu.


Hujan menyeruak pagi ini dengan derasnya, dan kamu mengomel seperti biasa. Aku hafal sekali intonasinya, Su. Saat kita hanya berdua, seakan dunia melihat kita bercakap mesra. Panggilan “Su”, yang dianggap orang lain agak kasar, dan tidak jarang yang menegur kita mengapa harus dengan panggilan seperti itu. Jawaban kita hanya saling menatap dan lalu tersenyum simpul pada akhirnya.


“Su dalam bahasa berarti baik atau cantik. Sugiyarti—Giyarti yang cantik. Tetapi pikiran orang terpacu pada arti yang konotatif, kalau Su itu panggilan untuk anjing—ASU”, Makna ini hanya kita yang tau ya, Su? Atau beberapa yang lain sudah mengetahui tentang ini? Ah aku tidak memedulikannya. Yang aku mengerti, kita berdua sama-sama paham tentang ini.


Kapan kita berkenalan, Su? 2 tahun yang lalu, saat perkenalan pertama di kantor, waktu aku menjadi as new legal employee. Kamu tau Su, aku baru tau beberapa hal tentang cara perkenalanku yang mereka anggap ekstrim. Iya, cara berjabat tanganku. Apa kamu juga merasakan hal yang sama waktu itu? Dan sepertinya tidak, karena kita 11-12 :D


Kapan kita mulai dekat seperti ini? Duh, pertanyaan ini tidak bisa mengulik kapan tepatnya. Hanya saja yang kuingat, kita pernah tertaut beberapa hal yang membuat kita lebih dekat. Maafkan aku, yang tidak membungkus kado saat ulang tahunmu—yes, i’m a lazy girl sometimes. Kamu meledekku, saat buku-buku itu raib di kereta yang kutumpangi. Masih banyak moment lain yang membuat kita sama-sama mengerti bahwa tanpa bicara pun, kita tau apa yang akan kita ucapkan.


Dan kamu teman diskusi yang nice meskipun kadang-kadang kita sering berbeda pandangan tentang sesuatu. Tapi cenderung banyak kesamaan. Bakso, jalan-jalan, buku, ah surat ini akan menjadi panjang kalo hanya menjelaskan tentang persamaan kita, Su.


Just the way you are, Su. Sehat selalu. Sungkem buat Ibu yang selalu memberikanmu sayap untuk berani bermimpi. Ah iya, salam hangat untuk (dik) Dyah yang seksi juga.


Finally, semoga aku segera menjadi pager ayu di pernikahanmu ya. Allah mendengar ini, trust me.


With Love,


Aya – Su


To : Dindin – Su (canopus.betelgeuse@yahoo.com)

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

2 komentar

Write komentar
Fikri Maulana
AUTHOR
10 Februari 2015 18.45 delete

Baru mampir udah suka sama tulisannya :)

www.fikrimaulanaa.com

Reply
avatar

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)