Give a gift #NulisRandom2015

Selasa, Juni 09, 2015 1 Comments A+ a-


Kalian suka tukar kado gak? Barter sesuatu dengan teman, rekan atau saudara mungkin? Saya lagi pengen cerita tentang “saling memberikan hadiah”. Bulan Juni banyak banget yang merayakan ulang tahun, salah duanya adalah Bapaknya Dio dan Athania—one of  my nieces in Semarang.

 

Apakah ulang tahun juga salah satu momen memberikan hadiah kepada seseorang? No, gak harus demikian. Saya kadang-kadang memberikan hadiah buat Dio atau Dea dan keponakan lainnya tanpa harus menunggu momentum. Meskipun kebanyakn untuk meomentum tertentu, saya melakukannya.


 

Dalam Islam-pun, Bab tentang hadiah diatur dalam sebuah hadist shahih.

 

“Hendaknya kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, lihat Shahihul Jami’ [3004] dan Al Irwa’ [1601])

 

Sebenarnya, menginterpretasikan hadist tersebut, ada impact dari “saling memberikan hadiah”, yaitu kedekatan dan kehangatan secara emosional. Memberikan hadiah ke[ada orang lain, tentunya kita tahu apa kesukaan dari yang bersangkutan.

 

Dalam pembahasan ini, hadiah yang dimaksud adalah berupa barang ya, atau ada hadiah dalam bentuk lain? Cinta, kasih sayang atau ucapan  may be? Ah, tapi menurut saya memang kebanyakan wujud dari hadiah adalah barang sih. Meskipun, ada beberapa orang yang memaknai hadiah dengan hal-hal yang abstrak, ahaha. Abstrak? Iya abstrak, misalnya “being your wife is the best gift i ever had”. Back to the topic. Objek gift dalam tulisan saya ini adalah berbentuk benda.

 

Saya suka memerhatikan hal-hal yang detail dengan sekeliling. Mengingat tanggal ulang tahun tanpa harus menghafal. Memberikan hadiah saat mereka ulang tahun, naik kelas, mendapat rangking, atau malah memberikan hadiah tanpa momentum-momentum tersebut.

 

Trus kalian memberikan hadiah-hadiah apa saja saat ada momentum seperti itu? Saya akan bercerita hadiah-hadiah apa yang biasanya saya berikan, check it out

 

  1. Buku, sepertinya ini menjadi nominasi teratas. Karena buku tidak akan pernah habis masanya. Bisa  dipinjamkan ke yang lainnya. Tentunya, kita harus tahu genre apa yang disukai oleh orang yang akan kita beri hadiah.
  2. Mukena, saya juga sering menghadiahkan mukena pada teman, khadimat, ibu, ipar. Bisa mbayangin kalau mereka make mukenanya tiap sholatnya, pahalanya juga mengalir buat kita, hihi
  3. Kue, biasanya ini pas ada momentum ulang tahun. Gak harus yang besar, yang sepotong dan dihias-hias gitu juga gak masalah. Dengan tulisan ucapan doa yang kita selipkan tentunya.
  4. Baju, saya juga sering memberikan hadiah baju. Biasanya untuk anak-anak, karena lebih mudah memperkirakan size-nya.
  5. Dompet, saya beberapa kali memberikan dompet sebagai hadiah.
  6. Ada referensi lain? Let share to us.

 

Dari kecil saya sudah hobby tukar kado. Di sekolah, pengajian bahkan di rumah. Hal tersebut tumbuh sampai sekarang. Karena, efek memberi hadiah itu sangatlah amazing. Kita lebih kaya, lebih merasa berharga. Kaya akan cinta dan kasih sayang. Lebih berharga karena ada tempat untuk berbagi. Cheers!

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

1 komentar:

Write komentar
liya aliycia
AUTHOR
10 Juni 2015 10.21 delete

aku juga suka ko tukeran kado sama temen-temen dekat :)

Reply
avatar

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)