Belajar dari Delisa

Rabu, November 04, 2015 8 Comments A+ a-

Kalau ditanya buku apa yang paling disukai? Jawaban saya BANYAK. Tetapi saat pertanyaannya diubah lebih spesifik menjadi “Buku apa yang paling menginspirasi dan gak bosan dibaca berkali-kali?. Pilihan saya jatuh ke novel Hafalan Salat Delisa.
Saya membaca novel ini tahun 2009 dan novel inilah yang membuat saya jatuh cinta dengan karangan Tere Liye lainnya. Bahasa, setting dan penokohannya kuat membuat saya terharu saat membacanya (lagi dan lagi). Apalagi di bagian Delisa yang mencoba menghafal Inna sholati, wanusuki, wamahyaya, wamamati, Lillahirabbil” (asli hati jadi gerimis—lebhaaay).
Novel ini mengisahkan tentang Delisa, gadis berusia 6 tahun yang sedang berjuang mengkhatamkan hafalan sholatnya. Umminya menjanjikan kalung emas jika Delisa dapat menghafal sempurna hafalan sholatnya.

Tere Liye menggunakan setting di Aceh dengan peristiwa tsunami dalam novel ini dan ending-nya mampu membuat saya bertanya-tanya apakah ini based on true story gak ya?

Ini adalah kisah tentang tsunami… Ini adalah kisah tentang kanak-kanak… Ini adalah kisah tentang proses memahami… Ini adalah kisah tentang keikhlasan… Ini adalah kisah tentang Delisa…

Di suatu pagi, Delisa diantar Ummi untuk ujian hafalan sholatnya di sekolah. Sebelum berangkat, Zahra, Aisyah dan Fatimah memberikan semangat agar Delisa tenang dalam membacakan hafalan sholatnya. Saat sedang ujian, tsunami datang meluluh lantakkan Aceh. Di dalam ilustrasi ceritanya, Delisa tetap khusuk dan melafalkan hafalan sholatnya.

Ummi, ketiga kakaknya dan gurunya menjadi korban tsunami. Tubuh Delisa terombang-ambing, berhari-hari hingga ditemukan oleh Kapten Smith. Salah satu kakinya yang terinfeksi terpaksa harus diamputasi. Di Rumah Sakit tempat Delisa dirawat, ia berkenalan dengan Suster Shofi yang membantu untuk mencari keluarga Delisa. Shofi sangat takjub dengan Delisa karena meskipun telah kehilangan Ummi, kakak dan kakinya, Delisa tetap tegar dan riang.

Pesan moralnya sangat mendalam, imajinasi pembaca dapat dibuat ikut hanyut dalam karakter tokoh novel ini. Membaca novel ini seperti belajar pada sosok Delisa yang belajar untuk mengkhatamkan hafalan sholatnya. Dimana sholat adalah rukun islam yang kedua dan WAJIB dilakukan oleh setiap muslim. Dari Delisa, saya juga belajar tentang “memperbaiki niat”. Saat Delisa yang awalnya ingin cepat menyelesaikan hafalan sholatnya karena sebuah kalung. Tetapi pada akhirnya ia tulus hanya ingin dapat mendoakan Ummi dan Ketiga kakaknya.

Karena antusias sama novel ini, saya jadi kepo sama penulisnya. Dan tidak menyia-nyiakan kesempatan saat ada workshop menulis oleh Tere Liye di Yogyakarta. Dapat dilihat disini. Selesai acara, saya mendekati Tere Liye paling akhir untuk minta tanda tangan dan menanyakan beberapa hal. Dari percakapan tersebut saya mengetahui bahwa sebenarnya Hafal Sholat Delisa itu novel yang belum selesai. apa ceritanya belum selesai tetapi bisa jadi best seller. Kata Tere Liye, dia sudah kehabisan ide untuk mengembangkan novel tersebut. Selevel Tere Liye bisa kehabisan ide juga? :D

Menurut penuturan Tere Liye, naskah Hafalan Sholat Delisa juga pernah ditolak penerbit karena pada saat itu tema tsunami sudah banyak yang menulis. Di session itu, Tere Liye juga kampanye tentang novel Delisa yang diangkat ke layar lebar. Nah, itulah mengapa novel Hafalan Sholat Delisa menjadi buku paling inspiratif. Karena ada behind the scene-nya.

Sudah mononton versi film-nya? Jujur, di bioskop nangis sesenggukan. Imajinasi saya berkelebat tidak tertahan untuk membandingkan dengan novelnya. Dan saya suka. Sudah mendengarkan Original Soundtrack Delisa yang dinyanyikan oleh Rafly bikin hati tambah gerimis.

Lembut kukenang, kasihmu Ibu
Di dalam hatiku ini menanggung rindu

Novel Hafalan Delisa cocok untuk semua umur. Highly recommended. Saya juga pernah mendongeng isi ceritanya kepada Iqbal sama Ihsan sebelum tidur. Karena pada waktu itu, mereka juga lagi gencar menyempurnakan hafalan sholatnya. Aaaaaaa, pokoknya keren alur, setting, plot sama penokohan di novel ini.

Kalian punya buku inspiratif? Let’s share to us. Atau kalian mau barter buku? Boleeeeeh banget :p

In the end, pernah membayangkan pahala jariyah bekerja? Iya, saat kita bisa mengajarkan Al Fatihah kepada anak-anak dengan sempurna, dan mereka melafalkannya dalam sholat di sepanjang hidupnya, pahala mereka pun ikut mengalir untuk kita. Lalu bagaimana saat kita bisa mengajarkan hafalan Sholat kepada Delisa kecil yang lain?

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Give away yang diadakan oleh Siethi-Nurjanah




Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

8 komentar

Write komentar
Muhae Man
AUTHOR
5 November 2015 09.15 delete

karyanaya tere liye emang selalu menggugah hati sih, eh btw udah baca yang Pulang belum, itu keren loh baca novelnya berasa kayak di fiml actiopn gitu

Reply
avatar
5 November 2015 16.04 delete

Udah baca karangan Tere Liye semua kecuali "The Gogons", aku nyari belum nemu Mas :D

Reply
avatar
5 November 2015 16.21 delete

Aku juga udah baca semua novel tere liye, kecuali the gogons

Karya2nya bener2 keren

Reply
avatar
5 November 2015 16.21 delete Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
avatar
Lidha
AUTHOR
6 November 2015 07.27 delete

novelnya tere liye cakep-cakep dan produktif lagi.. produktif dan laris terus
sukses GA nya :)

Reply
avatar
Happy Hawra
AUTHOR
8 November 2015 22.35 delete

uwooh. saya pun nangis baca ini kak.

Reply
avatar
Muhae Man
AUTHOR
15 November 2015 09.31 delete

The Gogons James and Incredible Incidents itu buku emang susah dicarinya, udah lama soalnya,aku juga belum baca

Reply
avatar
Keke Naima
AUTHOR
20 November 2015 12.31 delete

saya belum pernah baca novelnya. Bahkan belum ada satupun novel Tere Liye yang saya baca hehehe. Tapi pernah nonton film Delisa ini. Memang berhasil bikin syaa menangis :)

Reply
avatar

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)