Merayakan Kabisat, Semoga tidak Tersesat

Selasa, Maret 01, 2016 8 Comments A+ a-


Foto dan dokumentasi kalian boleh saja hilang, tetapi kenangan dan cerita tentang kalian akan melekat di hati Bulik.....
Tepat pukul 23.00 saat saya membuka-buka folder hasil memindah data, hati saya terusik sekali saat melihat isi foldernya "empty". Membuka folder lain juga sama. Mangutak-atiknya sampai pukul 01.00 saat kalender sudah bergulir di tanggal 29 Februari. Ah iya, ini tahun kabisat. Kepala saya masih memikirkan isi folder-folder yang tiba-tiba saja hilang.

Menyalahkan orang lain dan keadaan itu paling renyah sekali. Padahal sejatinya, kesalahan itu adalah ulah dari perbuatan kita sendiri. Siang kemarin, saya memindah data-data dari laptop Bapaknya Dio, ke laptop saya. Biasanya saya pake menu copy-paste, tetapi kali ini karena pengen yang lebih praktis, saya menggunakan cut-paste untuk memindahkan semua data dari kuliah hingga foto-foto Dio dan Dea dari masih bayi hingga sekarang ini.

Ingin meminta bantuan untuk mengembalikan, tetapi tabiat ngotot saya muncul. "Bisa dooooong, please. Itu dokumentasi penting banget. Mending file musik aja yang hilang deh" saya sedikit frustasi memencet-mencet keyboard hasilnya tetap sama--gak ada file atau foto. Saya memandangi laptop lama yang masih menyala, seakan kalimat pengandaian menjadi gulali yang enak sekali.

"Seandainya, aku tadi pake copy-paste bukan cut-paste"

"Seandainya, aku tadi gak pake flashdisk orang lain yg banyak virusnya"

Duh, kalimat-kalimat itu membuat saya makin emosi dan lebih lagi menyalahkan keadaan dengan kalimat brengseque macam tadi. Saya minta bantuan setengah memaksa untuk mengembalikan data-data saya kepada orang di sekitar saya. Saya searching cara-cara yang bisa membuat file itu dapat kembali menjadi milik saya. Meskipun saya tahu jawabannya tetap sama, yaitu : tidak bisa.

Malam itu, mengawali tahun kabisat, saya merasa benar-benar kehilangan. Melihat Dio dan Dea, rekaman mereka berdua sejak bayi. Moment lainnya yang membuat hati saya semakin sesak karena tidak bisa mengenang lagi dalam bentuk frame foto dan video. Seharian di tahun kabisat setting hati saya masih sama. Ngotot untuk bisa memiliki file itu lagi. Kata sabar memang simple, tetapi untuk diaplikasikan dalam laku, butuh energi yang luar biasa.

Saya cukup memberi 1 hari di tahun kabisat untuk merasakan kehilangan. Melihat sumringahnya Dea yang sedang bermain dan Dio yang sedang manja karena demamnya. Saya cukup mengingat masa kecil mereka dalam hati. Agar lebih rapi, akhirnya saya membuat fanspage untuk mendokumentasikan tulisan dan foto anak-anak serta aktifitasnya. Saya juga sengaja me-launching platform baru Blog dengan membuat page tersebut.

Dan saya akan selalu ingat hari ini. Di tahun kabisat yang membuat saya kehilangan dan sekaligus memaknai arti... Semoga saya tidak tersesat untuk terus meyalahkan keadaan. Karena dengan berkata cukup, semua terasa melegakan. Iya, cukup sekian.
Saya gak mau mencari kambing hitam lagi atas kesalahan dan kekesalan yang membuat saya kehilangan sesuatu yang (menurut) saya berharga, sangat berharga. Nangisnya udahan. Sekarang tinggal mengaplikasikan ilmu sabar sama ikhlas biar lebih lega. Iya, saya belajar legowo. Duh ya, saya lagi PMS, hal yang remeh temeh saja bisa bikin ngamuk. Apalagi hal yang seperti ini. Yasudah menyingkir dulu, gak egois menuntut untuk dimengerti. Sama sekali tidak. Cukup cerita tentang kabisatnya ya, semoga saya tidak tersesat.

Selamat menyongsong Maret dengan ceria :)


Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

8 komentar

Write komentar
1 Maret 2016 12.18 delete

Ikut nyesek maaakk.. I feel you..
Tapi insya Allah, "tangkapan mata" lebih abadi dibanding "tangkapan kamera" ya mak.. :)

Reply
avatar
Ophi Ziadah
AUTHOR
1 Maret 2016 12.53 delete

songsong maret dengan lebih ceria meski harus mengingat 29 february dg sedikit cerita duka ya mba

Reply
avatar
Lidya Fitrian
AUTHOR
1 Maret 2016 13.50 delete

aku bisa merasakan mbak, saat kehilangan foto. Kasusnya sama aku cut juga. berarti lain kali lebih baik dicopy dulu aja ya

Reply
avatar
1 Maret 2016 17.39 delete

kehilangan foto itu kaya kehilangan separuh nyawa. hiks, nyesek

Reply
avatar
Nchie Hanie
AUTHOR
3 Maret 2016 07.02 delete

haduuuuh sediih sekali..
rasany suka pengen bantingin leptop dan garuk2'tembok maaak

gimana sih, kmana sih ..
hlooh ko aku yg kesel

Soalnya aku juga pernah, yowes deh ikhlasin.yang penting poto akan terekam dan terpajang di hati eeeaa
cemunguut maaak..

Reply
avatar
Susindra
AUTHOR
3 Maret 2016 14.34 delete

Coba di recovery mbak. mungkin di sekitar sana ada yg bisa. tapi ya itu... akan jadi kerja keras memilah-milah foto. saya sudah berapa kali recovery hard disk mati, dan harus kepayahan memasukkan ratusan gambar karena biasanya bercampur baur menjadi satu semuanya. coba deh.

Reply
avatar
3 Maret 2016 22.28 delete

I feeeelllll youuu mbaaa... sd cardku rusak dan semua data ada disitu, uda berbagai cara sampe tak bawa ke servis tetep gak bisa balik, kayaknya rusak gara2 abis tak masukin ke PC kantor suami yg bervirus hiksssss

Reply
avatar
Akarui Cha
AUTHOR
10 Maret 2016 17.32 delete

Duh kalo file hilang dan ga ada backup-nya itu .... rasanyaaaa nyes.

Reply
avatar

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)