Diah Alsa: Ngobrol tentang Cita-Cita

Sabtu, Maret 04, 2017 2 Comments A+ a-


Assalamu'alaykum,

Hallo teman-teman. How are you? Semoga sehat dan bahagia selalu ya. Dalam kesempatan ini saya ingin berkenalan lebih dekat dengan sahabat blogger yang bernama Mbak Diah Alsa

Saya sangat tertarik saat membahas nostalgia masa kecil. Entah tentang momen yang paling weird, guru sekolah favorit, mata pelajaran yang paling disenangi atau bercerita tentang hobby menulis biodata di dyari teman-teman yang isinya nama, alamat, ttl, hoby dan cita-cita.

Apakah teman-teman juga pernah demikian juga pas masa kecilnya? 

Nama : Ayaa
Alamat : bla bla bla
TTL : Klaten, 15 Agustus ....
Hobby : Menyanyi, Menari dan Membaca
Cita-cita : Dokter 💓💓
......
......

Isiannya masih banyak sampai dyari nya berlembar-lebar diisi dengan tulisan tangan. Ternyata Mbak Diah juga pernah menulis cita-cita yang sama saat masih kecil. Mau jadi dokter 😁.  Seakan dokter manjadi profesi yang laris banget dicita-citakan saat masih kanak-kanak. 

Dulu waktu saya masih duduk di bangku SD, ada iklan yang isinya tentang cita-cita. Saya mencoba mengingat-ingat itu iklan apa, tetapi berkali-kali gagal karena lupa. Tetapi beberapa penggalannya scene nya saya ingat, dimana ada beberapa anak ditanya mau jadi apa, jawabannya insinyur, ada juga yang menjawab presiden.

Ah, masa kecil memang membahagiakan ya. Saat memiliki cita-cita dan impian yang melambung tinggi. Bergegas untuk menjadi dewasa karena membayangkan kalau dunia orang dewasa itu enak sekali. Pergi kemana-mana, naik motor, pulang sore dengan menenteng beberapa modul buku. Pokoknya membayangkannya "nampak" keren.

Saat membaca postingan Mbak Diah tentang cita-citanya di masa kecil, saya seperti flashback mengenang hal-hal yang sangat menyenangkan. Berkata lantang saat ditanya cita-cita mau jadi apa, DOKTEEEEEEEER. 

Apakah beranjak dewasa, Mbak Diah beneran jadi dokter sesuai cita-citanya saat masih kecil? Sama seperti halnya saya yang juga memiliki cita-cita yang sama, kami berdua tidak jadi dokter 😆. Cita-cita prestisius kami saat kecil menguap begitu saja seiring kami beranjak remaja. Why? Entah karena dulu kami belum punya cita-cita, atau hanya ikut-ikutan keren menuliskannya di dyari. Tetapi meskipun tidak menjadi dokter, kami (saya dan Mbak Diah) sangat menikmati peran sekarang. 

Blogger asal Kendari ini tidak menyesalkan cita-citanya, justru hal itu menjadi cuplikan cerita yang manis saat masa kecilnya. Sampai sekarang Mbak Diah aktif menuliskan kesehariannya di blog. Kalau teman-teman mau mengenal lebih dekat dengan beliau, silakan uprek-uprek media sosialnya:

Instagram : https://www.instagram.com/diahalsa/
Twitter : https://twitter.com/diahalsa

Lalu, apa cita-cita teman-teman? Apakah sesuai dengan cita-cita saat masa kanak-kanak? Memiliki impian dan cita-cita itu seperti mempunyai tenaga yang lebih untuk merealisaskannya. Namun, jika ternyata realitanya tidak  sesuai dengan apa yang dicita-citakan, maka nikmati peran sebaik mungkin. Karena biasanya, akumulasi kegagalan sebelumnya akan menuntun kita ke cita-cita kita yang tidak kita bayangkan sebelumnya.

Tabik!

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

2 komentar

Write komentar
4 Maret 2017 11.08 delete

serunya membahas cerita masa kecil, apalagi sama teman blogger seru sekali ya mba aya dan mba diah

Reply
avatar
Diah
AUTHOR
4 Maret 2017 11.33 delete

Mbak Ayaaaaa, saya jadi penasaran saat lihat linknya. Maakasiiiihhh ya Mbak utk postingan yg super asyik iniii, peluk eraaat, kiss muaahhmuaahh ��������

Baca ini saya jadi cengar cengir sendiri loh Mbak, ternyata kita samaaaa yaaahh, kekinian banget deh saat itu klo udh nulis diary isi biodata gitu. Trus pas di bagian cita-citaa adalah DOKTER!! Hahahahh.

Anyway makasiiihh sekali lagi ya Mbak Aya ��

Reply
avatar

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)