Sebuah Prioritas, Pasukan "Berani Lulus"

Senin, Juli 03, 2017 0 Comments A+ a-


Pernah  nggak pengen ngerjain ini itu tapi ternyata terbentur waktu, energi dan tenaga? Mmmm, kayak dalam sehari pengen ngerjain 10 hal dengan tenggat waktu yang sama-sama dekat penyelesaiannya. Nah, disitu dibutuhkan manajemen waktu dan skala prioritas untuk mengerjakannya.

Ini postingan menye-menye sebenarnya tapi sekaligus untuk reminder bahwa dari sekian banyak keinginan dan kebutuhan pastinya ada yang paling prioritas di urutan pertama, kedua dan seterusnya. Saya menyadari itu, tapi seringkali melupakan satu hal: bahwa yang pertama dan kedua harus dikerjakan lebih dulu sebelum pilihan ketiga dan keempat mendistraksinya.

Juli ini banyak sekali hal yang menjadi prioritas untuk berdesakan dikerjakan. Untuk memfokuskan, saya menulis lulus ujian di urutan paling pertama 😎. Ah iya, prioritas saya itu banyak sekali cabangnya. Maksudnya untuk menyelesaikan itu, saya harus menyelesaikan syarat-syaratnya dulu: menulis jurnal, seminar hasil dan menyempurnakan teori.

Ada di satu titik saat kemarin saya sangat lelah karena seminggu kurang tidur, dan melihat seorang teman yang habis melakukan operasi sectio bertanya-tanya mengenai syarat apa saja untuk lulus ujian dengan semangatnya. Ah, rasanya saya tertampar berkali-kali. Kemudian semangat saya kembali dan tidak akan saya biarkan pergi.

Ia, seorang ibu 2 anak balita dengan rasa sakit di perutnya saja masih menyuguhkan senyum merekahnya untuk ikut dalam barisan "berani lulus" 😃. Dia baru mulai dari pertama dan saya sudah tiga per empatnya. Kami berdua saling menyemangati sambil sesekali dia izin berhenti untuk memompa ASI nya. Melihat momen itu saya tidak punya alasan untuk mengeluh.

Diam-diam saya membuat geng yang saya sebut pasukan "Berani Lulus" 😃. Itu hanya saya yang mengetahuinya, mereka tidak sama sekali meskipun hampir setiap kali bertemu untuk membahas kelulusan. Setiap kali ditanya, "Mau ujian kapan, Mbak Ayaa?" Saya selalu mantap menjawab "Insya Allah sebelum Bulan Juli habis". Ada energi berlipat-lipat dalam jawaban saya meskipun saya tahu harus berusaha lebih keras mewujudkannya. Ada draft jurnal yang harus diselesaikan, seminar hasil yang harus dilaksanakan dan segambreng formulir yang harus dilengkapi. Tapi saya yakin, saya bisa. Itu saja.

Saya berani, setidaknya untuk bermimpi dan menjadi pasukan berani lulus di bulan ini 😃. Itu prioritas saya saat ini. Apapun distraksi yang mengganggu, saya tetap fight untuk itu.

Ada pertanyaan nakal yang mengerling "Bagaimana kalau gagal?" Lalu saya tersenyum tulus dan berani sambil bilang "Setidaknya saya pernah mencoba habis-habisan. Dan sampai saat ini saya yakin kalau saya bisa. Kalau hasilnya berbeda, berarti Allah menyayangi saya untuk belajar hal lain, yaitu bersabar".

Be brave!
Lots of love,
Ayaa

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)