Menemanimu Minum Teh

Jumat, September 09, 2011 0 Comments A+ a-



Aku ingin setiap kali menemanimu minum teh dan menceritakan banyak hal.. memasakkan tempe goreng tepung dan tumis kangkung meskipun kau tau sendiri, aku tidak begitu berbakat untuk memasak. tetapi ajaibnya, kau selalu suka melahap habis apa yang kumasakkan. setiap aku pulang, saat aku membawakan roti legit, brownis atau bahkan roti-roti lain yang empuk, yang sengaja kupilihkan untukmu, kau selalu memakannya dengan santai menceritakan kabar kampung, kerabat, panen dan banyak lagi. meskipun pertanyaan-pertanyaan itu sama di setiap harinya, aku takkan pernah merasa jenuh mengangkat telepon darimu dan menceritakan banyak hal. aku tau, kau butuh teman untuk bicara, untuk mengusir kesepian (mungkin) atau bahkan senang dengan cerita-cerita konyolku di tiap harinya.

Meskipun bertambah legam, aku takkan pernah malu mencium tanganmu, mengecup pipimu dan selalu memelukmu. Aku akan tetap setia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kau tanyakan setiap hari meskipun dengan pertanyaan dan jawabanku yang sama. Karena dulu, waktu kecil (mungkin) aku lebih cerewet menanyakan hal-hal yang ingin aku tau, tetapi kau selalu menjelaskan sambil menggendongku.

SEANDAINYA, aku bisa mengganti kekecewaan itu, aku pasti akan menebusnya dengan caraku. Tapi sayangnya, aku hanya bisa melipurnya, tanpa bisa menggantinya dengan sempurna. Meskipun kau selalu bilang "Aku tak memikirkan dan tak memedulikannya", tapi aku semakin yakin bahwa kau sangat mencintainya dan doamu selalu deras terhadapnya...

Andai aku punya waktu banyak, aku ingin menemanimu minum teh, membuatkanmu tempe goreng tepung dan memasakkan tumis kangkung, agar bisa sedikit meringankan pikirmu. dan siangnya aku ingin menemanimu membeli koran itu, cerita banyak hal tentang Indonesia, pak presiden atau menteri-menteri yang korupsi itu. aku takkan berkeberatan untuk menerima telepon-teleponmu, bahkan setiap jam, menit bahkan detik sekalipun aku pasti akan menemani. tapi, sabar sebentar yaa, aku akan memenuhi janjiku dulu tempo hari, dan setelah itu aku akan menemanimu, kapanpun waktu, tanpa kau suruh, aku tau bahwa kau butuh teman untuk berbagi dan bercerita. Kau, yang bisa membuatku bertekuk lutut untuk setiap permintaan-permintaanmu meskipun aku tak menyukainya. Dan kau, lelaki terhebat dan terjujur yang selalu mencintaiku apapun keadaanku...I love You Much :)

kapan aku terakhir memelukmu? Baru kemarin, 2 hari yang lalu aku memelukmu...dengan takjim aku memelukmu, erat sekali...Entah apa yang kau pikirkan, tetapi seakan mengisyaratkan, kau ingin kutemani, bercerita banyak hal..:)

Solo, 09092011

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)