Featured Slider

Quality Time Bersama Ray

Bulan ini saya diwajibkan ikut pembekalan bahasa inggris. Acara pembukaan yang semula akan dibuka oleh WR 1, ternyata berubah karena Pak Rektor sendiri yang membukanya. Saya yang turut hadir di barisan paling melihat beliau datang dan menyalami beberapa staff pengajar dan teman saya yang lain. 

Saya membatin, kalau yang membuka Pak Rektor sendiri, berarti kegiatan ini saaaangat urgen. Eh ternyata benar asumsi saya. Acara yang sebelumnya sudah didisposisikan kepada WR 1, tapi beliau ingin membukanya sendiri. Dalam sambutannya beliau menekankan kalau pembekalam bahasa ini untuk persiapan kuliah S-3.

Salah satu syarat masuk kuliah S-3 adalah nilai toefl atau ielts yang lumayan tinggi, sehingga butuh persiapan agar nantinya kami tidak direpotkan persyaratan administrasi, tapi lebih fokus ke substansi kuliahnya. Tidak lupa beliau pesan untuk sekolah, sekolah, sekolah! Dalam negri boleh, luar negri pun boleh. Instansi akan memfasilitasi termasuk dengan pembekalan ini. Gratis!

Saya pun tidak melewatkan kesempatan ini. Konsekuensinya, saya harus pulang lebih malam dan hari sabtu yang biasanya jadi hari gegoleran keluarga, harus masuk demi pembekalan ini. Saya sangat antusias karena bahasa inggris memang harus dibiasakan. Saya kemarin mencari waktu buat ikut les lagi biar "fresh" tapi belum pas karena jadwalnya bentrok terus. Eh, ada tawaran ini. Alhamdulillah. Memang kadang-kadang kita itu bisa karena dipaksa :D.

Kalau Senin-Sabtu full kegiatan, quality time bareng Ray gimana? Yang biasanya Sabtu-Minggu full bareng dia, tapi sekarang agak terbatas. Saya mengakalinya dengan benar-benar memanfaatkan waktu bareng.

Menciptakan Quality Time Bersama Ray

Masa galau saya ketika harus meninggalkan Ray berangkat kerja sudah lewat. Dulu awal-awal saya selalu mewek, huhu. Tapi sekarang sudah bisa luwes mengatasinya. Ray pun juga sudah beradaptasi kalau pagi hari, Ibunya harus berangkat kerja dan akan menemaninya bermain saat sore hari.

Nah, beberapa hal ini saya lakukan untuk menciptakan quality time bersama Ray. Meskipun tidak selalu menemaninya bermain, tapi saya menekankan kualitas waktu, sehingga Ray tidak merasa kehilangan sosok saya. Ibu-ibu bekerja mana suaranyaaaaa? Mari berpelukan!

1. No gadget

Kalau dulu saya masih suka "nyambi" gadget ketika main sama Ray, kalau sekarang No! Saya benar-benar mengusahakann kalau di dekat Ray, HP saya letakkan di atas meja dengan posisi silent. Meski sedang menyusui, saya lebih memilih bercerita seharian ngapain aja, menanyakan Ray makan apa, main apa, dst. Pokoknya tentang kami berdua.

30 menit-1 jam beneran buat kami berdua. Oh iya, kalau saya pulang kerja dan Ray masih terjaga, pasti dia langsung berlari ke arah saya. "Buk, Nen!" Sambil menunjuk agar saya ke tempat tidur untuk menyusuinya.

2. Screen time bersama

Saya tidak anti gadget sama sekali. Ray boleh kok main hp, ASAL ada saya atau papinya. Biasanya saya memilihkan tema tontonannya dan eksplore dengan bercerita. Misalnya tentang sikat gigi. Ray paham kalau sikat gigi itu menyikat bagian giginya, bukan hanya menyesap bagian sikatnya :D.

Sesekali bilang nggak mau dan menolak disikat, makanya saya memanfaatkan youtube untuk edukasi kali ini. Ray juga suka melihat nama-nama hewan. Dengan youtube, saya bisa leluasa menjelaskan nama-nama hewan dan meluruskan pemahaman Ray. Misal: ini kucing bukan pus atau meong. Oh iyaa, ini kucing yang bunyinya miaaaau. Kalau ini sapi yang suaranya hemmooooo dan ini kambing yang suaranya embeeeek.

3. Memeluk, mencium dan mengasihi

Ritual ini yang tidak pernah saya lewatkan setiap hari. Memeluk, mencium dan mengASIhinya. Kalau tidur papinya sering jelous karena merasa ga laku. Kalau ga ada saya, Ray lengket sekali dengan papinya. Tapi setelah saya ada di rumah, semuanya nggak laku, apa-apa Ibu. Mau ke kamar mandi aja, Ray pasti ikut.

Ketiga aktifitas ini saya lakukan secara natural dan refleks. Pulang kerja Ray menghambur dengan saya. Lalu dipeluk, dicium trus nenen. Main, dia menyelesaikan sesuatusaya peluk, cium dan kami tertawa sama-sama.

4. Mengajak Ray kerja

Saya pernah mengajak Ray mengajar di kelas. Itupun setelah saya mengkondisikan kalau Ray moodnya bagus dan nantinya tidak akan rewel di kelas. Dan terbukti, ketika saya membawa Ray ikut di kelas, dia nice sekali.

Saya menyimak dan menilai presentasi mahasiswa. Lalu menjelaskan beberapa hal penting yang berkenaan dengan presentasi mereka. Ray enjoy sekali ikut kerja.

5. Bermain ke taman bermain

Saya menyadari kalau Ray tertarik dengan mainan adalah pertengahan bulan September. Ketika saya belanja perkakas dapur ada wahana bermain kecil di area supermarket. Ray menarik tangan saya untuk bermain kesana. Karena waktu itu magrib, saya mau magrib dulu baru ke wahana tersebut. Ternyata Ray tidak sabar sehingga berlari ke arah papinya dan menarik tangannya. Sehingga kami memutuskan untuk magrib bergantian.

Dari awal belanja hingga saya selesai, Ray tidak mau beranjak. Dia happy sekali. Dan ini pertama kalinya dia main sampai nggak mau pulang. Biasanya main biasa, tapi kalau sudah waktunya pulang, dia dengan sukarela. Waktu itu saya harus membeli koin ekstra untuk bermain lagi dan supermarket hampir mau tutup baru Ray mau diajak pulang.

Karena Ray sudah paham dan tertarik dengan hal itu, makanya kali ini pengen nyobain kidzoona di Jogja City Mall. Pas banget ada diskon menarik melalui Traveloka Xperience.

Memanfaatkan Traveloka Xperience

Biasanya saya memanfaatkan car free day buat quality time sama Ray. Karena di CFD itu ada banyak banget yang membuat Ray berkali-kali merasa kegirangan. Ada hewan-hewan: kucing anggora, anjing, ular yang sengaja dibawa ke CFD untuk dipertontonkan. Lalu ada penjual jajanan yang beragam yang meskipun Ray nggak beli, sekadar nonton aja udah senang. 

Dan sekarang Ray sudah paham "bermain". Makanya weekend ini, agenda ke tempat eyangnya suami sekalian mau mampir ke wahana bermain. Nah, beberapa hari yang lalu saya dibisikkin teman agar memanfaatkan Traveloka Xperience agar lebih hemat. 

Setelah browsing di aplikasinya ternyata tahun ini Traveloka launching layanan terbaru yang melayani kebutuhan travel dan lifesyle! Ada Traveloka Xperience. Dan ternyata layanan tersebut lengkap sekali. Saya bisa menemukan atraksi, bioskop, event, hiburan, spa dan kecantikan, olahraga, transportasi lokal, tur, makan & minum, kursus dan taman bermain yang saya butuhkan untuk quality time dengan Ray.

Pas banget weekend besok ada acara ke Jogja, sekalian mau nyobain Kidzoona yang ada di Jogja City Mall. Melalui Travelola Xperience ternyata dapat diskon! Lumayan bisa hemat dari harga 90rb jadi 45rb.







Mengapa memilih Traveloka Xperience

Saya beneran baru tahu ada layanan ini. Karena biasanya pakai traveloka cuma buat pesan tiket kereta atau hotel aja. Dan ternyata fitur terbarunya sangat memanjakan kami yang notabene punya toodler yang sedang aktif mengeskplor sekitar. Sehingga taman bermain menjadi salah satu yang wajib dicoba karena banyak promonya.

Trus kenapa pakai Traveloka Xperience? Hmmm, karena selain Xperience Seru juga banyak alasan yang membuat saya jatuh hati. Yuk saya jembrengin alasannya.

1. Proses pemesanan cepat dan praktis. Saya pesan tiket kidzoona di Jogja City Mall sangat mudah dan praktis. Ga perlu antri karena tinggal klik-klik buat memilih, lalu bayar, trus udah. Selain itu banyak metode pembayaran yang bisa dipilih sehingga memudahkan untuk kita mau bayar pakai apa.

2. CS 24 jam. Nah, kalau bingung atau ada kendala teknis, bisa menghubungi CS dengan mudah. Pelayanan CS-nya 24/7 jam. Wow!

3. Pilihan layanannya beragam. Yuk silakan dipilih sesuai kebutuhan!

4. Pilihan bahasa banyak. Pelayanannya ga cuma di dalam negeri saja lho. Yang mau go abroad juga ada. Makanya pilihan bahasanya juga banyak.

Nah, teman-teman mau weekend kemana? Kalau merasa punya sedikit waktu buat anak-anak, kita tetap bisa lho menciptakan waktu yang berkualitas sama mereka. #XperienceSeru kemana kita weekend ini? :*
Read More »

Jogja yang Selalu Istimewa

Kemarin ada salah satu teman blogger yang nge-share tentang infografis yang isinya kota ternyaman yang layak ditinggali ketika tua nanti. Dan 3 kota kami menjadi top ten dong! :)))).


Jogja yang membuat saya jatuh cinta sampai beli tanah disana untuk bisa kami tempati, ternyata menduduki posisi pertama. Dan Jakartaaaaaaaa yang bikin saya jatuh cinta berkali-kali karena siang-malam kotanya gak pernah mati ada di posisi kedua. Trus, realitanya kami harus berdamai dengan cinta kami masing-masing, karena kedua kota itu harus menjadi kota singgah saja. Karena kami sekeluarga akhirnya berlabuh di Solo yang menjadi kota ternyaman nomor 8 menurut infografis tersebut.

Jogja selalu Istimewa

Tidak hanya suami, Mas Jundi, Abang kedua saya juga mulai jatuh cinta dengan kota ini. Seminggu terakhir, beliau bekerja di Jogja. Mengenal lekuk-lekuk kota itu.

Jadi, 2 hari ini beliau diminta jadi guide orang bule yang ingin keliling Jogja. Sebagai newbie, saya harus mengapresiasi, karena beliau blas ga bisa bahasa inggris. Mungkin hanya yes or no aja. Ahaha. Tapi nyatanya, saya menikmati setiap ceritanya ketika menjamu para bule di kota gudeg itu.

Hari pertama, beliau cerita mengantar ke kawasan candi: ke prambanan dan borobudur. Yakin candi doang? Haha. Kirain mau mix ke objek wisata mana gitu. Ternyata bule-nya emang mau ke candi aja. Eits jangan salah, ngubek-ngubek prambanan sama borobudur kalau dari ujung ke ujung ga cukup sehari, lho. Ahahaha.

Beberapa bulan lalu saya ada event di prambanan, dan memang banyak banget spot-spot candinya. Makanya kalau niat buat keliling satu per satu, buat eksplore candi aja nggak cukup.
Prambanan itu luaaaas banget. Seharian eksplore bisa gempor :D

Sebelumnya Mas Jundi nanya, candi apa di Jogja yang biasanya ingin dieksplore oleh para turis. Ini untuk referensinya saat mengantar para bule. Eh ternyata bule-nya sudah request minta diantar ke prambanan sama borobudur. Fyi, di Jogja masih buanyak candi yang bisa jadi rujukan teman-teman pas weekend lho. Ada candi sambisari, ijo, gebang barong, sari, kalasan donotirto dan ratu boko :).

Jogja ternyata istimewa, ya. Kata Mas Jundi yang menikmati pekerjaan barunya. Iya, beliau baru seminggu, tapi setiap hari ada hal baru yang membuat dia merasa tertantang untuk belajar. Salah satunya bertemu dengan bule tadi :D.

Jika rejeki, takkan pergi. Pun ketika hilang, akan diganti. Berlipat lebih baik. Dan Jogja seperti tidak habisnya menjadi topik obrolan kami tiap pagi sebelum saya berangkat ke kantor, dan saat mau beranjak tidur.

Obyek Wisata di Jogja

Sebelum mengantar tamunya, saya dan Mas Jundi menulis beberapa list obyek wisata Jogja, lho. Jadi sebelum mereka memilih wisata ke candi prambanan dan borobudur, kami sudah memiliki referensi obyek mana saja yang menarik di Jogja, tapi kok endingnya kalah sama candi, ahahaha. Makanya, daripada mubadzir kan ya, mending saya share sama teman-teman semua.

Pantai yang eksotis

Yang suka pantai mana suaranyaaaaa

Parangtritis, Baron Krakal Kukup, BKK, Depok, Samas, Trini, Glagah, Sadranan, Indrayanti, Jogan, Pok Tunggal, Drini, Siung, Sepanjang, Wediombo dan masih banyak pantai yang eksotis lainnya yang dishare teman blogger saya yang ada dalam list. Eh, pantai dan pesona laut kalah dengan candi dong :D.

Museum gunung Merapi

Ini masuk list karena tahun kemarin Mas Jundi pernah kemari dan seru! Kapan-kapan saya mau kesini. Khansa pun juga pernah menceritakan keseruan saat diajak bapak ibunya kesini. Untuk anak kecil, obyek ini bisa sekalian menjadi ajang edutrip.

Benteng Vredeberg

Semula hanya iseng jalan kaki di Malioboro. Eh ternyata nyasar ke benteng ini yang letaknya di area Maliobor. Tiket masuknya pun juga murah meriah. Areanya juga luas, Ray bisa leluasa titah karena pas kesini dia lagi demen banget buat titah.


Tebing breksi

Saya dan suami pernah kesini. Waktu itu Ray masih bayi, sekitar 6 bulanan. Viewnya memang bagus sih. Ada spot-spot yang instagramable. Suami juga pernah datang ke Breksi nganterin teman kantornya. Ukiran di tembok tebingnya menambah artistik.

Jogja bay

Kalau misal pengen berenang tapi malas ke pantai, jogja bay bisa jadi rekomendasi. Dulu datang pertama kali saat hamil Ray. Fasilitasnya lengkap. Sayang saya nggak nyobain semuanya karena perut besar :D.

Anak-anak bahagia pas di Jogja Bay


Hutan Pinus Mangunan

Saat ke tempat eyang suami, suami ngajakin ke Mangunan yang katanya wisata hutan pinusnya banyak digemari. Saat kesana, ada spot-spot yang memang instagramable. Untuk pengunjung yang mau foto harus bayar 10 ribu.

Selain hutan pinus yang berada di Dlingo, saya juga menambahkan list bukit panguk Kedawung. Memang bagus sih, tapi medan menuju kesananya nggak memungkinkan kalau pakai mobil. 3 tahun lalu jalannya agak menanjak dan terjal.

Oleh-oleh dari Jogja apa saja?

Setelah puas berkeliling candi, Mas Jundi mengantar tamunya ke daerah Malioboro. Beliau hanya parkir saja dan mempersilakan tamunya buat jalan-jalan. Mas Jundi bengong saat salah satu bule bilang hanya sekadar jalan-jalan dsri ujung ke ujung sambil mengambil foto. Semula bingung, karena mengira akan belanja di Malioboro sekalian.

Eh iya, bule-nya ada 4, salah satu diantara mereka ada yang fasih bahasa indonesia dan jawa. Makanya komunikasinya lancar jaya. Saya sampai menyimak detail lho ceritanya. Sampai nulis ini saking senangnya. Itung-itung sekalian nostalgia kalau Jogja adalah cinta pertama suami sampai saat ini untuk menua nanti.

Nah, karena bule hanya memutuskan jalan-jalan di Malioboro dan meminta rekomendasi oleh-oleh di Jogja apa saja. Saya sampai googling buat pandangan :D. Nah, beberapa hal di bawah ini saya share ke Mas Jundi:

1. Makanan khas Jogja

Hayo yang ngaku pernah ke Jogja pernah beli oleh-oleh makanan apa aja? Di Jogja ada gudeg, bakpia, yangko, geplak, geblek dan coklat monggo. Kesemuanya ini saya pernah membeli dan pernah juga dikasih sebagai oleh-oleh.

2. Batik dan kaos

Saya juga pernah mendapat oleh-oleh batik dan kaos dagadu yang menjadi icon kota Jogja. Biasanya para turis tidak melewatkan oleh-oleh ini, apalagi di bagian depan kaos bertuliskan kata-kata kreatif khas JOGJA.

3. Kerajinan

Ada buanyak banget kerajinan yang berasal dari Jogja. Gantungan kunci, kerajinan biota laut, miniatur kayak seruling, becak-becakan, aaaaaah apalagi? Nggak habis-habis pokoknya kalau bahas tentang oleh-oleh :)))).

Dari obrolan itu saya semakin yakin kalau Jogja bisa membuat jatuh cinta. Entah budayanya, wisatanya, kulinernya, atau pernak pernik yang singgah di kota itu. Makanya ga heran kalau suami belum move on dengan kota tersebut. Ditambah lagi dengan cerita Mas Jundi yang selalu happy saat menceritakan hal-hal yang menurutnya baru tapi bagi suami sudah hafal di luar kepala tentang lekuk-lekuk kota Jogja.

Teman-teman ada yang punya impian untuk tinggal di Jogja juga saat pensiun nanti? Atau sekadar rencana liburan ke Jogja melepas penat beban kerja bersama keluarga?

Read More »

Atasi Masalah Rambut Rontok dan Berketombe dengan Shampo Grafen Hinoki

Beberapa waktu lalu, Khansa mengeluhkan kepalanya yang gatal sekali. Mungkin karena saking gatalnya, tangannya semangat menggaruk. Tidak menunggu waktu yang lama, saya juga merasakan hal yang sama, huhu. Subhanallah, gatal sekali 😭😭. Saya mencoba keramas memakai shampo, berharap gatalnya membaik, ternyata tidak, huhu.

"Buliiiiik, aku dapat kutuuuu", Khansa tertawa jenaka ketika saya memarkirkan motor di depan rumah.

Baiklah, mungkin di kepala saya juga ada kutunya. Saya pikir, gatal di kepala diakibatkan oleh ketombe. Ternyata saat disisir pakai suri, saya dapat kutu 2 ekor kecil-kecil, ahaha. 

Selain ketombe dan rontok, saya harus berpikir cara untuk mengusir kutu. Cobaan apalagi ini ya Allah? 😂. Setiap pagi dan sore, Mbak Endang mengoperasi kepala Khansa. Memastikan kutu-kutu di kepala Khansa sudah nggak ada.

Karena saya sudah mulai masuk kerja, saya agak kerepotan untuk keramas dan melakukan treatment rambut. Karena habis keramas harus menunggu kering terlebih dahulu baru memakai kerudung agar tidak bau apek. Makanya, untuk mengatasi rambut rontok berketombe dan berkutu, saya rela untuk potong pendek ke salon.

Atasi Masalah Rambut dengan Shampo Grafen Hinoki


Masalah rambut ternyata membuat saya tidak nyaman, huhu. Sudah potong rambut pendek, rambut saya tetap rontok dan berceceran di kamar. Sehingga, saya harus rajin menyapu lantai kamar dan memungut rambut kotor di kasur. Yang lebih menyiksa adalah gatal di rambut saya, huhuhu. Entah karena ketombe membandel atau masih ada kutu yang ditulari Khansa.

Kan nggak lucu, sudah pakai jilbab rapi, tapi tangan semangat menggaruk kepala saking gatalnya :(. Klaimnya sih, shampo ini merupakan shampoo antibakteri terbaik yang memiliki kandungan minyak retinispora dari Jeju yang berfungsi untuk melembabkan kulit kepalan. Selain itu, shampo Hinoki menguatkan akar rambut, sehingga tidak mudah rontok. Makanya, yang sedang mencari shampo untuk mengobati kerontokan, mungkin bisa mencoba menggunakan shampo ini.

Membaca beberapa referensi kalau shampo dengan zat retinispora memang mengandung zat antibakteri yang diproduksi oleh tanaman di hutan. Antibakteri tersebut yang nantinya membantu mengelola kulit kepala dan rambut rontok. Nah, zat antibakteri alami tersebut dinamakan phytoncide *berasa belajar Biologi lagi*.

Keuntungannya apa? Zat tersebut dapat meringankan stres akibat gatal yang ditimbulkan di kepala, penguatan kardiopulmoner, penghambatan tungau yang aktif bereproduksi. Cocok banget buat yang bermadalah dengan kutu rambut membandel nih!

Ingredients-nya apa aja?

1. Minyak Retinispora x Air Retinispora 
Cuci kulit kepala Anda secara menyeluruh dengan Pohon Retinispora Jeju yang kaya phytoncide

2. Komponen mentol
Kurangi gatal dan dinginkan kulit kepala dengan komponen mentol yang dingin dan jaga agar dingin dalam waktu lama

3. 9 bahan herbal
Ekstrak akar Rehmannia, Ekstrak akar Acorus, Ekstrak akar Licorice dari Spanyol, Ekstrak Kulit mulberry, Ekstrak buah cocklebur, Ekstrak Lycium chinense, Ekstrak Ginseng, Ekstrak Dendranthema Korea


Review Shampo Grafen Hinoki

Setelah seminggu memakai shampo ini, rambut saya lumayan adem. Nggak gatal parah dan gak rontok seperti sebelumnya. Oh iya, Solusi perawatan 4 tahap dari shampo ini saya baca di beberapa klaimnya

1. Penghapusan residu. Busa padat menekan produksi sebum yang berlebihan. Cairan shampo ini bening dan tidak pekat seperti shampo kebanyakan, tapi hasil busanya melimpah. 

2. Normalisasi kulit kepala PH sehingga menghilangkan ketombe berlebihan melalui kontrol pH tersebut.

3. Aktivitas antibakteri mngandung sejumlah besar komponen antibakteri alami dari Pohon Retinispora meredakan gatal-gatal di kepala.

Apakah gatal-gatal di kepala saya mereda? Yes! Makanya saya sesuka itu sama shampo ini. Yang mau nyobain shampo ini, teman-teman bisa order online. Pengirimannya langsung dari Korea karena memang produk ini asli produksi dari negeri ginseng tersebut.


Atau, kalau mau praktis, bisa pesan di Shopee melalui link berikut: https://shopee.co.id/-Grafen-Hinoki-shampoo-500ml-Hair-loss-care-shampoo-i.116896291.1796748435

Bye bye rambut rontok, kutu dan ketombe :*. Saya bisa nyaman pakai hijab karena nggak perlu garuk-garuk rambut lagi. Udah nemuin jodoh shampo yang pas siiiih :))

Read More »

Pengalaman Ikut AA Pekerti di LPPM UNS

Saya kira, acaranya bakal ngaret, tapi ternyata ontime *alhamdulillah. Jam 8 pagi sampai jam 5 sore, duduk mendengarkan fasilitator memberikan materi, sesekali praktik langsung.


Hari pertama ada penjelasan mengenai overview program yang diisi oleh Prof Nunuk. Semua peserta duduk dalam 1 ruangan. Namanya juga overview, kami dijelaskan seminggu ke depan mau ngapain aja *elap peluh*. Banyak banget yang ikut pekerti, dan saya bersyukur bisa ikut di kloter pertama. 

Awalnya saya belum paham betul manfaat Pekerti AA ini buat dosen. Tapi setelah mengikuti serentetan acaranya yang membut kepala saya berasap, akhirnya saya mengerti, ahaha. Materi yang diberikan sangat aplikatif. Jadi setelah materi langsung praktik. Kalau misal ga ada Pekerti AA ini mungkin saya akan zonk kalau diajak bicara tentang RPS, RPP, Silabus dan semacamnya.

Hari kedua sampai keenam, saya rasa sama saja. Materi-praktik, materi-praktik, gitu aja terus. Sampai saya berpikir jam 8 pagi sampai 5 sore itu cepet banget. Trus sampai rumah ngerjain tugas, tidur sebentar, trus kok pagi lagi, ikut Pekerti lagi, ahaha.

Ssst, meskipun lembur tugas, paginya para peserta teteup datang pagi buat ikut pekerti. Toleransi keterlambatan 30 menit dan tidak boleh ada yang ijin. Makanya sebelum diadakan pekerti ini, para peserta sudah dimintai kesanggupan untuk ikut acara full (nggak setengah-setengah), ahaha.

Nah, di hari ketiga, materinya fun banget! Sehari berlalu cepet banget. Pembelajaran mind mapping dari Bu Tri membuat para peserta AA Pekerti mengeluarkan kemampuan mereka untuk membuat mading ala-ala film Ada Apa Dengan Cinta. Ahaha


Jadi, kami dikelompokkan, dikasih materi yang didiskusikan bersama untuk dipresentasikan. Saya kebagian tugas menjadi presenter tentang Problem based learning yang intinya bahwa pembelajaran berpusat pada mahasiswa. Dosen hanya sebagai fasilitator saja. Dan voilaaa, saya dapet hadiah permen mind sebungkus karena menjadi the best presenter *benerin jilbab :D



Hari Keempat

Selama Pekerti AA, saya selalu berangkat dan pulang naik kereta. Tapi tidak hari ini. Ray merajuk sejak subuh. Dia nempel pengen nenen terus. Dipegang sama Eyangnya marah. Diusap papinya, dia marah. Takut saya tinggal. Makanya saya tidak memaksa pergi sebelum Ray hatinya enakan. Konsekuensinya, saya ketinggalan kereta dan diantar suami.

Jam 8 pas sampai lantai 3 LPPM. Nafasnya ngos-ngosan, ahaha.

Materi pertama tentang analisis kompetensi. Kurang lebih menjelaskan tentang kemampuan apa saja yang harus dimiliki mahasiswa. Bu Tri menyuruh membuat mind mapping lagi. Mata kuliahnya apa, Capaian Pembelajaran Lulusan apa, Kompetensi Akhirnya apa, lalu dicari indikatornya. Terus saya pusing, ahaha.

Tambah pusing lagi materi kedua tentang penyusunan silabus 😆. Untungnya Bu Anjar sabar ditanya singkatan-singkatan yang kurang familiar. Kenalan sama RPS, RPP trus pijet kening. Masih sepaneng karena materi selanjutnya tentang Tim Teaching. Honestly, saya lapar sekali, huhu. Udah gak konsen karena melewatkan sarapan. Apalagi membuat RPS dan RPP sebelumnya butuh mikir. Makanya pas bel tanda selesai, saya bahagia.

*ishoma*

Materi selanjutnya, ragam sumber belajar. Kami dijelaskan beberapa sumber belajar. Sehingga nantinya bisa dijadikan dosen untuk menggali bahan ajar.

Suasana kelas hidup karena humor-humor Pak Budi. Entah kenapa beliau bisa enak banget menyampaikan materinya. Saya ngerti lho kenapa alasan mahasiswa ngambilnya cuma 24 sks, sepandai apapun dia. Memberi hadiah itu adalah serendah-rendahnya motivasi *jleb. Beliau juga tidak menyarankan untuk memberi hukuman. Cara mengajaranya memang out of the box.

Pengembangan bahan ajar itu penting! Jangan  melulu menggunakan powerpoint. Tapi lebih kreatif mengembangkan pembelajaran dengan memanfaatkan media yang ada. Kadang-kadang pendidik lupa kalau di sekitarnya dapat dijadikan untuk media pembelajaran.

Hari Kelima

Hallo Pak Bowoooo. Ampun, kelasnya pecah sama tawa. Pembawaan beliau memang of out the box. Saya banyak insight baru dari beliau. Pagi-pagi, kami menyimak penjelasan beliau yang dikemas dalam humor-humor.

Instrumen ukur harus pas! Kata beliau. Dosen satu dengan yang lain beda. Jangan hanya karena kedekatan, sebagai pendidik bingung untuk menilai :D. Wajib obyektif, sist!

See ya, cara beliau out of the box. 

Di hari terakhir, kami ada materi mikroteaching. Ada 1 fasilitator yang mengevaluasi. Dari sesi itu, saya jadi tahu poin-poin apa yang harus diperhatikan saat mengajar di perkuliahan nanti.





Fasilitas yang didapat saat Pekerti AA

Trus fasilitasnya apa saja sih? Nah, beberapa hal berikut saya dapatkan ketika mengikuti rangakain kegiatan Pekerti AA di LPPM UNS Solo

1. Ruangan nyaman

Ruangannya indoor pakai meja kursi. Jadi kita seharian duduk manis. Alhamdulillah ruangannya enak buat belajar.


2. Coffee break dan makanannya enak


3. Fasilitator komunikatif dengan perkap lengkap
Dengan Ibu Tri, salah satu fasilitator Pekerti AA

Perkap komplit

4. Mushola bersih

Buat yang muslim, di tiap lantai ada mushola nya lho. Jadi bisa meminimalisir antri. Apalagi waktu ishoma terbatas. Saya memanfaatkan mushola sebagai tempat salat dan pumping. Mukenanya wangi dan tempatnya adem.

5. On time

Materinya dimulai on time! Ga ada kamus karet. Jadi kalau mau ikut pekerti AA di LPPM UNS, jangan harap bisa telat.

Kemarin ada yang nanyain biaya buat ikut pekerti AA berapa. Honestly, saya nggak tahu *sumpah, ini jawaban yang nggak membantu. Karena saya kemarin ga bayar. Mungkin karena pekerti AA ini adalah hal yang wajib buat dosen baru, ya. Jadi dari pihak fakultas sudah dianggarkan tersendiri.

Btw, 2 minggu setelah pekerti AA sebenarnya adalah jadwal pengumpulan laporan. Tapi saya belum selesai mengerjakan, huhu. Mungkin karena nggak dipepet jadi terkesan santai kayak di pantai. Sudah 80 % mengerjakan, insya Allah Minggu depan selesai. Aamiin.





Read More »

Tidak Ada Pelukan Malam Ini



Kalau saja lebih bisa mengalah, mungkin saat ini tanganku sudah mengait di lingkar perutmu. Kepalaku akan menyeruak ke dadamu dan kita akan berpelukan sepanjang malam. Tepat pukul 12 aku akan mengecup pipi dan berbisik i love you. Nyatanya tidak. Aku lebih memilih memilin egoku yang 2 hari ini terluka, semakin menganga.

Entah, aku merasa pernikahan mana yang mereka anggap bahagia. Karena bagiku, saat ini biasa saja. Dulu, aku memberimu dasi, sebagai hadiah untuk hari ini. Untuk kemudian kita memutuskan sama-sama ingin mengenal lebih dekat lagi dan lagi.

Kupikir aku sudah mengenalmu. Tapi nyatanya semakin aku mengenalmu, kadang aku kehilangan pengertian pada diriku sendiri. 

Akhir-akhir ini, cinta tidak bekerja dengan semestinya. Justru menggerus hal-hal sederhana yang membuatku lebih berharga dari segalanya. Awalnya aku merasa kehilangan. Tapi waktu menyembuhkan. Toh baik-baik saja. Atau hanya merasa kuat saja? 

Kali ini, aku melihat punggungmu tidur di sampingku. Aku menertawakan diriku sendiri. Tiba-tiba mataku panas. Air mata menyesak menggenang berjatuhan. Aku merasa baik-baik saja tidak memberikan pelukan itu malam ini. Melewatkan doa tepat di tengah malam. Yaaaa, aku lelah tapi tetap terjaga. Aku ingin lupa tapi tidak bisa. Yang aku pahami, ego kita sama-sama tinggi. Saat ini.
***

Semoga.......... 

Mataku terpejam sambil merapal doa. Untuk kamu, yang dua tahun lalu mematri janji sama-sama. Untuk saling belajar, mau berbagi dan memeluk.

I love you. Bisikku lirih.

4 September 2019


*Fiksi



Read More »