Featured Slider

Review Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum: Lebih Mencerahkan dan Melembabkan Kulit Keringku

2 bulan terakhir ini, cuaca di tempat saya ekstrem sekali. Selain berdampak pada badan yang mudah sekali masuk angin, ternyata kulitku makin terasa kering. Huhu. Nah, 2 Minggu yang lalu, saat belanja susu Ben, saya melewati pojok skincare dan make up sebelum ke kasir. Mata saya kepincut sama Produk Pond’s yang dipajang SPG. Saya mengambil beberapa sachet serum untuk mengatasi kulit saya yang saat ini mudah sekali kering—Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum dan Bright Beauty Triple Glow Mask.


PR besar pada kulit saya sejak kuliah sampai punya anak adalah kulit kusam dan mudah kering, huhu. Jadi, kemarin rasanya senang sekali bisa nyobain produk dari Pond’s ini agar kulit lebih sehat karena terhidrasi :). Nah, kali ini saya mau sharing hasil review produk Pond’s yang membuat jatuh hati pada pandangan pertama. Here we go!

Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum

Yang mau saya review duluan adalah Pond’s Bright Beauty Triple Serum yang klaimnya bisa mencerahkan, menghaluskan sekaligus melembabkan kulit dengan kandungan Gluta-Boost-C nya.

Packaging

Kemasannya dalam bentuk sachet yang aman kalau dibawa kemana-mana. Dimasukkan ke dalam pouch atau saku pun tidak khawatir tumpah karena tutupnya kuat dan kokoh. Bonusnya, ketika serumnya sudah habis, kemasannya bisa dipakai mainan anak-anak pasaran. Ray suka mainan buka tutupnya yang menurut perabaannya terasa kasar. Hal itu memudahkannya membuka karena tidak licin. See ya! Ibu dapat manfaat halus serumnya, anaknya dapat mainan buat melatih sensorik tangannya *nggak mau rugi* :D.


Sebenarnya ada yang berbentuk botol dengan isi yang lebih banyak, tapi karena baru pertama kali mencoba, saya memutuskan memakai yang sachet terlebih dahulu. Warna kemasannya elegan dan menawan, yaitu warna salem, kesukaan saya! :). 

Kandungan

Konsentrat serum yang berfungsi sebagai pencerah ini menggabungkan 3 kekuatan terbaik. Klaimnya mampu bekerja 60X lebih efektif dari Vitamin C, sehingga bisa memancarkan Triple Action Glow kita *yay!*. 3 kandungan utamanya dalam serum ini adalah:

Gluta-Boost-C mengandung glutathione sebagai antioksidan yang dikenal mampu mencerahkan kulit. Berdasarkan referensi yang saya ketahui, Formula unik Gluta-Boost-C efektif menyamarkan flek hitam, untuk wajah tampak cerah dan membuat warna kulit lebih merata.

Vitamin B3+ yang berfungsi untuk menyamarkan pori untuk wajah tampak mulus. Sehingga, kulit bisa lebih halus.

Hyaluronic Acid yang menyerap mendalam ke setiap lapisan epidermis kulit untuk wajah tampak lembap berkilau. Kulit wajah lebih lembab dan kenyal.

Tekstur


Tekstur serumnya cair berwarna putih tulang. Tidak terlalu kental atau cair. Aromanya lumayan enak dan tidak menyengat ketika diaplikasikan. Sensasi dingin ketika diaplikasikan di kulit pertama kali.

How to use

Menggunakan serum ini mudah kok! Pencet sachet serum, ambil 2-3 tetes POND'S Bright Beauty Triple Glow Serum ke wajah. Tepuk perlahan untuk membantu menyerap ke kulit.

Harga

Harganya affordable kok, apalagi yang baru mau nyobain pertama kali. Satu sachet seharga 16 ribu :)

Pond’s Triple Glow Serum Mask


Produk kedua yang saya coba adalah Pond’s Triple Glow Serum Mask. Fungsinya sama dengan serum, hanya saja kalau yang tadi berbentuk cair, yang ini bentuknya mask. Sensasi pertama kali saat diaplikasikan di kulit sama-sama dingin :).

Packaging


Kemasannya juga sachet berwarna salem. Sekilas kemasannya seperti serum, tapi ini lebih besar. Kalau serumnya bisa dipakai 2-3x pemakaian, kalau kemasan mask ini sekali pakai saja.

How to use

Kalau yang sering pakai sheet mask, pasti tidak kesulitan memakai Pond’s Triple Glow Serum Mask ini. Pertama, sobek kemasan sachet dan keluarkan lembaran maskernya perlahan. Setelah itu, sesuaikan masker dengan bentuk wajah kita lalu aplikasikan. Biarkan masker menutrisi wajah selama 15-20 menit.

Jika sudah, lepaskan masker dari wajah, lalu pijat perlahan serum yang tersisa pada wajah dan leher. Tidak perlu membilasnya dengan air ya! :)

Harga

1 sachetnya 13 ribu. Masih terjangkau di kantong kok. Apalagi belinya kalau pas ada promo.

Testimoni

Buat yang punya wajah kusam dan kering seperti saya, bisa dicoba juga 2 produk ini. Ketika mengaplikasikan serumnya, saya butuh beberapa menit agar meresap ke kulit. Awalnya terasa lengket tapi lama kelamaan bisa menyerap sempurna. Untuk lebih optimal, setelah menggunakan serum, saya mengoleskan pelembab agar kulit wajah lebih terhidrasi.

Untuk maskernya juga enak dan nyaman dipakai. Saya juga tidak perlu membilas dengan air karena setelah dipakai di wajah, saya bisa memijat pelan area wajah dan leher untuk mengoptimalkan sisa serum maskernya. Jadi kalau pas lagi santai, kita bisa bablas tidur :p.

Apakah bekerja di kulit saya? Lebih cerah iya, tapi belum terlihat signifikan. Karena mungkin baru memakai beberapa kali. Tapi efek yang terasa banyak adalah kulit saya lebih lembab dan terhidrasi. Wajah jadi lembab dan sehat. Produk ini menjadi serum pencerah wajah andalan saya!


Read More »

Tips Mengelola Keuangan Keluarga agar Tidak Boncos

Ketika masih lajang, saya hanya berpikir untuk kebutuhan dan kesenangan sendiri. Sesekali mengirimkan uang dan hadiah ke Bapak dan Ibu, tapi selebihnya, penghasilan tersebut untuk keperluan saya. Pada saat itu, saya masih memiliki mimpi untuk sekolah lagi. Makanya, saya memiliki budget khusus untuk mewujudkannya.

Setelah menikah dan memiliki anak, ternyata buaanyak sekali hal yang harus saya kelola. Sempat memiliki beberapa akun bank untuk memudahkan saya mengelola keuangan agar tidak boncos di tengah jalan. Ternyata hal tersebut merepotkan, huhu. Karena memiliki banyak rekening, harus siap juga biaya admin, menghafal username dan pasword jika memakai mbanking/ibanking. 

Nah, kali ini saya mau sharing pengalaman tentang tips mengelola keuangan keluarga agar tidak boncos. Sehingga sebulan bisa aman tanpa harus worry pinjam sana sini.

Tips Mengelola Keuangan Keuarga agar Tidak Boncos

Practice makes perfect. Tidak ada yang baku dalam mengelola keuangan karena tiap keluarga memiliki tantangan yang berbeda-beda. Selama 5 tahun menikah, saya ingin membuat diary jatuh bangun mengelola keuangan.

1.     Mencatat cashflow

Sebagai menteri keuangan dalam keluarga, saya mencatat pemasukan dan pengeluaran secara detail. Hal ini memudahkan saya dalam mengoptimalkan pos-pos pemasukan dan meminimalisir pengeluaran. Karena dengan melakukan pencatatan ini, saya baru ngeh, ternyata biaya parkir mobil lumayan besar, wkwkw. Kelihatannya sepele, tapi missal dikalian sekian, akan terkumpul nominal yang lumayan bisa ditabung.

2.     Menggunakan cashless

Untuk pembayaran yang sudah jelas posnya, saya lebih mengandalkan cashless. Misalnya, ke kantor bayar pakai gopay yang seringnya ada promo. Belanja bulanan pun sering pakai gopay, karena promonya bisa dipakai untuk belanja kebutuhan yang lainnya lagi. Untuk hal-hal lain yang membutuhkan uang cash, biasanya saya sediakan uang pas ditaruh di amplop.

3.     Membuat pos-pos kauangan

Saya daridulu membuat pos-pos keuangan agar lebih disiplin. Dana Pendidikan, transport, dana darurat dan pos-pos lainnya. Kalau dulu saya mengandalkan beberapa kartu rekening, saat ini saya punya aplikasi andalan yang lebih memudahkan dalam mengatur pos keuangan saya—Bank Jago. Makin jatuh cinta lagi karena Bank Jago ini memiliki beberapa kelebihan, salah satunya terkoneksi dengan GoPay.

Review GoPay Jago, Memudahkan Mengelola Keuangan Keluarga

Kolaborasi GoPay dan Bank Jago ini, benar-benar memudahkan saya dalam mengelola keuangan keluarga. Pada awalnya, ketika melakukan aktivitas belanja harian, saya beberapa kali mengalami kerumitan, baik dalam mengalokasikan uang ke berbagai alat pembayaran. Selain itu, ketika menggunakan metode cashless, saya kesulitan dalam memindahkan saldo/top up, merekapitulasi dan mengidentifikasi pengeluaran saya, huuhuhu.

Akhirnya saya nyobain GoPay Jago yang menjadi solusi paaaaaling nyaman dan sederhana dalam mengelola keuangan dan membelanjakan keuangan keluarga saya. Saya bisa mengalokasikan uang ke pos-pos yang saya butuhkan. Melacak pengeluaran agar tidak boncos. Membayar langsung dengan kantong pembayaran langsung dari kantong utama tanpa perlu isi ulang lagi.

Sebelumnnya, saya memiliki beberapa alat pembayaran yang saya gunakan untuk fungsi yang berbeda-beda. Hal ini ternyata lebih boros karena ada biaya admin bulanan untuk beberapa bank. Selain itu, untuk transfer ke bank lain, harus membayar biaya admin juga. Ketika isi ulang GoPay pun harus pindah ke aplikasi yang berbeda, huhuuhu. Dengan GoPay Jago, saya terhindar dari kerumitan menggunakan beberapa alat pembayaran dan merekap pengeluaran secara manual. Saya juga tidak lagi harus top up dengan aplikasi yang berbeda karena sudah bisa langsung mendebet dari kantong utama saya di Jago tanpa biaya admin.

Mengontrol uang & mengelola pengeluaran itu merepotkan, dan juga merepotkan untuk mengelola banyak rekening bank untuk kebutuhan pengeluaran yang berbeda. Kantong bank Jago yang terhubung ke Gojek sebagai fitur utama yang paling menarik bagi pengguna berat GoPay. Luv banget! Setidaknya 3 hal ini yang membuat saya jatuh cinta sama GoPay Jago:

Bunga Tinggi. Nah, buat teman-teman yang membuka akun Bank Jago di aplikasi Gojek, bisa mendapatkan bunga sampai 7% p.a, lho. 

No Fee Admin, isi ulang, transfer, dan Tarik tunai dengan biaya 0 rupiah. Terharu banget dengan adanya ini. Saya bisa transfer dan top up tanpa ada tambahan biaya sepeser pun.

Open Jago. Saya membuka rekening bank dengan biaya 0, dimana saja dan kapan saja tanpa harus datang ke cabang. Selain itu saya tidak perlu capek antri, lho :p.

Saya saaaangat mengapresiasi adanya GoPay Jago yang merupakan hasil kolaborasi Gojek dan Jago. Metode pembayaran terbarunya membuat saya bisa membayar aneka layanan tanpa perlu top up & jadi lebih mudah atur pengeluaran. Teman-teman bisa nyobain juga agar bisa lebih disiplin dalam mengelola keuangan

 

 


Read More »

Review Scarlett Brightly Ever After Cream Day and Night

Welcome to the new normal! Akhirnya saya work from office lagi. Saat ada kebijakan PPKM dan syarat naik kereta api diperketat, saya naik motor pulang-pergi Klaten-Solo. Sehari, dua hari mungkin tidak terasa capek, tapi kalau harus setiap hari rasanya saya menyerah, wkwkw. Selain encok, saya nggak kuat sama terik mataharinya. Kalau pagi, harus terkena pancaran matahari terbit dari timur, sedangkan kalau pas jam pulang sorot matahari juga masih panas banget, huhuhu.

Wajah sumringah karena ga harus panas-panas naik motor ke kantor

Climate change bukan hanya sekadar isapan jempol ya. Sekitar 2 mingguan saya PP kerja naik motor, alhamdulillahnya saya bisa naik kereta dengan bermodal surat keterangan tugas kerja yang mengharuskan masuk setiap hari dan menggunakan transportasi kereta api. Cukup 2 minggu aja, wajah terpapar matahari dan kelihatan eksotis :p. Lebih tepatnya agak gosong. Akhirnya saya mencoba memakai sunscreen lebih telaten lagi dari biasanya.

Ah iya, saya nyobain produknya scarlett brightly ever after cream day and night. Awalnya hanya coba-coba untuk memulihkan kulit yang terpapar matahari, tapi ternyata kok suka dan repurchased sampai sekarang. 2 bulan terakhir memakai produk ini, wajah saya lumayan lebih lembab dan cerah. Ada beberapa kemungkinan; pertama karena saya tidak terpapar matahari secara langsung. Kalau sebelumnya, berangkat atau pulang kerja rasanya kayak nantangin matahari. Ketika naik kereta, saya bisa sembunyi dari sinar matahari, ehehehe. Kedua, karena saya rajin memakai sunscreen dan reapply. 

Kali ini saya mau sharing tentang produk scarlett brightly ever after cream day and night. Sebelumnya, saya sudah pernah memakai serumnya, dan masih memakainya juga karena cocok di wajah. Bodycare¬-nya pun juga masih pakai, saking aromanya enak.

Baca juga: Me Time dengan Scarlett Body Care

Review Scarlett Brightly Ever After Cream Day and Night

Setelah memakai serumnya, akhirnya saya nyobain juga day cream and night Scarlett. Seperti halnya series serum, cream scarlett ini ada seriesnya juga; acne series dan brightly series. Untuk yang acne series, kemasannya kombinasi warna ungu. Sedangkan untuk brightly series, kemasannya kombinasi salem (yang lain menyebutnya pink, tapi saya tegas bilang salem). Nah, tipe kulit saya kering, dan cocok memakai brightly series ini. Yuk, simak review saya untuk bahan referensi teman-teman dalam memilih sunscreen 😊.

Baca juga: Review Serum Scarlett


Tekstur dan Packaging 

Untuk day cream, teksturnya cukup kental berwarna putih, namun setelah diaplikasikan di kulit saya, reaksinya cepat meresap & mudah diratakan dikulit. Kalau night cream teksturnya lebih kental daripada day cream. Warnanya pun agak lebih gelap. Isi cream ini 20 gram. Lumayan awet dipakai, dan tentunya harganya terjangkau 😊.



Untuk kemasan cream-nya dibungkus dalam kardus kotak yang aman, karena di dalamnya dibungkus sesuai dengan bentuknya dan tidak bergeser posisi. Nah, wadah cream-nya berbentuk kaca ulir yang tebal berwarna kombinasi salem dan putih (btw, banyak yang bilang berwarna pink :p). Ada pembatas berupa lid yang menjaga cream tidak luber saat dibuka. Menurut saya, kemasan produk ini travel friendly karena praktis dan ringan saat dibawa bepergian. Apalagi day cream selalu saya bawa kemana-mana. Sempat jatuh, dan ternyata kacanya tidak pecah. 

Sempat jatuh dan alhamdulillah kacanya tidak pecah, hanya tutup saja yang agak retak

Keterangan expired-nya dituliskan di belakang wadah kaca. Saya kadang sering kebolak balik membedakan 2 cream ini, karena kemasannya hampir mirip. Yang paling tegas hanya di kombinasi warna dan penulisan keterangan saja. Kalau day cream lebih dominan warna putih, sedangkan night cream dominan warna salem. Untuk menandai produknya original atau tidak, bisa langsung scan stiker hologramnya, ya.  Ssst, kemasannya juga recycleable, lho!

Creamnya ada pembatasnya sehingga tidak luber ketika ditutup

Wadahnya pun pas

Kandungan dan Manfaatnya

Sharing tentang kandungan cream-nya. Untuk Scarlett Brightly Ever After Day Cream terdiri atas: 

  • Glutathione, yang berfungsi sebagai antiokisdan yang bisa membuat kulit terlihat lebih cerah, glowing, dan membuat warna kulit wajah lebih rata. Yang semula belang-belang karena sinar matahari, bisa pakai day cream ini. 
  • Rainbow Algae, yang bisa memudarkan bekas jerawat kehitaman. Trus, hexapeptide-8 berfungsi untuk membantu mengurangi kerutan di wajah. 
  • Rosehip Oil yang kaya dengan kandungan fatty acid yang bisa memperbaiki kulit yang rusak. 
  • PoreAway, ingredients unik yang dipopulerkan oleh Mibelle Biochemistry ini memiliki efek yang bisa membuat pori-pori terlihat lebih kecil. 
  • Triceramide untuk melembabkan wajah dan agen anti-aging. 
  • Lalu, Aqua Peptide Glow, yang bisa menambah hidrasi kulit dan memberikan efek kulit bercahaya.


Nah, sekarang saya mau beralih ke kandungan Scarlett Brightly Ever After Night Cream:

  • Glutathione yang fungsinya sama dengan day cream. 
  • Niacinamide, bahan yang terkenal banget bisa bikin wajah lebih cerah! Wuhuuuuuuu.
  • Natural Vit. C, agen antioksidan yang bisa melindungi wajah dari radikal bebas sinar UV
  • Hexapeptide-8 – sama dengan day cream
  • Green Caviar yang menjaga kelembapan dan hidrasi kulit agar tidak dehidrasi
  • Aqua Peptide Glow – sama dengan day cream

Super komplit kan? Kandungannya pas banget dengan yang dibutuhkan oleh kulit saya sehari-hari. Jadi selain rajin memakai serumnya, saya memutuskan untuk memakai day and night cream Scarlett.

How to use:

Cara pemakaiannya sama dengan memakai sunscreen lainnya. Untuk day cream, saya memakai ukuran 2 ruas jari, lalu di tap-tap perlahan ke wajah. Saya memakainya di step paling akhir setelah memakai serumnya. Pemakaian day cream ini lebih cepat habis daripada night cream, karena memang saya reapply 2 kali untuk day cream-nya. Jadi, setelah dhuhur dan ashar, saya memakai 2 ruas jari. Makanya, kemarin pas flashsale, saya memutuskan repurchase lagi.

Untuk night cream-nya, saya biasanya memakai setelah isya dan tidak mepet waktu tidur agar lebih meresap di kulit wajah. Jadi, setelah double cleansing, pakai toner, serum dan pelembab, night cream ini step pamungkas. Sama seperti day cream, saya memakai dua ruas jari saya untuk takaran pemakaiannya. Karena saya punya bayi dan toddler, saya memberikan jeda di setiap stepnya agar optimal di kulit wajah. 


Testimoni Setelah Pemakaian

Saya memakai produk ini kurang lebih 2 bulan. Untuk day cream-nya saya sudah repurchased karena memang kulit saya cocok. Belang-belang di kulit saya agak berkurang. Sebelumnya saya terpapar sinar matahari ketika pulang-pergi kantor. Setelah bisa naik kereta dan rutin memakai day cream, kulit menjadi lebih cerah dan lembab.

Hingga olesan terakhir sebelum repurchase

Untuk kemasannya pun juga aman, apalagi yang punya anak-anak dan sering kecolongan mainin skincare ibunya. Kemarin Ray sempat mengira kalau produk ini mainan. Karena wadah cat warnanya mirip dengan produk ini. Saat saya bilang itu bukan mainan, dia bawa lari, tiba-tiba day cream-nya jatuh. Saya pikir akan pecah karena terbuat dari kaca, tapi ternyata kokoh, padahal jatuhnya cukup keras. Hanya bagian tutupnya saja yang retak, tapi isinya tetap aman.

How to buy?

Saya beli produk-produk Scarlett via shopee, (https://shopee.co.id/scarlettofficialshop)! Harga masing-masing produknya dibandrol 75 ribu. Tapi kalau jeli dan bisa memanfaatkan momen flash sale yang sering diadakan marketplace, salah satunya shopee,biasanya saya bisa mendapatkan harga di bawah itu. Selain itu free ongkir pula! 😊.


Senang sekali bisa nyobain produk skincare local yang harganya terjangkau dan cocok serta optimal di kulit wajah. Selain itu, sudah terdaftar di BPOM, sehingga nggak worry lagi karena sudah teruji bebas dari merkuri dan hidroquinon.


Read More »

Sabtu Bersama Bapak

Engkau menciptakannya dengan cinta dan Engkau juga yang memanggilnya karena rindu...

Menuliskan penggalan kalimat yang sempat ditulis Mas Bedul di whatsapp story, lagi-lagi membuat genangan di mataku. Sudah hampir 2 Minggu kepergian Bapak, semakin kuat rasa ikhlas itu menguji. Ah iya, sabar juga yang menantang menuntut pembuktian. Ikhlas dan sabar katanya menjadi kunci. Teorinya begitu, tapi saat ini aku disuruh praktik.

Memori Bersama Bapak

Sabtu bersama Bapak adalah zargon  me time kami. Karena hampir setiap Sabtu, aku mengagendakan makan bersama atau mengantarkan beliaucheck up rutin bareng Ibu. Makanya, aku pikir Sabtu ini aku sudah bisa memulai pekerjaan yang tertinggal. Ternyata tidak. Setelah google photo milikku menarik mundur momen satu tahun lalu. Iya, memori bersama Bapak.

Hari ini, satu tahun yang lalu, bahkan aku masih ingat percakapannya.


Akhirnya, aku ingin mengurai pelan-pelan melalui tulisan ini. Agar lebih lega dan siapa tahu aku bisa menang menaklukkan bab sabar dan ikhlas.

Bapak,

Setelah flash back lagi, ternyata tanpa sadar aku selalu menyelipkan Bapak di setiap keputusanku. Saat aku galau-galaunya lulus kuliah, mau kuliah lagi atau lanjut kerja, Bapak cuma bilang "Kerja dulu saja, Ndhuk, cari pengalaman". Tanpa babibu, aku menyimpan formulir pendaftaran S-2 dan mengemas baju ke dalam koper untuk ikut ke Jakarta. Untuk mencari kerja. Waktu itu aku sudah menjalani hari pertama ujian TPA di pasca UNS, dan Minggu depannya ujian di UGM. Dua-duanya aku tinggalkan tanpa kuteruskan. Kalau dipikir-pikir sekarang, kenapa dulu ga nyobain dulu sampai selesai? Nego sama Bapak buat kuliah lagi?

Saat aku menyadari mimpi buat kuliah lagi, aku memutuskan buat pulang, padahal saat itu aku jatuh cinta setengah mati sama Jakarta dan ingin berkarir disana. Aku memilih Solo biar bisa dekat sama kamu, Pak.

Memilih pekerjaan, scope wilayahnya sudah aku sortir jadi Solo-Klaten-Jogja kayak bis Mira. Padahal Bapak tahu, mimpiku dulu pengen jadi diplomat keliling dunia.

Membeli rumah, aku dan suami survey HANYA sekali dan langsung jatuh hati. Hanya karena di ujung jalan dibangun mushola yang bisa Bapak dan ibu pakai untuk jamaah saat ikut dengan kami tinggal di Solo *cryyyyyyyyyyyy*.

Dan saat aku memutuskan beli mobil, trus pengin belajar nyetir sendiri, itu juga karena pengen bisa nganterin Bapak sama Ibu kemana-mana. Nganter check up leluasa, nganter makan keluar kalau lagi nggak selera makan. Sesederhana itu, Pak. Padahal sebelumnya aku gagal berkali-kali belajar nyetir dan lebih nyaman naik kereta atau naik motor. Dan saat ini, aku mati-matian menata hati kalau mau belajar nyetir mobil. Karena pasti aku inget lagi sama Bapak.

Ibu sesekali tergugu, karena setiap saat inget Bapak. Saat selera makan Ibu hilang, kemarin aku memutuskan untuk beli sop iga yang menurutmu lezatnya tiada dua. Kami datang rombongan saat sepi. Saat semua makanan tersaji, Ibu tergugu lagi. Aku menghela napas panjang lagi, menghampiri Ibu dan memeluknya tanpa bicara. Kami menangis bersama-sama sampai lega. Bukan karena kami tidak ikhlas, tapi dadaku benar-benar sesak sekali, Pak. 

Mas Bedul bilang, kalau meskipun Bapak sudah pergi, tapi tetap selalu ada di hati kami. Mataku sembab sekali. Hatiku remuk entah tidak terperi. Banyak orang memintaku kuat dan semangat. Semakin menyugesti kuat dan semangat, rasanya semakin jatuh lagi dan lagi.


Rasa Itu Ada

Handphone-ku update. Tanpa babibu, beberapa aplikasi meminta pasword, tidak terkecuali mbanking. Sebelumnya, karena nggak mau ribet, aku pakai sidik jari buat membuka aplikasi beberapa m-banking. Duh ya, berasa jumawa banget bilang beberapa m-banking, padahal karena terpaksa punya, wkwkw.

Salah satunya terblokir, huhu. Udah telpon call center habis 100 ribu, endingnya tetap disuruh ke cabang buat membuka blokirannya. Ya Allah, bayangin aja udah capek banget :(((. Padahal udah merasa seneng karena sebelumnya berhasil mengurus taspen, bpjs sama perpanjang SIM. Kali ini harus ngurus blokiran m-banking.

Long short story, aku dapat antrian CS, nomor 31. Aku pikir momen sama Bapak udah bisa aku rasakan baik-baik saja. Tapi tiba-tiba rasa itu masih ada. Rasa kehilangan. Rasa sakit. Rasa sesak yang memaksa air mataku tidak mampu mengucur deras. Tidak hanya itu, badanku seperti limbung. Aku duduk di kursi. Mataku panas, hidungku kedat ingus. Kalau bukan karena masker yang aku kenakan, mungkin aku sudah lari ke kamar mandi buat nangis sepuasnya.

30 menit aku tidak menghindari perasaan itu. Perasaan de javu yang memaksaku inget soal Bapak. Sekali lagi. Tapi kali ini aku lapang sekali. Menikmati rasa sesaknya. 

Ada seorang bapak-bapak yang bertanya paxa security. Sederhana sekali sebenernya; ia menanyakan form buat mentrasfer uang buat anaknya yang kuliah di UNDIP. Pagi itu hilir mudik mahasiswa, orangtua yang sedang membayar SPP dan UKT. 

Mataku terpaku sejenak. Kakiku seakan melemah. Mungkin lima belas tahun lalu aku pernah diajak Bapak buat transfer Mas Joko. Dulu kami belum familiar dengan ATM. Jadi, kalau Mas Joko ga sempat pulang Klaten uang sakunya dikirim via transfer tunai. Aku menulis formnya, Bapak menyerahkan uang tunainya.

Splash! Memori itu membuatku ingat Bapak sekali lagi


40 Hari

Tiap hari, Ibu terasa gloomy sekali, Pak. Bohong kalau beliau sudah lupa. Justru tiap hari ingatannya tegas sekali tentang Bapak.  Meminta Iqbal, Lintang sama Khansa untuk menyebut nama Bapak di setiap salatnya. Ah iya, Lintang sekarang yang jadi imam salatnya Ibu, Pak. Dia bahkan sampai sekarang yang nemenin tidur di kamar. Karena tidak tega Ibu tidur sendirian. Ah, cucu Bapak satu itu sudah besar.

Hari ini genap 40 hari ya, Pak. Tidak ada tahlil. Tidak ada kumpul-kumpul. Kami memutuskan untuk memberi sembako atas nama Bapak. Dan mendoakan Bapak sama-sama. Kanan kiri banyak sekali yang positif, Pak. Kami takut banyak mudzaratnya kalau membuka pintu rumah dengan alasan doa bersama. Aku yakin, Bapak sepaham dengan ini. Insya Allah doa kami sampai dan menjadi penerang.

Sabar dan Ikhlas

Apakah aku lulus tentang sabar dan ikhlas? Aku sama sekali tidak tahu, Pak. Jujur, aku masih suka menangis kalau mengingat Bapak. Dadaku juga masih terasa sesak. Aku tidak menolak perasaan-perasaan itu. Membiarkannya hadir tanpa harus jumawa merasa kuat. Aku menulis ini, mengurai satu-satu. Kangen sekali sama Bapak.

Ah iya, Pak. Lintang lolos ke club idamannya. Tanggal 23 Agustus besok berangkat. Doa-doa Bapak kemarin dibayar tunai kan. Allah itu begitu baiknya. Hanya soal waktu, qun fa yakun.

Semoga Bapak husnul khotimah.


Putrimu yang mencintaimu segenap hati.


Read More »

Pengurusan Administrasi di Taspen Surakarta untuk Pensiunan yang Meninggal Dunia

Setelah Bapak meninggal, kami memulihkan hati dulu. Hal yang tidak kalah penting adalah mengurus administrasi pensiunan Bapak yang nantinya berpindah ke Ibu. Aku bayangin ngurusnya aja udah capek duluan, wkwkw.

Asli, bisa haha hihi selepas kepergian Bapak itu butuh energi dan tenaga. Hampir sebulan akhirnya aku dan Mbak Endang tergerak buat mengurus ini itunya. Sebenarnya pengurusannya sederhana, dengan catatan KITA TAU ALURNYA DAN APA SAJA YANG MEMANG DIBUTUHKAN.

Ada 2 hal yang harus kami urus setelah kepergian Bapak:

1. Uang duka wafat. Syaratnya ada di webnya TASPEN. Kami tidak perlu datang ke cabang. Adanya kebijakan PPKM, Taspen Cabang Surakarta pun tidak melayani offline. Btw, saya mengandalkan twitter dan instagram untuk mencari tau syarat dokumen dan alurnya. 

Dokumen yang harus disiapkan (ini bisa diunduh di eklim.taspen.co.id), cuss ya.

Setelah submit di eklim, sekitar 3 hari saya mendapat telpon dari Taspen Surakarta untuk melengkapi syarat dokumen. Meskipun saya merasa sudah submit semua, saya susulkan dokumennya via whatsapp. 



Petugasnya sopan sekali dan arahannya jelas tentang tahap selanjutnya harus ngapain aja. Waaaa, ternyata cuma gini aja ngurusnya, padahal mbayanginnya udah ribet banget, wkwkw. Saya nulis ini pun biar inget, siapa tau ada teman-teman yang butuh informasi yang sama. Tidak perlu ke kantor taspen apalagi kalau lokasinya jauh kan? Ditambah PPKM yang entah kapan berakhir. Semua dimudahkan pengurusannya via online. ASAL TAU ALURNYA *capslock* (berasa repitisi info ini).

Kurang lebih prosesnya 10 hari, saya dapat notifikasi sms kalau klaim saya sudah selesai diproses dan uang duka yang sejumlah 4 x pensiuan gaji bapak sudah ditransfer ke rekening beliau.


Langkah selanjutnya, Ibu saya selaku ahli waris yang meneruskan pensiun Bapak diminta untuk ke Bank buat mengurus pencairan tersebut. Jadi dari rekening bapak diteruskan ke rekening ibu menggunakan surat terusan yang dibuat oleh TASPEN. Surat ini dikirimkan oleh Taspen 

Setelah itu baru mengurus pengajuan pensiun janda dan penerbitan SK-nya.


Read More »