Featured Slider

Merayakan Bahagia Seutuhnya Setelah Melahirkan Anak Pertama


Melahirkan butuh energi yang luar biasa. Tidak hanya fisik tetapi juga emosi sang ibu. Akhir bulan lalu saya mengalaminya sendiri. Saat berjuang melahirkan Ray yang hingga saat ini saya masih belum percaya kalau saya sudah menjadi seorang Ibu.

Pagi itu, saya kaget, ada cairan hangat yang terus-menerus merembes. Berdasarkan pengetahuan yang saya dapat dari dokter dan beberapa artikel, itu adalah cairan ketuban. Saya dan suami bergegas ke rumah sakit membawa beberapa perlengkapan yang sudah saya siapkan sebelumnya.

Sesampainya di rumah sakit, saya langsung menuju IGD. Bidan yang bertugas melakukan VT dan ternyata memang sudah pembukaan 2. Saya menyerahkan surat pengantar dari dokter kandungan saya dan bidan menyuruh untuk tidak banyak bergerak karena takut ketubannya semakin banyak rembes. Setelah 4 jam menunggu, bidan melakukan VT lagi dan ternyata masih tetap pembukaan 2, huhu.

Bahagia mau bertemu Ray
Saya dipindah ke bangsal persalinan dan dipasang infus. Bidan yang jaga menasihati saya agar tidak banyak gerak termasuk pipis dan BAB sebaiknya dilakukan memakai tespot saja karena cairan ketuban saya merembes banyak disertai lendir darah.

Setelah menunggu 6 jam dan tidak ada peningkatan bukaan, dokter memberikan 2 pilihan: tindakan sectio atau dipacu. Saya memilih opsi kedua. Alhamdulillah setelah mengalami "nikmatnya gelombang cinta" selama 8 jam, akhirnya Ray lahir.

Saat IMD bersama Ray. It's amazing moment

Semua salah ibu


Setelah Ray lahir, saya pikir akan menikmati bahagia yang "utuh", ternyata tidak. Karena bahagia butuh upaya. Drama pertama adalah saat ASI tidak langsung keluar.
Menyusui Ray
Ekspektasi saya tentang menyusui adalah nanti anak saya akan langsung bisa menyusui. Ternyata tidak.

"Pasti dulu pas hamil nggak dipijat-pijat ya payudaranya?" Tanya salah satu penjenguk yang tahu kalau asi saya tidak keluar. Awalnya saya pikir pertanyaan itu biasa saja. Tapi tenyata berpengaruh pada kondisi psikis saya yang merasa bersalah. Padahal saya memang awam tentang itu karena baru pertama kalinya. 

Ini salah ibu, Ray. Batin saya.

Tidak berhenti sampai disitu. Sepulangnya Ray ke rumah, ternyata ada yang aneh dengan matanya yang berwarna kekuningan. Saya dan suami langsung ke dokter dan setelah di cek, Ray harus menginap di Rumah Sakit untuk di fototerapi, huhu.
Ray menangis semalaman saat fototerapi. 

"Pasti nyusunya nggak kenceng ya? Dijemur nggak kalo pagi?" Pertanyaan-pertanyaan itu membuat saya semakin merasa bersalah.

Iya. Semua yang terjadi sama Ray adalah salah saya sebagai ibunya. Pikir saya waktu itu.

Capek. Sakit bekas jahitan. Puting luka tapi harus tetap menyusui semalaman sambil duduk karena Ray tidak mau dilepas waktu fototerapi. Akhirnya saya diijinkan untuk tetap di ruang fototerapi sambil menyusui Ray yang terus-terusan menangis. Saya juga ikut menangis karena tidak tega dan di sisi lain juga menyalahkan diri sendiri. Akumulasi dari rasa yang nano-nano itu membuat saya baby blues.

Bahagia macam apa ini? Saat bertemu Ray harus disalah-salahkan seperti ini? Tanya saya dalam hati.

Dan ketika itu, bahagia semacam hal yang absurd untuk dirasakan.

Merayakan bahagia seutuhnya setelah melahirkan Ray


Saat dinyatakan hamil, keluarga sangat bersuka cita mendengarnya. Saya dan suami juga menantikan kelahiran anak pertama kami, Ray. Seharusnya saya bisa menikmati bahagia menyambut Ray secara "utuh" tanpa harus terdistraksi oleh  baby blues yang sempat menghampiri. Nah, 5 hal ini yang saya lakukan untuk merayakan momen bahagia seutuhnya pasca melahirkan Ray dan terlepas dari syndrome baby blues:

1. Don't be perfect too much

Kalau sebelumnya bisa menjadi perempuan yang multitasking, dimana dalam 1 waktu bisa menyelesaikan 2 atau 3 pekerjaan, setelah melahirkan sebaiknya lebih slow dan tidak menuntut diri sendiri untuk sempurna seperti sebelumnya. Mengurus Ray adalah hal utama dan pekerjaan lain seperti pekerjaan rumah bisa diselesaikan bertahap. Untuk hal ini bisa didiskusikan dengan suami.

2. Don't compare

Hal yang merusak kebahagiaan adalah saat mulai membandingkan dengan orang lain. Saya sempat melakukan demikian, huhu. "Si A aja lahiran normal bisa langsung ngerjain ini itu. Si B bayinya ga kuning karena rajin ngasih ASI".

Komentar-komentar sejenis itu yang menggiring saya membandingkan keadaan saya dengan yang lain. Saat saya menyadari bahwa setiap ibu memiliki keadaan sendiri-sendiri, saya mulai "stop membandingkan". Saat itu saya menemukan sisi bahagia a la saya.

3. Learning by doing

Menjadi ibu baru meskipun sudah belajar tentang teori tapi praktiknya seringkali berbeda. Misalnya, sejak hamil saya sudah mempelajari teknik menyusui yang benar agar bayi tidak bingung puting dan saya terhindar dari puting yang le cet. Realitanya, puting saya tetap lecet padahal sudah mempraktikkan sesuai teori yang saya lihat di youtube. Itu sempat membuat saya frustasi karena puting saya tetap lecet dan setiap menyusui Ray, saya merasa kesakitan bahkan berlangsung selama 2 minggu karena putingnya luka.

Masih ada hal-hal lain yang harus dilakukan ibu baru yang sebelumnya hanya sekadar teoritis saja. Hal tersebut bisa learning by doing karena tidak ada yang "saklek" dalam mengasuh dan mengasihi buah hati. Dengan begitu, akan lebih rileks dalam menjalaninya.

4. I don't care anymore

Kalau bahasa Jawanya "rasah ngurusi wong nggambleh", ahaha. Apapun yang telah kita lakukan, usaha yang sudah disiapkan sebaik mungkin, pasti akan tetap saja ada komentar miring. Kalau pas lagi waras, mungkin bisa mengabaikannya. Tapi lain halnya kalau dalam kondisi fisik dan hati yang belum terlalu prima, apalagi pasca melahirkan.

Setelah melahirkan kemarin, banyak yang menjenguk ke rumah. Beberapa ada yang berkomentar dan menasehati sebagai bentuk perhatian. Tetapi ada juga yang berkomentar nyinyir sehingga membuat saya emosional dan akhirnya membandingkan seperti poin 2 yang saya jelaskan.

"Perutmu masih bergelambir, jangan lupa pake bengkung/stagen biar cepet langsingnya", pernyataan ini adalah judgment pertama. Masih ada judgment lainnya yang saat ini sudah saya tanggapi dengan senyuman 😊

Seminggu setelah melahirkan memang saya tidak langsung memakai bengkung karena dilarang oleh dokter. Waktu itu menunggu darah nifas lancar (kalau nggak salah), sehingga dianjurkan untuk tidak memakai bengkung dulu. Seminggu saat saya kontrol, dokter baru membolehkan saya memakainya. Nah, penjelasan-penjelasan seperti ini tidak mungkin saya sampaikan ke setiap orang yang komentar nyinyir mengira saya enggan memakai bengkung.

Jadi, saya menyimpulkan, kunci bahagia untuk menghadapi komentar nyinyir memang cuma satu, "I don't care anymore". Titik.

5. Me time is a must

Setelah melahirkan ada beberapa hal yang berubah, termasuk jam tidur. Bepergian pun juga tidak bisa seleluasa sebelumnya karena sekarang ada Ray yang membutuhkan perhatian saya.

Sempat melupakan me time karena sibuk mengurus Ray ternyata membuat saya sering emosi. Menangis adalah puncak ketika saya tidak bisa mengendalikan diri karena saking capek badan (dan hati). Kehilangan me time ternyata berpengaruh juga terhadap penampilan saya. Wajah lebih kucel, tubuh gampang capek dan cepat tersinggung, huhu.

Semuanya "terkesan" terburu-buru dan tidak ada waktu, padahal itu hanya perasaan saya saja. Saya buru-buru menyelesaikan mandi takut Ray bangun, padahal dia anteng tidur. Saya merasa tidak punya waktu buat dandan dan merawat diri, padahal saat dijalani ternyata saya punya cukup waktu dan membuat saya lebih enjoy.

Dandan dan merawat diri merupakan me time yang secara tidak langsung membuat badan dan suasana hati lebih rileks. Bukan karena statement orang lain yang bilang wajah lebih lecek dan tubuh lebih melar. Tapi dengan merawat diri, saya merasa lebih nyaman.

Mandi tidak lagi terburu-buru seperti sebelumnya.  Setiap malam meskipun Ray ngajak begadang, saya bisa sambil mengoles minyak zaitun di bekas strechmark. Memakai wewangian sebelum tidur seperti kebiasaan yang saya lakukan sebelumnya. Mulai memakai lagi nature republic soothing gel agar wajah saya lebih cerah. Hal-hal itu saya lalukan sebagai me time yang sempat hilang sejak saya melahirkan di akhir bulan lalu.


Tampil cantik dan menarik bukan untuk  memenuhi ekspektasi atau mendapatkan pujian orang lain, tapi hal ini saya lakukan untuk lebih menghargai diri sendiri. Setidaknya, hal ini sebagai bentuk merayakan bahagia seutuhnya setelah melahirkan, yaitu saya bisa tetap tampil  cerah dan nggak kucel.

Momen melahirkan membuat saya belajar banyak hal. Dan saya telah merayakan kebahagiaan tersebut dengan utuh. Saat ini, saya lebih bertenaga dan bersemangat meskipun harus begadang tiap malam karena ritme tidur Ray belum teratur. Tidak emosional menanggapi komentar orang saat menasihati saya tentang mengasuh dan mengasihi anak.

Merawat diri sendiri yang telah saya lakukan berpengaruh pada kondisi emosi dan mood. Selain itu, bonusnya, suami juga mengapresiasi saya dengan pujian-pujian kecil seperti "Kamu cantik sekali pagi ini, yang" atau sekadar memberikan kecupan di kening sebelum tidur sambil bilang "Terus bahagia, ya". Beliau tahu, minggu-minggu kemarin saya sering menangis dan mengeluh capek. Sekarang kami dan Ray sama-sama menikmati bahagia "seutuhnya".
Bahagia seutuhnya itu butuh upaya
Nah, untuk tampil lebih cantik dan fresh, referensi inspirasi kecantikan saya  dapatkan dari iSTYLE Indonesia. Selain itu, saya juga mendapatkan beberapa tips untuk merawat kulit wajah yang sehat. Yang ingin mendapatkan inspirasi hobby juga bisa kepo disana lho. Karena menyalurkan hobby juga termasuk me time yang membahagiakan.

Teman-teman punya cerita tentang merayakan hidup kalian? Momen apa yang membuat kalian bahagia dan patut untuk dirayakan? Bagi yuk biar sama-sama bahagia 💝💝

Beberapa Hal yang Wajib Dibawa Saat Bepergian


Saat bepergian, saya sangat aware mengenai apa saja yang harus dibawa, terutama saat ada acara tertentu. Bahkan, saya mempunyai feeling yang “nggak enak”, misal salah satu barang yang seharusnya dibawa ternyata malah ketinggalan. 

Makanya, saya sering kroscek lagi tentang perlengkapan apa saja yang harus dibawa. Menuliskannya di notes HP atau kertas menjadi pilihan sehingga meminimalisir item barang yang tertinggal.

Teman-teman punya barang wajib yang harus dibawa nggak sih saat bepergian? Entah hangout, ke pesta atau pergi piknik dengan keluarga? Nah, saya ada beberapa barang yang wajib dibawa saat harus bepergian. 5 hal ini adalah barang wajib yang harus saya bawa ketika bepergian.

1. Tas

Saya memiliki beberapa koleksi tas tergantung keperluan mau bepergian kemana. Pokoknya tiap keluar rumah bawa tas yang fungsinya kayak doraemon, hehe. Ada tas selempang dengan size kecil, sedang dan besar. Saya suka dengan model tas ini. Selain itu juga punya tas gendong yang muat barang lebih banyak. Sejak melahirkan Ray, tas menjadi barang wajib yang harus saya bawa ketika bepergian. Fungsi tas yang semula untuk barang kebutuhan saya, sekarang juga multifungsi untuk segala keperluan Ray.

2. Dompet

Saya juga memastikan setiap pergi tidak lupa membawa dompet yang berisi aneka kartu, hihi. Dulu pas zaman masih jadi pegawai kantoran yang menggunakan KRL setiap hari, pernah kalang kabut saat dompet ketinggalan di rumah. Karena kartu dan uang tunai ada di dompet, huhu.

Beruntungnya, ada teman kantor yang kebetulan ketemu di tempat parkir dan berkenan meminjamkan uang untuk membeli tiket harian. Belajar dari pengalaman, saya selalu mengecek dompet sudah berada di dalam tas sebelum bepergian.

3. Handphone

Benda lain yang wajib harus saya bawa saat bepergian adalah handphone (HP). Apalagi pekerjaan saya berkecimpung dengan hal-hal yang membutuhkan HP sebagai pengganti laptop. HP selain menjadi alat komunikasi juga berfungsi sebagai media saat saya sedang buzzing atau harus menyusun konten di blog yang biasanya deadline-nya mepet. Dengan HP, saya bisa melakukan pekerjaan yang sifatnya multitasking. Misalnya: mengirim email sambil menjawab beberapa pertanyaan dari mahasiswa yang menanyakan perihal materi perkuliahan. 

Selain itu, saya juga bisa belanja online untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga saya bisa mobile melakukan aktifitas apapun dengan menggunakan HP.

4. Mukena

Saat bepergian, saya juga tidak pernah lupa membawa mukena sendiri. Saya tidak merasa khawatir saat di tengah jalan dan masuk waktu salat karena bisa langsung mencari pom bensin atau masjid terdekat untuk menunaikan salat.

5. Jam tangan

Ketika bepergian, saya juga tidak lupa memakai jam tangan. Sebenarnya, tidak hanya bepergian saja sih, tetapi saat di rumah pun sering juga memakainya. Mungkin hanya saat mandi atau wudhu saja saya melepasnya. Entah kenapa saya merasa ada yang kurang kalau nggak pakai jam tangan.

Kebiasaan ini dimulai sejak saya masih duduk di bangku SMP, saat Bapak membelikan saya hadiah jam tangan. Nah, saya jadi terbiasa memakai benda itu sampai ada bekas di pergelangan tangan saya.

Oh iya, ngomong-ngomong soal jam tangan, ada pertimbangan nggak sih ketika membelinya? Kebetulan kemarin jam tangan kesayangan saya mati dan tukang reparasinya bilang kalau jam tersebut nggak bisa diperbaiki lagi, huhu. Trus saya searching jam tangan guess dan melihat-lihat modelnya. Beberapa hari nggak pakai jam tangan kok rasanya ada yang aneh, huhu.

Untuk membeli jam tangan, saya lebih suka berbelanja online karena sering ada diskon yang lumayan. Termasuk pas kepo tentang jam tangan guess idaman saya yang modelnya bikin mupeng beli semua, hehe. Pertimbangan lainnya adalah anti air. Sebagus apapun model jam tangannya, kalau nggak anti air, saya tidak minat buat membelinya. Alhamdulillah, jam tangan guess ​anti air, jadi makin pengen buat nabung membelinya. Yay!

Trus, saya paling suka sama jam tangan krepyak (ini istilah ibu saya, hihi). Maksudnya, jam tangan yang dari stainless stell, bukan dari kalep. Dan entah suami tahu selera saya darimana, kemarin beliau ngasih tahu kalau di matahari mall ada jam tangan guess​ seri 14503L1 yang modelnya elegan terbuat dari stainless stell. Fix, jam tangan itu bakalan jadi wish list saya!

Nah, 5 benda di atas adalah hal yang wajib saya bawa/pakai saat bepergian. Saat ini belum pakai jam tangan lagi kalau pergi-pergi, huhu. Doakan bisa beli jam tangan guess idaman saya yak. Kalau

teman-teman ada benda yang harus dibawa saat bepergian nggak? Atau jangan-jangan salah satu benda di atas juga wajib kalian bawa? Sharing yuk!

3 Hal yang Harus Dilakukan untuk Menggali dan Mengembangkan Potensi Diri


Mas Jundi, kakak ketiga saya, pernah menuliskan dengan apik 3 falsafah jawa di tembok kamar rumah lama. Mungkin sekitar 15 tahun lalu, saat saya memakai seragam putih-biru. Dulu, saya belum mengerti artinya, tapi setiap membacanya kok rasanya damai sekali. Seiring berjalannya waktu, 3 falsafah Jawa itu menjadi pegangan Mas Jundi untuk melakoni hidupnya hingga sekarang.

Dari ketiga kakak lelaki saya, saya mengakui kalau perjalanan Mas Jundi penuh dengan pelajaran dan proses yang menempanya hingga bisa menjadi "bapaknya" masyarakat. Dia membuktikan bahwa dengan kerja keras dan penerimaan yang baik telah memberikan pengalaman-pengalaman berharga. Semula diremehkan bahwa dia tidak bisa, justru menjadi lecutan baginya untuk belajar hal yang belum pernah ia alami.

"Selama masih bisa dipelajari, tidak ada yang tidak mungkin", katanya.

Potensi diri bisa digali dan dikembangkan asal kita punya kemauan. And he proves it! Saya masih ingat saat ia sujud syukur di depan balai desa saat diumumkan bahwa ia yang akan memimpin desa untuk 6 tahun ke depan. Bapak dan ibu meneteskan air matanya saat itu. Proses tidak akan pernah menghianati hasil. Hanya tinggal waktu saja, saat kita mengimaninya.

Hampir 4 tahun berjalan, dia merombak hampir semua aturan dan melakukan gebrakan-gebrakan baik secara struktur maupun infrastruktur. Sebelumnya dia tidak pernah memegang komputer, tapi sekarang ia sudah fasih mengolah RAB Desa. Banyak kritik dan masukan ia terima untuk perbaikan ke depan.

3 Filosofi Jawa yang Mengena

Nah, 3 hal ini yang dulu pernah dilukis di tembok kamar Mas Jundi. Sesekali muncul dalam obrolan kami dan ia membuktikannya dengan lakunya, makanya bisa mengembangkan potensi dirinya yang sebelumnya tidak pernah diketahui. Saya pun mengadopsinya untuk mengembangkan potensi diri biar selalu tetap belajar hal-hal baru yang bersifat dinamis. Here we go:

1. Ojo gumampang

Kalau saya mengartikannya jangan terburu-buru dalam melakukan sesuatu. Terus terang, saya bukan perencana yang baik, tetapi seiring berjalannya waktu, saya belajar untuk merencanakan sesuatu  secara matang (well prepared) apalagi kalau sudahenyangkut tim.  Filosofi ini juga menyiratkan agar kita tidak memandang orang lain lebih bahagia, lebih sukses atau lebih segalanya sehingga kita melupakan bahwa kita memiliki tugas sendiri untuk diselesaikan. Istilah bekennya "rumput hijau lebih indah daripada rumput sendiri" padahal setiap orang memiliki tantangan sendiri-sendiri. 

Sesekali saya pernah demikian, heuheu. Manusiawi sih, tetapi jangan sampai hal ini bisa menurunkan kualitas hidup kita sehingga bisa membuat kita rendah diri. Saat dilanda perasaan seperti ini, biasanya saya merenung sejenak. Membayangkan orang-orang yang kurang beruntung namun mereka memiliki rasa syukur yang berlimpah. Biasanya itu menampar saya untuk on the track dan tidak membandingkan lagi dengan si A atau si B.


2. Ojo gawe gampang

Hampir-hampir mirip ya frase katanya, tapi ternyata memiliki makna yang berbeda. Dalam bahasa indonesia berarti jangan menggampangkan, terutama yang berurusan dengan orang lain. Menggampangkan karen ada "orang lain" dan seakan-akan kita menggantungkan hidup pada orang tersebut. "Ah, aku kan anak pejabat. Gampanglah ngurus begituan". Hal-hal semacam itulah yang mematikan potensi diri.

Makanya dari kecil, kami dididik untuk mandiri dan mengurus segala hal tanpa dibayang-bayangi sosok siapapun. Dan ternyata itu sangat berguna buat saya pribadi. Oh iya, Mas Jundi bisa seperti sekarang ini juga tidak lepas dari memegang prinsip ini. Tidak mengandalkan siapapun. Pedomannya adalah kemampuannya sendiri. Berkali-kali diremehkan dalam forum, tapi dengan elegan membuktikannya dengan kerja nyata. Makanya, saya pun jadi merasa termotivasi juga untuk menerapkannya di kehidupan sehari-hari.

3. Ojo nggampangke

Filosofi yang terakhir hampir sama dengan yang kedua namun ini lebih berkaitan dengan waktu. Pernah menyepelekan waktu? Saya! Menunda pekerjaan karena merasa memiliki waktu yang melimpah tetapi akhirnya kewalahan karena pekerjaan menumpuk dan bingung harus mengerjakan yang mana dulu? Huft. Dalam hal ini dibutuhkan skala prioritas dan disiplin waktu, sehingga semua bisa terselesaikan dengan baik.

Memiliki target-target yang ingin dicapai, misalnya sehari ini mau menyelesaikan apa saja dari yang paling urgen. Hal ini juga berkaitan dengan kesempatan atau peluang yang bisa kita peroleh saat bisa disiplin menyelesaikan tugas-tugas kita. Nah, saya juga masih belajar dalam memanajemen waktu dengan baik.

3 filosofi itu terinspirasi dari Mas Jundi dan saya terapkan untuk menggali dan mengembangkan potensi saya. Apalah teman-teman memiliki tips dan trik mengembangkan potensi diri? Atau mungkin memiliki  filosofi yang mengena dan menginspirasi biar terus semangat meng-upgrade potensi diri? Let'a share yak :)

Review Mesin Cuci Polytron 1 Tabung


Produsen elektronik dari brand Polytron memang menjadi brand ternama yang menjadi primadona bagi masyarakat. Saat ini, Polytron telah berhasil meluncurkan produk mesin cuci Polytron 1 tabung yang memiliki banyak kelebihan sehingga dapat memudahkan dan memanjakan  konsumen yang menggunakannya. Mengingat bahwa untuk peran dan fungsi mesin cuci dijaman sekarang ini menjadi barang elektronik yang banyak diincar karena kemudahan dalam penggunaannya. Nyuci jadi mudah euy!

Dengan adanya mesin cuci inilah yang akan lebih memudahkan proses pencucian pakaian yang tidak akan menghabiskan banyak tenaga, terlebih lagi apabila pakaian kotor sudah menumpuk, sehingga peran dari mesin cuci ini pun sangatlah dibutuhkan. Namun sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian mesin cuci 1 tabung dari Polytron, maka teman-trman dapat melihat dari segi kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh mesin cuci Polytron.

Melakukan pembeliannya pun juga sangatlah mudah, karena kita dapat melakukan pembelian mesin cuci Polytron 1 tabung di beberapa toko online terpercaya maupun di beberapa toko elektronik yang ada di dekat rumah. Dengan banyaknya pilihan tersebut, teman-teman yang akan lebih mudah dalam melakukan pemilihan pada jenis mesin cuci yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan yang  dibutuhkan.

Berikut ini kelebihan yang dimiliki oleh mesin cuci 1 tabung dari Polytron, yaitu sebagai berikut ini:

Polytron menjadi produk primadona yang dilengkapi dengan teknologi keluaran terbarunya, yaitu dapat melakukan proses pencucian pakaian yang dapat dilakukan dengan cara otomatis sampai dengan proses pengeringan tanpa memindahkan pakaian dari tabung.

Polytron satu tabung memiliki kesempurnaan pada teknologinya yang ada di dalamnya, karena untuk penggunaan airnya bisa terus berputar dan juga mencuci pakaian meskipun debit air pun juga akan mengalir menjadi sangat minim maupun hanya berupa tetesan.

Polytron selalu menyuguhkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan para penggunanya, hal ini dapat dibuktikan dengan produk Polytron yang lebih menghemat penggunaan airnya.

Polytron juga memberikan teknologi yang berguna untuk lebih menghemat pada penggunaan listrik serta penggunaan deterjen yang lebih menghemat lagi.

Untuk proses pencuciannya pun juga dapat dilakukan hanya dengan satu tombol, sehingga pengguna tidak perlu merasa repot untuk mengatur pada proses pencucian pakaian.

Dapat untuk proses pencucian, proses perendaman dan juga proses penimbangan sesuai dengan kebutuhan airnya dengan begitu maka proses pengeringan pun dapat dilakukan secara otomatis dan lebih praktis.

Produk Polytron yang dihadirkan di pasaran ini pun juga mampu memberikan garansi pada produknya hingga 12 bulan. Tidak hanya itu saja, Polytron pun juga sudah memiliki layanan service center yang sudah tersebar luas di Indonesia, sehingga apabila mengalami kerusakan tidak perlu merasa khawatir lagi, karena kita dapat menggunakan layanan servis yang ada di dekat Anda dan hal ini pun tentunya akan lebih memudahkan diri kita.

Dari sekian banyaknya kelebihan yang dimiliki oleh mesin cuci Polytron 1 tabung yang ada di pasaran inilah yang akan lebih memudahkan kita dalam melakukan pembeliannya sekaligus bisa merasakan kemudahan pada saat akan melakukan pembelian mesin cuci 1 tabung dari Polytron, dengan begitu maka kita pun bisa menjadikan Polytron sebagai mesin cuci yang terpercaya yang mampu memberikan kualitas terbaik dan terpercaya.

5 Hal Persiapan Menyambut Puasa Ramadan


Saya kira puasa masih sebulan lagi (Bulan Juni), lha kok ternyata mulainya di pertengahan Bulan Mei, huhu. Entah karena lupa atau memang alam bawah sadar sudah disetting kalau puasa mulai bulan Juni, sampai-sampai bisa salah perkiraan. Sehati dengan saya, ternyata suami juga mengira kalau puasanya dimulai bulan Juni. Untung saja mertua menjadi reminder hal-hal beginian. Beliau menanyakan beberapa persiapan menyambut ramadan. Seketika, saya dan suami saling berpandangan. Kami berdua menyadari bahwa puasa tinggal menghitung hari.

Oh iya, apa saja sih yang harus disiapkan untuk menyambut puasa ramadan? Yah, biar ibadahnya optimal. Apalagi ramadan termasuk salah satu bulan yang spesial. Nah, berikut hal-hal yang biasanya saya lakukan, siapa tahu teman-teman mau menambahkan persiapannya juga:

1. Melunasi hutang puasa

Memastikan hutang puasa lunas. Kemarin teman-teman hutang berapa? Usahakan sebelum masuk puasa ramadan, hytang puasanya sudah lunas. Sepertinya, tahun ini saya punya banyak hutang puasa deh, hehe. Ada yang nifas juga dan berhalangan puasa? Toss ah!

2.Membuat daftar amalan yang dikerjakan

Waktu kecil saya dikasih buku yang isinya list amal yaumi (puasa, salat, ngaji dll). Paling semangat kalau pas akhir tarawih antri minta tanda tangan khatibnya, hehe. Kenangan masa kecil itu terbawa hingga dewasa. Saat mau puasa, saya membuat beberapa list apa saja yang akan dilakukan agar tidak terlewat. Memberikan contreng kalau bisa melakulan amalan tersebut dan mengevaluasinya sebelum tidur. Mengkhatamkan membaca Quran pun menjadi salah satu target. Hmm, teman-teman sudah bikin?

3. Hunting resep

Hayo, siapa yang juga mengumpulkan resep-resep untuk buka dan sahur saat puasa? Sah-sah saja kok, apalagi hal itu bisa menjadi penyemangat puasa, terutama bagi anak-anak. Selera makan anak-anak pas sahur yang seringkali kalah dengan rasa kantuk membuat ibu-ibu kreatif membuat menu sahur yang menggugah selera makan mereka. Saat buka puasa juga demikian. Biar semangat, melibatkan mereka untuk memilih menu bisa menjadi pilihan. Jadi, hunting resep masakan menjadi persiapan puasa yang biasanya saya dan kakak ipar lakukan.

4. Sehat lahir batin

Sebelum puasa ramadan, sebaiknya kita juga memastikan kesehatan kita. Misal, kalau kita punya sakit tertentu, mending cek up dan konsultasi dokter agar puasanya lebih optimal. Bapak saya yang masih rutin berobat diabetes, kemarin juga konsultasi ke dokter. Biasanya disuntik insulin 3x, pas puasa besok, dokter meresepkan beberapa obat dan dosis insulin 2x sehari saat buka puasa dan sahur.
Tidak hanya kesehatan lahir (fisik) saja, tetapi menyiapkan kesehatan batin juga perlu lho. Seringkali kita kuat puasa sehati penuh, tapi terlena mengghibah, huhu. Sehingga puasanya jadi rusak, na'udzubillah. Seperti halnya tujuan berpuasa untuk menahan hawa nafsu, melatih diri sendiri (terutama hati) untuk tidak iri, dengki dan berbagai penyakit hati lainnya adalaj suatu keharusan biar puasa ramadannya nggak rusak.

5. Menghitung budget

Ssst, saat puasa, banyak pos-pos anggaran yang menguras kantong lho. Apalagi setelah puasa, disusul lebaran yang tidak kalah membutuhkan perhatian kita, hihi. Sepakat banget sama ulasan Mbak Tian di Web KEB mengenai cara berhemat selama ramadan. Salah satunya dengan memanfaatkan diskon. Oh iya, diskon disini disesuaikan dengan kebutuhan dan keperluan dalam rumah tangga lho ya.

Kerasa banget memang kalau misal ada promo kebutuhan rumah tangga, sehingga bisa saving uang untuk keperluan lainnya. Misal: pas Ramadan ada promo sembako. Kita bisa membelinya 2 atau 3 paket karena itu dibutuhkan sehari-hari. Selain itu, saya juga sepakat kalau buka puasa di rumah bisa menekan budget belanja. Boleh buka puasa di luar sih asal sesekali saja dan mempertimbangkan biayanya sehingga tidak membengkak. Soalnya ada lho yang belum mulai puasa tapi jadwal buka puasa di luar sudah padat, ahaha.

Kalau persiapan teman-teman untuk menyambut puasa agar lebih optimal apa nih? Btw, mohon maaf lahir batin ya. Semoga kita menjadi insan yang menang saat Ramadan nanti. Aamiin.