Featured Slider

Sabtu Bersama Bapak

Engkau menciptakannya dengan cinta dan Engkau juga yang memanggilnya karena rindu...

Menuliskan penggalan kalimat yang sempat ditulis Mas Bedul di whatsapp story, lagi-lagi membuat genangan di mataku. Sudah hampir 2 Minggu kepergian Bapak, semakin kuat rasa ikhlas itu menguji. Ah iya, sabar juga yang menantang menuntut pembuktian. Ikhlas dan sabar katanya menjadi kunci. Teorinya begitu, tapi saat ini aku disuruh praktik.

Memori Bersama Bapak

Sabtu bersama Bapak adalah zargon  me time kami. Karena hampir setiap Sabtu, aku mengagendakan makan bersama atau mengantarkan beliaucheck up rutin bareng Ibu. Makanya, aku pikir Sabtu ini aku sudah bisa memulai pekerjaan yang tertinggal. Ternyata tidak. Setelah google photo milikku menarik mundur momen satu tahun lalu. Iya, memori bersama Bapak.

Hari ini, satu tahun yang lalu, bahkan aku masih ingat percakapannya.


Akhirnya, aku ingin mengurai pelan-pelan melalui tulisan ini. Agar lebih lega dan siapa tahu aku bisa menang menaklukkan bab sabar dan ikhlas.

Bapak,

Setelah flash back lagi, ternyata tanpa sadar aku selalu menyelipkan Bapak di setiap keputusanku. Saat aku galau-galaunya lulus kuliah, mau kuliah lagi atau lanjut kerja, Bapak cuma bilang "Kerja dulu saja, Ndhuk, cari pengalaman". Tanpa babibu, aku menyimpan formulir pendaftaran S-2 dan mengemas baju ke dalam koper untuk ikut ke Jakarta. Untuk mencari kerja. Waktu itu aku sudah menjalani hari pertama ujian TPA di pasca UNS, dan Minggu depannya ujian di UGM. Dua-duanya aku tinggalkan tanpa kuteruskan. Kalau dipikir-pikir sekarang, kenapa dulu ga nyobain dulu sampai selesai? Nego sama Bapak buat kuliah lagi?

Saat aku menyadari mimpi buat kuliah lagi, aku memutuskan buat pulang, padahal saat itu aku jatuh cinta setengah mati sama Jakarta dan ingin berkarir disana. Aku memilih Solo biar bisa dekat sama kamu, Pak.

Memilih pekerjaan, scope wilayahnya sudah aku sortir jadi Solo-Klaten-Jogja kayak bis Mira. Padahal Bapak tahu, mimpiku dulu pengen jadi diplomat keliling dunia.

Membeli rumah, aku dan suami survey HANYA sekali dan langsung jatuh hati. Hanya karena di ujung jalan dibangun mushola yang bisa Bapak dan ibu pakai untuk jamaah saat ikut dengan kami tinggal di Solo *cryyyyyyyyyyyy*.

Dan saat aku memutuskan beli mobil, trus pengin belajar nyetir sendiri, itu juga karena pengen bisa nganterin Bapak sama Ibu kemana-mana. Nganter check up leluasa, nganter makan keluar kalau lagi nggak selera makan. Sesederhana itu, Pak. Padahal sebelumnya aku gagal berkali-kali belajar nyetir dan lebih nyaman naik kereta atau naik motor. Dan saat ini, aku mati-matian menata hati kalau mau belajar nyetir mobil. Karena pasti aku inget lagi sama Bapak.

Ibu sesekali tergugu, karena setiap saat inget Bapak. Saat selera makan Ibu hilang, kemarin aku memutuskan untuk beli sop iga yang menurutmu lezatnya tiada dua. Kami datang rombongan saat sepi. Saat semua makanan tersaji, Ibu tergugu lagi. Aku menghela napas panjang lagi, menghampiri Ibu dan memeluknya tanpa bicara. Kami menangis bersama-sama sampai lega. Bukan karena kami tidak ikhlas, tapi dadaku benar-benar sesak sekali, Pak. 

Mas Bedul bilang, kalau meskipun Bapak sudah pergi, tapi tetap selalu ada di hati kami. Mataku sembab sekali. Hatiku remuk entah tidak terperi. Banyak orang memintaku kuat dan semangat. Semakin menyugesti kuat dan semangat, rasanya semakin jatuh lagi dan lagi.


Rasa Itu Ada

Handphone-ku update. Tanpa babibu, beberapa aplikasi meminta pasword, tidak terkecuali mbanking. Sebelumnya, karena nggak mau ribet, aku pakai sidik jari buat membuka aplikasi beberapa m-banking. Duh ya, berasa jumawa banget bilang beberapa m-banking, padahal karena terpaksa punya, wkwkw.

Salah satunya terblokir, huhu. Udah telpon call center habis 100 ribu, endingnya tetap disuruh ke cabang buat membuka blokirannya. Ya Allah, bayangin aja udah capek banget :(((. Padahal udah merasa seneng karena sebelumnya berhasil mengurus taspen, bpjs sama perpanjang SIM. Kali ini harus ngurus blokiran m-banking.

Long short story, aku dapat antrian CS, nomor 31. Aku pikir momen sama Bapak udah bisa aku rasakan baik-baik saja. Tapi tiba-tiba rasa itu masih ada. Rasa kehilangan. Rasa sakit. Rasa sesak yang memaksa air mataku tidak mampu mengucur deras. Tidak hanya itu, badanku seperti limbung. Aku duduk di kursi. Mataku panas, hidungku kedat ingus. Kalau bukan karena masker yang aku kenakan, mungkin aku sudah lari ke kamar mandi buat nangis sepuasnya.

30 menit aku tidak menghindari perasaan itu. Perasaan de javu yang memaksaku inget soal Bapak. Sekali lagi. Tapi kali ini aku lapang sekali. Menikmati rasa sesaknya. 

Ada seorang bapak-bapak yang bertanya paxa security. Sederhana sekali sebenernya; ia menanyakan form buat mentrasfer uang buat anaknya yang kuliah di UNDIP. Pagi itu hilir mudik mahasiswa, orangtua yang sedang membayar SPP dan UKT. 

Mataku terpaku sejenak. Kakiku seakan melemah. Mungkin lima belas tahun lalu aku pernah diajak Bapak buat transfer Mas Joko. Dulu kami belum familiar dengan ATM. Jadi, kalau Mas Joko ga sempat pulang Klaten uang sakunya dikirim via transfer tunai. Aku menulis formnya, Bapak menyerahkan uang tunainya.

Splash! Memori itu membuatku ingat Bapak sekali lagi


40 Hari

Tiap hari, Ibu terasa gloomy sekali, Pak. Bohong kalau beliau sudah lupa. Justru tiap hari ingatannya tegas sekali tentang Bapak.  Meminta Iqbal, Lintang sama Khansa untuk menyebut nama Bapak di setiap salatnya. Ah iya, Lintang sekarang yang jadi imam salatnya Ibu, Pak. Dia bahkan sampai sekarang yang nemenin tidur di kamar. Karena tidak tega Ibu tidur sendirian. Ah, cucu Bapak satu itu sudah besar.

Hari ini genap 40 hari ya, Pak. Tidak ada tahlil. Tidak ada kumpul-kumpul. Kami memutuskan untuk memberi sembako atas nama Bapak. Dan mendoakan Bapak sama-sama. Kanan kiri banyak sekali yang positif, Pak. Kami takut banyak mudzaratnya kalau membuka pintu rumah dengan alasan doa bersama. Aku yakin, Bapak sepaham dengan ini. Insya Allah doa kami sampai dan menjadi penerang.

Sabar dan Ikhlas

Apakah aku lulus tentang sabar dan ikhlas? Aku sama sekali tidak tahu, Pak. Jujur, aku masih suka menangis kalau mengingat Bapak. Dadaku juga masih terasa sesak. Aku tidak menolak perasaan-perasaan itu. Membiarkannya hadir tanpa harus jumawa merasa kuat. Aku menulis ini, mengurai satu-satu. Kangen sekali sama Bapak.

Ah iya, Pak. Lintang lolos ke club idamannya. Tanggal 23 Agustus besok berangkat. Doa-doa Bapak kemarin dibayar tunai kan. Allah itu begitu baiknya. Hanya soal waktu, qun fa yakun.

Semoga Bapak husnul khotimah.


Putrimu yang mencintaimu segenap hati.


Read More »

Me Time dengan Scarlett Body Care

Momen mandi adalah momen yang mewah bagi saya, terutama setelah melahirkan Ben. Saya sepertinya kualat karena sempat meragukan keluhan ibu-ibu yang kesulitan mandi karena direcokin balitanya. Lha kok ternyata hal itu kejadian di saya.

Nyobain paket Scarlett Body Care

Dulu ketika punya Ray tidak separah ini. Saya masih menikmati mandi dengan tenang. Tapi, setelah ada Ben, mandi dengan khusuk menjadi surga yang dirindukan. Ray yang tidak mau ditinggal mandi, suara Ben yang terngiang di telinga, atau hal lain yang membuat saya tidak jenak untuk mandi. Bahkan, saya sering melewatkan ritual mandi pagi.

Mandi dan Emosi

Percaya atau tidak, kegiatan mandi berpengaruh secara emosi, huhu. Rasanya tergesa-gesa dan badan menjadi gerah. Bahkan ada satu momen, saya nggak sempat mandi karena Ray dan Ben rewel bergantian.

Mandi bisa menjadi sesi tersendiri saat isi hati dan kepala sedang tidak enak. Jadi, ketika merasa penat sekali dengan pekerjaan atau mengurus anak-anak, saya langsung memilih jeda sebentar dan menikmati sesi mandi. Apalagi situasi pandemi begini, saya nggak bisa serta merta untuk sekadar keluar melakukan me time. Setelah konsisten nyobain serumnya yang membuat wajah saya lebih cerah, kali ini saya juga kepincut buat nyobain serangkaian body care dari scaelett.

Baca juga: Review Serum Scarlett

Review Scarlett Body Care

Kalau skincare-an mungkin bisa dilakukan bersamaan dengan hal lain, bisa sambil menggendong Ben atau menemani Ray bermain. Tapi kalau mandi, apa bisa? :D. Paling sesekali mengajak mandi bareng Ray, tapi itu sudah diselingi tangisan Ben.

Nah, kalau kemarin saya sudah pernah nyobain rangkain face care dari Scarlett berupa facial wash dan serum, kali ini saya memutuskan memakai body care-nya. Testimoni beberapa sahabat saya sih aromanya wangi dan bikin rileks, dan ternyata setelah memakainya sendiri, teryata iya. Aroma scrub, body wash dan lotionnya bikin me time saya berkualitas. Paket body care dari Scarlett ada body scrub, body wash dan body lotion. 

Body Scrub Romansa


Produk pertama yang akan saya review adalah body scrub Romansa yang wanginya enak banget. Teksturnya padat berwarna putih dan scrub-nya tidak membuat iritasi di kulit saya. Jadi pas saya mengoles ke tangan dan badan, buliran scrub-nya menjadi lembut saat digosok . Awalnya saya berasumsi kalau scrub-nya akan terasa sakit di kulit, tapi pas dicoba ternyata tidak sama sekali.

Kemasannya berbentuk bulat dengan plastik bundar dengan plastik hologram di dalamnya agar isinya aman. Desain kemasannya juga eye catching, rasanya semangat aja tiap masuk kamar mandi, mata langsung fokus ke gambar bunga-bunga kombinasi putih dan salem. 

Cara pemakaiannya seperti memakai lulur. Kalau saya, biasanya saya mengguyur sampai badan basah, baru saya oleskan pelan-pelan. Terserah mau mulai darimana dulu. Momen ini yang menjadi me time! Karena memakainya tidak diburu waktu. Setelah merata, saya biarkan 2-3 menit baru saya bilas air mengalir. 

Shower Scrub

Masih berkutat dengan peralatan mandi, kalau yang tadi berbentuk scrub yang padat, shower scrub ini lebih cair. Persamaannya adalah di aroma wanginya yang bikin saya jatuh cinta. Nah, saya nyobain varian mango dan pomegrante. Mango berwarna kuning dengan scrub lembut seperti blink-blink di dalamnya yang diklaim berfungsi untuk membersihkan tubuh lebih maksimal. Selain varian mango, saya juga mencoba varian pomegrante yang warnanya ungu muda. 



Honestly, saya lebih suka varian mango meskipun sering bergantian memakai pomegrante. Eh tapi kakak ipar saya lebih suka aroma dan kemasan dari pomegrante. Mungkin karena selera ya, saya yang cenderung menyukai warna kuning dan aroma mangga lebih memilih varian mango, sedangkan Mbak Endang cinta mati sama warna ungu, jadi pas tahu kemasan pomegrante, dia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Tidak hanya shower scrub-nya, body lotion pun langsung pilih charming yang warnanya ungu :D.

Btw, saya memakai shower scrub setelah memakai body scrub. Jadi, ini saya fungsikan sebagai pembilasnya. Pemakaiannya seperti sabun cair biasanya. Tuangkan ke telapak tangan dan aplikasikan ke seluruh tubuh. Wanginya awet banget. Setelah mandi dan bersolek, saya jarang pakai parfum. Mengandalkan aroma shower scrub scarlett ini. 

Kemasannya terbuat dari botol dengan tutup yang kuat. Meskipun tidak ada lock and unlock-nya seperti kemasan body lotion, tapi tetap rapat kok. Jadi kalau dimasukkan ke dalam tas tidak mudah tumpah. Bahannya pun terbuat dari plastik, sehingga ringan dibawa.

Body Lotion

Nah, setelah mandi, momen yang bisa dilakukan sambil menggendong Ben atau bermain sama Ray adalah memakai hand body. Rangkaian body care scarlett yang ternyata membuat kulit tangan, kaki dan tubuh saya lebih cerah dan lembab. Saya mencoba 2 varian: freshy dan charming. Freshy yang warnanya kuning muda merupakan produk body lotion terbaru dari scarlett. Wanginya seperti wangi Jo Malone English Pear & Freesia eau de cologne. Sedangkan varian charming yang membuat Mbak Endang jatuh cinta berwarna ungu muda. Aroma wanginya soft seperti parfum Baccarat Rouge 540 eau de.




Tekstur lotion-nya agak kental. Tapi saat diaplikasikan ke kulit langsung meresap dan tidak lengket. Kalau saya merasakan kulit menjadi lebih lembab setelah memakainya. Pergelangan tangan saya lebih cerah dari sebelumnya. Jadi, saya nggak takut belang lagi, hehe.

Oh iya, botol lotion scarlet ada lock and unlock-nya, sehingga meminimalisir tumpah saat terpencet. Kemasan botolnya juga mudah dibawa kemana-mana kok.

Product Knowledge

Btw, Body Scrub, Shower Scrub, dan Body Lotion dari Scarlett ini mengandung GLUTATHIONE dan Vitamin E yang notabene berfungsi untuk mencerahkan, melembabkan, dan menutrisi kulit. Produk-produk scarlett juga telah terdaftar di BPOM. Buat teman-teman yang mau mengecek keasliannya, bisa langsung scan hologramnya :). Sssst, produk dari scarlett proses pengujiannya tidak dilakukan pada hewan.

Harga satuan produknya dibandrol 75 ribu/produk. Tapi, kalau mau membeli paketan akan lebih hemat. Untuk paket hemat yang berisi 5 item produk, harganya 300 ribu dan mendapatkan box exclusive.

Testimoni

Selama hampir satu bulan memakai body care, baik body scrub, shower scrub dan body lotion-nya membuat kulit saya lebih lembab. Bahkan saya lebih percaya diri karena ternyata memakai rangkaian body care-nya secara rutin setiap pagi dan sore membuat kulit saya lebih cerah dari sebelumnya. Ini mengindikasikan kalau kandungan glutathione dan vitamin E berfungsi dengan baik.

Aromanya pun membuat saya lebih rileks dan yang tidak kalah penting kemasannya tidak mudah tumpah. Saya punya balita yang sedang aktif eksplorasi. Jadi pas masuk ke dalam tas dan dia ingin mencoba membuka tutup hand body butuh bantuan saya, hehe. Setelah habis, sepertinya saya ingin repurchased. Selain suka dengan produknya, harganya juga affordable. Bahkan bisa lebih murah kalah pas lagi ada promo di marketplace.

How to buy?

Makin jatuh cinta dengan produk Scarlett deh. Mulai dari face care dan body care-nya bisa menemani me time saya. Kalau teman-teman mau ikutan nyobain produk-produknya, bisa order melalui whatsapp (0877-0035-3000), line (@scarlett_whitening), dm instgram @scarlett_whitening, ataupun shopee (Scarlett_whitening). Kalau saya biasanya kepo di shopee sekalian dapetin free ongkirnya :). Saya dapat box exclusive yang sudah dipakai buat mainan Ray. Sebenarnya box ini reusable, tergantung teman-teman mau memfungsikan jadi apa. Paketannya pun dibungkus dengan aman karena dibalut dengan bubble wrap.




Read More »

Belanja Kebutuhan Rumah Tangga di Masa Pandemi

Masa pandemi ini membuat kami sekeluarga mengubah beberapa kebiasaan sehari-hari. Apalagi saya memiliki bayi dan orang tua yang notabene memiliki komorbid, tentunya lebih ekstra hati-hati lagi. Dulu, meskipun work from home, sesekali saya masih masuk kantor seharian untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan. Berangkat ke kantor dengan naik kereta sekaligus menjadi momen me time saya agar tidak bertaring saat momong Ray dan Ben. Tapi sekarang? Saya work full from home.


Sebelum pemerintah mengeluarkan kebijakan PPKM-pun, saya sudah patuh untuk di rumah saja. Memberikan puk-puk dan peluk pada diri sendiri kalau saat ini terlalu beresiko keluar rumah tanpa alasan yang sangat penting. Mengurangi jajan di luar dan memilih memasak sendiri. Menciptakan beberapa aktifitas kegiatan untuk anak-anak agar mereka tidak jenuh di rumah. 

Sebelumnya, belanja groceries dan toiletries sering ke supermarket langganan kami yang harganya lebih murah. Tapi saat ini, saya lebih memilih belanja kebutuhan rumah tangga secara online. Belanja sayur juga membuat list dan titip ke tetangga yang jualan keliling. 

Sabun cuci, sabun mandi, skincare, vitamin, baju anak-anak, diapers bahkan beli buah dan segala kebutuhan rumah tangga lainnya saya lakukan secara online. Momen flash sale atau diskon tiap bulan menjadi hal yang istimewa untuk saya nantikan. Selain mendapat potongan harga, saya juga dapat free ongkir

Belanja Rumah Tangga untuk Orang Tua dan Mertua

Saya menyadari, pandemi ini banyak teman-teman saya yang banting setir berdagang. Menjual apa saja yang menjadi trend atau kebutuhan sehari-hari. Menjual masker, hand sanitizer dan beberapa barang lainnya yang sebelum pandemi merupakan barang tersier, saat ini menjadi barang primer untuk kami sekeluarga.

Untuk membantu kegiatan UMKM, saya biasanya berbelanja di tempat teman saya. Tentunya tidak memaksakan diri kalap belanja. Hanya belanja hal-hal yang saya butuhkan saja. Misalnya: teman saya jualan masker, daripada membeli di e-commerce, saya prefer membeli di tempat teman saya yang harganya tidak jauh beda. Jadi, membeli dengan sadar diri :).

Oh iya, saya dan suami membelikan beberapa kebutuhan untuk orang tua saya dan orang tua suami. Minyak, sabun cuci, sabun mandi dan vitamin biasanya kami yang membelikan. Makanya, beberapa kurir sudah akrab dengan keluarga karena setahun terakhir ini kami memang memanfaatkan belanja online untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kami. 

Memilih Jasa Pengiriman

Dari berbagai jenis jasa pengiriman, saya mau share tentang pengalaman kami menggunakan TIKI; salah satu jasa pengiriman andalan kami. Kebetulan suami saya juga jualan online jam tangan dan otomotif yang menjadi hobby-nya. Tiki menjadi pilihan ekspedisi yang memudahkannya dengan layanan jempol (jemput online)-nya.

Lalu, apa saja sih produk dan layanan Tiki yang membuat kami jatuh hati?

💝Cash On Delivery. Pilihan layanan bayar di tempat untuk pembelanjaan online di beberapa e-commerce tertentu. Pembayaran ini dilakukan saat kurir memberikan barang pesanan/barang saat diterima. Sebenarnya saya menyukai cash less, tapi waktu itu m-banking saya sedang terblokir, jadi saya memilih COD saja. 

💝E-signature, tanda tangannya secara digital pada saat terima paket. Ini saya lakukan sebelum pandemi, kalau saat pandemi begini biasanya kurir cukup memfoto barang saja.

💝Drive Thrue, gerai pengiriman barang yang memudahkan pelanggan melakukan pengiriman barang atau dokumen tanpa turun dari kendaraan dan buka selama 24 jam, lho. Tiki adalah pelopor dalam layanan ini. Kalau layanan ini baru ada di Jakarta, Duren Tiga, TB Simatupang dan di Pekanbaru. Kebetulan suami pernah menggunakan layanan ini untuk mengirimkan dokumen kantor di daerah TB Simatupang.

💝Email Notification, saya mendapatkan email pemberitahuan saat barang dikirimkan. Saya kira cuma saya saja yang mendapatkannya, ternyata yang menerima kiriman barang saya juga mendapatkan notifikasi di emailnya (kalau saya menuliskan di awal) saat barang tersebut diterima. Hal ini memudahkan tracking :). Selain ada email  notifikasi, sebenarnya saya juga bisa mengecek resi secara real time. Jadi nggak was-was karena bisa memantau posisi barang ada dimana.

💝Ada layanan asuransinya. Tiki juga memiliki layanan asuransi untuk tiap-tiap barang yang dikirimkan. Hal ini memberikan perlindungan untuk setiap paket saya dan sekaligus menambah keamanan saat pengiriman barang. 

💝Jempol gratis. Nah, layanan ini oke banget menurut saya. Karena berbasis aplikasi yang memudahkan penjemputan paket secara gratis tanpa pungutan biaya dari mana dan kemana saja tanpa minimum berat. Jadi, pembayaran ongkos kirim baru dilakukan kalau kurir menjemput barang ke rumah. Praktis kan? Apalagi di masa pandemi gini, kita nggak perlu keluar rumah buat kirim-kirim barang. Tinggal klik-klik dari rumah.

Buat yang di area Jakarta lebih mudah lagi, lho. Ada layanan PUTAR (Jemput Antar)! Layanan berbasis via whatsapp yang tentunya lebih mudah dalam mengirimkan paket dengan durasi pengantaran maksimal 3 jam. Bagaimana nggak jatuh cinta sama Jakarta kalau kayak gini coba? ehehehe.

Bertahan di Saat Pandemi

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, beberapa teman saya beralih berjualan online saat pandemi ini. Apa saja dilakukan untuk bisa bertahan di masa pandemi yang entah kapan selesainya. Apalagi kebijakan PPKM tambah panjang lagi. Memaksa kita di rumah, tapi dapur tetap mengepul :(.

Saling support satu sama lain agar setidaknya kita selalu waras melalui hari demi hari. Kemarin sempat ada yang tanya, "Goals kamu bulan ini apa aja, Ay?". Saya termenung dan tercekat sejenak. Karena saya sempat merasa bingung mengatur ekspektasi *cry*. Satu per satu sahabat terkonfirmasi covid. Rasanya campur aduk jadi satu. Jadi merasa takut untuk menentukan goals apa saja, karena bisa sehat dan waras sama anak-anak adalah hal yang luar biasa yang saya syukuri.

Pelan-pelan saya menguraikan perasaan. Tidak denial lagi. Kalau lagi sedih ya sedih, tidak pura-pura merasa harus kuat. Lalu mulai membantu teman-teman yang terkena dampak Covid dengan mengumpulkan dana bantuan melalui KEB (Komunitas Emak Blogger). Hal-hal seperti itu membuat saya lebih nyaman dan tenang.

Selain itu, saya juga mengirimi hampers atau bingkisan sebagai tanda cinta dan bentuk peduli. Isinya bisa macam-macam; kue, sembako atau kebutuhan lain yang dijual teman-teman circle saya. Lagi-lagi Tiki memudahkan saya untuk pengirimannya. Saya memilih #PakeTIKIAja karena memang layanannya benar-benar memuaskan. Saya #BeraniBerubah agar bisa melalui masa pandemi dengan baik. Salah satunya dengan membantu, menguatkan satu sama lain. Sekadar menanyakan kabar, memberikan virtual hug lewat whatsapp, ternyata itu bisa membuat hati meleleh.

#MakePeopleHappy dengan hal-hal sederhana yang ternyata bagi mereka saaaangat berharga.





Read More »

A letter to you

Mengenalmu, seperti bercermin tentang aku...


Kedekatan kita sekarang ini, bukan karena dibuat-buat, meski seringkali orang lain mengira kita janjian, entah dalam memilih sesuatu atau memutuskan sesuatu. Padahal itu lebih karena banyak kesamaan yang ada pada kita, terutama tentang nilai dan rasa.

Dulu, kita teman sebangku saat di kuliah tingkat satu. Aku masih ingat saat kamu menginap di kostku, bercerita ini itu. Sesekali mengantarmu naik bis Atmo. Memilih pekerjaan ini, aku juga tidak tahu kalau akan bertemu kamu seperti de javu. Mengulang hal-hal dulu. Apakah kamu tetap sama? Iya batinku. 

Akreditasi beli blezer bareng, mungkin baru kupake dua kali :D

Demi apa naik bis coba? Ahahah

Kalau mendapat teman yang baik adalah rejeki. Menjadi sahabatmu adalah rejeki terbaikku. Aku bisa menceritakan hal yang baik-baik maupun yang aku rasa tabu jika bercerita dengan yang lain. Tiga tahun terakhir aku mengingat, apakah kita berdua pernah berselisih paham? Dan aku tersenyum, terharu, karena jika pun ada, itu bukan prinsipil. Itu hal minor yang tidak menggoyahkan hubungan kita. Aku dan kamu tidak pandai berpura-pura, karena rasa yang bertaut andil bicara.

Diuji Waktu

Persahabatan akan diuji waktu. Mulai level ceceremes sampai yang pelik. Seberapa tangguh, seberapa kokoh, apakah kita akan lulus sampai akhir? Aku tidak akan pernah jumawa menjadi sahabat baikmu. Karena aku bisa saja terpleset, latah dan keliru. Tapi, aku harap kamu berani menegurku, memberikan puk-puk agar aku bisa ingat dan kembali.

Sampai sejauh ini, aku tidak akan pernah meragukan pilihanmu. Termasuk memilih nggak pake whatsapp dan kita hanya sms atau telpon saja, wkwkwk. Ketika orang lain menganggapmu weird memilih itu, aku tidak sama sekali. Bukankah itu mengingatkan kita sepuluh tahun lalu? Saat pesan sms begitu berharga dan justru lebih merekatkan kita?

Ujian pekerjaan tidak kalah menantangnya. Bagaimana kamu bisa memahami posisiku dan bisa mengambil alih peranku saat aku tidak mampu. Tidak sungkan menawarkan "Apa yang bisa dibantu, say?". Di detik-detik persalinan keduaku, kamu bahkan menanyakan apa yang bisa dilakukan untuk mengisi tangki oksitosinku agar gelombang cinta itu datang. Seakan tanla diaba-aba ketika pagi itu aku sedang badar melahirkan Ben. Kamu mengirimkan whatsapp dan pesan sms untuk menanyakan kabarku, memastikan aku baik-baik saja. Padahal aku tidak pernah sekalipun bercerita kalau aku sedang gulana mempersiapkan rasanya nyaman di tiap kontrasiku.


Di titik ini, aku sangat berterima kasih sekali. Karena aku memilikimu. Lagi-lagi kalau masih ada kuis who wants to be a millionaire, dan aku disuruh memilih opsi bantuan. Selain fifty-fifty, aku akan memilih phone a friend. Kamu yang aku tuju.

Kamu pernah bilang rusuh sekali tidak punya mbanking. Dan aku selalu lantang kalau kamu boleh tidak punya mbanking, tapi kamu msih punya aku yang punya beberapa, dan kamu bisa memakai aku sebagai tangan kananmu kapan saja sebagai mbankingmu. Kamu boleh rusuh dan berpeluh mengurus anak tiga. Berjibaku dengan pekerjaan yang tidak ada habisnya. Jika kamu ingin *pause* sejenak dari hiruk pikuk itu dan ingin egois sebentar menjadi diri sendiri, kamu kapan saja bisa menelponku, menumpahkan rasa apa saja. Dan aku akan menyimak dan mendengarkan tanpa menjedamu.

Sering aku membatin sesuatu, dan kamu pandai mengutarakannya dengan bicara. Kamu seperti bisa membaca isi hatiku yang aku pendam dan abaikan. 2 momen manis yang mungkin sangat berkesan dan aku selalu mengingatnya. Satu, saat kita berdua ke Arjes muter-muter sambil tertawa gila karena nyasar pakai gmaps, padahal harusnya kamu bisa saja kesal karena aku sudah percaya diri tau jalannya. Dua, ketika kita berdua awalnya tidak ingin mengikuti parade busana, tapi di detik terakhir kita memutuskan menyewa baju. Kita tidak janjian pakai baju apa dan menyewa pun di tempat berbeda. Dan voilaaa, kita memilih baju dayak yang sederhana. Beberapa langsung nanya "Kalian berdua janjian?" *manis banget*.

Pas acara ini kenapa kita ga foto yang proper ya? Wkwkwk


Dear Yuni,

Masih banyak yang ingin kutuliskan dan ceritakan sebagai nostalgia, tapi mungkin tidak akan pernah cukup. Jalan kita masih panjang dan mungkin akan diuji waktu. Please, hold my hand.

Hari ini, aku ingin berterimakasih, karena kamu dilahirkan dan dipertemukan dengan aku. Tetaplah menjadi baik, Dear! (Ngetik ini aku mewek *cemen bener emang*). Baik dalam tutur dan lakumu. Kalaupun berubah, semoga tetap dalam kebaikan.

Ya Allah, sayangi dan cintai ia. Sahabat baik yang sering mengingatkanku untuk selalu berjalan di jalan-Mu. 

Semoga Allah memberikan penjagaan terbaik buat Yuni. Peluk! 

Love-Ayaaa.


Read More »

Liburan Singkat di Masa Pandemi

Kondisi pandemi ini membuat saya sering merasa burnout. Honestly, semula pilihan work from home saya kira adalah pilihan terbaik karena saya bisa kerja dan momong anak di rumah. Realitanya saya justru sering merasakan kelelahan dan berujung emosi, huhu.


Dalam seminggu, saya memilih satu atau dua hari untuk work from office. Pilihan itu ternyata lebih membuat saya waras karena bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa gangguan domestik. Pun ketika di rumah, saya bisa momong dengan menyelesaikan beberapa pekerjaan yang bersifat administratif.

Nah, mungkin beberapa waktu lalu sudah mencapai puncaknya. Entah kenapa saya kehilangan ritme karena kerjaan overload dan saat di rumah kedua jagoan saya rewel bergantian. Suami pun merasakan demikian. On site di beberapa daerah dan ketika di rumah masih harus remote pekerjaan. Kerja kok kayaknya 24 jam nggak ada jeda, ya. Batin saya.

Liburan Nyaman dengan TRAC To Go

Saya dan suami menyadari kalau kami perlu jeda sejenak. Karena kalau dibiarkan berlarut-larut bisa berdampak kemana-mana, yang paling seram adalah kedua anak kami, huhu. Makanya saya menginisiasi buat liburan singkat. 

Kami berdua sepakat mengosongkan waktu 3 hari untuk refresh berempat bersama Ray dan Ben. Saya yakin, anak-anak juga membutuhkan itu, karena selama pandemi ini mereka berdua bermain di rumah saja. Karena ingin quality time, kami memutuskan sewa mobil via aplikasi TRAC To Go. Suami nggak perlu capek nyetir, tapi bisa menemani saya memegang Ray atau Ben.


Saya menyadari kondisi pandemi memaksa kita untuk bijaksana memilih. Jadi, meskipun bepergian, saya tetap selalu memerhatikan protokol kesehatan. Saya memilih hotel yang menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan tentunya tidak berkerumun. Selain itu, kami juga memilih transportasi yang telah menerapkan smart protokol: TRAC To Go.

Unit mobilnya TRAC To Go disemprot rutin dengan disinfektan setiap sebelum dan sesudah digunakan. Pengemudi yang bertugas juga dipastikan telah melalui pemeriksaan kesehatan, dan mewajibkan penggunaan masker serta sarung tangan. Dalam mobil disediakan hand sanitizer hingga menerapkan physical distancing dengan membatasi jumlah penumpang.

TRAC To Go Experience

Nah, saya mau mengulas tentang fitur terbaru TRAC To Go, nih. Ada fitur “Experience” yang dimiliki aplikasi TRAC To Go. Melalui fitur ini, kita dapat memilih paket wisata yang disediakan oleh masing-masing cabang TRAC yang ada di berbagai kota di Indonesia, lho. 

Saat mengulik fiturnya, dalam produk Experience ini juga tersedia berbagai pilihan akomodasi mulai dari mobil penumpang berkapasitas 4 orang sampai bus dengan kapasitas hingga 45 orang. Enaknya lagi, mereka bekerja sama dengan vendor-vendor terpercaya seperti hotel bintang 4 dan 5, tempat-tempat wisata, serta beberapa restoran yang otentik. Sehingga menjadikan layanan TRAC semakin lengkap untuk mengisi liburan keluarga.

Kami sangat terbantu dengan layanan ini. Benar-benar kemudahan dan kenyamanan dalam genggaman. Kita bisa klik-klik via aplikasi dan memilih paket yang dibutuhkan. Btw, seringkali ada promo yang membuat budget liburan lebih hemat.

Sekadar sharing, selain sewa mobil dengan pengemudi seperti yang kami  lakukan. Di TRAC juga bisa sewa mobil lepas kunci/self drive. Jadi teman-teman bisa pergi kemanapun dan bebas mengatur waktu perjaalanan dengan menyewa mobil lepas kunci. Don't worry, keamanan tetap terjaga kok. Karena ada jaminan kondisi mobil yang prima dan ada asuransi perjalanannya juga. Bisa menyesuaikan mau pilih sewa 12 jam atau 24 jam dengan opsi tambahan waktu atau perjalanan keluar kota sesuai keperluan kita. 

Kalau mau santai menikmati perjalanan, bisa memilih kayak saya tadi, sewa mobil dengan pengemudinya. Layanan ini sudah termasuk dengan sewa mobil, pengemudi, asuransi perjalanan, biaya bensin, tol dan parkir. Pengemudinya andal dan ramah banget. Makanya, yang punya dua batita seperti kami sangat menikmati adanya pelayanan seperti ini. Untuk mendapatkan promonya, teman-teman bisa cek berkala di fitur TRAC Go To Experience-nya.

Nah, buat teman-teman yang penasaran, kalian bisa download aplikasinya juga melalui Google Play Store maupun Apple Appstore, di bawah ini:
Ssst, kita tidak pernah tau pandemi ini kapan berakhir. Makanya kita juga perlu adaptasi sana sini. Terapkan smart protokol dan mematuhinya. 
Read More »