Featured Slider

Quality Time! Bermain, Belanja dan Bersantap Bareng Keluarga di Transmart Solo Pabelan

Bagi saya, keluarga adalah rumah. Sejauh apapun kaki pergi, keluarga adalah tempat kembali dan berbagi.

Hampir 6 bulan ini, hidup saya lebih berwarna. Banyak hal-hal baru yang harus saya pelajari sejak adanya Ray. Suami pun juga demikian. Contoh kecilnya saja, kami berdua kompak mantengin kalau ada diskon diapers. Hal yang sebelumnya belum pernah kami lakukan sama sekali. Haha.

Layaknya sebuah rumah, keluarga kecil saya ini adalah tempat berbagi. Saya masih ingat masa-masa baby blues, ketika menangis sambil menyusui Ray, saya terus menyugesti diri saya sendiri agar tetap "waras". Suami pun mengerti sekali, ketika mendapati saya sesenggukan tanpa sebab, ia memberikan pelukan dan menyemangati. Menguatkan bahwa saya tidak sendiri.

Mau apa? Mau diantar kemana? Tanya suami waktu itu. Alun-alun, jawab saya lirih karena takut dia marah. Benar saja, masa iya mau membawa bayi umur 10 hari ke alun-alun? Tapi memang saya mau itu. Dia sama sekali tidak menjudge saya sebagai istri manja, karena memang baby blues itu nyata adanya, dan saya tidak mengada-ada.

Pentingnya Quality Time dengan Keluarga

Suami membawa saya ke alun-alun. Di sana, saya duduk di mobil memeluk Ray. Sesekali kami diam bertiga, suami menikmati musik kesukaannya, dan saya memandangi Ray yang sedang menyusu sambil menghamburkan pandangan ke alun-alun yang sedang ramai karena ada acara.

Transmart-Solo-Pabelan
Family time!

Setelah itu, kami bicara dari hati ke hati sambil makan takoyaki. Ah, rasanya lega sekali bisa quality time seperti ini. Itu pertama kalinya kami quality time bertiga di luar. Waktu itu, saya bisa keluar memawa Ray bukan karena alasan ingin ke rumah sakit atau ke dokternya. Melainkan benar-benar keluar karena ingin menghabiskan waktu bertiga saja.

Sejak saat itu, kalau saya jenuh dengan rutinitas di rumah. Uring-uringan nggak jelas karena merasa yang dilakukan itu-itu saja, biasanya suami berinisiatif mengajak keluar. Begitu juga sebaliknya, ketika suami kelihatan suntuk dengan pekerjaannya. Saya yang menawarkan untuk pergi, "Yuk kita kemana?". Dan biasanya, sepulang dari quality time di luar, energi kami seperti di charger lagi.

Untuk pergi keluar atas nama quality time, saya dan suami mencari tempat yang nyaman dan aman buat Ray. Seperti beberapa hari yang lalu, kami menghabiskan waktu ke Transmart Solo Pabelan sebagai quality time keluarga kami.

Bermain, Belanja dan Bersantap Bersama di Transmart Solo Pabelan

Solo seperti rumah kedua, makanya saat berkunjung kesana, saya sudah tidak asing lagi. Pun bagi suami yang sebelumnya lebih sering ke Jogja. Nah, kali ini kami menikmati kebersamaan di mal yang baru dibuka per Desember 2017. Ngapain aja sih disana?

Bermain sepuasnya

Kami menuju lantai 3, Trans Studio Mini. Ada banyak wahana yang bisa dicoba. Suami mencoba beberapa wahana, salah satunya adalah roller coaster. Saya tahu diri karena membawa Ray, jadi lebih memilih wahana yang aman dan nyaman untuknya. Oh iya, harga tiap wahana berbeda-beda, mulai dari 4 ribu - 30 ribu. Untuk bermain di wahana tersebut, pengunjung harus membuat deposit card terlebih dulu. Setelah itu bisa bermain sepuasnya deh!

Transmart-Solo-Pabelan
Suami cengar cengir naik roller coaster, ahaha.

Transmart-Solo-Pabelan
Saya dan Ray nyobain wahana ini aja. Ray happy sekali :)

Kalau teman-teman berkunjung ke Solo, silakan nikmati wahana Solo di Transmart Pabelan ini. Selain untuk edutainment bagi anak-anak, juga bisa menjadi sarana stress released sekaligus refreshing keluarga. Jadi, tidak hanya anak-anak yang suka, tapi ayah bundanya juga bisa bahagia.

Belanja kebutuhan keluarga

Setelah puas bermain, kami turun ke lantai 2 melihat-lihat di counter baby & kids. Bagi saya dan suami, ada promo dan diskon diapers rasanya seperti surga, ahaha. Karena bisa menghemat keuangan keluarga.

Saya tidak mau berlama-lama di lantai ini karena takut kalap belanja, soalnya barang yang saya butuhkan ada di lantai 1, yaitu fresh market.

Saya memilih-milih buah dan rasanya pengen memborong semuanya. Fyi, buah-buahan di Transmart segar-segar dan manis. Kemarin saya mencicipi nanas dan jeruk, hmmmmm manis pisan!
Buahnya segar dan manis pisan!

Kata bidan, untuk memproduksi ASI, saya harus banyak mengonsumsi buah, sayur dan telur rebus. Saya pun mematuhinya dan memang terbukti produksi ASI buat Ray sangat melimpah. Makanya, kalau ada promo buah, sayur atau sumber protein hewani dengan harga murah, saya sangat sumringah.

Kemarin suami juga mengkode minta dibelikan cumi. Ah, itu salah satu favorit kami. Teman-teman di daetah Solo yang suka makan buah dan sayur serta daging/ikan, Transmart Solo Pabelan bisa menjadi rekomendasi tempat belanja. Kalau repot  memasak di rumah, sekalian saja dimasak di tempat, tinggal pilih mau dibakar atau digoreng. Praktis kan?
Siapa yang hobby makan cumiiiiì. Me!

Oh iya, sebenarnya, selain family time, kemarin saya juga menyempatkan untuk bertemu Blogger Solo di acara Blogger Gathering dengan Transmart Solo Pabelan.
Keakraban Blogger Solo

Dalam acara tersebut, Bapak Wasino selaku General Manager Transmart Solo Pabelan menyampaikan bahwa Transmart sedang ada program redbox project lho. Program ini berupa kegiatan seperti live music, beauty class, lomba masak, mewarna dan foto selfie. Jadi, selain belanja, kita bisa ikut lomba tersebut dan berpeluang memenangman hadiah yang totalnya jutaan rupiah. Ssst, siapa tahu bisa dapat grand prize mobil kan?
Bapak Wasino selaku GM Store Transmart Solo Pabelan

Program ini sudah dimulai sejak 1 Juli 2018 dan akan berakhir pada 31 Desember 2018. Daaan, Transmart Solo Pabelan yang menjadi pertama yang mengadakan program ini. Jangan sampai ketinggalan pokoknya. Kapan lagi ikutan Gebyar Hepi Hepi kayak gini? 💓

Ah iya, sekadar informasi, bagi teman-teman yang ingin mengadakan workshop atau lomba dengan jumlah peserta yang banyak. Transmart Solo Pabelan bersedia menyediakan tempat dan juga hadiahnya lho. Tentunya 1 Minggu sebelum acara tersebut menghubungi pihak Transmart Solo terlebih dahulu.

Bersantap sekenyangnya

Setelah capek bermain, belanja dan bertemu para blogger Solo, saya dan suami memutuskan untuk makan siang. Kami turun di lantai dasar dan memilih bebek semangat sebagai menu makan siang kami.
Bebek Semangat yang rasanya enak sekali :)

Nasi bebek sambal matah yang baru pertama kali kami cicipi dan ternyata enak sekali. Di tengah makan, Ray poop, huks. Di dekat bebek semangat ada nursery room yang nyaman. Saya mengganti popok Ray dan menyusuinya di ruang tersebut.

Di nursery room, Ray tertidur pulas. Setelah itu, saya menghampiri suami untuk meneruskan makan lagi. Ah, rasanya weekend ini bahagia sekali bisa family time bertiga.

Konsep 4 in 1 yang diusung Transmart memang terbukti membuat keluarga kami bisa menghabiskan waktu bersama; Bermain, belanja dan makan sepuasnya dengan bahagia. Oh iya 1 lagi, NONTON film suka-suka. Untuk nonton, mungkin nunggu Ray agak besar kali ya. Ehehe

Karena sekarang era digital, mantengin diskon nggak harus datang langsung ke tokonya. Kemarin saya coba cek ada promo apa saja yang berlangsung di website resmi Carrefour Indonesia, www.carrefour.co.id dan sudah memilih beberapa produk untuk dibeli. Nanti saat mau belanja ke Transmart Solo Pabelan, saya tinggal belanja produk tersebut dan membayarnya di kasir dengan menunjukkan promo tersebut. Biar nggak ketinggalan promo dan kegiatan menarik dari Transmart, bisa follow akun sosmednya ya:

IG:@transmartcarrefour/ @transmartcarrefourpabelan

Twitter: @transmart_IND

FB: Carrefour Indonesia

Selamat weekend teman-teman! Happy quality time bersama keluarga :). Dan ini cuplikan video keseruan kami di Transmart Solo Pabelan. Check out out!

Read More »

Pengalaman Memeriksakan Ray ke dr. Ani Isti, SpA Klaten


Saat Ray berusia 5 hari, saya agak kaget melihat tubuh dan matanya yang berwarna kekuningan. Suami pun merasakan hal yang sama. Saya lalu searching dokter anak yang praktik di hari itu dan bertanya kepada beberapa saudara mengenai informasi dokter anak yang rekomended.

Akhirnya saya memutuskan untuk memeriksakan Ray ke dr. Ani Isti, SPA. Beliau praktik di RSIA Klaten dan kliniknya juga. Nah, waktu itu saya memutuskan membawa Ray ke kliniknya, karena jam bukanya pas di sore hari (17.00-19.00) sesuai kebutuhan kami. 

Kliniknya nyaman

Oh iya, saya janjian sama Mbak Lingga. Dia mau ngasih susu buat booster ASI *terharu*. Mbak Lingga ternyata juga pernah memeriksakan bayinya ke klinik ini. Waktu itu bayinya kena kuning dan dirujuk fototerapi. Dan ternyata Ray juga mengalami hal yang sama dengan Fildza (bayinya Mbak Lingga), kena kuning, huhu. 





Kliniknya nyaman sekali. Area parkirnya luas sehingga tidak susah untuk parkir mobil. Di dalam klinik juga legaan, ada sofa untuk pasien menunggu. Di belakang juga ada area bermain untuk anak-anak meskipun hanya sederhana. 

Ada apotek juga yang berada di klinik. Jadi, resepnya bisa langsung ditebus di apotek itu. 

Saya dua kali kesana. Pertama karena Ray kuning, kedua saat Ray imunisasi BCG. Dan kenyamanan merupakan salah satu hal yang menjadi pertimbangan kami untuk memeriksakan Ray kesana. Nyaman dari segi tempat maupun pelayanannya.

Dokternya sangat informatif

Sebenarnya, saya sudah menebak kalau Ray itu kena kuning. Dokter Ani juga beranggapan sama saat melihat Ray pertama kali. Saya diberi rujukan untuk tes darah Ray ke RSIA Klaten.

Beliau sempat menanyakan ASI saya lancar atau tidak. Ray dijemur atau tidak kalau pagi hari. Saya pun bilang kalau ASI saya tidak ada masalah. Ray menyusu dengan baik setelah lahir. Asi saya juga keluar meskipun belum terlalu deras di hari pertama. Saya mematuhi saran suster untuk menyusui Ray tiap 2 jam sekali dan membangunkannya jika tidur untuk diberikan asi. Jadi kenapa bisa kuning? Huhu.

Dijemur nggak? Nah, 3 hari di rumah sakit memang tidak sempat dijemur karena anginnya cukup kencang dan suasananya kayak mendung. Mulai dijemur saat pulang ke rumah. Trus kenapa bisa kuning? Huhu.

Dokter Ani dengan sabar mendengar penjelasan saya. Beliau tahu kalau saya sudah melakukan semua seperti teori yang seharusnya, tapi kenyataannya Ray kena kuning juga. 

Oh iya, saya juga curhat tentang puting saya yang lecet. Sakitnya ampun-ampunan. Tiap menyusui Ray, saya menahan perih akibat luka lecet tersebut. 

Biasanya, puting lecet diakibatkan karena posisi menyusui yang kurang pas. Coba kalau pas posisinya, insya Allah bayi dan ibunya bakalan enak. Mau dikasih tahu praktinya? Tanya baliau. Saya mengiyakan dengan antusias. Ray mulai saya pangku dan beliau membenarkan posisi menyusu Ray. 

Sebaiknya aerola (bener ga tulisannya? :p), bisa masuk semua ke mulut bayi, sehingga ASI lebih deras saat bayi menyusu. Beliau menjelaskan sambil membenarkan posisi Ray dan tangan saya. Benar saja, saya tidak merasa nyeri lagi ketika Ray menyusu.

Tidak hanya itu, saya juga diajari membangunkan bayi ketika tidur dan tidak mau menyusu, yaitu dengan memencet telapak kaki bayi agak keras sehingga bayi membuka mulutnya. Saya pernah mencobanya ketika Ray tidur pulas dan enggan menyusu.

Pertanyaan-pertanyaan suami juga dijawab dengan bahasa yang mudah dimengerti. Maksudnya, ada beberapa istilah kedokteran yang tidak kami mengerti, beliau menjelaskannya dengan lugas. Karena ini pengalaman pertama memiliki anak, banyak hal yang baru kami tahu dan lagi-lagi dokter Ani dengan sumringah berbagi pengetahuannya.

Biaya

Untuk pemeriksaan bayar 70 ribu. Kalau ada resep obatnya dibayar terpisah di apotek.

Yang di daerah Klaten dan sedang mencari dokter anak yang kredibel dan supel, dr. Ani bisa menjadi referensi. Mau imunisasi atau memeriksakan anaknya yang sedang sakit bisa datang ke RSIA Klaten atau kliniknya.


Eits, saya mendoakan semoga anak-anak sehat selalu ya :)



Read More »

6 Esensial Tips Membuat Rambut Menjadi Lebih Lurus dan Indah


Rambut merupakan mahkota bagi perempuan yang perlu dijaga perawatannya agar lebih sehat. Bagi saya yang berhijab, tentu harus lebih ekstra dalam menjaga agar rambut tidak cepat rusak. Apalagi kalau sedang berada di rumah, tentunya keindahan rambut menjadi salah satu daya tarik agar terlihat lebih cantik di mata suami ❤.

Melakukan perawatan rambut secara teratur baik di rumah melalui penggunaan berbagai bahan alami seperti masker pepaya dan madu, atau menyisir dengan sisir catok yang berfungsi untuk meluruskan dan membuat rambut lebih indah. Kebutuhan nutrisi untuk rambut baik dari dalam maupun dari luar, hingga menjalani gaya hidup sehat adalah cara terbaik. 

Jika teman-teman ingin memiliki rambut yang tumbuh subur, lurus, berkilau dan terlihat indah, melakukan perawatannya tidak hanya ketika masih muda saja lho, melainkan juga saat nanti telah menua.

Tidak harus melulu pergi ke salon untuk melakukan perawatan rambut, tetapi melakukan perawatan sendiri dirumah menggunakan bahan-bahan alami bisa jadi pilihan tepat jika kita punya banyak waktu luang. 

Perawatan sendiri di rumah hasilnya tidak kalah jika dibandingkan dengan melakukan perawatan di salon. Hanya saja, kita memang harus pandai memilih treatmant dan melakukannya sendiri, sehingga kesannya terasa jauh lebih ribet dan merepotkan. 

Nah, bagi pecinta rambut lurus seperti saya, ada beberapa esensial tips untuk merawat rambut sendiri di rumah agar tumbuh lebih lurus dan indah. Apa saja sih? Yuk simak tips berikut:

Mulailah perawatan rambut dari kamar mandi

Rahasianya pilih shampo yang cocok untuk rambut kita. Cuci, bilas, dan ulangi kembali. Terdengar biasa saja bukan? Tapi metode ini sangat efektif untuk membuat rambut mendapatkan kelembaban yang cukup, sehingga rambut bisa tumbuh lebih sehat dan indah.

Oh iya, jangan lupa memakai conditioner atau masker rambut yang terbuat dari bahan-bahan alami, setidaknya seminggu sekali atau jika kamu punya waktu. Lakukan 2-3 kali seminggu. Ini sangat bermanfaat untuk mencegah agar rambut tidak kering dan rapuh akibat styling atau panas yang berasal dari catok pelurus rambut yang sering  digunakan.

Selain itu, perawatan rambut ini sangat efektif untuk menghindari agar rambut tidak bergelombang atau keriting serta bermanfaat untuk mencegah agar ujungnya tidak bercabang.

Pilihlah pelurus rambut yang aman seperti ​sisir catok

Sisir catok lebih direkomendasikan untuk membuat rambut lurus dan terlihat berkilau jika dibandingkan dengan catok biasa yang hanya mengandalkan panas tanpa bisa dikontrol. Tidak hanya menyebabkan rambut jadi kering, jika tidak pandai menggunakan catok kadang-kadang bisa membuat rambut terbakar dan terpotong. Huhu.

Jadi, sebaiknya beralih ke yang lebih aman dan bisa memberikan hasil positif *ntms*

Perhatikan apa yang  dilakukan setelah mandi

Banyak yang masih terbiasa memeras rambut setelah mandi. Bahkan tidak jarang menggunakan handuk yang digunakan juga untuk badan ketika akan mengeringkan air di rambut. Idealnya, handuk badan dan rambut harus dibedakan. Mengapa kamu perlu menggunakan handuk yang berbeda?
Handuk khusus untuk rambut bisa membantu mengurangi bakteri maupun kotoran yang berasal dari tubuh menempel di handuk dan berpindah ke rambut. 

Dengan begitu, rambut akan terjaga kesehatannya. Selain itu ketika mengeringkan rambut, hindari menggosok rambut dengan keras menggunakan handuk karena dapat menyebabkan masalah rambut seperti:
  1. Dapat menyebabkan rambut menjadi kusut dan susah diatur
  2. Menyebabkan folikel rambut berubah jadi kasar
  3. Menyebabkan kerontokan
Biasakan mengeringkan rambut dengan cara yang benar

Terbiasa buru-buru ke kantor menyebabkan kita menggunakan pemanas yang berlebihan untuk mengeringkan rambut. Hair dryer yang terlalu panas berpotensi menyebabkan kerusakan pada rambut. 

Agar rambut lebih sehat, bangun lebih awal di pagi hari dan mandi lebih dini menjadi pilihan agar tidak terburu-buru, apalagi bagi perempuan berhijab. Lalu keringkan rambut secara alami dan sebisa mungkin hindari penggunaan hair dryer yang berlebihan.

Perbanyak minum air putih

Agar rambut tetap lembab dan bisa tumbuh dengan subur serta kuat, pastikan kita minum setidaknya 8 gelas air per hari. Dan buang jauh-jauh kebiasaan hanya minum 1 gelas air setelah makan saja. Karena kebiasaan tidak sehat tersebut akan membuat kulit kita cepat kusut dan rambut mudah rontok.

Sudah berapa gelas minum air putih hari ini?

Biasakan diri berolahraga

Peran olahraga tidak hanya untuk menyehatkan dan menjaga kebugaran tubuh. Lebih dari itu, olahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan rambut dan kulit.

Jika ingin memiliki rambut yang tumbuh lurus dan indah, lakukanlah olahraga secara rutin minimal 5 jam dalam seminggu agar peredaran darah di dalam tubuh lebih lancar sehingga nutrisi bisa disalurkan hingga ke akar rambut secara lancar.

Nah, teman-teman tim rambut lurus apa curly? Jaga dan rawat rambut agar lebih sehat ya 😍
Read More »

Kepincut Keindahan Pulau Bali

Sungguh indah, di pulau Bali
Pulau Dewata, menawan hati
Sayang-sayang waktuku pulang
Teringat slalu di pulau ini


Angkatan 90-an tunjuk jariiiiiiii, ahaha. Lirik diatasi adalah penggalan lagu Cindy Cenora yang sempat hits pada jamannya 😅.  Waktu SD, saya benar-benar bermimpi kalau suatu saat bisa berkunjung ke pulau ini. Bahkan mimpi itu masih ada sampai sekarang. 

Dulu hampir mau berangkat piknik kesana. Tiket oke. Uang saku oke. Ijin orang tua juga oke. Tapi mendadak sakit yang membuat rencana saya "tertunda". Iya, saya lebih suka menyebutnya tertunda, karena suatu saat insya Allah bisa diijinkan ke pulau ini.

Meskipun belum pernah kesana, tapi saya hafal beberapa tempat disana. Tempat yang membuat saya kepincut setengah mati (lebay!). Kadang saya suka berimajinasi tentang indahnya Sanur, atau capeknya mengelilingi Taman Nusa, Pura Ulun Danau Bratan, Pura Besakih, Pantai Kuta dan buanyak lagi. Hafal spot-spot itu karena cerita teman yang pernah berkunjung kesana dengan bukti otentik foto selfie-nya.

Apa ga capek muter-muter di Bali? Duh, pastinya capek, tapi juga seneng kalau beneran bisa eksplore wisata di Bali. Budayanya, kulinernya dan tentunya keindahan alamnya. 

Rental Mobil

Nah, biar nggak ribet masalah transportasi, kata teman saya mending rental mobil saja. Jadi bisa fleksibel mau kemana-mana. Eits, tapi hati-hati kalau mau rental mobil di Bali, kalau belum pengalaman bisa kemahalan. 

Oh iya, setelah searching rental mobil di Bali, ternyata ada Omocars yang menyewakan mobil lepas kunci atau bisa dengan drivernya. Mengambil dan mengembalikannya bisa di bandara lho, gratis! Kan biasanya ada jasa sewa mobil, kalau diantar ke bandara tambah ongkos.

Ecotourism

Miris banget pas teman saya cerita kalau area Pantai Kuta banyak sampahnya, sehingga menyebabkan polusi, huhu. Jadi, keindahan Bali memang sangat memikat pengunjung. Tapi di sisi lain, kalau pengunjung tidak menjaga kebersihan, keindahan wisata tersebut akan tercemar.

Nah, yuk buat teman-teman yang mau ke Bali juga, jangan merusak keindahan wisatanya dengan membuang sampah sembarangan. Terlihat sepele sih, tapi hal ini sering diabaikan, huks.

Jadi, ecotourism ke Bali bisa menjadi pilihan yang tepat. Berwisata sekaligus memerhatikan lingkungan, sosial dan budaya sekitar.

Ada yang punya wishlist ke Bali juga? Yuk diaamiinkan sama-sama :)
Read More »

Selesai dengan Rasa Benci

Kemarin pagi saya sengaja bangun lebih pagi dari biasanya. Ada jadwal imunisasi Ray di puskesmas. Dari rumah udah berdoa moga-moga bidan yang sedang on duty bukan bidan "yang itu".

Jadi, saat hamil Ray masuk usia 7 bulan, saya memeriksakan ke puskesmas. Kebetulan ada jadwal imunisasi TT yang kedua juga. Kebetulan dapat bidan yang bikin saya kapok untuk balik lagi, huks.

Banyak bidan yang baik, tapi rejeki saya kok ya pas banget dapat "yang itu". Cara bertutur dan bersikapnya membuat saya memiliki benih benci terhadapnya.

Saya kekeuh minta imunisasi saja, tapi dia memaksa mau memeriksa. Padahal malam sebelumnya, saya baru saja dari dokter kandungan. Pas saya menjelaskan begitu, dia keras kepala ingin memeriksa. Dia juga mengomentari pedas buku pink kehamilan saya yang penuh dengan hasil usg dan kuitansi-kuitansi pembayaran saat ke dokter kandungan.

Tanpa bertanya babibu, dia menjadikan satu hasil usgnya dan disteples. Kuitansinya juga hampir dibuang tapi saya melarang. Kayak gini disimpen buat apa to, Mbak Mbak. Ucapnya ketus sekali.

Saya tipe orang yang tidak sengaja menyimpan nota, kuitansi, tiket kereta dsb di dompet. Entah dalam psikologi, perilaku saya termasuk apa. Dalam hal ini, saya menyimpan hasil USG untuk dokumentasi. Dan kuitansi-kuitansi itu belum sempat saya pisah dari buku pink. Tapi, bukan berarti orang lain bisa semena-mena menganggapnya sampah dan membuangnya tanpa permisi, kan?

Ah iya, yang membuat benih benci semakin subur adalah ketika dia memeriksa. Perut saya ditekan-tekan dan saya merasa kesakitan. Pengen kayang sama salto pokoknya, huhu. Komentarnya sepanjang pemeriksaan sama sekali tidak mengenakkan.

Saya merasa, hari itu saya merasa apes datang ke puskesmas. Sepulang dari puskesmas, saya mengadu pada suami, dia pun emosional karena melihat saya seharian merasa kesakitan di bagian perut. Sejak saat itu, saya tidak lagi periksa disana.

Berdamai dengan benci

Membenci orang lain akan membuat dada sesak saat melihatnya, semua yang dilakukannya terlihat salah. Dan itu tidak sehat (lahir batin).

Beberapa hari yang lalu, sebenarnya sudah 2x datang ke puskesmas dekat rumah lagi setelah kejadian hari itu. Pertama masih aman, karena bidan yang sedang on duty adalah bidan yang ramah sekali. Nah, saat kedua kalinya, saya bertemu lagi dengan ibu itu.

Saya berbisik pada suami ketika dia mondar mandir di depan ruang KIA. Rasanya tidak nyaman sekali.

Suami sempat menawarkan untuk pulang, tapi kepalang tanggung, saya tetap duduk di depan ruang KIA. Beberapa ibu juga berbisik, seakan yang nggak suka dengan ibu itu bukan saya sendiri.

Saya dipanggil ke dalam. Suami di luar karena ga tega Ray disuntik.

Ruangan hening. Saya mencoba mengendalikan perasaan tidak nyaman. Ibu itu mencorat coret kertas persetujuan imunisasi dan kesal sendiri karena berkas sebelumnya salah.

Anaknya panas, batuk pilek ga? Tanyanya (tanpa senyum). Semingguan ini iya, Bu. Jawab saya. 

Saya nanya hari ini panas, batuk pilek apa ga? Bukan minggu lalu. Deg. Saya baru menyadari kalau karakter ibu itu memang ga enak dan saya memutuskan untuk menghadapinya, ahaha.

Btw, saat itu, sebenarnya saya tidak benar-benar menghadapi ibu bidan yang menyebalkan. Tetapi, saya sedang menghadapi diri sendiri, bagaimana mengusir benci ini.

Biasanya, menghadapi orang seperti ini, ada 2 yang saya lakukan. Menghindar atau kalau dipaksa head to head, saya akan seperlunya. Soalnya, kalo udah kebangetan bencinya, saya ga bisa obyektif menilai. Huhu.

Sejak saat kemarin, saya sudah selesai dengan diri sendiri dan merasa rileks ketika keluar ruangan KIA. Bahkan saya menyalami ibu itu sambil bilang terima kasih plus senyum. Ibu itu agak canggung karena mungkin bingung diajak salaman dan diberi senyuman, ahaha. Mungkin juga, ibu itu tidak menyadari kalau setengah bulan terakhir, saya membenci perlakuannya.

Dan saya merasa tidak takut lagi untuk ke puskesmas. Bahkan tidak keberatan untuk diperiksa ibu itu. Kalo boleh jujur, beliau itu pintar. Melakukan segala sesuatu secara prosedur. Hanya saja, caranya tidak enak "di mata saya".

Yang penting, saya sudah selesai dengan rasa benci ini. Karena akan ada ibu-ibu atau bapak-bapak tipikal ini di beberapa situasi. Tentunya untuk menguji diri :)))


Read More »