Featured Slider

Pengalaman Menginap di Royal Safari Garden Resort and Convention Bogor

Beberapa waktu yang lalu, grup whatsapp saya ramai sekali membahas dibatalkannya kelulusan CPNS dikarenakan pemberkasannya tidak valid. Di instansi saya ada 2 orang yang dibatalkan, pertama karena dia ikut mendaftar 2 instansi dan ketahuan di tahap akhir. Yang kedua karena masalah akreditasi kampus yang tidak memenuhi kriteria instansi. FYI, dia  ikut formasi cumlaude yang mengharuskan akreditas kampus dan prodi wajib A.

Baca juga: Pemberkasan CPNS

Hal itu sempat membuat saya kebat kebit, jangan-jangan pemberkasanku juga nggak valid 😌. Saya membayangkan perjuangan kemarin bawa-bawa Ray tes awal sampai akhir dan mengurus betapa ribetnya pemberkasan karena syarat yang dipenuhi cukup banyak. Kalau ending-nya dibatalkan, entah bagaimana perasaan Bapak Ibu saya yang paliiing berharap anak gadisnya jadi PNS :D.

Butuh Piknik


Kalau uring-uringan terus, berarti tandanya jiwa raga beneran butuh piknik. Pengen banget staycation buat melepaskan penat sejenak. Makanya pas kemarin ditanya suami mau kemana, saya pengen nginep (lagi) di Royal Safari Hotel Bogor. Refleks aja kedua tangan ini searching promo hotel murah.

2 tahun lalu (lama banget, ya Allah :D), saya dan suami diajak menginap di hotel ini sama Mbak Era, Mas Joko, Dio dan Dea.

Review Royal Safari Garden Resort and Convention

Dulu pas datang kesana, depan hotel masih direnovasi. Mungkin sekarang udah tambah bagus. Makanya mupeng kesana lagi, ehehe. Mbak Era cek in dulu di resepsionis, setelah beres, kami diantarkan ke kamar. Ah iya, Mbak Era memesankan Kamar Komodo. Mbak Era sekekuarga double bed, sedangkan saya dan suami single bed.



Kamar kami jauh dari resepsionis, jadi harus memakai mobil untuk kesananya. Mobilnya diparkir tidak jauh dengan kamar. Sementara pegawai hotel mengantar dengan naik sepeda.

Sesuai namanya, tempat ini seperti mini zoo. Bahkan nama kamar-kamarnya juga seperti hewan di taman safari, seperti: Giraffe, leopard, cendrawasih dan nama binatang lainnya. Kalau mengajak anak-anak menginap disini bisa sekalian mengedukasi mereka tentang nama-nama binatang yang dilindungi.

Tidak hanya dipakai untuk nama-nama kamar, di sekitar Royal Safari ada tempat penangkaran burung. Kalau pagi, sekeluarga bisa jogging di sekitar lokasi.

Waktu itu pas hujan, jadi kami sekeluarga memilih istirahat di kamar. Komodo's room ini lumayan luas. Empuknya busa kamar tidur membuat kami tidur pulas sampai sore. Bangun tidur, suami menikmati welcome drink yang disediakan di kamar.


Oh iya, fasilitas kamar yang disediakan ada face and hand towel, perlengkapan mandi (shampoo, sabun, sikat dan pasta gigi). Ada safety box dan kulkas juga. Then, yang biasanya dibawa pulang: SANDAL HOTEL :p.

Saya langsung mengambil handuk dan mandi karena Mbak Era bilang kalau habis magrib kami akan safari malam di taman safari. Semula nungguin air panasnya tapi lama banget, huhu. Akhirnya pakai air dingin. Saya menelpon petugas hotel mengeluhkan hal tersebut dan mereka gercep banget responnya. Hasilnya, pagi hari nggak perlu nunggu lama buat mandi air anget :D.

Malamnya, kami seseruan di taman safari. Anak-anak seneng banget. Salah satu alasan mau kesini lagi karena ini juga. Kalau menginap di Royal Safari, para pengunjung diberi diskon 50% untuk menikmati serunya safari malam di Taman Safari.

Baca juga: Serunya Safari Malam di Taman Safari

Menginap sambil Belajar dengan Fasilitas Lengkap

Seperti yang saya ceritakan diatas. Selain menginap, anak-anak bisa belajar. Fasilitas yang disediakan Royal Safari Garden Resort & Convention sangat komplit.

Lahannya luas sekali, sehingga anak-anak leluasa bermain dan mengeksplorasi lokasi yang asri. Ada waterpark, danau buatan untuk naik perahu, rumah burung di beberapa titik. Selain itu, ada fasilitas buat out bond yang biasanya dipakai perusahaan untuk aktifitas karyawannya ketika family gathering.






Dio sama Dea nyobain permainan golf sama omnya :D. Dio juga sempat melihat pengunjung yang asyik main paint ball dan bom-bom car. Areanya benar-benar luas! Dio lari kesana kemari, kejar-kejaran sama Dea.

Fasilitas lain yang nggak kami coba adalah berenang, fitnes dan spa. Biasanya kami paling rajin berenang tiap staycation. Tapi kali itu, kami memilih keliling resort. Ditambah suasananya enak banget buat jalan-jalan.

Anak-anak naik gajah, kuda dan unta secara bergantian. Untuk naik gajah, kuda dan unta harus bayar 30k (kalau belum naik). Saya harus kembali ke kamar karena ada deadline kerjaan. Alhamdulillah wifi di kamar lumayan kenceng, sehingga setelah selesai mengerjakan deadline, saya mengirim report ke klien. Selesai. Dan saya bisa quality time nemenin Dio sama Dea lagi.

Sarapan Eksklusif



Kenapa eksklusif? Karena saya makan full sayur dan buah, ahaha *kidding. Yang nggak boleh dilewatkan adalah cerita tentang sarapan di Arumba Resto. Menunya enak! Mulai dari makanan pembuka, inti dan penutupnya pas di lidah kami.

Suasananya juga dibuat ala-ala Sunda. Ketika makan, pengunjung disuguhi live music Sunda. Saya nggak ngerti bahasanya, tapi lagunya easy listening.

Booking Hotel Murah

Cerita tentang ini seperti nostalgia sekaligus doa biar bisa staycation (lagi) kesini bareng Ray. Saya membayangkan Ray leluasa di-tetah (jalan tapi dipegangi kedua tangannya) di atas rumput Resort. Matanya berbinar melihat gajah, unta, kuda dan burung-burung yang ada di Royal Safari.

Saya langsung hunting hotel di Pegipegi. Siapa tahu harga kamar di Grand Safari Resort pas murah dan saya bisa langsung booking hotel ini. Untuk 3 minggu ini, hotelnya full booked :D.


Dan nemu harga yang pas di kantong dan waktunya. Baiklah, mari kita agendakan staycation, Ray! :)


Teman-teman mau Pegipegi juga? Kemana? Jangan lupa selalu bahagia ya :))
Read More »

Chat Feature, Inovasi Baru GOJEK untuk Memudahkan Bayar Patungan

Saat masih kerja di Jakarta, saya sangat terbantu dengan adanya GOJEK. Kalau sendiri, saya lebih memilih fitur go ride karena lebih cepat sampainya. Biasanya driver-nya lewat “jalan tikus” untuk menghindari macetnya Jakarta. Tapi kalau bareng teman-teman, go car bisa menjadi pilihan. Meskipun macet tetap enjoy karena bisa ngobrol di dalam mobil.

Ketika harus pindah Solo untuk melanjutkan kuliah, GOJEK menjadi andalan saya. Selain memenuhi kebutuhan transport, saya juga dimanjakan dengan mudahnya memesan makanan melalui go food.

Di kampus, saya memiliki 3 sahabat—Mbak Fine, Vina dan Wanda yang saya anggap sebagai friendship forever. Mereka adalah keluarga kedua saya di Solo. Nggak hanya membahas tugas-tugas kuliah, tapi kami sering membahas tentang impian, keluarga, pernikahan dan hal yang paling absurd lainnya.

Baca juga: Friendship goals

Kalau sudah asyik mengerjakan tugas, kami berempat malas keluar untuk membeli makanan. Apalagi kalau banyak deadline tugas, kami sering lupa waktu untuk makan. Kalau sudah larut malam, go food menjadi penyelamat untuk memesan makanan. Mbak Fine yang biasanya mentraktir kami. Dia sering banget mentraktir kami, saldo GO-PAY nya selalu full. Wanda biasanya yang rikuh karena sering ditraktir dan pernah berinisiatif menyelipkan uang untuk mengganti makanan yang sudah dipesankan Mbak Fine. Saat tahu, Mbak Fine mengembalikan uang tersebut.

Pernah juga saya mau order go food memakai handphone saya, Mbak Fine langsung mengulurkan handphone¬ miliknya. Dia bilang baru top up GO-PAY dan menyuruh saya memesan menu untuk kami berempat. Coba ada fitur yang membuat kami bisa #PatunganGampang, jadi bisa membayar kolektif tanpa harus rebutan siapa yang bayar. Honestly, saya juga merasa nggak enak kalau terus-terusan ditraktir. Biasanya orang-orang bingung kalau nagih uang buat ganti traktiran makan, kan? Kalau saya kebalikannya. Gimana cara mudah membayarnya, apalagi pembeliannya dilakukan kolektif.

Patungan Gampang melalui Chat Feature

Beberapa waktu yang lalu, saat saya menggunakan aplikasi GOJEK, ternyata ada inovasi tebaru dari GOJEK. Namanya chat feature. GOJEK sebagai penyedia layanan mobile on-demand dan pembayaran digital multi-servise menjawab permasalahan saya dulu yang bingung ketika harus membayar patungan untuk makan.


GOJEK menghadirkan inovasi karya anak bangsa yang semakin memudahkan pengguna setianya (kayak saya, salah satunya). Kali ini, GOJEK merilis chat feature, fitur chatting antar teman yang tersedia di aplikasi GOJEK. Jadi, inovasi terbaru dari GOJEK ini memudahkan para penggunanya untuk ngobrol dengan teman-teman di aplikasi GOJEK-nya. Dengan fitur tersebut, memudahkan penggunanya untuk membayar secara kolektif sehingga patungan membayar menggunakan GO-PAY lebih mudah. Seperti tujuan GOJEK membuat fitur ini, yaitu: #PatunganGampang 

Saya nggak perlu rikuh dan khawatir lagi kalau misalnya nanti mau order go food barengan sama teman. Fitur ini sangat membantu lho! Apalagi masalah uang dalam pertemanan sangat riskan. Untuk pembayaran secara kolektif, para penggunanya bisa chat dan membuat grup langsung di aplikasi GOJEK. Oh iya, fitur ini bisa dipakai untuk membayar arisan juga. Jadi secara langsung berguna untuk menagih yang lelet bayarnya. Nah, yang memiliki problem kayak gitu, fitur chat di GOJEK bisa dipakai, nanti bisa langsung memakai GO-PAY untuk membayar arisannya. 

Split-Bill Feature

Selain chat feature, GOJEK juga meluncurkan split-bill feature. Wah, saya seperti menemukan aplikasi patungan yang memudahkan saya dalam melakukan pembayaran secara kolektif. Inovasi fitur split-bill merupakan fitur tambahan yang ada dalam chat feature. Adanya fitur ini membuat fitur chat lebih unggul dibandingkan dengan fitur chat yang sejenis. Hal tersebut memungkinkan kita untuk langsung mentransfer uang dalam bentuk GO-PAY kepada teman lainnya. Bahkan bisa patungan juga ke sama semua anggota yang berada dalam group chat, lho! Dalam hal ini, pastikan teman kita sudah meng-upgrade akun GO-PAY nya agar bisa mengirimkan GO-PAY.

Setelah mengulik fiturnya, split bill ini terbagi menjadi 2. Pertama, fitur ini bisa membagikan total biaya patungan secara bagi rata. Ini bisa dipakai untuk tagihan arisan yang biasanya sama rata pembayarannya. Atau juga dipakai ketika memesan menu yang sama di go food. Jadi, pembayarannya bisa sama rata. Dengan fitur ini, kita nggak perlu sungkan lagi menagih teman-teman yang susah buat patungan. Atau tidak perlu sungkan membayar ketika tidak mau ditraktir, hehe.

Kedua, fitur split bill bisa membagikan total biaya patungan beda-beda. Ini berlaku seperti case saya ketika Mbak Fine, Wanda, Vina dan saya memesan go food dengan menu berbeda yang menyebabkan patungan per orang berbeda.

Untuk memudahkan perhitungan patungan, GOJEK juga menyediakan kalkulator di dalam fitur split bill ini. Apalagi kalau menu yang dipesan beda-beda, biasanya kita sudah lieur pembagiannya dan malas menghitung secara manual. Tetapi dengan fitur split bill yang dilengkapi dengan kalkulator memudahkan kita menghitung total biaya yang harus dibayar masing-masing. Sehingga kita tidak khawatir untuk salah hitung.

Split bill ini inovasi awal GOJEK. Fitur-fitur lainnya akan diluncurkan GOJEK untuk memudahkan penggunanya biar nggak rikuh lagi nagih uang patungan *eh.

Saya mengapresiasi terobosan GOJEK yang belum pernah dimiliki aplikasi sejenis (super app) di Indonesia. Teman-teman mau nyobain fitur terbaru dari GOJEK juga? Kalian bisa menemukannya di bagian paling bawah aplikasi GOJEK yang berada diantara tombol pesanan dan tombol inbox.

Setelah di-klik, kita bisa langsung mulai chatting sama semua teman-teman yang ada di phone book dan tentunya yang memiliki aplikasi GOJEK.


Setelah bisa memulai chat, kita bisa langsung membuat grup chat lho. Kalau mau mulai bayar patungan, tinggal klik nomor teman tempat bayar patungan, trus transfer jumlah uang patungannya deh.

Kalau mau nagih juga nggak rikuh lagi. Tinggal membuka grup chat yang sudah dibuat tadi. Lalu klik "minta", sistem GOJEK sudah otomatis membagi berapa nominal yang harus dibayar masing-masing sesuai pesanan melalui fitur split bill tadi. Dan voillaaa, otomatis menarik dari Go-Pay deh tagihannya. Gampang banget kan!
Read More »

Makan Siang Bersama Keluarga di Sop Iga Jowin Klaten

Bisa jodoh menemukan masakan iga yang pas di lidah dan bersahabat di kantong membuat saya bahagia :D. Pas bumbunya, pas empuk juga dagingnya. Kalau di Klaten, saya tidak akan sungkan merekomendasikan Sop Iga Jowin.

Lagi-lagi saya dikenalkan mertua saya dengan warung makan yang enak. Beliau memang hobby mencicipi kuliner baru. Prinsip beliau, kalau nggak enak atau terlalu mahal, ya besok nggak bakal datang lagi. Berbeda dengan saya dan suami, kalau sudah menemukan tempat yang pas, enggan mencoba kecuali ada rekomendasi. Oh iya, jadi inget kalo Pak Mertua pernah ngajak makan siang ke Mbantul, ahaha. Klaten-Mbantul itu 1.5 jam shay, dan itu cuma buat mencicipi kuliner aja. Nggak ada urusan lainnya. Untung enak, kalo nggak (yaaa jajan yang lain).

Baca juga: Ingkung Warung Ndeso Mbantul

Pas dikasih tahu Pak Mertua kalo sop iga jowin jempolan, saya percaya, karena lidah Pak Mertua dengan saya sebelas duabelas. Benar saja pertama kali mencicipi sopnya, aroma bumbu rempahnya kuat. Selain itu disajikan dengan kuah panas. Enak banget!

*kuah panas itu maksudnya kuahnya puanas bangeet hingga uapnya mengepul. Karena ada lho yang jualan sop atau soto atau kuliner yang memakai kuah lainnya, kuah yang disajikan panasnya kurang nampol, sehingga mengurangi rasanya :(

Tidak hanya saya dan suami yang ketagihan jajan disini, tetapi bapak dan ibu saya sudah beberapa kali makan siang di warung Jowin ini. Kayak hari ini saya membawa Lintang untuk makan siang. Eh ternyata dia pernah datang kesini sama pelatihnya. Hmm, asyik dateng kesini, makanannya enak! Katanya.

Menu andalan

Nah, menu khas disini adalah iga. Saya pernah mencicipi sop iga dan iga bakar. Dua-duanya enak pake banget. Kalau pesan iga bakar tetap dikasih kuah di mangkuk kecil. Jadi tetap bisa merasakan segar rempahnya. Selain itu ada acar sama sambalnya juga dikasih di atas piringnya.


Kalau sop iganya nggak ada tambahan acar. Hanya sop saja yang isinya kentang, wortel, loncang, irisan bawang, sledri. Lengkap! Rasanya khas. Bapak saya yang sudah sepuh biasanya anti iga atau daging karena alot dan gigi beliau linu kalau harus mengunyah keras. Tapi pas diajak kesini, beliau langsung mengerlingkan mata sambil bilang "Kok enak ya?" :D.

Apakah hanya menjual iga saja? Tentu tidak! Ada ayam goreng, rawon sama sop manten. Saya juga sudah pernah mencicipi ayam gorengnya. Lumayan enak. Tapi tiap kesini seringnya memesan iganya. Kalau rawon sama sop manten belum pernah nyobain, jadi maafkan kalau nggak bisa komentar banyak :p.

Untuk minum biasanya saya memesan es teh manis. Rasanya juga pas. Es batunya kristal yang bentuknya silinder. Gulanya pake gula batu. Ada menu beras kencur sama gula asem juga, tapi menurut saya nggak cocok buat saya karena mengakibatkan saya cepat haus. Jadi paling pas ya es teh.

Tempatnya bersih dan nyaman

Kalau dulu pertama kali kesini, tempatnya belum luas seperti sekarang. Dulu hanya tempat duduk depan saja yang berhadapan dengan kasir. Tapi sekarang lebih luas karena sebelah samping sudah dipakai untuk tempat makan juga.

Tempatnya nyaman dan bersih. Sirkulasi udara dan cahayanya bisa langsung masuk, jadi pas makan terasa sejuk. Disini nggak ada lesehan, semua pakai meja dan kursi. Tempat favorit saya di sofa paling ujung. Selain bisa bebas rokok, saya bisa menidurkan Ray dengan nyaman.

Parkirnya cukup luas. Meskipun ramai pengunjung, saya belum pernah kesulitan mencari parkir. Biasanya dibantu salah satu karyawannya kalau tidak ada tukang parkir.

Pelayannya kebanyakan sudah agak sepuh. Mereka sopaaan banget kalo nawarin menu atau menyajikan menu ke pelanggan. Bahkan pernah ditanyain tentang rasa sopnya. Kurang apa. Enak apa nggak. Mungkin untuk bahan evaluasi mereka.

Harga

Satu porsi iga dibandrol 22 ribu. Tambah nasi putih 3 ribu. Jadi 25 ribu. Es teh 3 ribu. Duh udah kayak kasir aja :D. Menurutku, harga segitu worth it banget. Karena pernah beli iga bakar seharga 35 ribu dan rasanya zonk.

Eh tapi mahal murah itu relatif, ya :p.

Pokoknya kalau lagi main ke Klaten dan pengen yang seger, sop iga Jowin bisa jadi referensi teman-teman.

Lokasi

Jalan Kopral Sayom, Ngentak, Mojayan, Klaten. Buka mulai jam 10 pagi sampai habis.

Bakalan balik jajan kesini ga? Tentu!
Read More »

Membuat Kreasi Bento untuk Bekal si Kecil Bersama SeowiwiXKEBSolo

Hari Minggu kemarin, saya gamang mau ke Solo apa tidak. Cuaca di Klaten hujan sejak subuh. Tiket kereta pulang pergi sudah di tangan, tapi kok hujannya nggak berhenti, huhu. Saya beli tiket kereta yang jam 9.44, jadi masih agak legaan. Dalam hati, kalau misal hujannya nggak reda sampai jam 8, saya batal ke Solo :(.
Jam 8 akhirnya matahari terik dan hujan perlahan reda. Yay! Akhirnya saya memutuskan untuk ke Solo (juga). Menyiapkan keperluan Ray dan siap-siap berangkat ke stasiun.

Seperti biasa, Ray senang diajak naik kereta. Sesampainya di Stasiun Purwosari saya lalu naik ojol ke Seowiwi. Bayar 2 ribu *dibahas :D. Mungkin Ray sudah hafal Stasiun Purwosari. Sebelumnya pernah juga sempat menunggu agak lama di stasiun ini ketika menghadiri acara KEB Intimate.

Baca juga: KEB Intimate, Ketika PErempuan Bicara dengan Karya

Di Seowiwi sudah banyak ibu dan anaknya yang antusias mengikuti acara ini: (((membuat kreasi bento))).

Kreasi Menu Bento

Oh iya, menu bento hari ini namanya: Onigori dan Omurice. Makin siang makin banyak yang datang. Btw, acara ini merupakan kerjasama KEB chapter Solo dengan Seowiwi. Ada 16 peserta yang ikut. Sebenarnya ada lebih dari itu, tetapi beberapa berhalangan hadir karena anaknya sakit :(.

Sebelum memasuki acara, pihak Seowiwi membagikan bahan untuk membuat menu bento. Ada nasi putih, nasi goreng, rumput laut, sosis, tomat, telur, wortel. MC andalan KEB Solo, Ana Ike, menyapa para peserta dengan suara khasnya. Awalnya suara mic-nya mantul, ahaha. Jadi suaranya sedikit menggema. Hal itu tidak menjadi masalah karena dia luwes banget menghandle audiens.


Mbak Ety Abdoel, memberikan sedikit sambutan dan ucapan terimakasih kepada para peserta yang sudah mau berpartisipasi dalam acara tersebut. Tidak lama kemudian, acara membuat menu bento dimulai. Mbak Ambar Pudjiningsih yang sering membuat menu bento (beliau sering mendapat pesanan bento) memberikan tips bagaimana cara membuat bento. Tangannya lihai banget membentuk nasi kepal. Kelihatannya sih sepele dan gampang, tapi praktiknya susyah, sist! :p

Dalam acara tersebut disediakan macam-macam cetakan. Jadi, paling simple, nasinya memang dicetak saja. Beliau menyebutkan pengalamannya membuat bento, dengan bahan 50 ribu, beliau bisa menjual kreasi menu bento seharga 150 ribuan. Wow! Hampir 3x lipatnya ya. Ini bisa menjadi bisnis yang menjanjikan. Selain bisa membuat menu buat si kecil, kalau mau serius, bisa sekalian dijual.


Oh iya, kalau belum punya alat untuk mencetak bentuk nasi, bisa banget dikepal dan dibentuk menggunakan tangan. Disarankan mengepalnya saat nasi masih dalam kondisi hangat karena lebih mudah membentuknya.

Acaranya seru! Anak-anak juga ikut membuat lho membantu ibunya menghias bento. Ada yang membuat kumis dengan rumput laut. Ada juga yang membuat rambut dari irisan telur. Mereka sangat antusias dan menikmati acaranya. Hasil bentonya bagus-bagus :)))




Banyak doorprize


Selain membuat kreasi menu bento, panitia juga menyiapkan hadiah lho! Buat anak-anak maupun ibunya. Kalau anak-anak diminta untuk menyanyikan lagu, menyebutkan ulang tahun ibunya dan permainan seru lainnya. Yang benar menjawab dan berani maju, mereka dapat hadiah dari panitia. Untuk ibu-ibu milenial lombanya mengunggah foto hasil bentonya ke instagram.

Saya senang bisa mengabadikan momen acara tersebut lewat video dan foto. Ray juga tidak rewel karena senang banyak temannya. karena kecapekan, dia tertidur saat saya shoot video :D. Sampai selesai acara Ray tidur nyenyak. Bangun ketika sampai di Stasiun Purwosari. Di sepanjang kereta, dia aktif banget. Kirain mau tidur lagi. Ternyata sampai Klaten dia excited banget mengeksplore kereta :D

Panitia dan peserta

Terimakasih semuanya. Tunggu acara KEB Solo selanjutnya, ya.

*Sumber foto dipotret oleh Ranny Afandi-fotografer kecenya KEB Solo :*


Read More »

Iqbal Jadi Imam Salat

Rasanya amazing banget pas saya minta Iqbal buat jadi imam salat magrib dan ternyata dia mau. Sebelumnya saya beberapa kali memintanya, tapi dia belum siap. Dan kemarin ternyata dia mau *terharu.



Dia membaca surat al ikhlas dan al kautsar. Surat pendek yang mampu dia hafal dengan lancar. Dan tentunya membuat dia percaya diri menjadi imam salat. Saat ini dia kelas 3 SMP, 13 tahun. Ya Allah, rasanya baru kemarin nggendong dia, nyuapin, ngajak mainan. Lha kok sekarang sudah remaja. Tingginya sudah melebihi saya.

Bagi saya, Iqbal itu unik. Beda sama adik-adiknya *yaiyalah, kan tiap anak beda-beda* :D. Kalau Lintang dan Khansa itu ekstrovert, tapi Iqbal cenderung introvert. Maunya sulit ditebak, makanya saya sering cerita apa saja ke dia. Dan sesekali dia nimpalin cerita juga.

Anak seusianya sudah fasih naik motor dan sekolah pun membawa motor. Saya yakin dia juga pengen, tapi pas bapaknya bilang "belum boleh", dia nurut. Karena tahun ini, Iqbal bakalan nyari sekolah SMA, saya nggak henti-hentinya cerita soal motivasi sekolah. Nanyain nanti mau sekolah dimana, pengen nglanjutin kuliah apa ga (hello, 3 tahun itu cepet banget lho, makanya sekalian nanyain nanti mau kuliah apa ga). Trus nanyain pelajaran apa yang paling susah. Jawabnya matematika :( *toss dulu, Le!

Ikut Les

Karena tahu kelemahannya adalah matematika, saya berinisiatif untuk memberikan les. Sekalian buat persiapan ujian. Entah kenapa saya jadi lieur sama istilah-istilah pendidikan jaman now. Sebelum nyari les, mbak-mbak registrasi nanyain kurikulum apa yang dipake di sekolah Iqbal *pijet kening.

Udah dapet les. Cocok sama jadwalnya. Iqbalnya juga mau. Alhamdulillah. Seminggu masuknya 4x dan saya tahu banget kalau ada fase saat Iqbal bosan. Sesekali memberikan pelukan atau puk-puk biar dia tetap semangat les. 3 bulan doang sampai ujian selesai.

Iqbal nurut. 

Sebentar lagi dia kelas 1 SMA. Seragamnya putih abu-abu. Sekarang lagi males-malesnya ikut keluar bareng sama keluarga. Bukan karena apatis, tapi memang dia lagi suka main sendiri atau bareng temen-temennya. Kalau nggak ikut pergi. Pengennya kan formasi lengkap, tapi apa daya kalau anaknya sudah punya privacy sendiri. 

Seringkali kakungnya nyuruh saya ngrayu biar ikut dinner bareng. Sesekali berhasil, tapi selebihnya Iqbal menjawab dengan diam tanda tak mau. Atau kalau saya agak memaksa, dia baru menjawab pengen di rumah, lagi malas keluar.

Duh ya, kenapa jadi ngalor ngidul mbahas Iqbal. Yang jelas saya terharu. Anak yang kemarin digendong-gendong sekarang sudah besar. Sudah jadi imam salat saya.
Waktu Iqbal makmum Kakung. Dia masih TK
Semoga selalu menjaga salatmu, Le. 
Read More »