Featured Slider

Sinergi Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkualitas


Water is life, and clean water means health” — Audrey Hepburn

Beberapa waktu lalu, sebelum corona, saya amazing memerhatikan kakak ipar saya yang kehabisan air di rumahnya, sehingga harus mengisi air ke dalam galon saat di rumah Ibu mertua. Fyi, meskipun rumah kami sama-sama di Klaten, tapi ternyata kondisi cuaca dan ketersediannya berbeda, lho. Kakak Ipar tinggal di Surowono, Ibu mertua di Kemalang dan saya tinggal bersama orangtua di daerah Wedi. 

Rumah orangtua saya yang berada di Wedi, cuacanya ekstrim banget menurut suami. Kalau pagi masih dingin, beranjak siang panas menyengat. Meskipun sudah pakai kipas angin, tetap saja panas. Efeknya, beliau sering meriang karena menurutnya, cuacanya nggak enak. Kalau bagi saya yang sehari-hari mengalaminya, keadaan tersebut sudah menjadi hal yang biasa dan tidak memiliki efek di tubuh.

Cuaca di Kemalang memang lembab dan cenderung dingin. Nah, kalau sedang main ke rumahnya kakak ipar, bakalan lebih dingin lagi. Terbukti kedua anaknya yang lebih sering mengenakan jaket dan kaos panjang agar lebih hangat. Sampai sekarang pun tiap mandi selalu memakai air hangat.

Saya dulu berasumsi kalau kondisi ini dipengaruhi oleh letak geografisnya. Semakin dekat dengan Gunung Merapi, maka kondisinya memang lebih dingin meskipun sama-sama di area Klaten. Tapi setahun terakhir, saya menyimpulkan kalau perubahan iklim juga mempengaruhi cuaca, bahkan ketersediaan air di beberapa daerah.


Perubahan Iklim dan Ketersediaan Air Bersih

Source: pixabay

Saya sepakat sekali dengan pepatah Hepburn yang menganalogikan air sebagai kehidupan dan kualitas air bersih merupakan pemenuhan kesehatan. Saya bersyukur bahwa kuantitas dan kualitas air di daerah saya masih melimpah dan mencukupi. Namun, saya turut prihatin ternyata di dekat daerah saya ada yang mengalami kelangkaan air bersih. Tahun lalu tercatat jika 880 hektar sawah di Klaten gagal panen akibat kekeringan, huhu (Source: metrotvnews.com). Ditambah lagi, kakak ipar yang kebingungan karena di daerahnya juga mengalami kelangkaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Akhirnya, beliau dan keluarga harus mengungsi ke rumah mertua.

Teman-teman merasakan nggak sih kalau sebenarnya ada perubahan iklim yang saaaaangat mencolok. Saat musim penghujan terjadi banjir dimana-mana, eh ketika musim kemarau, di beberapa daerah dilanda kekeringan. Karena menyadari air merupakan hal yang vital dalam kehidupan sehari-hari, sudah seharusnya kita menghematnya. Setidaknya ada 3 benefit, saat kita ikut andil dalam menghemat air:

💓 Menghindari kekeringan

Adanya perubahan iklim berakibat pada musim kemarau yang lebih panjang. Nah, ketika kita menggunakan air secara bijaksana, hal tersebut dapat menekan dampak kekeringan karena kita memiliki stok cadangan air yang digunakan sehari-hari. Bahasa sederhananya, saat kita berhemat, maka air yang kita miliki dapat digunakan untuk beberapa kegiatan lainnya. Sehingga saat musim kemarau pun, stok air masih mecukupi.

💓 Ikut menjaga ketersediaan pangan

Yang butuh air bukan hanya kita, tapi hewan dan tumbuhan pun juga. Adanya kualitas air yang bersih yang cukup, ekosistem hewan dan tumbuhan yang notabene sebagai sumber pangan manusia akan tetap terjaga. Nah, untuk menyediakan bahan pangan pun juga butuh air dalam proses pengolahannya, sehingga kalau airnya berkurang, maka akan mempengaruhi jumlah ketersediaan pangan juga, kan?

💓 Menjaga lingkungan

Yang terakhir adalah ikut andil dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Terdengar klise, tapi ketika energi yang digunakan untuk memroses atau mengalirkan air ke rumah-rumah, atau pusat-pusat industri, hal tersebut dapat mengurangi polusi, lho!

Antisipasi Ancaman Bencana Kekeringan

Jumat lalu (22 Mei 2020), saya mendengarkan streaming Kantor Berita Radio Indonesia yang bertajuk “Antisipasi Ancaman Bencana Kekeringan”. Topik yang sangat menarik karena selama satu jam saya menyimak 2 narasumber mengupas beberapa pilihan yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi kelangkaan air yang menjadi PR beberapa daerah di Indonesia.

Muhammad Reza narasumber dari Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air (KruHA) mengemukakan tentang pentingnya peran pemerintah dalam melakukan pencegahan kelangkaan air. Beliau juga menuturkan bahwa pemenuhan air merupakan hak asasi manusia sehingga pengelolaannya pun harus dilakukan oleh negara. Dalam hal ini saya sepakat dengan pendapat beliau kalau pengelolaan air harusnya dikuasai oleh negara, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 ayat (2) UUD 1945.

Yang nggak kalah seru adalah cerita Cak Purwanto, pendiri Yayasan Air Kita Jombang, Jawa Timur. Beliau terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan sosialisasi tentang pentingnya menghemat air. Selain itu, beliau juga aktif dalam kegiatan pendidikan non formal yang di dalamnya juga menyerukan tentang pemanfaatan air. Dalam hal ini beliau memberikan penyuluhan bagaimana memanfaatkan air hujan untuk dapat diolah lagi sehingga dapat difungsikan sebagai air minum.

Teman-teman juga bisa menyimak video lengkapnya di bawah ini ya:



Sinergi Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkualitas

Tahun 2018, saya masih ingat sekali dosen pembimbing saya senyum-senyum mengatakan kalau tesis saya sangat kontradiktif, ahaha. Di satu sisi saya mengkaji regulasi tentang perizinan yang ramah investasi, di sisi lain juga pengen menyeimbangkan dengan pelestarian lingkungannya. Dalam tulisan saya tersebut ada regulasi tentang perizinan pengelolaan sumber daya air juga yang pelaksanaannya mengganggu lingkungan atau tidak.

Menurut saya ada 3 hal yang seyogyanya dilakukan secara sinergi dalam pengelolaan air yang berkualitas, sehingga masyarakat tidak lagi menghadapi kelangkaan air. Menyambung pernyataan Cak Purwono, kalau permasalahan masalah air tidak hanya kuantitasnya saja yang langka melainkan kualitasnya juga. Makanya diperlukan solusi yang dilaksanakan secara sinergi untuk mengatasinya.

💘 Regulasi yang jelas

Diperlukan regulasi yang jelas terkait dengan pengelolaan air. Dalam hal ini, karena air merupakan kebutuhan vital masyarakat, maka seharusnya pengelolaannya dilakukan oleh negara, bukan swasta. Terkait dengan regulasi ini, masyarakat pernah menggugat UU No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air ke Mahkamah Konstitusi. 

Di tahun 2015 akhirnya Mahkamah Konstitusi membatalkan secara menyeluruh Undang-Undang tersebut dan membatasi partisipasi swasta di sektor pengelolaan air. Nah, dengan regulasi hukum yang jelas diharapkan dapat menjadi payung hukum untuk mewujudkan pegelolaan sumber daya air yang berkualitas untuk masyarakat.

💘 Ketegasan Aparatur Hukum dan Pemerintah

Saya tidak kaget ketika Mas Reza dalam wawancaranya di KBR menceritakan kalau di Pegunungan Kendeng ketika musim kemarau ada penampungan air alami yang digunakan untuk pengairan dan kebutuhan masyarakat sekitar. Namun ironisnya digunakan sebagai objek tambang. Hal tersebut dilegitimasi oleh perizinan yang dimiliki oleh pemillik tambang, huhu.

Selain ada regulasi yang jelas, sikap aparat hukum dan pemerintah harus tegas menindak hal tersebut. Karena hal tersebut dapat mengakibatkan kelangkaan air dan merusak kualitas air sehingga dapat merugikan masyarakat.

💘 Kultur Masyarakat

Di poin tiga ini, kita ikut berperan besar dalam penggunaan air secara bijaksana dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini harus dilakukan secara continue agar menjadi kebiasaan. Apa saja sih aktifitas sederhana yang bisa kita lakukan? Yuk simak sama-sama!

Menutup dan mematikan keran saat melakukan aktifitas lain
Hal sederhana yang bisa kita lakukan adalah menutup keran dengan rapat dan tida menetes. Kalau habis wudhu seringkali saya memastikannya karena biasanya Ray kurang rapat memutar kerannya. Lalu, jika masih beraktifitas lain seperti: cuci piring, menggosok tangan dengan sabun, kerannya dimatikan saja. Apalagi saat ini musim pandemi kita dianjurkan untuk giat mencuci tangan. Agar tidak boros air, saat posisi menggosok sela-sela tangan dengan sabun, kerannya dimatikan.

Memilih deterjen yang ramah lingkungan
Apa ada? Tentu! Silakan teman-teman searching sendiri jenisnya. Jadi, deterjen yang saya pakai tidak banyak busa tapi tetap bersih saat dikucek atau digiling dalam mesin cuci. Saat tidak banyak busa yang dihasilkan, saya tidak effort untuk membilasnya juga, hehe.

Periksa pipa air secara berkala
Tugas suami saya tiap bulan buat memeriksa pipa air. Jadi, ketika ada kebocoran pipa air, kita bisa segera menggantinya. Selain tidak boros air karena kebocoran tersebut kita juga bisa menghemat listrik juga.

Manfaatkan air hujan
Seperti yang disampaikan Cak Purwanto dalam sesi sharing-nya di KBR kalau tampungan air hujan dapat dimanfaatkan untuk air minum. Nah, hal inilah yang seharusnya disosialisasikan di daerah-daerah. Di keluarga saya, air hujan kami tampung dan digunakan untuk konsumsi ternak. Setelah beberapa hari digunakan untuk menyiram tanaman juga.

Menyisipkan nilai-nilai untuk menghemat air pada anak-anak
Menghemat air diajarkan sedini mungkin pada anak-anak sehingga menjadi kebiasaan. Selain itu, nilai-nilainya juga disisipkan dalam pendidikan formal maupun non formal sehingga nilai tersebut mendarah daging. Selama ini saya memberikan contoh bagaimana menggunakan air dengan bijak ketika berwudhu, mandi dan mengerjakan pekerjaan rumah. Mereka paham kalau keran harus diputar rapat agar tidak menetes. 

Dengan adanya regulasi hukum yang jelas dan ketegasan pemerintah dalam menindak para oknum yang melakukan penyelewangan terhadap pengelolaan air serta peran aktif kita sebagai masyarakat dalam menggunakan air secara bijak, diharapkan dapat mencegah adanya kelangkaan air. Ketiga hal tersebut harus dilakukan secara sinergi! 

Krisis air bukan hanya tentang kuantitas air tetapi juga kualitasnya. Perlu sinergi antar semua elemen, baik pemerintah, komunitas, instansi dan masyarakat. Yuk kita ikut ambil bagian dalam sinergi tersebut dengan bijak menggunakan air untuk kebutuhan sehari-hari. 

Saya sudah berbagi pengalaman soal climate change. Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog "Climate Change" yang diselenggaraakan KBR (Kantor Berita Radio) 
dan Ibu-Ibu Doyan Nulis". Syaratnya, bisa Anda lihat disini.



Sumber referensi:

UUD 1945

Streaming KBR di https://www.youtube.com/watch?v=OWzV1_O0AXE

Streaming berita di https://www.metrotvnews.com/play/kWDC9Xpr-880-hektare-sawah-di-klaten-gagal-panen-akibat-kekeringan

https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5d8342480f9ac/perizinan-pengelolaan-air-harus-perhatikan-6-prinsip-ini/

Read More »

Tip Mengatasi Kulit Kering dan Kusam Saat Masa Kehamilan


Hamil pertama Ray merupakan surprise bagi perkawinan saya dan suami yang saat itu sudah satu atap dan tidak Long Distance Mariage (LDM) lagi. Sebelumnya kami memang terpisah jarak, Jakarta-Klaten. Setiap 1 atau 2 Minggu sekali, salah satu diantara kami yang memiliki waktu senggang, langsung beli tiket kereta untuk bertemu.

7 bulan menikah, saya hamil. Kami termasuk yang santai banget soal momongan. Kalau dikasih cepat, alhamdulillah, misal harus menunggu pun tidak apa-apa. Jadi pertanyaan “sudah isi belum?” tidak membuat kami baper.

Rentang 7 bulan itu, saya ikut beberapa event yang membahas tentang pregnancy dengan harapan bisa memiliki bekal ilmu saat kehamilan nanti. Realitanya, masih banyak hal yang ternyata belum saya tahu. Menjadi ibu membuat saya belajar banyak hal-hal baru. Beberapa masalah yang saya temui, memaksa saya harus mencari tahu. Salah satunya tentang masalah kulit saat hamil Ray.

Selama hamil, kulit saya sangat kering dan kusam. Setelah membaca beberapa referensi, ternayata ada beberapa penyebab kulit kusam saat hamil

1. Chloasma

Sejak merasa kulit saya kering dan kusam, saya langsung browsing penyebab dan cara mengatasinya. Waktu itu pengetahuan saya memang terbatas mengenai skincare yang aman untuk ibu hamil. Rasanya paranoid saja, takut kenapa-kenapa.

Nah, saat hamil, selain bentuk fisik yang berubah, kadar hormon estrogen dan progesteron juga mengalami perubahan. Sehingga hal tersebut memengaruhi kulit selama masa kehamilan. Jadi, memang wajar kalau kulit terlihat kusam dan di beberapa titik timbul flek hitam.

Flek hitam tersebut biasanya muncul tidak teratur di bagian wajah. Kalau saya di pipi bagian kanan, dahi dan hidung. Kalau istilah kedokteran, kondisi ini dinamakan chloasma atau melasma. 

Hmm, saya baru paham kalau saat hamil, pigmen melanin yang merupakan pigmen berwarna gelap, akan lebih banyak dihasilkan ketika kulit terpapar siar matahari. Benar saja, saat itu saya masih bolak balik Klaten Solo untuk menyelesaikan tesis.

2. Mual dan muntah

Siapa yang mengalami mual dan muntah saat hamil? Saya sempat merasakannya. Bahkan sampai trimester kedua, saya masih mengalami rasa mual dan muntah. Kok bisa pengaruh sama kulit sih? Ternyata kalau intensitas muntahnya lebih sering dan tidak diimbangi dengan asupan nutrisi yang masuk, tidak hanya si ibu yang rentan untuk dehidrasi, kulit pun juga! Huhu.

Saya juga lumayan kepayahan waktu itu, karena tiap apa yang saya makan, rasanya perut mual dan akhirnya muntah. Saya concern menjaga asupan makan dan minum, tapi ternyata intensitas muntahnya sering. Dan saya baru paham kalau hal tersebut menjadi faktor kulit menjadi lebih kering dan kusam.

Buat yang lagi ngidam, merasa mual dan muntah, jaga asupan nutrisinya ya! Untuk janin, kekuatan ibu dan tentunya demi kulit lebih glowing.

3. Skincare

Honestly, saya takut memakai skincare saat hamil. Ada beberapa skincare yang memang aman dipakai untuk ibu hamil dan menyusui, tetapi lagi-lagi saya tidak percaya diri untuk memakainya. Jadi, sebenarnya memakai skincare saat hamil sangat membantu mencegah dan mengatasi kulit kusam dan kering. Dalam kasus saya, karena saya sempat skip memakai skincare, mungkin menyebabkan kulit saya lebih kering dan kusam.  

Jadi, misal teman-teman sedang hamil, silakan tetap untuk memakai skincare agar kulit tetap lembap. Tetapi pastikan dulu produk-produk yang dipakai aman atau tidak ya untuk janin. 

Dari beberapa permasalahan tersebut, ada beberapa tip yang saya terapkan untuk mengatasi kulit kusam saat hamil Ray.

1. Tidur berkualitas

Siapa yang merasa tidurnya kurang berkualitas saat hamil? Saya! Trimester pertama saya mengalami insomnia. Tidurnya kebalik. Malam nggak bisa tidur sampai shubuh, siangnya ngantuk berat dan pusing, huhu. Setelah konsultasi ke dokter, saya dianjurkan untuk beraktifitas yang mengundang kantuk saat malam hari, seperti membaca dan mengurangi  penggunaan gadget

Kurangnya waktu tidur dapat menyebabkan kantung mata dan merusak kolagen—zat protein yang membuat kulit kenyal dan halus. Dalam keseharian sebaiknya memang kita dianjurkan untuk memiliki waktu tidur yang berkualitas, apalagi ketika masa kehamilan.

2. Minum air putih yang cukup

Poin 2 ini juga effort sekali buat saya. Kalau untuk orang biasa, anjuran minum adalah sebanyak 8 gelas atau setara 2 liter setiap hari. Untuk Ibu hamil tambah 2 gelas, menjadi 10 gelas atau setara dengan 2.5 liter per harinya.  

Untuk memenuhi asupan air yang cukup ini, konsekuensinya saya harus sering BAK ke kamar mandi. Dalam kondisi mual dan muntah, kondisi seperti ini membuat capek banget, huhu. Kayak baru aja ke kamar mandi kok ke kamar mandi lagi, sih, ahaha. Meskipun begitu, teman-teman yang sedang hamil jangan sampai kekurangan asupan air putihnya ya. Agar tidak dehidrasi dan kulitnya tidak kusam :*.

3. Perbanyak sayur dan buah

Wuhuuuuu, yang tidak kalah penting selain asupan air adalah sayur dan buah. Kalau tidak mengalami mual dan muntah, mungkin hal ini tidak masalah. Tapi berbeda halnya buat yang ngidam, mual dan muntah. Butuh trik biar nafsu makan tetap terjaga. Apalagi kalau pengen makan yang serba pedas atau asin biar mulut ga terasa pahit setelah muntah.

Kalau saya memilih buah yang banyak airnya dan segar di mulut. Jeruk, pepaya dan strawberry. Untuk sayu alhamdulillah saya tidak terlalu pemilih. Apa yang dimasak Ibu, saya selalu lahap makan. Menurut penelitian, sayur dan buah dapat membantu memelihara kulit agar lebih segar dan sehat.

4. Memakai pakaian yang tertutup ketika keluar

Karena di saat kehamilan pigmen melanin meningkta, jadi sebaiknya kalau keluar rumah memakai pakaian yang menutup kulit. Bagian muka bisa memakai masker. Hal itu bisa mengurangi dan mencegah kulit kita terpapar sinar matahari.

5. Memakai pelembab dan tabir surya

Poin terakhir adalah tentang skincare yang aman buat ibu hamil. Sehingga pas hamil bisa tetap glowing luar dalam. Apalagi pemakaian sunscreen, ya. Ternyata setiap hari dianjurkan untuk memakainya. Tidak harus keluar rumah, pas di dalam rumah pun juga disarankan untuk memakainya. 

Salah satu skincare andalan saya yang aman untuk ibu hamil dan menyusui adalah mama’s choice daily protection face moisturizer.


Review Mama’s Choice Daily Protection Face Moisturizer.

Produk ini merupakan salah satu produk Mama’s Choice yang aman dan bebas toksin, sehingga aman digunakan untuk ibu hamil dan menyusui. Nah, yang sedang mencari sunscreen yang melembabkan di kulit, daily protection face moisturizer ini bisa menjadi #PilihanAmanMama.

Formula daily protection face moisturizer spesial di-launching untuk Ibu hamil dan menyusui, di bawah ini keunggulannya:

Dermatologically tested 
Bebas paraben dan retinol
Tidak mengandung chemical sunscreen—yang berbahaya untuk kulit sensitif
Non comedogenic, non fragrance, non alcohol
No Hydroquinone
Paraben free & retinol free

Meskipun klaimnya difokuskan untuk ibu hamil dan menyusui. Tapi produk ini bisa menjadi rekomendasi untuk segala jenis kulit, baik kering, kombinasi maupun kulit kombinasi, lho. Saat ini saya masih menyusui Ray, makanya pas nyobain produk ini dan cocok di kulit wajah, rasanya senang sekali. 

Setelah saya baca dengan seksama dalam daily protection face moisturizer adalah natural rice extract yang fungsinya melembabkan dan menghidrasi kulit agar tampak lebih kenyal dan glowing. Selain itu ada mineral sunscreen dengan SPF 25 PA++ untuk memproteksi kulit dari paparan sinar matahari. Terdapat hyaluronic acid-nya juga yang berfungsi untuk mencegah penuaan dini.

Meskipun saat ini kita sedang physical distancing dan membatasi libur kerja maupun jalan-jalannya. Tapi saya tetap menjaga kesehatan kulit agar tetap cerah di rumah aja. Salah satunya dengan tetap menggunakan pelembap dan juga sunscreen dengan daily protection face moisturizer.

Buat teman-teman yang mau nyobain produk ini ataupun produk  Mama’s Choice yang lain, bisa langsung order di shopee ya @mamaschoiceID. Untuk mendapatkan potongan saat belanja disana, teman-teman bisa memakai kode “MAMANURSL” saat pemesannya. Lumayan banget lho, dapat potongan 25 ribu dengan pembelanjaan minimal 150 ribu.

Bye-bye kulit kering dan kusam! Biar #MamaGlowingLuarDalam bisa nyobain #SkincareRamahBumilBusui dan pastikan #PilihanAmanMama ya :)

Read More »

Pahala yang mana?
















10 hari terakhir ramadan tahun ini entah kenapa energi Ray seperti tidak ada habisnya. Sayangnya hal tersebut tidak diimbangi dengan nafsu makannya.

Hidup saya rasanya enak-enak saja, tapi sekalinya Ray ga mau makan seharian, kok jadi ambyar, ahahaha. Kata Ibu, sudahlah biarkan saja, yang penting Ray anteng dan sehat. Baik, saya mencoba woles, tapi kok kesetrum juga :((

3 hari lalu nimbang berat badan Ray, turun 4 ons dong. Hatiku terpotek-potek karena merasa kalau BB-nya aman. Makan dan minum mau kok, bulan ini amanlah, batin saya. Tapi realitanya zonk, wkwk. Halu banget kalau ga ditulis dan di-track beneran.

Belum sembuh shocknya, lha kok mengalami fase "ngemut" ya Allaaah. Jadi, mau makan tapi diemut lama. Sudah gonta ganti menu, tetap saja begitu. Ujung-ujungnya dilepeh, karena kalau sidah diemut, Ray ga akan menelan makanannya.

Tidak baik-baik saja

Kalau Ibu bilang biarkan ga makanyang penting sehat, saya sebaliknya. Saya mencari cara bagaimana caranya Ray mau makan. Menu apa yang dia sukai. Dan tentunya dengan menu seimbang agar BB-nya nggak turun lagi.

Kondisi ini tidak baik-baik saja buat saya maupun Ray. Apalagi seharian ini dia sama sekali ga mau makan. Sekalinya makan, diemut lama dan dilepeh, huft. Efeknya apa? Dia mengandalkan nenen, padahal saya lagi puasa. Kalau merasa nenennya ga enak, dia akan rewel dan tantrum. Akhirnya apa-apa jadi salah menurut dia, huhu. 

Pokoknya kalau Ray sudah skip makan, tumpuannya adalah saya. Makanya saya berkali-kali bilang, apalagi sekarang dia sudah 2 tahun, kalau dia akan mendapat nenen setelah makan. 

Trus hubungannya sama pahala apa? :(... Let me i tell you, biar saya enakan....

Seharian ini saya emosional sekali. Rasanya keluar masuk dapur buat nyiapin makan Ray, tapi nggak mempan semua. Akhirnya dia rewel, skip sarapan dan makan siang. Siangnya dia mau nenen dan merasa ngantuk, saya mencoba bujuk buat makan tapi sepertinya dia beneran mau tidur. Oke, saya tidak memaksanya.

Sore berharap dia mau makan, tapi lagi-lagi diemut dan dilepeh. Bye-bye makaaaaaan. Seharian ini beneran mengandalkan nenen, sesekali makan camilan karena  pengen Mbak Khansa. Energi saya tidak bisa mengimbangi Ray yang main keliling rumah dari ujung ke ujung.

Karena mungkin merasa lelah lari-larian, endingnya gendongan :D. Saya merasa capek banget karena 10 hari terakhir ramadan pengennya khusuk ibadah kok malah sibuk ngurusin MPASI Ray yang ga berhasil. Beneran nguplek masak dan nyuapin tapi ga berhasil. Merasa waktunya sia-sia aja *tampol diri sendiri.

Padahal..... Momong anak itu ibadah yang nyata. Apa kamu lupa? *cryyy. Selepas isya nangis buat released emosi. Pelan-pelan ditata lagi, menanyakan ulang pada diri sendiri tentang pahala mana yang sejatinya saya kejar? Melupakan kalau menemani Ray juga terhitung pahala kalau dari awal saya niatkan untuk ibadah. Memasak, menyuapi, menemaninya bermain dan sabar menghadapinya juga terhitung pahala, kan?

Tidak melulu mengaji berjuz-juz, menyelesaikan sampai akhir hanya karena sebentar lagi ramadan usai *cry lagi

Lalu pahala mana yang kamu cari? Kebaikan mana yang lebih tinggi? Ah, semoga tidak kehilangan esensi ramadan kali ini. 

Saya memeluk-meluk Ray yang baru saja tertidur jam 10.00. Saya ngobrol sebentar seharian ini ngapain saja, menanyakan kenapa tadi dia nangis, ga mau makan dan cerita hal lainnya. In the end, dia lelap sekali dalam pelukan saya.

Dia yang percaya kalau saya saaaangat mencintainya. Ya tidak apa-apa kalau dia mengandalkan saya. Ibuuu, mau nen... Karena dia begitu yakin, kalau saya akan selalu melindunginya.

Ray, ibu sayang sekali. Hari ini Ibu mungkin remidi, tapi Ibu janji akan belajar lagi... Tidur yang nyenyak sayang. 
Read More »

Bahagia Tanpa Pura-Pura

Masuk usia kepala tiga, rasanya saya semakin menyadari bahwa kunci bahagia saya adalah dengan menjalani hidup apa adanya dan tanpa syarat ketentuan yang ribet. Tidak harus begini untuk tertawa, tidak harus begitu untuk menangis. Karena seringkali, alasan untuk tertawa dan menangis sangat beda tipis. Ketika sedang merasa apes, seapes-apesnya, saya bisa menertawakan diri sendiri. Dan di saat yang bersamaan, saya bisa menangis tersedu-sedu. Really, tertawa dan menangis alasannya se-absurd itu. 

Saat merasa hidup kok begitu-begitu saja, ingin bergerak tapi bingung mau memulai darimana, mau melakukan ini itu saking banyak sekali rencana yang berlari-lari dalam pikiran minta dieksekusi duluan. Tapi realitanya kok saya hanya diam di tempat tanpa melakukan apa-apa. Sehingga saya sempat hampir putus asa karena tidak mampu memvalidasi perasaan sendiri. 

Masa Transisi

Ada momen dimana kita berada di masa transisi. Memaksa kita mau tidak mau melewatinya. Untuk menemukan ritme yang pas, kita harus sabar menikmatinya. Kalau flashback, masa transisi saya yang paling kontras adalah saat lulus kuliah S-1.

Keinginan dulu dan sekarang, ternyata beda sekali. Dulu, setelah lulus kuliah S-1, saya mendaftar beberapa aplikasi beasiswa S-2. Ditolak semuanya. Kegagalan berkali-kali membuat nyali dan percaya diri saya terkikis pelan-pelan. Akhirnya, saya memutuskan hijrah ke Jakarta dan bekerja di korporasi. Saya pikir, mimpi saya kuliah lagi sudah pupus, ternyata semakin berapi-api. 

Mengikuti intuisi dan kata hati, saya resign dan kuliah lagi. Semula saya mendaftar kuliah di Jakarta dan Solo, sudah lulus administrasi dan tes keduanya. Bedanya, di Jakarta saya mendaftar beasiswa, sedangkan di Solo saya memakai biaya sendiri. Karena pertimbangan ingin menemani Bapak Ibu, saya memilih kuliah di Solo, tempat dimana sekarang saya bekerja dan insya Allah berkarya.

Saat masuk kuliah lagi, saya seperti menemukan apa yang saya mau. Bertemu dengan teman-teman baru. Membuka impian lama yang sempat tertunda. Saya mulai percaya diri lagi menyusun mimpi. Berani mencoba hal-hal baru. Menemukan wadah blogging sebagai healing. Lewat blog, saya memiliki banyak kesempatan untuk bekerja mobile. Sangat mengasyikkan 3 tahun menjadi freelancer—saya dibayar atas hobby yang saya tekuni. Menulis!

Saya mengacuhkan asumsi orang-orang yang mengira kalau bekerja dari rumah adalah pengangguran. Honestly, hidup apa adanya tanpa mempertimbangkan berisiknya omongan orang, ternyata sangat membahagiakan. Pelan-pelan memahami kalau bahagia itu tanpa syarat ketentuan

Bahagia Tanpa Pura-Pura, Simak ini nih Tipsnya!

Trus, caranya tetap bahagia tanpa pura-pura apa, sih? Berdasarkan pengalaman, 7 hal ini yang saya lakukan untuk lebih mengenal diri sendiri apa adanya. Sehingga saya benar-benar menyadari dan memvalidasi perasaan yang saya alami. Oh iya, saya sedang galau. Duh sebentar lagi PMS, nih *senggol bacok. Kok tiap ketemu dia yang auto nyebelin, energinya jadi nular jelek ya? Pokoknya beneran tahu kondisi diri sehingga mudah untuk on the track kalau merasa keliru.

Adaptasi dari masa transisi

Setiap orang mengalami masa transisi yang berbeda-beda. Ada yang hanya butuh waktu sebentar untuk mengatasinya, pun ada juga yang memerlukan waktu serta proses panjang untuk menemukan titik balik. Masa transisi itu bisa terjadi ketika kelulusan, menikah, melahirkan atau saat mengalami perubahan hidup yang krusial. 

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, kalau masa transisi terhebat saya adalah ketika lulus S-1. Awalnya menolak kenyataan karena gagal berkali-kali dan tidak sesuai rencana yang saya impikan. Lama-lama saya beradaptasi dan menerima diri sendiri, kalau gagal itu tidak apa-apa. Dicoba lagi, lagi dan lagi. Akhirnya yang awalnya gagal trus nangis, setelah berkali-kali mengalami justru menertawakan diri sendiri. 

Merunut lagi, kegagalan-kegagalan di masa lalu tidak sepenuhnya gagal. Ternyata kepingan gagal itu sangat saya syukuri sekarang ini. Ah untung waktu itu saya gagal ya, kalau enggak, pasti saya nggak dapat ini/bisa seperti ini, batin saya.

Apa teman-teman juga pernah mengalami masa transisi dalam hidup? 

Belajar
Ray ikut belajar sama Ibu :)
Rasanya ini klise sekali, tapi mau gimana lagi? Kalau misal belum bisa, ya dipelajari sampai bisa. Dicoba dulu, trial error. Awalnya mungkin kesulitan, karena memang belajar hal baru butuh tekun. Musuh besarnya adalah malas. Prinsipnya adalah baca-coba-tanya (pada ahlinya). Entah kenapa saya suka banget kalau disuruh belajar, ahaha. Kadang suka iseng aja menawarkan diri “apa yang bisa dibantu?”. Padahal saya belum tau bisa membantu atau tidak. Yang saya yakin adalah semua hal bisa dipelajari kalau kita mau.

Kalau sudah belajar tekun terus tetap nggak bisa bagaimana? Ya gak apa-apa dong, ahaha. Saya berkali-kali latihan nyetir mobil sampai sekarang belum bisa-bisa *toyor diri sendiri, ahaha. Tapi saya nggak kapok nyobain lagi dan lagi. 

Process is a key
Nikmati prosesnya dan tidak melulu terpaku pada hasil

Saya bukan tipe orang yang percaya sepenuhnya pada pepatah “Tidak ada hasil yang menghianati usaha”, ahahaha. Ada lho fase dimana saya sudah melakukan yang terbaik yang saya bisa, menerapkan teori-teorinya dengan seksama, tapi hasil akhirnya ternyata menghianati saya. 

Saya mengubah persepsi kalau “kegagalan adalah jawaban yang terbaik”. Ada kesempatan lain yang menunggu, atau ada hal yang harus saya pelajari dengan sungguh-sungguh. Sejak itu, saya mulai menghargai proses. Kunci prosesnya adalah usaha dan doa dioptimalkan, lalu digenapkan dengan tawakal. Simpel!

Fokus kembangkan potensi

Di setiap sesi wawancara kerja, ada pertanyaan yang membuat saya termenung lama. Apa kelebihan dan kelemahanmu? Beneran saya bisa lamaaaaaa sekali menjawabnya. Seringkali kita terpaku dengan kelemahan-kelemahan kita dan mengabaikan hal lain yang bisa menjadi potensi untuk dikembangkan.

Again, saya mulai pelan-pelan untuk fokus dengan apa yang menjadi kemauan saya. Menentukan goal saya agar lebih terarah. Tapi kali ini saya mulai bisa mengendalikan dan tidak memaksakan diri seperti dulu. Kalau capek berhenti sejenak, tidak diforsir. Pas merasa sudah mulai ngegas karena capek, pikiran dan hatinya diajak kalem dengan meditasi. Ah, ternyata bahagia memang sesederhana ini tanpa tapi.

Mencari peluang dan kesempatan

Kalau saya mulai bosan dengan rutinitas dan ingin upgrade skill, biasanya saya mulai mencari peluang untuk bergabung dengan komunitas. Dengan bergabung dengan komunitas, kita akan memiliki banyak informasi tentang hal baru yang kita tekuni. Kalau dulu saya suka ngeblog hanya suka-suka, saat menekuninya, saya mulai bergabung dengan beberapa komunitas dan dari sanalah muncul beberapa peluang dan kesempatan. 

Kesempatan memang seringkali tidak datang dua kali. Tapi jika memang belum rejeki, saya yakin akan datang kesempatan yang lebih baik lagi. 

Be your self


Ada kalanya saya merasa minder, huhu. Terlalu menuntut diri sendiri untuk bisa ini itu. Nah,  pas selesai kelas daring kemarin saya isi paket data IM3 Ooredoo yang kebetulan lagi ada promo. Trus melihat cuplikan video terbaru IM3 Ooredoo hati saya meleleh



Bagaimana hidup apa adanya tanpa syarat ketentuan membuat kita menjadi lebih ringan. Fokus pada diri sendiri membuat saya memahami, oh iya ternyata bahagia sesimpel ini. Just be yourself!

Bahagia ada di kamu

Bahagia itu kita yang punya! Mereka tidak berhak merenggutnya. Mau kerja di kantor atau rumah. Kamu bisa mengatur sendiri bagaimana cara bahagia dengan mengubah-ubah sedikit ekspektasi dan persepsi.

Dari pagi udah mengatur posisi “happy” tapi ambyar berkeping-keping karena sikap relasimu nyebelin? Yaaa, jangan dibawa sampai hati. Misal ada relasi yang whatsapp dengan isi yang super nyebelin, cukup sebelnya ‘sampai mata. Kalau nyebelinnya via telepon, cukup didengarkan sampai telinga. Sisanya buang ke tempat sampah, tidak perlu dibawa sampai hati. Kalau kepepet dan tidak mau diganggu, kamu berhak menutup akses sementara biar “rasa nyebelinnya” berlalu dulu tanpa mengganggu.

By the way, saya masih beradaptasi dengan masa transisi akibat korona. 2 minggu pertama membuat saya galau karena masa transisi dari work from office berubah menjadi work from home. Semua aktifitas dilakukan di rumah! Aktifitas belajar mengajar, koordinasi penelitian dan segala keperluan kantor dilakukan secara daring.

Dengan akses internet yang cepat, saya dapat menyelesaikan job desk saya dari rumah. Alhamdulillah ada IM3 Ooredoo yang mengerti kebutuhan saya. Ia menghadirkan lini produk telekomunikasi yang simple dan bebas syarat ketentuan seperti Freedom Internet yang setia saya gunakan sampai sekarang. Seratus persen kuota utama yang bisa digunakan 24 jam di semua jaringan tanpa pembagian waktu. Fitur pulsa save-nya juga membuat saya tetap nyaman internetan meski kuota habis terpakai. Bisa diaktifkan dengan telepon *123# dari handphone atau melalui aplikasi myIM3.







Read More »

Gejala Demam Berdarah yang Wajib Anda Ketahui



Penyakit demam berdarah adalah infeksi virus yang menyakitkan dan melemahkan serta menyerang tubuh seseorang. Kondisi ini menyebabkan beberapa gejala indikatif termasuk demam tinggi. Penyakit ini termasuk menular yang bisa ditularkan melalui satu-satunya pembawa yaitu nyamuk aedes aegypti. 

Penyakit ini tidak bisa ditularkan dari orang ke orang, tetapi nyamuk yang memiliki virus dengue yang menularkan ke orang lain untuk menularkan darah yang terinfeksi. Demam berdarah sering didiagnosis dengan memeriksa semua gejala yang dialami pasien dan melakukan tes darah untuk memeriksa virus atau antibodinya. Demam berdarah bisa menyerang orang-orang dari segala usia, termasuk anak kecil.

Virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk akan menyebabkan demam berdarah. Kondisi ini berarti saat nyamuk menggigit orang yang terinfeksi, nyamuk tersebut akan menjadi pembawa yang dapat dengan mudah menularkan virus ke orang berikutnya yang digigit. Ada empat jenis virus dengue yang menyebabkan infeksi dengue, dan mereka berkaitan erat. 4 jenis virus tersebut juga berkaitan dengan virus yang menyebabkan infeksi dan demam kuning. Artinya, virus dengue paling umum terjadi di daerah tropis, seperti India, Asia Tenggara, Cina selatan, Taiwan, kepulauan Pasifik, kepulauan Karibia, Meksiko, Afrika, dan Amerika Selatan. Oleh karena itu, seseorang yang diduga menderita demam berdarah akan ditanya apakah dia baru saja bepergian ke daerah tropis.

Nama "demam berdarah" mungkin terkesan membingungkan. Karena seseorang yang menderita infeksi demam berdarah akan mengalami gejala lain yang tidak hanya demam, tetapi serangkaian gejala demam berdarah lain termasuk :

- Ruam kulit
- Nyeri hebat di kepala dan otot
- Nyeri di belakang mata
- Sakit kepala parah
- Nyeri sendi dan otot yang parah
- Menggigil kedinginan
- Diare
- Muntah
- Kelelahan ekstrim
- Pendarahan ringan, seperti gusi berdarah atau hidung berdarah

Gejala-gejala demam berdarah ini biasanya muncul empat hingga enam hari setelah seseorang terinfeksi dan bisa bertahan hingga 10 hari. Setelah gejala-gejala ini dialami, pasien harus mencari pengobatan segera karena ini adalah infeksi progresif. Artinya bahwa ia memiliki kecenderungan untuk menjadi serius dan bahkan bisa berakibat fatal jika tidak ditangani. Di sinilah demam berdarah menjadi cukup berbahaya.

Karena banyak gejala demam berdarah yang sangat umum, penyakitnya dapat dengan mudah dianggap sebagai flu atau infeksi virus lainnya. Banyak orang yang secara keliru menganggap bahwa penyakitnya tidak memerlukan perawatan, sampai akhirnya dirasa terlambat. Oleh karena itu, penting untuk mengamati gejalanya dengan cermat. Apabila lebih dari satu gejala di atas dirasakan secara bersama – sama dan tidak hilang, tindakan paling tepat adalah menemui dokter untuk diagnosis yang tepat.

Kasus infeksi dengue yang parah bisa menyebabkan gejala demam berdarah berikut :

- Berdarah di bawah kulit
- Bintik merah, terutama pada kaki
- Berdarah ke usus
- Penurunan tekanan darah yang signifikan, yang dapat menyebabkan syok

Pada kasus yang lebih parah, demam berdarah berkembang menjadi demam berdarah dengue dan sindrom syok dengue. Sementara sebagian besar kasus demam berdarah dengue atau sindrom syok disebabkan oleh virus dengue tipe 2, demam berdarah juga bisa berkembang dari virus yang sama dan menyebabkan gejala awal demam berdarah. Mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah atau mereka yang sebelumnya terinfeksi demam berdarah memiliki risiko lebih besar terkena demam berdarah dengue.

Demam berdarah memiliki efek berbahaya pada tubuh jika dibiarkan untuk bisa sembuh sendiri. Penyakit ini berpotensi untuk menyebabkan hati menjadi lebih besar atau merusak kelenjar getah bening dan pembuluh darah. Penyakit ini juga bisa menyebabkan kegagalan sistem sirkulasi dan risiko perdarahan masif. Komplikasi serius inilah yang menyebabkan demam berdarah berdampak hingga kematian.

Read More »