Featured Slider

Musuh Besar

Aku pikir, musuh terbesar adalah apa yang nyata kuhadapi. Tapi ternyata aku keliru. 

Aku pikir, aku terlalu fasih menilai oranglain sehingga merenggut bahagiaku. 

Aku bilang peduli, padahal nyatanya tidak sama sekali. Dan pada akhirnya aku merasa menjadi hipokrit sejati, karena aku bilang tidak apa-apa padahal banyak hal yang mengubah persepsi menjadi apa-apa.

Aku terlalu memaksakan diri. Karena sesekali menjadi cenayang yang merisak semuanya. Bahwa aku tidak ingin tahu apa-apa, tapi pada akhirnya aku menganyam satu per satu menjadi sebuah frame utuh.

Dan sekali lagi aku menyadari bahwa musuh terbesarku bukan oranglain. Melainkan diriku sendiri. Aku belajar mengubah sudut pandang agar lebih bisa merasa lega, tapi (belum) bisa.

Jika, oranglain berbuat jahat sekali, dua kali, aku bisa menjadi pemaaf dan merasa memaklumi. Tapi jika untuk ke sekian kali, rasanya aku ingin membalas berkali-kali. Agar dia jera, kataku. Agar dia merasa, bisikku. Tapi akhirnya aku tidak mendapat apa-apa dan tidak bahagia.

Aku tidak bisa mengubah oranglain menjadi apa. Aku tidak mampu menasihati oranglain sebagaimana mestinya. Tapi aku yakin bisa dan mampu mengubah cara pandangku untuk menghadapi sesuatu. Membujuk hatiku untuk tetap baik-baik saja meskipun oranglain luarbiasa jahatnya. Dan menasihati pikirku untuk selalu bahagia tanpa terdistraksi oranglain mau bertingkah apa.

Karena aku menyadari bahwa musuh besar kita bukanlah ketika menghadapi oranglain, tapi saat membujuk hati dan pikiran kita saat keduanya menguras energi dan emosi kita.

Love!

Ba'da magrib di peron Stasiun Purwosari.
Read More »

Quality Time Bersama Ray

Bulan ini saya diwajibkan ikut pembekalan bahasa inggris. Acara pembukaan yang semula akan dibuka oleh WR 1, ternyata berubah karena Pak Rektor sendiri yang membukanya. Saya yang turut hadir di barisan paling melihat beliau datang dan menyalami beberapa staff pengajar dan teman saya yang lain. 

Saya membatin, kalau yang membuka Pak Rektor sendiri, berarti kegiatan ini saaaangat urgen. Eh ternyata benar asumsi saya. Acara yang sebelumnya sudah didisposisikan kepada WR 1, tapi beliau ingin membukanya sendiri. Dalam sambutannya beliau menekankan kalau pembekalam bahasa ini untuk persiapan kuliah S-3.

Salah satu syarat masuk kuliah S-3 adalah nilai toefl atau ielts yang lumayan tinggi, sehingga butuh persiapan agar nantinya kami tidak direpotkan persyaratan administrasi, tapi lebih fokus ke substansi kuliahnya. Tidak lupa beliau pesan untuk sekolah, sekolah, sekolah! Dalam negri boleh, luar negri pun boleh. Instansi akan memfasilitasi termasuk dengan pembekalan ini. Gratis!

Saya pun tidak melewatkan kesempatan ini. Konsekuensinya, saya harus pulang lebih malam dan hari sabtu yang biasanya jadi hari gegoleran keluarga, harus masuk demi pembekalan ini. Saya sangat antusias karena bahasa inggris memang harus dibiasakan. Saya kemarin mencari waktu buat ikut les lagi biar "fresh" tapi belum pas karena jadwalnya bentrok terus. Eh, ada tawaran ini. Alhamdulillah. Memang kadang-kadang kita itu bisa karena dipaksa :D.

Kalau Senin-Sabtu full kegiatan, quality time bareng Ray gimana? Yang biasanya Sabtu-Minggu full bareng dia, tapi sekarang agak terbatas. Saya mengakalinya dengan benar-benar memanfaatkan waktu bareng.

Menciptakan Quality Time Bersama Ray

Masa galau saya ketika harus meninggalkan Ray berangkat kerja sudah lewat. Dulu awal-awal saya selalu mewek, huhu. Tapi sekarang sudah bisa luwes mengatasinya. Ray pun juga sudah beradaptasi kalau pagi hari, Ibunya harus berangkat kerja dan akan menemaninya bermain saat sore hari.

Nah, beberapa hal ini saya lakukan untuk menciptakan quality time bersama Ray. Meskipun tidak selalu menemaninya bermain, tapi saya menekankan kualitas waktu, sehingga Ray tidak merasa kehilangan sosok saya. Ibu-ibu bekerja mana suaranyaaaaa? Mari berpelukan!

1. No gadget

Kalau dulu saya masih suka "nyambi" gadget ketika main sama Ray, kalau sekarang No! Saya benar-benar mengusahakann kalau di dekat Ray, HP saya letakkan di atas meja dengan posisi silent. Meski sedang menyusui, saya lebih memilih bercerita seharian ngapain aja, menanyakan Ray makan apa, main apa, dst. Pokoknya tentang kami berdua.

30 menit-1 jam beneran buat kami berdua. Oh iya, kalau saya pulang kerja dan Ray masih terjaga, pasti dia langsung berlari ke arah saya. "Buk, Nen!" Sambil menunjuk agar saya ke tempat tidur untuk menyusuinya.

2. Screen time bersama

Saya tidak anti gadget sama sekali. Ray boleh kok main hp, ASAL ada saya atau papinya. Biasanya saya memilihkan tema tontonannya dan eksplore dengan bercerita. Misalnya tentang sikat gigi. Ray paham kalau sikat gigi itu menyikat bagian giginya, bukan hanya menyesap bagian sikatnya :D.

Sesekali bilang nggak mau dan menolak disikat, makanya saya memanfaatkan youtube untuk edukasi kali ini. Ray juga suka melihat nama-nama hewan. Dengan youtube, saya bisa leluasa menjelaskan nama-nama hewan dan meluruskan pemahaman Ray. Misal: ini kucing bukan pus atau meong. Oh iyaa, ini kucing yang bunyinya miaaaau. Kalau ini sapi yang suaranya hemmooooo dan ini kambing yang suaranya embeeeek.

3. Memeluk, mencium dan mengasihi

Ritual ini yang tidak pernah saya lewatkan setiap hari. Memeluk, mencium dan mengASIhinya. Kalau tidur papinya sering jelous karena merasa ga laku. Kalau ga ada saya, Ray lengket sekali dengan papinya. Tapi setelah saya ada di rumah, semuanya nggak laku, apa-apa Ibu. Mau ke kamar mandi aja, Ray pasti ikut.

Ketiga aktifitas ini saya lakukan secara natural dan refleks. Pulang kerja Ray menghambur dengan saya. Lalu dipeluk, dicium trus nenen. Main, dia menyelesaikan sesuatusaya peluk, cium dan kami tertawa sama-sama.

4. Mengajak Ray kerja

Saya pernah mengajak Ray mengajar di kelas. Itupun setelah saya mengkondisikan kalau Ray moodnya bagus dan nantinya tidak akan rewel di kelas. Dan terbukti, ketika saya membawa Ray ikut di kelas, dia nice sekali.

Saya menyimak dan menilai presentasi mahasiswa. Lalu menjelaskan beberapa hal penting yang berkenaan dengan presentasi mereka. Ray enjoy sekali ikut kerja.

5. Bermain ke taman bermain

Saya menyadari kalau Ray tertarik dengan mainan adalah pertengahan bulan September. Ketika saya belanja perkakas dapur ada wahana bermain kecil di area supermarket. Ray menarik tangan saya untuk bermain kesana. Karena waktu itu magrib, saya mau magrib dulu baru ke wahana tersebut. Ternyata Ray tidak sabar sehingga berlari ke arah papinya dan menarik tangannya. Sehingga kami memutuskan untuk magrib bergantian.

Dari awal belanja hingga saya selesai, Ray tidak mau beranjak. Dia happy sekali. Dan ini pertama kalinya dia main sampai nggak mau pulang. Biasanya main biasa, tapi kalau sudah waktunya pulang, dia dengan sukarela. Waktu itu saya harus membeli koin ekstra untuk bermain lagi dan supermarket hampir mau tutup baru Ray mau diajak pulang.

Karena Ray sudah paham dan tertarik dengan hal itu, makanya kali ini pengen nyobain kidzoona di Jogja City Mall. Pas banget ada diskon menarik melalui Traveloka Xperience.

Memanfaatkan Traveloka Xperience

Biasanya saya memanfaatkan car free day buat quality time sama Ray. Karena di CFD itu ada banyak banget yang membuat Ray berkali-kali merasa kegirangan. Ada hewan-hewan: kucing anggora, anjing, ular yang sengaja dibawa ke CFD untuk dipertontonkan. Lalu ada penjual jajanan yang beragam yang meskipun Ray nggak beli, sekadar nonton aja udah senang. 

Dan sekarang Ray sudah paham "bermain". Makanya weekend ini, agenda ke tempat eyangnya suami sekalian mau mampir ke wahana bermain. Nah, beberapa hari yang lalu saya dibisikkin teman agar memanfaatkan Traveloka Xperience agar lebih hemat. 

Setelah browsing di aplikasinya ternyata tahun ini Traveloka launching layanan terbaru yang melayani kebutuhan travel dan lifesyle! Ada Traveloka Xperience. Dan ternyata layanan tersebut lengkap sekali. Saya bisa menemukan atraksi, bioskop, event, hiburan, spa dan kecantikan, olahraga, transportasi lokal, tur, makan & minum, kursus dan taman bermain yang saya butuhkan untuk quality time dengan Ray.

Pas banget weekend besok ada acara ke Jogja, sekalian mau nyobain Kidzoona yang ada di Jogja City Mall. Melalui Travelola Xperience ternyata dapat diskon! Lumayan bisa hemat dari harga 90rb jadi 45rb.







Mengapa memilih Traveloka Xperience

Saya beneran baru tahu ada layanan ini. Karena biasanya pakai traveloka cuma buat pesan tiket kereta atau hotel aja. Dan ternyata fitur terbarunya sangat memanjakan kami yang notabene punya toodler yang sedang aktif mengeskplor sekitar. Sehingga taman bermain menjadi salah satu yang wajib dicoba karena banyak promonya.

Trus kenapa pakai Traveloka Xperience? Hmmm, karena selain Xperience Seru juga banyak alasan yang membuat saya jatuh hati. Yuk saya jembrengin alasannya.

1. Proses pemesanan cepat dan praktis. Saya pesan tiket kidzoona di Jogja City Mall sangat mudah dan praktis. Ga perlu antri karena tinggal klik-klik buat memilih, lalu bayar, trus udah. Selain itu banyak metode pembayaran yang bisa dipilih sehingga memudahkan untuk kita mau bayar pakai apa.

2. CS 24 jam. Nah, kalau bingung atau ada kendala teknis, bisa menghubungi CS dengan mudah. Pelayanan CS-nya 24/7 jam. Wow!

3. Pilihan layanannya beragam. Yuk silakan dipilih sesuai kebutuhan!

4. Pilihan bahasa banyak. Pelayanannya ga cuma di dalam negeri saja lho. Yang mau go abroad juga ada. Makanya pilihan bahasanya juga banyak.

Nah, teman-teman mau weekend kemana? Kalau merasa punya sedikit waktu buat anak-anak, kita tetap bisa lho menciptakan waktu yang berkualitas sama mereka. #XperienceSeru kemana kita weekend ini? :*
Read More »

A Silly September

Berkali-kali saya menghela napas panjang. Bulan September tahun ini rasanya konyol sekali :D. Semalam, saya melepas gendongan Ray. Pukul 22.37 Ray pulas sekali setelah seharian saya ajak kemana-mana. 

Survey sekolahnya, finger di kantor dan ke RS menjenguk kakungnya. Ray tidak ada lelahnya meskipun seharian ini energinya dipakai untuk tertawa, lari dan sesekali menangis saat saya tidak paham apa maunya.

Sejak tahun 2012, saya heran sendiri mengapa bisa memerhatikan bulan September. Seringkali saat di penghujung Agustus sudah menyiapkan kuda-kuda kalau September harus siap stok energi. Pernah juga healing terhadap diri sendiri kalau bulan ini adalah sama dengan bulan yang lainnya. Tapi kok kata hati gak bisa bohong. Tiap tanggal 31 Agustus, meski hati dan pikiran udah di puk-puk bilang nggak apa-apa kok teteup aja ada apa-apanya *hela napas*.

Kayak tahun lalu, saya mencoba menerima dengan baik bulan September, di akhir September diganjar harus nemenin Ray di RS. Saya mewek sambil membatin kalau September tahun itu kirain bakalan woles, tapi nyatanya tidak. Tapi sesungguhnya, bulan itu membuat saya tangguh meski berkali-kali berpeluh dan berdarah-darah melaluinya.

September tahun ini...

Ketinggalan kereta

Bulan ini, saya ketinggalan kereta 4 kali. Rekor banget. Saya pesan tiket jam 11.34 tapi terbaca jam 11.24. Sampai stasiun jam 11.26 hanya menatap nanar punggung kereta yang sudah berangkat, ahaha.

Saya menelpon suami dan akhirnya diantar sampai kampus. Beliau tidak berkomentar apa-apa sepanjang jalan. Karena mungkin menurutnya tidak perlu, ahaha. Tapi keesokan harinya beliau berpesan agar saya fokus dan mengecek lagi biar ga salah jadwal lagi.

Salah jadwal acara

Dulu banget, saya tertawa ketika teman saya keliru jadwal event. Jadwalnya hari Kamis, tapi dia datang hari Rabu di jam yang sama. Sampai di lokasi tentu kosong dong. Karena memang acaranya kan bukan hari Rabu. Dia curhat dengan memelas karena nengira hari itu sudah Kamis.

Nah, September ini saya kena batunya. Saya mengira acaranya kamis Minggu ketiga, ternyata Minggu keempat. Sudah rapi, berangkat kereta paling pagi. Karena memang saya diminta bantuan di acara itu. Dan saya sampai memajukan jadwal mengajar untuk acara tersebut. Tapi akhirnya zonk :D. Saya sampai sana, aula sepi. Tanya satpam katanya ga ada jadwal acara di hari itu. Saya masih khusnudzon nunggu *Lol. Pas buka undangannya, ternyata kamis depannya. Wkwk. Saya auto menertawakan diri sendiri.

Emosi naiiik

Dari September tanggal satu, emosi saya udah kenceng banget. Berasa PMS tiap hari. Makin saya menolak perasaan tersebut, rasanya semakin menjadi. Endingnya saya lebih banyak diam, atau malah menangis tergugu sendiri. Karena memang rasanya gak enak banget, tapi bingung mau ngapain.

Suami juga bingung mentreatment saya bagaimana. Karena tiap mau ditolong, saya katanya judes, padahal enggak :(((. Yaudah, seminggu diem-dieman. Beneran diem, kecuali ada Ray atau orang ketiga diantara kami. Kami berdua mati-matian menjaga biar ga menjadi trigger masing-masing. Karena hanya akan menyakiti satu sama lain. Yaah, diam adalah kunci!

Tapi diam lama-lama juga ga bagus. Pas seminggu, ketika suami nganter ke kampus trus mampir ke rumah Solo buat beres-beres, saya menawarkan nonton film. Twivortiare. Beliau mengangguk. Kirain di bioskop tidur karena genre filmnya drama romantis. Tapi ternyata tidak. Saya sesenggukan sampai akhir. Di akhir film, beliau minta maaf sambil bilang "kita belajar lagi ya. Berjuang sama-sama". Kelar! Sepanjang jalan Solo-Klaten kami ngobrol apa saja. Kemarin kenapa. Dan, suasana yangbsebelumnya membeku lama, mencair sudah :))).

Ray rewel

Selain emosi naik turun, Ray sering tantrum ya Allaaah. Kalau mau, dia HARUS dipenuhi. Padahal energi saya kayak diperas, jadi porsi main buat dia yang biasanya 1 jam trus tidur, ternyata enggak. 1 jam itu dia uring-uringan ga jelas. Dan saya wajib bisa menerjemahkan maunya. Huhu

Katanya sih masuk masa terrible two, tapi dia 1.5 tahun belum genap :(((. Jadi, sebelum sampai rumah biasanya saya sudah release emosi dulu. Biar tetap waras nemenin Ray. Karena apa yang saya lakukan itu juga buat dia.

Keluar masuk RS

Bapak drop beberapa kali kesehatannya. 2 x masuk IGD dan berakhir opname. Pertama masuk ruang isolasi, kedua masuk ICU. Saya bolak balik kampus-RS dan memastikan Ray kalem sama papinya.

Ray juga tes IGRA untuk memastikan TB-nya. PR banget sama berat badannya yang stagnan beberapa bulan terakhir. Alhamdulillah negatif.

Salah naik bis

Yang paling epik bulan ini selain salah jadwal dan ketinggalan kereta adalah, saya salah naik bis. Saya pikir sumber rahayu itu rutenya Jogja aja. Lha kok ternyata ada yang ke Semaraaaaaang. Ahaha.

Untuk kernetnya sabar banget. Pas mau bayar dan nanya turun mana, saya PD bilang Klaten. Penumpang kanan kiri saya refleks menatap saya. Saya belum sadar kalau keliru bis. Ini jurusan Semarang Mbak, kata kernetnya kalem. Nanti Mbaknya turun di depan trus puter balik aja ke arah Kartasura. Saya hanya menghela napas panjang.

Rasanya, September ini sangay konyol. Pengen banget skip dan cepet-cepet Oktober. Tapi, bagaimanapun itu, waktu selalu menjadi obat. Esok, saya akan tertawa menceritakan hal ini. Meskipun pas melewatinya penuh dengan helaan dan gumaman.


Read More »

Jogja yang Selalu Istimewa

Kemarin ada salah satu teman blogger yang nge-share tentang infografis yang isinya kota ternyaman yang layak ditinggali ketika tua nanti. Dan 3 kota kami menjadi top ten dong! :)))).


Jogja yang membuat saya jatuh cinta sampai beli tanah disana untuk bisa kami tempati, ternyata menduduki posisi pertama. Dan Jakartaaaaaaaa yang bikin saya jatuh cinta berkali-kali karena siang-malam kotanya gak pernah mati ada di posisi kedua. Trus, realitanya kami harus berdamai dengan cinta kami masing-masing, karena kedua kota itu harus menjadi kota singgah saja. Karena kami sekeluarga akhirnya berlabuh di Solo yang menjadi kota ternyaman nomor 8 menurut infografis tersebut.

Jogja selalu Istimewa

Tidak hanya suami, Mas Jundi, Abang kedua saya juga mulai jatuh cinta dengan kota ini. Seminggu terakhir, beliau bekerja di Jogja. Mengenal lekuk-lekuk kota itu.

Jadi, 2 hari ini beliau diminta jadi guide orang bule yang ingin keliling Jogja. Sebagai newbie, saya harus mengapresiasi, karena beliau blas ga bisa bahasa inggris. Mungkin hanya yes or no aja. Ahaha. Tapi nyatanya, saya menikmati setiap ceritanya ketika menjamu para bule di kota gudeg itu.

Hari pertama, beliau cerita mengantar ke kawasan candi: ke prambanan dan borobudur. Yakin candi doang? Haha. Kirain mau mix ke objek wisata mana gitu. Ternyata bule-nya emang mau ke candi aja. Eits jangan salah, ngubek-ngubek prambanan sama borobudur kalau dari ujung ke ujung ga cukup sehari, lho. Ahahaha.

Beberapa bulan lalu saya ada event di prambanan, dan memang banyak banget spot-spot candinya. Makanya kalau niat buat keliling satu per satu, buat eksplore candi aja nggak cukup.
Prambanan itu luaaaas banget. Seharian eksplore bisa gempor :D

Sebelumnya Mas Jundi nanya, candi apa di Jogja yang biasanya ingin dieksplore oleh para turis. Ini untuk referensinya saat mengantar para bule. Eh ternyata bule-nya sudah request minta diantar ke prambanan sama borobudur. Fyi, di Jogja masih buanyak candi yang bisa jadi rujukan teman-teman pas weekend lho. Ada candi sambisari, ijo, gebang barong, sari, kalasan donotirto dan ratu boko :).

Jogja ternyata istimewa, ya. Kata Mas Jundi yang menikmati pekerjaan barunya. Iya, beliau baru seminggu, tapi setiap hari ada hal baru yang membuat dia merasa tertantang untuk belajar. Salah satunya bertemu dengan bule tadi :D.

Jika rejeki, takkan pergi. Pun ketika hilang, akan diganti. Berlipat lebih baik. Dan Jogja seperti tidak habisnya menjadi topik obrolan kami tiap pagi sebelum saya berangkat ke kantor, dan saat mau beranjak tidur.

Obyek Wisata di Jogja

Sebelum mengantar tamunya, saya dan Mas Jundi menulis beberapa list obyek wisata Jogja, lho. Jadi sebelum mereka memilih wisata ke candi prambanan dan borobudur, kami sudah memiliki referensi obyek mana saja yang menarik di Jogja, tapi kok endingnya kalah sama candi, ahahaha. Makanya, daripada mubadzir kan ya, mending saya share sama teman-teman semua.

Pantai yang eksotis

Yang suka pantai mana suaranyaaaaa

Parangtritis, Baron Krakal Kukup, BKK, Depok, Samas, Trini, Glagah, Sadranan, Indrayanti, Jogan, Pok Tunggal, Drini, Siung, Sepanjang, Wediombo dan masih banyak pantai yang eksotis lainnya yang dishare teman blogger saya yang ada dalam list. Eh, pantai dan pesona laut kalah dengan candi dong :D.

Museum gunung Merapi

Ini masuk list karena tahun kemarin Mas Jundi pernah kemari dan seru! Kapan-kapan saya mau kesini. Khansa pun juga pernah menceritakan keseruan saat diajak bapak ibunya kesini. Untuk anak kecil, obyek ini bisa sekalian menjadi ajang edutrip.

Benteng Vredeberg

Semula hanya iseng jalan kaki di Malioboro. Eh ternyata nyasar ke benteng ini yang letaknya di area Maliobor. Tiket masuknya pun juga murah meriah. Areanya juga luas, Ray bisa leluasa titah karena pas kesini dia lagi demen banget buat titah.


Tebing breksi

Saya dan suami pernah kesini. Waktu itu Ray masih bayi, sekitar 6 bulanan. Viewnya memang bagus sih. Ada spot-spot yang instagramable. Suami juga pernah datang ke Breksi nganterin teman kantornya. Ukiran di tembok tebingnya menambah artistik.

Jogja bay

Kalau misal pengen berenang tapi malas ke pantai, jogja bay bisa jadi rekomendasi. Dulu datang pertama kali saat hamil Ray. Fasilitasnya lengkap. Sayang saya nggak nyobain semuanya karena perut besar :D.

Anak-anak bahagia pas di Jogja Bay


Hutan Pinus Mangunan

Saat ke tempat eyang suami, suami ngajakin ke Mangunan yang katanya wisata hutan pinusnya banyak digemari. Saat kesana, ada spot-spot yang memang instagramable. Untuk pengunjung yang mau foto harus bayar 10 ribu.

Selain hutan pinus yang berada di Dlingo, saya juga menambahkan list bukit panguk Kedawung. Memang bagus sih, tapi medan menuju kesananya nggak memungkinkan kalau pakai mobil. 3 tahun lalu jalannya agak menanjak dan terjal.

Oleh-oleh dari Jogja apa saja?

Setelah puas berkeliling candi, Mas Jundi mengantar tamunya ke daerah Malioboro. Beliau hanya parkir saja dan mempersilakan tamunya buat jalan-jalan. Mas Jundi bengong saat salah satu bule bilang hanya sekadar jalan-jalan dsri ujung ke ujung sambil mengambil foto. Semula bingung, karena mengira akan belanja di Malioboro sekalian.

Eh iya, bule-nya ada 4, salah satu diantara mereka ada yang fasih bahasa indonesia dan jawa. Makanya komunikasinya lancar jaya. Saya sampai menyimak detail lho ceritanya. Sampai nulis ini saking senangnya. Itung-itung sekalian nostalgia kalau Jogja adalah cinta pertama suami sampai saat ini untuk menua nanti.

Nah, karena bule hanya memutuskan jalan-jalan di Malioboro dan meminta rekomendasi oleh-oleh di Jogja apa saja. Saya sampai googling buat pandangan :D. Nah, beberapa hal di bawah ini saya share ke Mas Jundi:

1. Makanan khas Jogja

Hayo yang ngaku pernah ke Jogja pernah beli oleh-oleh makanan apa aja? Di Jogja ada gudeg, bakpia, yangko, geplak, geblek dan coklat monggo. Kesemuanya ini saya pernah membeli dan pernah juga dikasih sebagai oleh-oleh.

2. Batik dan kaos

Saya juga pernah mendapat oleh-oleh batik dan kaos dagadu yang menjadi icon kota Jogja. Biasanya para turis tidak melewatkan oleh-oleh ini, apalagi di bagian depan kaos bertuliskan kata-kata kreatif khas JOGJA.

3. Kerajinan

Ada buanyak banget kerajinan yang berasal dari Jogja. Gantungan kunci, kerajinan biota laut, miniatur kayak seruling, becak-becakan, aaaaaah apalagi? Nggak habis-habis pokoknya kalau bahas tentang oleh-oleh :)))).

Dari obrolan itu saya semakin yakin kalau Jogja bisa membuat jatuh cinta. Entah budayanya, wisatanya, kulinernya, atau pernak pernik yang singgah di kota itu. Makanya ga heran kalau suami belum move on dengan kota tersebut. Ditambah lagi dengan cerita Mas Jundi yang selalu happy saat menceritakan hal-hal yang menurutnya baru tapi bagi suami sudah hafal di luar kepala tentang lekuk-lekuk kota Jogja.

Teman-teman ada yang punya impian untuk tinggal di Jogja juga saat pensiun nanti? Atau sekadar rencana liburan ke Jogja melepas penat beban kerja bersama keluarga?

Read More »

Atasi Masalah Rambut Rontok dan Berketombe dengan Shampo Grafen Hinoki

Beberapa waktu lalu, Khansa mengeluhkan kepalanya yang gatal sekali. Mungkin karena saking gatalnya, tangannya semangat menggaruk. Tidak menunggu waktu yang lama, saya juga merasakan hal yang sama, huhu. Subhanallah, gatal sekali 😭😭. Saya mencoba keramas memakai shampo, berharap gatalnya membaik, ternyata tidak, huhu.

"Buliiiiik, aku dapat kutuuuu", Khansa tertawa jenaka ketika saya memarkirkan motor di depan rumah.

Baiklah, mungkin di kepala saya juga ada kutunya. Saya pikir, gatal di kepala diakibatkan oleh ketombe. Ternyata saat disisir pakai suri, saya dapat kutu 2 ekor kecil-kecil, ahaha. 

Selain ketombe dan rontok, saya harus berpikir cara untuk mengusir kutu. Cobaan apalagi ini ya Allah? 😂. Setiap pagi dan sore, Mbak Endang mengoperasi kepala Khansa. Memastikan kutu-kutu di kepala Khansa sudah nggak ada.

Karena saya sudah mulai masuk kerja, saya agak kerepotan untuk keramas dan melakukan treatment rambut. Karena habis keramas harus menunggu kering terlebih dahulu baru memakai kerudung agar tidak bau apek. Makanya, untuk mengatasi rambut rontok berketombe dan berkutu, saya rela untuk potong pendek ke salon.

Atasi Masalah Rambut dengan Shampo Grafen Hinoki


Masalah rambut ternyata membuat saya tidak nyaman, huhu. Sudah potong rambut pendek, rambut saya tetap rontok dan berceceran di kamar. Sehingga, saya harus rajin menyapu lantai kamar dan memungut rambut kotor di kasur. Yang lebih menyiksa adalah gatal di rambut saya, huhuhu. Entah karena ketombe membandel atau masih ada kutu yang ditulari Khansa.

Kan nggak lucu, sudah pakai jilbab rapi, tapi tangan semangat menggaruk kepala saking gatalnya :(. Klaimnya sih, shampo ini merupakan shampoo antibakteri terbaik yang memiliki kandungan minyak retinispora dari Jeju yang berfungsi untuk melembabkan kulit kepalan. Selain itu, shampo Hinoki menguatkan akar rambut, sehingga tidak mudah rontok. Makanya, yang sedang mencari shampo untuk mengobati kerontokan, mungkin bisa mencoba menggunakan shampo ini.

Membaca beberapa referensi kalau shampo dengan zat retinispora memang mengandung zat antibakteri yang diproduksi oleh tanaman di hutan. Antibakteri tersebut yang nantinya membantu mengelola kulit kepala dan rambut rontok. Nah, zat antibakteri alami tersebut dinamakan phytoncide *berasa belajar Biologi lagi*.

Keuntungannya apa? Zat tersebut dapat meringankan stres akibat gatal yang ditimbulkan di kepala, penguatan kardiopulmoner, penghambatan tungau yang aktif bereproduksi. Cocok banget buat yang bermadalah dengan kutu rambut membandel nih!

Ingredients-nya apa aja?

1. Minyak Retinispora x Air Retinispora 
Cuci kulit kepala Anda secara menyeluruh dengan Pohon Retinispora Jeju yang kaya phytoncide

2. Komponen mentol
Kurangi gatal dan dinginkan kulit kepala dengan komponen mentol yang dingin dan jaga agar dingin dalam waktu lama

3. 9 bahan herbal
Ekstrak akar Rehmannia, Ekstrak akar Acorus, Ekstrak akar Licorice dari Spanyol, Ekstrak Kulit mulberry, Ekstrak buah cocklebur, Ekstrak Lycium chinense, Ekstrak Ginseng, Ekstrak Dendranthema Korea


Review Shampo Grafen Hinoki

Setelah seminggu memakai shampo ini, rambut saya lumayan adem. Nggak gatal parah dan gak rontok seperti sebelumnya. Oh iya, Solusi perawatan 4 tahap dari shampo ini saya baca di beberapa klaimnya

1. Penghapusan residu. Busa padat menekan produksi sebum yang berlebihan. Cairan shampo ini bening dan tidak pekat seperti shampo kebanyakan, tapi hasil busanya melimpah. 

2. Normalisasi kulit kepala PH sehingga menghilangkan ketombe berlebihan melalui kontrol pH tersebut.

3. Aktivitas antibakteri mngandung sejumlah besar komponen antibakteri alami dari Pohon Retinispora meredakan gatal-gatal di kepala.

Apakah gatal-gatal di kepala saya mereda? Yes! Makanya saya sesuka itu sama shampo ini. Yang mau nyobain shampo ini, teman-teman bisa order online. Pengirimannya langsung dari Korea karena memang produk ini asli produksi dari negeri ginseng tersebut.


Atau, kalau mau praktis, bisa pesan di Shopee melalui link berikut: https://shopee.co.id/-Grafen-Hinoki-shampoo-500ml-Hair-loss-care-shampoo-i.116896291.1796748435

Bye bye rambut rontok, kutu dan ketombe :*. Saya bisa nyaman pakai hijab karena nggak perlu garuk-garuk rambut lagi. Udah nemuin jodoh shampo yang pas siiiih :))

Read More »