Featured Slider

Tip Mengatasi Kulit Kering dan Kusam Saat Masa Kehamilan


Hamil pertama Ray merupakan surprise bagi perkawinan saya dan suami yang saat itu sudah satu atap dan tidak Long Distance Mariage (LDM) lagi. Sebelumnya kami memang terpisah jarak, Jakarta-Klaten. Setiap 1 atau 2 Minggu sekali, salah satu diantara kami yang memiliki waktu senggang, langsung beli tiket kereta untuk bertemu.

7 bulan menikah, saya hamil. Kami termasuk yang santai banget soal momongan. Kalau dikasih cepat, alhamdulillah, misal harus menunggu pun tidak apa-apa. Jadi pertanyaan “sudah isi belum?” tidak membuat kami baper.

Rentang 7 bulan itu, saya ikut beberapa event yang membahas tentang pregnancy dengan harapan bisa memiliki bekal ilmu saat kehamilan nanti. Realitanya, masih banyak hal yang ternyata belum saya tahu. Menjadi ibu membuat saya belajar banyak hal-hal baru. Beberapa masalah yang saya temui, memaksa saya harus mencari tahu. Salah satunya tentang masalah kulit saat hamil Ray.

Selama hamil, kulit saya sangat kering dan kusam. Setelah membaca beberapa referensi, ternayata ada beberapa penyebab kulit kusam saat hamil

1. Chloasma

Sejak merasa kulit saya kering dan kusam, saya langsung browsing penyebab dan cara mengatasinya. Waktu itu pengetahuan saya memang terbatas mengenai skincare yang aman untuk ibu hamil. Rasanya paranoid saja, takut kenapa-kenapa.

Nah, saat hamil, selain bentuk fisik yang berubah, kadar hormon estrogen dan progesteron juga mengalami perubahan. Sehingga hal tersebut memengaruhi kulit selama masa kehamilan. Jadi, memang wajar kalau kulit terlihat kusam dan di beberapa titik timbul flek hitam.

Flek hitam tersebut biasanya muncul tidak teratur di bagian wajah. Kalau saya di pipi bagian kanan, dahi dan hidung. Kalau istilah kedokteran, kondisi ini dinamakan chloasma atau melasma. 

Hmm, saya baru paham kalau saat hamil, pigmen melanin yang merupakan pigmen berwarna gelap, akan lebih banyak dihasilkan ketika kulit terpapar siar matahari. Benar saja, saat itu saya masih bolak balik Klaten Solo untuk menyelesaikan tesis.

2. Mual dan muntah

Siapa yang mengalami mual dan muntah saat hamil? Saya sempat merasakannya. Bahkan sampai trimester kedua, saya masih mengalami rasa mual dan muntah. Kok bisa pengaruh sama kulit sih? Ternyata kalau intensitas muntahnya lebih sering dan tidak diimbangi dengan asupan nutrisi yang masuk, tidak hanya si ibu yang rentan untuk dehidrasi, kulit pun juga! Huhu.

Saya juga lumayan kepayahan waktu itu, karena tiap apa yang saya makan, rasanya perut mual dan akhirnya muntah. Saya concern menjaga asupan makan dan minum, tapi ternyata intensitas muntahnya sering. Dan saya baru paham kalau hal tersebut menjadi faktor kulit menjadi lebih kering dan kusam.

Buat yang lagi ngidam, merasa mual dan muntah, jaga asupan nutrisinya ya! Untuk janin, kekuatan ibu dan tentunya demi kulit lebih glowing.

3. Skincare

Honestly, saya takut memakai skincare saat hamil. Ada beberapa skincare yang memang aman dipakai untuk ibu hamil dan menyusui, tetapi lagi-lagi saya tidak percaya diri untuk memakainya. Jadi, sebenarnya memakai skincare saat hamil sangat membantu mencegah dan mengatasi kulit kusam dan kering. Dalam kasus saya, karena saya sempat skip memakai skincare, mungkin menyebabkan kulit saya lebih kering dan kusam.  

Jadi, misal teman-teman sedang hamil, silakan tetap untuk memakai skincare agar kulit tetap lembap. Tetapi pastikan dulu produk-produk yang dipakai aman atau tidak ya untuk janin. 

Dari beberapa permasalahan tersebut, ada beberapa tip yang saya terapkan untuk mengatasi kulit kusam saat hamil Ray.

1. Tidur berkualitas

Siapa yang merasa tidurnya kurang berkualitas saat hamil? Saya! Trimester pertama saya mengalami insomnia. Tidurnya kebalik. Malam nggak bisa tidur sampai shubuh, siangnya ngantuk berat dan pusing, huhu. Setelah konsultasi ke dokter, saya dianjurkan untuk beraktifitas yang mengundang kantuk saat malam hari, seperti membaca dan mengurangi  penggunaan gadget

Kurangnya waktu tidur dapat menyebabkan kantung mata dan merusak kolagen—zat protein yang membuat kulit kenyal dan halus. Dalam keseharian sebaiknya memang kita dianjurkan untuk memiliki waktu tidur yang berkualitas, apalagi ketika masa kehamilan.

2. Minum air putih yang cukup

Poin 2 ini juga effort sekali buat saya. Kalau untuk orang biasa, anjuran minum adalah sebanyak 8 gelas atau setara 2 liter setiap hari. Untuk Ibu hamil tambah 2 gelas, menjadi 10 gelas atau setara dengan 2.5 liter per harinya.  

Untuk memenuhi asupan air yang cukup ini, konsekuensinya saya harus sering BAK ke kamar mandi. Dalam kondisi mual dan muntah, kondisi seperti ini membuat capek banget, huhu. Kayak baru aja ke kamar mandi kok ke kamar mandi lagi, sih, ahaha. Meskipun begitu, teman-teman yang sedang hamil jangan sampai kekurangan asupan air putihnya ya. Agar tidak dehidrasi dan kulitnya tidak kusam :*.

3. Perbanyak sayur dan buah

Wuhuuuuu, yang tidak kalah penting selain asupan air adalah sayur dan buah. Kalau tidak mengalami mual dan muntah, mungkin hal ini tidak masalah. Tapi berbeda halnya buat yang ngidam, mual dan muntah. Butuh trik biar nafsu makan tetap terjaga. Apalagi kalau pengen makan yang serba pedas atau asin biar mulut ga terasa pahit setelah muntah.

Kalau saya memilih buah yang banyak airnya dan segar di mulut. Jeruk, pepaya dan strawberry. Untuk sayu alhamdulillah saya tidak terlalu pemilih. Apa yang dimasak Ibu, saya selalu lahap makan. Menurut penelitian, sayur dan buah dapat membantu memelihara kulit agar lebih segar dan sehat.

4. Memakai pakaian yang tertutup ketika keluar

Karena di saat kehamilan pigmen melanin meningkta, jadi sebaiknya kalau keluar rumah memakai pakaian yang menutup kulit. Bagian muka bisa memakai masker. Hal itu bisa mengurangi dan mencegah kulit kita terpapar sinar matahari.

5. Memakai pelembab dan tabir surya

Poin terakhir adalah tentang skincare yang aman buat ibu hamil. Sehingga pas hamil bisa tetap glowing luar dalam. Apalagi pemakaian sunscreen, ya. Ternyata setiap hari dianjurkan untuk memakainya. Tidak harus keluar rumah, pas di dalam rumah pun juga disarankan untuk memakainya. 

Salah satu skincare andalan saya yang aman untuk ibu hamil dan menyusui adalah mama’s choice daily protection face moisturizer.


Review Mama’s Choice Daily Protection Face Moisturizer.

Produk ini merupakan salah satu produk Mama’s Choice yang aman dan bebas toksin, sehingga aman digunakan untuk ibu hamil dan menyusui. Nah, yang sedang mencari sunscreen yang melembabkan di kulit, daily protection face moisturizer ini bisa menjadi #PilihanAmanMama.

Formula daily protection face moisturizer spesial di-launching untuk Ibu hamil dan menyusui, di bawah ini keunggulannya:

Dermatologically tested 
Bebas paraben dan retinol
Tidak mengandung chemical sunscreen—yang berbahaya untuk kulit sensitif
Non comedogenic, non fragrance, non alcohol
No Hydroquinone
Paraben free & retinol free

Meskipun klaimnya difokuskan untuk ibu hamil dan menyusui. Tapi produk ini bisa menjadi rekomendasi untuk segala jenis kulit, baik kering, kombinasi maupun kulit kombinasi, lho. Saat ini saya masih menyusui Ray, makanya pas nyobain produk ini dan cocok di kulit wajah, rasanya senang sekali. 

Setelah saya baca dengan seksama dalam daily protection face moisturizer adalah natural rice extract yang fungsinya melembabkan dan menghidrasi kulit agar tampak lebih kenyal dan glowing. Selain itu ada mineral sunscreen dengan SPF 25 PA++ untuk memproteksi kulit dari paparan sinar matahari. Terdapat hyaluronic acid-nya juga yang berfungsi untuk mencegah penuaan dini.

Meskipun saat ini kita sedang physical distancing dan membatasi libur kerja maupun jalan-jalannya. Tapi saya tetap menjaga kesehatan kulit agar tetap cerah di rumah aja. Salah satunya dengan tetap menggunakan pelembap dan juga sunscreen dengan daily protection face moisturizer.

Buat teman-teman yang mau nyobain produk ini ataupun produk  Mama’s Choice yang lain, bisa langsung order di shopee ya @mamaschoiceID. Untuk mendapatkan potongan saat belanja disana, teman-teman bisa memakai kode “MAMANURSL” saat pemesannya. Lumayan banget lho, dapat potongan 25 ribu dengan pembelanjaan minimal 150 ribu.

Bye-bye kulit kering dan kusam! Biar #MamaGlowingLuarDalam bisa nyobain #SkincareRamahBumilBusui dan pastikan #PilihanAmanMama ya :)

Read More »

Pahala yang mana?
















10 hari terakhir ramadan tahun ini entah kenapa energi Ray seperti tidak ada habisnya. Sayangnya hal tersebut tidak diimbangi dengan nafsu makannya.

Hidup saya rasanya enak-enak saja, tapi sekalinya Ray ga mau makan seharian, kok jadi ambyar, ahahaha. Kata Ibu, sudahlah biarkan saja, yang penting Ray anteng dan sehat. Baik, saya mencoba woles, tapi kok kesetrum juga :((

3 hari lalu nimbang berat badan Ray, turun 4 ons dong. Hatiku terpotek-potek karena merasa kalau BB-nya aman. Makan dan minum mau kok, bulan ini amanlah, batin saya. Tapi realitanya zonk, wkwk. Halu banget kalau ga ditulis dan di-track beneran.

Belum sembuh shocknya, lha kok mengalami fase "ngemut" ya Allaaah. Jadi, mau makan tapi diemut lama. Sudah gonta ganti menu, tetap saja begitu. Ujung-ujungnya dilepeh, karena kalau sidah diemut, Ray ga akan menelan makanannya.

Tidak baik-baik saja

Kalau Ibu bilang biarkan ga makanyang penting sehat, saya sebaliknya. Saya mencari cara bagaimana caranya Ray mau makan. Menu apa yang dia sukai. Dan tentunya dengan menu seimbang agar BB-nya nggak turun lagi.

Kondisi ini tidak baik-baik saja buat saya maupun Ray. Apalagi seharian ini dia sama sekali ga mau makan. Sekalinya makan, diemut lama dan dilepeh, huft. Efeknya apa? Dia mengandalkan nenen, padahal saya lagi puasa. Kalau merasa nenennya ga enak, dia akan rewel dan tantrum. Akhirnya apa-apa jadi salah menurut dia, huhu. 

Pokoknya kalau Ray sudah skip makan, tumpuannya adalah saya. Makanya saya berkali-kali bilang, apalagi sekarang dia sudah 2 tahun, kalau dia akan mendapat nenen setelah makan. 

Trus hubungannya sama pahala apa? :(... Let me i tell you, biar saya enakan....

Seharian ini saya emosional sekali. Rasanya keluar masuk dapur buat nyiapin makan Ray, tapi nggak mempan semua. Akhirnya dia rewel, skip sarapan dan makan siang. Siangnya dia mau nenen dan merasa ngantuk, saya mencoba bujuk buat makan tapi sepertinya dia beneran mau tidur. Oke, saya tidak memaksanya.

Sore berharap dia mau makan, tapi lagi-lagi diemut dan dilepeh. Bye-bye makaaaaaan. Seharian ini beneran mengandalkan nenen, sesekali makan camilan karena  pengen Mbak Khansa. Energi saya tidak bisa mengimbangi Ray yang main keliling rumah dari ujung ke ujung.

Karena mungkin merasa lelah lari-larian, endingnya gendongan :D. Saya merasa capek banget karena 10 hari terakhir ramadan pengennya khusuk ibadah kok malah sibuk ngurusin MPASI Ray yang ga berhasil. Beneran nguplek masak dan nyuapin tapi ga berhasil. Merasa waktunya sia-sia aja *tampol diri sendiri.

Padahal..... Momong anak itu ibadah yang nyata. Apa kamu lupa? *cryyy. Selepas isya nangis buat released emosi. Pelan-pelan ditata lagi, menanyakan ulang pada diri sendiri tentang pahala mana yang sejatinya saya kejar? Melupakan kalau menemani Ray juga terhitung pahala kalau dari awal saya niatkan untuk ibadah. Memasak, menyuapi, menemaninya bermain dan sabar menghadapinya juga terhitung pahala, kan?

Tidak melulu mengaji berjuz-juz, menyelesaikan sampai akhir hanya karena sebentar lagi ramadan usai *cry lagi

Lalu pahala mana yang kamu cari? Kebaikan mana yang lebih tinggi? Ah, semoga tidak kehilangan esensi ramadan kali ini. 

Saya memeluk-meluk Ray yang baru saja tertidur jam 10.00. Saya ngobrol sebentar seharian ini ngapain saja, menanyakan kenapa tadi dia nangis, ga mau makan dan cerita hal lainnya. In the end, dia lelap sekali dalam pelukan saya.

Dia yang percaya kalau saya saaaangat mencintainya. Ya tidak apa-apa kalau dia mengandalkan saya. Ibuuu, mau nen... Karena dia begitu yakin, kalau saya akan selalu melindunginya.

Ray, ibu sayang sekali. Hari ini Ibu mungkin remidi, tapi Ibu janji akan belajar lagi... Tidur yang nyenyak sayang. 
Read More »

Bahagia Tanpa Pura-Pura

Masuk usia kepala tiga, rasanya saya semakin menyadari bahwa kunci bahagia saya adalah dengan menjalani hidup apa adanya dan tanpa syarat ketentuan yang ribet. Tidak harus begini untuk tertawa, tidak harus begitu untuk menangis. Karena seringkali, alasan untuk tertawa dan menangis sangat beda tipis. Ketika sedang merasa apes, seapes-apesnya, saya bisa menertawakan diri sendiri. Dan di saat yang bersamaan, saya bisa menangis tersedu-sedu. Really, tertawa dan menangis alasannya se-absurd itu. 

Saat merasa hidup kok begitu-begitu saja, ingin bergerak tapi bingung mau memulai darimana, mau melakukan ini itu saking banyak sekali rencana yang berlari-lari dalam pikiran minta dieksekusi duluan. Tapi realitanya kok saya hanya diam di tempat tanpa melakukan apa-apa. Sehingga saya sempat hampir putus asa karena tidak mampu memvalidasi perasaan sendiri. 

Masa Transisi

Ada momen dimana kita berada di masa transisi. Memaksa kita mau tidak mau melewatinya. Untuk menemukan ritme yang pas, kita harus sabar menikmatinya. Kalau flashback, masa transisi saya yang paling kontras adalah saat lulus kuliah S-1.

Keinginan dulu dan sekarang, ternyata beda sekali. Dulu, setelah lulus kuliah S-1, saya mendaftar beberapa aplikasi beasiswa S-2. Ditolak semuanya. Kegagalan berkali-kali membuat nyali dan percaya diri saya terkikis pelan-pelan. Akhirnya, saya memutuskan hijrah ke Jakarta dan bekerja di korporasi. Saya pikir, mimpi saya kuliah lagi sudah pupus, ternyata semakin berapi-api. 

Mengikuti intuisi dan kata hati, saya resign dan kuliah lagi. Semula saya mendaftar kuliah di Jakarta dan Solo, sudah lulus administrasi dan tes keduanya. Bedanya, di Jakarta saya mendaftar beasiswa, sedangkan di Solo saya memakai biaya sendiri. Karena pertimbangan ingin menemani Bapak Ibu, saya memilih kuliah di Solo, tempat dimana sekarang saya bekerja dan insya Allah berkarya.

Saat masuk kuliah lagi, saya seperti menemukan apa yang saya mau. Bertemu dengan teman-teman baru. Membuka impian lama yang sempat tertunda. Saya mulai percaya diri lagi menyusun mimpi. Berani mencoba hal-hal baru. Menemukan wadah blogging sebagai healing. Lewat blog, saya memiliki banyak kesempatan untuk bekerja mobile. Sangat mengasyikkan 3 tahun menjadi freelancer—saya dibayar atas hobby yang saya tekuni. Menulis!

Saya mengacuhkan asumsi orang-orang yang mengira kalau bekerja dari rumah adalah pengangguran. Honestly, hidup apa adanya tanpa mempertimbangkan berisiknya omongan orang, ternyata sangat membahagiakan. Pelan-pelan memahami kalau bahagia itu tanpa syarat ketentuan

Bahagia Tanpa Pura-Pura, Simak ini nih Tipsnya!

Trus, caranya tetap bahagia tanpa pura-pura apa, sih? Berdasarkan pengalaman, 7 hal ini yang saya lakukan untuk lebih mengenal diri sendiri apa adanya. Sehingga saya benar-benar menyadari dan memvalidasi perasaan yang saya alami. Oh iya, saya sedang galau. Duh sebentar lagi PMS, nih *senggol bacok. Kok tiap ketemu dia yang auto nyebelin, energinya jadi nular jelek ya? Pokoknya beneran tahu kondisi diri sehingga mudah untuk on the track kalau merasa keliru.

Adaptasi dari masa transisi

Setiap orang mengalami masa transisi yang berbeda-beda. Ada yang hanya butuh waktu sebentar untuk mengatasinya, pun ada juga yang memerlukan waktu serta proses panjang untuk menemukan titik balik. Masa transisi itu bisa terjadi ketika kelulusan, menikah, melahirkan atau saat mengalami perubahan hidup yang krusial. 

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, kalau masa transisi terhebat saya adalah ketika lulus S-1. Awalnya menolak kenyataan karena gagal berkali-kali dan tidak sesuai rencana yang saya impikan. Lama-lama saya beradaptasi dan menerima diri sendiri, kalau gagal itu tidak apa-apa. Dicoba lagi, lagi dan lagi. Akhirnya yang awalnya gagal trus nangis, setelah berkali-kali mengalami justru menertawakan diri sendiri. 

Merunut lagi, kegagalan-kegagalan di masa lalu tidak sepenuhnya gagal. Ternyata kepingan gagal itu sangat saya syukuri sekarang ini. Ah untung waktu itu saya gagal ya, kalau enggak, pasti saya nggak dapat ini/bisa seperti ini, batin saya.

Apa teman-teman juga pernah mengalami masa transisi dalam hidup? 

Belajar
Ray ikut belajar sama Ibu :)
Rasanya ini klise sekali, tapi mau gimana lagi? Kalau misal belum bisa, ya dipelajari sampai bisa. Dicoba dulu, trial error. Awalnya mungkin kesulitan, karena memang belajar hal baru butuh tekun. Musuh besarnya adalah malas. Prinsipnya adalah baca-coba-tanya (pada ahlinya). Entah kenapa saya suka banget kalau disuruh belajar, ahaha. Kadang suka iseng aja menawarkan diri “apa yang bisa dibantu?”. Padahal saya belum tau bisa membantu atau tidak. Yang saya yakin adalah semua hal bisa dipelajari kalau kita mau.

Kalau sudah belajar tekun terus tetap nggak bisa bagaimana? Ya gak apa-apa dong, ahaha. Saya berkali-kali latihan nyetir mobil sampai sekarang belum bisa-bisa *toyor diri sendiri, ahaha. Tapi saya nggak kapok nyobain lagi dan lagi. 

Process is a key
Nikmati prosesnya dan tidak melulu terpaku pada hasil

Saya bukan tipe orang yang percaya sepenuhnya pada pepatah “Tidak ada hasil yang menghianati usaha”, ahahaha. Ada lho fase dimana saya sudah melakukan yang terbaik yang saya bisa, menerapkan teori-teorinya dengan seksama, tapi hasil akhirnya ternyata menghianati saya. 

Saya mengubah persepsi kalau “kegagalan adalah jawaban yang terbaik”. Ada kesempatan lain yang menunggu, atau ada hal yang harus saya pelajari dengan sungguh-sungguh. Sejak itu, saya mulai menghargai proses. Kunci prosesnya adalah usaha dan doa dioptimalkan, lalu digenapkan dengan tawakal. Simpel!

Fokus kembangkan potensi

Di setiap sesi wawancara kerja, ada pertanyaan yang membuat saya termenung lama. Apa kelebihan dan kelemahanmu? Beneran saya bisa lamaaaaaa sekali menjawabnya. Seringkali kita terpaku dengan kelemahan-kelemahan kita dan mengabaikan hal lain yang bisa menjadi potensi untuk dikembangkan.

Again, saya mulai pelan-pelan untuk fokus dengan apa yang menjadi kemauan saya. Menentukan goal saya agar lebih terarah. Tapi kali ini saya mulai bisa mengendalikan dan tidak memaksakan diri seperti dulu. Kalau capek berhenti sejenak, tidak diforsir. Pas merasa sudah mulai ngegas karena capek, pikiran dan hatinya diajak kalem dengan meditasi. Ah, ternyata bahagia memang sesederhana ini tanpa tapi.

Mencari peluang dan kesempatan

Kalau saya mulai bosan dengan rutinitas dan ingin upgrade skill, biasanya saya mulai mencari peluang untuk bergabung dengan komunitas. Dengan bergabung dengan komunitas, kita akan memiliki banyak informasi tentang hal baru yang kita tekuni. Kalau dulu saya suka ngeblog hanya suka-suka, saat menekuninya, saya mulai bergabung dengan beberapa komunitas dan dari sanalah muncul beberapa peluang dan kesempatan. 

Kesempatan memang seringkali tidak datang dua kali. Tapi jika memang belum rejeki, saya yakin akan datang kesempatan yang lebih baik lagi. 

Be your self


Ada kalanya saya merasa minder, huhu. Terlalu menuntut diri sendiri untuk bisa ini itu. Nah,  pas selesai kelas daring kemarin saya isi paket data IM3 Ooredoo yang kebetulan lagi ada promo. Trus melihat cuplikan video terbaru IM3 Ooredoo hati saya meleleh



Bagaimana hidup apa adanya tanpa syarat ketentuan membuat kita menjadi lebih ringan. Fokus pada diri sendiri membuat saya memahami, oh iya ternyata bahagia sesimpel ini. Just be yourself!

Bahagia ada di kamu

Bahagia itu kita yang punya! Mereka tidak berhak merenggutnya. Mau kerja di kantor atau rumah. Kamu bisa mengatur sendiri bagaimana cara bahagia dengan mengubah-ubah sedikit ekspektasi dan persepsi.

Dari pagi udah mengatur posisi “happy” tapi ambyar berkeping-keping karena sikap relasimu nyebelin? Yaaa, jangan dibawa sampai hati. Misal ada relasi yang whatsapp dengan isi yang super nyebelin, cukup sebelnya ‘sampai mata. Kalau nyebelinnya via telepon, cukup didengarkan sampai telinga. Sisanya buang ke tempat sampah, tidak perlu dibawa sampai hati. Kalau kepepet dan tidak mau diganggu, kamu berhak menutup akses sementara biar “rasa nyebelinnya” berlalu dulu tanpa mengganggu.

By the way, saya masih beradaptasi dengan masa transisi akibat korona. 2 minggu pertama membuat saya galau karena masa transisi dari work from office berubah menjadi work from home. Semua aktifitas dilakukan di rumah! Aktifitas belajar mengajar, koordinasi penelitian dan segala keperluan kantor dilakukan secara daring.

Dengan akses internet yang cepat, saya dapat menyelesaikan job desk saya dari rumah. Alhamdulillah ada IM3 Ooredoo yang mengerti kebutuhan saya. Ia menghadirkan lini produk telekomunikasi yang simple dan bebas syarat ketentuan seperti Freedom Internet yang setia saya gunakan sampai sekarang. Seratus persen kuota utama yang bisa digunakan 24 jam di semua jaringan tanpa pembagian waktu. Fitur pulsa save-nya juga membuat saya tetap nyaman internetan meski kuota habis terpakai. Bisa diaktifkan dengan telepon *123# dari handphone atau melalui aplikasi myIM3.







Read More »

Gejala Demam Berdarah yang Wajib Anda Ketahui



Penyakit demam berdarah adalah infeksi virus yang menyakitkan dan melemahkan serta menyerang tubuh seseorang. Kondisi ini menyebabkan beberapa gejala indikatif termasuk demam tinggi. Penyakit ini termasuk menular yang bisa ditularkan melalui satu-satunya pembawa yaitu nyamuk aedes aegypti. 

Penyakit ini tidak bisa ditularkan dari orang ke orang, tetapi nyamuk yang memiliki virus dengue yang menularkan ke orang lain untuk menularkan darah yang terinfeksi. Demam berdarah sering didiagnosis dengan memeriksa semua gejala yang dialami pasien dan melakukan tes darah untuk memeriksa virus atau antibodinya. Demam berdarah bisa menyerang orang-orang dari segala usia, termasuk anak kecil.

Virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk akan menyebabkan demam berdarah. Kondisi ini berarti saat nyamuk menggigit orang yang terinfeksi, nyamuk tersebut akan menjadi pembawa yang dapat dengan mudah menularkan virus ke orang berikutnya yang digigit. Ada empat jenis virus dengue yang menyebabkan infeksi dengue, dan mereka berkaitan erat. 4 jenis virus tersebut juga berkaitan dengan virus yang menyebabkan infeksi dan demam kuning. Artinya, virus dengue paling umum terjadi di daerah tropis, seperti India, Asia Tenggara, Cina selatan, Taiwan, kepulauan Pasifik, kepulauan Karibia, Meksiko, Afrika, dan Amerika Selatan. Oleh karena itu, seseorang yang diduga menderita demam berdarah akan ditanya apakah dia baru saja bepergian ke daerah tropis.

Nama "demam berdarah" mungkin terkesan membingungkan. Karena seseorang yang menderita infeksi demam berdarah akan mengalami gejala lain yang tidak hanya demam, tetapi serangkaian gejala demam berdarah lain termasuk :

- Ruam kulit
- Nyeri hebat di kepala dan otot
- Nyeri di belakang mata
- Sakit kepala parah
- Nyeri sendi dan otot yang parah
- Menggigil kedinginan
- Diare
- Muntah
- Kelelahan ekstrim
- Pendarahan ringan, seperti gusi berdarah atau hidung berdarah

Gejala-gejala demam berdarah ini biasanya muncul empat hingga enam hari setelah seseorang terinfeksi dan bisa bertahan hingga 10 hari. Setelah gejala-gejala ini dialami, pasien harus mencari pengobatan segera karena ini adalah infeksi progresif. Artinya bahwa ia memiliki kecenderungan untuk menjadi serius dan bahkan bisa berakibat fatal jika tidak ditangani. Di sinilah demam berdarah menjadi cukup berbahaya.

Karena banyak gejala demam berdarah yang sangat umum, penyakitnya dapat dengan mudah dianggap sebagai flu atau infeksi virus lainnya. Banyak orang yang secara keliru menganggap bahwa penyakitnya tidak memerlukan perawatan, sampai akhirnya dirasa terlambat. Oleh karena itu, penting untuk mengamati gejalanya dengan cermat. Apabila lebih dari satu gejala di atas dirasakan secara bersama – sama dan tidak hilang, tindakan paling tepat adalah menemui dokter untuk diagnosis yang tepat.

Kasus infeksi dengue yang parah bisa menyebabkan gejala demam berdarah berikut :

- Berdarah di bawah kulit
- Bintik merah, terutama pada kaki
- Berdarah ke usus
- Penurunan tekanan darah yang signifikan, yang dapat menyebabkan syok

Pada kasus yang lebih parah, demam berdarah berkembang menjadi demam berdarah dengue dan sindrom syok dengue. Sementara sebagian besar kasus demam berdarah dengue atau sindrom syok disebabkan oleh virus dengue tipe 2, demam berdarah juga bisa berkembang dari virus yang sama dan menyebabkan gejala awal demam berdarah. Mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah atau mereka yang sebelumnya terinfeksi demam berdarah memiliki risiko lebih besar terkena demam berdarah dengue.

Demam berdarah memiliki efek berbahaya pada tubuh jika dibiarkan untuk bisa sembuh sendiri. Penyakit ini berpotensi untuk menyebabkan hati menjadi lebih besar atau merusak kelenjar getah bening dan pembuluh darah. Penyakit ini juga bisa menyebabkan kegagalan sistem sirkulasi dan risiko perdarahan masif. Komplikasi serius inilah yang menyebabkan demam berdarah berdampak hingga kematian.

Read More »

Membangkitkan Semangat agar Tetap Produktif Bekerja dari Rumah

Jika sesuatu kelihatan serba salah, semenyebalkan apapun, pasti ada kebaikannya. Meski hanya setitik.
Akhir-akhir ini rasanya salah melulu, ya Allaaaaaaaah *sambil teriak kenceng. Apa yang saya lakukan ga ada yang beres dan bener. Endingnya saya jadi hobby ngegas, cepat marah untuk hal-hal yang seharusnya bisa saya tanggapi dengan biasa-biasa saja. Hallo, apa kabar sabar dan kalem? Kalian ngumpet dimana?
Tetap produktif kerja dari rumah, siapa takut (!)

Semester ini saya memang memilih mengajar 2 kelas saja. Ada hal baru yang harus saya pelajari sehingga butuh waktu agar fokus dan tidak terdistraksi. Alhamdulillah keputusan tersebut tepat :). Saya punya lebih banyak waktu membaca yang bisa menjadi amunisi untuk mencoba menulis penelitian.

Bulan Maret agendanya padat sekali. Saya sudah menandai mau ngapain aja. Di awal bulan sibuk dengan agenda rapat persiapan anniversary kampus. Dan yang tidak kalah penting adalah kegiatan Latsar yang informasinya akan diselenggarkaan di akhir Maret. Selain menyiapkan fisik yang oke, PR saya adalah sounding buat menyapih Ray biar nanti pas Latsar nggak terlalu rewel.

Untuk meramaikan anniversary, saya ikut euforia dalam beberapa kegiatan di kampus. Lomba senam, meramaikan fashion show dengan pakaian adat, dan yang event terakhir ya g saya ikuti sebelum adanya korona adalah pameran dari tiap-tiap fakultas.

Partisipasi memakai baju adat di acara anniversary kampus :)

Ketika wabah korona menyerang Solo, agenda yang tersusun rapi banyak yang ditunda bahkan dibatalkan tanpa ampun. Ingat sekali waktu itu saya masih menjaga acara pameran sampai sore, paginya acara tersebut tidak dilanjutkan lagi. Dan keesokannya ada instruksi untuk work from home.

Work from home tidak sesederhana itu.


Awalnya biasa aja menanggapi instruksi untuk work from home. Ah, paling cuma seminggu, batin saya. Makanya di Minggu pertama, ketika saya menyampaikan kelas online, saya masih yakin kalau hal ini akan berlalu. Tapi, belum lagi tanggal 28 Maret berakhir, ada instruksi susulan kalau work from home-nya diperpanjang sampai 30 April *nangis*.

Seminggu terakhir ini saya beneran uring-uringan. Saya belum menemukan ritme yang pas buat kerja di rumah. Jadi, pas ada instruksi perpanjangan dari kampus buat work from home, saya nangis :(. Mood udah acak-acakan. Paket combo sama PMS, huhu. 

Mau ngapa-ngapain serba salah melulu. Endingnya jadi hobby ngegas teruuuuuus. Suami sering ngepuk-puk dan nanyain apa yang bisa dibantu. Padahal problemnya ada di saya yang masih menyangkal keadaan. Selain kerjaan rumah, kampus, hal yang menguras energi adalah nemenin Ray yang sedang dalam fase eksplorasi.
Salah satu eksplorasi Ray memakai lip cream Ibunya. Tenaaaang, liburannya maasih panjang :D

Ngerjain revisi proposal, Ray dateng tiba-tiba naik teralis. Nyoba kalem ahahah

Sebelum korona, misal capek, saya bisa mlipir sebentar pergi kemana. Sekarang ga bisa, huhu. Berdiam diri di rumah adalah hal yang terbaik yang bisa dilakukan. Karena nggak mau berlarut-larut melankolis, akhirnya saya pelan-pelan mencoba menerima. Melakukan hal sebaik mungkin yang saya bisa.

Kalau pas mau nangis, yaa nangis. Trus misal pikirannya lari kemana-mana, saya berkata lirih mengajak untuk "memahami". Hal ke depan masih ambigu, makanya yang terbaik adalah menikmati hari ini, detik ini. Semenyebalkan apapun kondisinya, selalu ada kabar baiknya, meski hanya setitik.

Membangkitkan Semangat agar Tetap Produktif Bekerja dari Rumah

Yang kalau mau menstruasi berasa pengen marah mencak-mencak tanpa alasan mana suaranyaaa? Yang disalahkan pasti hormon ya :p. Trus ada nggak yang misalnya sudah ngerjain sesuatu, tapi adaaaaa aja godaannya?

Lagi ngerjain revisi proposal, eh laptopnya rewel. Malam-malam kelaparan trus masak telur, tinggal nunggu matangnya, eh gasnya habis dan gabisa dipasang gas baru. Masih bersetting di dapur, saya masak mie rebus buat suami dan telur dadar  kecap buat saya. Biar lebih mantap pakai lalap terong sama pete, eh pas ngiris terong, jari telunjuknya keiris dan berdarah ga mau berhenti, ahahah. Pokoknya ada aja yang bikin mood drop seketika dan bikin sabarnya jadi konslet :((((.

Makanya, agar bisa sahabatan sama rasa syukur dan sabar lagi, ada beberapa hal yang saya lakukan biar tetap enjoy dan produktif kerja dari rumah selama wabah korona ini. Yuk, simak! :)

1. Filter informasi dan pilih circle positif


Emang ga boleh milih-milih temen, tapi pastikan kamu memilah mana yang pantas jadi sahabatmu
Ketika wabah korona ini banyak informasi yang bertebaran di sosial media. Awalnya saya membaca dan menyimak terkait infonya, tapi lama-lama saya jengah karena mendadak paranoid sendiri. Belum lagi banyak hoax,huhu. Sehingga saya memilih filter informasi dengan mengkroscek kebenarannya sebelum share ke yang lainnya.

Selain itu, saya juga mebatasi circle sosial media. Karena lagi galau akut, saya jarang membuka grup wa, bahkan langsung clear chat saking banyaknya. Saya juga punya grup yang dipakai buat ngobrol apa saja bisa. Nah, enaknya punya circle yang obrolannya satu frekuensi, tanpa menjelaskan dua kali mereka mengerti, bahkan kadang mereka memahami kalau saya sedang butuh didengarkan saja tanpa harus dikomentari.

2. Membuat to do list

Saya membuat to do list dan mencoba mengerjakan hal yang bisa saya kerjakan duluan. Honestly, saya ga bisa multitasking. Saya butuh fokus untuk mengerjakan suatu hal sampai selesai. Misal ada deadline yang harus dikerjakan segera, saya tulis dan tempelkan di dekat tempat tidur agar selalu ingat. Pengerjaannya pun saya sesuaikan dengan jadwal Ray main dan tidur.

Jadi kalau pas dia main, saya prefer menemaninya dan tidak disambi (duh apa bahasa indonesianya :p) dengan kerjaan lain. Masa-masa galau begini, saya lebih memilih main aman. Bekerja dengan fleksibel dan nyaman. Seminggu terakhir ini, to do list saya butuh waktu lama untuk mencoret per item pengerjaannya. Saya menyugesti diri sendiri kalau hal itu tidak apa-apa. Rasanya pengen teriak kenceng "Bye bye PMS dan Korona cepatlah berlalu, plis" :D

3. Skinkare-an dan berhias diri

Mentang-mentang di rumah, kemarin skincare-an saya bolong-bolong. Pakai baju daster kebangsaan. Saya mengubah sedikit suasananya. Kalau pagi, saya mulai rajin skincare serta dandan tipis-tipis. Awalnya sempat ditanyain orang rumah, pagi-pagi sudah rapi mau kemana? :D. Tapi, ternyata berhias diri ini pelan-pelan memulihkan percaya diri dan mood saya yang sempat porak poranda.

4. Kecilkan Ekspektasi

"Ah, kamu enak Mbak, kerja dari rumah tetep dapet gaji. Lha aku?". Ekspektasi kerja dari rumah yang bagus-bagus membuat saya awalnya berekspektasi terlalu tinggi. Membuat deretan kegiatan seru yang bisa dikerjakan di rumah. Tapi percayalah, serunya hanya di minggu pertama,huhu. Selebihnya saya mati gaya karena tiap bosan melakukan sesuatu, saya nggak punya pilihan untuk keluar dengan leluasa.

Perasaan bosan ini saja kadang ditampik sebagai bentuk kufur karena masih ada yang kondisinya lebih memprihatinkan dari kita, huft. Makanya saya menyebut perasaan ini serba salah. Di kepala rasanya berisik sekali, ingin ini-itu, tapi energinya ga mumpuni :(. Makanya, pelan-pelan saya mengecilkan ekspektasi, bekerja di rumah itu biasa saja, bosan juga biasa, nangis apalagi. Biasa saja! Sehingga ketika perasaan itu hadir, saya bisa menerimanya tanpa harus merasa bersalah :)

5. Mencoba hal baru
Hal baru apa yang akan kita pelajari?
Mati gaya karena ngerjain itu-itu aja? Apalagi Ibu-ibu yang selain mengeluhkan banyaknya PR anaknya, mereka juga merasa kuwalahan karena nguplek di dapur terus, ahaha.

Untuk keluar dari rutinitas yang mulai jenuh,saya mulai menekuni hal-hal baru. Ikut beberapa kulwap tentang mengelola keuangan, mengenal produk-produk investasi dan ikut sesi hening sejenak :). Teman-teman bisa menekuni hal baru untuk mengisi liburan di rumah agar lebih produktif.

6. Mandi sebagai jadi ajang me time
Berimajinasi kalo Ibu-Ibu bisa mandi lama tanpa digangguin anak :D
Hampir 24 jam, Ray selalu nempel saya di rumah. Dia kelihatan bahagia sekali dan ga pernah bosan, asal di samping saya. Minggu pertama saya masih kalem dan bisa mengimbangi energinya, tapi pas masuk minggu kedua rasanya jenuh sekali. Ray sama sekali ga mau sama yang lain. Mau sih, tapi harus ada saya yang mendampingi di dekatnya :((.

Makanya mandi merupakan ajang me time saya karena ga diganggu sama Ray. Selama korona ini saya bisa mandi 2-4x sehari. Pagi pas shubuh ketika Ray belum bangun, sore dan 2 lagi tergantung kebutuhan saya bepergian beli barang-barang yang habis ke grosir.

Awal bulan saya nyobain vitalis perfumed moisturizing body wash yang wanginya bikin rileks. Pas kondisi galau dan PMS begini beneran sangat membantu karena wanginya enak.

Credit: Ranny Afandi


Review Vitalis Perfume Moustirizing Body Wash

Sebelumnya, saya memang penggemar parfum Vitalis. Makanya pas ada body wash-nya, saya pengen banget nyobain. Berasa kayak mandi parfum :). Nah, vitalis body wash ada 3 varian, tapi menurutku wanginya enak semua.

1. White Glow
Credit: Ranny Afandi

Varian ini mmberikan manfaat Skin Brightening. Kulit terlihat lebih halus, lembut dan cerah. Parfum yang digunakan untuk variant ini mempunyai top note  dengan aroma fruity dari paduan manisnya Cherry & Raspberry, disusul dengan wangi Marshmallow & Gardenia yang lembut dan elegan, dibungkus dengan kombinasi Woody & Suede yang glamour dan long lasting.  Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash White Glow, diperkaya dengan ekstrak Licorice dan Susu, yang membantu merawat kulit hingga tampak bersih, cerah bersinar.

2. Fresh Dazzle

Parfum yang digunakan untuk variant ini diawali dengan  segarnya wangi Bergamot, diikuti wangi Floral Bouquet yang elegan feminin dan disukai wanita, ditutup dengan Musk Amber yang long lasting. Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Fresh Dazzle, diperkaya dengan ekstrak Yuzu Orange dan anti oksidant dari Green tea, yang menjaga kulit terasa lebih bersih, wangi, segar dan terawat. Saya suka wangi varian duzzle ini :)

3. Soft Beauty


Parfumnya dibuka dengan wangi segar yang clean dari Fruity Aldehydic, dilanjutkan dengan wangi Rose & Violet yang feminine, diakhiri dengan manisnya Tonka Bean & Sandalwood yang premium. Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Soft Beauty, diperkaya dengan ekstrak Avocado dan Vitamin E, untuk membantu menjaga kulitmu tetap terasa kenyal halus dan  lembut. Hmm, teman-teman bisa nyobain varian ini juga buat body wash di rumah. Aromanya bikin rileks.

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash memang body wash yang memiliki “superior parfum” dengan skin benefit yang baik dan disesuaikan dengan kebutuhan kulit wanita Indonesia.

Dengan menggunakan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash membantu saya menjadi semakin percaya diri dan bersemangat untuk tetap produktif di rumah.

Buat semua, saling menyemangati yaaa. Stay safe, stay healthy  dengan tetap produktif di rumah selama wabah korona ini, ya. Semoga berlalu :)

Jangan pura-pura bahagia. Capek! Mau nangis, boleh biar lega. Ngeluh juga ga apa-apa. Pastikan saja "pulang kembali" :)
Read More »