Featured Slider

Pakaian Lembut, Wangi dan Bebas Noda? Simak Rahasianya!

Pekerjaan rumah tangga yang paling saya gemari adalah mencuci: mencuci piring dan baju :D. Mungkin karena dekat dengan air, sehingga menyebabkan saya betah mengerjakannya. Pekerjaan terasa lebih menyenangkan, ahaha. Mau sebanyak apapun cucian, saya akan dengan senang hati menyelesaikannya.


Tapi setelah jemuran mulai kering, mendadak semangat jadi turun beberapa dijit, huhu. Karena sudah terbayang-bayang harus nyetrika. Siapa yang paaaaaling males nyetrika baju? *nyari temen.

Honestly, sejak memiliki Ray, saya hampir tidak pernah nyetrika. Awal lahiran masih rajin banget, tapi lama-lama menguras tenaga, huhu. Mungkin karena dasarnya nggak suka duluan sama pekerjaan rumah ini. Lha gimana? Kalau nyetrika bawaannya gerah. Nggak bisa ditinggal-tinggal. Posisi pengerjaannya juga serba salah. Berdiri capek, duduk punggung pegel, jongkok apalagi? Ahaha. Makanya, kalau nggak kepepet, saya nggak nyetrika baju. Kompak banget sama suami yang nggak mempermasalahkan tentang hal ini

Mencuci Pakaian


Karena sadar betul kalau saya nggak terlalu menyukai nyetrika, maka saya memerhatikan tahap mencucinya. Kalau kata ibu, menyetrika bisa mematikan bakteri karena panasnya. Selain itu juga wangi karena pas nyetrika bisa disemprot pakai pewangi pakaian agar lebih licin saat nyetrika.

Saya berbeda mazhab sama ibu yang rajin banget nyetrika demi kerapian dan kenyamanan anak suaminya. Makanya kalau dapat pembagian tugas, saya lebih memilih mencuci piring atau pakaian saja.

Bagi saya, pakaian bisa tetap lembut, wangi, bebas bakteri dan bersih tanpa harus disetrika. Bisa banget! Makanya, tahap mencuci ini saya buat  (lebih) menyenangkan. Teman-teman mau tahu juga rahasia saya yang selama setahun terakhir ini jarang banget nyetrika pakaian tapi tetap merasa nyaman? :D. Ada beberapa hal yang saya lakukan saat mencuci pakaian, agar pakaian nggak cepat kusut, wanginya tahan lama dan tentunya bersih bebas bakteri. Simak ya!

1. Memisahkan pakaian

Pakaian Ray tentu saja saya pisah. Saya rendam sendiri. Kalau pas mengeringkan baru saya campur dengan pakaian keluarga besar.

Saya memisahkan berdasarkan tingkat kotor, warna pakaian dan bahan pakaian. Underware saya kucek dulu baru dimasukkan ke mesin cuci. Lalu pakaian yang kotor banget saya juga rendam dulu selama setengah jam agar nodanya hilang, baru digiling. Trus, pakaian yang warnanya cerah, biasanya pakaian kerja yang berwarna putih, biru muda, tidak saya campur juga karena rentan kelunturan baju yang lain.

Memisahkan begini repot gak? Enggak sama sekali. Justru saya bisa menyortir mana pakaian yang bernoda dan tidak. Hasilnya lebih bersih dan nggak perlu kerja dua kali.

2. Langsung mengucek noda pada pakaian

Ini saya banget! Ray lagi fasenya mengeksplorasi sekitar. Seringkali pakaiannya kotor banget. Nggak cuma pakaiannya, saya juga.

Kalau makan masih belepotan di mulut, tiba-tiba dia langsung meluk saya. Mulutnya nempel di baju saya rata. Buah naga yang paling sering susah hilang kalau nggak langsung dikucek.

Nah, biar bebas noda, saya biasanya langsung mengucek bagian yang kotor tadi. Kalau memang tidak sempat, saya masukkan ke ember dan merendam dengan air. Setidaknya tidak tercampur dengan pakaian lain dan saya tahu kalau di ember itu ada pakaian yang kena noda dan harus dikucek dulu.

3. Membalik pakaian

Saya dulu nggak tahu filosofi membalik pakaian ini, karena ribet banget euy. Sebelum dicuci dibalik, kalau sudah kering dibalik lagi. Kan kerja 2 kali ya? Setelah tahu manfaatnya, saya selalu membalik pakaian setiap mau mencuci. 

Dengan membalik pakaian, warna pakaian tidak cepat memudar. Bahan pakaian yang lembut juga tidak cepat kasar (bladus). 

Biasanya celana atau baju ada bagian yang menggulung. Nah, sebaiknya meluruskan bagian yang tergulung agar noda yang ada dalam lipatan gulungan tersebut bisa hilang saat mencuci.

Buat yang masih memiliki anak sekolah, biasanya ada noda atau serpihan pasir di saku. Ada sisa uang jajan yang tertinggal di saku bisa dikeluarkan lebih dulu sebelum dimasukkan ke mesin cuci. Ga cuma anak sekolah euy, suami saya juga sering begini :D.

Pokoknya, kosongkan isi saku sebelum masuk mesin cuci. Dan hal-hal seperti ini bisa dilakukan saat saya membalik dan memisahkan pakaian.

4. Mengatur mode mesin cuci yang pas

Di rumah, saya mencuci menggunakan mesin cuci. Tiap mesin cuci pengaturannya berbeda-beda dan KITA WAJIB TAHU.


Misal, di tempat orangtua saya pakai mesin cuci 2 tabung. Airnya harus diisi manual. Sedangkan di rumah mertua, mesin cucinya satu tabung yang pengaturannya berbeda dengan di rumah. Saya bertanya sama ibu mertua mengenai pengoperasiannya agar tidak keliru memencet tombolnya ketika mencuci pakaian keluarga.

Sebetulnya, secara umum, pengaturan regular dapat digunakan untuk kebanyakan pakaian yang terbuat dari bahan katun yang lembut. Lalu, untuk pakaian dengan bahan sutera atau yang ringan lainnya, biasanya diatur dalam mode "soft" pada spinnernya. Tapi kalau ketemu mesin cuci yang beda sama yang sehari-hari saya pakai, seringkali bingung mau mencet yang mana. Hehe

5. Memilih deterjen yang cocok

Yang membuat betah ketika mencuci dan hasil bisa maksimal tanpa harus disetrika adalah saat pemilihan deterjen yang cocok. Nah, ada 3 hal yang menjadi pertimbangan saya dalam memilih deterjen.

💓 Hemat di kantong dan air saat membilas

Karena deterjen merupakan kebutuhan sehari-hari, faktor harga menjadi alasan utama. Selain itu, alasan yang tidak kalah penting adalah bisa hemat air. Tidak perlu effort untuk membilas. Jadi, teman-teman biasanya berapa kali membilas nih?

Dulu paling seneng kalau mencuci pakaian itu pakai deterjen yang banyak busanya. Sekarang, saya lebih memilih deterjen yang sedikit busa, tapi mampu membersihkan noda membandel pada pakaian.

💓 Bentuknya cair atau liquid

Saya lupa kapan tepatnya mulai beralih ke deterjen bubuk ke cair. Tapi setelah memakai deterjen cair ini, saya nggak perlu kerja dua kali. Biasanya kalau merendam pakai deterjen bubuk, ada beberapa yang nempel di baju dan tidak larut dengan air. Sehingga, ketika pakaian kering, sisa deterjennya masih nempel. Makanya, saya dominan beli deterjen cair.

💓 Punya anti bau

Nah, ini yang tidak kalah penting agar pakaian yang dicuci bisa wangi tahan lama setelah kering. Jadi, tanpa disemprot saat nyetrika, pakaian tetap wangi karena deterjennya membersihkan dengan maksimal serta bisa mengatasi bau di pakaian

Dan dari pertimbangan di atas, saya jatuh hati pada deterjen attack anti bau liquid plus softener.

Attack Anti Bau Liquid

Attack deterjen cair ini merupakan deterjen konsentrat berteknologi tinggi, lho. Yang bikin saya makin cinta, sudah dilengkapi dengan pelembut dan cocok untuk segala jenis mesin cuci, sehingga deterjennya bisa larut sempurna hingga ke serat kain.

Oh iya, karena saya ingin menjaga lingkungan, saya ikut berhemat menggunakan air dalam kegiatan rumah tangga. Salah satunya dengan menggunakan attack softener cair yang mudah dibilas tanpa sisa detergen pada pakaian.dan mesin cuci. Dan yang paling bikin cinta adalah tiga keunggulan dari deterjen attack anti bau liquid.

💓Bersih dan lembut. Attack cair bisa menghilangkan noda. Noda darah, kopi, saos, bekas keringat di kerah, noda tanah dan noda bekas buah naga MPASI nya Ray :D. Kandungan pelembutnya melenturkan serat kain sehingga nyaman dipakai (tanpa disetrika).

💓Anti Kuman. Attack cair juga mencegah pertumbuhan kuman penyebab bau setelah pakaian dicuci. bye-bye bau apek.

💓Anti Bau. Nah, poin ini yang paaaaling saya suka. Attack anti bau melindungi pakaian dari sejak awal proses pencucian sampai pakaian digunakan. Pakaian jadi bebas bau air rendaman, bau apek dan bebas bau keringat di pakaian sepanjang hari.

1 Liternya bisa dipakai 33x mencuci. Cucian numpuk di mesin cuci? Siapa takut! Langsung giling pakai attack softener liquid.


Read More »

Mau Tetap Eksis Internetan Saat Liburan ke Luar Negeri? Jangan Lupa Bawa Passpod Wifi

Mau liburan keluar negeri tapi bingung mikirin koneksi internet-nya? Gak usah bingung, deh! Karena untuk solusi internet di luar negeri, kita bisa percayakan pada Passpod. Posting foto di media sosial bukan berarti pamer lho ya. Saya seringkali posting foto, meskipun kadang di-privat, karena ingin mendokumentasikan. Jadi saat media sosial mengingatkan momen tersebut, saya bisa bernostalgia.

Nah, bagi yang demen banget plesiran ke luar negeri dan ingin tetap eksis di media sosial, teman-teman bisa nyobain passpod wifi.

Apa sih Passpod itu?

Passpod merupakan platform digital yang menyediakan kebutuhan traveler selama di luar negeri. Dikenal sebagai penyedia layanan koneksi internet, nyatanya Passpod juga menyediakan kebutuhan lain lho! Mulai dari tiket atraksi wisata di luar negeri, tiket event lokal, asuransi perjalanan dan lain-lain sesuai dengan taglinenya yaitu Digital Tourist Pass. Tapi kali ini saya mau sharing tentang kualitas Passpod Wifi nya nih. Cocok banget buat kamu yang mau traveling bersama teman dan keluarga, karena bisa hemat internet dengan sharing Passpod Wifi.


Apa itu Passpod Wifi?

Passpod Wifi merupakan solusi yang tepat untuk koneksi internet saat kita liburan di luar negeri. Dengan passpod wifi kita tidak perlu repot dengan data roaming yang mahal atau cari sim card di negara tujuan.

Cara pesan dan belinya juga mudah secara online melalui website maupun aplikasi. Setelah kamu pesan dan beli kamu akan menerima Passpod wifi seperti pada foto dibawah ini. Oiya untuk biaya ongkir nya gratis ke seluruh indonesia, loh!



Kenapa sih harus pesan Passpod Wifi?

Tentunya, di era sekarang ini kita pasti membutuhkan internet as travel partner. Dengan terhubung melalui internet, kita dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi mulai dari memberi kabar melalui aplikasi chatting, cari rute jalan melalui google maps hingga cari tau tempat-tempat dan makanan yang harus kamu kunjungi di negara tujuanmu. Ok, langsung aja ya kita bahas details Passpod Wifi.

💓 Easy booking


Kamu bisa pesan Passpod wifi secara online di website maupun aplikasinya di IOS/Android. Passpod wifi pun menawarkan best deals price untuk sewa wifinya mulai dari 45ribu rupiah/hari loh dengan koneksi unlimited. Kamu bisa pesan passpod wifi dengan sistem sewa deposit 500,000. Deposit ini menjadi jaminan untuk sewa wifi di Passpod, dan akan dikembalian setelah modem diterima oleh tim Passpod dengan baik

💓 Connect up to 5 devices

Pakai Passpod Wifi selama di luar negeri juga hemat banget. Buat kamu yang traveling bareng-bareng bayarnya bisa sharing cost loh, karena Passpod Wifi bisa connect up to 5 devices! Contohnya nih kamu traveling ber3 dengan teman-temanmu ke Jepang selama 5 hari. Dengan cost sewa wifi jepang 60,000/hari dan deposit 500,000 berarti total harga sewa wifi mu 800,000. Nah bisa kamu bagi 3 deh dengan teman-temanmu jadi perorang-nya cukup bayar 260,000. Bahkan setelah deposit di kembalikan, kamu hanya keluar cost 100ribu saja per orangnya ;)

💓 Jaringan Luas bisa digunakan hingga lebih dari 68 negara

Untuk coverage area-nya pun luas loh, Passpod Wifi bisa digunakan hingga lebih dari 68 negara. Mulai dari Singapore, Malaysia, Thailand, Amerika, Canada, Eropa, Australia dan banyak pilihan negara lainnya. Jangkauan sinyalnya pun 4G unlimited dengan kecepatan up tp 40 mbps. Untuk Amerika, Eropa, Jepang, Hong Kong dan Korea kuotanya sudah truly unlimited, jadi tidak ada maximal penggunaan perharinya. Sedangkan untuk pilihan negara lainnya kuotanya unlimited FUP 1GB perhari. Oiya, kamu mau pergi ke banyak negara tapi gamau repot ganti-ganti wifi? Kamu juga bisa kok pesan Passpod Wifi untuk langsung terhubung ke beberapa negara di 1 portable wifi. Langsung minta bantuan ke CS passpod ya~

💓 Complete Package 


Kamu akan menerima Passpod Wifi dengan case yang praktis banget dan mudah untuk dibawa traveling. Tentunya packaging menggunakan case akan memudahkan kamu untuk menyimpan Portable wifi agar tidak tercecer dengan bawaanmu yang lain. Complete Package Passpod wifi sendiri terdiri Portable wifi, adaptor charger, kabel charger dan powerbank lengkap dengan user guide pemakaiannya. Praktis banget kan?

💓 Easy to pick up & return

Untuk pengiriman Passpod Wifi kamu dapat memilih alternatif melalui kurir, pengiriman melalui ekspedisi logistik, ambil di bandara Soekarno Hatta yang tersedia di digital lounge Terminal 2 & 3 atau ambil di kantor Passpod. Semuanya gratis ongkir! Pengiriman modem biasanya dilakukan max H-2 sebelum keberangkatan untuk pengiriman daerah jakarta dan max H-5 untuk pengiriman keluar Jakarta. Sebagai contoh misalnya kamu pergi ke jepang tanggal 5-7 juli 2019. Maka passpod wifi sealmbat-lambatnya akan kamu terima di tanggal 3 juli 2019. Kamu bisa atur pengiriman Passpod wifi saat memesan modem melalui website/aplikasi.


Untuk pengembalian Passpod Wifi, Passpod menyediakan layanan pengembalian gratis melalui kurir Passpod untuk wilayah Jakarta dan  via alfatrex di alfamart untuk wilayah Jabodetabek. Kamu juga bisa mengembalikan Passpod wifi di digital lounge bandara Soekarno Hatta Terminal 2 maupun Terminal 3. Untuk kamu yang berada di luar wilayah Jabodetabek, pengembalian Passpod wifi dapat dilakukan melalui pengiriman ekspedisi logistik dengan biaya di tanggung sendiri yaa. 

Gimana? Udah tau kan detail tentang Passpod wifi? Jadi makin yakin dong untuk pesan Passpod wifi untuk solusi internet di luar negeri untuk solusi liburan anti repot ~~ Iya dong, karena Passpod merupakan digital tourist pass dan solusi pas untuk kebutuhan travelingmu diluar negeri. Kamu bisa dapatkan diskon 10% pemesanan sewa Passpod wifi dengan kode voucher CAHAYA.

Liburan anti repot? Ya pakai Passpod!


Read More »

Menginap di Hotel dengan Budget Under 100 Ribu di Jogja

Udah lama banget nggak ngisi review apa-apa di local guides. Eh, ternyata dapat voucher 250 ribu buat menginap di hotel via OYO. 

Honestly, saya baru denger aplikasi ini dan hampir saja melewatkan voucherya. Tapi karena pengen ngasih reward ke Ray yang sudah kalem ditinggal kerja. Dan sepertinya saya juga lagi butuh refreshing karena 2 minggu terakhir adaptasi dengan ritme kerjaan. Jadi yaaa, oke!

Awalnya saya pengen cari hotel yang di dekat gembira loka, karena Ray lagi demen banget sama hewan-hewan. Trus mendadak disuruh masuk kantor, akhirnya batal. Lebih aman memang saya booking di hari Sabtu. Dari gembira loka, kami bertiga mengubah rencana buat jalan-jalan ke malioboro. 

Saya memilih Hotel Elga Sastro Inn yang kena charge hanya 87.500 setelah pakai voucher dari local guides.

Review Hotel Elga Sastro Inn


Jogja pas weekend macetnya ampun. Ray lapar di jalan dan nggak memungkinkan buat berhenti makan. Suami sempat muter arah 2 kali untuk menghindari macet, tapi di ujung jalan ternyata juga sama macetnya, ahaha.

Ditambah sempat nyasar juga karena akses masuk ke hotel tertutup bis trans Jogja dan harus muter lagi :D. Saya berinisiatif telpon ke pihak hotel tentang (((ancer-ancer))) hotel. Setelah mengikuti arahan yang diberikan, kami bertiga sampai.

Ooh, ini homestay ya. Batin saya ketika sampai. Semoga ga zonk dalamnya.



Suami parkir mobil. Saya dan Ray ke meja resepsionis buat check ini. Saya menyerahkan uang 200 ribu. 100ribu untuk booking kamar, 100ribu untuk deposit yang nantinya akan dikembalikan pas check out. Resepsionisnya meminta saya meninggalkan ID card.

Nah, yang sengaja mau liburan ke Jogja dan pengen penginapan yang lumayan dekat dengan Malioboro, mungkin bisa menginap disini. Btw, kami memang sengaja mau jalan kaki sepanjang Malioboro sambil ngobrol santai. Akses hotel ke Malioboro sekitar 1 kiloan. Menurut saya nggak jauh-jauh banget :D.

Oke, ini review saya tentang hotel ini, yaaa~~

1. Murah tapi nggak murahan

Hotel under 100 ribu di Jogja emang banyak, tapi yang memerhatikan fasilitas dan kebersihannya bisa dibilang jodoh-jodohan. Kamar oke, kadang kamar mandi jorok. Bantal sama sprei kelihatan usang, dsb.

Alhamdulillah, kemarin dapat harga murah di Elga Sastro Inn, tapi nggak murahan. Fasilitasnya sesuai yang kami butuhkan-ISTIRAHAT DENGAN NYAMAN SETELAH JALAN SEPANJANG MALIOBORO.

2. Kamar nyaman, AC adem

Hmm, kamarnya nyaman, sprei dan selimur bersih. Pas sampai hotel, kami bertiga tidur sampai jam 4. AC-nya adeeeeeem, jadi saya rajin mainin remote AC buat menyetting suhu ruangan biar Ray dan Papinya tidak terlalu kedinginan.

3. Kamar mandi dilengkapi air hangat

Kamar mandinya juga bersih. Meski agak sempit, tapi karena ada air hangatnya, jadi ga masalah, ahaha. WC duduknya juga kinclong, nggak bikin ilfeel :D.

4. Tidak ada sarapan

Btw, ga ada sarapan ya. Jadi kemarin saya pagi-pagi ke depan hotel, trus pas Ray bangun kami bertiga jalan kaki ke museum sekalian nyari sarapan.

Btw, di kamar disediakan welcome drink, 2 botol air mineral. Di luar kamar ada kopi dan teh, bisa bikin sendiri.

5. Wifi kenceng dan dilengkapo stop kontak

Yang bikin jatuh cinta, wifinya kenceng banget. Saya ada beberapa kerjaan yang butuh akses wifi, dan pas di kamar sangat terbantu dengan fasilitas wifinya.

Kalau kehabisan batrei, saya dimudahkan dengan adanya stop kontak yang dekat dengan tempat tidur.

6. Dimana-mana ada kaca

Ga tau ya, apa cuma perasaan saya aja. Tapi di kamar banyak cerminnya :D. Di kamar mandi aja ada 2, nempel di dinding sama pas di pintu. Trus di kamar tidur juga ada.

7. Kalau suasana hening, obrolan tetangga terdengar

Pas malam hari, pengunjung samping kamar menyalakan TV dan ngobrol. Itu terdengar sampai ke kamar kami. Bahkan dengkurannya terdengar lho, heuheu. Karena kami saking capeknya, makanya ga terlalu worry.

8. Parkir lumayan luas

Bisa legaan parkir mobil.

Btw, saya nyebut hotel karena di aplikasinya juga nyebut itu ya. Tapi sebenarnya itu sejenis homestay. Overall, bagi kami bertiga, dengan uang kurang dari 100 ribu dapat homestay elga sastro inn, worth it!

9. Ada TV tapi nggak kami nyalakan karena nggak suka nonton TV :D



Mau order lagi? Mau, kalau ada promo lagi :p


Read More »

I am a (working) Mom

Cerita tentang ini biar saya selalu ingat bahwa saya harus menyelesaikan apa yang telah saya mulai. Saya harus percaya bahwa punya mimpi itu sah-sah saja. Dan saya harus yakin bahwa skenarioNya selalu indah, pada akhirnya. Iya, Allah itu baik sekali pada saya.


Karir saya dimulai...

2 minggu ini saya resmi menjadi working mom. Pekerja kantoran setelah sekian lama asyik menjadi freelancer. Setelah lebaran, SK CPNS saya turun. Saya masih santai-santai saja. Orang yang paaaaaling antusias adalah Bapak dan Ibu saya.

Ada 2 kloter penerimaan SK. Alhamdulillah saya ikut kloter pertama. Acara pembagian SK dihadiri langsung oleh Pak Rektor. Kebetulan saya mewakili teman-teman untuk maju ke depan secara simbolis.

Semula saya masih biasa saja. Pas salaman sama Pak Rektor dan menyimak sambutannya kok hati saya jadi hangat. Ada perasaan haru yang menderu.

Saya masih ingat sekali pesannya "Disiplin, jujur dan mampu berkoordinasi adalah kunci!". Beliau mengatakan dengan lugas dan tegas. Prof Jamal baru saja menjadi rektor baru dan ini pertemuan pertama kali dengan beliau sejak menjabat. Sebelumnya, saya pernah diajar beliau waktu S-2.

Pesan penting lainnya dari beliau adalah "JANGAN LUPA SEKOLAH LAGI-SAMPAI LULUS S3". Iya, lanjut S-3 sampai pakai toga :p.




Im not a morning person, but i will try...

Setelah menerima SK, saya mendapat undangan dari fakultas. Saya terlambat, huhu. Biasanya kereta on time, tapi pas lagi urgen gini kok ya telat 30 menit *nangis.

Di ruangan sudah komplit teman-teman (dakon) yang menyimak pengarahan dari dekanat yang baru. Saya lari ke lantai 2, menata sebentar pakaian dan jilbab saya lalu masuk ke ruangan. 

Setelah pengarahan selesai, saya dinasehati supaya besok ga telat lagi. Saya mengangguk dan tidak mau beralasan, karena saya memang terlambat. Makin bersalah lagi pas pak WD 2 sama 3 yang ngasih wejangan, heuheu. Beliau berdua pembimbing tesis saya dan saya surprise banget kok bisa kompak jadi wakil dekan semua *proud*. 

Sejak itu, saya nggak pernah telat lagi. Sampai kampus jam 7 pagi, ahaha. Kalau nggak dapat tiket kereta paling pagi, saya langsung gaspol naik motor. Paling sering dianterin suami. Intinya biar nggak telat.

2 minggu ini perjuangan banget, karena saya bukan tipe orang yang langsung ON di pagi hari. Heey, 4 tahun terakhir hidupku adem banget karena bisa gegoleran tiap pagi. Bahkan sering kena omelan ibu karena habis subuh ketiduran lagi, ahaha.

Saya beneran bukan orang yang rungsing pagi-pagi karena memang saya punya pilihan untuk bangun siang :p. Tapi sejak masuk kerja, mau nggak mau, saya harus mengubah jam tidur saya. Dan, saya bisa, tinggal membiasakannya.

Rencana-Nya indah pada waktunya


Kirain cuma quote lho, tapi buat saya, pernyataan itu benar adanya. Duluuuu banget, tahun 2012 saya cuma membatin pengen jadi dosen di tempat saya sekarang kerja. Makanya saya langsung memasukkan beberapa aplikasi beasiswa S2. Dan gagal semua *nangis.

Trus saya ke Jakarta buat kerja. Sampai saya benar-benar jatuh cinta pada kota itu. Tapi ada rasa hampa entah apa. Hingga akhirnya saya memutuskan resign buat kuliah lagi.

Saya menyiapkan beasiswa dan tabungan. Beasiswa ke magister hukum UI dan tabungan buat apply magister di UNS dengan biaya sendiri. Beasiswa saya gagal lagi ya Allaaah :D. Akhirnya saya kuliah pakai uang sendiri.

Sempat galau mau nikah dulu atau kuliah lagi, tapi kok ya belum dilamar-lamar. Akhirnya yaudah gas pol memantaskan diri buat kuliah lagi. Eh, terus diajak nikah setelah itu :D.

Setelah lulus, saya nyobain CPNS. Udah semangat belajar, kok ya nggak lolos administrasi, ahaha. 2 kali melamar online, saya gagal di administrasi. Apa salah hamba? :p.

Lalu, saya hamil. Menikmati freelance. Hamil tua, saya memasukkan aplikasi dosen di 4 universitas. Gagal semua di tahap akhir. Bahkan H-7 HPL, saya masih wawancara akhir. Dan ternyata endingnya gagal. Saya dan suami sebenarnya sudah sepakat memilih Jogja, meski hati saya masih jatuh cinta sama Jakarta dan beneran masih berharap kalau suami mau diajak ke Jakarta lagi buat memulai karir. Suami nggak mau karena merasa Jogja "lebih sehat" buat keluarga kami.

Dan kami berdua ga kesampaian untuk meniti karir di kota idaman kami masing-masing. Karena saya diterima kerja di Solo. Saya takjub bisa berjodoh sama UNS karena setelah saya flashback, ini adalah yang terbaik. Saya diberi kesempatan mengabdi di institusi yang transportasi mudah, kotanya nyaman, dekat keluarga terutama orangtua yang sudah sepuh. Dan tentunya, macetnya masih bisa ditolerir (kata suami). Perjalanan ini dimulai setelah saya tes kemana-mana gagal.

Im a working Mom


Setelah menjalani rutinitas menjadi ibu bekerja, saya masih punya PR tentang Ray. Saat ini saya dikelilingi keluarga yang nggak sungkan nawarin "Ray disini ajaaaa".

Orang tua, mertua, budhe-budhe sama keponakan saya begitu menenangkan saya. Semula saya galau karena Ray setahun full nggak pisah sama saya, kemana-mana saya bawa. Ternyata saat dijalani, kami bisa melewatinya.

Ray yang biasanya tidur pasti nenen, sekarang pas ngantuk, hanya modal puk-puk atau gendong tanpa nenen bisa bobok pulas. Dan makin terharu, tanpa saya minta, saya dikirimi foto-foto Ray yang sedang asyik mainan tanpa rewel sekalipun.

Ibu mertua memfoto Ray yang tertawa jenaka saat diajak ngaji. Lintang yang nanyain Ray boleh ini itu atau gak. Dan dia berinisiatif mengirimkan video Ray yang sedang bermain bola dengannya. Asli, saya benar-benar terharu.

Saya keliru sempat meragukan Ray. Ternyata anak lelakiku bisa beradaptasi dengan keadaan ibunya yang saat ini tidak bisa menemaninya full di rumah. Ray yang setiap sore menarik-narik kancing saya karena tidak sabaran menyusu.

Saya memeluknya sambil menyusuinya. Matanya mengerjap-ngerjap ke arah saya dan tangannya bermain bibir dan sesekali mencubit hidung saya.

Hal ini rasanya priceless sekali.

Meskipun saya sudah menjadi ibu bekerja. Tapi saya tidak akan pernah lupa untuk selalu belajar menjadi ibu yang baik buat Ray.

Ibu janji, Ray tidak akan kekurangan kasih sayang Ibu...


Read More »

Mencintai Lingkungan dengan Menjadi Skuad #SiapDarling

Apa yang sudah kamu lakukan untuk menjaga lingkungan di sekitarmu?

Saya menghela nafas sejenak memikirkan pertanyaan itu. Karena seringkali kita lupa bahwa menjaga lingkungan bisa dilakukan lewat hal-hal sederhana. 

Rutinitas sehari-hari yang tanpa kita sadari, sebenarnya banyak berhubungan dengan lingkungan. Apa saja sih contohnya? Baiklah, yuk mari kita (((jembreng))) satu per satu biar bisa jadi reminder saya juga.

1. Konsumsi air

Kita nggak bisa lepas dari konsumsi air. Pertanyaannya, sudahkah bijak menggunakannya? *nunduk*. Selain buat minum, kita butuh air buat nyuci, wudhu, irigasi, dsb. Nah, seringkali latah menggunakan air secara berlebihan, huhu. 

Misal pas nyuci baju, bisa membilas berkali-kali dengan alasan masih ada busanya. Padahal kalau mau, kita bisa menyiasati dengan mencari deterjen yang ramah lingkungan. Emang ada? Ada dong! 

Trus pas wudhu kadang ga sadar memutar keran maksimal sehingga airnya deras mengucur. Padahal bisa pelan-pelan aja tanpa harus boros air.

2. Plastik

Ini PR banget buat saya, karena saya sudah mencoba meminimalisir menggunakan plastik tapi kok yaa sampah plastik di rumah tetap banyak, huhu.

Dulu biasanya apa-apa pakai plastik. Buang diapers atau pembalut dibungkus plastik. Sekarang pembalut pakai kain dan diapers dikasih tempat sampah trus dibakar. Belanja bungkusnya pakai plastik, sekarang memanfaatkan tas kain bekas goodie bag.

Tapi ya gitu, rasanya sampah plastik kok masih tetep banyak aja. 

3. Buang sampah pada tempatnya

Hayo, siapa yang masih suka buang sampah sembarangan? Menurut saya, perilaku ini merupakan habbit yang memang harus diajarkan sejak kecil. Jadi, sebagai (((orang dewasa))) saya harus mencontohkan kalau buang sampah itu ya di tempat sampah.

Jadi, ketika dia makan sesuatu, sekalipun berada di mobil, mereka tidak seenaknya membuang lewat jendela, tapi menyimpannya dulu, dan ketika turun baru membuangnya di tempat sampah. Idealnya begitu. Tapi untuk hal yang kelihatannya sepele ini, masih banyak yang nggak tertib, huhu.

Apalagi? Banyak contoh lain yang merupakan aktifitas sehari-hari yang sebenarnya bersinggungan dengan lingkungan. Intinya, sikap kita bisa menjadi andil apakah nantinya akan menjaga atau merusak lingkungan.

Biar selalu ingat, saya biasanya suka banget gabung sama forum atau komunitas yang membahas tema tentang lingkungan. Apalagi kalau ada aksi nyata yang di dalamnya melakukan kegiatan-kegiatan yang tujuannya agar lingkungan tetap lestari. 

Nah, seperti halnya kemarin saya ikut menjadi bagian Skuad #SiapDarling di Kawasan Candi Prambanan.

Skuad Siap Darling, Komitmen Menghijaukan Candi Prambanan


Siap Darling adalah gerakan yang diiniasi oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation melalui sosial media sejak November 2018. Gerakan ini menyasar generasi milenial untuk menyebarkan konten-konten positif tentang kegiatan mencintai lingkungan dan bumi. Tak hanya menjadi generasi yang sekedar peduli terhadap lingkungan tetapi juga melakukan aksi nyata. Dengan tagline “Cintai Lingkungan Kita dengan Cara yang Kita Cintai”, Siap Darling berharap bahwa generasi milenial akan terlibat dan turut menjaga kelestarian alam dengan cara masing-masing.

Sehingga kita tergerak untuk memperbaikinya. Skuad siap darling ini berisi sekumpulan orang yang berkomitmen untuk menjaga lingkungan tidak dirusak, bahkan memiliki tekad untuk mencegah kerusakan itu.

Nah, kemarin itu saya excited banget karena bisa gabung menjadi salah satu skuad candi darling yang diadakan di Candi Prambanan pada 26 Juni 2019. Elemennya beragam, mulai dari mahasiswa, media dan para pejabat yang turut mendukung acara tersebut.

Oh iya, acara ini diadakan oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation yang rencananya akan dilakukan juga di 267 candi yang ada di seluruh Indonesia. Saya mengapresiasi kegiatan ini yang bertujuan untuk menjaga ikon bersejaran Indonesia dengan menjaga kelestarian lingkungan di area sekitarnya.

Fyi, di kawasan Candi Prambanan, lalu lintasnya sangat crowded dan seringkali macet. Hal tersebut bisa menimbulkan polusi udara akibat kendaraan yang lalu lalang. Sehingga polusi tersebut bisa merusak material yang ada di dalam Candi Prambanam. Adanya penanaman pohon ini meminimalisir dan mencegah hal tersebut. Banyaknya pohon-pohon bisa menetralisir polusi udara akibat macetnya jalanan Yogyakarta.

Berangkat dari kepedulian terhadap cagar budaya di Candi Prambanan, Bakti Lingkungan Djarum Foundation melibatkan generasi milenial dari berbagai universitas di sekitar DIY untuk bergabung dalam gerakan Candi Darling atau Candi Sadar Lingkungan.

Vice President Director Djarum FoundationFX Supanji menuturkan, Candi Darling merupakan sebuah program dari gerakan Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling) yang diinisiasi oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation. Gerakan Siap Darling mengajak generasi milenial untuk tak hanya sekedar peduli, namun terlibat langsung dalam melakukan aksi nyata, bergerak bersama-sama dan mengejar mimpi masa depan tanpa menambah jejak-jejak kerusakan pada bumi.

Hijaukan Kawasan Candi Prambanan dengan Ratusan Pohon dan Ribuan Semak Berbunga


Candi Prambanan merupakan aset sejarah dan salah satu obyek wisata yang digemari oleh para wisatawan. Menurut penuturan General Manager PT PT Taman Wisata Candi (TWC) Unit Candi Prambanan, Aryono Hendro Malyanto, "Kunjungan wisatawan ke Candi Prambanan pada tahun 2018 mencapai lebih dari 2,4 juta wisatawan baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara dan pada Libur lebaran kemarin mencapai lebih 50 ribu pengunjung yang berwisata di tempat ini".



Sebagai bentuk dukungan pelestarian lingkungan di kawasan Candi Prambanan, kemarin turut hadir Bupati Klaten dan Bupati Sleman yang diwakili oleh salah satu staff-nya masing-masing. Dalam sambutannya, mereka mendukung dan mengapresiasi kegiatan candi darling ini.

Penanaman bibit pohon kemarin dilakukan di Candi Roro Jongrang, Candi Bubrah, Candi Lumbung dan Candi Sewu.

Dalam kegiatan perdana gerakan Candi Darling ini, sebanyak kurang lebih 500 mahasiswa yang bergabung dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sanata DharmaUniversitas Islam Negeri Sunan KalijagaUniversitas Atmajaya YogyakartaInstitut Seni IndonesiaUniversitas Kristen Duta Wacana, dan beberapa universitas lainnya melakukan penanaman secara serentak di keempat candi yang berada di area Candi Prambanan.

Kurang lebih ada 250 pohon dan 5000 semak berbunga yang terdiri dari 25 varietas pohon dan semak berbunga yang ditanam tersebar di kawasan candi yang ikonik tersebut.


Ratusan pohon dan ribuan semak berbunga ini diharapkan akan semakin mempercantik Kawasan Candi Prambanan, dimana bibit-bibit tanaman tersebut berasal dari Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) Bakti Lingkungan Djarum Foundation di Kudus.

Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) didirikan dan dikelola oleh Djarum Foundation sejak tahun 1979. Berpusat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, beragam tanaman langka dari berbagai daerah dibudidayakan dengan luas area mencapai 4 hektar. Pusat pembibitan ini juga melakukan pembibitan untuk tanaman konservasi baik buah maupun non buah seperti Trembesi, Kenari, Mahoni, Asem, dan Randualas. Dari tempat inilah, pohon trembesi yang disebar di utara Pulau Jawa dan lingkar Madura melalui program Djarum Tree For Life berasal.

Talkshow tentang Lingkungan "Saatnya Sadar!"


Sadar ngapain, sist?

(((MENJAGA LINGKUNGAN))) *capslock jebol.

Jadi, setelah penanaman pohon, ada talkshow menarik dalam acara Candi Darling. Para pesertanya sangat antusias dalam menyimak pemaparan Andovi da Lopez dan Igor Saykoji yang membahas tentang kesadaran menjaga lingkungan.


Menurut Andovi, pemanasan global merupakan isu yang digaungkan bertahun-tahun tapi banyak masyarakat yang belum menyadari kalau hal tersebut merupakan hal yang saaaangat serius buat lingkungan. Makanya dia mengimbau pada para audiens untuk bertindak sekarang. Salah satunya dengan memulai hal yanh sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya *toss dulu Dov!

Setidaknya kita sendiri dulu yang berubah sebelum mengajak orang lain. Syukur-syukur bisa sama-sama berubah kan demi lingkungan kita?

Waktu ngobrol sama Mas Igor Saykoji, dia saaaangat prihatin sama sampah yang dihasilkan Indonesia. Indonesia peringkat nomor 2 se-Asia Tenggara sebagai penghasil sampah, huhu. Mayoritas sampah saat ini berjenis plastik yang sangat sulit diurai oleh bumi. Inilah yang membuat beliau ertarik memberikan edukasi soal dampak dan tata kelola dari penggunaan plastik termasuk penghijauan demi kelestarian alam. Beliau juga bikin lagu bareng anaknya lho tentang pesan menjaga lingkungan.

Dalam talkshow ini, pesannya ngena banget! Kita wajib sadar untuk menjaga dan melestarikan lingkungan, mulai dari hal-hal sederhana di keseharian kita. Kalau bukan kita? Siapa lagi? Kalau bukan sekarang? Kapan lagi?

Seperti kata Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY, Dra. Zaimul Azzah, M. Hum yang meyakini kegiatan ini akan semakin menumbuhkan rasa cinta di mata generasi muda terhadap peninggalan para leluhurnya. Terlebih, Kompleks Candi Prambanan dan Candi Sewu termasuk dalam daftar UNESCO yang artinya diakui sebagai warisan dunia.

Yuk Gabung Skuad Siap Darling! 

Rencananya tidak hanya di Kawasan Candi Prambanan saja. Tetapi Siap Darling melalui program Candi Darling sudah membidik candi-candi lainnya untuk dihijaukan. Program ini ditargetkan berakhir pada tahun 2025 dengan menyasar seluruh candi yang ada di Indonesia.  Keren kan! :)


Mau gabung jadi Skuad Siap Darling? Yuk kunjungi situsnya di www.siapdarling.id dan bergabung sebagai Darling Squad yang akan bersama-sama menebarkan semangat dan aksi untuk memperbaiki bumi.


Read More »