Featured Slider

Hadiah untuk Diri Sendiri

Saya suka memberi hadiah, kado atau kejutan kecil untuk orang terdekat. Biasanya kalau salah satu dari mereka sedang ulang tahun. Saya juga tidak malu-malu mengucapkan rasa sayang atau cinta, bahkan memberi sebuah pelukan.


Misalnya saat pulang ke rumah bapak dan ibu, selain mencium punggung tangan keduanya, saya juga memeluk sebagai luapan kangen. Setelah itu, menghampiri Iqbal, Lintang sama Khansa dan memberikan pelukan juga satu per satu. 

"Bulik sayang banget sama Mbak Khansa", ucap saya. Dulu dia malu-malu, tapi lama-lama dia terbiasa dan membalasnya dengan ciuman sambil bilang "Aku juga saaaayang banget sama Bulik".

Bulan lalu, saya membelikan Bapak HP. Sebenarnya Mas Joko yang berinisiatif membelikannya. Dia mentrasfer uang biar Bapak punya HP yang bisa dipakai video call. Tanpa diminta dua kali, saya langsung searching HP yang sesuai budget dan kebutuhan Bapak. Awalnya beliau menolak karena takut nggak bisa mengoperasikannya. Tapi saya meyakinkan kalau saya akan mengajari sampai bisa. Dan saya yakin, kalau menelpon atau video call pada anak-anaknya, beliau pasti bisa. 

Selang beberapa hari, Lintang yang butuh HP untuk komunikasi. Dia sudah bertekad masuk club badminton idamannya, sehingga kelak dia akan membutuhkan gawai untuk berkomunikasi dengan Bapak dan Ibunya. Ketika juara 1 turnamen badminton di Magelang, hadiah uangnya mau dipakai untuk membeli HP. Lagi-lagi saya yang kebagian membelikan. Akhirnya dapat juga HP yang sesuai Lintang.

Hadiah untuk Diri Sendiri

Nah, kali ini saya ketiban apes. HP kesayangan saya mati total. Sudah dibawa ke beberapa counter, pegawainya bilang kalau lcd-nya kena. Huhu. Dan biaya reparasi setara dengan biaya beli HP baru. 

Sudah 2 Minggu saya menimbang mau beli atau nggak, tapi HP yang sama idamkan harganya masih tinggi. Bisa sih beli yang di bawah standart, cuma pertimbangannya, HP ini akan saya pakai untuk bekerja. Jadi, speknya juga harus mumpuni. 

Makanya, saya memutuskan untuk sabar untuk membeli dan menunggu ada diskon atau promo, hehe. Sementara itu saya meminjam HP suami dulu untuk "bekerja". Pekerjaan sebagai influencer dan tutor salah satu perguruan tinggi swasta menuntut saya harus mobile.

Setiap hari harus membuat konten dan sesekali mengoreksi tugas mahasiswa yang ada di e-learning. Sebelum ada Ray, saya bisa leluasa memakai laptop, tapi pas Ray lahir, HP menjadi "alat perang" yang sangat efektif dan efisien karena saat menggendong Ray saat tidur, saya bisa memainkan keypad untuk urusan pekerjaan. Fungsinya tidak hanya untuk komunikasi tapi juga bekerja. Jadi, ketika HP rusak, saya sempat sedih karena semua data hilang dan beberapa pekerjaan jadi terbengkalai.

Kali ini saya ingin menghadiahi diri sendiri dengan membeli HP yang kamera dan videonya oke, selain itu RAM dan storage-nya banyak. Sehingga tidak hang ketika harus dioperasikan.

November Ceria

Sepertinya Allah mendengar doa saya. Bulan November beberapa invoice cair dan tentunya bisa dipakai untuk membeli HP. Alhamdulillah.

Sempat merasa sayang uangnya bisa untuk beli ini dan itu, tapi sesekali saya mau menghadiahi diri sendiri. Memilih barang yang memang bagus dan sesuai kebutuhan. Setelah diskusi sama suami, saya mantap beli HP xiaomi A1.

Seperti sebelumnya ketika membelikan HP Bapak dan Lintang, saya lebih suka membeli secara online. Selain hemat waktu karena nggak perlu survey ke counter satu per satu, biasanya saya nunggu promo atau diskon dari online shop.

Setelah searching, saya dapat informasi kalau tanggal 11 November 2019 akan ada diskon besar-besaran dari beberapa marketplace. Fyi, tanggal 11 November ternyata diperingati sebagai Hari Belanja terbesar di dunia baik online dan offline.

Dalam kesempatan ini, Lazada juga ikut memanjakan pelanggan setianya dengan mengadakan Festival Belanja 11.11. Saya pun penasaran dong! Setelah saya kepo di aplikasinya, ternyata memang benar, kalau Lazada akan mengadakan diskon besar-besaran selama 24 jam di tanggal 11 November. Can't wait!

Dan, di Lazada 11.11 besok, HP incaran saya juga ikut diskon. Saya pun tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Oh iya, selain dapat diskon, di lazada juga gratis power bank lho. Asyik banget!

Fix, sudah punya HP idaman sebagai hadiah diri sendiri. Dan tentunya membelinya dengan harga yang lebih murah karena ada Lazada 11.11, sehingga bisa menghemat uang buat beli popok Ray *eh*.

Teman-teman punya wishlist barang yang mau dibeli untuk diri sendiri juga? Yuk ikutan Lazada 11.11 bareng saya. Sesekali (eh berkali-kali juga boleh) mengapresiasi diri sendiri bolehlah.

Read More »

Review Skin Care Swissvita Micrite 3D All Use Series Pack

Selama hamil, saya enggan sekali melakukan perawatan. Jangankan pake skincare, pake hand body lotion saja kadang lupa. Untuk wajah juga demikian. Malas sekali rasanya. 

Wah, nanti kayaknya anakmu cowok deh. Habis ga doyan dandan sih. Ungkap salah seorang sahabat. Entah itu mitos atau bukan, tapi ketika saya mengetahui janin yang ada di dalam rahim saya adalah laki-laki, sahabat saya cocoklogi terhadap statementnya. Bener kan kataku? Anakmu laki-laki. Biasanya kalo anti sama dandan, anaknya cowok. 

Kalian punya pengalaman sama? Saat hamil dan jarang dandan trus diklaim anak yang dikandung berjenis kelamin cowok? Hehe.

Sebenarnya saya masih menggunakan facial wash yang aman untuk ibu hamil ketika mandi, tapi ternyata tetap saja, ketika tidak memulas dan merawat wajah, kulit terlihat kering dan kusam. Selain malas dandan, saya parno menggunakan make up dan skin care. Takut membahayakan janin. Tapi sebenarnya, kalau mau, ada kok make up dan skin care yang friendly buat ibu hamil. Cuma ya gitu, balik lagi ke alasan awal, malas dandan!

Setelah melahirkan, saya ada peningkatan sedikit untuk merawat kulit. Sudah rajin pake hand body dan membersihkan wajah. Pakai toner, pelembab dan bedak. Kalau bepergian tambah pake lip cream biar nggak pucat. Tapi ternyata tidak membantu, kulit saya benar-benar kering dan ada beberapa bercak di pipi kanan, huhu.

Efek begadang karena ritme tidur Ray belum bener, membuat saya punya mata panda, huhu. Dan hal yang benar-benar membuat saya niat buat pake skincare adalah ketika akhir September kemarin saya dikira pengasuhnya Ray, ahaha.

Jadi, akhir September lalu, Ray diopname di rumah sakit 3 hari. Saat menggendong Ray dan memapah infusnya, ada ibu-ibu yang mendekat sambil bertanya "Ini anaknya, Bu?", menurut ngana? Ahaha. Memang sih, waktu itu muka saya kucel banget. 3 hari begadang di rumah sakit, no make up. Pake daster dan krudung bergo. OOTDku ya Allah :D. Apalagi ngliat kulit Ray yang putih bersih, bikin ibu-ibu itu makin nggak percaya kalo Ray anak saya.

Menyadari wajah kusam dan memiliki mata panda, saya melakukan beberapa treatment dan memutuskan memakai skincare. Nah, berikut hal yang saya lakukan biar wajah jadi cling kembali:

1. Menjaga pola tidur

Melakukan perawatan tapi pola tidur tetap berantakan akan menyebabkan mata tetap lelah. Makanya, menjaga pola tidur juga dibutuhkan. Untuk ibu-ibu yang habis melahirkan, membuat jadwal jaga bayi dengan suami bisa menjadi pilihan. Pinter-pinter mengelola waktu istirahat.

2. Minum air putih

Konkritnya saya sedia tumbler di kamar dan menghitung berapa botol yang saya minum. Efeknya memang sering ke toilet buat pipis, tapi katanya itu proses metabolisme alami dan minum air putih yang cukup sangat bagus untuk kulit. Hayo, yang punya kulit kusam dan kering kayak saya, coba cek sudah minum air putih yang cukup apa belum.

3. Mengompres dengan es batu

Ini tip dari kakak ipar saya sih. Katanya mengompres es batu bisa membantu mengurangi kerutan di area mata. Hal ini sebenarnya juga bisa dilakukan di seluruh wajah sih. Dulu sebelum make up nikahan saya mengompres dulu pake es batu, dan memang saya ngrasain enak banget. Wajah jadi nyes! Ada yang punya pengalaman serupa?

4. Pakai skincare

Nyobain Swissvita Micrite 3D All Use Series Pack

Akhirnya saya nyobain series pack dari Swissvita. Yang pertama saya cermati adalah bahan skincare tersebut. Pas dikonfirmasi kalo bahannya friendly buat ibu menyusui, saya tambah yakin buat nyobain. Beli satuan juga boleh tergantung kebutuhan kulit, tapi beli series pack nya bisa lebih murah. Series packnya terdiri dari 5 serum:

❤ All use skin serum
❤ Whitening serum
❤ Eye cream
❤ Anti-wrinkle serum
❤ Anti-spot serum

Fyi, dari series pack itu, saya hanya memakai 4 produk. All use skin serum, whitening, eye cream sama anti-spot serum. Saya pakai produk ini sebulan terakhir. 

Cara pemakaian

Awalnya saya bingung cara pakainya gimana, makanya saya baca dan browsing mana yang dipakai lebih dulu biar step-stepnya nggak salah.

Source: IG @allyoung.id



❤ All use skin serum. Setelah pake toner dan pelembab, saya pake all use skin serum dari swissvita ini. Serum ini bermanfaat untuk mengencangkan dan melembabkan kulit serta mencerahkan kulit. Serum ini juga untuk mencegah penuaan dini dan munculnya garis-garis halus. Makanya saya skip memakai series yang anti-wrinkle serum karena menurut saya serum ini sudah cukup membantu. Untuk teman-teman yang sudah ada garis halusnya, anti-wrinklenya bisa dipake lho. Stepnya lihat digambar.


❤ Whitening serum. Namanya juga whitening, serum ini bermanfaat untuk mencerahkan kulit yang kusam dan kucel *trus ngaca*. Daridulu saya nggak terobsesi memiliki kulit putih sih, karena sadar diri sudah terlahir memiliki kulit sawo matang. Tapi setidaknya kulit saya bisa bersih dan kencang.

❤ Eye cream. Nah, PR banget pasca kelahiran sering begadang karena tugas mulia MENYUSUI. Belum lagi kalau Ray ngajak main ssmpai malam. Eye cream ini bermanfaat banget menyamarkan mata panda saya. Hasilnya so far so good, saya suka. Sebelum pakai serum ini, lingkaran mata saya jelas banget kayak zombie, huhu.

❤Anti-spot serum. Di pipi sebelah kanan muncul bintik-bintik hitam. Karena masuk kepala 3 beneran aware sama kulit. Makanya ihtiar pake anti-spot serum ini buat menyamarkan bintik hitamnya itu. Nggak langsung hilang sih, tapi ada efeknya. Warna kulitnya lebih rata dan bintik hitamnya udah gak sejelas sebelumnya. Mau punya kulit bersih memang butuh effort euy.

Intinya, produk swissvita ini cocok di kulit saya. Nggak menimbulkan iritasi saat memakainya. Kecuali saat pake eye cream. Pemakaiannya memang harus hati-hati. Kalau kena mata akan perih *yaiyalah. Kalau kejadian, basuh pakai air saja dan ulangi mengoles eye creamnya pelan-pelan.

Oh iya, selain memakai produk swissvita, 3 hal ini juga saya lakukan untuk mengurangi mata panda dan merawat kulit agar lebih cerah:

Kemasan

Source: @allyoung.id

Awalnya saya under estimate tentang kemasannya, "Duh, kok kayak salep ya! Nggak kayak kemasan skincare biasanya (yang saya pake sebelum-sebelumnya)". Fyi, kemasan skincare saya berbahan dasar plastik sedang produk swissvita ini terbuat dari aluminium. Daaaaan, ternyata lebih bagus aluminium lho, karena apa?

👌100% steril. Kemasannya tidak ada rongga udara sehingga aman dari kontaminasi bakteri dan udara luar.

👌100% aman buat kulit karena kemasannya tidak menggunakan bahan plastik.

Pengetahuan baru bagi saya sendiri tentang kemasan yang bagus itu yang seperti apa. Oh iya, kemasan swissvita 3D all use series pack ini sama, baik tutup dan wadahnya. Yang membedakan adalah warna di bagian bawah-tengah wadahnya. Merah, kuning, biru, salem. Hal ini nggak signifikan membedakan sih (i think), jadi memang harus baca keterangan jenis serum apa di bagian wadahnya.

Tekstur dan Netto

Bentuk serum ini cair dengan kekentalan beda-beda. Whitening serum dan all use skin serum hampir sama warnanya. Kedua serum ini tidak berbau. Pas dipake pun tidak lengket di tangan (emangnya lem? Ahaha).

Eye cream bentuknya cairan bening dan tidak berbau juga. Nah, kalo yang anti-spot serum lebih padat (nggak cuer) dan sedikit berbau sriwing-sriwing saat dipakai.

Berat masing-masing serum adalah 5 gram. Tapi buat saya pribadi, ini awet kok buat 2 - 2,5 bulan. Tapi tergantung pemakaian juga, karena tiap orang kan beda-beda :).

Dengan kemasan mini, produk ini cocok buat traveler yang tetap eksis jalan-jalan tapi wajah juga kinclong karena dirawat.

Bye bye wajah kusam dan mata panda :)

Harga

Series pack ini harganya 750 ribu. Kalau satuan sekitar 170 ribuan. Lebih murah yang series kan?

How to order?

Pengen nyobain juga? Bisa langsung pesan di website resminya lho, di https://www.allyoung.com

Ada diskon dsn promo juga kok biar belanjanya lebih hemat. Kepoin juga media sosialnya.

Instagram : https://www.instagram.com/allyoung.id/ & https://www.instagram.com/allyoung.muslima/

Facebook : https://www.facebook.com/Allyoung-Muslima-253862751938707/

LINE : @allyoungindonesia

Read More »

Bingung Membedakan BB Cream dan CC Cream? Simak Ulasan Berikut Yuk!

Honestly, saya baru ngeh bedanya BB Cream sama CC Cream tuh baru setahun lalu, ketika wisuda master saya. Waktu itu saya sedang hamil Ray 3 bulan. Saya biasanya hanya pakai pelembab, bedak dan memulas bibir dengan lipstik tipis atau lip balm. Sehingga pengetahuan saya tentang dunia make up cetek sekali.


Sempat galau karena selama hamil memang malaaaaas banget buat make up an. Tapi masa wisuda muka kucel banget kalau nggak make up an? Sedangkan saya malas buat nyewa MUA. Huhu. Alhasil, saya memutuskan untuk make up sendiri :). 

Ternyata, salah satu unsur  penting pada riasan adalah alas makeup (makeup base) *kemana aja Buk baru tahu?*. Nah, setelah bertanya beberapa teman dan browsing di internet, banyak yang membahas tentang BB Cream dan CC Cream. 

Kulit saya sebenarnya normal, namun sesekali menjadi kering dan kucel. Makanya, saya mencari BB Cream yang cocok dengan kulit saya

BB cream yang merupakan makeup base yang paling banyak digandrungi karena ada kandungan SPF dan PA yang melindungi dari sinar matahari. Fyi, formula BB Cream lebih berat daripada CC Cream. 

Oh iya, selain varian BB Cream untuk kulit normal dan kering, yang paling banyak diminati adalah varian BB Cream untuk kulit berminyakSalah satu ulasan tentang BB cream tersebut dapat dilihat pada link https://review.bukalapak.com/beauty/ini-3-BB-cream-yang-cocok-untuk-kulit-berminyak-wajib-coba-7065

Sebagai negara tropis, Indonesia membuat para perempuan memiliki kecenderungan wajah berminyak. Oleh sebab itu, varian yang membuat muka tidak berminyak adalah varian yang paling banyak dicari. 

Pada dasarnya, terdapat beberapa jenis makeup base, yang paling terkenal adalah foundation, BB cream, dan CC cream. Foundation adalah makeup base yang umum digunakan pada hampir semua kalangan dan usia. Sebelum mengenal BB Cream dan CC Cream ini, saya juga pengguna foundation. Tapi sejak tahu manfaat BB Cream, saya mulai menggunakannya dan tidak melulu memakai foundation.

Apalagi foundation membuat wajah saya menjadi terlalu tebal dan tidak nyaman untuk digunakan sehari-hari. Sejak saat itu, foundation hanya saya gunakan untuk acara-acara yang membutuhkan makeup tebal seperti pernikahan dan acara-acara formal lainnya. Untuk keseharian, saya beralih memakai BB Cream.

BB Cream merupakan inovasi baru make up base yanh berbentuk krim, cair dan ringan saat dipakai, sehingga banyak yang memilih menggunakan untuk ke kuliah, dan kegiatan kasual lainnya.

Bedanya dengan CC Cream apa?

Setelah itu, muncul jenis makeup base lain, yaitu CC Cream. Nah,q saya mau mengulas perbedaan antara keduanya. Berikut ulasannya.

BB Cream merupakan singkatan dari Blemish Balm Cream, sedangkan CC singkatan dari Color Correction atau bisa juga Complexion Corrector. Pada dasarnya, kedua krim tersebut sama-sama makeup base yang dapat digunakan untuk kegiatan sehari-hari. 

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya BB cream lebih ringan dari foundation. Selain itu, BB cream juga dilengkapi dengan SPF dan aktioksidan yang dapat melindungi wajah dari debu, polusi, dan radikal bebas. 

BB cream juga tidak memiliki efek ‘dempul’ seperti foundation, namun pada beberapa merek bentuk liquid tidak mampu menutupi ketidaksempunaan wajah, seperti pori-pori wajah yang besar. Umumnya penggunaan BB cream hanya untuk mencegah wajah tidak berminyak saja. 

BB cream memiliki gradasi warna yang lebih beragam dari foundation. Beberapa merek memiliki hingga 40 warna, sehingga dapat terhindar dari warna kulit belang antara wajah dan leher.

CC cream adalah produk makeup base yang jauh lebih ringan dan halus dibanding BB cream. CC cream umumnya mengandung vitamin C, sehingga memiliki efek mencerahkan wajah.

Fungsi CC cream jauh lebih beragam. Tidak hanya mencegah muka berminyak, tetapi juga dapat menutup kekurangan pada wajah, seperti warna kulit tidak merata, garis-garis halus, pori-pori membesar, ruam merah, dan lain-lain.

Berdasarkan perbedaan fungsi tersebut dapat dilihat bahwa baik BB cream dan CC cream merupakan dua produk berbeda yang diciptakan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulit para perempuan.

Bagi yang mukanya tidak telalu bermasalah, menggunakan BB cream sudah cukup. Oleh sebab itu, biasanya BB cream digunakan oleh para perempuan yang berada di usia dewasa muda. 

Karena pada usia tersebut umumnya hormon pada perempuan sudah stabil, sehingga hanya fokus pada makeup base yang dapat mencegah muka berminyak, namun tidak terlalu tebal di wajah 

Selain itu, pada beberapa merek BB cream dilengkapi dengan berbagai formula anti aging. Hal tersebut semakin menunjukkan bahwa BB cream ideal untuk perempuan usia dewasa muda.

Pada beberapa produk, terdapat ulasan—dari beberapa beauty enthusiast—yang memaparkan bahwa BB cream memiliki kecenderungan membuat wajah menjadi kering. Oleh sebab itu, sebaiknya gunakan pelembab wajah sebelum memakai BB cream.  

Bagi perempuan yang memiliki masalah kulit pada wajah dan memiliki kecenderungan berjerawat, sebaiknya menggunakan CC cream. Kandungan-kandungan dalam CC cream dapat membantu menutupi masalah kulit pada wajah, tanpa membuatnya semakin parah karena diformulasikan lebih ringan di wajah.

Selain itu, CC cream juga dapat dikombinasikan dengan penggunaan foundation, sehingga semakin dapat menyamarkan berbagai masalah seperti pori-pori membesar, bekas menghitam akibat jerawat, dan lain-lain.

Jika wajahmu membutuhkan semua manfaat, baik dari BB cream maupun CC cream, tidak perlu khawatir. Kamu tidak perlu repot menggabungkan dua produk tersebut, karena akan berisiko membuat wajah berjerawat. Saat ini telah dikembangkan pula DD cream, yaitu gabungan formula dari BB cream dan CC cream. 

Saat ini telah terdapat produk makeup base dengan berbagai merek. Setelah mengetahui perbedaannya, seperti yang telah dipaparkan di atas, maka hal paling penting adalah mengetahui jenis kulit wajah dan apa masalah-masalah  yang kerap dihadapi.  Setelah itu, baru gunakan makeup base sesuai kebutuhan wajah.

Kalau teman-teman pakai make up base apa? BB Cream apa CC Cream?

Read More »

Antrian di Rumah Sakit

2 Minggu lalu saya mengantar ibu mertua ke rumah sakit setelah beberapa kali fisioterapi di puskesmas, tapi Ibu masih mengeluhkan nyeri di tangan kanannya. Saya selalu menganjurkan beliau buat periksa-periksa-periksa, dan akhirnya beliau mau.

Sakit jangan disepelekan, karena kalo udah numpuk bisa berabe. Dulu ibuku (kandung) juga menyepelekan tentang kesemutan di tangan kanannya. Tapi saat diperiksa di rumah sakit ternyata harus diopname. Telat dikit aja bisa kena stroke. Huhu. Ternyata kesemutan di tangannya merupakan gejala stroke. Akhirnya, sejak tahun 2013, ibu rutin terapi dan cek up serta minum obat sampai hari ini.

Kalo jadwal periksa tiba, biasanya spare waktu seharian. Dari pagi sampai ashar. Mulai antri pendaftaran, antri tensi dan antri obat. Pakai bpjs memang gratis penanganannya. Tapi butuh effort buat mengurusnya. Sebut saja "antrinya ga nahan". Tapi buat yang tiap bulan check up, bpjs sangat membantu. Dan antrian bejibun membuat para pasiennya mendapat kenalan baru karena merasa senasib sepenanggungan.

Kebijakan baru

Balik lagi ke cerita ibu mertua. Jadi Minggu lalu, 4 kali datang ke Rumah Sakit yang dirujuk, baru berhasil. Kebetulan ada kebijakan baru kalau setiap rujukan harus melalui Rumah Sakit berjenjang. Awalnya RS tipe D dulu, baru ke C, trus ke D dan paling akhir ke RS tipe A.

Jadi nggak bisa ujug-ujug langsung ke RS tipe A, kecuali darurat atau BAYAR.

Nah, pertama datang jam 7, ternyata kehabisan kuota. Hari kedua datang jam 6, habis lagi. Trus datang jam 5, tetep kehabisan. Di hari keempat, saking effortnya, suami datang ke RS duluan buat antri pendaftaran, jam 3. Barulah ketika dapat kuota, sekitar jam 8 ibu mertua diantar ke Rumah Sakit.

"Ya Allah Mas, aku udah dua kali datang kesini tetep gak dapet kuota? Trus aku harus datang jam berapa?", kata saya pada satpam pas ikut ke RS di hari kedua.

"Lha saya yang udah kelima kali aja juga belum dapet, Mbak", ada bapak-bapak menyahut. Saya langsung mingkem. Ternyata ada yang perjuangannya lebih berat, ahaha.

"Yaudah, saya daftar umum saja Mas. Yang bayar gapapa", timpal saya.

"Kuotanya habis Mbak. Tetep gabisa daftar", jawab satpamnya ramah.

Astaga. Kuota 60 itu ternyata juga buat pasien umum juga. Huhu. Saya langsung menuju ruang tunggu dan mengajak ibu mertua dan suami pulang.

Untuk pasien lama cenderung lebih enak karena bisa daftar sehari sebelumnya via whatsapp. Tapi untuk pasien baru harus daftar manual dan mengisi form.

Kemarin datang ke RS tiga kali nggak dapat kuota juga. Padahal ibu sudah antri di kursi duduk. Tapi ternyata satpamnya keliru membagikan nomor antrian, huhu. Yang seharusanya antri dan dapat kuota duluan malah ga dapat, tapi yang baru datang dapat. Akhirnya banyak pasien yang marah.

Suami dan ibu memutuskan pulang lagi (dan lagi). Mau marah juga percuma, buang-buang energi. Apalagi kalau marah pagi-pagi bisa berimbas ke mood yang berantakan seharian *nehi*.

Akhirnya di kedatangan keempat kalinya (kalo kelima bisa bonus payung!), dapat kuota juga. Itupun antrian terakhir. Yang awal-awal sudah di-booking via online.

Antrian lagi
Antrinya ga nahaaan

Setelah berhasil memeriksakan ibu mertua, giliran ibu saya sendiri. Ibu sebenarnya senang bisa cek up satu rumah sakit dengan bapak. Tapi membayangkan perjuangan antriannya membuat beliau hampir patah arang di awal. "Yaudah bayar aja di RS lama nggak apa-apa, wuk", katanya. Saya bilang, insya Allah dapat Bu.

Akhirnya saya menyusun rencana *epik banget kan yhaaaa, antri RS sampe bikin rencana? Ahaha*. Suami mau nggak mau harus mengantri lagi dari sepertiga malam.

Sorenya, ibu agak worry. Kebiasaan beliau kalau keesokan hari ada acara pasti pikirannya jalan terus akhirnya gelisah sendiri. Kayak misalnya besok mau ke Semarang naik mobil, h min 3 berangkat sudah sibuk sendiri ini-itu. Awalnya sempat gemas tapi lama-lama terbiasa.

Kalau sudah begitu, saya menenangkannya nggak cukup sekali dua kali, berkali-kali. Tapi setidaknya itu bisa mengurangi rasa gelisah beliau. 

Nah, saat jadwal cek up bapak dan ibu tiba, pas banget hari Senin. Jam tiga malam, suami udah gercep ke RS. Saya sudah menyiapkan surat rujukan, bpjs, ktp buat pendaftaran. Kebetulan bapak sudah saya daftarkan via online. Jadi tinggal mendaftarkan ibu saja.

Fyi, poliklinik yang paling ramai di RS adalah poli syaraf, jantung dan penyakit dalam. Bapak poli dalam dan ibu poli syaraf yang pasiennya rata-rata sudah sepuh.

Ibu sudah mulai tenang saat suami ngabarin kalau beliau dapat antrian ketiga. Buset, jam tiga sudah ada yang antri sebelumnya? Yang effort buat antri bukan cuma kami lho, banyak pasien lain yang rela menginap. Makanya kalau mau ngomel apa ngeluh, kadang saya suka malu dengan pasien sepuh yang mengurus sendiri.

Setelah memastikan dapat kuota. Jam 8 saya minta tolong Mas Jundi buat ngedrop bapak dan ibu ke RS. Saya juga ikut sama Ray. Suami yang begadang memutuskan tidur di mobil. Saya yang meneruskan urusan administrasi. 

Bapak cek lab dan langsung ke poli penyakit dalam untuk di tensi. Sementara ibu langsung saya antar ke poli  syaraf yang antrinya masha Allah banyak sekali. Tempat duduknya full dan beberapa pasien sampai duduk di lantai. 

Poli syaraf bersebelahan dengan poli kandungan dan anak. Makanya banyak ibu dan bayi yang ikut mengantri di barisan poli syaraf. Saya menggendong Ray yang tidur pulas dikira mau memeriksakan ke dokter anak. 
Ray pules diajak rungsing pagi-pagi

Setelah memastikan ibu selesai administrasi dan tinggal menunggu pemeriksaan, saya pamit menunggu di mushola yang kebetulan areanya luas dan friendly buat Ray. Di luar RS, saya berpapasan dengan banyak pasien yang harus kecewa karena tidak kebagian kuota.

"Kulo pun ping pitu mriki ki, Mas. Kapan saget diprikso?"

Langkah saya terhenti. Mendadak hati saya pilu diremas-remas mengamati Mbah-Mbah yang mungkin sebaya dengan bapak saya menanyakan kepada satpam. 

Apalah saya yang waktu kemarin 2 kali datang sudah jumawa dan pengen ngamuk. Tapi beliau menyebutkan angka tujuh dengan paraunya mengharapkan segera diperiksa. Ah, perasaan melankolis mendominasi saya kala itu.

Semoga sehat selalu semuanya! Menuliskan ini sedikit membuat lega. Karena toh nggak bisa protes dengan kebijakan atau keadaan :).

Punya pengalaman antri di rumah sakit saat memeriksakan diri atau keluarga? Rasanya super zuper ya, ahaha.

Ray nunggu di Mushola


Read More »

Mau Baca Berita Kapan Saja dan Dimana Saja? Download Uzone.Id Aja!

“Menjadi Ibu Rumah Tangga nggak boleh kudet berita. Bahkan wajib upgrade pengetahuan dimana saja dan kapan saja”

Ray menjadi magnet bagi saya. Seluruh perhatian dan tenaga hampir seluruhnya tercurah untuknya. Ritme tidur Ray yang belum teratur membuat saya selalu lengket dengannya kayak lem. Ray ASI nya kenceng banget. Jadi kalau dia nggak tidur, mungkin paling lama hanya 1 jam diajak bermain papi atau sanak saudara saya yang lain. Selebihnya bersama saya.

Ada satu kebiasaan yang hilang ketika saya sibuk dengan rutinitas baru menjadi ibu. Membaca. Sebelum melahirkan, saya saaaaangat hobby membaca. Apalagi saat hamil Ray. Saya menghabiskan waktu untuk membaca apapun: buku, novel, majalah, koran. Ritual sebelum tidur biasanya membahas apa yang habis saya baca, atau ngobrol berita apa yang sedang hits bersama suami.

Saya menyadari kalau saya butuh bacaan yang mobile friendly, yang bisa saya baca dimana saja dan kapan saja bahkan sambil menyusui Ray. Biasanya baca novel yang bentuk paper book, sekarang beralih ke ebook. Untuk berita online, saya sempat merasa kesulitan mencari yang cocok, hingga akhirnya berkenalan dengan apliasi uzone.id

Sssst, dengan kembalinya kebiasaan membaca saya, obrolan dengan suami sudah berimbang kembali. Saya sudah bisa menimpali sesekali dan nggak plonga-plongo. Haha. Nyebelin banget kan, misal orang lain membahas tentan topic tertentu dan fasih sekali pengetahuannya, kita hanya bisa menyimak tanpa tahu itu apa. 

Kenalan dengan Uzone.Id

Biar nggak kudet lagi, saya memutuskan mendownload uzone.id sebagai “taman baca berita”. Sejak bulan Agustus 2018, uzone.id yang merupakan portal berita entertainment telah merilis versi beta aplikasinya untuk sistem android dan IOS. Aplikasi ini pas banget buat saya yang butuh informasi berita yang dapat dibaca kapan saja dan dimana saja. 

Ada beberapa alasan mengapa saya memilih uzone.id untuk referensi bacaan berita. Beberapa hal ini diantaranya:

1. Fitur-fitur tambahannya sangat memanjakan pembaca. Ada: entertainment, technology, games, health, travel dan hangout.

2. Aplikasinya pun ringan kok. Saat mendownload dan mengoperasikannya, aplikasi tidak memberatkan handphone. Dan tidak macet di “jalan” saat membaca artikel. Soalnya, saya pernah memiliki pengalaman membaca berita via aplikasi juga, dan ternyata itu memberatkan HP. Akhirnya saya uninstall. 

3. Tampilannya menarik. Siapa yang suka membaca dan tertarik dengan keindahan visual berupa gambar atau gradasi warna? Saya termasuk yang menyukainya. Tampilan aplikasi ini menarik pembaca, sehingga saat membaca tidak terlalu membosankan.

4. Up to date. Beritanya up to date, sehingga pembaca nggak perlu takut ketinggalan informasi-informasi terkini. 

5. Pas banget dengan kebutuhan. Aplikasi berita ini sesuai dengan kebutuhan saya. Bisa dibaca dimana saja dan kapan saja. Siapa bilang yang mobile hanya pekerja kantoran saja. Ibu Rumah Tangga pun juga lho. Apalagi yang mengurus rumah dan anak tanpa ART. Bagi teman-teman yang membutuhkan bacaan berita yang bisa dibaca secara mobile, aplikasi ini jawabannya.

6. Free. Aplikasi ini gratis. Yakin nggak mau download? Kalau saya sih udah dari kemarin-kemarin, hihi.

7. Berpeluang dapat hadiah. Karena dapat poin dari membaca dan memberikan komentar, maka pembaca berpeluang mendapat hadiah dari setiap penukaran poin tersebut. Kalau beberapa bulan lalu, poin yang dikumpulkan bisa ditukar dengan pulsa. Periode ini hadiahnya nggak tanggung-tanggung, IPhone X lho! Aku mauuuuuuuuu.

Yang mau download aplikasi ini, nih saya kasih link-nya ya: (kurang baik apa coba? *plak*)


Oh iya, ada info menarik buat teman- teman, uzone.id sedang menyelenggarakan festival gadget. Saat tahu informasi ini, selain makin semangat membaca, saya juga semangat mengumpulkan poinnya.

Festival Gadget

Baca berita berpeluang dapat IPhone X, mau? Mau banget! Kemarin pas baca beberapa artikel di uzone.id, ada informasi tentang diselenggarakannya Festival Gadget. Saya kira bazar gadget gitu, eh ternyata bukan. Ternyata acara tersebut merupaka program undian yang diadakan uzone.id buat Uzoners (pembaca setianya).

Hadiahnya kece banget lho! Periode kali ini, nggak tanggung-tanggung hadiah yang diberikan uzone.id, IPhone X. Yay! Caranya gimana sih? Gampang banget. Teman-teman cukup menukarkan poin untuk mendapatkan kupon berhadiahnya. 2000 poin yang kalian miliki berhak mendapatkan 1 kupon. 

Satu akun uzoners bisa menukarkan poin dengan kupon sebanyak-banyaknya. Jadi, ini berlaku kelipatannya. Makin banyak poin yang dikumpulkan, makin berpeluang mendapatkan gadget idaman. 

Untuk mengumpulkan poinnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendownload aplikasinya di android atau di IOS. Saat pertama kali mendaftar dan aktivasi, otomatis dapat 5000 poin. Kalau ditukarkan sudah dapat 2 kupon, yay! 

Untuk mendapatkan lebih banyak poin, cukup dengan membaca dan memberikan komentar di artikelnya. Pemenang akan dipilih dengan diundi dan disiarkan secara langsung melalui sosial media uzone.id. Makanya jangan lupa untuk follow media sosialnya ya, baik twitter, instagram maupun facebooknya biar nggak ketinggalan informasinya. 

Oh iya, ada kabar gembira lagi. Selain hadiahnya yang bikin mupeng, pajak hadiahnya ditanggung oleh pihak uzone.id lho. Jadi, pemenang tidak perlu terbebani dengan pajak hadiahnya. Jangan sampai ketinggalan ya, karena festival gadget ini berlangsung dari tanggal 1 Oktober – 1 November 2018.

Hati-hati dengan penipuan yang mengatasnamakan uzone.id ya, semua informasi dipublished langsung di media sosialnya. Dan kalau menjadi pemenang akan dihubungi langsung oleh panitia. Simak baik-baik syarat dan ketentuannya biar nggak didiskualifikasi. Hihi.

Gimana? Asyik kan, membaca dapat IPhone X.

Read More »