Featured Slider

Cerita tentang Ngidam Saat Hamil Ray

Hallo teman-teman, khususnya yang sudah pernah atau sedang hamil nih. Kalian mengalami ngidam nggak? Waktu hamil Ray kemarin, saya juga sempat mengalami hal ini. Meski beberapa orang menganggapnya mitos, tapi banyak juga lho yang mempercayai kalau ngidam ini wajib dituruti, hehe.


Kakak ipar dan mertua saya menasihati saya kalau ada yang memang lagi dipengenin, saya disuruh bilang, jangan dipendam sendiri. Karena ipar saya pengalaman waktu dia hamil anak pertamanya dan ngidam kiwi, dia hanya memendamnya dalam hati. Dan ketika anaknya lahir dan ngeces selama 3 tahun, beliau dan sekeluarga mengaitkannya dengan ngidam kiwinya yang nggak keturutan. 

Lagi-lagi, meskipun secara ilmiah tidak terbukti kalau ngidam dan ngeces itu ada hubungannya. Tetapi toh banyak yang menghubungkan atau cocoklogi, hihi.

Kali ini saya mau cerita juga nih pengalaman ngidam saya. Dan alhamdulillah keturutan semua ☺👌

1. Pempek

Saya pengen banget makan ini. Mencari sampai 4 penjual nggak ada yang cocok di lidah, huhu. Akhirnya saya impor langsung dari Palembang. Kebetulan salah satu teman blogger ada yang share jualan pempek. 

2. Mangga malam

Mangga malam yang masih muda rasanya katanya kecut banget. Tapi saat ngidam, saya makan mangga malam dicocol pakai garam rasanya enak sekali. Kebetulan juga, waktu itu lagi musim mangga. Alhamdulillah ngidamnya keturutan.

3. Burger

Sempat hopeless kalau ngidam burger ini nggak akan keturutan karena outletnya hanya di Jabodetabek. Saya beli yang versi KW yang jual di pinggir jalan, tapi rasanya tetap beda 😔. Bulan September tahun lalu, teman ngabarin kalau outlet burgernya sudah buka di Jogja. Alhamdulilah keturutan lagi setelah nahan 3 bulan, hihi.

4. Manisan rambutan dan durian

Untuk rambutan mungkin nggak masalah ya. Pas banget musim, seikat 2500 di pasar, dan saya langsung bikin manisan sendiri. Yang sempat waswas itu ngidam durian. Saya sampai konsultasi dokter tentang hal ini. Lha masak yang lain makan, saya cuma nyium baunya aja? Hiks. Dan kata dokter, BOLEH MAKAN DURIAN asal tidak banyak-banyak. Ah, keturutan lagi alhamdulillah. Ray nggak jadi ngeces *eh.

5. Nasi padang

Ketika ngidam, saya seminggu berturut-turut makan menu masakan padang. Untung lidahnya cocok sama warung padang dekat rumah. Gak perlu impor dari padang kayak pempek tadi, ahaha.

Ngidam merupakan pengalaman yang mengesankan buat saya. Karena kalau nggak ngalamin sendiri, mungkin saya akan semena-mena kalau ngebetnya ibu hamil itu hanya rajukan manja untuk suaminya. Ahaha. 


Mual dan muntah

Selain ngidam, saat hamil saya juga mengalami mual muntah. Rasanya nggak enak dan sangat mengganggu, apalagi hal tersebut tidak hanya di trimester awal saja. Nah, beberapa hal ini saya lakukan biar mual dan muntahnya nggak mengganggu aktifitas:

1. Konsultasi dokter

Mual dan muntah saat hamil itu wajar karena meningkatnya hormon hcg. Menjadi tidak wajar kalau intensitasnya berlebihan. Saya diresepkan obat untuk meredakan mual saat muntah.

2. Mengatur pola makan

Meskipun ngidam macam-macam, saya tetap mengontrol asupan nutrisi saya. Saya mengurangi menginsumsi makanan pedas, kecut, bersantan dan berminyak. 

3. Mengonsumsi jahe

Saat hamil, saya mengonsumsi jahe untuk meredakan mual dan muntah. Semula bikin air jahe sendiri. Tapi lama-lama kok ya repot harus nguprek di dapur. Kelamaan di dapur justru membuat saya mual, huhu.

Lalu saya direkomendasikan salah satu sahabat saya untuk mengonsumsi herbadrink sari jahe. Karena terbuat dari bahan alami, saya pun membeli dan mulai mengonsumsinya. Tentunya saya berkonsultasi dengan dokter saat mengonsumsi jahe. Dan beliau membenarkan kalau memang jahe dapat mengurangi mual dan muntah.

Oh iya, manfaat jahe saat masa hamil ternyata tidak hanya mengurangi mual dan muntah saja lho. Nih, saya share juga khasiat yang didapat ketika saya mengonsumsi jahe saat kehamilan:

  • Melancarkan sistem pencernaan. Ada yang mengeluhkan sembelit saat hamil? Di trimester kedua, saat mulai mengonsumsi jahe, keluhan sembelit ini berangsur berkurang.
  • Lebih Rileks. Saat mual dan muntah, saya biasanya langsung pusing dan stress (moody dan mudah marah). Menyesap jahe ketika sore hari, membuat saya jauh lebih rileks.
  • Meningkatkan sistem imun pada tubuh. Karena mual dan muntah jadi gampang masuk angin kan ya saat hamil. Kandungan vitamin C pada jahe membantu ibu hamil untuk tetap fit dan tidak mudah masuk angin. 
  • Membangkitkan nafsu makan. Tidak hanya dikonsumsi saat sore hari, ketika morning sickness pun, jahe sangat berkhasiat untuk memulihkan nafsu makan yang sempat drop. 
Kenapa Herbadrink Sari Jahe?


Beberapa alasan ini membuat saya memilih herbadrink sari jahe untuk dikonsumsi saat kehamilan:

💓 Terbuat dari bahan alami. Karena terbuat dari bahan alami, tentunya aman untuk dikonsumsi.
💓 Tanpa pengawet. Diolah dan dibuat dari resep tradisional dan bebas dari bahan pengawet, lho!
💓 Praktis. Tinggal sobek sachet-nya, seduh dan minum. Tidak perlu nguprek di dapur. Praktis kan?
💓 Ekonomis. Harganya juga terjangkau kok. 1 box isi 5 sachet seharga Rp. 10.500. Worth it sama manfaatnya kok.
💓 Mudah didapat. Bisa dibeli di supemarket saat belanja bulanan atau via online. Saya biasanya beli ketika belanja bulanan, kalau stok habis, baru beli via online.


Selain alasan diatas, kebaikan alami dari herbadrink sari jahe membuat saya lebih rileks menjalani kehamilan karena bisa mengurangi mual, muntah, sembelit dan meningkatkan imunitas tubuh saya. Oh iya, ada herbadrink sari temulawak dan sari lidah buaya juga lho, siapa tahu teman-teman mau mencoba kebaikan alami herbadrink juga 💖💖💖.

Nah, ini pengalaman ngidam saya ketika hamil Ray dan drama mual muntahnya. Teman-teman punya pengalaman yang sama juga? Yuk sharing 😉




Read More »

Berpikirlah Menang-menang, Nak!

Dipuji tidak terbang, dicaci tidak tumbang-Anies Baswedan
Rasanya adagium itu ringan diucapkan, tetapi susah sekali dilakukan. Ah, teori *iklan Pantene lawas*. Meskipun susah, hal itu wajib ditanamkan sejak dini pada anak-anak lho. Biar mereka bisa selalu mawas diri dalam menyikapi sesuatu.


Saat berhasil dan dipuji, mereka tidak terbang karena keblinger. Tapi ketika kalah pun, mereka tidak minder dengan kritikan bahkan cacian.

Nonton Anthony Ginting pas berlaga di Asian Games 2018 kemarin nggak? Bagaimana perjuangannya meraup poin demi poin, bertahan sampai titik darah penghabisan meski kakinya keram. Dia memang kalah dalam pertandingan tersebut, tapi dia MENANG di hati para penonton. Istilahnya, dia kalah setelah memberikan perlawanan yang maksimal.

Kalau aku kalah gimana, Bu?

Tiba-tiba Lintang, 11 tahun, yang juga menggeluti olahraga bulutangkis bertanya seperti itu. Kebetulan saya ada di sampingnya. 

Yang penting tampil terbaik dulu, Mas. 

Jadi, berpikir menang tapi juga siap kalah. Yang penting persiapan oke dulu. Lha gimana mau podium kalau sebelum tanding aja males latihan fisik. Beda halnya kalau, latihan maksimal, tampil optimal tapi endingnya tetap kalah. Yaudah, nanti coba lagi dan lagi. Dengan catatan diperbaiki.

Sebelum tanding di lapangan, biasanya Mas Jundi (Bapaknya Lintang) sudah mencari tahu keunggulan dan kelemahan lawannya Lintang. Jadi Lintang dapat briefing dari Bapaknya harus memakai strategi apa. 

Mas Jundi tahu tentang anak bujangnya itu. Tidak segan untuk mengkritik kalau memang permainan Lintang jelek banget. Tapi kalau memang Lintang sudah mempersiapkan dengan baik, bermain di lapangan juga gigih, beliau akan mengakui kalau memang lawan Lintang bagus. Setelah itu evaluasi agar ke depan permainan Lintang lebih variatif.

Namanya anak-anak, emosinya masih naik turun. Ketika dikalahkan, Lintang pernah beberapa kali menangis. Apalagi pas awal gabung klub badminton dan ikut beberapa turnamen.

Pas nangis, biasanya kami mendiamkannya dulu. Tidak mencegahnya sama sekali. Kalau emosinya sudah stabil, ibunya yang berperan untuk memberikan puk-puk dan peluk. Bilang nggak apa-apa, nanti dicoba lagi. Pertandingan kan hanya ada menang dan kalah, jadi harus berpikir menang-menang. Menang saat berhasil podium dan memenangkan diri sendiri ketika kalah agar bisa semangat untuk pertandingan selanjutnya.

Seleksi Beasiswa Badminton Djarum

Beberapa bulan lalu, Lintang ikut seleksi beasiswa badminton Djarum. Seleksi awal dilaksanakan di Karanganyar. 3 hari menginap didampingi Mas Jundi dan Mbak Endang untuk mendapatkan golden ticket ke Kudus.

Saat dikabari kalau Lintang mendapatkan golden ticket, kami sekeluarga ikut senang. Saya berpesan agar dia latihan yang disiplin dan menjaga pola makan serta istirahatnya. Hanya selang beberapa Minggu, Lintang berangkat ke Kudus. 

Di Kudus, para finalis yang disaring dari beberapa daerah dipertandingkan. Dalam pembukaannya anak-anak bersalaman dengan pemain pelatnas jebolan Djarum: Kevin, Debby, Owi Butet dll. 

Penyaringan tersebut menggunakan sistem gugur. Jadi, setelah 2 atau 3 kali tanding, dinilai juri, malamnya pengumuman lanjut atau angkat koper. Kriteria lolos atau nggaknya hanya juri dan Tuhan yang tahu. Soalnya yang kalah dalam pertandingan pun bisa berpeluang lolos ke tahap selanjutnya. Nah, yang sapu bersih menang pertandingan juga belum tentu lolos. Nah lho!

Di H-1 pertandingan berakhir, Lintang angkat koper. Tinggal selangkah lagi menuju skuad Klub Djarum, langkahnya terhenti. Dia nangis. Lagi-lagi ibunya membesarksn hatinya. Tahun depan coba lagi. Capek fisik mungkin bisa cepat hilang, tapi menyembuhkan kekecewaan karena kalah butuh effort agar tidak memupuskan harapan.

Hampir 2 bulan berlalu, Lintang sudah semangat latihan lagi. Persiapan untuk turnamennya dan masih bermimpi menjadi bagian dari Klub Djarum. Bahkan dia sudah memiliki impian untuk bergabung di Pelatnas Cipayung.

Berpikirlah menang-menang, Nak! Menang di lapangan dan menang untuk hatimu sendiri. Boleh menangis, tapi jangan pernah merasa sendiri. Karena Bapak dan Ibu ada buat kamu. Satu lagi, Bulik juga siap mendukung impianmu dan menuliskan secuil kisah untuk kamu baca nanti. 

Peluk!

Tulisan ini sebagai tanggapan dari trigger post yang ditulis Mbak Winda di Web KEB tentang mengajarkan anak menerima kekalahan
Read More »

Mau Semangat dan Konsisten Berolahraga? 5 Tip Ini Layak Dicoba, Lho!


Olahraga menjadi salah satu goals saya tahun ini. Eh, tetapi list "konsisten buat olahraga" selalu menjadi goals tahunan, hanya saja seringkali alasan malas dan tidak punya waktu membuat list tersebut hanya sekadar angan-angan belaka.

Dua tahun terakhir ini,  saya berniat lebih rajin untuk olahraga. Alhamdulillah sampai sekarang bisa menjalaninya. Ternyata ada beberapa tipsnya lho biar bisa konsisten berolahraga. Apa saja sih? Yuk disimak.

1. Memilih olahraga yang fleksibel dengan kita

Jadi, sebelumnya saya berpikir olahraga apa sih yang pas buat saya? Sehingga dari tahun ke tahun, pikiran tersebut membuat saya enggan untuk merealisasikannya. Alih-alih langsung berolahraga, saya cenderung berkutat dalam niat saja.

Setelah itu saya mengubah mind set. Memilih olahraga yang fleksibel dengan waktu saya. Apapun jenisnya, saya kerjakan dengan suka cita. Misalnya, sebelum hamil saya sering mengantarkan keponakan saya, Lintang, untuk latihan badminton di klubnya. Saya sering ikut main dengan Lintang 30 menit dan sesekali Lintang memberikan bocoran skill badmintonnya. Saya membawa kostum olahraga, sepatu dan raket dari rumah karena memang niat untuk ikut olahraga. Fyi, Lintang latihan setiap hari. Nah, saya bisa 2 atau 3 kali seminggu untuk olahraga badminton.

Ketika hamil, saya masih mengantarkan Lintang badminton tapi sudah tidak ikut badminton lagi, hehe. Saya memilih berenang dan yoga untuk latihan pernafasan. Dan setelah melahirkan, saya memilih senam, lari dan jogging. 

Nah, saya mulai aktif berolahraga lagi ketika bayi saya berumur 5 bulan. Lari dan jogging saya lakukan di car free day. Senam saya lakukan di rumah. Pokoknya saya memilih olahraga yang fleksibel dengan waktu yang saya miliki. 

2. Niat kuat

Poin ini penting banget. Kalau nggak ada niat, mungkin mustahil bisa konsisten untuk melakukan olahraga. Pasti banyak alasannya. Yang paling klasik adalah tidak punya waktu. Sejak memiliki Ray, saya juga sering beralasan tidak punya waktu olahraga karena sibuk mengurus bayi. Makanya saya berniat kuat untuk on the track lagi berolahraga.

Setelah melakukannya beberapa kali, saya sudah terbiasa dengan ritmenya. Kalau memang benar-benar nggak bisa, saya kembali ke poin satu. Memilih olahraga yang fleksibel buat waktu saya.

3. Disiplin

Setelah sukses menyusun jadwal olahraga, selain niat kuat juga dibutuhkan disiplin. Nggak perlu lama-lama kok, 15-30 menit asal konsisten sudah bagus lho. Eits, jangan meremehkan kalau yang tidak bekerja office hour lebih mudah memanajemen waktu ya. Bagi ibu rumah tangga seperti saya juga memiliki tantangan untuk meluangkan waktu buat keluarga.

Justru pekerjaan di rumah kayaknya ada saja *curhat*. Jadi, selain niat kuat, perlu disiplin untuk melakukan olahraga. 

4. Sendiri? Don't worry!

Bersama-sama melakukannya akan lebih semangat, tapi saat sendiri pun tidak masalah kan? Jadi, kalau tidak ada teman untuk olahraga biasanya kita cenderung malas melakukannya. Menurut saya, ini hanya masalah kebiasaan. Kalau biasanya berolahraga ditemani suami, saya akan merasa agak gimana gitu saat selanjutnya hanya melakukannya sendiri. 

Makanya saya selalu berniat kalau olahraga ini untuk saya sendiri, jadi ketika melakukannya dengan atau tanpa teman pun, saya akan tetap melakukannya. 

5. Memilih pernak perrnik pendukung biar lebih semangat olahraga

Nah, agar lebih semangat dalam berolahraga, pemilihan pernak pernik pendukungnya juga berpengaruh lho. Misalnya, Lintang bisa merasakan harus memakai raket yang mana atau mengenakan out fit apa saat latihan badminton. Kalau tidak sesuai, seringkali membuat semangat latihannya down.

Sama halnya dengan saya, ketika beberapa hari yang lalu sepatu saya rusak, saya jadi agak malas-malasan untuk berangkat lari di car free day. Huhu. Makanya, saya langsung hunting sepatu sneakers wanita biar semangat berolahraga bisa up lagi. Saya suka pakai sneakers wanita karena nyaman. Nggak pas olahraga saja sih, tapi pas hang out pun paling suka memakai sneakers wanita.

Oh iya, 5 hal ini yang menjadi pertimbangan saya ketika membeli sepatu sneakers wanita :

1. Nyaman dipakai

Nyaman di kaki adalah pertimbangan utama buat saya sebelum beli sepatu sneakers. Kalau memang harganya mahal tapi nyaman dipakai (ini kalau beli langsung), biasanya saya akan menunggu diskon dulu dan menabung. 

2. Harga

Sebagai konsumen, tentunya saya lebih memilih harga yang murah tapi kualitasnya nggak murahan. Jadi, saya rajin nengok diskon atau promo saja kalau mau harga yang paling murah.

3. Warna

Saya suka warna putih. Cocok buat olahraga dan hangout. Meski gampang kotor, saya tetap jatuh cinta. Biasanya setelah dipakai, saya lap bagian yang kotor dan dimasukkan ke kardus lagi agar tidak berdebu.

4. Ukuran

Nah, saya lebih memilih ukuran sepatu di atas ukuran sebenarnya. Karena saya sering pakai kaos kaki sehingga kalau memilih ukuran yang agak besar bisa pas ketika memakainya.

5. Beli online

Setahun terakhir, saya lebih suka dan sering berbelanja online. Dengan alasan hemat tenaga, waktu dan anggaran rumah tangga. Termasuk beli sepatu sneakers wanita ini. Bisa memilih sepuasnya. Untuk size juga ada panduan chart-nya. Selain itu, bisa cek ricek kredibilitas marketplace dengan membaca review-review konsumennya. 

Semoga saja sepatu sneakers wanita saya segera sampai ya. Biar weekend ini bisa dipakai ke car free day lagi. Semangat dan niat olahraga bisa membara lagi. Fighting!

Selamat berbelanja, eh olahraga teman-teman :)

Read More »

Pajak Motor, Ganti Plat, Mutasi dan Pindah Nama Kepemilikan Motor

Saya agak kerepotan buat mengurus pajak motor kali ini. Soalnya ngurusnya PAKET SUPER COMBO, ahaha. Selain pajak 5 tahun, saya juga mengurus penggantian plat dan kepemilikan motor.

Scoopy merupakan motor perjuangan hadiah dari Mas Joko dan Mbak Era. Dulu dibeli pas saya kerja di Jakarta dan dibawa pulang ketika saya melanjutkan kuliah di Solo. Setelah selesai kuliah, saya mau mengembalikan motor tersebut, tapi Mbak Era bilang kalau motor itu buat saya sebagai hadiah nikah. Nggak terasa kalau sudah 5 tahun scoopy itu menemani saya "berjuang" melunasi mimpi.

Oh iya, nulis ini karena saya beneran lieur sama prosedurnya, biar diingatkan saja siapa tahu ada yang pengen pajak, ganti plat, balik nama dan mutasi kendaraan bermotor juga. Nah, scoopy saya plat B mau pindah AD. Atas nama Mbak Era dibalik menjadi nama saya.

Cek Fisik (Gesek Nomor Rangka dan Mesin)
Karena scoopy ada di Klaten, maka langkah pertama yang saya lakukan adalah cek fisik ke Samsat Klaten. Bawa BPKB Motor, STNK motor. Suami saya menjelaskan ke petugasnya kalau mau pajak 5 tahunan, mutasi dan ganti plat plus balik nama. Beneran PAKET COMBO kan? Ahaha.

Berkas cek fisik tersebut jadinya 7 hari dan gratis. Paling pas cek fisik ngasih 5 ribu. Nah, setelah berkas ini jadi, saya mengirim beberapa berkasnya ke Depok. Minta tolong Mas Joko buat ngurusin pencabutan berkasnya. Honestly, sebenarnya saya pengen ngurus langsung sekalian nostalgia naik KRL dan kereta. Tapi Ray jadwal imunisasi DPT nya sudah dekat dan ada beberapa hal yang harus saya urus, jadi niat itu saya urungkan. Padahal saya juga kangen sama Dio sama Dea, huhu.

Fyi, motor nggak perlu dibawa ke Depok ya, hanya beberapa berkas saja untuk pencabutan, antara lain: BPKB asli, KTP saya asli sebagai pemilik baru, berkas cek fisik. Pengurusannya di Samsat Depok. Mas Joko nggak ngurus sendiri, beliau minta tolong Om Bob (yang momong Dio) buat ngurus pencabutan berkasnya di Depok.

Kata Om Bob, kemarin scoopy saya habis 500 ribu. Prosesnya cepat, sehari jadi, bahkan cuma beberapa jam aja bisa ditunggu. Suami yang pernah punya pengalaman mencabut berkas di Jakarta agak kaget karena saking cepetnya. Dulu dia dioper-oper administrasinya dan prosesnya beberapa minggu kemudian baru selesai.

Oh iya, pajak motor saya kemarin telat beberapa hari. Karena sebelumnya repot sama proses melahirkan, jadi kelupaan buat ngurus pajak sama mutasi scoopy ini. Nggak lupa sih, cuma mbayangin ribet prosedurnya jadi jiper mau ngurus, hehe. Makanya nulis ini buat cerita kalau ternyata nggak seribet itu.

Untuk berkas pencabutan nunggu waktu 1 bulan dulu. Kemarin pas dokumen lengkap, samsat Depok menginformasikan via sms agar dokumen tersebut diambil. Pengambilannya pakai surat kayak gini:

Setelah selesai pencabutan berkasnya, semua dokumen dikirim lagi ke Klaten buat ngurus pajak, ganti plat, mutasi dan balik nama di Samsat Klaten. Kemarin yang dokumen yang dikirim balik ada sebendel: arsip STNK, Rujukan, Bukti pengiriman, Arsip BPKB, Fiskal antar daerah, Kwitansi, STNK, BPKB, Kartu Induk BPKB, Berita acara pencarian arsip BPKB, Surat keterangan pengganti arsip, Faktur kendaraan, Sertifikat Nomor Identifikasi Kendaraan Bermotor, FC pemilik lama dan baru, dan printilan dokumen lain.

Untuk pengambilannya, kata Om Bob bayar 20 ribu. Fyi, buat pengurusan ini, saya nggak diminta surat kuasa meskipun diurusin sama orang lain. Nah, kalo di Klaten harus pakai surat kuasa misal pengurusannya dilakukan sama orang lain. Lain cerita kalo pake calo, ahaha.

Memasukkan berkas di Samsat Klaten

Welcome to the jungle

Siapkan stok energi dan sabarnya ya. Karena pengurusan BPKB di Klaten ada 2 tempat yaitu samsat dan polres. Jadi, bolak balik ke dua lokasi itu merupakan hal lumrah. Padahal jaraknya, hmmmm.

Pertama, saya datang ke samsat Klaten lagi buat cek fisik. Kirain langsung jadi. Padahal sepi lho. Entahlah alasannya apa. Saya disuruh balik keesokan harinya jam 2 siang. Karena ga mau bolak balik, saya ke samsat sekalian mudik. Lusa (selang 1 hari dari cek fisik) jam 9 pagi datang ke samsat lagi. Petugasnya bilang kalo ga bisa melayani, karena harus sesuai stempel yang tertera, yaitu Jam 2 siang.

Logikanya, kalo dijanjikan Jumat jam 2 siang bisa diambil, saya datang Sabtu pagi, berkas itu udah jadi dong ya? Petugasnya kekeuh kalo pengurusan itu dilayani jam 2 siang. Kalau harinya mundur, ya tetep jam 2 siang itu (misal Senin, ya Senin jam 2, ga boleh pagi). Muka suami udah merah padam pengen ngajak berantem, tapi saya mengerling. Saya bilang mau ngambil Senin saja jam 2, karena kalo hari itu juga, nanggung banget.

Sepanjang jalan kenangan, suami ngomel-ngomel masih ga terima alasan petugas tadi. Saya mau ikut kesetrum tapi nahan-nahan karena ga mau weekend kami berantakan, ahaha.

Senin tepat jam 2 siang, suami datang ke samsat. Dan pengurusannya ternyata simple banget. TRUS KENAPA GA DARI KEMARIN SIH? 3x datang baru dapat berkas buat cek fisik (((doang))).

Fyi, berkas mutasi di copy 4x ya, 3 untuk di samsat, 1 buat di polres. Daripada 2x fotocopy kan? Inget, pengurusannya bukan di satu atap.

Di Polres Klaten

Suami memasukkan berkas di loket BPKB. Dan pengecekan kelengkapan berkasnya nunggu 3 Minggu. Menghela nafas dulu.

Setelah 3 Minggu, saya ke Polres lagi. Berkas yang kemarin dikumpulkan dan diberi selembar kertas buat pengambilan BPKB. Selain itu, saya juga membayar 225 ribu di loket untuk pengurusan tersebut.

Ah iya, BPKB dapat diambil 2 bulan setelah pembayaran. Apa sudah selesai? Belum, ahaha. Saya harus ke Samsat buat mengurus STNK dan ganti plat nomor.

Ke Samsat Klaten lagi dan lagi

Kalau sudah masuk tahap ini, pengurusannya cepat. Entah kenapa kemarin malah cek fisik yang membutuhkan waktu berhari-hari. 3x datang kesana baru jadi euy.

Ada plang gede yang menghimbau agar tidak memakai calo. Tapi mengurus sendiri ternyata butuh effort besar *elap peluh*.

Back to the topic, setelah pengurusan dari polres Klaten, saya memasukkan berkas ke samsat. Pertama saya menyerahkan di lantai 1. Setelah di cek berkasnya, saya disuruh ke lantai 2.


Suami mengisi formulir dan mengumpulkan berkas. Fyi, jangan lupa bawa bolpoin sendiri. Soalnya disana gak ada. Kata suami ternyata disana ada jasa menuliskan formulir dan membayar 2 ribu.

Hari itu antri lumayan banyak. Tapi tempat menunggunya asyik, ada tempat bermain anak-anak, reading corner, tempat charger dan disediakan minum juga. Toiletna juga bersih, jadi kalau kebelet nggak usah lari ke lantai 1. Ssst, ada ruang menyusui juga lho.


Petugas di lantai 2 ramah dan cekatan. Utu yang membuat saya betah menunggu. Kalau ada yang bertanya, mereka jawabnya enak (ga judes). Karena kelamaan, Ray agak rewel karena ngantuk. Salah satu petugas bertanya nomor saya berapa dan langsung dibantu menyelesaikan pengurusannya. Alhamdulillah.

Di loket ini saya bayar 425 ribu. STNK sudah jadi dan tahap terakhir adalah plat nomor yang nunggu sekitar 1 jam an.

Akhirnya selesai juga tahap-tahapnya, ahaha. Sempat tergiur sama calo, tapi kekeuh mengurus sendiri. Yang di Depok dibantuin Mas Joko sih, ekeke.

Idealisme itu ternyata mahal sekali ya, wkwkw *elap keringet*.

Kalau di kota teman-teman pengurusan pajak, mutasi dan ganti namanya mudah atau bikin nyerah? :D
Read More »

Quality Time! Bermain, Belanja dan Bersantap Bareng Keluarga di Transmart Solo Pabelan

Bagi saya, keluarga adalah rumah. Sejauh apapun kaki pergi, keluarga adalah tempat kembali dan berbagi.

Hampir 6 bulan ini, hidup saya lebih berwarna. Banyak hal-hal baru yang harus saya pelajari sejak adanya Ray. Suami pun juga demikian. Contoh kecilnya saja, kami berdua kompak mantengin kalau ada diskon diapers. Hal yang sebelumnya belum pernah kami lakukan sama sekali. Haha.

Layaknya sebuah rumah, keluarga kecil saya ini adalah tempat berbagi. Saya masih ingat masa-masa baby blues, ketika menangis sambil menyusui Ray, saya terus menyugesti diri saya sendiri agar tetap "waras". Suami pun mengerti sekali, ketika mendapati saya sesenggukan tanpa sebab, ia memberikan pelukan dan menyemangati. Menguatkan bahwa saya tidak sendiri.

Mau apa? Mau diantar kemana? Tanya suami waktu itu. Alun-alun, jawab saya lirih karena takut dia marah. Benar saja, masa iya mau membawa bayi umur 10 hari ke alun-alun? Tapi memang saya mau itu. Dia sama sekali tidak menjudge saya sebagai istri manja, karena memang baby blues itu nyata adanya, dan saya tidak mengada-ada.

Pentingnya Quality Time dengan Keluarga

Suami membawa saya ke alun-alun. Di sana, saya duduk di mobil memeluk Ray. Sesekali kami diam bertiga, suami menikmati musik kesukaannya, dan saya memandangi Ray yang sedang menyusu sambil menghamburkan pandangan ke alun-alun yang sedang ramai karena ada acara.

Transmart-Solo-Pabelan
Family time!

Setelah itu, kami bicara dari hati ke hati sambil makan takoyaki. Ah, rasanya lega sekali bisa quality time seperti ini. Itu pertama kalinya kami quality time bertiga di luar. Waktu itu, saya bisa keluar memawa Ray bukan karena alasan ingin ke rumah sakit atau ke dokternya. Melainkan benar-benar keluar karena ingin menghabiskan waktu bertiga saja.

Sejak saat itu, kalau saya jenuh dengan rutinitas di rumah. Uring-uringan nggak jelas karena merasa yang dilakukan itu-itu saja, biasanya suami berinisiatif mengajak keluar. Begitu juga sebaliknya, ketika suami kelihatan suntuk dengan pekerjaannya. Saya yang menawarkan untuk pergi, "Yuk kita kemana?". Dan biasanya, sepulang dari quality time di luar, energi kami seperti di charger lagi.

Untuk pergi keluar atas nama quality time, saya dan suami mencari tempat yang nyaman dan aman buat Ray. Seperti beberapa hari yang lalu, kami menghabiskan waktu ke Transmart Solo Pabelan sebagai quality time keluarga kami.

Bermain, Belanja dan Bersantap Bersama di Transmart Solo Pabelan

Solo seperti rumah kedua, makanya saat berkunjung kesana, saya sudah tidak asing lagi. Pun bagi suami yang sebelumnya lebih sering ke Jogja. Nah, kali ini kami menikmati kebersamaan di mal yang baru dibuka per Desember 2017. Ngapain aja sih disana?

Bermain sepuasnya

Kami menuju lantai 3, Trans Studio Mini. Ada banyak wahana yang bisa dicoba. Suami mencoba beberapa wahana, salah satunya adalah roller coaster. Saya tahu diri karena membawa Ray, jadi lebih memilih wahana yang aman dan nyaman untuknya. Oh iya, harga tiap wahana berbeda-beda, mulai dari 4 ribu - 30 ribu. Untuk bermain di wahana tersebut, pengunjung harus membuat deposit card terlebih dulu. Setelah itu bisa bermain sepuasnya deh!

Transmart-Solo-Pabelan
Suami cengar cengir naik roller coaster, ahaha.

Transmart-Solo-Pabelan
Saya dan Ray nyobain wahana ini aja. Ray happy sekali :)

Kalau teman-teman berkunjung ke Solo, silakan nikmati wahana Solo di Transmart Pabelan ini. Selain untuk edutainment bagi anak-anak, juga bisa menjadi sarana stress released sekaligus refreshing keluarga. Jadi, tidak hanya anak-anak yang suka, tapi ayah bundanya juga bisa bahagia.

Belanja kebutuhan keluarga

Setelah puas bermain, kami turun ke lantai 2 melihat-lihat di counter baby & kids. Bagi saya dan suami, ada promo dan diskon diapers rasanya seperti surga, ahaha. Karena bisa menghemat keuangan keluarga.

Saya tidak mau berlama-lama di lantai ini karena takut kalap belanja, soalnya barang yang saya butuhkan ada di lantai 1, yaitu fresh market.

Saya memilih-milih buah dan rasanya pengen memborong semuanya. Fyi, buah-buahan di Transmart segar-segar dan manis. Kemarin saya mencicipi nanas dan jeruk, hmmmmm manis pisan!
Buahnya segar dan manis pisan!

Kata bidan, untuk memproduksi ASI, saya harus banyak mengonsumsi buah, sayur dan telur rebus. Saya pun mematuhinya dan memang terbukti produksi ASI buat Ray sangat melimpah. Makanya, kalau ada promo buah, sayur atau sumber protein hewani dengan harga murah seperti di Transmart Solo, saya sangat sumringah.

Kemarin suami juga mengkode minta dibelikan cumi. Ah, itu salah satu favorit kami. Teman-teman di daetah Solo yang suka makan buah dan sayur serta daging/ikan, Transmart Solo Pabelan bisa menjadi rekomendasi tempat belanja. Kalau repot  memasak di rumah, sekalian saja dimasak di tempat, tinggal pilih mau dibakar atau digoreng. Praktis kan?
Siapa yang hobby makan cumiiiiì. Me!

Oh iya, sebenarnya, selain family time, kemarin saya juga menyempatkan untuk bertemu Blogger Solo di acara Blogger Gathering dengan Transmart Solo Pabelan.
Keakraban Blogger Solo

Dalam acara tersebut, Bapak Wasino selaku General Manager Transmart Solo Pabelan menyampaikan bahwa Transmart sedang ada program redbox project lho. Program ini berupa kegiatan seperti live music, beauty class, lomba masak, mewarna dan foto selfie. Jadi, selain belanja, kita bisa ikut lomba tersebut dan berpeluang memenangman hadiah yang totalnya jutaan rupiah. Ssst, siapa tahu bisa dapat grand prize mobil kan?
Bapak Wasino selaku GM Store Transmart Solo Pabelan

Program ini sudah dimulai sejak 1 Juli 2018 dan akan berakhir pada 31 Desember 2018. Daaan, Transmart Solo Pabelan yang menjadi pertama yang mengadakan program ini. Jangan sampai ketinggalan pokoknya. Kapan lagi ikutan Gebyar Hepi Hepi kayak gini? 💓

Ah iya, sekadar informasi, bagi teman-teman yang ingin mengadakan workshop atau lomba dengan jumlah peserta yang banyak. Transmart Solo Pabelan bersedia menyediakan tempat dan juga hadiahnya lho. Tentunya 1 Minggu sebelum acara tersebut menghubungi pihak Transmart Solo terlebih dahulu.

Bersantap sekenyangnya

Setelah capek bermain, belanja dan bertemu para blogger Solo, saya dan suami memutuskan untuk makan siang. Kami turun di lantai dasar dan memilih bebek semangat sebagai menu makan siang kami.
Bebek Semangat yang rasanya enak sekali :)

Nasi bebek sambal matah yang baru pertama kali kami cicipi dan ternyata enak sekali. Di tengah makan, Ray poop, huks. Di dekat bebek semangat ada nursery room yang nyaman. Saya mengganti popok Ray dan menyusuinya di ruang tersebut.

Di nursery room, Ray tertidur pulas. Setelah itu, saya menghampiri suami untuk meneruskan makan lagi. Ah, rasanya weekend ini bahagia sekali bisa family time bertiga.

Konsep 4 in 1 yang diusung Transmart memang terbukti membuat keluarga kami bisa menghabiskan waktu bersama; Bermain, belanja dan makan sepuasnya dengan bahagia. Oh iya 1 lagi, NONTON film suka-suka. Untuk nonton, mungkin nunggu Ray agak besar kali ya. Ehehe

Karena sekarang era digital, mantengin diskon nggak harus datang langsung ke tokonya. Kemarin saya coba cek ada promo apa saja yang berlangsung di website resmi Carrefour Indonesia, www.carrefour.co.id dan sudah memilih beberapa produk untuk dibeli. Nanti saat mau belanja ke Transmart Solo Pabelan, saya tinggal belanja produk tersebut dan membayarnya di kasir dengan menunjukkan promo tersebut. Biar nggak ketinggalan promo dan kegiatan menarik dari Transmart, bisa follow akun sosmednya ya:

IG:@transmartcarrefour/ @transmartcarrefourpabelan

Twitter: @transmart_IND

FB: Carrefour Indonesia

Selamat weekend teman-teman! Happy quality time bersama keluarga :). Dan ini cuplikan video keseruan kami di Transmart Solo Pabelan. Check it out!

Read More »