Featured Slider

#AksiFlashBunda Ketika Mengatasi Luka Lebam pada Anak

Bulan lalu, kami sekeluarga nonton final Kejuaraan Badminton tingkat kabupaten. Alhamdulillah Lintang finalis dan podium 1 untuk kategori anak. Anak itu memang hobby banget sama olahraga. 3 tahun terakhir ini dia menekuni badminton. Keseriusannya dibuktikan dengan rajin latihan.


Sejak masuk club, dia memang masuk latihan setiap hari. Biasanya berangkat jam 4 sore dan selesai jam 8 malam. Untuk hari Minggu biasanya libur, tapi kalau mau ada turnamen, pelatihnya menginstruksikan masuk untuk latihan fisik. Latihan fisiknya adalah lari memutari lapangan sepak bola sepuluh kali (wow!), sit up atau push up.

Saya mengira dia hanya becanda ketika meminta bapaknya untuk dimasukkan ke club badminton. Tapi nyatanya, dia benar-benar membuktikan kesungguhannya untuk menjadi pemain badminton profesional. Seperti, Lee Chong Wei, katanya mantap.

Kaki yang lebam dan belajar berpikir menang-menang


Kalau ada turnamen, seminggu atau dua minggu sebelumnya, Lintang latihan fisik lebih banyak dari biasanya (kalau tidak ada turnamen). Saking semangatnya latihan, seringkali kakinya ada yang memar atau lebam. Apalagi kalau saat sparring badmintonnya mendapat lawan yang kategorinya diatasnya. Untuk menangkis smash lawan, dia bisa jatuh bangun. Nah, hal itulah yang membuat bagian kaki atau tangannya lebam.

Kami selalu berpesan pada Lintang untuk berpikir menang-menang. Kalaumau menang, dia harus totalitas dalam mempersiapkannya. Sehingga, kami sekeluarga juga harus memberikan support agar nyaman mengikuti latihan.

Baca juga: Berpikirlah menang-menang, Nak!

Membahas soal lebam, awalnya memang tidak mengganggu, tapi lama kelamaan lebam itu terasa nyeri. Lintang mengeluhkannya kalau ada bagian tubuhnya yang lebam. Karena itu bisa berefek ke kecepatan gerakannya saat di lapangan.

Untuk mengatasi lebam tersebut, ada beberapa cara yang kami lakukan. Ini tidak hanya berlaku untuk Lintang, tetapi juga Iqbal dan Khansa yang notabene masih suka bermain.

1. Mengompres dengan es batu

Saat anak-anak mengeluhkan lebam, langkah pertama biasanya mengompres luka lebam tersebut dengan es batu. Sensasi dingin es batu bisa meringankan rasa nyeri yang diakibatkan oleh lebam. Selain itu bisa memperlamcar aliran darah dan mencegah terjadinya pembekuan darah. Gunakan washlap atau sapu tangan, dan bungkus es batunya ke dalam washlap agar saat mengompres.

2. Angkat bagian lebam lebih tinggi

Kalau yang lebam di bagian kaki, memposisikan kaki lebih tinggi daripada dada bisa mengurangi aliran darah ke area yang lebam. Hal tersebut bisa mencegah pembengkakan di area lebam.

3. Mengompres dengan air hangat

Lho kok tadi pake es sekarang pake air hangat? Kalau hal ini biasanya sekalian buat pengganti mandi, haha. Anak-anak kalau nyeri sedikit di bagian tubuhnya, biasanya malas-malasan buat mandi.

Nah, untuk membersihkan lebamnya (dan tubuhnya), biasanya anak-anak dikompres atau di lap dengan air hangat menggunakan washlap. Bagian lebamnya dikompres agak lama dibandingkan bagian lain. Dan ternyata hal itu membuat nyaman si anak.

4. Mengoleskan heparin

Agar anak tetap aktif dalam kegiatannya dan gak takut lebam, sebagai sahabat keluarga, menyimpan tromboflash di kotak P3K bisa menjadi solusi. Tromboflash memiliki kandungan bahan aktif heparin sodium 200 IU yang dibutuhkan untuk menyembuhkan luka lebam.

Yang membuat kami sekeluarga percaya menggunakannya, tromboflash ini sudah bersertifikat halal. Sehingga aman dan nyaman. Mengoleskannya tipis-tipis saja di bagian lebamnya. Oh iya, produk ini tidak disarankan untuk diaplikasin di luka terbuka. Jadi penggunaannya harus bijaksana, hehe.

5. Membawa ke dokter

Kalau lebamnya tidak sembuh-sembuh, bawalah ke dokter. Tingkat luka lebam berbeda tergantung benturannya. Jadi kalau dengan langkah 1 sampai 4 tidak mempan, ya sudah bawa ke dokter saja. Alhamdulillah anak-anak tidak pernah ke dokter untuk urusan lebam.

Lebam memang kayak hal sepele, tapi kalau dibiarkan bisa mengganggu aktifitas anak-anak. Makanya, sebagai #AksiFlashBunda, menyimpan tromboflash sebagai sahabat keluarga untuk mengatasi lebam :)

Teman-teman punya pengalaman serupa mangatasi lebam? Sharing yuk.


Read More »

Pentingnya Merawat Kulit Sejak Bayi

Banyak sekali klinik kecantikan untuk merawat kulit lebih kinclong. Di Klaten saja yang dulu hanya satu atau dua gerai, saat ini sudah lebih dari lima. Itu membuktikan bahwa klinik kecantikan banyak diminati. Para perempuan sudah mulai aware merawat kulitnya agar terlihat lebih cantik dan tentunya lebih sehat.

Lalu,sebenarnya kapan sih mulai merawat kulit?

Jawabannya adalah, SEJAK BAYI! Saya beruntung sekali bisa mengikuti talkshow di Vinolia, Jogja pada 22 Desember 2018 yang membahas tentang Tips Menjaga Saluran Cerna dan Cara Mengenali Jenis Kulit pada Bayi dan Anak. Ada beberapa pemahaman yang menguatkan saya untuk merawat kulit Ray sejak dia lahir.

Dok. Pri: beberapa produk Mustela milik Ray

Contohnya saja, sebelum melahirkan, ketika saya membeli baju, popok dan perlengkapan Ray, saya mencucinya dulu dengan deterjen khusus bayi. Alasannya sederhana; kulit bayi masih rentan. Sehingga saya nggak mau coba-coba. Untuk breast pump dan dotny Ray pun juga sama, saya cuci dengan yang khusus untuk bayi, biar lebih steril.


Mengenal Jenis Kulit pada Bayi


Sebelum merawat kulit, hal pertama yang harus dilakukan seorang ibu (karena intensitas waktu bersama bayi adalah ibu) adalah mengenal jenis kulit bayinya. Saya mengenali jenis kulit Ray sejak dia lahir dan memerhatikan jika ada perubahan. Semula kulit Ray halus dan lembut. Tapi pernah juga mengelupas karena ganti kulit. Kata dokter hal tersebut wajar.

Yang paling fatal adalah ketika pantatnya luka karena ruam popok/iritasi. Kulit dekat anus berwarna merah seperti terbakar. Waktu bayi Ray montok yang menimbulkan beberapa lipatan sehingga rentan terkena ruam. Saya sudah rajin memeriksa lipatan (lengan tangan dan selangkangan) agar terkena udara dan terhindar ruam. Selain itu, saya juga rajin mengganti popoknya. Tapi, ketika bepergian, ternyata Ray pup di pampers dan tidak ketahuan. Karena posisinya, saya sudah mengganti pampersnya dan dia tidak rewel. Huhu. Akibatnya, anusnya iritasi :(. Akhirnya saya bawa ke dokter karena beberapa treatment nggak mempan mengobati iritasinya.

Setelah mengikuti talkshow, saya semakin paham dan yakin kalau kulit bayi wajib dirawat karena sangat sensitif. Buktinya,Ray mudah iritasi dan kulitnya kemerahan, huhu.

Dok. Pri: narasumber dengan jelas memaparkan tips merawat kulit bayi

Dok. Pri: para peserta sangat antusias menyimak pemaparan narasumber

Sebagai bahan informasi, ada beberapa fakta mengenai kulit bayi yang harus diketahui, antara lain:

  1. Lapisan pelindung kulit belum terbentuk sempurna sehingga kulit bayi sangat sensitif
  2. Kulit bayi cenderung kering. Sehingga harus dirawat agar terjaga kelembapannya. 
  3. Kekayaan sel (stem cell) kulit sangat tinggi, dan cenderung menurun drastis di usia 0-2 karena faktor luar. Agar selnya sehat,  kulit bayi harus dirawat sejak dini, sehingga sten cell nya tidak berkurang dengan cepat. 
  4. Bayi terlahir dengan jenis kulit yang berbeda. Sehingga untuk merawatnya, perlu mengetahui bayi kita itu memiliki jennis kulit apa.

Dalam talkshow kemarin, dr. Diana menjelaskan beberapa jenis kulit dengan jelas. Yuk kenali jenis kulit bayi kita dengan memerhatikan ciri-cirinya. Simak jenisnya ya!

  • Kulit normal dengan ciri-ciri lembut, lembab dan bersih (kulit idaman nih:D)
  • Kulit kering dengan ciri-ciri kasar, bersisik dan kadang terkelupas 
  • Kulit atopic dengan ciri-ciri sangat kering, gatal dan kadang ada bercak kemerahan
Berdasarkan pemaparan dr. Diana, saya bisa menyimpulkan kalau kulit Ray normal (dengan catatan). Kulit Ray sejauh ini lembut, lembab dan bersih. Dia timbul bintik merah kalau cuacanya panas, tapi kalau sudah tidak panas (dikipasin atau pindah ke tempat yang lebih dingin), bintik merahnya menghilang sendiri.

Merawat Kulit Bayi dengan Mustela


Honestly, ini pertama kalinya saya menggunakan Mustela. Selama 2 Minggu terakhir, saya mengaplikasikan produk Mustela untuk merawat kulit Ray. Dan voilaaaaa, kulit Ray memang lebih lembab dan lembut.

Dok. Pri: nyobain Mustela buat mandi dan masage :)

Menurut Pak Hadi, narasumber dari Mustela menjelaskan bahwa perawatan dasar untuk merawat kulit bayi adalah sebagai berikut:

❤ Sabun mandi
❤ Diaper cream
❤ Face cream
❤ Body lotion
❤ Sabun mandi
❤ Massage oil

Dr. Diana menambahkan bahwa perawatan kulit pada bayi bisa optimal dilakukan setelah mandi. Karena setelah mandi, kulit bayi masih dalam kondisi dingin sehingga mudah meresap. Beliau tidak merekomendasikan pemakaian bedak untuk bayi sesuai dengan pemahaman saya. Jadi, sejak lahir, Ray tidak memakai bedak. Kado yang isinya bedak tidak dipakai sama sekali :D

Keunggulan Mustela


Oh iya, saya mau sharing tentang keunggulan mustela dan sepertinya saya akan repurchase produk ini karena keunggulannya dalam membantu merawat kulit bayi :)


  1. Memiliki kandungan  AVOCADO PERSEOSE. Ini telah dipatenkan untuk melindungi kulit bayi. Avocado perseose merupakan bahan aktif alami yang ada di semua varian mustela. Memiliki sifat biomimetic, dimana strukturnya serupa dengan kulit bayi. 3 manfaat pentingnya adalah: melindungi dan menguatkan kulit bayi, menjaga kelembaban kulit bayi dan menjaga kekayaan sel kulit bayi.a
  2. Keamanan yg terjamin : aman untuk ibu hamil & Bayi sejak baru dilahirkanf
  3. Efikasi : sudah teruji dibawah pengawasan dokter
  4. Prioritas menggunakan bahan alami, 0% alcohol, 0% Paraben
  5. Peduli lingkungan. Karena bahan aktifnya aman dan tidak membahayakan lingkungan.

Bagi teman-teman yang mau nyobain produknya Mustela, kalian bisa membelinya di Mothercare, Guardian, Viva Generic, Century, Watsons, Baby Shop terdekat, orami.com dan JDID

Selain itu bisa juga mengunjungi sosial medianya untuk mendapatkan informasi mengenai perawatan kulit pada bayi:

Website : www.mustela.co.id
Instagram : @mustelaindonesia
Facebook : Mustela Indonesia 

So, #ApaJenisKulitBayimu ?

Yay! Kukit Ray lembut dan halus dengan Mustela :)


Read More »

Interlac Probiotic Drops, Solusi Menjaga Kesehatan Saluran Pencernaan pada Bayi

Bulan September tahun 2018, Ray harus dirawat inap karena demam tinggi. Sudah 3 hari demamnya tidak turun-turun. Setelah di cek laboratorium, leukositnya tinggi sekali, 23 ribu. Di hari keempat, Ray kena diare, huhu.


Ketika visit ke kamar, Dokter menjelaskan bahwa saluran cerna pada bayi masih sangat rentan, sehingga ibu harus menjaga kebersihan agar tidak terkena virus, bakteri atau infeksi. Kebersihan yang seringkali dianggap sepele, misalnya: mencuci tangan sebelum menggendong bayi, menjaga alat-alat bayi bahkan air mandi pada bayi, kalau tidak dijaga kebersihannya, membuat bayi mudah terserang penyakit. Dan kejadian pada Ray: DIARE.

Ketika Ray rawat inap karena demam dan diare


Menjaga Saluran Pencernaan pada Bayi

Ray semangat ikut talkshow
Bercermin pada pengalaman tersebut, bulan lalu saya mengikuti talkshow di Vinolia, Jogja, yang mengulas mengenai Tips Menjaga Kesehatan Saluran Cerna pada Bayi dan Anak. Menurut dr. Intan Diana Sari, yang menjadi salah satu narasumber dalam talkshow tersebut, saluran cerna yang sehat dapat menjaga sistem imun kita.  Karena 80% dari sistem imun terletak di saluran pencernaan.

Dok. Pri: narasumber menjelaskan tentang pentingnya menjaga kesehatan saluran alat pencernaan

Saluran pencernaan berperan sangat penting bagi kesehatan manusia, sehingga kita harus menjaganya. Ciri-ciri saluran pencernaan yang sehat adalah memiliki bakteri baik (probiotik) yang fungsinya mendukung sistem imun dalam tubuh. Nah, jika imunitas tubuh kita baik, hal tersebut dapat mencegah masuknya virus atau bakteri ke dalam tubuh. Kalau kesehatan saluran pencernaan terganggu dan imunitas kita drop, biasanya muncul gangguan kesehatan seperti: diare, konstipasi (sembelit), sakit perut, kembung, gumoh, kolik. Kejadian sama Ray yang masuk Rumah Sakit, huhuhu.


Tentang Probiotik


Untuk menjaga saluran perncernaan, solusi yang bisa dilakukan adalah mengonsumsi probiotik. Menurut WHO 2002, bakteri yang memenuhi syarat probiotik adalah lactobacillus dan bifidobacterium. Saya mengira hanya orang dewasa saja lho yang bisa mengonsumsi probiotik, eh ternyata bayi pun juga bisa mengonsumsinya.

Sebagai bahan informasi teman-teman, ada beberapa syarat-syarat produk probiotik, sehingga bisa menjadi referensi:

  1. Bakteri yang digunakan berasal dari manusia
  2. Tidak bersifat patogen
  3. Tahan terhadap asam lambung dan cairan empedu
  4. Mampu menempel pada dinding usus
  5. Meningkatkan zat antimikroba dan meningkatkan sistem imunitas tubuh
  6. Tahan terhadap proses produksi dalam pembuatan sediaan
  7. Secara genetik stabil
*berasa belajar ilmu Biologi lagi deh :D

Jadi mekanisme kerja probiotik itu kira-kira begini nih: bakteri baik menempel pada dinding usus (kolonisasi) dan berkompetisi tempat perlekatan. Selanjutnya, bakteri baik tersebut memproduksi zat antimikroba (fermentasi) dan berkompetisi menghasilkan nutrisi dengan bakteri patogen yang sama-sama berada di dalam usus. Sehingga menstimulasi respon imunitas. Paham kan ya? *pijat kening sendiri*

Trus kalau untuk Ray, probiotik yang tepat apa dong? Karena Ray masih berusia 8 bulan dan dia friendly sama benda cair (bukan bubuk atau puyer) yang masuk ke mulutnya, saya memilih Interlac Probiotik Drops.

Interlac Drops Probiotic


Berbeda dengan banyak probiotik lainnya, formulasi interlac drops ini sama sekali tidak mengandung laktosa sehingga aman untuk bayi yang intoleransi pada laktosa. Oh iya, probiotik ini merupakan satu-satunya probiotik dengan sediaan oral drops di Indonesia. Sediaan ini memang pas buat bayi, karena bisa langsung tetes :). Sssst, rasa interlac drops ini netral/plain, hihi.


Rekomendasi pemakaian


Dosisnya sekali sehari. Durasi pemakaiannya, untuk diare (5 hari pemakaian), konstipasi (2 minggu pemakaian) kalau konstipasi kronis pada orang dewasa (1 bulan pemakaian), gumoh (4 minggu pemakaian) dan kolik (3 minggu pemakaian). Nah, kalau untuk menaikkan sistem imun, pemakaiannya aman untuk dikonsumsi jangka panjang.

Dok. Pri: antusiasme peserta dalam talkshow
Oh iya, dalam talkshow kemarin, ada salaj satu peserta yang bertanya misal anak mengonsumsi interlac dan berhenti apakah ada efek ketergantungan. Pak Hadi dari pihak Interlac dengan tegas menjawab tidak ada. Selain itu, beliau menjelaskan bahwa interlac dapat dikonsumsi bersamaan dengan antibiotik.

Antibiotik bekerja dengan membunuh bakteri di dalam tubuh, termasuk bakteri jahat dan baik. Sehingga, probiotik interlac ini dianjurkan sebagai pendamping antibiotik untuk mengembalikan keseimbangan bakteri baik di dalam saluran pencernaan dan mengurangi efek samping dari antibiotik.

Mengapa Interlac?

Ray dan Interlac Dropsnya :D
Awalnya sempat ragu karena Ray kan masih bayi, jadi selektif banget memilih dan memilah apa saja yang dikonsumsinya. Ada beberapa hal yang membuat saya memilih interlac untuk Ray.

Aman. Product Range Interlac lengkap dan keamanannya terjamin dari bayi baru lahir hingga dewasa. Interlac mendapatkan predikat keamanan tertinggi dari Generally Recognized as Safe (GRAS) dari FDA di Amerika Serikat.

Menurut penelitian, rata-rata bayi berusia 0-2 tahun terserang diare 3 kali per tahun. Karena nggak mau kejadian lagi, saya memutuskan untuk memberikan interlac untuk menjaga kesehatan saluran cerna Ray. Bye bye diare!

Tidak mengandung laktosa. Yang memiliki bayi alergi laktosa, tentunya interlac menjadi rekomendasi yang tepat lho untuk mencegah dan mengatasi gangguan saluran cerna pada bayi dan anaknya.

❤  Teruji klinis. Manfaat interlac telah teruji di lebih 13 ribu individu pada 160 uji klinis. Nggak salah kalau probiotik ini direkomendasikan dokter di lebih dari 90 negara.

Praktis. Penggunaannya hanya sekali sehari saja.

Drops. Ini yang bikin lebih mantap memilih interlac probiotic drop, karena friendly buat Ray. Bentuknya drop (bukan sirup, kapsul atau bubuk), sehingga gampang dikonsumsi Ray yang masih bayi (lucu). Kemasan drops ini memang diperuntukkan untuk bayi usia 0 sampai 3 tahun. Pas banget dengan kebutuhan saya.

Dok. Pri: kemasan interlac drops yang praktis dibawa kemana-mana

Selain drops, ada juga kemasan sachet yang diperuntukkan untuk anak usia 1 sampai 5 tahun. Untuk anak usia 2 sampai 12 tahun bisa mengonsumsi interlac yang berbentuk tablet kunyah. Tidak seperti interlac drops yang rasanya plain/netral, interlac tablet kunyah ada varian rasa strawberry dan lemon. Nah, yang varian lemon ini yang diperuntukkan untuk dewasa yang berusia mulai dari 12 tahun.

Dok. Pri: Interlac sachet
Dok. Pri: Interlac tablet

Bisa diorder dimana ya?


Bagi teman-teman yang ingin mengonsumsi interlac sebagai upaya menjaga kesehatan saluran pencernaannya, bisa memesan produk tersebut secara offline maupun online. Kalau offline, teman-teman bisa membelinya di Guardian, Viva Health, Baby Shop. Bisa juga dipesan secara online melalui mothercare.co.id, JD.ID dan orami.

Untuk informasi lebih lengkapnya, teman-teman bisa mengubjungi sosial media Interlac Probiotics:

Website : www.interlac-probiotics.com
Instagram : @interlacprobiotics
Facebook : interlacprobiotics

Read More »

Keseruan Wahana Jungleland Adventure Sentul

Libur tlah tiba, 
Libur tlah tiba,
Hore....
Hore....
Horeeeee....

Penggalan lagunya Tasya membuat kami lebih semangat mengisi liburan ☺. By the way,  saat liburan tiba, teman-teman menghabiskan waktu kemana? Waktu masih tinggal di Depok dulu, dan tidak memungkinkan untuk mudik, kami sekeluarga memutuskan berlibur di sekitar Bogor. Salah satu obyek wisata yang pernah kami kunjungi adalah Jungleland Adventure Sentul.

Bagi teman-teman yang ingin berlibur bersama keluarga, Jungleland Adventure Sentul bisa menjadi rekomendasi yang tepat. Karena disana terdapat banyak wahana yang wajib dicoba bersama keluarga tercinta. Atau yang mau menghadiahi diri sendiri karena pencapaian tertentu, melipir kesini bisa menjadi pilihan.

Oh iya, di bawah ini saya mau sharing tentang wahana apa saja yang dapat dinikmati saat berada di Jungleland Adventure Sentul. Yuk disimak!

Zona Carnivalia
Source: jungleland.co.id

Pada zona ini pengunjung dapat menikmati 14 wahana, lho. Beberapa wahana, banyak yang di khususkan bagi anak-anak, seperti Caroussel, Kiddyland, Midway Games, Mini Swinger dan juga Mini Drop. Pokoknya, di zona ini, anak-anak "dimanjakan" dengan beberapa permaianan.

Bagi yang ingin menikmati pemandangan area seluruh Jungleland dapat mencoba wahana Ferris Wheel. Wahana ini memiliki ketinggian sekitar 40 meter dan merupakan salah satu wahana tertinggi di Indonesia. Syarat menaiki wahana ini adalah memiliki tinggi badan minimal 110 cm. Pemandangan yang disajikan sangat menarik hingga kamu dapat melihat Gunung Pancar. 

Zona Explora
Source: jungle.co.id
Zona ini menyediakan 3 wahana yang tidak kalah menarik dari zona sebelumnya. Saat memasuki zona ini, ada wahana Safari Dino yang akan mengajak kalian kembali ke beberapa juta tahun yang lalu dan melihat berbagai jenis dinosaurus. Bukan sekedar patung atau replika, namun dinosaurus yang ada di sini dapat bergerak dan mengeluarkan suara.

Selain dinosaurus, area ini juga memiliki berbagai jenis hewan seperti musang, iguana, kura-kura, kadal, ular hingga buaya dalam Animal Corner. Wahana selanjutnya adalah Octopus yang akan memacu adrenalin dengan seekor gurita raksasa membalikkan perahu yang sedang Kamu tempati. Sensai yang dihasilkan sangat menegangkan.

Zona Tropicalia
Source: jungleland.co.id

Zona ini terdapat 11 wahana menarik yang dapat pengunjung jelajahi. Wahana yang terdapat di zona ini antara lain adalah Convoy 6 dimana pengunjung akan dibawa keliling bersama teman dan keluarga. Kemudian ada wahana Happy Swing yang merupakan ayunan raksasa akan membawa pengunjungnya melambung tinggi bersama keluarga. Trus ada Texan Train siap meluncur di atas rel sepanjang 1,7 km dan siap mengajak keluarga keliling arena Jungleland selama 15 menit. 

Kemudian ada wahana lainnya seperti Harvest Time, Happy Train, Mini Bumper Car, Mini Ferris Wheel, North Pole, Ship Adventure, Water Flume dan juga Wave Swinger.

Zona Mysteria
Source: jungleland.co.id

Terdapat 8 wahana di zona mysteria,  yang terbaru di zona ini adalah Snake Coaster. Wahana yang memiliki ketinggian 22 meter dengan panjang track 535 meter akan memacu adrenalin Kamu dengan kecepatan 65 km/jam. Permainan ini sangat dilarang bagi orang yang bertubuh tinggi kurang dari 130 cm dan juga bagi penderita serangan jantung, hipertensi, riwayat patah tulang belakang serta leher, apalagi sedang hamil.
Wahana lain dalam zona ini yaitu Magic Bike, Mega Drop, Fire Pots, Boat Blaster, Jeep Tour, Hydrolift dan Jump Around.

Science Centre

Jungleland Adventure Sentul tidak hanya menghadirkan wahana untuk bermain, namun kamu juga dapat belajar mengenai ilmu pengetahuan di Science Centre. Belajar di sini menggunakan alat peraga seperti Climate Change yang menampilkan demo tentang proses pemanasan global da perubahan cuaca. Ada juga robot-robot hewan yang dapat bergerak. Bagi kamu yang ingin bermain sambil belajar dapat mengunjungi zona yang satu ini.

Downtown

Setelah lelah bermain-main di berbagai wahana Jungleland Adventure Sentul, tentunya kalian akan terasa lapar. Jangan khawatir karena area bermain ini terdapat satu arena yang tersedia banyak restoran dan tempat makan yang lezat antara lain seperti Sari Barokah, Holland Bakery, Bandros Bistro, Waroeng Sunda dan Milkone Moo. 

Nah, cukup menarik untuk dinikmati bersama keluarga, bukan? Wahana yang disediakan disini pun cukup menantang bagi kamu yang suka tantangan. Apakah kamu tertarik mencoba seluruh wahana yang terdapat di Jungleland Adventure Sentul? Jika iya, maka segera dapatkan tiketnya agar tidak ketinggalan. Siapkan juga barang-barang yang harus dibawa saat travelling, apalagi kalau bawa balita. 

Semoga dapat dijadikan rekomendasi bagi yang akan berkunjung ke Jungleland Adeventure Sentul. Siapkan perlengkapan yang akan kamu bawa, jangan sampai ada yang tertinggal. Nikmati serunya berlibur di Jungleland Adveture Sentul.  Suatu saat pengen lagi liburan kesini ngajak Ray. Selamat berlibur :)
Read More »

Pernikahan Tahun Kedua

Ujian yang disambut sukacita adalah pernikahan


Sebenernya nggak mau menuliskan tentang ini, tapi kok ya sayang banget melewatkannya. Saya inget banget (meskipun tidak berusaha mengingatnya), tapi memang auto-remember kalo tanggal 25 Desember saya pernah melakukan akad nikah 👰. Entah kenapa, saya bisa saaaaangat detail tentang sesuatu, mulai dari tanggalnya, momennya dan segala pernak perniknya, salah satunya adalah momen nikah. 

2 tahun nikah ngapain aja? Kalo bisa dibilang, saya kayak ospek masuk perguruan tinggi. Kenalan sama kampusnya yang bernama keluarga, kenal dekan dan civitas akademikanya (keluarga suami). Ini kenapa analoginya begini ya? Tapi memang benar. Saat memutuskan menikah dengan seseorang, kita juga harus siap menikahi keluarganya.

Di tahun pertama, kami berdua jauh-jauhan, Jakarta-Klaten-Solo, di tahun kedua, kami ngumpul di Klaten. Di tahun kedua ini, kami sudah bertiga dengan Ray. Hadiah dari Allah yang membuatku naik level karena belajar hal-hal baru sebagai ibu.

Baca juga: Pernikahan tahun pertama

Komunikasi tanpa kode

Komunikasi menjadi kunci penting kami, terutama saya yang sukanya main kode. Ada 2 hal mendasar yang menjadi perbedaan saya dan suami. Perasaan saya lebih peka dan lebih tanggap harus ngapain dalam situasi tertentu. Saya bisa tahu seseorang sedang marah dan menganalisis sebab marahnya karena apa. Sifat ini ada plus minusnya, plusnya saya bisa lebih berempati, minusnya saya sering pusing sendiri karena sering menebak nebak karakter seseorang. Fix, kebiasaan ini turunan dari Bapak saya.

Kalau tipe suami, dia lebih logis. Kalau mau sesuatu, ya bilang, jangan dipendam. Huhu. Saya ngarepnya kalau dia itu paham apa mau saya karena itu hal-hal yang umum. Misalnya, saat Ray nempel seharian sama saya, pengennya dia inisiatif megang. Tapi dia punya pandangan kalau Ray ini beneran nggak mau dipegang orang lain, termasuk papinya. Jadi dia nggak nawarin untuk menggantikan.

Baca juga: Anak bau tangan ibunya. Trus kenapa?

Saya menggugu di kamar karena saking capeknya nggendong Ray, capek hati kenapa suami nggak nawarin nggendong. Huhu. Dan setelah kami bicarakan, ternyata maksud kami berbeda. Akhirnya, saya nggendong Ray, suami memijat tengkuk saya sambil bilang (((SABAAAAR))). Trus, ada kelanjutannya "Kalo Adik butuh sesuatu, lagi sebel, mendingan diomongin, jangan dikodein, biar Mas tahu". Atau kalau beneran saya kadung marah, hampir selalu "Mas salah lagi ya? Di bagian mana? Coba bilang". Yakali, marah dan sebel harus bilang :((

Ternyata saya sering capek sendiri kalo main kode, atau mengendap keinginan. Saya belum bisa lepas dari kebiasaan "mengkode" ini. Tapi pelan-pelan saya belajar berkomunikasi dengan baik. Saya sering sebal karena harus menerjemahkan keinginan Bapak yang suka mengkode, mungkin suami juga sebal kalau dia harus menjelma jadi cenayang meraba keinginan saya. Dan saya memposisikan menjadi dia. Oke, kuharus belajar komunikasi tanpa kode. Katakan saja sejujurnya *NYANYI*.

Kompromi tingkat tinggi

Tidak apple to apple membandingkan jobdesk suami dan istri. Mendingan dilakukan sebisanya siapa (suami atau istri) dan tidak menghitung lebih capek siapa. Kalau salah satu tidak bisa melakukan suatu hal, ganti dengan hal lain.

Awal punya Ray, waktu saya tersita untuk mengurusnya. Nyuci, nyetrika, nyapu berasa borongan. Adanya komunikasi yang clear, semula merasa kerjaan bertumpu di saya, setelah dibagi, kami berdua sama-sama enak.

Memegang Ray itu sudah 1 pekerjaan sendiri. Mandiin, nyusuin, nidurin, dan segala kebutuhannya hampir selalu sama saya. Apalagi 4 bulan pertama, saya mati-matian adaptasi karena Ray hobby begadang siang malam dan nyusunya saaaaangat kuat. Tiap 1-2 jam menyusu. Kalau habis magrib tidur sebentar (buat ngecharge energi), jam 10 malam sampai shubuh ngajak main begadang.

Dan pernah, paginya hanya tidur setengah jam trus bangun sepanjang hari. Kalau tidur harus dipangku, kalau ditaruh di bed langsung bangun. Ini anak kenapa nggak ada capeknya, huhuhu. Karena siklus Ray yang begitu, saya sempat mengalami baby blues bahkan hampir Postpartum Deepression. Huhuhu.

Karena mengurus Ray, nyuci, nyetrika diambil alih suami. Emosi saya labil tingkat tinggi. Sering minta diantar pulang ke rumah ibu. Dan yang paling absurd minta naik kereta. Kalau bukan kompromi dari suami, mungkin di usia Ray 2.5 bulan nggak diijinkan naik kereta meskipun cuma ke Jogja, ahaha.

Sebelum 40 hari, saya juga udah pergi-pergi ke alun-alun. Hanya di dalam mobil saja beli batagor trus pulang. Saat saya tiba-tiba nangis sendiri, dia memeluk dan memijit tengkuk. Saya sadar sedang baby blues bahkan hampir kena PPD. Makanya saya mencari informasi tentang itu dan sharing sama suami. Makanya, dia menjadi support system saya untuk "tetap waras" ngurus anak.

Alhamdulillah, usia 5 bulan Ray tidurnya sudah kondusif. Saya juga sudah terbiasa dengan begadang (ditemenin suami). Saya menikmati perkembangannya dan "menerima" emosi yang kadang bergejolak. Nangis ya nangis, kalau kesel ya ngomong agar tersalurkan.

Buat bapak-bapak, baby blues dan PPD itu bukan hoax. Jadi kalau istri kalian sedang mengalaminya (semoga saja tidak), please temani dia, peluk erat dia. Jangan menganggapnya manja dan mengada-ada. Percayalah, istri kalian juga sedang melakukan win-win solution terhadap dirinya sendiri. Mengalaminya sendiri, saya sempat kehilangan makna kebahagiaan menjadi istri dan ibu. Huhuhu

Melihat sesuatu dari sudut pandang berbeda

Tahun 2018, kami berdua jadi freelancer. Bagi tetangga kami, kami berdua nggak punya kerjaan, ahaha. Makanya, tiap ditanya kerja apa yang notabene basa basi, saya bilang "di Rumah momong Ray". Case closed, ga ada pertanyaan lain. Lha kalau saya cerita, mereka juga nggak mudheng, kesannya nanti saya cerita apa yang saya kerjain kok bisa dapat duit padahal di rumah.

Saya juga nggak mencoba meluruskan kalau mereka memiliki kesan seakan-akan kami pengangguran. Trus gimana perlengkapan buat anak? Jangankan ke tetangga, awalnya orangtua saya sendiri sering menanyakan "Kamu butuh apa, wuk?" (pertanyaan halus pengganti "kamu punya uang nggak? Ini lho, bapak ibu punya, dipake aja).

Padahal kami berdua merasa cukup, makan enak, keperluan Ray juga cukup. Bekerja di rumah, nggak pake seragam dan nggak punya kantor bukan berarti PENGANGGURAN lho ya, ahaha. Untungnya, orangtua memahami pilihan kami saat ini.

Apakah akan selamanya freelancer? Enggaaaaak. Karena jujur, saya butuh penghasilan tetap. Sebenarnya suami sempat ditawari untuk bekerja kantoran lagi, cuma sayangnya belum pas. Nggak pas lokasi kerja atau nggak pas di hati dia (passion). Nah, kalo saya lagi nunggu pengumuman akhir cpns. Keluarga besar seneng banget karena lokasi kerjanya di Solo, dekat keluarga. Rasanya mereka yang paling greget menyambut cpns an tahun ini.

Setahun ini, kami berdua belajar melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Beberapa penolakan yang sempat membuat saya merasa down, suami selalu mengusap-usap kepala saya dan bilang "Nggak apa-apa, coba lagi".

Setahun pernikahan ini, saya banyak mendapatkan insight baru dari suami. Dan di bawah ini beberapa contohnya.

Birul walidain nggak setengah-setengah

Saya sempat merasa worry karena kami berdua menjadi freelancer. Konsekuensinya adalah pendapatan tidak menentu. Jadi saya harus pandai-pandai dalam mengatur keuangan. Berbeda dengan suami. Dia woles banget dan tidak menyesal resign dari pekerjaannya. Untuk beberapa orang, pikiran tersebut sangat nyeleneh. Istri hamil kok malah resign, ahahaha.

Baca juga: Hal yang Membuat Bapak Ibu Bahagia

Ibroh pertama adalah kami berdua benar-benar birul walidain sama orangtua. Baik orangtua saya maupun dari suami. Kapan lagi coba, bisa nemenin kemana saja? Kata suami. Kami berdua menemani bapak ibu entah cek ke rumah sakit atau makan bersama.

Kami selalu meyakinkan mereka bahwa tidak ada kamus merepotkan dalam keluarga. Karena kadang-kadang mereka sungkan bilang kalau butuh sesuatu. Takut merepotkan kami, huhu.


Menyamakan visi dan misi pernikahan (lagi)

Menikah itu juga berarti kita belajar seumur hidup. Kita dibuat takjub dengan hal baru yang harus kita pahami agar rumah tangga tetap melaju dan tidak karam di tengah jalan. Contoh saja suami yang ingin resign dari pekerjaan. Sebagai istri bagaimana harus menyikapi? Bagaimana ke depannya?

Dalam perjalanan, kami sepakat mengurangi riba. Salah satunya tidak mengambil KPR. Hal yang semula membuat saya worry, "Masa iya beli rumah ga bisa pake KPR? Kan mahal?", huhu. Tapi lama-lama saya paham dan ikut mendalami tentang ini. Kami baru menerapkan hal ini di keluarga kami tanpa nyinyirin yang lain.

Lha emang awalnya nggak sama visi misinya? Untuk hal-hal yang bersifat prinsip, alhamdulillah sejalan. Tapi seiring berjalannya waktu, ada perbedaan diantara kami. Saya pribadi bersyukur perbedaan itu masih bisa selaras. Apakah mengganggu? Awalnya iya, tapi dengan kompromi, semuanya menjadi luwes.

Menemani masa emas perkembangan dan pertumbuhan Ray

Yang tidak kalah penting ketika kami berdua menjadi freelancer adalah kami berdua bisa menemani Ray di usia golden age nya. Sampai saat ini, Ray hampir 24 jam sama saya. Dia juga tidak kekurangan kasih sayang Papinya karena memang kapan pun waktu mau bermain, Papinya bisa.

HP kami berdua banyak foto dan video mengenai tumbuh kembang Ray. Dan hal ini saaaangat kami syukuri.

Komitmen pernikahan

Dari awal pernikahan, meskipun banyak kompromi tingkat tinggi, ada hal-hal prinsip yang tidak bisa diganggu satu sama lain. Salah satunya, saya menganut prinsip monogami. Saya tidak memaksakan suami untuk mengikuti saya, tapi kalau itu diingkari, berarti hubungan selesai, na'udzubillah.

Kelihatan adem ayem bukan berarti bebas dari masalah. Kami berdua saling belajar. Dalam berjalannya waktu, saya tidak percaya penuh tentang pernikahan. Mungkin rasionya adalah 90% percaya, dan 10% nya merasa abu-abu (tidak percaya kalau pernikahan itu membahagiakan).

Saya pernah merasa takut, benar-benar takut, kalau prosentase 10% itu mengikis. Makanya, saya selalu belajar tentang komunikasi dan respek (yang berkali-kali masih remidi). Saya selalu bilang tentang perasaan saya, pemikiran saya, apa mau saya, kemudian menyelaraskan dengan suami.

Apakah selalu sama? Tidak. Dan kalau ada satu hal yang belum ketemu ujungnya saling setuju, biasanya kami membiarkannya dulu dan tidak memaksakannya.

Kami tidak mau terlihat baik-baik saja namun dalam hati menyimpan bara yang membara.

Jadi, semoga kami bisa saling belajar untuk senantiasa bertumbuh sama-sama. 



Read More »