Featured Slider

Membangkitkan Semangat agar Tetap Produktif Bekerja dari Rumah

Jika sesuatu kelihatan serba salah, semenyebalkan apapun, pasti ada kebaikannya. Meski hanya setitik.
Akhir-akhir ini rasanya salah melulu, ya Allaaaaaaaah *sambil teriak kenceng. Apa yang saya lakukan ga ada yang beres dan bener. Endingnya saya jadi hobby ngegas, cepat marah untuk hal-hal yang seharusnya bisa saya tanggapi dengan biasa-biasa saja. Hallo, apa kabar sabar dan kalem? Kalian ngumpet dimana?
Tetap produktif kerja dari rumah, siapa takut (!)

Semester ini saya memang memilih mengajar 2 kelas saja. Ada hal baru yang harus saya pelajari sehingga butuh waktu agar fokus dan tidak terdistraksi. Alhamdulillah keputusan tersebut tepat :). Saya punya lebih banyak waktu membaca yang bisa menjadi amunisi untuk mencoba menulis penelitian.

Bulan Maret agendanya padat sekali. Saya sudah menandai mau ngapain aja. Di awal bulan sibuk dengan agenda rapat persiapan anniversary kampus. Dan yang tidak kalah penting adalah kegiatan Latsar yang informasinya akan diselenggarkaan di akhir Maret. Selain menyiapkan fisik yang oke, PR saya adalah sounding buat menyapih Ray biar nanti pas Latsar nggak terlalu rewel.

Untuk meramaikan anniversary, saya ikut euforia dalam beberapa kegiatan di kampus. Lomba senam, meramaikan fashion show dengan pakaian adat, dan yang event terakhir ya g saya ikuti sebelum adanya korona adalah pameran dari tiap-tiap fakultas.

Partisipasi memakai baju adat di acara anniversary kampus :)

Ketika wabah korona menyerang Solo, agenda yang tersusun rapi banyak yang ditunda bahkan dibatalkan tanpa ampun. Ingat sekali waktu itu saya masih menjaga acara pameran sampai sore, paginya acara tersebut tidak dilanjutkan lagi. Dan keesokannya ada instruksi untuk work from home.

Work from home tidak sesederhana itu.


Awalnya biasa aja menanggapi instruksi untuk work from home. Ah, paling cuma seminggu, batin saya. Makanya di Minggu pertama, ketika saya menyampaikan kelas online, saya masih yakin kalau hal ini akan berlalu. Tapi, belum lagi tanggal 28 Maret berakhir, ada instruksi susulan kalau work from home-nya diperpanjang sampai 30 April *nangis*.

Seminggu terakhir ini saya beneran uring-uringan. Saya belum menemukan ritme yang pas buat kerja di rumah. Jadi, pas ada instruksi perpanjangan dari kampus buat work from home, saya nangis :(. Mood udah acak-acakan. Paket combo sama PMS, huhu. 

Mau ngapa-ngapain serba salah melulu. Endingnya jadi hobby ngegas teruuuuuus. Suami sering ngepuk-puk dan nanyain apa yang bisa dibantu. Padahal problemnya ada di saya yang masih menyangkal keadaan. Selain kerjaan rumah, kampus, hal yang menguras energi adalah nemenin Ray yang sedang dalam fase eksplorasi.
Salah satu eksplorasi Ray memakai lip cream Ibunya. Tenaaaang, liburannya maasih panjang :D

Ngerjain revisi proposal, Ray dateng tiba-tiba naik teralis. Nyoba kalem ahahah

Sebelum korona, misal capek, saya bisa mlipir sebentar pergi kemana. Sekarang ga bisa, huhu. Berdiam diri di rumah adalah hal yang terbaik yang bisa dilakukan. Karena nggak mau berlarut-larut melankolis, akhirnya saya pelan-pelan mencoba menerima. Melakukan hal sebaik mungkin yang saya bisa.

Kalau pas mau nangis, yaa nangis. Trus misal pikirannya lari kemana-mana, saya berkata lirih mengajak untuk "memahami". Hal ke depan masih ambigu, makanya yang terbaik adalah menikmati hari ini, detik ini. Semenyebalkan apapun kondisinya, selalu ada kabar baiknya, meski hanya setitik.

Membangkitkan Semangat agar Tetap Produktif Bekerja dari Rumah

Yang kalau mau menstruasi berasa pengen marah mencak-mencak tanpa alasan mana suaranyaaa? Yang disalahkan pasti hormon ya :p. Trus ada nggak yang misalnya sudah ngerjain sesuatu, tapi adaaaaa aja godaannya?

Lagi ngerjain revisi proposal, eh laptopnya rewel. Malam-malam kelaparan trus masak telur, tinggal nunggu matangnya, eh gasnya habis dan gabisa dipasang gas baru. Masih bersetting di dapur, saya masak mie rebus buat suami dan telur dadar  kecap buat saya. Biar lebih mantap pakai lalap terong sama pete, eh pas ngiris terong, jari telunjuknya keiris dan berdarah ga mau berhenti, ahahah. Pokoknya ada aja yang bikin mood drop seketika dan bikin sabarnya jadi konslet :((((.

Makanya, agar bisa sahabatan sama rasa syukur dan sabar lagi, ada beberapa hal yang saya lakukan biar tetap enjoy dan produktif kerja dari rumah selama wabah korona ini. Yuk, simak! :)

1. Filter informasi dan pilih circle positif


Emang ga boleh milih-milih temen, tapi pastikan kamu memilah mana yang pantas jadi sahabatmu
Ketika wabah korona ini banyak informasi yang bertebaran di sosial media. Awalnya saya membaca dan menyimak terkait infonya, tapi lama-lama saya jengah karena mendadak paranoid sendiri. Belum lagi banyak hoax,huhu. Sehingga saya memilih filter informasi dengan mengkroscek kebenarannya sebelum share ke yang lainnya.

Selain itu, saya juga mebatasi circle sosial media. Karena lagi galau akut, saya jarang membuka grup wa, bahkan langsung clear chat saking banyaknya. Saya juga punya grup yang dipakai buat ngobrol apa saja bisa. Nah, enaknya punya circle yang obrolannya satu frekuensi, tanpa menjelaskan dua kali mereka mengerti, bahkan kadang mereka memahami kalau saya sedang butuh didengarkan saja tanpa harus dikomentari.

2. Membuat to do list

Saya membuat to do list dan mencoba mengerjakan hal yang bisa saya kerjakan duluan. Honestly, saya ga bisa multitasking. Saya butuh fokus untuk mengerjakan suatu hal sampai selesai. Misal ada deadline yang harus dikerjakan segera, saya tulis dan tempelkan di dekat tempat tidur agar selalu ingat. Pengerjaannya pun saya sesuaikan dengan jadwal Ray main dan tidur.

Jadi kalau pas dia main, saya prefer menemaninya dan tidak disambi (duh apa bahasa indonesianya :p) dengan kerjaan lain. Masa-masa galau begini, saya lebih memilih main aman. Bekerja dengan fleksibel dan nyaman. Seminggu terakhir ini, to do list saya butuh waktu lama untuk mencoret per item pengerjaannya. Saya menyugesti diri sendiri kalau hal itu tidak apa-apa. Rasanya pengen teriak kenceng "Bye bye PMS dan Korona cepatlah berlalu, plis" :D

3. Skinkare-an dan berhias diri

Mentang-mentang di rumah, kemarin skincare-an saya bolong-bolong. Pakai baju daster kebangsaan. Saya mengubah sedikit suasananya. Kalau pagi, saya mulai rajin skincare serta dandan tipis-tipis. Awalnya sempat ditanyain orang rumah, pagi-pagi sudah rapi mau kemana? :D. Tapi, ternyata berhias diri ini pelan-pelan memulihkan percaya diri dan mood saya yang sempat porak poranda.

4. Kecilkan Ekspektasi

"Ah, kamu enak Mbak, kerja dari rumah tetep dapet gaji. Lha aku?". Ekspektasi kerja dari rumah yang bagus-bagus membuat saya awalnya berekspektasi terlalu tinggi. Membuat deretan kegiatan seru yang bisa dikerjakan di rumah. Tapi percayalah, serunya hanya di minggu pertama,huhu. Selebihnya saya mati gaya karena tiap bosan melakukan sesuatu, saya nggak punya pilihan untuk keluar dengan leluasa.

Perasaan bosan ini saja kadang ditampik sebagai bentuk kufur karena masih ada yang kondisinya lebih memprihatinkan dari kita, huft. Makanya saya menyebut perasaan ini serba salah. Di kepala rasanya berisik sekali, ingin ini-itu, tapi energinya ga mumpuni :(. Makanya, pelan-pelan saya mengecilkan ekspektasi, bekerja di rumah itu biasa saja, bosan juga biasa, nangis apalagi. Biasa saja! Sehingga ketika perasaan itu hadir, saya bisa menerimanya tanpa harus merasa bersalah :)

5. Mencoba hal baru
Hal baru apa yang akan kita pelajari?
Mati gaya karena ngerjain itu-itu aja? Apalagi Ibu-ibu yang selain mengeluhkan banyaknya PR anaknya, mereka juga merasa kuwalahan karena nguplek di dapur terus, ahaha.

Untuk keluar dari rutinitas yang mulai jenuh,saya mulai menekuni hal-hal baru. Ikut beberapa kulwap tentang mengelola keuangan, mengenal produk-produk investasi dan ikut sesi hening sejenak :). Teman-teman bisa menekuni hal baru untuk mengisi liburan di rumah agar lebih produktif.

6. Mandi sebagai jadi ajang me time
Berimajinasi kalo Ibu-Ibu bisa mandi lama tanpa digangguin anak :D
Hampir 24 jam, Ray selalu nempel saya di rumah. Dia kelihatan bahagia sekali dan ga pernah bosan, asal di samping saya. Minggu pertama saya masih kalem dan bisa mengimbangi energinya, tapi pas masuk minggu kedua rasanya jenuh sekali. Ray sama sekali ga mau sama yang lain. Mau sih, tapi harus ada saya yang mendampingi di dekatnya :((.

Makanya mandi merupakan ajang me time saya karena ga diganggu sama Ray. Selama korona ini saya bisa mandi 2-4x sehari. Pagi pas shubuh ketika Ray belum bangun, sore dan 2 lagi tergantung kebutuhan saya bepergian beli barang-barang yang habis ke grosir.

Awal bulan saya nyobain vitalis perfumed moisturizing body wash yang wanginya bikin rileks. Pas kondisi galau dan PMS begini beneran sangat membantu karena wanginya enak.

Credit: Ranny Afandi


Review Vitalis Perfume Moustirizing Body Wash

Sebelumnya, saya memang penggemar parfum Vitalis. Makanya pas ada body wash-nya, saya pengen banget nyobain. Berasa kayak mandi parfum :). Nah, vitalis body wash ada 3 varian, tapi menurutku wanginya enak semua.

1. White Glow
Credit: Ranny Afandi

Varian ini mmberikan manfaat Skin Brightening. Kulit terlihat lebih halus, lembut dan cerah. Parfum yang digunakan untuk variant ini mempunyai top note  dengan aroma fruity dari paduan manisnya Cherry & Raspberry, disusul dengan wangi Marshmallow & Gardenia yang lembut dan elegan, dibungkus dengan kombinasi Woody & Suede yang glamour dan long lasting.  Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash White Glow, diperkaya dengan ekstrak Licorice dan Susu, yang membantu merawat kulit hingga tampak bersih, cerah bersinar.

2. Fresh Dazzle

Parfum yang digunakan untuk variant ini diawali dengan  segarnya wangi Bergamot, diikuti wangi Floral Bouquet yang elegan feminin dan disukai wanita, ditutup dengan Musk Amber yang long lasting. Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Fresh Dazzle, diperkaya dengan ekstrak Yuzu Orange dan anti oksidant dari Green tea, yang menjaga kulit terasa lebih bersih, wangi, segar dan terawat. Saya suka wangi varian duzzle ini :)

3. Soft Beauty


Parfumnya dibuka dengan wangi segar yang clean dari Fruity Aldehydic, dilanjutkan dengan wangi Rose & Violet yang feminine, diakhiri dengan manisnya Tonka Bean & Sandalwood yang premium. Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Soft Beauty, diperkaya dengan ekstrak Avocado dan Vitamin E, untuk membantu menjaga kulitmu tetap terasa kenyal halus dan  lembut. Hmm, teman-teman bisa nyobain varian ini juga buat body wash di rumah. Aromanya bikin rileks.

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash memang body wash yang memiliki “superior parfum” dengan skin benefit yang baik dan disesuaikan dengan kebutuhan kulit wanita Indonesia.

Dengan menggunakan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash membantu saya menjadi semakin percaya diri dan bersemangat untuk tetap produktif di rumah.

Buat semua, saling menyemangati yaaa. Stay safe, stay healthy  dengan tetap produktif di rumah selama wabah korona ini, ya. Semoga berlalu :)

Jangan pura-pura bahagia. Capek! Mau nangis, boleh biar lega. Ngeluh juga ga apa-apa. Pastikan saja "pulang kembali" :)
Read More »

Rekomendasi Brand Baju Gamis untuk Muslimah

Sejak kuliah semester akhir, saya mulai mengenakan baju gamis. Dulu suka banget pakai celana jeans dipadukan dengan kaos panjang. Tapi setelah mengenal gamis, saya jadi mengenal beberapa brand baju gamis yang enak dan nyaman dipakai.

Layaknya trend fashion pakaian, busana muslimah juga tidak luput dari perkembangan fashion lho. Hal itu pun terbukti, dimana trend busana muslimah selalu menghadirkan inovasi dan terobosan terbaru pada setiap tahunnya. Meski sudah disentuh oleh nuansa modern, namun busana muslimah yang sekarang pun masih tetap mempertahankan nilai syar’i. Nah, bagi kamu yang lagi nyari baju gamis, berikut di bawah ini ada beberapa brand-nya yang paling recommended.

Yasmeera

Di urutan pertama ada brand Yasmeera, yang pada bulan lalu sangat sukses dalam memproduksi gamis dengan mengusung warna-warni tanpa motif. Menurut informasi yang di dapat, saat ini Yasmeera telah menghadirkan gamis dengan beragam motif batik yang dipadukan dengan warna polos, shabby, dan garis. Bukan hanya itu saja, gamis tersebut masih tetap mempertahankan model kerah bulat serta saku di samping kanan. Lantas, bagaimana dengan harganya? Mengenai harga, gamis Yasmeera ini bisa kamu dapatkan dengan kisaran harga seratus ribu hingga dua ratus ribu rupiah.

Fenuza

Selain Yasmeera, Fenuza juga merupakan salah satu brand baju gamis terbaik yang paling recommended. Ada salah satu model terbaru dari gamis Fenuza yang cocok untuk wanita bertubuh gemuk, yakni bernama Fenuza Cassandra. Ya, material dari gamis ini terbuat dari bahan wollycrepe twilight yang begitu lembut, dan tentu saja sangat nyaman serta adem saat dipakai. Bahkan yang lebih hebatnya lagi, gamis tersebut dapat memberikan efek langsing bagi mereka yang bertubuh gemuk lho. Adapun mengenai beragam size tersedia yang dapat kamu pilih, mulai dari XXS hingga XXL. Mengenai harga, gamis Fenuza Cassandra tersebut dibanderol dengan kisaran Rp 279 ribu hingga Rp 289 ribuan.

Jasmine

Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa gamis buatan Jasmine memiliki jahitan yang begitu high quality. Salah satu produk terbarunya adalah Mashel Dress, yang materialnya menggunakan bahan Tokyo fodu yang mempunyai ciri khas serat kain semar, sehingga membuat tampilannya begitu elegan. Tak hanya itu, terdapat pula aksen renda kerut di bagian rok bawah dan bagian ujung lengan yang sangat cocok digunakan untuk acara-acara formal maupun non formal.

Zizara

Apakah kamu ingin tampil stylish namun masih tetap syar’i? Jika iya, maka gamis Zizara ini merupakan pilihan yang paling tepat. Salah satu gamis terbarunya adalah Alula Dress, yang menggabungkan bahan wolipeach motif dengan iconic polos. Pada sektor lainnya, terdapat lingkaran kecil di bagian dada yang berukuran 96 cm sehingga sangat cocok bagi kamu yang memiliki tubuh ramping. 

Amima

Brand gamis Amima ini tampil dengan produk terbarunya bernama Hazna Dress, yang menggabungkan antara bahan bubble crepe di bagian lengan serta bahan baloteli untuk bagian rok bawah. Desainnya pun tampak terlihat begitu anggun dan elegan, yang tentu saja masih tetap mempertahankan unsur syar’i. Hazna Dress dari Amima ini sangat cocok jika kamu padukan dengan flat shoes atau mini bag.

Cassie Labels

Brand gamis wanita terbaik berikutnya yang direkomendasikan untuk kamu, yakni bernama Cassie Labels. Materialnya terbuat dari perpaduan bahan wollypeach motif dan polos yang langsung full booked lho. Gamis ini pun bisa kamu jumpai dengan mudah di pusat-pusat perbelanjaan, atau di situs-situs online shop.

Nah, itulah beberapa brand gamis wanita terbaru yang paling recommended, sehingga bisa kamu jadikan sebagai bahan referensi. 

Read More »

Musuh Besar

Aku pikir, musuh terbesar adalah apa yang nyata kuhadapi. Tapi ternyata aku keliru. 

Aku pikir, aku terlalu fasih menilai oranglain sehingga merenggut bahagiaku. 

Aku bilang peduli, padahal nyatanya tidak sama sekali. Dan pada akhirnya aku merasa menjadi hipokrit sejati, karena aku bilang tidak apa-apa padahal banyak hal yang mengubah persepsi menjadi apa-apa.

Aku terlalu memaksakan diri. Karena sesekali menjadi cenayang yang merisak semuanya. Bahwa aku tidak ingin tahu apa-apa, tapi pada akhirnya aku menganyam satu per satu menjadi sebuah frame utuh.

Dan sekali lagi aku menyadari bahwa musuh terbesarku bukan oranglain. Melainkan diriku sendiri. Aku belajar mengubah sudut pandang agar lebih bisa merasa lega, tapi (belum) bisa.

Jika, oranglain berbuat jahat sekali, dua kali, aku bisa menjadi pemaaf dan merasa memaklumi. Tapi jika untuk ke sekian kali, rasanya aku ingin membalas berkali-kali. Agar dia jera, kataku. Agar dia merasa, bisikku. Tapi akhirnya aku tidak mendapat apa-apa dan tidak bahagia.

Aku tidak bisa mengubah oranglain menjadi apa. Aku tidak mampu menasihati oranglain sebagaimana mestinya. Tapi aku yakin bisa dan mampu mengubah cara pandangku untuk menghadapi sesuatu. Membujuk hatiku untuk tetap baik-baik saja meskipun oranglain luarbiasa jahatnya. Dan menasihati pikirku untuk selalu bahagia tanpa terdistraksi oranglain mau bertingkah apa.

Karena aku menyadari bahwa musuh besar kita bukanlah ketika menghadapi oranglain, tapi saat membujuk hati dan pikiran kita saat keduanya menguras energi dan emosi kita.

Love!

Ba'da magrib di peron Stasiun Purwosari.
Read More »

Quality Time Bersama Ray

Bulan ini saya diwajibkan ikut pembekalan bahasa inggris. Acara pembukaan yang semula akan dibuka oleh WR 1, ternyata berubah karena Pak Rektor sendiri yang membukanya. Saya yang turut hadir di barisan paling melihat beliau datang dan menyalami beberapa staff pengajar dan teman saya yang lain. 

Saya membatin, kalau yang membuka Pak Rektor sendiri, berarti kegiatan ini saaaangat urgen. Eh ternyata benar asumsi saya. Acara yang sebelumnya sudah didisposisikan kepada WR 1, tapi beliau ingin membukanya sendiri. Dalam sambutannya beliau menekankan kalau pembekalam bahasa ini untuk persiapan kuliah S-3.

Salah satu syarat masuk kuliah S-3 adalah nilai toefl atau ielts yang lumayan tinggi, sehingga butuh persiapan agar nantinya kami tidak direpotkan persyaratan administrasi, tapi lebih fokus ke substansi kuliahnya. Tidak lupa beliau pesan untuk sekolah, sekolah, sekolah! Dalam negri boleh, luar negri pun boleh. Instansi akan memfasilitasi termasuk dengan pembekalan ini. Gratis!

Saya pun tidak melewatkan kesempatan ini. Konsekuensinya, saya harus pulang lebih malam dan hari sabtu yang biasanya jadi hari gegoleran keluarga, harus masuk demi pembekalan ini. Saya sangat antusias karena bahasa inggris memang harus dibiasakan. Saya kemarin mencari waktu buat ikut les lagi biar "fresh" tapi belum pas karena jadwalnya bentrok terus. Eh, ada tawaran ini. Alhamdulillah. Memang kadang-kadang kita itu bisa karena dipaksa :D.

Kalau Senin-Sabtu full kegiatan, quality time bareng Ray gimana? Yang biasanya Sabtu-Minggu full bareng dia, tapi sekarang agak terbatas. Saya mengakalinya dengan benar-benar memanfaatkan waktu bareng.

Menciptakan Quality Time Bersama Ray

Masa galau saya ketika harus meninggalkan Ray berangkat kerja sudah lewat. Dulu awal-awal saya selalu mewek, huhu. Tapi sekarang sudah bisa luwes mengatasinya. Ray pun juga sudah beradaptasi kalau pagi hari, Ibunya harus berangkat kerja dan akan menemaninya bermain saat sore hari.

Nah, beberapa hal ini saya lakukan untuk menciptakan quality time bersama Ray. Meskipun tidak selalu menemaninya bermain, tapi saya menekankan kualitas waktu, sehingga Ray tidak merasa kehilangan sosok saya. Ibu-ibu bekerja mana suaranyaaaaa? Mari berpelukan!

1. No gadget

Kalau dulu saya masih suka "nyambi" gadget ketika main sama Ray, kalau sekarang No! Saya benar-benar mengusahakann kalau di dekat Ray, HP saya letakkan di atas meja dengan posisi silent. Meski sedang menyusui, saya lebih memilih bercerita seharian ngapain aja, menanyakan Ray makan apa, main apa, dst. Pokoknya tentang kami berdua.

30 menit-1 jam beneran buat kami berdua. Oh iya, kalau saya pulang kerja dan Ray masih terjaga, pasti dia langsung berlari ke arah saya. "Buk, Nen!" Sambil menunjuk agar saya ke tempat tidur untuk menyusuinya.

2. Screen time bersama

Saya tidak anti gadget sama sekali. Ray boleh kok main hp, ASAL ada saya atau papinya. Biasanya saya memilihkan tema tontonannya dan eksplore dengan bercerita. Misalnya tentang sikat gigi. Ray paham kalau sikat gigi itu menyikat bagian giginya, bukan hanya menyesap bagian sikatnya :D.

Sesekali bilang nggak mau dan menolak disikat, makanya saya memanfaatkan youtube untuk edukasi kali ini. Ray juga suka melihat nama-nama hewan. Dengan youtube, saya bisa leluasa menjelaskan nama-nama hewan dan meluruskan pemahaman Ray. Misal: ini kucing bukan pus atau meong. Oh iyaa, ini kucing yang bunyinya miaaaau. Kalau ini sapi yang suaranya hemmooooo dan ini kambing yang suaranya embeeeek.

3. Memeluk, mencium dan mengasihi

Ritual ini yang tidak pernah saya lewatkan setiap hari. Memeluk, mencium dan mengASIhinya. Kalau tidur papinya sering jelous karena merasa ga laku. Kalau ga ada saya, Ray lengket sekali dengan papinya. Tapi setelah saya ada di rumah, semuanya nggak laku, apa-apa Ibu. Mau ke kamar mandi aja, Ray pasti ikut.

Ketiga aktifitas ini saya lakukan secara natural dan refleks. Pulang kerja Ray menghambur dengan saya. Lalu dipeluk, dicium trus nenen. Main, dia menyelesaikan sesuatusaya peluk, cium dan kami tertawa sama-sama.

4. Mengajak Ray kerja

Saya pernah mengajak Ray mengajar di kelas. Itupun setelah saya mengkondisikan kalau Ray moodnya bagus dan nantinya tidak akan rewel di kelas. Dan terbukti, ketika saya membawa Ray ikut di kelas, dia nice sekali.

Saya menyimak dan menilai presentasi mahasiswa. Lalu menjelaskan beberapa hal penting yang berkenaan dengan presentasi mereka. Ray enjoy sekali ikut kerja.

5. Bermain ke taman bermain

Saya menyadari kalau Ray tertarik dengan mainan adalah pertengahan bulan September. Ketika saya belanja perkakas dapur ada wahana bermain kecil di area supermarket. Ray menarik tangan saya untuk bermain kesana. Karena waktu itu magrib, saya mau magrib dulu baru ke wahana tersebut. Ternyata Ray tidak sabar sehingga berlari ke arah papinya dan menarik tangannya. Sehingga kami memutuskan untuk magrib bergantian.

Dari awal belanja hingga saya selesai, Ray tidak mau beranjak. Dia happy sekali. Dan ini pertama kalinya dia main sampai nggak mau pulang. Biasanya main biasa, tapi kalau sudah waktunya pulang, dia dengan sukarela. Waktu itu saya harus membeli koin ekstra untuk bermain lagi dan supermarket hampir mau tutup baru Ray mau diajak pulang.

Karena Ray sudah paham dan tertarik dengan hal itu, makanya kali ini pengen nyobain kidzoona di Jogja City Mall. Pas banget ada diskon menarik melalui Traveloka Xperience.

Memanfaatkan Traveloka Xperience

Biasanya saya memanfaatkan car free day buat quality time sama Ray. Karena di CFD itu ada banyak banget yang membuat Ray berkali-kali merasa kegirangan. Ada hewan-hewan: kucing anggora, anjing, ular yang sengaja dibawa ke CFD untuk dipertontonkan. Lalu ada penjual jajanan yang beragam yang meskipun Ray nggak beli, sekadar nonton aja udah senang. 

Dan sekarang Ray sudah paham "bermain". Makanya weekend ini, agenda ke tempat eyangnya suami sekalian mau mampir ke wahana bermain. Nah, beberapa hari yang lalu saya dibisikkin teman agar memanfaatkan Traveloka Xperience agar lebih hemat. 

Setelah browsing di aplikasinya ternyata tahun ini Traveloka launching layanan terbaru yang melayani kebutuhan travel dan lifesyle! Ada Traveloka Xperience. Dan ternyata layanan tersebut lengkap sekali. Saya bisa menemukan atraksi, bioskop, event, hiburan, spa dan kecantikan, olahraga, transportasi lokal, tur, makan & minum, kursus dan taman bermain yang saya butuhkan untuk quality time dengan Ray.

Pas banget weekend besok ada acara ke Jogja, sekalian mau nyobain Kidzoona yang ada di Jogja City Mall. Melalui Travelola Xperience ternyata dapat diskon! Lumayan bisa hemat dari harga 90rb jadi 45rb.







Mengapa memilih Traveloka Xperience

Saya beneran baru tahu ada layanan ini. Karena biasanya pakai traveloka cuma buat pesan tiket kereta atau hotel aja. Dan ternyata fitur terbarunya sangat memanjakan kami yang notabene punya toodler yang sedang aktif mengeskplor sekitar. Sehingga taman bermain menjadi salah satu yang wajib dicoba karena banyak promonya.

Trus kenapa pakai Traveloka Xperience? Hmmm, karena selain Xperience Seru juga banyak alasan yang membuat saya jatuh hati. Yuk saya jembrengin alasannya.

1. Proses pemesanan cepat dan praktis. Saya pesan tiket kidzoona di Jogja City Mall sangat mudah dan praktis. Ga perlu antri karena tinggal klik-klik buat memilih, lalu bayar, trus udah. Selain itu banyak metode pembayaran yang bisa dipilih sehingga memudahkan untuk kita mau bayar pakai apa.

2. CS 24 jam. Nah, kalau bingung atau ada kendala teknis, bisa menghubungi CS dengan mudah. Pelayanan CS-nya 24/7 jam. Wow!

3. Pilihan layanannya beragam. Yuk silakan dipilih sesuai kebutuhan!

4. Pilihan bahasa banyak. Pelayanannya ga cuma di dalam negeri saja lho. Yang mau go abroad juga ada. Makanya pilihan bahasanya juga banyak.

Nah, teman-teman mau weekend kemana? Kalau merasa punya sedikit waktu buat anak-anak, kita tetap bisa lho menciptakan waktu yang berkualitas sama mereka. #XperienceSeru kemana kita weekend ini? :*
Read More »

A Silly September

Berkali-kali saya menghela napas panjang. Bulan September tahun ini rasanya konyol sekali :D. Semalam, saya melepas gendongan Ray. Pukul 22.37 Ray pulas sekali setelah seharian saya ajak kemana-mana. 

Survey sekolahnya, finger di kantor dan ke RS menjenguk kakungnya. Ray tidak ada lelahnya meskipun seharian ini energinya dipakai untuk tertawa, lari dan sesekali menangis saat saya tidak paham apa maunya.

Sejak tahun 2012, saya heran sendiri mengapa bisa memerhatikan bulan September. Seringkali saat di penghujung Agustus sudah menyiapkan kuda-kuda kalau September harus siap stok energi. Pernah juga healing terhadap diri sendiri kalau bulan ini adalah sama dengan bulan yang lainnya. Tapi kok kata hati gak bisa bohong. Tiap tanggal 31 Agustus, meski hati dan pikiran udah di puk-puk bilang nggak apa-apa kok teteup aja ada apa-apanya *hela napas*.

Kayak tahun lalu, saya mencoba menerima dengan baik bulan September, di akhir September diganjar harus nemenin Ray di RS. Saya mewek sambil membatin kalau September tahun itu kirain bakalan woles, tapi nyatanya tidak. Tapi sesungguhnya, bulan itu membuat saya tangguh meski berkali-kali berpeluh dan berdarah-darah melaluinya.

September tahun ini...

Ketinggalan kereta

Bulan ini, saya ketinggalan kereta 4 kali. Rekor banget. Saya pesan tiket jam 11.34 tapi terbaca jam 11.24. Sampai stasiun jam 11.26 hanya menatap nanar punggung kereta yang sudah berangkat, ahaha.

Saya menelpon suami dan akhirnya diantar sampai kampus. Beliau tidak berkomentar apa-apa sepanjang jalan. Karena mungkin menurutnya tidak perlu, ahaha. Tapi keesokan harinya beliau berpesan agar saya fokus dan mengecek lagi biar ga salah jadwal lagi.

Salah jadwal acara

Dulu banget, saya tertawa ketika teman saya keliru jadwal event. Jadwalnya hari Kamis, tapi dia datang hari Rabu di jam yang sama. Sampai di lokasi tentu kosong dong. Karena memang acaranya kan bukan hari Rabu. Dia curhat dengan memelas karena nengira hari itu sudah Kamis.

Nah, September ini saya kena batunya. Saya mengira acaranya kamis Minggu ketiga, ternyata Minggu keempat. Sudah rapi, berangkat kereta paling pagi. Karena memang saya diminta bantuan di acara itu. Dan saya sampai memajukan jadwal mengajar untuk acara tersebut. Tapi akhirnya zonk :D. Saya sampai sana, aula sepi. Tanya satpam katanya ga ada jadwal acara di hari itu. Saya masih khusnudzon nunggu *Lol. Pas buka undangannya, ternyata kamis depannya. Wkwk. Saya auto menertawakan diri sendiri.

Emosi naiiik

Dari September tanggal satu, emosi saya udah kenceng banget. Berasa PMS tiap hari. Makin saya menolak perasaan tersebut, rasanya semakin menjadi. Endingnya saya lebih banyak diam, atau malah menangis tergugu sendiri. Karena memang rasanya gak enak banget, tapi bingung mau ngapain.

Suami juga bingung mentreatment saya bagaimana. Karena tiap mau ditolong, saya katanya judes, padahal enggak :(((. Yaudah, seminggu diem-dieman. Beneran diem, kecuali ada Ray atau orang ketiga diantara kami. Kami berdua mati-matian menjaga biar ga menjadi trigger masing-masing. Karena hanya akan menyakiti satu sama lain. Yaah, diam adalah kunci!

Tapi diam lama-lama juga ga bagus. Pas seminggu, ketika suami nganter ke kampus trus mampir ke rumah Solo buat beres-beres, saya menawarkan nonton film. Twivortiare. Beliau mengangguk. Kirain di bioskop tidur karena genre filmnya drama romantis. Tapi ternyata tidak. Saya sesenggukan sampai akhir. Di akhir film, beliau minta maaf sambil bilang "kita belajar lagi ya. Berjuang sama-sama". Kelar! Sepanjang jalan Solo-Klaten kami ngobrol apa saja. Kemarin kenapa. Dan, suasana yangbsebelumnya membeku lama, mencair sudah :))).

Ray rewel

Selain emosi naik turun, Ray sering tantrum ya Allaaah. Kalau mau, dia HARUS dipenuhi. Padahal energi saya kayak diperas, jadi porsi main buat dia yang biasanya 1 jam trus tidur, ternyata enggak. 1 jam itu dia uring-uringan ga jelas. Dan saya wajib bisa menerjemahkan maunya. Huhu

Katanya sih masuk masa terrible two, tapi dia 1.5 tahun belum genap :(((. Jadi, sebelum sampai rumah biasanya saya sudah release emosi dulu. Biar tetap waras nemenin Ray. Karena apa yang saya lakukan itu juga buat dia.

Keluar masuk RS

Bapak drop beberapa kali kesehatannya. 2 x masuk IGD dan berakhir opname. Pertama masuk ruang isolasi, kedua masuk ICU. Saya bolak balik kampus-RS dan memastikan Ray kalem sama papinya.

Ray juga tes IGRA untuk memastikan TB-nya. PR banget sama berat badannya yang stagnan beberapa bulan terakhir. Alhamdulillah negatif.

Salah naik bis

Yang paling epik bulan ini selain salah jadwal dan ketinggalan kereta adalah, saya salah naik bis. Saya pikir sumber rahayu itu rutenya Jogja aja. Lha kok ternyata ada yang ke Semaraaaaaang. Ahaha.

Untuk kernetnya sabar banget. Pas mau bayar dan nanya turun mana, saya PD bilang Klaten. Penumpang kanan kiri saya refleks menatap saya. Saya belum sadar kalau keliru bis. Ini jurusan Semarang Mbak, kata kernetnya kalem. Nanti Mbaknya turun di depan trus puter balik aja ke arah Kartasura. Saya hanya menghela napas panjang.

Rasanya, September ini sangay konyol. Pengen banget skip dan cepet-cepet Oktober. Tapi, bagaimanapun itu, waktu selalu menjadi obat. Esok, saya akan tertawa menceritakan hal ini. Meskipun pas melewatinya penuh dengan helaan dan gumaman.


Read More »