Negeri Para Bedebah-Tere Liye

Kamis, Agustus 02, 2012 0 Comments A+ a-

Pengarang                  : Tere Liye
Halaman                     : 433 halaman
Penerbit                      : Gramedia Pustaka Utama
Harga                                     : Rp 60. 000

Buku yang menceritakan tentang intrik, akal bulus untuk mengakali krisis-krisis yang terjadi demi keuntungan pribadi. Teori ekonomi yang dikemas menarik dengan bahasa novel. Krisis dunia, perbankan, investasi dijelaskan dengan ‘apik’ tanpa menggurui. Serta yang tidak kalah penting, novel ini kalah seru dengan intrik-intrik para ‘bedebah’ yang menggerogoti uang rakyat. Para koruptor, penyuap negeri yang gemar berkelit dengan pasal hukum sehingga mencuri uang triliunan hanya diganjar tida seperti mencuri telur ayam yang kalau ketauan bisa digebuk mati sekampung.
Tommy yang belia harus menyaksikan Papa Edward dan ibunya terbakar akibat amukan massa yang meminta uang mereka kembali. Om Liem yang seakan menjadi alasan semua kejadian itu, membuat Tommy membencinya sampai dia dewasa. Massa terprovokasi oleh Polisi dan Jaksa yang serakah, bernama Wusdi dan Tunga. Mereka berdua yang dipercayai menjaga amukan massa malah membawa kabur seluruh aset, sertifikat tanah dan surat-surat berharga. Inilah penghianatan pertama.
Sejak kejadian menyakitkan masa lalu itu, aku selalu mengambil keputusan, tindakan, aksi, intervensi apapun namanya, untuk menentukan takdirku sendiri. Tidak ada rumus, biarkan mengalir apa adanya, apalagi tergantung pada takdir orang lain”, hal itu prinsip dasar yang membuat Tommy menjadi pembelajar tangguh, tanggap keadaan sehingga saat dewasa dia menjadi konsultan ekonomi yang hebat, sering menjadi pembicara konferensi, masuk koran-koran yang memuat orang-orang yang berpengaruh di dunia. Tetapi, dunia mengenalnya sebagai Thomas, dan Tommy hanyalah sebutan di kalangan keluarganya saja, dan dirinya tidak ada dalam daftar silsilah dari keluarga yang ada sangkut pautnya dengan Om Liem, cerminan kebenciannya yang sangat mendalam.
Bertemu dengan Julia, wartawati senior dari sebuah majalah ekonomi terkenal yang pada akhirnya Julia membantu Tommy untuk menyelamatkan Bank Semesta milik Om Liem. Bank Semesta yang dinyatakan pailit membuat Tommy mau tidak mau harus ikut andil dalam penyelamatannya sekalipun dia sangat membenci Om Liem. Tommy berusaha mengumpulkan data, mempengaruhi menteri, melobi sana sini agar Bank Semesta diberi talangan.
Meskipun beraliran ekonomi, buku ini juga tersirat beberapa pesan yang terselip lewat dialog antara Tommy dan Opanya. Berikut kutipan Opa saat bercerita pada Tommy :
“Semuanya dipelajari sendiriii, Tommy. Dicoba, gagal. Dicoba, gagal lagi. Teruskan saja kaulakukan. Lama-lama kau tau sendiri bagaimana seharusnya trik terbaik dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Itulah sekolah terbaik. Sepanjang kau punya semangat untuk itu, kau bisa ahli dalam banyak hal tanpa harus duduk di kelas”
“Ada banyak momen spesial ketika kita belajar sesuatu. Termasuk saat kita sudah remaja. Melakukan perjalanan, bertemu banyak orang, membuka diri, mengamati, mencoba sendiri, memikirkan banyak hal adalah cara tercepat belajar. Kau bisa jadi tukang kayu yang baik jika berhari-hari mengunjungi lapak tukang kayu yang sedang sibuk membuat meja, kursi, pintu dsb. Kau juga bisa menjadi tukang las, tukang cat, pembalap, penembak, penjahat atau apapun jika menghabiskan waktu dengan orang-orang dengan profesi itu. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadarinya, mengahbiskan hari dengan rutinitas itu-itu saja tetapi pengetahuannya tidak berkembang. Bagaimana mungkin, misalnya kau setiap hari menumpang kereta, tapi tidak pernah tahu bentuk ruangan masinis? Kalau kau otodidak yang baik, kau bahkan sudah bisa mengemudikan kereta, Tommy”.
Nah, masih ada penghianatan di atas penghianatan lainnya, dimana orang kepercayaan keluarga Tommy ternyata menjadi antek-antek musuh, orang yang paling dekat, menusuk, menghujam tanpa ampun dan dia yang paling menginginkan Bank Semesta collapse. Siapa penghianat itu? Baca sendiri ya :p
Kalau kalian gak bisa beli sebenarnya ada cara lain, karena naskah novel ini sudah diposting jauh-jauh hari oleh penulisnya di multiply dengan judul "Bangsat-Bangsat Berkelas.
Selamat mebaca :D

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)