Bibir Gincu

Jumat, September 20, 2013 0 Comments A+ a-


Aku mematut-matut di depan cermin. Mengatup-ngatupkan bibirku agar lipstiknya kelihatan rata.

Hari ini berbeda. Aku merasakan nyeri di perut beberapa hari ini. Saat kambuh bisa sakit luar biasa.

“Jangan-jangan lu lagi PMS, Sha. Minum kunir asem sana”, kata Mbak Ell.

“Ini masih tanggal 10, Aisha period nya 27-an, Mbak”, jawabku sambil memegang-megang perut.

Obrolan itu sudah 3 hari berlalu, berarti sudah 4 hari ini aku sudah bersahabat dengan rasa nyeri itu.

Seringkali menepuk-nepuk perutku, berasa perutku ada bayinya (tapi tidak). “jangan rewel ya, saying”, gumamku saat mau naik kereta. 1 jam dengan posisi berdiri mengelus-elus perutku.

Bibir Gincu

Pagi ini pucat, bibir pecah-pecah. Aku mengambil salah satu lipstick di dompet. Aku punya 3 warna lipstick Revlon med (aku gak tau tulisannya gimana, tapi lipstick itu bisa tahan sampe semalaman). Biasanya aku memakai warna bibir atau lipglos, tapi hari ini berbeda, aku mengambil warna merah menyala.

Aku mematut-matut di depan cermin. Mengatup-ngatupkan bibirku agar lipstiknya kelihatan rata.

“Hiyah, bibir kamu habis jatuh dari mana, Sha, kok merah banget”, Roppongi mengejek, aku senyum.

“Aishaaaaaaaaaaaaaaaaaa, tumben pake merah-merah”, Diyara mencubitku, aku senyum.

“Aish, ada yang beda hari ini ya? Tapi apa?”, Pak Supri tersenyum dan aku juga senyum.

“Aisha, kamu cantik pake gincu itu”, dia bilang begitu, aku senyum dan berlalu.

Hari ini memang berbeda. Semua berkomentar sesuka mereka, tapi apa mereka tau? Perutku 5 hari ini melilit? Membuat mukaku pucat pasi, sementara deadline-deadline  itu menari-nari tak memberiku jeda waktu.
**

“Eh, Sha. Kok tumben gak pake gincu lagi?” Roppongi meledek lagi.

“Ah, elu mah, pake gincu salah, gak pake ditanyain”, Aku meninjunya kecil sambil tertawa, dan dia tertawa puas.

Kita tidak bisa memaksa orang lain untuk berkomentar tentang kita. Tetapi, kita bisa memanage diri kita untuk menanggapinya, tanpa harus terganggu karenanya.

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)