Sepuasnya atau secukupnya?

Rabu, September 25, 2013 0 Comments A+ a-


“Yang benar itu, makan sepuasnya atau makan secukupnya?”

Ah, kadang-kadang statement satu dengan yang lain itu beda-beda tipis. Tapi menggelitik sekali kalo dirunut lebih jauh. Dalam hal ini, saya cenderung menyukai statement kedua, meskipun kadang-kadang, hanya KADANG menyukai statement pertama.

Sepuasnya berimbas pada suka-suka kita, parameter untuk berhentinya adalah saat perut kenyang, sudah cukup.

Secukupnya lebih pada kendali kita agar kita berhenti sebelum rasa kenyang itu sendiri. Trus parameternya apa? Pastinya, masing-masing pribadi tau tanpa harus menerima penjelasan.

Tiba-tiba ingin menulis ini, karena ingin mendapatkan penjelasan “apakah kamu sudah merasa cukup, sayang?” 

“Kalo jawabannya belum, kamu masih bisa belajar, tapi kalo TIDAK merasa cukup, BERBUATLAH SESUKAMU KALO TIDAK MALU!”, dan tiba-tiba bulu kudukku merinding.

Bye jam makan siang.

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)