One Day One Juz, tiap hari berasa Ramadhan

Senin, Januari 13, 2014 0 Comments A+ a-


One Day One Juz (Impossible ------> I’m Possible)

Akhirnya aku menuliskan judul ini. Apa itu One Day One Juz (Selanjutnya dibaca : ODOJ) ? Apa manfaatnya? Bagaimana mekanisme kerjanya? Bagaimana cara ikut? And the other questions about it. Seharusnya aku mempostingnya Sabtu kemarin, karena tanggal 11 Januari 2014 genap kami pertama kali khatam dalam kurun 1 bulan. Tapi, karena Sabtu kemarin I must bed rest (Akan aku ceritakan di catatan tersendiri), juz bagianku dilelang di Grup. Meskipun demikian, aku menyelesaikannya sendiri biar lebih plong.

Okay, here we go, aku akan mengulasnya karena aku bangga menjadi salah satu bagian dari ODOJers (anggota ODOJ-red).

Pertama kali membaca postingan salah satu teman di facebook tentang ODOJ, aku sangat tertarik, mencoba mencatat no.hp yang disarankan untuk pertama kali mendaftar melalui aplikasi whatsapp, dan kurang lebih 3 hari, aku mendapatkam konfirmasi dan dimasukkan ke dalam Grup ODOJ.

ODOJ 463, di luar ekspektasiku, komunitas ini sangat luar biasa, dari berbagai kalangan yang tersebar di beberapa pulau hingga Negara. Di grup-ku berbagai usia dan profesi menyatu satu sama lain tanpa ada sekat, sehingga setiap hari obrolannya dapat bervariasi. Di bawah ini, akan aku kutipkan beberapa hadis shahih sebagai referensi terkait keutamaan membaca Al-Qur’an.
Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

« اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه »

“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]
Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk membaca Al-Qur`an dengan bentuk perintah yang bersifat mutlak. Sehingga membaca Al-Qur`an diperintahkan pada setiap waktu dan setiap kesempatan. Lebih ditekankan lagi pada bulan Ramadhan. Nanti pada hari Kiamat, Allah subhanahu wata’ala akan menjadikan pahala membaca Al-Qur`an sebagai sesuatu yang berdiri sendiri, datang memberikan syafa’at dengan seizin Allah kepada orang yang rajin membacanya

MANFAAT ODOJ : Komunitas ini membantu untuk mengontrol diri agar selalu konsisten bembaca dan mentadaburi Al-Qur’an.
Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

القرآن حجة لك أو عليك

“Al-Qur`an itu bisa menjadi hujjah yang membelamu atau sebaliknya menjadi hujjah yang membantahmu.” [HR. Muslim]

Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa tujuan terpenting diturunkannya Al-Qur`an adalah untuk diamalkan. Hal ini diperkuat oleh firman Allah subhanahu wata’ala :

( كتاب أنزلناه إليك مبارك ليدبروا آياته وليتذكر أولوا الألباب )

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka mentadabburi (memperhatikan) ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” [Shad : 29]
Dari shahabat ‘Utsman bin ‘Affan radhiallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

(( خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ )) رواه البخاري .

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.” [Al-Bukhari 5027]

MEKANISME KERJA ODOJ : di ODOJ ada beberapa grup yang tiap grupnya terdiri dari 30 orang (menyesuaikan juz Al-Qur’an), sehingga diharapkan kami dapat menyelesaikan jatah juz yang diberikan oleh Penanggung jawab harian. Jadi apabila sekarang aku dapet juz 5, besok aku dapet juz 6, dan seterusnya mendapat giliran juz hingga kembali lagi ke juz 5 lagi. Nah, penanggung jawab harian pun digilir juga demikian mekanismenya.
Adapun tata tertib dari grup kami, adalah :
1.    tiap anggota tilawah 1 Juz/hari sesuai dengan urutannya
2.   setiap anggota harus sudah lapor ke group apakah sudah selesai atau masih menyelesaikan
3.  apabila ada anggota yang tidak ada kabar hingga pukul 19.00 maka jatah juz-nya akan dilelang di group (biasanya banyak yang berebut dan disinilah sensasinya)
4. bagi yang masih menyelesaikan tetapi hingga pukul 19.00 belum selesai, maka diberi kelonggaran waktu asalkan japri (jawab pribadi) ke PJ
5. yang menarik adalah bagi yang haid, ada beberapa optional : sama’an (menyimak), tarjim (membaca terjemahan) atau lapor ke PJ untuk dilelang. Biasanya kami tetap membaca (tarjim) meskipun sedang haid.

Dari Ummul Mu`minin ‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

(( الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ )) متفقٌ عَلَيْهِ

Yang membaca Al-Qur`an dan dia mahir membacanya, dia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Al-Qur`an namun dia tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” [Al-Bukhari 4937, Muslim 244]
Orang yang mahir membaca Al-Qur`an adalah orang yang bagus dan tepat bacaannya. Adapun orang yang tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala : pertama, pahala tilawah, dan kedua, pahala atas kecapaian dan kesulitan yang ia alami.

 

Membaca Al Quran adalah perdagangan yang tidak pernah merugi

 

{الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30)}

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).

Dari manakah sisi tidak meruginya perdagangan dengan membaca Al Quran? Satu hurufnya diganjar dengan satu kebaikan dan dilipatkan menjadi 10 kebaikan. 

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

 عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود رضى الله عنه قَالَ : تَعَلَّمُوا هَذَا الْقُرْآنَ ، فَإِنَّكُمْ تُؤْجَرُونَ بِتِلاَوَتِهِ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرَ حَسَنَاتٍ ، أَمَا إِنِّى لاَ أَقُولُ بِ الم وَلَكِنْ بِأَلِفٍ وَلاَمٍ وَمِيمٍ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرُ حَسَنَاتٍ.

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Pelajarilah Al Quran ini, karena sesungguhnya kalian diganjar dengan membacanya setiap hurufnya 10 kebaikan, aku tidak mengatakan itu untuk الم  , akan tetapi untuk untuk Alif, Laam, Miim, setiap hurufnya sepuluh kebaikan.” (Atsar riwayat Ad Darimy dan disebutkan di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no. 660).

Dan hadits ini sangat menunjukan dengan jelas, bahwa muslim siapapun yang membaca Al Quran baik paham atau tidak paham, maka dia akan mendapatkan ganjaran pahala sebagaimana yang dijanjikan. Dan sesungguhnya kemuliaan Allah Ta’ala itu Maha Luas, meliputi seluruh makhluk, baik orang Arab atau ‘Ajam (yang bukan Arab), baik yang bisa bahasa Arab atau tidak.

Setiap kali bertambah kuantitas bacaan, bertambah pula ganjaran pahala dari Allah. 

عنْ تَمِيمٍ الدَّارِىِّ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ بِمِائَةِ آيَةٍ فِى لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوتُ لَيْلَةٍ»

“Tamim Ad Dary radhiyalahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.” (HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468).

Dulu, membaca 2 lembar saja terasa berat dan satu hari juz terasa impossible kecuali pas Ramadhan, dan sekarang ODOJ menyulap impossible menjadi I’m possible, terasa ringan, semangat dan menggairahkan. Siapapun yang menggagas komunitas ini, aku berharap akan banyak terlahir generasi Qur’ani. 

BAGAIMANA CARA IKUT? Simplenya bisa klik langsung di web one day one juz. Kabar yang membuat hati adem, tiap hari jumlah ODOJER semakin bertambah. Subhanallah.

Many thanks buat para bidadari yang tergabung di Grup ODOJ 463 : Uni Alfi, Mbak Andriyani, Mbak Ani, Chaa, Mbak Priko, Tachy, Astri, Dewi, Mbak Dian, Mbak Fatma, Mbak Roza, Firsa & Hayyun (yg di Mesir), Mbak Irma, Mbak Kiswati, Mbak Leni, Mbak Liza, Mbak Lupi, Umi Marlyna, Mbak Nadia, Pipit, Mbak Rinda, Mbak Risma, Kiki, Mbak Rufi, Mbak Syarifah, Mbak Teni, Teh Tia, Triwik, Mbak Yuyun.

…dan salah satu cara istiqomah dalam kebaikan adalah berkumpul bersama orang-orang yang shaleh/shalihah…

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)