Kidung Doa

Senin, Juli 21, 2014 0 Comments A+ a-

Saat asaku resah tak menentu, semua berkelebat tiada henti
Seakan-akan potongan memori itu bertransformasi kembali
Mendadak semua terasa menyesakkan
Bagaimana mungkin aku menghentikan perasaan yang menyetir pikiranku
Ia menyeret pikiranku untuk mengeja, masa lalu 

Resah itu membuncah, pikiranku semakin tak terkendali
Seakan-akan aku ingin amnesia sejenak atau melupa tentang potongan itu
Ternyata tidak, semakin aku mencoba melupa, semakin aku mengingat
Aku fasih tentang hal ini, beberapa tahun yang lalu
Berdamai dengan air mata dengan menyekanya dalam doa

Untuk apa air mata ini?
Untuk siapa kesedihan ini?
Penjelasan yang kutunggu, seakan bias tergerus waktu
Hanya yakin bahwa itu kepingan waktu untuk menempa

Kidung doa ini masih bersinergi menghempas perih
Akankah guna mantra yang  kau kamit kan itu?
Aku terduduk, tersadar muara doa kemana
Ah, indah sekali ya Allah
Bahkan kepingan masa lalu itu tidak menyesakkan lagi

Yah, aku tau kidung doa ini bermuara kemana


*Kadang kita memaksa Tuhan tentang ingin kita, padahal yang Dia berikan adalah yang terbaik. Kamu tau kidung doamu bermuara, dan yakinlah tidak akan sia-sia, karena Dia Mendengar doa yang kau eja.

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)