I stand by (you), trust me...

Kamis, Februari 12, 2015 0 Comments A+ a-



Assalamu'alaykum,

Hai engkau yang terlihat letih di kejauhan. Ingin aku menyapamu namun enggan. Hanya sekadar berharap cemas agar kau menoleh (banyak) ke arahku. Dan aku akan berpura-pura menyapamu karena tidak sengaja bertemu. Padahal aku tetap di posisi yang sama memerhatikanmu dan lebih tepatnya menunggu.


Seringkali bertanya bagaimana jika kau tak pernah menoleh, terlebih datang menghampiriku. Pertanyaan itu yang membuatku kelu dan serta merta menghilangkan energi untuk langkahku. Tetapi, keyakinan itu tetap sama. Tidak berkurang sejengkal pun. Bahwa aku percaya tidak akan sia-sia.


Apa kau juga resah? Atau mungkin kau cool, seperti sikapmu. Apa kau juga sebenarnya menunggu(ku)? Dan kita juga sebenarnya sama-sama menunggu untuk memulai. Tetapi bagaimana mungkin kamu setega itu membiarkanku memulai ini? Kenapa tidak mengajakku untuk memulai bersama-sama saja? Di titik ini aku mengklaim bahwa kamu egois.


Ijinkan aku berbenah ya. Aku benci ketidakpastian. Tetapi saat orang lain memberikan kepastian untuk hal yang seharusnya kamu lakukan, aku tetap saja berdiri di tempatku. Hanya menunggu.


Apakah menunggu itu juga suatu hal yang berbatas? Iya, batasnya adalah saat kamu datang menoleh dan mengajakku memulai. Memulai hal yang menjawab pertanyaan orang-orang yang sinis dan sadis melontarkan lelucon padaku.


Hai Rabbi, kupercayakan penantiabku padaMu. Entah aku menunggu siapa, karena saat ia menoleh pun, wajahnya masih samar untukku. Yang ku tau, Kau mengirimkannya saat aku pantas untuk memilikinya. Dan saat aku lulus semua tahap yang Kau uji-kan. Iya, aku akan menunggunya di tempat yang sama. Berikan is clue untuk menemukanku. Setidaknya tanamkan keberanian untuk memintaku pada ayahku. Duh, 2 hari lagi ulang tahun ayahku. Dan 2 tahun terakhir ini beliau minta kado “itu”.


I stand by (you), trust me....


Cinta dalam ketaatan itu patuh pada Rabb yang mempertemukan dan memisahkan. Dan untuk memulainya pun butuh ilmu—SABAR.


With Love : Ayaa
For : Seseorang yang sedang mengumpulkan keberanian untuk memulai


Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)