LIPOMA, KEYAKINAN & DOKTER BEDAH

Kamis, Mei 14, 2015 6 Comments A+ a-

Judul di atas saling berkaitan. Aku ingin membahas lebih mendalam tentang LIPOMA meskipun aku sendiri belum yakin bahwa aku mengidap lipoma yang berujung pencarian pada dokter bedah. Apa harus dibedah? Itu kembali lagi ke keyakinan masing-masing. Kenapa keyakinan? Karena memang ada yang yakin langsung dibedah, ada juga yang yakin menempuh pengobatan herbal karena takut dibedah.

Iya, aku mengetahui istilah LIPOMA beberapa bulan yang lalu dari seorang teman yang karyawannya operasi karena ada benjolan tersebut. Ternyata belum lama, ada juga teman kantor yang juga operasi lipoma di punggungnya. Di bercerita, baru 6 bulan merasakan benjolan tersebut dan langsung yakin untuk operasi di salah satu puskemas di daerahnya. Biayanya 25ribu. Aku sempat menganga mendengar nominal tersebut. MURAH BANGET. Dibedah, dijahit juga, dibius lokal juga. Biayanya hanya segitu. Aku baca di beberapa testimoni, harga operasi LIPOMA memang beragam. Ada yang 300 ribu hingga range jutaan.

LIPOMA itu apa sih?


Lipoma adalah tumor lemak yang pertumbuhannya lambat dan berada di antara kulit dan lapisan otot. Seringkali lipoma mudah diidentifikasi karena tumir ini langsung bergerak juka ditekan dengan jari. Lipoma dapat terjadi pada segala usia dan tumor ini dapat bertahan dikulit selama bertahun-tahun. Tumor ini seringkali dapat terdeteksi pada usia pertengahan.

Penyebabnya Apa?

Lokasi. Lipoma terletak di bawah kulit dan tidak menonjol.. Lipoma sering terjadi di leher, punggung, lengan dan paha.



Rasa. Lipoma jika disentuh terasa empuk dan mudah bergerak jika sedikit ditekan dengan jari.



Ukuran. Paling sering lipoma berukuran kecil, dengan diameter kurang dari 2 inci (5 cm).

Tapi lipoma dapat tumbuh besar dengan diameter mencapai lebih dari 4 inci (10 cm).


Sakit. Lipoma bisa juga menyakitkan jika tumor lemak ini tumbuh dan ditekan di dekat saraf, atau jika mengandung banyak pembuluh darah.



Karena pertumbuhannya lambat, Anda mungkin baru tahu memiliki lipoma setelah bertahun-tahun.

Aku memiliki benjolan di paha. Emang LIPOMA? Belum ada penjelasan resmi dari dokter sih, Cuma dari 7 tahun yang lalu, aku periksa rutin, hampir ke semua dokter bilang gak apa-apa dan mereka gak ngasih resep obat untuk itu. Tiap kali mendengar penjelasan dokter, aku tenang banget pas mereka tersenyum dan bilang kalau benjolan di pahaku ini bukan hal yang serius. Di akhir tahun 2013, aku melakukan scanning benjolan tersebut di Rumah Sakit Islam Klaten. Biayanya 180 ribu. Duh, aku nanya scanning di Jakarta harganya 750 ribu, jauh banget.ehehe

Dari hasil scanning tersebut, scanner nya menjelaskan bahwa benjolan itu adalah gundukan lemak. Pada saat itu, aku belum tau istilah LIPOMA. Hanya senang saat scanner bilang gak apa-apa. Saat aku mengatakan benjolan itu kadang menimbulkan rasa nyeri. Petugasnya menjawab dengan sopan dan menenangkan. Rasa nyeri itu akibat desakan ke jaringan di sekitarnya.

Keyakinan untuk operasi masih menciut, karena memang benar-benar takut. Selanjutnya, karena hasil dari beberapa dokter adalah gak ada masalah.

7 tahun waktu yang cukup lama. Ah sebut saja memang lama. Saat aku masih kuliah, aku sering was-was dengan hal itu. Tapi sekarang sudah bisa mengakses informasi dengan lebih baik. Aku search beberapa dokter bedah dan spesialis onkologi. Berusaha mendapatkan dokter wanita dulu, dan dokter pria sebagai cadangan. Ada seorang teman yang menawari pengobatan herbal, aku masih mempertimbangkan. Setelah ada teman dekat yang melakukan operasi LIPOMA dan baik-baik saja. Pilihan untuk operasi menjadi lebih besar dari yang sebelumnya.

DOKTER BEDAH

Nah, aku mau cerita tentang dokter bedah. Sebelumnya, aku udah mencari informasi tentang dokter bedah wanita yang bagus di Jakarta. Akhirnya, aku menemukan blog dimana dokter tersebut yang menulisnya sendiri. Eku mencari tahu dokter tersebut praktek dimana, jam berapa.

Janjiannya jam 10.00 tapi ngaret sampe jam 13.00. Mungkin ekspektasiku terlalu tinggi setelah aku membaca tulisan beliau di blog. Saat bertemu langsung, semuanya luntur. Pertanyaan-pertanyaan yang ingin kusampaikan sebelumnya dijawab dengan tidak memuaskan.

Satu, beliau tidak menatapku saat percakapan. Entahlah, dari beberapa dokter yang kudatangi, baru kali ini tidak memberikan jawaban dengan menatap wajahku. Beliau menanyakan hal-hal umum lalu mengetiknya di komputer. Nama, usia, tempat tinggal, keluhan. Dan penting sekali seorang dokter menenangkan pasiennya, menatap wajah pasien saat menjelaskan.

Kedua, beliau tidak membaca sama sekali hasil scanning yang kulakukan sebelumnya. Padahal dokter-dokter sebelumnya selalu membaca dan menerangkan padaku tentang perkembangan benjolan dan dikaitkan dengan hasil scan tersebut.

Ketiga, saat beliau memeriksa benjolan tersebut, ia langsung bilang “Oh, ini getah bening. Dioperasi?”. Jantungku berdegup. “Harus operasi, Dok”, tanyaku. “Ya untuk mengetahui apakah itu ganas atau gak harus dioperasi?”, jawabnya. Aku diam sejenak. “Gimana? Mau operasi atau pikir-pikir dulu?”, tanya dokter tersebut.

Itu pertanyaan macam apa sih. Untuk memutuskan operasi kan gak segampang itu. Ekspektasiku terhadap dokter itu hancur berkeping-keping. Aku melupakan tulisannya di blog yang rinci, sangat berbeda saat bertemu langsung.

“Saya konsultasi dengan keluarga dulu ya, Dok. Apakah harus menginap? Biayanya kira-kira berapa ya, Dok?”, Aku bawel seperti biasanya.

Dokter tersebut mengetik jawabanku di komputer. Dokter satu ini memang unik dan antik. Mungkin ada dokter yang demikian di rumah sakit lainnya, hanya saja aku baru kali ini bertemu dengan salah satunya. Dimana setiap jawaban pasien harus diketik di komputer.

“Iya, harus menginap kan nanti dipasang kateter. Nanti kalo jadi operasi, bawa keluarganya juga ya untuk persetujuan. Untuk biaya bisa ditanyakan di ruang informasi depan”, Jawabnya.

“Ada efek samping setelah operasi, Dok?”, Aku mulai gusar dan kecewaku berkali-kali.

“Ya pasti ada-LAH, namanya juga operasi”, jawabannya gak BANGET.

Aku memutuskan permisi dan mungkin ini adalah konsultasi pertama dan terakhir dengan dokter tersebut.

Momen menunggu di ruang informasi biaya, aku di pertemukan oleh seorang Bapak yang merupakan pasien dokter yang aku kunjungi tadi. Aku melihat dari struk dan tulisan yang sama dengan tulisan di kertas yang kubawa.

“Bapak mau operasi juga?”

“Ah, enggak Mbak. Ini, saya mau nanya biaya rawat inap buat anak saya yang mau sunat”, Jawaban Bapak tadi membuatku terbelalak kaget.

“Lha, sunat juga pake rawat inap, Pak? Bukannya langsung pulang juga bisa?”

“Iya, tadi saran dokter begitu. Saya juga kaget. Mau nanya-nanya lebih lanjut sudah terlanjur males sama dokternya”, Aduh jawaban Bapaknya sama kayak aku tadi.

Janggal banget. Tadi waktu memeriksa aku, beliau langsung menyuruhku operasi tanpa penjelasan yang membuatku logis untuk melakukannya. Trus, beliau juga menganjurkan pasien khitan untuk rawat inap juga. ABSURD.

Ah iya, aku Bapak yang bertemu aku tadi juga minim informasi. Dia datang ke rumah sakit itu karena rumah sakit itu rujukan asuransi yang dicover oleh perusahaannya.

Menuliskan ini saja aku harus menghela nafas berkali-kali. Tidak terlalu berlebihan kan kalo pasien meminta penjelasan yang akurat dan tanggapan yang hangat dari dokter yang didatanginya. Terlebih, pasien sudah membayar mahal untuk jasanya. Masih banyak dokter yang baik kok. Satu yang buruk, tidak merusak penilaian dokter yang lain kan. 



Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

6 komentar

Write komentar
noel
AUTHOR
1 Oktober 2015 23.02 delete

Halo Cahaya, terima kasih udah mau berbagi pengalamannya.. Papa ku juga ada benjolan di punggungnya, gede banget, makanya aku jadi rajin searching informasi soal lipoma di google. Menurut banyak artikel yang udah aku baca, (salah satunya ini: http://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cancers-in-general/cancer-questions/why-do-i-need-my-lipoma-removed ), lipoma itu bukan kanker. lipoma itu kelainan dari sebuah sel lemak yg membuat dia membengkak. Lipoma bisa muncul dibagian tubuh mana saja yg ada lemaknya. Kenapa lipoma itu disarankan untuk dioperasi/dibuang, karena 1. ada lipoma yang terus membengkak di permukaan kulit membuat kita gak pede secara penampilan. 2. ada lipoma yang menghimpit urat saraf, jadi kitanya kesakitan. BTW, Aku juga punya lipoma kecil di punggung, ini namanya sebaceous cyst. Aku juga punya temen baik yang punya lipoma banyak banget, kecil kecil, di tangan, punggung, sama leher, ini namanya lipomatosis (multiple lipoma).

Saran aku klo kamu bener2 terganggu ya dioperasi aja, karena lipoma gak hilang dengan sendirinya. Tapi jangan jadi kawatir karena ternyata 1 dari 100 orang itu memiliki lipoma ditubuh nya. Kalo soal biaya, jangan takut untuk tanya didepan berapa biaya operasinya. Atau mungkin bisa pake BPJS.

Kalo kamu bener2 kuat, search aja di youtube: "lipoma surgery on back" , banyak banget video operasi nya, tapi mesti kuat liat darah, jangan pingsan, hehe.

Maaf jadi kepanjangan ceritanya.

Reply
avatar
20 November 2015 13.09 delete

Thanx infonya mas noel, sangat membantu karena ibu saya mengalami gejala yang sepertinya lipoma.

Reply
avatar
23 November 2015 11.58 delete

hihihi, nice for sahring Mas Noel :)

Reply
avatar
Ana Maria
AUTHOR
2 Februari 2016 16.11 delete

Kalau di operasi bisa numbuh lagi gak?
Saya punya 1 dipaha. Dulu bentuknya sorry (mirip buahdada) tapi skrg jadi bermata2 gitu. Ukurannya gak berubah. Udah 10 tahun,. Karna berubah bentuk saya jadi agak takut sih.

Reply
avatar
fubuki aida
AUTHOR
15 Agustus 2016 07.00 delete

dokter itu memang macem-macem modelnya mbak. tapi kalau yang model begini, wah, udah pasti dokter yang nyebelin banget.
nice share mbak, informatif, dan semoga cepet sembuh

Reply
avatar
agus
AUTHOR
4 Juli 2017 09.54 delete

saya punya lipoma di tangan & saat itu operasi untuk pengambilan 4 lipoma, setelah 9 tahun lipoma saya tumbuh lagi di tempat yang lain dan jumlahnya makin banyak, saat ini saya biarin aja selama tidak menimbulkan nyeri dan mengganggu penampilan, beberapa obat-obatan herbal sudah aku coba tapi juga tidak membuahkan hasil, mungkin pola makanku yang suka makanan berlemak harus dikurangi

Reply
avatar

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)