My COD, Salah Satu Inovasi dan Revolusi JNE yang Memudahkan Konsumen

Kamis, Maret 31, 2016 3 Comments A+ a-

Beberapa bulan yang lalu, Mbak Tami (kakak ipar pertama saya) cerita tentang sebuah kasus wanprestasi yang sedang ditanganinya. Kliennya kesulitan menagih hutang kepada temannya, sudah dikirimkan somasi 2 kali tetapi tidak ada tanggapan dari lawan akhirnya kliennya mengajukan gugatan di salah satu pengadilan negeri di Kudus. Saat gugatan sudah masuk dan sudah melalui beberapa persidangan, pihak lawan mengelak telah menerima somasi/teguran sebagai itikad baik si Klien.

"Padahal dilayangkan somasi 2 kali lho Dik. Eeeeh, lha kok pihak lawan mengelak" pungkas Mbak Tami.

"Lha trus hakim gimana, Mbak" tanya saya lagi.

"Aku juga gak kalah akal. Staffku tak suruh ngecek ke petugas JNE untuk menanyakan surat somasiku sampai apa gak? Penerimanya siapa? Itu yang tak pake buat menyanggah dalil mereka"

Mbak Tami menggunakan jasa JNE untuk pengiriman-pengiriman di luar Semarang dan baru memakai kurir kantor jika hanya di lingkup Semarang saja. Saya akui kakak ipar saya itu ulet untuk membuat konstruksi hukum, sampai JNE saja bisa jadi bukti menguatkan gugatan kliennya.

Itu salah satu manfaat JNE untuk dunia perkantoran yang bersifat administratif. Dan hal tersebut sangat membantu. Tidak hanya itu, baru-baru ini, JNE mengeluarkan 7 Revolusi yang salah satunya bernama My COD (Cash On Digital) yang ternyata lebih meudahkan konsumen untuk bertransaksi karena tidak perlu repot-repot datang ke mall atau toko.

Belanja Aman dan Nyaman dengan My COD




Siapa yang demen belanja di online shop? *saya ikutan ngacung tinggi-tinggi. Karena alasan hemat waktu dan bisa memilih beberapa barang di katalog online, dan biasanya online shop memberikan diskon besar-besaran untuk konsumennya. Tinggal milih-milih barang sesuai kebutuhan di depan laptop atau di handphone dan melakukan pembayaran, barang sudah sampai 3-4 hari ke kantor atau ke rumah. 

Untuk masalah sistem pembayaran saat berbelanja online, saya tergantung situasi. Selama ini saya pernah melakukan 3 cara pembayaran saat belanja online, antara lain :

  • Kartu Kredit. Saya memakai kartu kredit kalau dalam kondisi terpaksa atau saat ada diskon besar-besaran yang mengharuskan konsumen untuk membayarkan kartu kredit tertentu. 
  • Transfer. Saya juga pernah melakukan pembayaran dengan cara transfer ke rekening penjual dan biasanya saya mendebet ATM yang sama dengan rekening si penjual agar tidak dikenakan pemotongan karena berbeda rekening. hihi 
  • COD (Cash On Delivery), sistem ini adalah bayar di tempat. Dan biasanya untuk belanja buku, saya mengunakan sistem ini. Atau kalau membeli barang-barang elektronik yang masih berada di satu daerah, karena bisa langsung melihat kondisi barang di tempat, setelah sesuai order dan tidak cacat, maka pembayaran baru dilakukan.
Beberapa kali saya membeli barang elektronik bekas yang masih sangat bagus (1 bulan baru dipakai), kebanyakan dari mereka menjual barangnya yang masih berumur 1 bulan bukan karena rusak, tetapi karena bosan dan mengikuti perkembangan gadget. 2 kali saya membeli alat elektronik bekas yang masih benar-benar bagus karena baru 2 bulan dibeli dan dipakai, alasannya juga begitu. Bosan dan ingin ganti. Dulu saya memilih cash on delivery karena saya dapat mengecek terlebih dahulu sebelum memutuskan jadi atau tidaknya membeli barang tersebut.

Beberapa bulan yang lalu, saya dicurhati teman karib yang ditipu saat membeli HP secara online. Dia tergiur karena harganya sangat murah. Jadi, teman saya memesan HP via online. Dia sudah sepakat dengan penjualnya untuk mentrasfer uang pembayaran dan setelah itu si penjual akan mengirimkan barangnya dan bukti resinya. Singkat cerita, karena teman saya percaya sepenuhnya dengan penjual, dia langsung saja transfer sejumlah 5 juta untuk pembayaran HP tersebut. Ternyata si penjual menipunya. Setelah ditransfer, penjualnya tidak mengirimkan HP tersebut malah memaki-maki teman saya dan tidak akan mengirimkan HP tersebut. Teman saya menangis tergugu.

Sejak saat itu, saya mulai was was berbelanja online. Saya yang semula ingin membeli HP juga via online merasa takut untuk bertransaksi, karena cash on delivery tidak dimungkinkan mengingat domisili saya dan si penjual sangatlah jauh di luar kota. Setelah baca blog Mbak Myra Anastasia beberapa bulan lalu, ternyata JNE melaunching 7 revolusi terbaru, salah satunya adalah My COD. Semula saya pikir itu adalah Cash On Delivery, seperti yang pernah saya lakukan sebelumnya. Eh, ternyata Cash On Digital. Fitur tersebut menjawab kegelisahan saya karena menjamin keamanan pembeli dan kemudahan bagi penjual. Jadi My COD ini adalah media pembayaran ketika kita melakukan transaksi online.

Bagaimana Caranya Menggunakannya Aplikasinya?

Pertama, download aplikasi My JNE di playstore. Oh iya, si penjual juga harus menggunakan aplikasi ini juga untuk bertransaksi ya.

Kedua, buat akun dengan melakukan sign up. Setelah itu, kita akan dikirimkan aktivasi melalui email. Untuk tahap ini, saya harus melakukan beberapa kali. Entah server sedang penuh atau bagaimana, tetapisaya harus mencoba beberapa sign up dulu baru berhasil.

Ketiga, melakukan transaksi dengan My COD dan My COD Wallet. Jadi untuk melakukan pembayaran, kita harus Top Up Saldo dulu di fitur My COD Wallet. Saat melakukan transfer, masukkan nomor virtual accon, setelah itu masukkan nominalnya berapa dan masukkan password untk konfirmasi transfer tersebut. sistem My JNE akan otimatis memproses setelah kita mengetikkan kode OTP yang dikirimkan lewat SMS. Yay, mudah kan?

Penggunaan My COD bagi Pembeli

Pilih orderan dan lakukan dealing dengan penjual. Setelah itu menunggu notifikasi dari penjual. Untuk pembayarannya, pembeli membuka fitur My Order di layanan My COD, jika sudah memiliki saldo sebelumnya, maka silakan klik Pay untuk langsung membayar barang yang telah diorder. Tetapi jika belum memiliki saldo, maka lakukan Top Up terlebih dahulu melalui My COD Wallet. Btw, Top Up dapat dilakukan di ATM Bank Permata atau Bank lainnya. Mudah kan?

Penggunaan My COD bagi Penjual

Setelah dealing dengan pembeli, maka penjual membuat order di fitur My COD dengan memasukkan detail order seperti nama order, no.hp pembeli yang sama-sama menggunakan My COD, ongkos kirim, selanjutnya sistem akan menghitung seluruh biaya yang wajib dibayar pembeli dan akan muncul di kolom grand total. Untuk penjual, orderan tadi akan tampil di laman My Shop. Notifikasi Invoice akan otomatis dikirim ke email dan di smskan ke handphone pembeli. Setelah pembeli melakukan pembayaran (paid order), penjual memasukkan no. resi dan mengirimkan paket barang yang diorder. Jika barang telah diterima pembeli, si penjual dapat mencairkan dana pembayaran melalui cash out di layanan My COD.

Wow, keren banget kan? Ternyata satu akun My COD yang kita miliki bisa digunakan sebagai penjual dan pembeli sekaligus. Jadi kita gak perlu repot-repot bikin akun lagi. For your information, di samping My COD ada beberapa fitur di aplikasi JNE yang memudahkan konsumen untuk melakukan pengecekan dengan mudah dan praktis :
  1. My Shipment, untuk melihat riwayat pengiriman. Fitur ini hanya dapat diakses oleh akun yang terdaftar.
  2. My Tariff, untuk mengecek ongkos kirim pengiriman. Yang belum punya akun juga bisa mengakses lho.
  3. JNE Near by, untuk mengecek JNE yang terdekat dengan lokasi kita.
JNE dari masa ke  masa memang selalu berinovasi dan berevolusi untuk memudahkan dan memberikan kenyamanan bagi konsumennya baik pekerja kantoran maupun pelaku transaksi online (penjual/pembeli). Saat saya cerita tentang aplikasi ini sama Mbak Tami, dia hanya terkekeh penasaran. Maklumlah, dia lebih suka berbelanja langsung sehingga pemahamannya, JNE hanya untuk jasa pengiriman saja bukan jasa pembayaran. Dan, menurut saya, My COD adalah bukti dari salah satu inovasi dan revolusi JNE untuk memberikan yang terbaik dari setiap pelayanannya.

Jadikan dunia seperti dalam genggaman!




Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

3 komentar

Write komentar
Lidya Fitrian
AUTHOR
31 Maret 2016 22.05 delete

bener-bener mempermudah penjual dan pembeli ya. Ada saling kepercayaan. Terima kasih ya sudah ikutan

Reply
avatar
1 April 2016 00.10 delete

Aku udah downoad dan udah daftar... aplikasi ini mah membantu banget buat yang suka shopping shopping online shop...

Reply
avatar
dani
AUTHOR
9 April 2016 05.27 delete

Iya bener emang Mbak Aya, dengan aplikasi ini jadi dimudahkan banget ya transaksi dan saling percayanya meningkat juga. :D

Reply
avatar

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)