[Saling Sapa] Profil Muna Sungkar, Momtraveler dan Dosen dari Semarang

Senin, Maret 07, 2016 14 Comments A+ a-

Source
Saya punya rubrik baru setelah ikut arisan Blogger Perempuan yang  mengulas seluk beluk pemenang arisan. Ecieh rubrik, ceunah. Karena arisan ini berlangsung agak lama (15 bulan guyyyys), jadi biar semangatnya istiqomah, saya sengaja memberikan tempat spesial. Setiap 2 minggu sekali, akan ada profil yang akan saya ulas agar lebih dekat. Karena memang di Tim 3, hanya beberapa saja yang saya kenal.

Okeee, di kocokan pertama ini, yang menang adalah Mbak Muna Sungkar. Dosen dan sekaligus momtravel dari Semarang ini memiliki sisi hidup yang unik. Hobbynya travelling tidak membuat ibu 1 anak ini menelantarkan tugas lainnya yaitu menjadi seorang ibu, istri dan dosen. Ia malah sering mengajak serta suami dan anaknya yang bernama Nadya (8 tahun) ikut travelling bersama.
 
Nadya sudah diajak jalan-jalan sejak usianya 4 bulan. Wow, banget kan? Mbak Muna mematahkan bisik-bisik tetangga kalau bayi jangan dibawa kemana-mana dulu nanti kena sawan, jiahaha. Kalau di kampung saya masih kental sekali hal-hal seperti itu. Larangan membawa bayi pergi jauh, apalagi untuk jalan-jalan.
 
Berdasarkan penuturan Mbak Muna, beliau berlangganan newsletter beberapa agency penerbangan untuk memantau promo tiket dan penginapan. Terbukti hal tersebut cukup membantu karena beberapa kali Mbak Muna dan keluarga mendapatkan tiket murah saat travelling. Menyiapkan itinenary jauh-jauh hari dilakukannya agar Nadya nyaman dalam perjalanan. Dan dari cerita beliau, Nadya sangat enjoy setiap diajak menikmati beberapa tempat.
 
Lalu apakah hobby jalan-jalan tersebut mengganggu jadwal mengajarnya? Ini yang saya salut dari Mbak Muna. Beliau memanfaatkan waktu libur dan senggangnya saat tidak mengajar. Justru dari perjalanan tersebut banyak cerita yang dibagi kepada anak didiknya. Berasa mupeng jadi anak didik Mbak Muna, hihihi.
 
Selain menuliskan hasil travelling-nya di blog pribadinya http://www.momtraveler.com/ , Mbak Muna juga mendokumentasikannya dalam buku yang berjudul "Jelajah Ujung Barat Indonesia : Banda Aceh - Sabang". Aaaaa, mau banget dong dari hobby jadi nulis buku. Nah, bloggiest bisa keduk-keduk isi blognya Mbak Muna tuh biar ikutan melted :p.
 
Mbak Muna sengaja menyisihkan gajinya untuk budget jalan-jalan. Gak harus maksain pergi jauh lho, karena biasanya kalau memang tidak memungkinkan, Mbak Muna lebih memilih jalan-jalan ke daerah yang dekat Semarang. Kental banget kan jiwa travelling nya, guys?
 
Dari obrolan-obrolan dengan Mbak Muna yang sering mengajak Nadya jalan-jalan sejak kecil, ternyata hal tersebut ada manfaatnya lho. Tidak melulu ke mall, tetapi di ruangan terbuka yang membuat anak dapat bersosialisasi dengan lingkungan. Naaaah, ini manfaat membawa jalan-jalan anak menurut saya :
  • Melatih bersosialisasi. Ngerasa gak sih perbedaan anak yang sering diajak kemana-mana sama yang cuma di rumah aja? Bangeeeet. Dio sejak bayi diajak kemana-mana sama pengasuhnya, dari pengajian, ke pasar, ke hajatan. Beranjak besar, Dio jadi lebih kenal dengan sekitarnya dan lebih berani untuk show on. Sedangkan Deandra sempat pemalu dan takut saat diajak ke forum yang ramai, karena memang dari kecil Deandra lebih sering di rumah. Dan sejak ganti pengasuh, Dea diajak dan dikenalkan dengan forum-forum ramai sehingga ia banyak bersosialisasi dengan lingkungannya.
  • Sarana belajar. Saat jalan-jalan, sang anak akan melihat jenis alat transportasi misalnya. Kita bisa mengenalkan secara langsung bentuk-bentuknya atau kalau tidak mengenalkan hal-hal yang baru pada anak. Ini mobil, truk, bis, pesawat. Oh iya, ini gajah, jerapah dll. Travelling dapat menjadi sarana belajar yang efektif untuk anak-anak.
  • Merangsang rasa ingin tahu. Pernah ngerasain ngajak balita jalan-jalan? Sumpah, rasa tahu mereka itu tinggi banget. Itu pesawat ya, Lik? Trus yang nyopir namanya pilot? Apa saja yang mereka lihat bisa jadi ditanyakan dan itu merangsang rasa keingintahuan mereka.
  • Lebih peka. Mengajak travelling dapat mengasah kepekaan mereka. Belajar antri saat boarding, mempersilakan lansia untuk jalan lebih dulu meskipun anak-anak juga diprioritaskan. Dari hal-hal kecil tersebut, anak-anak bisa lebih peka teerhadap apa yang ada di sekitarnya
  • Menambah kedekatan. Dari perjalanan tersebut akan menambah kedekatan antara orangtua dan anak juga lho. Coba buktikan deh.
 
Saya bisa membayangkan saat Nadya kecil dan di usianya yang sekarang (8th) jadi ikutan hobby travelling kayak Mamanya. Biasanya memang begitu sih, habbit orang tua yang doyan jalan-jalan, nantinya bisa menjadi hobby yang turun temurun seperti dinasti. Kalau masih tetap dinyinyirin dan dilarang untuk membawa bayi jalan-jalan takut kena sawan, udah kasih senyum yang menawan aja ya :).
 
 
 

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

14 komentar

Write komentar
Santi Dewi
AUTHOR
15 Maret 2016 12.15 delete

mba Muna emang mom traveller yg kereen :)

Reply
avatar
Irawati Hamid
AUTHOR
15 Maret 2016 13.14 delete

membawa anak berjalan-jalan di alam terbuka ternyata banyak manfaatnya yah Mbak :)
salut sama Mbak Muna yang sudah mengajak Nadia jalan-jalan sejak bayi :)

Reply
avatar
17 Maret 2016 14.35 delete

Sejauh ini saya sering jalan2 sendiri, tapi nanti kayaknya mau niru mak Muna deh kalau dah punya anak :D

Reply
avatar
Rohma azha
AUTHOR
18 Maret 2016 11.28 delete

salut sama mbak Muna bisa bagi waktu semuanya :D

Reply
avatar
18 Maret 2016 12.21 delete

Inspiratif! Semakin optimis ngajak anak jalan-jalan. Ingat banget pas baru pertama ngajak anak keluar itu juga diwanti-wanti bgt sama neneknya. Tapi semua itu emang tergantung pikiran kita. Alhamdulillah lancar aja bawa bayi umur 2 bulan Purwokerto-Cilegon. Bahkan waktu masih 3 bulan udah diajak perjalanan Cilegon-Situbondo. Sejak itu, ngajak anak jalan bikin nagih

Reply
avatar
Ayaa
AUTHOR
18 Maret 2016 18.40 delete

Yay! Menik come back. Afkar udah tahan banting buat diajak jalan jauh ya :)

Reply
avatar
Ayaa
AUTHOR
18 Maret 2016 18.41 delete

Top banget ya Mbak!

Reply
avatar
Ayaa
AUTHOR
18 Maret 2016 18.42 delete

Iya Mbak Sil, ngajak suami dan anak ya. hihi

Reply
avatar
Ayaa
AUTHOR
18 Maret 2016 18.44 delete

Agree Mbak :)

Reply
avatar
Ayaa
AUTHOR
18 Maret 2016 18.45 delete

Mupeng banget ya Mbak Ir, karena biasanya bawa anak2 preparenya juga harus lebih

Reply
avatar
22 Maret 2016 18.39 delete

Mbak Muna memang sosok yang superrr

Reply
avatar
Jiah
AUTHOR
23 Maret 2016 14.37 delete

Mbakku jg ngamuk waktu ketahuan anaknya tak ajakin ke sawah ��

Reply
avatar
4 April 2016 08.29 delete

Alhamdulillah.. mungkin juga krn dah dibiasain sejak di kandungan :D

Reply
avatar

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)