Nyaman Berhijab ala Akarui Cha

Senin, Agustus 15, 2016 5 Comments A+ a-

Cha mengenakan hijabnya, cantik!
Hallo teman-teman, seiring perjalanan waktu, berhijab sudah tidak lagi dipandang kuno. Dulu sebagian orang memberikan beberapa "label" untuk orang-orang yang berhijab, lebih alim, lebih akhwati dan semacamnya. Bahkan, di jaman saya, tiap foto ijazah, untuk orang yang berhijab ditanya terlebih dahulu "Mau pakai hijab atau gak?", tanya seorang guru. Karena ada beberapa instansi perusahaan yang mewajibkan karyawannya untuk tidak berhijab.

Tapi sekarang, kita tidak hanya familiar dengan muslimah-muslimah yang tampil percaya diri dengan mengenakan hijabnya, tetapi designer muslim sudah mulai diakui eksistensinya seperti : Dian Pelangi, Restu Anggraini. Bahkan artis seperti Sazkia Sungkar, Sazkia Mecca, Oki Setiana Dewi juga merambah dunia fashion muslimah.

Saya memutuskan berhijab saat kelas 1 SMA, dan itupun tidak langsung pakai terus. Ada proses yang harus saya lalui, dari mulai bongkar pasang jilbab, gerah dan alasan-alasan lain yang setidaknya menggoda iman. Baru sekitar 6 bulanan memakai hijab, hati rasanya ada yang kurang kok ya cuma begini-begini saja. Proses-proses yang saya jalani hingga benar-benar mantap berhijab :
  1. Niat, niat, niat. Rasanya kalau berhijab niat karena Allah, kita akan ditolong saat punya keinginan untuk melepasnya.
  2. Ikut kajian. Waktu itu Rohis di SMA aktif mengadakan kajian jadi nimbrung biar adem.
  3. Diskusi dengan saudara atau teman yang tidak "menjustifikasi". Dalam kondisi seperti ini, saya sadar betul bahwa berjilbab adalah wajib, jadi saya tidak butuh repetisi lagi untuk menyatakan hal tersebut. Saya hanya butuh didengarkan dan sharing tentang hal itu tanpa harus dijustifikasi.
  4. Pack baju-baju yang berlengan pendek. Gak semua sih, tapi it works buat saya. Jadi, baju-baju yang katanya gak syari' itu, saya kemas dan masukin ke kardus. 
  5. Menjemput hidayah. Hati kita itu tipis banget, jadi sekali saja Allah membisikkan hati kita untuk "berhijab", maka jadilah. Tapi hal itu juga bisa sebaliknya, lho. Jadi, saya mengupayakan dan menjemput hidayah. Bagaimana caranya? Saya istighfar dan berdoa tidak putus untuk dimantapkan berhijab. Gak pengen-pengen lagi melepasnya.
Dengan melalui hal-hal tersebut, saya bersyukur sekali. Karena saya tahu bagaimana rasanya melawan diri sendiri, berdamai dengan hati untuk suatu hal yang memang seharusnya saya lakukan. Makanya saya tidak serta merta menjustifikasi kalau masih ada yang bongkar pasang hijab. Lebih mengarah ke mendoakan agar dikuatkan dan dimudahkan untuk "menjemput hidayahnya".


Nah, untuk jenis hijabnya, terus terang sampai sekarang saya menyukai yang model bergi dan segiempat. Tadi sih sempat mampir di Blognya Mbak Aisyah Utama yang  memiliki nama pena Akarui Cha, www.tamanrahasiacha.com . Dia menuliskan bahwa ada beberapa model hijab yang nyaman saat dipakai :
  1. Hijab Paris, ini ngehits banget pas waktu saya masih kuliah. Mungkin sampai sekarang saya juga masih gandrung sama hijab paris ini karena mudah dipakai dan tidak gampang kusut. Untuk membentuk hijab ini pun juga bisa dikreasikan dengan beberapa model yang syari'. Cocok untuk wajah ovale dan lonjong.
  2. Hijab Segitiga, untuk model hijab ini cocok dipakai saat berangkat kantor atau beberapa acara formal lainnya. Bisa ditambah dengan bros agar nampak lebih anggung. Saya hanya punya beberapa sih jilbab yang model ini. Ternyata tetep nyaman kalau dipakai saat santai.
  3. Hijab Pashmina, model hijab pashmina juga tak kalah ngehits. Dari kebanyakan penjual online di Instagram, model jilbab ini banyak dijual dan laris manis. Kalau saya pribadi agak kurang nyaman sih, karena pemakaiannya gak simetris sama bentuk wajah :D. Jadi kalau untuk wajah bulat, saat memakai pashmina jadi terkesan tembem pipinya. Mungkin karena saya lebih cocok memakai ciput.
  4. Hijab Bergo, hijab yang langsung pakai ini bisa dipakai di acara formal maupun untuk keseharian. Biasanya dipakai di rumah. Jadi kalau ada tamu, hijab ini bisa langsung dipakai. Atau kalau mau bepergian dengan preparing waktu yang mendesak, jilbab model ini bisa langsung dipakai
  5. Khimar, model hijab ini juga menjadi trend baru para muslimah. Ada yang memakai ciput atau yang biasa. Dengan ditambahkan layer, membuat khimar banyak diminati.
Meskipun Cha mulai berhijab baru tahun lalu, tetapi semangatnya perlu diacungi jempol. Semoga istiqomah ya Cha :). Dan teman-teman yang berhijab dan berniat ingin berhijab, semoga disegerakan dan diistiqomahkan. Ah iya, kalau model berhijab yang nyaman menurut teman-teman yang seperti apa? Feel free for sharing.
diunduh dari blog www.tamanrahasiacha.com

Yang mau kenalan sama Cah, teman-teman bisa main-main ke blognya atau ke sosmednya :

Facebook: Akarui Cha
Twitter: @Akarui_Cha
Instagram: @akarui.cha

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

5 komentar

Write komentar
1 September 2016 12.27 delete

Saya pas hari ini setahunnya, hehe... Favorit saya jilbab segi empat paris, kalau bergo untuk di area rumahan atau olah raga.

Reply
avatar
2 September 2016 07.57 delete

apik, tapi anak muda banget stle nya ya mbak hehe

Reply
avatar
7 September 2016 21.58 delete

Mg isttiqomah ya Mbaak :)

Reply
avatar
7 September 2016 21.58 delete

Emang masyih muda Maaaas

Reply
avatar
29 September 2016 10.22 delete

Maaf baru mampir, ya Aya.
Hijab ala Acha nih ceritanya ya, moga istiqomah kita semua ya :)

Reply
avatar

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)