7 Hal yang Membuat Jatuh Cinta dengan Kereta Api

Kamis, Maret 23, 2017 7 Comments A+ a-

Assalamu'alaykum 💓


Sudah dari beberapa hari yang lalu, aplikasi yang menyediakan jasa pembelian tiket kereta api memberikan notifikasi untuk pembelian tiket lebaran. Kalau tahun-tahun sebelumnya, saya selalu mantengin informasi tersebut, tetapi sekarang hanya ikut share informasi saja. Karena merasakan sekali bahwa mudik lebaran adalah HAK SEGALA PERANTAU. ekeke.

Kenapa kereta apa? Bagaimana saya jatuh cinta berkali-kali dengan moda transportasi tersebut dari mulai kelas ekonomi sampai eksekutif. Makanya, setiap ditanya apa hal yang tidak membuatmu kesal, selain jawabannya anak-anak dan hujan, kereta api juga termasuk di dalamnya. 

Mmm, anak-anak punya sisi yang menyebalkan sih, saat tantrum atau saat benar-benar membuat emosi kita up and down. Tetapi tetap saja, hal itu tidak membuat trus membenci atau memakinya. Malah kalau terlanjur marah, ujung-ujungnya menyesal dan meluk-meluk mereka sambil minta maaf. Bener nggak? Saya sih gitu. 

Hujan juga gitu tabiatnya,wuahaha. Meski sudah danda rapi, tiba-tiba mak bres hujan gede, saya cuma bisa ber "yaaah hujan". Sambil nunggu hujan reda atau pakai jas hujan yang meskipun dipakai, tetap basah juga. Satu lagi, bedakku luntur,wkwkwk. Tapi apakah saya benci sama hujan dan mengeluh tentang hal itu? Entah mengapa saya mencintainya, di titik pertamanya saya selalu berdoa "allahumma shoyiban nafi'an" sambil berdoa hajat terbesar saya waktu itu. Karena menurut agama yang saya yakini, berdoa di waktu hujan adalah salah satu doa yang paling ijabah untuk dikabulkan. Trus ya jangan bilang, setiap doa kan pasti dikabulkan nggak cuma hujan doang. Ah, ngajak berantem komentarnya.

Tuh kan lama ngasih prolognya, mau cerita soal kereta api, tapi anak-anak sama hujan dibawa-bawa.

Membahas kereta lagi. Dulu waktu masih kerja di Jakarta dan harus PP Jakarta-Depok, saya enjoy sekali menggunakan kereta. Meskipun tahu sendiri yang pernah merasakan naik KRL di waktu jam kerja seperti apa. Rawan berantem, butuh effort untuk masuk ke gerbong saking padatnya, boro-boro dapat duduk, bisa masuk saja sudah syukur. Dan 3,5 tahun saya menikmatinya. 

Pernah suatu waktu saya bergumam bahwa saya akan merindukan momen-momen seperti ini. Mengejar kereta, kena pinalty karena lupa top up saldo dan saat bergelayut di dalam kereta yang penuh sesak bahkan pernah berantem karena ada ibuk-ibuk yang sudah nyerobot antrian, eh tapi dia yang sewot marah-marah. Gumaman saya tersebut terbukti, karena saya benar-benar merindukannya. 

Nah,  terus apa saja yang membuat saya benar-benar jatuh cinta sampai-sampai merindukan hal yang berkaitan dengan kereta. Ini dia jawabannya:

1. Ingatan Masa Kecil
Teman-teman waktu kecil trus di jalan berhenti karena palang kereta api ditutup excited nggak? Saya iya. Sampai saya berdiri dari jok motor tengah Bapak dan di belakang diapit ibuk, hanya untuk melihat kereta lewat. Bagi sebagian orang, kalau ada palang pintu kereta api dan bunyi-bunyi seperti sirine dikumandangkan terkesan menyebalkan. Tetapi tidak untuk anak kecil. Kalau melewati rel kereta api, mereka malah menunggu palang pintu kereta api tersebut tertutup yang menandakan ada kereta yang mau lewat. Bahagianya anak kecil memang remeh ya. Sampai sekarang kebiasaan tersebut menular ke keponakan saya. Setiap lewat rel kereta api ber "yaaah ria" sedikit kecewa kalau palang pintunya tidak ditutup.

2. Mabuk kendaraan
Sejak kecil saya malas sekali kalau disuruh naik mobil, karena saya pemabuk akut. Dulu kalau misal mau bepergian jauh naik mobil, 2 atau 3 hari sebelum berangkat entah sugesti atau bagaimana, saya merasakan mual-mual kayak sudah membayangkan berada di mobil. heuheu

"Wah, gak bakal jadi orang kaya. Naik mobil aja mabok" komentar seperti ini sudah apal banget di telinga saya. Hingga SMA, saya masih mabuk kendaraan meskipun berangsur membaik. Tapi tetap saja kalau bepergian naik mobil, perlengapan perang seperti antimo, salon pas dan minyak nyong-nyong wajib di dalam tas. Apakah sekarang masih mabuk? Iyes sesekali. Bahkan untuk ukuran Cimanggis-Margocity yang jaraknya cuma 5 kiloan saja, saya bisa melipir ke kamar mandi setelah turun dari mobil. Bapak Mamanya Dio Dea sudah hafal kalau saya langsung ke toilet berarti saya muntah dulu. Kalau sekiranya perut merasa nggak enak, muntah adalah jalan terbaik. ekekek. Habis itu bisa blanja blinji sesuka hati.

Poin kedua ini mungkin yang membuat cinta saya bersemi sama kereta api. Karena tiap naik kereta nggak ada acara mual atau muntah. Isinya cuma ketawa sama ceria.

3. Nyaman buat baca
Perjalanan jauh rasanya nggak lengkap tanpa membawa buku. Dulu di KRL waktu 1 jam terasa cepat saat asyik baca buku. Klaten-Jakarta yang memakan waktu 8 jam tidak membuat saya bosan karena buku menjadi teman baik mengisi waktu.

Membaca di kereta itu nyaman banget, nggak ada acara pusing atau mual karena kebanyakan nunduk. Kalau di mobil? Aduh, buku cuma saya bawa doang, tapi selebihnya memilih tidur. Atau kalau punya bahan obrolan, saya bisa mengobrol dengan posisi jendela mobil dibuka, hihihi.

4. Memotret landscape
Posisi yang saya idam-idamkan di kereta adalah di dekat jendela dan searah dengan perjalanan. Posisi itu paling favorit untuk melakukan apapun. Nah, kalau yang searah perjalanan itu maksudnya posisi saya tidak berlawanan arah dengan kereta api (duh bahasanya gimana yak?). Pokoknya dengan posisi itu, saya bisa nyaman melihat-lihat landscape

Pemandangan sawah, sungai, jembatan bahkan laut kalau lewat dari Semarang membuat saya sumringah. Saya bisa mengambil foto sesuka hati meskipun dari balik jendela kereta api.

5. Waktunya tepat
Setelat-telatnya jadwal kereta api, nggak akan aparah banget kecuali ada hal yang force majeure (buset bahasanya). Force majeure itu lebih ke gangguan teknis dan alam seperti rel patah, ada tanah longsor atau perbaikan kereta api. Kalaupun harus terlambat, saya anteng nunggu di peron atau duduk manis di dalam kereta api, hihi. 

Pengalaman terlambat kereta api yang saya alami, paling banter itu 1,5jam. Waktu itu naik Kereta Kalijaga, cuma tinggal masuk sedikit lagi ke Pasar Senen. Kabarnya ada rel yang patah sehingga kereta bolak-balik hanya menggunakan 1 jalur untuk bergantian. Maksud saya, delay nya kereta api masih masuk akal dibanding naik mobil atau naik kereta ,ekekke. Dasar cinta buta 😋.

6. FriendlyChildren
Anak-anak suka sekali kalau diajak pulang kampung naik kereta. Di dalam kereta biasanya juga ada anak kecil sehingga mereka bisa membaur dengan cepat. Biasanya 3 jam pertama, anak-anak akan lari kesana-kemari bermainan. Kebayang sama wajah ceria mereka bisa enjoy perjalanan jauh dengan kereta.

Saya pernah membawa Dio Dea pulang kampung. Mereka tidak rewel sama sekali, malah punya banyak cerita buat Bapak Mamanya tentang perjalanannya. Jadi, sekarang saat Bapak Mamanya memberikan optional pulang kampung mau naik pesawat atau kereta, mereka berdua kompak menjawab KERETA. Ahahah. Selera mereka sama plek kayak Buliknya.hihihi.

7. Kenalan Baru
Di kereta ekonomi, seat nya saling berhadap-hadapan. Ada yang 2-2, ada juga yang 2-3. Dari posisi tempat duduk yang saling berdekatan itu, saya sering dapat kenalan baru. Entah itu mahasiswi, pekerja, pasutri. Dalam perjalanan tercipta obrolan yang mengalir.

Oh iya, kalau di kereta ekonomi ada anak atau balita yang rewel, biasanya banyak yang berempati. Selama saya naik kereta, jika kebetulan satu gerbong ada anak-anak yang bermain lari-larian atau parahnya nangis karena nggak betah, ada saja yang menawarkan bantuan entah memberikan permen atau sekadar memberikan semangat moral kepada kedua orangtuanya. Dari interaksi seperti itu, kita punya kenalan baru di kereta.

Aaah, pokoknya saya jatuh cinta sama kereta. Kalau ada polling transportasi apa yang menjadi favorit of the year, setiap tahun saya akan memilih KERETA API *ahahaha*. Teman-teman kalau bepergian suka naik apa? Atau malah demen jalan kaki? ekekke.

Salam sayang dari pecinta kereta :)

💓💓Ayaa..

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

7 komentar

Write komentar
evrinasp
AUTHOR
25 Maret 2017 12.59 delete

sebisa mungkin kalau bepergian aku juga pakai kereta, lebih save dan nyaman menurut ku, bis atau kendaraan mobil jadi pilihan terakhir

Reply
avatar
25 Maret 2017 18.36 delete

pas banget aku lg baca evolusi KAI dibawah kepemimpinan pak Jonan salut bgt KaI bisa jd transformer ga sabarpgn naik kereta buldep hahaha terakhir nek kereta pas taun 2012 mmg sdh terlihat berubah

Reply
avatar
27 Maret 2017 10.58 delete

Karena kereta api adalah satu-satunya moda transportasi yang romantis~ rasanya beda aja gitu naik kereta api dibanding dengan moda transportasi lain. Lebih santai, terus pemandangan sepanjang jalur kereta itu cantik dan unik :D

Reply
avatar
Lidya
AUTHOR
27 Maret 2017 10.59 delete

bawa anak-anak naik kereta paling nyaman memang, apalagi dalam waktu yang panjang

Reply
avatar
Lusi
AUTHOR
28 Maret 2017 17.31 delete

Suka kereta tapi kalau eksekutif krn aku selalu kereta jarak jauh. Pernah pakai bisnis, dengkul pegel banget. Tapi utk baca aku tetep nggak bisa, pusing. Heheee

Reply
avatar
Nunu Halimi
AUTHOR
29 Maret 2017 23.39 delete

Ayaa..sama ya kita pengguna kereta..tetapi saya belum pernah naik kereta selain commuter line..huhu kapan yaa..bisa goje-gojes naik kereta ke Jawa..

Reply
avatar
12 April 2017 00.46 delete

iya anak saya juga suka banget naik kereta

salam kenal ya

Reply
avatar

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)