Cerita tentang Trimester Pertama

Selasa, November 28, 2017 3 Comments A+ a-

Sebuah kebahagiaan bagi kami saat melihat testpack menunjukkan strip dua. Tiba-tiba saya menangis tergugu sendirian di kamar mandi. Tangis haru yang saat itu saya merasakan bahwa Allah begitu baik menyusun skenario-Nya. Bulan-bulan sebelumnya, telat haid sampai 10 hari membuat saya merasa di-PHP-in karena keesokan harinya ternyata datang bulan.


Sempat ada rasa deg-degan saat memakai testpack, tapi saat itu suami menyemangati karena kami harus bepergian jauh. Semula pengen naik motor, tetapi saat tahu saya telat haid, beliau memberikan syarat untuk testpack dulu. Daaaan, ternyata garis dua *terharu*.

Saat ini, usia kandungan saya masuk 17 weeks. Banyak hal yang saya lalui di trimester pertama. Beberapa perubahan baik fisik maupun emosi yang seringkali naik turun. Nah, kali ini saya mau sharing pengalaman trimester pertama, siapa tahu nanti senyum-senyum saat membacanya lagi

1. Mual dan muntah

Awalnya sih nggak ngerasain kalau dalam rahim saya ada janin yang sedang bertumbuh. Kalau nggak testpack juga belum "ngeh". Saat periksa ternyata sudah  berusia 6 minggu.

Setelah mengetahui hal itu, saya seperti merasa bersalah karena sebelumnya makan serampangan dan bertingkah aktif sekali. Masih inget banget waktu itu beli nangka 1kilo di depan pasar klewer dihabisin sendiri, heuheu. Belum lagi naik motor pulang pergi Solo-Klaten. Tapi, Allah Maha Baik, alhamdulillah saat periksa ke dokter, janin saya dalam keadaan baik.

Nah, di usia janin 8 minggu, saya mulai mengalami mual dan muntah. Saya berusaha berdamai dengan pagi yang membuat kepala rasanya berat sekali. Indra penciuman saya menjadi lebih peka dari biasanya. Dan payahnya sehari bisa muntah 3-4 kali sehari hingga usia janin 12 minggu.

2. Gampang nangis

Ini nih yang paling weird. Seringkali perasaan saya berubah drastis menjadi mellow galau. Bahkan sampai nangis padahal ga ada suasana yang membuat sedih. Saya bingung menggambarkannya seperti apa, seperti kebingungan suami yang mendapati saya sesenggukan sendirian di kamar.

Dia menanyakan kenapa dan ada apa gapi saya tidak bisa menjelaskannya, huhu. Saat suami tahu bahwa itu bawaan hormon (ini spekulasinya ya), tiap mendapati saya menangis tanpa sebab, dia akan menunggu sambil memeluk dan ngasih usap di kepala.
"Nangisnya udah?" Pertanyaan macam aa ini, ahaha. Hal ini berlangsung kurang lebih selama 1 bulan. Selang-seling sama mual muntahnya. Kalau sekarang, saya bisa lebih mengontrol dan lebih rileks. Sesekali nangis, tapi kali ini ada alasannya.

3. Ngidam

Dulu saya mengira kalau ngidam hanya mitos. Hingga saya benar-benar mengalaminya sendiri. Jadi, ngidam itu semacam pengen sesuatu tapi ngebet banget. Makin ditahan tapi makin pengen. Eh, ini definisi saya sendiri lho ya.

Saat hamil di trimester pertama, saya juga mengalami ngidam sampai kebawa mimpi. Saya ngidam mangga muda yang rasanya kecut sambil dicocol garam. Untungnya sih pas musim, jadi lumayan gampang nyarinya.

4. Malas dandan

Trimester pertama yang sempet mabuk dan moody membuat saya malas dandan. Paling pol dandan kalau ngajar atau datang ke kondangan. Nah, kata orang-orang di sekitar kalau ga doyan dandan, nanti jenis kelamin anaknya laki-laki. Iyu mitos apa fakta? Apapun jenis kelaminnya semoga lahirnya sehat *aamiin*

5. Refleks mengelus perut

Hmm, saat tahu hamil, tangan saya refleks ngelus perut terus. Entah pas duduk atau pas lagi jalan, tangan rasanya udah otomatis tanpa dikomando buat ngelus-elus perut. Nggak cuma saya sih, suami dan keponakan pun juga sering mengelus perut saya. Anak-anak excited mau tambah teman buat bermain.

6. Mengajak bicara janin

Nggak cuma mengelus perut, tapi juga mengajak bicara janin yang ada di dalam perut.
"Adik lagi apa? Yang sehat ya sayang. Mau maem apa nanti? He? Es krim? Ahaha" biasanya saya mengajak komunikasi entah menanyakan lagi apa atau mau makan apa buat nanti siang. Apalagi pas mual muntah, saya biasanya menyugesti diri dengan rajin mengobrol dengan janin di perut saya. Saling menguatkan. Dan alhamdulillah kami berdua punya chemistry untuk menghadapi morning sickness di trimester pertama.

7. Perubahan bentuk tubuh

Perubahan yang terlihat saat trimester pertama adalah bentuk tubuh. Mulai pipi mengembang, bagian dada yang membesar serta perut dan panggul yang mulai "membentuk". Trimester pertama saya naik 4 kilo. Konsekuensi logisnya adalah baju dan pakaian dalam saya mulai  sempit dipakai. Solusinya ya beli lagi.ahaha

Masalahnya, saat mabuk, saya malas belanja ke pasar atau ke mall buat beli baju. Makanya, pas baju dan underware mulai sempit dan nggak nyaman lagi, saya memutuskan untuk beli di online shop. Saya memilih yang busui friendly biar pas lahiran nanti nggak repot beli lagi *emak-emak hemat*

Nah, kemarin pas searching dan kepincut sama ruffle long dress dari MOOIMOM. Bahannya lembut dan nyaman di kulit. Dan tentunya busui friendly karena di bagian dada ada resleting yang dikombinasikan dengan rample. Warnanya yang elegan pas banget buat dipadu padankan dengan warna lainnya. Saya biasanya mengkombinasikan dengan kardigan atau blazer karena memang dress-nya tidak berlengan.

Saya juga memilih bra supersoft. Satu hanya atasan bra saja, satu lagi bra sekaligus tank top (dwifungsi). Jadi, saya nggak repot lagi harus pakai tank top, hihi. Sama halnya dengan dress, bra-nya juga berbahan lembut dengan tali yang kuat sehingga nyaman dipakai. Oh iya, ada renda-rendanya juga. Entah kenapa saya langsung suka sama desainnya.


Tentang MOOIMOM

Kemarin pas di kampus saya nyobain pakai dress-nya. Seharian dipakai tetap nyaman karena bahannya menyerap keringat. Oh iya, sebenarnya kemarin saya mau order belt maternity, tapi sayangnya sold out. Makanya, saya nanti kalau pas janin usia 5 atau 6 bulan mau order belt tersebut.

Teman-teman juga sedang mencari baju atau perlengkapan hamil? Mooimom bisa menjadi referensi dan rekomendasi. Mulai dari underware, baju, tas, belt maternity dan kebutuhan lainnya yang lengkap. Ah iya, sering ada promo lho, jadi bisa hemat belanjanya. Servisnya pun oke, karena fast response.

Kalau teman-teman mau kepo tentang produk-produknya atau baca tentang testimoni produknya bisa langsung buka sosial medianya deh:

Fb: www.facebook.com/mooimom
Web: www.moiimom.co.id
IG: www.instagram.com/mooimom

Happy pregnancy and happy shopping :)

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

3 komentar

Write komentar
30 November 2017 13.26 delete

Yeay sehat2 mba Aya, btw itu nangka sekilo buju buneng wkwkwk ga panas mba?aku aja ngidam makan nangka dibeliin suami setengah kilo itupun makannya mesti bagi2 :D

Merk mooimom lucu2 yah aku jd pengen beli juga secara akupun uda naik 6 kilo mba :p

Reply
avatar
9 Desember 2017 09.23 delete

Mood itu karena pengaruh hormon. Sehat-sehat terus ya bumil

Reply
avatar
Inna Riana
AUTHOR
14 Desember 2017 11.44 delete

Ayaa jadi pengen elus2 perutnyaa... sehat2 terus ya. Jaga kondisi n maem yang banyak!
Males dandan? Itu bawaanku pas hamil 3 boyz. Andai hamil cewe juga kyknya aku teuteup males dandan, haha.

Reply
avatar

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)