Tidak seperti biasanya, malam itu mati lampu. Tidak
mengapa asal jagoanku dan bidadariku tidak merajuk karena takut gelap. Atau aku
yang takut dengan gelap itu sendiri.
Masih dalam suasana gelap, hanya terdengar suara enyutan
dot susu yang hampir habis. Deandra yang memegang lenganku erat, instingnya
sangat kuat, dalam kondisi tertidur pun seakan dia setengah terjaga. Saat aku
tidak berada di sampingnya waktu tidur, dia akan meronta sebagai bentuk
protesnya. Dongeng malam ini tentang Harimau, kancil dan buaya (kutuliskan lain
kali). Mereka dapat diajak kerjasama.
“Bulik takut gelap ya?”, tiba-tiba Dio melepas botol
susunya.
Belum sempat kujawab pertanyaannya, dia melontarkan statement yang membuatku merasa sangat
dicintai.
“Sini aku peluk kalo takut”, ungkapnya polos.
Aku memeluknya erat. Deandra tanpa diinstruksikan
merapatkan pelukannya juga. Sepertinya aku ingin menghentikan waktu sejenak,
merasakan kehangatan itu. Tetiba buliran bening itu menetes, bukan karena takut
atau sedih, lebih tepatnya, aku terharu, merasa diperhatikan.
Entah PLN menghidupkan lampu jam berapa, tetapi kami
bertiga saling berpelukan. Erat sekali.
Tidak ada komentar
Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)