Featured Slider

Pengalaman Cek Kandungan ke dr. Zamzuri Hudaya, SpOG Klaten


Akhirnya pindah ke dokter ini juga setelah beberapa testimoni dari beberapa keluarga. Sebenarnya, dulu saya sempat mau ke dokter Azzam (panggilan dr. Zamzuri), tetapi masih memilih-milih dokter perempuan agar lebih nyaman. Seiring berjalannya waktu kok komentar positif dari saudara dan sahabat membuat saya pengin pindah juga.

"Ya Allah Mbak, dokternya enaaaaaak banget. Informatif, teliti, ramah daaaaan ganteng", eeeng endingnya agak absurd tapi memang fakta kalaj beliau memang ganteng. Itu bukan satu dua orang saja yang berkata demikian. Sepupu saya dulu awalnya mengandung dan mengalami flek-flek. Ke beberapa dokter merasa kurang memuaskan baik pelayanan maupun dari segi informasi. Akhirnya ketemu dokter Azzam ini dan merasa "sreg" dengan beliau.
Sebelum benar-benar pindah, saya meminta izin dulu pada suami, boleh atau tidak pindah ke dr. Azzam. Awalnya beliau menanyakan alasan-alasan kok mau pindah. Dan setelah berdiskusi, akhirnya kami sepakat untuk memeriksakan calon bayi kami kesana. Saya reservasi melalui watsapp dan ternyata sudah full (25 person) dan menawarkan saya mau atau ngggak yang ke-26. Susternya juga memberikan estimasi waktu kapan kami harus datang sehingga tidak perlu menunggu lama.

Enaknya periksa disini, saya nggak perlu bolak-balik antri. Antriannya hanya sekali saat reservasi via watsaap saja. Jadi misalnya saya dapat antrian nomor 26, saya di cek tensi, bb dan keluhan (kalau ada) dan langsung periksa sesuai antrian. Nah, biasanya suster menginformasikan saya harus datang jam berapa. Sebelumnya, antriannya per kedatangan yang dibuka jam 5 sore dan dimulai periksanya jam 7 malam, huhu. Reservasinya nggak hanya by sms tapi harus datang kesana sebelum pemeriksaan dokter untuk daftar ulang dan cek tensi dan berat badan.

Oh iya, kalau dokternya tidak bisa praktik, susternya menginformasikan via watsapp dan menanyakan apakah mau reservasi di hari selanjutnya. Pembatalannya pun juga karena alasan ada tindakan emergency dan pihak sana mengucapkan permohonan maafnya.

Antrian
Wajahnya udah kelipet lipet karena lamaaaaa.ahaha
Awalnya, wajah suami sudah manyun karena antriannya lama. Iya sih, harusnya datang jam 10 malam, tapi karena hujan, kami memutuskan untuk berangkat jam setengah 9 saja. Sampai sana jam 9 dan menunggu antri 5 bumil. Kirain cepet, lha kok ternyata lama, ahaha. Perawat di depan ada 2, dan yang menemani periksa di dalam ada 1. Apotiknya juga terpisah sehingga lebih cepat pelayanannya (kalau sudah keluar periksa, LOL).

Humble

Saya masuk ruang periksa jam setengah 11. Suami kalau lagi nahan "sebel" tuh kayak saya, KETAHUAN. Tapi, pas sudah masuk ke ruang dokter, wajahnya berubah, apalagi pas di-USG, wajahnya sangat berbinar (pengen dicium, ahaha).

"Hallo assalamu'alaykum Bunda. Darimana ini?" Ternyata ketampanan dr. Azzam bukan hoax. Beliau menyapa kami berdua dengan senyumnya sambil menanyakan hal-hal di luar pemeriksaan sehingga suasana jadi nggak kaku. Lha iya pantes pemeriksaannya lama dan para bumil betah nunggu. Karena memang worth it. 

"Waaah, berarti disana lagi musim duren ya, Mas?" Beliau lanjut bertanya dan suami saya sudah luntur manyunnya karena merasa enak diajak ngobrol.

Masuk ke tahap pemeriksaan. Saya ditanya kapan haid pertama haid terakhir, vitamin apa saja yang dikonsumsi, mual gak? Ada keluhan nggak? Lalu beliau menjelaskan beberapa informasi yang menurut medis tidak bersifat menggurui kami yang notabene awam dengan hal tersebut. Malah beliau terkesan humble dan bisa membawa psikologis pasien menjadi sangat rileks.

USG

Nah, tiba saat yang ditunggu. Saya dipersilakan suster untuk rebahan. Siap-siap di USG. Sementara dr. Azzam masih mengobrol dengan suami. Setelah siap, beliau menghampiri saya untuk usg. Saya nyaman karena beliau meminimalisir kontak fisik, engg gimana ya bahasanya? Ahaha. Jadi kalau nggak kepepet ya beliau tidak menyentuh skin to skin. Sebelum USG pun beliau bilang "Usg dulu ya, Bun". 

Penjelasannya pun runtut sekali. Dari mulai ketuban, plasenta hingga anggota badan bayi kami. Daaan, yang membuat wajah suami makin sumringah adalah saat dokter bilang kalau jenis kelaminnya sudah kelihatan jelas. "Bapak Ibu mau tahu jenis kelaminnya?", trus beliau melanjutkan dengan joke jenaka. Agak saru tapi bagi kami itu membuat kami tertawa bersama. Suami bertanya A-Z juga dijawab dengan menunjukkannya via USG.

Bobotnya sekian ya Bunda, kalau bisa bulan depan sudah 1 kilo. Ini kakinya ada 5, kepalanya juga nih. Wah malu-malu nggak mau dilihat wajahnya. Trus beliau mencari angle yang mukanya terlihat jelas. Nah dapet wajah yang jelas nih, katanya. Tangan saya merinding, hati saya berdesir melihatnya di layar. Suami memvideo dan nggak bertanya-tanya lagi karena menyimak takzim penjelasan dr. Azzam.

Ini detak jantungnya normal ya, Bun. Tampak di layar garis naik turun yang menandakan denyut jantungnya lagi. Dan kali ini mata saya panas. Beruntung bisa menahannya nggak sampai mewek. Ternyata ini yang setiap malam menendang halus. Bayi yang membuat kami tersenyum sendiri tiap malam. Dan tentunya menjadikan kami bersyukur berkali-kali.

Setelah di USG, dr. Azzam meresepkan vitamin dan memberikan informasi vaksin apa saja yang bisa diberikan saat hamil. Kemarin saya disarankan TT. Setelah itu ngobrol-ngobrol tentang berat badan dan asupan nutrisi untuk ibu hamil. Lagi-lagi beliau menjelaskan keilmuannya tanpa terkesan menggurui. Setelah selesai pun, dr. Azzam mengucapkan salam dan berpesan hati-hati saat pulang. 

Terkesan sepele kan ya? Ahaha. Tapi ternyata excellent service-nya membuat para bumil termehek-mehek rela antri demi sang buah hati.

Biaya

Periksa dan USG kemarin habis 120 ribu. Belum vitamin ya. Kemarin apotek sudah tutup, jadi kami diminta menebusnya di apotek luar (habis 53ribu untuk 1 jenis vitamin). Menurut saya harganya terjangkau dengan konsultasi yang diberikan segambreng. Masih harga umumlah untuk pemeriksaan kandungan.

Tempat untuk mengantri juga lega, akses parkir juga nggak susah. Mungkin karena kliniknya dipakai untuk beberapa poli (nggak hanya kandungan saja), jadi memang nyaman dan luas. 

Lokasi

Kalau saya periksa di Kliniknya yang di apotek Sidowayah Klaten. Praktiknya setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Jumat dan Sabtu jam 18.00-selesai. Buat yang mau periksa kesini bisa reservasi dulu ke nomor Hp: 082242623333.

Oh iya, beliau juga praktik di Rumah Sakit Islam Klaten. Senin, Rabu, Jumat (Pagi 09.00-12.00) dan Selasa, Rabu, Jumat, Sabtu (jam 14.00-16.00). Telp: 0272 322252

Rumah Sakit Khusus Bedah Islam Cawas setiap Selasa, Kamis dan Sabtu (jam 09.00-12.00) dan hari Senin Jam 15.00-16.00. Telp: 0272 3359222

Jadwalnya bikin sakit encok ya Dok, ahaha. Tapi meskipun jadwalnya padat merayap, profesionalitas beliau sangat jempolan. Baik dalam segi servis maupun konsultasinya yang bikin bumil "nyeees".

4 komentar

  1. Aku jg paling sukaaa sama dokter yg bisa diajak bicara, sehat2 ya bumiil.

    BalasHapus
  2. Tetap ya cari dokter ganteng, biar seger pasiennya hehe, sehat terus ya mbak ibu dan bayinya

    BalasHapus
  3. Pengalaman yang nggak bisa dilupakan,,semoga sehat selalu sampai bersalin..sukses ya

    BalasHapus
  4. Waw, pasti deg-degan dan seneng banget ya mom

    Jadi pengen nikah deh
    Eeehhhh

    BalasHapus

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)