Featured Slider

Ada Cinta di Sepotong Brownies Cinta


Kalau sedang menyelesaikan deadline, hal yang sering terlupakan untuk saya dan suami adalah soal makan. Kalau zaman dulu mungkin masih bisa diabaikan (*pembelaan*), tetapi kalau sekarang saya nggak boleh egois, karena ada baby yang juga butuh asupan nutrisi di perut saya. Jadi, meskipun mantengin laptop seharian atau bahkan semalaman, saya tidak akan membiarkan perut kosong, salah satunya dengan menyediakan cemilan sebagai “teman”.

Hal yang fatal karena mengabaikan soal makan adalah saat harus masuk rumah sakit karena tipes di penghujung tahun 2016. Waktu itu, saya sedang mengerjakan tesis sehingga pola makan saya jadi berantakan. Suami yang notabene bekerja di bidang IT dan tidak jarang pekerjaannya overlad, menuntutnya untuk lembur. Hal itu berimbas pada pola makannya yang sering terlewatkan sehingga ia juga pernah jatuh sakit karena hal tersebut. Berawal dari itu, mulai tahun 2017 kami memiliki goal untuk menjaga pola makan di tengah kesibukan pekerjaan. Langkah konkritnya, saya biasanya menyediakan kue kering di meja kerjanya, sehingga bisa untuk cemilan saat beliau hectic dengan pekerjaannya.

Saat tipes dan dirawat di RS

Keluarga yang Hobby Makan Brownies


Beberapa waktu lalu, saya tertarik dengan brownies cinta yang saya temukan di timeline instagram saya. Sebagai penggemar brownies, saya mulai kepo dengan gerainya, varian rasanya dan tentunya harganya. Sebenarnya mendengar nama “Brownies Cinta” sudah setahun lalu, saat seorang sahabat semangat mengajak ikut kajian Ust. Salim A. Fillah yang akan membedah film Duka Sedalam Cinta dan salah satu sponsornya adalah kue tersebut. Waktu itu mau ikut, tetapi karena mengurus Bapak yang sedang sakit pasca pulang haji, saya batal ikutan.


Nah, awal tahun ini, saya pengen banget ngicipin brownies cinta karena di trimester kedua ini sering malas-malasan makan, heuheu. Saya iseng browsing brownies cinta ada atau nggak di Klaten, ternyata nggak ada, eh tepatnya belum ada. (Siapa tahu suatu saat, ownernya ekspansi tokonya di Klaten juga. Who knows? Hihi.)

Saat ada acara di Solo, saya menyempatkan mampir ke salah satu tokonya yang baru saja buka di daerah Laweyan. Kebetulan kemarin nawarin ibu, dan beliau juga pengin ngicipin yang varian ketan hitam. Kami sekeluarga memang doyan dengan brownies, apalagi anak-anak. Lintang suka sekali dengan aneka macam kue brownies (panggang maupun kukus). Saya pernah berkunjung ke tempat Bapak dan Ibu membawa jagung rebus dan brownies kukus, dan sudah bisa ditebak kalau yang sold out duluan adalah browniesnya.

Tidak hanya Bapak dan Ibu, di kalangan keluarga suami juga hobby sekali makan brownies. Saat ada acara hajatan kemarin, Ibu mertua memilih memesan brownies sebagai angsul-angsul (oleh-oleh-red) dibandingkan dengan roti telur seperti acara kebanyakan disini. 

Ada Cinta di Sepotong Brownies Cinta

Mungkin belum rezeki Ibu dan mertua, karena di gerai Laweyan, BrowCin ketannya habis, heuheu. Almond pun juga habis. Kata Mbaknya, hari itu toko laris sekali karena promo 20%-nya berakhir, sehingga mereka memanfaatkan untuk memborong browniesnya. Lalu, saya memesan BrowCin Original dan Hitam Putih, yang katanya jadi andalan dan laris manis.

“Di Klaten ada nggak, Dik?” Tanya suami. Saya menggeleng sambil senyum-senyum. Saya menyuapkan slice terakhir brownies cinta untuk suami. Ah, ada cinta di potongan brownies cinta yang menemani obrolan hangat kami.

Nah, kali ini saya mau memberikan testimoni tentang rasa Brownies Cinta yang saya beli kemarin. Kebetulan saya dan suami baru mencicipi 2 varian rasanya, original dan hitam putih.

Brownies Cinta Original

Rasa coklatnya terasa di lidah tapi nggak bikin eneg. Kemarin saya sengaja membelikan oleh-oleh brownies untuk suami, karena 2 hari sibuk mengurus salah satu event di Solo. Saya mencoba 2 slice, dan sisanya dihabiskan suami. Entah, karena saking doyannya atau saking enaknya. Honestly, sebenarnya ada yang menjual brownies di dekat rumah kami, tapi belum cocok di lidah suami. Manisnya seperti sakarin, katanya. Memang sih, lidah dan tenggorokan suami paling sensitive mengecap rasa manis. Jadi kalau manisnya makanan bukan dari gula asli, beliau langsung bisa merasakannya.

Brownies Cinta rotinya sangat lembut dan lumer, makanya 1 slice saja sebenarnya nggak cukup. Hihi. Kemarin saya mencoba titip ke salah satu teman yang kebetulan melewati daerah UMS. Suami memesan dibelikan brownies cinta yang original lagi. Harganya pun affordable kok. Untuk 1 box-nya dibandrol dengan harga 30 ribu. Itupun belum dipotong promo lho. Karena gerainya sering banget memberikan promo untuk pelanggan setianya. Selain itu juga ada promo free ongkir bagi  pelanggan di daerah Solo jika memesan minimal 3 box.

Brownies Cinta Hitam Putih

Kemarin saat membeli, saya diantar Wanda. Pas saya memilih varian rasa ini, dia langsung refleks “Tumben pilih keju, Mbak?”. Dia melihat appearance BrowCin yang atasnya seperti berlumuran keju, padahal bukan. Awalnya sih saya juga beranggapan sama, kalau varian hitam putih adalah perpaduan cokelat dan keju. Saat Mbaknya bilang kalau kuningnya berasal dari “cokelat putih”, saya langsung order varian tersebut. Apalagi kata Mbaknya, varian ini juga laris dibeli.

Ibu mertua suka varian ini. Beliau mengira awalnya saya membeli roti mandarin, ahaha. Lagi-lagi karena first impression rotinya. Tetapi setelah mencobanya, rasa browniesnya terasa. Rotinya lembut dan lumer, hanya saja tidak terlalu manis seperti yang varian original. Kalau yang ini harganya 31 ribu. 

Varian Rasa Lain yang Menggugah Selera

Saya sih baru mencicipi 2 varian itu dan pengin mencicipi yang lain lagi. Nah, berikut varian rasa yang ada di Brownies Cinta beserta harganya. Siapa tahu teman-teman mau order juga kan:

BrowCin almond (28K)
BrowCin blueberry cokelat (34K)
BrowCin strawberry cokelat (34K)
BrowCin mocca cokelat (34K)
BrowCin kacang cokelat (36K)
BrowCin tiramisu cokelat (36K)
BrowCin pelangi (36K)
BrowCin pandan (36K)
BrowCin ketan hitam (35K)
BrowCin mini (24K)
BrowCin donat kentang (22K)
BrowCin pudding (60K)
Source: IG @browniescintasolo

Ada Brownies Cinta di Segala Suasana


Brownies Cinta bisa hadir di segala suasana lho, apa saja sih?

1. Cemilan

Brownies Cinta menjadi cemilan saat suami menyelesaikan pekerjaannya, sehingga saya nggak perlu cerewet mengingatkan untuk makan, karena saya tahu, beliau pantang makan sebelum kerjaan kelar, heuheu. Makanya di meja kerjanya selalu ada cemilan, dan sekarang Brownies Cinta menjadi "temannya". 

Yang memiliki anak susah makan, bisa ditawarkan brownies ini. Pilihkan mereka yang kiranya menggugah selera. Fyi, brownies ini tanpa  bahan pengawet kok, jadi aman dikonsumsi untuk anak-anak juga. Bahkan bisa menjadi salah satu referensi untuk bekal sekolah. Nah, selalu ada cinta di setiap potongan brownies cinta, kan?

2. Suguhan Acara, arisan, khitanan

Kalau di rumah ada acara seperti arisan, khitanan atau yasinan, biasanya di rumah menyediakan beberapa suguhan komplit. Ibu biasanya melengkapi rasa makanannya dari mulai gurih, asin, manis. Untuk teman-teman yang mau mengadakan acara di rumah, Brownies Cinta bisa menjadi rekomendasi yang tepat.

3. Oleh-oleh

Perkembangan Solo sangat dinamis. Baik pembangunannya maupun kulinernya. Kalau lagi ke Solo dan ditagih oleh-oleh sama keluarga atau rekan kantor, Brownies Cinta bisa menjadi referensi. Bagi yang dari luar kota, daluarsa brownies cinta ini 4 hari (di luar kulkas), dan 7 hari (di dalam kulkas). Jadi yang menempuh perjalanan seharian, nggak usah khawatir basi.

4. Ulang tahun

Biasanya kalau anak-anak ulang tahun dan pas sempat berkunjung, saya membawakan kue tart dan tiup lilin sederhana. Nah, di bulan ini Bapak yang giliran ulang tahun dan kayakanya bakal seneng kalau dikasih surprise brownies ulang tahun. Atau mungkin malah dihabisin anak-anak, hihi. Kalau mau pesan brownies ulang tahun di Brownies Cinta, bisa memesan dulu 3 hari sebelumnya, karena disana tidak ready stock, jadi persediaan hanya tergantung pemesanan saja. Harganya mulai dari 55 ribu tergantung ukurannya.

5. Hantaran Nikahan

Yang lagi rencana mau menikah bisa juga memesan hantaran nikahan disini. Kemarin saya nggak sempat nanya harganya berapa, tetapi kalau yang mau memesan bisa nanya-nanya dulu via whatsapp kok.

6. Buah tangan saat membesuk orang sakit

Biasanya kalau membesuk orang sakit pada bawa apa? Buah, roti atau amplop? Hihi. Kemarin Wanda akhirnya membawa brownies cinta 2 box buat menjenguk temannya yang sedang sakit. Ah iya, kalau kita membawakan makanan seperti itu bukan berarti buat yang sakit lho, karena untuk yang njagain/nungguin di rumah sakit juga bisa. Justru yang nungguin itu juga butuh makan makanan sehat biar selalu prima staminanya saat menunggu di rumah sakit. Ini pengalaman pribadi sih saat merawat Bapak dan Ibu di rumah sakit.


Legalitas Usaha


Teman-teman kalau membeli makanan atau minuman suka dilihat legalitas usahanya nggak sih? Tentang izin edar dan kehalalannya? Kalau saya, IYA. Bukan karena iseng, tetapi untuk makanan dan minuman yang masuk ke perut, syarat HALAL adalah wajib hukumnya. Seenak apapun makanannya kalau tidak ada label “halal” resminya, saya tidak mau meskipun harus menahan ngiler.

Nah, owner Brownies Cinta (Pasangan suami istri, Fauzi Yunianto dan Puspita Sari) juga memerhatikan hal ini. Bentuk keseriusan mereka dalam merintis usaha yang dimulai dari tahun 2010 ini dibuktikan dengan legalitas usaha yang sudah mereka miliki. Brownies Cinta terdaftar dibawah PIRT No. 20633137932220. Dan sudah tercatat kehalalannya oleh LPPOM MUI 15100026870917. 

Mau Order?


Teman-teman tertarik juga untuk mencicipi Brownies Cinta ini? Nih alamat tokonya. Kalau mau memesan dan takut kehabisan, bisa hubungi dulu via whatsapp. Mas dan Mbak-nya sangat responsif kok.

Jalan Rajiman No. 495, Laweyan, Surakarta. HP: 085866678626

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sukoharjo HP: 085749056656

Jalan Lawu-Jetis, Kalisoro Tawangmangu HP: 085870425742

Badranasri, Cangkan, Karanganyar HP: 085642206564/085728687863

Jalan Raya Sukowati 402 Sragen Manggis Sragen HP: 085799491112

Harapan ke Depan untuk Brownies Cinta


Saya sangat mengapresiasi dengan usaha rumah tangga yang dirintis dari nol. Di samping mengembangkan usahanya, ownernya juga memerhatikan aspek legalitas dan cita rasa lokal. Cita rasa lokal ini terwakili dengan adanya varian Brownies Cinta ketan hitam yang menurut saya masih sulit didapatkan di pasaran. Oh iya, orang tua dan mertua saya penggemar berat ketan hitam, jadi merasa antusias saat saya cerita kalau ada yang menjual brownies ketan hitam.

Then, semoga Brownies Cinta buka cabang di Klaten, hihi. Ini doa beberapa teman saya juga saat mengupload brownies cinta original di watsapp story, IG dan media social saya.

10 komentar

  1. Brownies..anak2ku doyan banget juga mba.. biasanya yang coklat.
    Aku suka juga sih..cuma kadang kepikiran BB yang melar ke samping..
    Btw, kapan brownies cinta expansi ke Jogja yaa..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita doakan ya Mbak, mg brownies cinta bs ekspansi ke beberapa daerah. Aku juga ngarep ada cabangnya di Klaten

      Hapus
  2. Moga tambah mesra karena ada bumbu cinta lagi yaitu brownies cintaaa

    BalasHapus
  3. Jadi luaper, pengen nyemil euy 👍

    BalasHapus
  4. Jadi pengen makan brownies .. thanks informasi tentang cake ini

    BalasHapus
  5. Kalau ke Solo aku mau beli ah, kemarin pas pada upload foto2 brownis... aku pengen, nyari di Boyolali gg dapet.... ke Solo malass... hehe

    BalasHapus
  6. Ini kok enak2 banget Mbak Browniesnya, jadi ngiler pengen cinta *Eh Brownie heheh

    BalasHapus
  7. Bikin ngiler aja.. Ngerayain valentine pake brownies cinta asyik kali y

    BalasHapus
  8. Ini kue artis bukan ya? Cinta laura atau siapa gitu?

    BalasHapus
  9. cokelatnya meleleh, bikin pengen aja, aku suka brownies coklat kukus

    BalasHapus

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)