Featured Slider

Ngopi Bareng KAI, Asyiknya Menikmati Kopi Sambil Berbagi di Stasiun Balapan

Kereta selalu memiliki cerita tersendiri buat saya. Dari kecil, setiap melewati palang kereta, alih-alih berdoa agar jalanannya lancar, tetapi saya selalu berdoa agar palang keretanya ditutup. Karena itu berarti saya bisa menikmati kereta sedang melaju. Lalu saya akan tertawa kegirangan di depan jok motor Bapak. Sesederhana itu.


Kecintaan pada kereta tidak sampai disitu. Saat bepergian, tranpostasi pertama yang cari adalah kereta. Saya masih ingat betul saat hal yang bagi orang lain “weird”, tetapi saat menyenangkan untuk saya, yaitu bolak-balik naik KRL dari ujung ke ujung (Jakarta-Bogor, Jakarta-Bekasi dan rute lainnya). Tidak memiliki tujuan jelas, karena memang hanya sekadar ingin naik kereta.


Semakin kesini, KAI selalu berinovasi. Baik dari infrastruktur maupun pelayanannya. Oh iya, tanggal 30-31 Januari 2018, lagi-lagi KAI mengadakan event yang bertajuk "Ngopi Bareng KAI-Enjoy Your Journey with Indonesian Coffee". PT. KAI menggandeng para petani kopi dan barista untuk mengenalkan kopi andalan di daerah mereka. Merasa sangat tersanjung saat membaca email dari Mbak Terry, tanpa berpikir dua kali, saya mengiyakan untuk ikut dalam acara tersebut.

Kolaborasi Komunitas Kopi dan PT. KAI

Komunitas Kopi Nusantara dan PT. KAI melalui anak perusahaannya, PT. Reska Multi Usaha berkolaborasi untuk membagikan kopi secara gratis bagi calon penumpangnya dan para pengunjung di area stasiun. Acara ini berlangsung di 40 pemberangkatan kereta di 13 stasiun yang berada di 11 kota, yaitu: Stasiun Jakarta Gambir, Stasiun Jakarta Pasar Senen, Bandung, Cirebon, Purwokerto, Stasiun Tugu Yogyakarta, Stasiun Solo Balapan, Tegal, Surabaya, Malang dan Jember yang melibatkan 200 barista lokal yang mengenalkan kopi asli Indonesia kepada masyarakat. Dalam kesempatan ini, saya ikut meliput keseruan Ngopi Bareng KAI di Stasiun Solo Balapan.

Pembagian kopi ini terbagi menjadi 2: ada di area stasiun dan di gerbong kereta api (ini untuk kereta api tertentu). Dalam tulisan ini, saya mau menceritakan pengalaman saya ngopi bareng KAI di area stasiun Balapan. Tepatnya di aula sebelum pintu masuk keberangkatan penumpang. Awalnya, hanya 50.000 cup yang akan dibagikan gratis. Tetapi karena antusiasnya para penumpang, pembagian kopi gratisnya tembus hingga 53.518 cup gratis di 11 kota, 13 stasiun, 40 perjalanan. Horrreeeee!

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan PT. KAI terhadap para petani kopi Indonesia, sekaligus memperkenalkan bahwa Indonesia kaya dan memiliki berbagai macamvarietas kopi dari masing-masing daerah”, ungkap Direktur Utama PT. KAI, Bapak Edi Sukmono dalam sesi wawancara di stasiun Tugu Yogyakarta yang saya kutip dalam press release resmi KAI.

Varian kopi yang dibagikan di tiap-tiap stasiun berbeda, karena kebanyakan berasal dari daerah dekat stasiun tempat diselenggarakannya ngopi bareng ini. Misalnya saja, saat di stasiun Balapan, ada varian kopi dari Pacitan, Temanggung, Magelang dan Gunung Lawu. Tetapi saat saya menyambangi booth¬nya satu per satu, ada varian kopi dari Bali, Flores, Papua dan Aceh yang disajikan. 




Saya yang sebetulnya awam tentang kopi, dalam acara ini mendapatkan pengetahuan baru. Sebelumnya menikmati kopi hanya berupa sachet-an dan mengira kalau rasa dasar kopi adalah pahit (yang kemudian manis jika dicampur gula, hihi). 

Menikmati Kopi Sambil Berbagi

Tidak melulu hanya membagikan kopi gratis saja, tetapi event kali ini juga memiliki tujuan charity. Selama pembagian kopi gratis, para barista diberi kesempatan menjual produk kemasan mereka yang berupa green bean, roast bean, ground coffe serta cold brew. Dari hasil penjualan tersebut, peserta telah menyumbangkan 10%-nya untuk charity. Hasil pengumpulannya disumbangkan untuk perbaikan gizi di daerah-daerah sekitar stasiun tempat penyelenggaraan acara tersebut.

Untuk dapat menikmati kopi gratis ini, calon pengunjung hanya menunjukkan aplikasi KAI Access yang sudah terinstal di HP-nya. Mudah kan? Ada sebagian penumpang yang mengira kalau menikmati kopi di acara tersebut berbayar, dan setelah dijelaskan oleh panitia dan dibantu mendownload aplikasi KAI Access, mereka menikmati aroma kopi lokal yang dibuat oleh para barista.

Di hari pertama, Bapak Nuruddin, Kepala Stasiun KA Solo Balapan ikut belajar langsung membuat kopi. Senada dengan yang diungkapkan oleh Dirut KAI bahwa beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini. Di salah satu booth, beliau meracik kopi dan sesekali diarahkan oleh barista. Setelah itu mengajak toast para pengunjung. Hmm, saya pun tidak kalah antusias untuk ikutan toast, hihi.



Oh iya, para pengunjung bisa bertanya hal-hal mengenai kopi bahkan bisa request kopi sesuai selera. Barista sharing pengetahuannya tentang kopi sambil menjelaskan produk kopi andalan mereka masing-masing. Yang perlu menjadi catatatn, para barista tidak memaksa pengunjung untuk membeli produknya, biasanya pengunjung yang meminta rekomendasi kopi mana yang enak untuk dinikmati sesuai selera mereka. Kalau pun tidak membeli, para barista pun tetap dengan senang hati membuatkan kopi dan menjawab pertanyaan para pengunjung yang antusias tentang proses membuat kopi.


Keseruan Acara Ngopi Bareng KAI

Nggak nyesel ikut acara ngopi bareng KAI, karena memang acaranya benar-benar seru! Acara yang dimulai pukul 10.00 dan berakhir pukul 21.00 ini memanjakan penikmat kopi, khususnya para penumpang yang hendak bepergian jauh dengan kereta api. Selain itu, para pengunjung yang ada di area Solo juga sengaja datang untuk mencicipi aroma kopi lokal. Mereka mendapatkan informasi dari beberapa sosial media dan meluangkan waktu untuk datang di event Ngopi Bareng KAI ini.

Tidak hanya para pengunjungnya saja, tetapi crew kereta Api yang telah/akan bertugas menyempatkan untuk menikmati kopi. Para petugas di area stasiun, cleaning service dan satpam juga menikmati keseruan acara yang dihelat selama 2 hari tersebut.




Para barista sangat antusias dalam mengenalkan produk kopi lokalnya dengan penuh rasa cinta. Untuk varian kopi dan cerita dari tiap booth-nya akan saya secara terpisah. Karena ada 7 booth kopi yang saying banget kalau nggak diulas. Dari para barista itu juga saya bisa mengenal jenis-jenis kopi lokal yang dimiliki oleh Indonesia yang tersebar di beberapa daerah. Selain itu, rasa kopi tidak melulu pahit, karena ada yang asam dan kecut juga. 



Dari acara ini, saya merasakan bahwa kopi nusantara tidak kalah enak dengan kopi luar negeri. Bagaimana rasa cinta para petani dan barista kopi yang dengan semangatnya mengenalkan varian kopi yang ada di daerahnya. 

Semoga di lain kesempatan, acara seperti akan dihelat lagi. Satu acara berjuta makna. Berawal dari “Ngopi Bareng KAI” yang terselip charity dan berbagi pengetahuan tentang kopi. Di kereta api yang menawarkan kopi cup untuk para penumpang saat perjalanan, ternyata merupakan salah satu upaya KAI untuk mengenalkan dan ikut memasarkan kopi nusantara.

3 komentar

  1. acara yang sungguh keren dan berfaedah. semoga diadakan lagi tahun depan dan diajak lagi wkwwkwkw

    BalasHapus
  2. Rame banget suasana Stasiun Balapannya. Sayang daku keburu tepar jadi nggak sempat nyusul di hari kedua. Masih penasaran mau ketemu dengan petani kopi dari brand Kopi Lawu dan peracik kopi origin dari beberapa kedai kopi yang baru pertama kali dengar, padahal semua dari Solo. :-)

    BalasHapus
  3. Keren! membuat senang para penumpang sekaligus membantu petani kopi, rata-rata di stasiun besar ya adanya, semoga eventnya berlanjut terus

    BalasHapus

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)