Featured Slider

Demam Mobile Legend

Tepatnya sebulan terakhir, tiap saya mudik ke rumah Bapak Ibu, suami kelihatan lengkeeeeet banget sama Iqbal, Lintang dan Khansa. Mereka berempat bergerombol di sofa atau depan TV dengan gadget masing-masing. Khansa dan Lintang pinjam HP saya karena mereka belum punya (sengaja belum diberi gadget karena belum terlalu perlu).
Sesekali salah satu diantara mereka menggadukkan kaki karena kalah main dan yang lainnya tertawa senang karena menang. Dan ternyata mereka sedang demam mobile legend. Oh iya, pas lebaran kemarin, skuad pemain mobile legend tambah Mas Joko dan Dio. Yah, mobile legend menyatukan mereka dalam "mabar" alias main bareng.

Sejujurnya, saya sampai sekarang belum paham rule permainan tersebut. Istilah mabar saja baru saya ketahui akhir-akhir ini. Entah kenapa anak-anak pada suka memainkannya, padahal sekelebat menyimak permainannya terlihat rumit. Tapi mungkin itu hanya pendapat abal-abal saya saja yang tidak terlalu menikmati games di HP.

Setiap weekend, anak-anak sumringah sekali karena omnya datang. Apalagi kalau bukan "mabar" mobile legend. Saat mobil kami belum terparkir sempurna di depan rumah, Khansa sudah beringsut lari menyambut kami. Dia mencium Ray. Disusul Lintang dan Iqbal di belakangnya. Nah, pas mobil mati dan suami memindahkan tas ke dalam rumah, anak-anak sudah menantang omnya, "Mabar yuk, Om!". Belum sempat menjawab, mata saya sudah melotot tanda nggak boleh (mainnya nanti dulu setelah beres-beres).

Kesepakatan

Gara-gara demam mobile legend ini juga saya sering berantem sama papinya Ray, huhu. Lha gimana nggak ngomel, pas saya pengen ke kamar mandi dan minta tolong megangin Ray, beliaunya bilang nanti. Kebelet woy! Akhirnya berantem. Fyi, permainan ini nggak bisa di pause. Awalnya saya nggak percaya, masa iya sih permainan nggak bisa di pause dan nanti dilanjutin lagi. Eh ternyata memang nggak bisa. Jadi kalau sekali main mobile legend, pemainnya harus "khusuk".

Cerita lain yang bikin berantem kalau misalnya sinyal providernya ngadat. Suami bisa bad mood karena permainan mobile legend butuh sinyal yang oke. Nah, pas mood jelek gitu kadang kanan kiri bisa kena getahnya. Makanya, saya hafal banget kalau raut wajahnya ketekuk berarti permainannya kalah. Dan alasan klisenya adalah sinyalnya jelek.

Semula mobile legend hanya sekadar buat refreshing, eh ternyata bikin nagih. Apalagi sebagian besar keluarga saya juga ikut main. Suami jadi merasa tertantang buat menang kalau pas main bareng. Nah, biar hubungan kami nggak sakit gara-gara demam mobile legend, maka kami berdua membuat KESEPAKATAN.

Pertama, kapanpun saya butuh bantuan buat memegang Ray dan beliau sedang main mobile legend, nggak ada alasan untuk bilang nanti karena Ray is our priority. Kesepakatan pertama ini juga bertujuan biar mereka berdua punya quality time lebih banyak. Kedua, kami berdua sama-sama tersenyum saat meminta tolong maupun menanggapinya. Awalnya masih sulit tapi lama-lama kamk berdua malah kreatif lho. Misal saya lagi ada keperluan, saya minta tolongnya pake senyum ke suami dan suami mau jutek karena "war mobile legend" terganggu, tapi pas ngliat senyum pepsodent saya, suami nggak jadi BT.

Sementara dua klausul itu menjadi pengingat kami berdua agar demam mobile legend tidak membuat kami uring-uringan. Saya pun tidak mengada-ada untuk minta bantuan atau melarang suami buat main mobile legend dan beliau juga memperbaiki agar me time-nya tidak bablas jadi berlebihan.

Bagi pasutri, suami atau istri kalian juga terkena demam mobile legend nggak sih? Next time, saya juga mau ah sekali-kali main juga buat  mengobati rasa penasaran seasyik apa sih gamesnya. Siapa tau bisa mabar dan menang, hihi.

Lintang pengen beli HP baru

Kemarin, Lintang nyeletuk tentang keinginanya beli HP kayak bapaknya, asus zenfone 5. Sebelumnya dia juga sudah ngebet pengen Iqbal yang sudah memiliki HP sendiri, tidak numpang Bapak Ibunya lagi. Tapi, karena dirasa belum butuh, bapak ibunya melarangnya.

Minggu lalu Lintang ke Kudus buat penilaian badminton dari Djarum. Selama disana, dia nebeng temannya buat komunikasi dengan bapak ibunya. Pas pulang ke rumah, dia nanya lagi tentang asus zenfone 5 (sebenarnya dia belum tahu nama spesifikasi HP ini. Hanya bilang pengen beli HP kayak Bapak). Dia juga punya uang sendiri hasil THR dan menang kejuaraan badminton yang dikumpulkannya.

Lintang juga sudah sounding sama Iqbal mau beli HP dan nantang buat mabar mobile legend, ahaha. Minggu ini dia Kejurcab badminton di Klaten. Sementara libur main mobile legend-nya dan fokus latihan. Di sela latihan, dia gencar minta izin buat beli HP sendiri. Duh ya, gara-gara demam mobile legend sepertinya harus ada kesepakatan sama Lintang juga biar nggak bablas mainnya.

So, apa kalian juga lagi demam mobile legend juga?

7 komentar

  1. Demam mobile legend memang dimana-man mbak, kalau HP nya sudah miring pada gak bisa diganggu.

    BalasHapus
  2. Tua muda sekarang lagi pada demam mobile legend semua, kalau lagi main di ajak ngomong pun kadang gak digubris.

    BalasHapus
  3. Main mobile legend sebenernya boleh saja buat hiburan, asal jangan sampai lupa waktu ya mbak

    BalasHapus
  4. MAin mobile legend memang kelihatannya seru banget, apalagi waktu mabar. Sayangnya saya gak begitu suka main game hehe

    BalasHapus
  5. Kadang saya juga sebel mbak gara-ga mobile legend jadi suka lupa waktu.

    BalasHapus
  6. untunglah aku ga demam main ini, hihihi

    BalasHapus
  7. Hahaha,, fenomena Mobile Legend. Kalau lihat orang megang HP-nya Landscape dan mukanya serius, bisa dipastikan itu lagi war ML yaaa hihihi.

    Aku main juga sih mbak, tapi AOV.. mirip2 lahh

    BalasHapus

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)