Featured Slider

#2019JadiASN, Pemberkasan CPNS Dosen


Seperti sebelum-sebelumnya, setiap hari Bapak Ibu menanyakan tentang pengumuman hasil CPNS. Beberapa instansi sudah mulai pengumuman sejak akhir Desember. Jadi, pas tahun baru sampai pertengahan Januari 2019, pertanyaan Bapak tiap pagi siang sore adalah "sudah pengumuman, Nduk?".

Oh iya, pengalaman ikut tes kemampuan dasar juga pernah saya share sebelumnya.

Baca: Seleksi Tes Kemampuan Dasar CPNS DOSEN

Wajar saja, soalnya beberapa tetangga saya yang ikut CPNS sudah pengumuman. Dan yang dinyatakan lulus sudah pemberkasan. Fyi, saya baru tahu keinginan kuat orangtua yang berharap anaknya jadi PNS. Asli, semula saya jengah, karena berpikir mereka itu kuno. Mengagungkan PNS untuk masa depan anak-anaknya. 

Tapi saya mulai memposisikan diri menjadi Bapak, yang tiap tahun semangat sekali mendoakan saya menjadi CPNS. Karena yaa, separuh hidupnya menjadi PNS guru dan menghidupi keluarganya dari gajinya. Kami berempat bisa sekolah tinggi dari jerih payahnya. Kala itu, PNS belum ada harganya dan belum dilirik sama sekali. Tetapi Bapak menjalaninya sepenuh hati. Makanya, saat beliau menganjurkan saya mendaftar menjadi CPNS, saya tidak mencibir lagi. 3 atau 4 tahun pertama mengikuti CPNS, saya masih setengah hati. Tapi 2 tahun terakhir ini, saya benar-benar ikut. Bukan semata-mata untuk Bapak. Tapi karena memang saya ingin....

Dan setelah 6 kali mencoba, saya LULUS juga.

11 Januari, Dikti mengumumkan hasil integrasi CPNS. Saya mendapat skrinsut dari teman saya yang sama-sama lulus. Saya bilang suami untuk mendownload pengumuman resminya tetapi webnya tiba-tiba eror. Mungkin karena banyak yang mengakses.

Baca juga: Seleksi Tes Kemampuan Bidang CPNS DOSEN 

Agak siangan, saya bisa mendownload

1. Pantengin web instansi terkait pemberkasan.

Kalo dosen web ristekdikti sama kampus yang dilamar

2. Baca seksama syaratnya.

Kalau misal ada yang belum ngerti, tanyakan pada sumber terpercaya. Jangan bilang KATANYA, huhu. Karena eh karena, sumber tetangga biasanya dari grup sebelah dan sebelahnya lagi, ahaha.

Misal: kemarin saya multitafsir mengenai ijasah yang dikumpulkan cukup s1 dan s2 saja atau ijasah mulai dari SD. Soalnya di lampiran satuhanya menyebutkan ijasah S1 dan S2 saja, tapi di lampiran lain menerangkan pejabat yang berwenang melegalisir mulai dari tingkat SD hingga S2.

Kalau ristekdikti ada hotline-nya kok. Kalau ada pertanyaan atau keluhan bisa dial ke 1500661. Ke instagram @kemenristekdikti juga responsif adminnya. Wajib ngikutin web kampus juga lho, soalnya ada pengumuman mengenai pengumpulan berkas-berkasnya. Bahkan sebelumnya, ada pembekalan pemberkasan.

3. Datang ke pembekalan


Tiap instansi biasanya ngasih pembekalan untuk melengkapi pemberkasan. Cek dan ricek webnya untuk mengetahui pengumuman tersebut. Kemarin saya dapat info dari teman yang juga lolos dosen di kampus yang sama. Saya nggak ngecek web kampus karena merasa ngerti semua syarat-syarat yang diminta *congkak :D. Tapi, datang pembekalan sangat membantu lho. Makanya luntur semua kecongkakan saya, karena ada beberapa hal yang missed.

Yang datang pembekalan banyak lho. Saya telat dan duduk paling depan dengan kursi tambahan, ahaha. Selain dapat kenalan, ternyata dalam pembekalan dijelaskan teknis pemberkasannya. Meluruskan pemahaman saya yang keliru.

Misal: di ketentuan legalisir ijasah s2 bisa ditandatangani oleh rektor/direktur/dekan. Sebelumnya saya minta legalisir dekan yang notabene mudah didapatkan dan tidak perlu mengantri. Tapi ternyata harus direktur pascasarjana yang berwenang legalisir :(. Baagian kepegawaian menjelaskan ijasah mana yang boleh ditandatangani dekan, mana yang direktur. Trus saya langsung fotokopi, antri minta tandatangan pak direktur deh. Dan satu lagi, legalisir ijasahnya hanya s1 dan s2 aja,ga perlu dari SD :D.

Nah, kalau rumahnya jauh gimana, sist? I dunno! Karena Klaten-Solo deket sih, jadi ga bisa jawab pertanyaan tentang jarak ini, ahaha. Oh iya, prefer nyiapin legalisir ijasah setelah dinyatakan lulus. Bagi yang udah punya tapi legalisirannya lama, bikin baru lagi daripada bolak balik. Saya punya legalisiran tahun 2015, tapi dianjurkan minta legalisiran lagi.

4. Gabung ke Grup WA atau sejenisnya

Kalau dulu trendnya adalah grup Facebook, tapi sekarang udah era digital yang bisa chit chat via whatsapp. Anggotanya pun juga bisa muat banyak,ahaha. Di meja registrasi, saya diminta nomor HP untuk dimasukkan ke grup WA, dan alhamdulillah saaangat membantu.

Oh iya, gabung di grup WA juga wajib memilah-milah informasi lho ya. Karena bakalan banyak anggota yang ngasih info A, B sampai Z yang kadang bikin bingung :(. Bahkan ada yang membandingkan syarat pemberkasan di ristekdikti dengan instansi lain. Astaganaga, kenapa bikin pusing *elap peluh*.

5. Kalau bisa berkasnya diantarkan langsung

Semula, saya pengen ngirim berkasnya via pos. Biar simple. Toh sudah paham syarat yang dikumpulkan dan udah ikut pemberkasan. Tapi, datang langsung adalah pilihan tepat. Karena kita bisa ikut kroscek kelengkapannya di hadapan panitia.

Keuntungan datang langsung adalah, kita memperoleh tanda terima. Oh iya, dari rumah usahakan sudah disusun sesuai urutan semestinya, untuk memudahkan panitia cek list. Misal pertama foto, kedua KTP, ketiga surat pernyataan dst.

Jangan mepet-mepet ngumpulinnya. Karena kalau ada yang kurang, kita masih memiliki waktu buat mencari kelengkapan dokumennya. Kemarin saya ngumpulin di hari pertama, datang langsung ke kampusnya. Ternyata di hari ketiga, saya dihubungi sama pihak kepegawaian kalau saya kurang menuliskan keterangan sehat jiwa di daftar riwayat hidup.

Saya langsung kembali keesokan harinya untuk menuliskan kekurangan tersebut. Ternyata hari itu adalah hari pengumpulan. Banyak sekali yang mengumpulkan via pos dan panitia sedang mengkroscek satu per satu.

Balik ke kampus buat melengkapi berkas

Ada beberapa yang kurang lengkap dan parahnya tidak mencantumkan nomor HP :(. Baiklah, mungkin dia mengira kalau panitia adalah cenayang.

6. Bikin skala prioritas

Kalo dilihat sekilas, syarat pemberkasannya banyak. Padahal tidak. Hanya saja pengurusannya saja yang membutuhkan waktu. Misal: surat sehat jiwa raga, skck, legalisir, TULIS TANGAN (karena ini yang menurut saya berat :D). Nulis tangan surat lamaran rangkap 3 saya lakukan di malam hari ketika Ray bobo. Lama banget ga nulis tangan untuk urusan formal ternyata pegel juga.

Karena waktunya singkat, kita harus membuat skala prioritas. Besok saya harus ngurus skck sampai selesai. Lusa ngurus surat sehat jasmani rohani sampai selesai dst.

Yang pemberkasan itu banyak. Dari berbagai instansi. Dan kemarin pas barengan sama para kepala desa yang juga mencari syarat-syarat untuk mendaftar lagi. Jadi, yaaaaaa, antri :D.

Antri bikin SKCK

Alhamdulillah pemberkasan beres! :)

7 komentar

  1. Selamat ya Ayaa...ini ntar ngajar di Kentingan?

    BalasHapus
  2. Wah keren mb Aya selamat ya barakallah 🙏🏻🙏🏻

    BalasHapus
  3. Wah selamat mbak. Semoga sukses selalu hehe :)

    BalasHapus
  4. Wah sudah melewati tahap pemberkasan ya, semoga sekses Bunda

    BalasHapus
  5. Sukses selalu Bunda. Memang terkadang pada saat pemberkasan ada saja ya yang kurang lengkap

    BalasHapus
  6. Wah keren Bun. Tetap berjuang Bun semoga semua prosesnya dimudahkan oleh Allah SWT amin :)

    BalasHapus
  7. Memang semuanya sulit di awal harus butuh perjuangan. Nati Bunda juga akan memetik hasilnya amin

    BalasHapus

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)