Blogger Gathering at Grand Tjokro Hotel Klaten


Sabtu pagi, 23 September 2017, saya mendapatkan invitation dari KEB untuk menghadiri blogger ghatering di Grand Tjokro Hotel Klaten. Honestly, saya tertarik hadir karena memang dekat dari rumah. Alasan lainnya adalah, saya bisa berjumpa dengan blogger-blogger Klaten.

Acaranya hangat sekali, dibuka dengan breakfast yang diselingi dengan obrolan ringan mengenai potensi yang dimiliki Klaten hingga menceritakan tentang Grand Tjokro Hotel Klaten. Mbak Ayu menyambut kami dengan excited dan mengharapkan ke depan bisa terjalin kerjasama dengan blogger jika ada event-event menarik lainnya. 

Hotel Tour

Kurang lebih pukul setengah 10, Mbak Ayu dan Mas Herman dari Tim Manajemen hotel mengajak kami untuk hotel tour mengenalkan satu per satu ruangan yang ada di Tjokro Hotel Klaten. Dari hotel tour tersebut, saya bisa menyimpulkan beberapa hal:

Mengenalkan Menu Lokal

Saat breakfast, saya hanya membatin kenapa menunya identik dengan menu Jawa. Mulai dari aneka masakan bacem, bubur mutiara dan sum-sum, pecel dan nasi liwet. Menu lainnya seperti roti, omelet, nasi dan beberapa lauk tetap ada, tetapi pagi itu saya seperti sarapan di rumah sendiri karena masakannya nJawani. Ternyata saat saya menanyakan kepada pihak hotel, mereka mengusung konsep pangan lokal. Pagi itu resep makanan dari Jawa, dan untuk ke depannya, mereka berencana untuk mengusung makanan tradisional dari beberapa daerah di Indonesia. Yay! Pengunjung bisa dimanjakan aneka masakan nusantara, lho!




Bubur sum-sumnya enak sekali. Beberapa menu lain pun tidak mengecewakan lidah. Ah iya, berbeda dengan beberapa sajian nasi goreng yang berada di hotel lain, yang biasanya langsung tersaji. Di hotel ini nasi gorengnya made by order. Sehingga, penyajiannya dapat dinikmati dalam kondisi hangat. So yummy!




Friendly untuk Anak-anak

Di dekat restauran disediakan kids corner yang nyaman. Sehingga saat anak-anak bosan, mereka bisa bermain di area tersebut. Ada beberapa permainan yang bisa dicoba anak-anak. Kemarin pun salah satu anak dari teman blogger juga mencoba bermain di sana. Konsepnya menarik ya, pemilihan lokasi kids corner yang tidak jauh dari restoran memudahkan orangtua untuk memanjakan anaknya yang bermain tetapi tidak mengganggu sesi makan keluarga, karena lokasinya bersebelahan saja.

Fasilitas Lengkap

Menurut saya, untuk kapasitas hotel bintang 3, Grand Tjokro Hotel Klaten ini fasilitasnya lengkap.

1. Kamar yang Hommy

Ada 54 kamar dengan 3 tipe kamar yang disediakan: Suite (2 room), Deluxe (28 room) dan Superior (24 room). Untuk tipe Suite bisa menjadi rekomendasi menginap untuk keluarga karena kamarnya sangat luas. Bed-nya pun sangat comfortable, sehingga kesan hommy semakin melekat, hihi.

Untuk tipe Suite, kamar mandinya disekat kaca transparan tertutup gorden. Cocok banget kalau mau honeymoon atau baby moon, hihi. Di bagian depan ada ruang santai untuk duduk-duduk. Kamar ini dibandrol dengan harga 1,6 juta/day.


Nah, deluxe dan superior juga bisa dijadikan rekomendasi keluarga atau corporate saat ada acara. Deluxe lebih luas dari superior, sehingga jika teman-teman menginginkan suasana yang sedikit lega dan harga terjangkau bisa memesan tipe kamar ini.


Penasaran? Teman-teman bisa nyobain sendiri staycation ke hotel ini :)

2. Ball Room dan Meeting Room

Nah, kemarin saat hotel tour, kami juga diajak melihat ball room dan meeting room. Ball room Borobudur sangat luas. Biasa direservasi untuk acara wedding party. Eh, tapi untuk acara kantor juga bisa kok! Untuk acara wedding, ball room ini berkapasitas 700 tamu dengan model standing party. Dengan arsitektur yang megah, lampu kristal yang mewah, dengan relief borobudur sesuai namanya.


Prambanan hall lebih kecil dari borobudur. Ruangan tersebut berkapasitas 250 tamu (model standing party). Biasanya ruangan ini untuk meeting corporate. Ada 3 tipe meeting room: mendut, kalasan dan sewu. Nama ruangannya sangat unik karena menggunakan nama-nama candi, sehingga mudah diingat oleh para pengunjung, termasuk saya.hehe.


3. Free wifi

Fasilitas ini krusial lho, apalagi untuk yang bekerja secara mobile dan bergantung dengan internet. Saat blogger gathering kemarin saya menggunakan wifi untuk posting beberapa foto ke sosial media. Menurut saya, wifi-nya lancar dan memudahkan saya untuk stalking beberapa foto rekan blogger lainnya yabg kebetulan juga mengadakan blogger gathering dengan hotel yang dikelola oleh SAS Hospitality.

Oh iya, acara ini juga diselenggarakan di hotel grand tjokro yang lain: Jakarta, Jogja secara serentak. Dengan wifi hotel, saya juga bisa menyaksikan kemeriahan mereka yang diupload di sosial media.

4. Spa, Terrace Coffee and Karaoke

Bagi pengunjung yang mau rileks, bisa mencoba spa atau karaoke untuk melepas penat. Untuk yang hobby ngopi, disana juga ada terrace coffe lho. Setelah ngopi trus spa, atau sebaliknya? Hihi.

5. Batik Lounge

Nah, di dekat resepsionis ada batik lounge. Yang gemar mengoleksi atau mengenakan batik, bisa melihat-lihat sejenak koleksi batik saat menginap disana.

Lokasi Strategis

Setelah membahas tentang fadilitasnya, hal yang tidak kalah penting untuk memilih hotel adalah lokasinya. Lokasinya sangat strategis karena berada di tengah kota, sehingga memudahkan pengunjung untuk bergerak kemana saja. Untuk yang berada di luar kota, akses ke stasiun Klaten cuma 5-10 menit. Selain itu, aksesnya pun juga mudah dijangkau jika teman-teman turun di bandara Jogja.

Memang sih, Klaten tidak memiliki mall seperti Jogja atau Solo. Tetapi, teman-teman bisa mengunjungi wisata atau kulinernya yang tidak kalah dengan kedua kota tersebut. Ada Prambanan, Gondang Winangun yang setiap sore ramai dikunjungi warga sekitar untuk foto-foto, rowo jombor dengan kuliner sea food yang menggugah selera, umbul ponggok bagi yang hobby berenang dan berfoto di bawah air. Nah, akses ke beberapa tempat wisata tersebut mudah dan cepat dari Grand Tjokro Hotel Klaten.

Harga Kompetitif

Nah, pertimbangan lain saat memilih hotel adalah pada harganya. Ada promo menarik dan beberapa paket hemat yang bisa menjadi pilihan teman-teman untuk beberapa keperluan. Mulai dari table manner package seharga 100.000/pax dengan fasilitas spesial ruangan selama event, free photo corner, sertifikat, handbook. Biasanya paket ini di-book untuk acara kantor atau seminar-seminar yang diadakan oleh kampus. Paket ini bisa menekan budget anggaran lho!

Selain itu juga ada paket meeting yang dibandrol mulai harga Rp.35.000 nett. Fasilitas yang diberikan adalah ruangan meeting, sound sistem standar, layar LCD & projector, standar amenitis dan koneksi wifi gratis.

Oh iya, bagi yang merencanakan menikah dan ingin menyelenggarakan resepsi di gedung, Grand Tjokro Klaten juga menyediakan paket kawin heboh, hihi. Harganya mulai dari Rp. 6.500.000 ++. Tempatnya di Ball Room dengan arsitektur yang megah. Free ruang untuk make up dan free 2 jam karaoke serta berbagai variasi menu makanan prasmanan yang bisa dipesan. Yang tidak kalah ketinggalan, pasangan pengantin mendapatkan tarif kamar khusus buat bulan madu *mupeng: mode on

Harganya benar-benar kompetitif bukan? Yuk manfaatkan sesuai kebutuhan.

Informasi tentang hotel, promo dan fasilitas hotel saya dapatkan dari Mbak Ayu yang menjadi guide kami saat hotel tour. Di akhir acara, pihak Grand Tjokro Hotel Klaten melanjutkan ngobrol sambil memberikan kuis yang berhadiah voucher. Ternyata takzim menyimak penjelasan dari Mbak Ayu sangat berguna, karena saya bisa menjawab 3 pertanyaan dari beberapa pertanyaan yang diberikan, ekekeke. Suasananya sangat cair. Saat ngobrol pun, kami disuguhi dessert yang lumer.

Oh iya, yang mau reservasi di Grand Tjokro Hotel Klaten, teman-teman bisa langsung datang ke Jalan Pemuda Selatan 42 Klaten. Atau bisa via phone: 0272-333388, fax: 0272-333377, email: klaten@grandtjokro.com atau bisa kepoin website resminya di www.grandtjokro.com/klaten

Kehangatan acara kemarin sempat saya rekam dan posting di youtube. Watch it out ya!

Selamat berakhir pekan teman-teman, bahagia selalu :)

Testpack Strip Satu


Waktu itu saya ingat betul, saat pertama kali saya terlambat haid 5 hari dan memutuskan untuk membeli testpack. Awalnya biasa saja rasanya, tetapi setelah melihat hasilnya, strip satu, rasanya kok sesak sekali. Apalagi ditambah keesokan harinya saya mendapatkan siklus bulanan.

Honestly, waktu itu saya tidak berekspektasi banyak. Selain ingin mencoba cara pemakaian testpack dan penasaran kenapa saya telat haid. Karena biasanya saya tepat waktu atau bahkan maju. Tapi kok yang namanya hati itu tidak bisa dibendung mau bagaimana. Sejenak mematung menyaksikan strip satu di testpack, mengharap ada strip lainnya tapi ternyata tidak ada.

Air mata saya tiba-tiba meleleh. Ini di luar rencana saya. Saya hanya ingin mencoba tanpa menangis saat tahu hasilnya. Atau jangan-jangan sebelumnya saya emang berharap strip dua yang muncul? Berkali-kali saya bilang baik-baik saja, tapi toh air mata tidak bisa membohongi lisan saya yang saya sugesti sebelumnya.

Testpack itu saya simpan di lemari. Entah kenapa saya tidak membuangnya, tapi saya pun tidak mengerti alasan mengapa menyimpannya (sampai sekarang). Seharian itu hati saya seperti gado-gado, ingin rileks tapi hati dan pikiran tidak sinkron sama sekali.

Ekspektasi Orang Lain

Di usia pernikahan saya yang kelima, di bulan April, tidak sedikit yang menanyakan kehamilan saya. Saya hampir saja tidak bisa membedakan mana yang sungguhan bertanya karena perhatian atau sekadar basa-basi. Yang paling membuat saya prihatin, banyak yang membandingkan dan seakan-akan kecewa karena saya tidak lekas hamil. Ada yang baru menikah langsung hamil. Yang nikahnya barengsaya juga hamil. Sehingga mereka berekspektasi bahwa seharusnya saya seperti mereka yang tidak kelamaan hamil setelah menikah. Payahnya, ada yang menjustifikasi bahwa karir yang membuat kami menunda kehamilan itu sendiri *deepsigh*.

Saya hampir saja mengikuti alur ekspektasi kebanyakan. Terburu-buru dan memaksakan untuk hamil dan kecewa saat mengetahui saya haid. Di bulan berikutnya malah saya terlambat 10 hari dan di hari kesebelas menstruasi. Desir kecewa itu semakin kesini semakin deras karena saya tidak bisa mengontrol diri sendiri dan seakan trauma menggunakan testpack. Karena takut tergugu sendirian. Tetapi tanpa testpack pun, saya bisa tergugu sendirian saat haid setelah 10hari telat. Itu murni kesalahan saya. Salah karena bukan hanya hamil yang saya inginkan, tetapi ingin membuktikan ekspektasi orang lain juga bahwa saya bisa hamil. What stupid i am!

Keluarga adalah segalanya!

Saya akhirnya bisa keluar dari belenggu yang saya buat sendiri. Salah satunya adalah bantuan dari keluarga. Dari keluarga saya tidak memberikan tekanan baik berupa pertanyaan atau hal lain yang mengarah ke kehamilan. Di keluarga suami pun juga membesarkan hati tanpa menyinggung atau menjustifikasi.

Cukup di bulan April dan Mei saya merasa tidak nyaman, tidak untuk bulan-bulan berikutnya. Selain keluarga, saya bisa melaluinya karena suami yang tidak kalah menyerah membuat saya up tanpa terbebani.

"Bersyukur Dik. Selain itu juga sabar...." pesan suami singkat, tapi realisasinya itu, huhuhu.

Bagi sebagian orang, testpack dengan strip satu merupakan hal biasa. Bahkan bisa dengan jumawa "Masa belum juga sih?" Dengan entengnya. Tetapi untuk sebagian yang lain, termasuk saya yang pernah mengalaminya, untuk hanya membelinya dan melakukan tespack perlu keberanian yang lebih. Bahkan harus lebih berani saat hasilnya belum sesuai dengan keinginan.

Ah iya, dalam hal ini ada 2 ujian; pertama ujian untuk kita berkata dan bertanya dengan baik terhadap hal yang dianggap sensitif bagi orang lain. Ini berlaku untuk mereka yang gencar menanyakan "kapan nikah?" "Udah isi belum?". Yang kedua adalah ujian untuk selalu berprasangka baik kepadaNya. Ini berlaku untuk mereka yang hampir selalu ditanya-tanya dan bahkan speechless mau menjawab apa. 

Belajar Forex Trading Bersama FOREXimf.com


Sejak memutuskan untuk resign, saya masih meraba-raba untuk mengalokasikan uang untuk investasi sehingga pos-pos kebutuhan dapat terpenuhi. Saya tidak hanya memikirkan pos kebutuhan sekarang saja melainkan juga menyusun anggaran keuangan untuk masa depan. Tidak heran, karena semakin kesini kebutuhan semakin banyak, apalagi setelah menikah. Hehe.

Menabung dan investasi tidak luput dari perhatian saya karena saat perkuliahan ada seorang teman yang sharing tentang hal tersebut dalam mengelola keuangan rumah tangganya. Sebagai pasangan suami istri baru, saya pun takzim mendengarkannya dan open minded terkait hal tersebut.

Nah, kemarin waktu perjalanan ke Semarang, saya dan suami menyimak ilmu baru melalui webinar yang diselenggarakan oleh FOREXimf.com. Kami berdua belajar mengenai forex trading. Beberapa hal kami diskusikan selama perjalanan di mobil tentang hal tersebut. Oh iya, teman-teman sudah mengenal forex trading? Kalau belum, yuk saya jelaskan singkat, hitung-hitung saya flashback materi webinar kemarin, hehe.

Forex Trading

Forex merupakan singkatan dari “Foreign Exchange”, atau pertukaran mata uang asing. Istilah yang lebih sering umum adalah valuta asing (valas). Membahas mengenai forex (valas) berarti berbicara mengenai nilai suatu mata uang terhadap mata uang lain. Mata uang tersebut dibandingkan nilainya terhadap mata uang yang lain, yang kemudian membentuk “valuta” atau “kurs”. Contoh yang paling sederhana adalah kurs dollar Amerika (USD) dengan mata uang Indonesia: yaitu rupiah (IDR). Perbandingan nilai USD dengan IDR itulah yang kemudian dikenal dengan istilah “kurs dollar terhadap rupiah”. Jika mencermati di bank-bank atau money changer, atau mencermati perkembangan valas di televisi atau koran, kurs dollar terhadap rupiah ini sering dituliskan dengan simbol USD/IDR. Paham kan?

Nah, 1 dekade terakhir ini, perkembangan perdagangan forex (forex trading) di Indonesia sangat pesat. Hampir seluruh lapisan masyarakat telah mengenal forex atau bahkan terlibat langsung dalam perdagangan forex. Hal ini cukup wajar mengingat peluang yang bisa diraih dalam perdagangan forex sangatlah besar. Peluang tersebut disebabkan karena pasar uang merupakan pasar finansial terbesar di seluruh dunia. Mengingat semua kegiatan  ekonomi bertumpu pada mata uang.

Saya bisa menyimpulkan bahwa pasar uang akan tetap  berjalan selama masih ada kegiatan ekonomi. Realitanya, jika bertransaksi forex secara online, kita bisa bebas melakukan transaksi kapanpun dan dimanapun selama 24 jam dalam sehari dan lima hari dalam seminggu (Senin hingga Jumat). Makanya sebagai pemula, saya ingin belajar bersama FOREXimf.com. Oh iya, teman-teman juga bisa ikut lho, karena dalam hal ini everyone can trade!

Refer & Get Money Bersama FOREXimf.com

Teman-teman mau nyobain juga? Kalau memang belum paham banget tentang forex, gak usah khawatir! Coba dulu gabung bersama FOREXimf.com untuk belajar dan praktik melakukan trading. Ada program refer & get money yang merupakan pertama dan satu-satunya di broker forex Indonesia. Jadi, referral program dengan sistem multilevel income. Cukup mereferensikan refferal teman-teman dan selebihnya akan dibantu oleh pihak FOREXimf.com

Cara bergabungnya mudah kok! Nih alurnya.

Legal Gak Sih?

Sebelum memulai bisnis atau investasi, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui dengan pasti apakah bisnis atau investasi tersebut telah memiliki payung hukum (aspek legalitas). Tentunya kita akan merasa tenang kalau dana kita diinvestasikan pada bisnis yang jelas memiliki legalitas. Dalam hal ini, kita akan mengetahui seluk-beluk perdagangn berjangka berikut aspek legalitas yang menaunginya, sehingga tidak akan ragu untuk berkecimpung dalam bisnis ini.

Ah iya, bisnis ini termasuk “perdagangan berjangka” yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. Jadi, kegiatan perdagangan berjangka di Indonesia; atau lebih popular dengan istilah “trading”; memiliki landasan hukum yang kuat.

Segala kegiatan perdagangan berjangka diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), yang merupakan sebuah badan yang berada di bawah Departemen Perdagangan Republik Indonesia. Struktur industri Perdagangan Berjangka Komoditi di Indonesia bisa dicermati pada bagan berikut ini:


PT International Mitra Futures (FOREXimf.com) telah memiliki izin resmi sebagai pialang berjangka. Izin tersebut dikeluarkan oleh BAPPEBTI dengan nomor 736/BAPPEBTI/SI/6/2005. FOREXimf.com juga merupakan anggota Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Kliring Berjangka Indonesia (KBI), serta Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX).

Pastikan teman-teman hanya bertransaksi melalui pialang berjangka yang sudah memiliki legalitas dan keanggotaan yang lengkap seperti FOREXimf.com. Sebab, dengan demikian dana Andateman-teman akan aman karena disimpan di “segregated account” (rekening terpisah) yang diawasi oleh pemerintah. Rekening tersebut harus disetujui oleh BAPPEBTI dan Kliring Berjangka Indonesia.



Meikarta dan Polemik Perizinannya

source: meikarta-lippocikarang.com
Proyek raksasa Meikarta di Cikarang sungguh menuai polemik sejak awal perencanaannya. Terang saja, mulai dari kasak-kusuk tentang hegemoni asing di Indonesia, hingga izin pembangunan proyek pemukiman, sedang gencar dibicarakan publik. Lahan 600 hektar ini disebut-sebut baru memiliki Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) sebagai tindak lanjut adanya izin lokasi.

Membahas tentang izin memang sangat menarik, makanya kemarin saya mengangkat isu tersebut menjadi tema besar penulisan tesis karena memang hal itu sangat krusial. Saya mengulas hal tersebut setelah diskusi dengan dosen di sela-sela perkuliahan. Nah, kali ini yang sedang hangat dibicarakan adalah mengenai Meikarta dan aspek perizinannya. Proyek terbesar selama 67 tahun terakhir ini disebut tersandung urusan perizinan.

Hal itu diperkuat dengan penjelasan dari Eddy Nasution selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), bahwa pihaknya telah meminta Lippo Group untuk menghentikan pembangunan Meikarta sampai seluruh perizinan selesai dipenuhi. Saat ini pembangunan tersebut baru sebatas penanaman pohon, rumput, dan pengiriman alat konstruksi seperti crane dan sebagainya. 

Mengacu kepada peraturan, setelah mendapatkan IPPT, seharusnya pihak Lippo menyampaikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), mendapatkan Izin Lingkungan, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), setelah itu baru bisa memulai proses pembangunan. Jika seluruhnya sudah terpenuhi, barulah pembangunan bisa dilakukan.

Belum cukup sampai di situ, muncul kehebohan baru karena Meikarta menyelenggarakan Grand Launching sekaligus promosi pada 17 Agustus lalu, dengan mengadakan sistem booking fee sebesar 2 juta rupiah saja. Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar sempat menyayangkan tindakan Lippo yang tetap melangsungkan aktivitasnya meski belum mengantongi izin lengkap. “Harusnya pihak berwenang bisa menghentikan itu,” ujarnya kepada salah satu media.

Berbanding terbalik dengan kabar yang beredar, Danang Kemayan selaku Direktur PT Lippo Karawaci mengungkapkan bahwa tidak ada masalah dalam pembangunan, dan penuntasan perizinan proyek ke Pemerintah Kabupaten Bekasi sedang diproses oleh pihak manajemen.

Lebih lanjut, Danang menjelaskan bahwa aktivitas pemasaran yang dilakukan Lippo adalah sebuah hal yang wajar, yakni dengan terlebih dulu menjual konsep. Toh yang dibayarkan oleh pelanggan saat ini bukan berupa down payment atau uang muka, melainkan hanya booking fee, dan hal tersebut tidak memerlukan perizinan.

Sebagai masyarakat, pelik rasanya mengikuti perkembangan informasi Meikarta dari satu masalah ke masalah lain. Masalah yang ada seolah tak kunjung henti bermunculan. Jika ditelaah kembali, apakah benar Meikarta menyalahi aturan? Sedangkan menurut pemberitaan, lahan sebesar 84,6 ha sudah mengantongi izin untuk membangun pemukiman  dan izin yang dikeluarkan pun blok per blok sesuai dengan blok-blok yang dipasarkan saat launching. Pernyataan ini merupakan klaim dari pihak Meikarta.

Supaya tidak berlarut-larut, seharusnya diadakan diskusi antara instansi pemerintah terkait dan pihak Meikarta untuk membahas perizinannya. Sehingga, Meikarta bisa melengkapi kekurangan perizinan apa saja yang dibutuhkan dan prosedur apa saja yang harus dilalui sesuai dengan arahan pemerintah. Hal tersebut dapat bisa mencegah atau bahkan meminimalisir polemik yang terus bergulir di media massa.

Saya menantikan pihak pembangun dan pemerintah melakukan hal tersebut dan percaya bahwa mereka akan kooperatif menjalankan proses perizinan dengan cermat dan tepat hingga tuntas.


Bertumbuh Bersama

Kamu yang secara otodidak membuatku merasa "cukup", padahal sebelumnya merasa berapi-api dipenuhi ambisi.

Kamu yang entah mulai kapan, menjadi tukang puk-puk dan peluk yang sangat menenangkan di tengah isakanku yang sebelumnya meletup-letup.

Sulit untuk memahami diriku sendiri, tapi kamu selalu bilang "Coba lagi dan belajar" sambil tersenyum.

Kamu yang mengajari tanpa menggurui bagaimana arti mertua adalah juga orangtua kita. Bagaimana aku melalui lebaran pertama dengan sendu dan kamu tanggap dengan rautku sambil memeluk bilang "terima kasih". Dan entah terima kasih untuk apa. Aku baru menyadari bahwa itu apresiasimu karena aku bisa membiasakan diri.

Saat ujian kamu datang jauh-jauh hanya ingin bertanya "Bisa kan?". Huft sekali. Dan sorenya aku harus berpacu gas motorku agar bisa menghampirimu di stasiun peron itu. 10 menit akhirnya aku menemukan siluet jaketmu di tempat duduk seperti biasa.

Aku duduk di sebelahmu yang memainkan gadget, beberapa detik kemudian kamu menoleh dan melontarkan senyum itu. Ah, 10 menit berlalu. Kamu memeluk sambil bilang "See you yaa". Huft lagi.

Semalam kita bercengkrama berdua. Kamu menjelaskan tentang game of thrones terbaru. Entah mengapa tiba-tiba kamu tidur dengan lelapnya sambil melingkarkan tanganmu memelukku. Sedang aku masih menyelesaikan film korea di layar Viu.

Jam 12 lewat sedikit aku meletakkan handphone dan membalas pelukanmu lebih erat sambil mengecup keningmu. "Selamat ulang tahun, Mas" aku mengusap rambutmu.

Kamu membuka matamu sebentar untuk kemudian tidur lagi. Aku mendoakanmu sebelum benar-benar lelap.

Kamu yang saat ini tidak pernah alpa untuk kurapalkan dalam setiap doa. Terima kasih untuk saling mengisi, menggenapkan dan mengingatkan. Semoga kita bertumbuh bersama. Doa terbaik selalu mengiringimu.
Lots of love,

Adik.