Mudik Menyenangkan dengan Balita Melalui Transportasi Udara. Yuk Simak Tipsnya!

tips lebaran dengan balita

Wah, tidak terasa ya kalau Ramadan akan segera berakhir. Di satu sisi pastinya sangat sedih, tetapi di sisi lain, hal tersebut sangat menyenangkan untuk kaum perantauan karena itu berarti “hilal mudik” sudah kelihatan. Hehe. Teman-teman mudik kemana? Sudah ngantongin tiket juga? Ah, semoga lancar ya mudiknya, tentunya lancar untuk ibadah puasanya juga.

Mungkin kalau mudik sendiri, kita akan lebih santai mempersiapkan ini-itu nya. Tetapi kalau ngajak balita, tentu saja akan berbeda ceritanya. 3 tahun lalu, saat masih di Jakarta, saya mempunyai pengalaman mudik bareng keponakan saya yang masih balita, Dio dan Dea, menggunakan pesawat.

Ribet? Enggak sama sekali. Justru sangat menyenangkan. Waktu itu mudiknya ada Mbak Era dan Mas Joko (Bapak Mamanya Dio-Dea), jadi meskipun sempat ada delay, kami tetap asyik-asyik saja menikmatinya. Nah, kali ini saya mau share tentang pengalaman mudik dengan balita melalui transportasi udara—pesawat. Yuk simak agar perjalanan mudik terasa menyenangkan:

Booking tiket jauh hari. Adalah hal lumrah saat perantau hobby ngecek harga tiket pulang ke kampong halaman, apalagi saat momen lebaran. Untuk itu, lebih baik update tiap hari untuk bisa mendapatkan harga yang aman di kantong dan pas dengan cuti lebaran. Karena biasanya tiket pesawat yang dibeli jauh-jauh hari harganya lebih terjangkau. Lumayan banget kalau pulang kampungnya rombongan, hihi. 

Periksa kartu identitas sebelum berangkat ke bandara. Ini hal sepele, tapi kalau lupa atau ketinggalan di rumah bisa gawat, ahaha. Saran saya, kartu identitas diletakkan di dompet berbeda untuk memudahkan saat pemeriksaan di bandara. Sehingga saat diminta oleh petugas tidak akan memakan waktu yang lama.

Packing yang simple. Ini juga nggak kalah penting. Simple disini maksudnya 1 tas bisa multifungsi, sehingga tidak membawa tas kebanyakan karena kesalahan kita yang tidak mempacking dengan benar. Apalagi membawa balita yang kadang kalau capek main-main trus minta gendong. Nggak mau gendong tas tambah balita kan? Bisa-bisa lebaran encok semua, ahaha.
Membawa mainan anak seperlunya. Biasanya kami sekeluarga menyiapkan beberapa mainan di tas tersendiri. Hal ini berguna saat anak-anak bosan menunggu atau paling parahnya terkena delay. Mainan juga bisa dipakai untuk menenangkan anak-anak saat di pesawat. Kadang balita rasa ingin tahunya tinggi, sehingga saat di kabin pesawat, mereka ingin lari kesana kemari. Jadi dengan mainan tersebut bisa mengalihkan perhatiannya untuk tenang selama penerbangan.

Memeriksa bandara, terminal pemberangkatan dan maskapai yang ditumpangi. Kok bandara bisa salah sih? Eits, jangan salah. Ada seorang teman yang jelas-jelas booking tiket untuk maskapai garuda di Soekarno Hatta, entah bagaimana ceritanya dia bisa salah ke bandara Halim. Untung saja masih ada spare waktu sehingga saat menyadari ketidaktelitiannya, ia bisa langsung ke Soekarno hatta.

Maskapai dan terminal pemberangkatan di bandara juga tidak boleh luput dari perhatian kita. Karena kadang-kadang, beda maskapai itu beda pula terminal pemberangkatannya. 

Datang lebih awal ke bandara. Bawa balita dan kondisi traffic Jakarta yang nggak bisa ditebak membuat kami sekeluarga lebih memilih datang 2-3 jam sebelumnya daripada terjebak macet atau terkendala resiko lainnya. Tidak hanya itu, kalau lebaran, jumlah penumpang kea rah Solo dan Jogja biasanya banyak dan seringkali antri panjang untuk cek ini. 3 tahun lalu kami juga pernah mengalami antrian itu. Untung saja anak-anak enjoy, hehe.

Check in online. Eits, untuk menghindari antrian panjang di meja check in, teman-teman bisa menggunakan layanan online lho. 

Mengawasi balita kita. Suasana mudik biasanya sangat ramai dan banyak lalu lalang penumpang. Pastikan mengawasi balita agar tidak jauh-jauh dari kita. Karena pernah kejadian ada seorang ibu yang mencari anaknya yang semula bermain lari-larian di dekatnya. 

Please matikan HP saat penerbangan. Jangan coba-coba bandel tentang hal ini. Karena bisa mengganggu navigasi pesawat dan membahayakan seluruh penumpang. Jadi tahan diri untuk mematikan HP sampai benar-benar sampai di bandara tujuan kita.

Peluk balita kita saat boarding dan take off. Entah kenapa hal yang membuat saya deg-degan saat naik pesawat adalah saat boarding dan take off. Beberapa kali naik pesawat, Dio dan Dea juga merasakan hal yang sama. Agak kaget saat harus melalui kedua momen tersebut di pesawat. Dan untuk menenangkannya, biasanya kami memeluknya sambil mengajak ngobrol sesuatu.

Membawa baju ganti di tas dan pampers. Mbak Era sering menyiapkan baju ganti anak-anak untuk menghindari kena muntah atau basah karena keringat anak-anak yang berlebihan. Bandara Soekarno Hatta lokasinya luas banget sehingga nyaman untuk lari-larian Dio dan Dea. Sudah diingatkan untuk tidak lari agar tidak kecapekan tetapi namanya anak-anak kadang nggak bisa lihat area yang luas dan clean bukan? Hehe. Di usia 3 tahun, anak-anak sudah tidak memakai pampers kecuali untuk perjalanan jauh. 

Don’t smoking. Larangan tegas ini tertulis di kamar mandi pesawat, tetapi tetap saja ada yang melanggar, huhu. Waktu itu, saya mengantar Dio pipis dan saat membuka toiletnya, saya rasanya ingin muntah karena bau bekas orang merokok. Menyebalkan!

Nah, itulah tips membawa balita saat mudik dengan pesawat dengan suasana yang menyenangkan. Ah iya, transportasi udara menjadi favorit kami sekeluarga saat liburan karena selain aman dan nyaman, kami tidak kehabisan waktu di jalan karena macet.
Bagi teman-teman yang tahun mudik dengan pesawat, coba kepoin media sosialnya Dirjen Perhubungan Udara deh, banyak tips-tips yang bisa menjadi referensi kita. Ternyata sedang ada lomba blog dan vlog-nya juga yang berkaitan dengan “mudik aman dan nyaman dengan transportasi udara”. Kalau mau ikutan lombanya, dengerin dulu jingle “selamanya” dari Kemenhub di http://selamanya.id.

Oh iya, beberapa hari yang lalu saya bergabung dengan Komunitas Sobat Aviasi yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan di Jakarta. Banyak tips mudik melalui trasnportasi udara yang dibagikan di sosial medianya. Hal tersbut sangat mengedukasi masyarakat untuk mempersiapkan apa saja yang harus dilakukan agar nyaman, aman, selamat dan menyenangkan mudik menggunakan pesawat.

Dan ini hasil video saya setelah kepo sosial medianya:


Teman-teman juga mau kepo juga? Yuk follow sosial medianya buat referensi bacaan mudik lebawan:

Twitter: @djpu151
FB: @djpu151
Instagram: @djpu151

Aaah, lebaran sebentar lagi, yuk persiapkan 10 hari terakhir ramadannya. Dan nggak lupa siapkan juga perlengkapan untuk mudik di kampung halaman tercinta ya πŸ’“πŸ’“πŸ’“




Solo Pluffy: Sekotak Cinta dan Bahagia dari Jessica Mila

Solo Pluffy: Klangenan Kota Solo

1 dekade terakhir ini, pertumbuhan investasi kota Solo maju pesat baik dari segi infrastruktur maupun bisnis kulinernya. 10 tahun lalu, saya sempat tinggal di Solo selama 4 tahun untuk kuliah. Dan setahun lalu, saya kembali ke Solo untuk melanjutkan kuliah lagi. Makanya, saya bisa merasakan perubahan yang signifikan dari kota budaya ini.


Banyak orang yang ingin mencoba peruntungan bisnis karena melihat peluang yang menjanjikan di Solo. Salah satunya adalah artis multitalenta, Jessica Mila Agnesia. Gadis yang akrab disapa Mila ini, mulai merambah bisnis kue dan oleh-oleh—Solo Pluffy.

Tidak hanya sekadar aji mumpung karena keartisannya, Mila benar-benar totalitas dalam mengkonsep dan mengurus bisnis Solo Pluffy-nya. Mulai dari branding nama, pemilihan lokasi dan strategi penjualannya dilakukan dengan matang bersama timnya. Mila disupport oleh Ricky Harun dan Herfiza yang telah lebih dulu menekuni bisnis kue di Makassar yang dikenal dengan Bosang Makassar. Persahabatan mereka kompak sekali, bahkan orang pertama yang mencicipi varian rasa Solo Pluffy sebelum benar-benar di-launching ke publik adalah Herfiza.

Teman-teman penasaran tentang Solo Pluffy? Yuk simak ulasan saya di bawah ini tentang kue bertekstur lembut itu ya.

Branding dan Filosofi Solo Pluffy

“Pluffy berasal dari fluffy yang artinya lembut. Jadi aku pengen bikin kue yang lembut di lidah untuk kota Solo yang warganya terkenal lemah lembut”

Itu intisari jawaban Mila saat saya menanyakan makna “Solo Pluffy”. Saya sempat keliru karena mengira Mila akan melaunching produk sejenis clothes, karena undangan meet and greet-nya di mall Solo Square. Jadi ekspektasi pertama kali saat seorang teman mengajak hadir dalam acara tersebut adalah “Oh, Mila mau bisnis baju ya. Pas banget sama momen  lebaran nih, launchingnya di mall” batin saya waktu itu.
Solo Pluffy Klangenan Solo
Dok.Pri: Mila saat menjelaskan filosofi nama Solo Pluffy


Nah, saat gathering dengan media dan food blogger tanggal 10 Juni 2017 yang berlokasi di Hotel Amaris, saya baru menyadari tentang produk dan filosofi dari Solo Pluffy setelah dijelaskan oleh Mila. Dia mengkonsep brand kuenya untuk warga Solo yang dikenal dengan kelembutan  bahasa dan perilakunya. Sehingga, kelembutan itu dia realisasikan dalam sekotak kue yang lembut saat digigit. So sweet.

Sentuhan lokalnya pun terasa saat membaca tagline-nya, “Klangenan Kota Solo”. Dalam bahasa Jawa, klangenan berarti sesuatu yang menjadi kesenangan, kegemaran, kesukaan. Jadi, saya bisa menyimpulkan bahwa Solo Pluffy diharapkan menjadi oleh-oleh yang digemari dari kota Solo.

Pemilihan Lokasi

Kenapa harus Solo? Yang saya simpulkan dari gathering kemarin, ada 3 alasan kenapa Mila memilih Solo sebagai lokasi bisnis kuenya.

πŸ’“Pertama, Solo adalah tempat kelahiran ayahnya. Sehingga, Solo Pluffy ini bisa menjadi kado yang ia wujudkan dalam sekotak cinta dan bahagia untuk ayahnya. Di sisi lain, Mila ingin lebih dekat dengan penggemarnya yang ada di Solo melalui Solo Pluffy ini.

πŸ’“Kedua, peluang bisnis yang menjanjikan. Saat gathering kemarin, Mila menuturkan kalau di Solo merupakan kota yang memiliki peluang menjanjikan untuk bisnis kulinernya. Dalam hal ini, dia lebih fokus ke segmen kue dan oleh-oleh dengan 4 varian rasanya yang khas. Sehingga, harapan besar Mila, Solo Pluffy bisa memberikan hasanah baru kuliner oleh-oleh kekinian di kota Solo.

πŸ’“Ketiga, banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara. Nah, alasan ketiga ini berhubungan erat dengan yang kedua. Kehadiran Solo Pluffy bisa dijadikan rekomendasi oleh-oleh untuk keluarga saat berkunjung ke Solo.

Jadi, Mila membangun pondasi bisnisnya karena memang benar-benar cinta yang menjadi kado untuk ayahnya. Tidak hanya melulu urusan bisnis belaka. Dia mencurahkan segala cinta dan tenaganya (di sela-sela padatnya stripping syuting) untuk mengurus bisnis barunya ini.

Varian Rasa


Solo Pluffy ada 4 varian rasa yang bisa teman-teman coba sesuai selera:
Solo Pluffy Klangenan Solo
Dok.Pri: Keju, Greentea, Choco Crunchy

πŸ’ŸCheese. bagi penikmat keju, teman-teman bisa menikmati varian ini. Rotinya lembut dengan baluran keju di tengahnya dan “krenyes-krenyes” aroma keju di atas roti. Saya nggak tahu krenyes-krenyes itu apa, saya menyebutnya demikian karena latah mengikuti Ricky Harun. Waktu gathering, Ricky Harun menyebut taburan di atas kue dengan istilah krenyes-krenyes. Meskipun ada teman-teman lain yang memberikan masukan kalau rasa kejunya kurang “nendang”, tetapi menurut saya gurih kejunya sudah pas. Kombinasi lelehan keju di tengah kue dan taburan krenyesnya tidak membuat saya eneg untuk mencoba satu suapan lagi. Ah, mungkin selera kita beda ya! Hehe.

πŸ’ŸGreentea Cornflakes. Dari keempat varian (tepatnya tiga, karena yang dites pas gathering kemarin baru tiga), saya paling suka rasa ini—greentea cornflakes. Solo Pluffy mengusung greentea yang sedang ngetrend sebagai salah satu andalan menu kuenya. Aroma greentea-nya berasa saat gigitan pertama. Lelehan greentea di tengah kue menggoda saya untuk tidak membaginya dengan yang lain, (mendadak pelit: mode on).
Solo Pluffy Klangenan Solo
Sekotak Cinta dan Bahagia dari Jessica Mila
Sama seperti cheese, di tengah kue ada lelehan greentea yang aromanya segar dan harum. Sedangkan di atasnya bertabur krenyes-krenyes berwarna hijau. Kombinasi lembut Solo Pluffy dan krenyesnya bercampur memanjakan lidah saya yang demen banget sama greentea. Yakin pas grand opening mau order varian ini. Can’t wait!  

πŸ’ŸChoco Crunchy. Nah, buat para penggila coklat, kayaknya wajib nyobain varian ini. Hampir sama seperti cheese dan greentea yang di tengah kuenya ada lelehan serta di atasnya bertabur krenyes-krenyes. Hanya saja kali ini diganti coklat. Dan, buat saya rasa coklatnya nggak bikin eneg. Pernah nyobain kue yang bertabur coklat, tapi pas makan 1 slice saja sudah eneg? Untuk choco crunchy ini beda! Lelehan coklat yang ada di tengah kue tidak membuat saya eneg untuk  memakannya lagi. Apalagi ditambah krenyes coklatnya yang membuat saya berhasrat untuk nambah lagi *eh*.
Solo Pluffy Klangenan Solo
Source: IG @SoloPluffy. Coklatnya enak dan nggak bikin eneg


πŸ’ŸBlueberry. Khusus untuk varian rasa ini masih dirahasiakan oleh Mila dan Tim Solo Pluffy. Informasinya akan menjadi surprise saat acara grand opening-nya di tanggal 16 Juni 2017.


Lidah dan selera tiap orang berbeda-beda, tetapi honestly,  secara keseluruhan saya jatuh cinta dengan tekstur lembut Solo Pluffy dan varian rasanya, terutama yang Greentea (teteup ya!). Oh iya, sebagai bahan informasi, Solo Pluffy yang beratnya 400 gram ini tahan selama 2 hari. Halah, masa nunggu 2 hari sih? Paling habis dibeli sudah habis buat cemilan nonton tivi. hehe

Untuk yang berada di luar Solo (kemarin ada yang DM di IG), saya belum tahu informasi selengkapnya apakah Solo Pluffy ada pengiriman secara online atau tidak, akan tetapi karena memang bisnis kuliner ini sangat menjanjikan, di instagram saya sudah berseliweran akun-akun jasa titip untuk pembelian online kue ini. Insya Allah, kalau pas Grand Opening akan saya tanyakan lagi ya sama Tim Solo Pluffy :).

Baca juga6 Ciri-Ciri Jual Beli Online yang Aman

Desain Kemasan

Bentuk totalitas lain yang ditunjukkan oleh Mila dalam menekuni bisnis kue ini adalah pemilihan desain kemasan kue. First impression saya saat melihat kotak kue Solo Pluffy adalah citra elegan dalam mengkombinasikan warna. Dalam hal ini, font penulisan Solo Pluffy juga tidak luput dari penilaian saya. Huruf L pada frasa Solo, dibuat mirip seperti aksara jawa.
Desain kemasannya unik dan elegan dengan kombinasi warna yang eye catching

Kombinasi hijau, putih dan pink membuat desainnya sangat menarik dipandang mata. Informasi yang tertulis dalam kemasannya sangat lengkap, mulai dari nama Solo Pluffy yang tertulis dominan di muka, kontak dan alamat Solo Pluffy yang memudahkan pembeli saat ingin kepo tentang Solo Pluffy melelui social medianya, pemilihan rasa dan cara penyajiannya tertulis lengkap dalam 1 kemasan berbentuk kotak.

Bagi penggemar setia Mila, dalam kemasan tersebut juga ada tanda tangan Mila lho. Hal ini menunjukkan kalau Mila ingin lebih dekat dan care kepada para fansnya melalui sekotak Solo Pluffy.

Kemasan suatu produk memang kedengaran sepele, tetapi secara tidak sadar, hal tersebut dapat dipakai sebagai ajang branding. Dan ini dilakukan Solo Pluffy yang didesain unik dan berbeda. Sehingga saat di tempat umum, ketika ada seseorang yang menenteng kotak Solo Pluffy dari kejauhan, orang-orang sudah bisa menebak hanya dengan melihat bentuk dan warnanya saja. In the name of branding!

Target Pasar

Target Solo Pluffy adalah untuk semua kalangan, dari anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua. Sehingga varian rasa Solo Pluffy pun adalah rasa yang trend dan “kekinian” yang digemari banyak kalangan. Seperti ditegaskan oleh Mila bahwa Solo Pluffy tidak diklaim untuk menggeser oleh-oleh tradisional yang sudah ada, namun ia menawarkan kuliner baru dengan sekotak penuh cinta yang membuat bahagia pelanggannya. Saya ikut mengaminkan jika ke depannya Solo Pluffy menjadi yang pertama dan satu-satunya menjadi oleh-oleh kekinian di Kota Solo.

Harapan saya, Solo Pluffy bisa mengembangkan varian rasanya sehingga target pasar dan bisnisnya semakin meluas. Kembali lagi mengenai selera masyarakat yang beragam, maka jika ada kritik mengenai rasa atau saran yang membangun lainnya, masyarakat dapat langsung mengirimkannya ke sosial media Solo Pluffy. Mila sangat mengapresiasi review seperti itu seperti halnya saat gathering kemarin, para media dan food blogger dimintai pendapat melalui kuisioner setelah melakukan tester Solo Pluffy.

Secara keseluruhan, saya dapat menyimpulkan kalau Solo Pluffy tidak hanya cocok untuk oleh-oleh saja lho. Teman-teman bisa membelinya juga untuk keperluan di bawah ini:

Cemilan. Masih nuansa Ramadan, manisnya Solo Pluffy bisa menjadi cemilan saat buka puasa. Selain itu, bisa juga untuk “teman” ngobrol saat quality time bersama keluarga. Kebetulan keluarga saya penggemar kue, apalagi Bapak. Sejak beliau terkena TB, nafsu makannya menurun drastic dan berat badannya pun drop. Untuk mengakalinya, saya memberikan kue atau makanan ringan sebagai pengganti nasi agar perutnya terisi. Dan saya yakin kalau beliau dibelikan Solo Pluffy, pasti suka varian coklatnya yang nggak bikin eneg.

Bingkisan Ramadan. Di tempat saya, sebelum lebaran biasanya ada tradisi mengirimkan hantaran kepada sanak saudara yang lebih tua. Isinya bisa gula, teh, roti kering atau ingkung (ayam goring utuh). Kami menyebutnya dengan istilah ba’dan. Di tempat teman-teman ada juga tradisi begini juga? Nah, Solo Pluffy bisa menjadi referensi untuk bingkisan Ramadan tahun ini.

Hidangan tamu saat lebaran. Mau hidangan kekinian juga selain nastar, bolu dan putri salju? Solo Pluffy bisa banget dijadikan hidangan untuk tamu saat lebaran nanti. Satu kotaknya bisa dibagi menjadi beberapa slice. Ingat lho ya, buat hidangan tamu, jadi jangan dicolak-colek sendiri. Hehe.

Baca juga: Momen Ceria di Lebaran Tahun Ini

Hantaran nikahan. Lebaran ini sudah dapat undangan nikahan berapa biji? Biasanya kan pada nikah nunggu momen lebaran biar keluarga pada ngumpul semua. Nah, biasanya saat nikahan ada kue yang dijadikan untuk hantaran mempelai wanita. Solo Pluffy juga bisa menjadi alternative menjadi hantaran nikahan. Hayo, jangan-jangan yang baca posting ini ada yang mau nikah juga? Kalau belum, atuhlah yang tabah kalau ditanyain “Kapan?”. Rileks aja sambil nyemil Solo Pluffy greentea *eh*.

Outlet dan Grand Opening

Yang di sekitar Solo dan penasaran sama Solo Pluffy, yuk datang ke Grand Openingnya yang rencananya diselenggarakan pada 16 Juni 2017 yang berlokasi di Jl. Ronggowarsito 145 Timuran Banjarsari Surakarta (Outlet Solo Pluffy). Biar nggak ketinggalan infonya, ikuti semua media sosialnya ya:

Instagram: @solopluffy
Facebook: Solo Pluffy
Twitter: @solopluffy
Kontak: 087788574380

Setelah mengikuti gathering kemarin, saya bisa menyimpulkan bahwa Solo Pluffy memang wujud cinta dan bahagia Jessica Mila untuk ayah dan para penggemarnya dalam bentuk sekotak kue lembut yang diharapkan bisa menjadi kecintaan (klangenan) semuanya juga. All the best for your bussiness, Mila! Daaaaaan, yang kemarin belum sempat ikut gathering-nya, jangan sedih, hihi. Saya merekamnya dengan segenap cinta *minta ditampol*. Eh tapi beneran, video ini saya buat dengan cinta. Belajar dari Mila kalau membuat segala sesuatu harus dengan totalitas dan segenap jiwa πŸ’“



Nb: sebagian image gambar dalam tulisan ini diambil di instagram @SoloPluffy

5 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Mengelola Keuangan Keluarga Saat Ramadan

Assalamu’alaykum teman-teman,

Mengelola keuangan saat ramadan

Bagaimana kabar puasanya? Semoga lancar dan khusuk ibadahnya ya, aamiin. Tidak hanya amalan dan ibadah yang memerlukan evaluasi agar Ramadan dapat berjalan dengan baik hingga sebulan penuh. Namun, keadaan keuangan keluarga juga perlu dievaluasi lho! Dalam hal ini, seorang ibu berperan penting menjadi manajer yang mengatur keluar masuk keuangan keluarga.

Baca juga: 11 Amalan Saat Ramadan

Saya belajar banyak dari Mbak Endang sih tentang mengelola keuangan keluarga, kebetulan dia tinggal satu rumah dengan Bapak Ibuk saya, sehingga untuk kebutuhan rumah tangga kadang Mbak Endang yang mengurusi semuanya dari mulai keperluan dapur seperti bumbu masak, sabun colek, hingga kebutuhan bulanan lainnya seperti bayar listrik, uang iuran RT. Di usia cantiknya, beliau terlihat sangat matang sekali, hihi.

Baca juga: Memaknai Usia Cantik

Saya yang notabene baru memasuki bahtera rumah tangga, pengen juga punya financial planning agar kondisi keuangan keluarga stabil, hehe. Terutama saat memasuki Ramadan yang setelahnya disusul dengan momen lebaran. Tentunya, hal tersebut perlu di-manage dengan baik.

“Mbak, kayak gitu dicatat semua?” Tanya saya pada Mbak Endang.

“Ada yang iya, tapi ada juga yang enggak” jawabnya sambil senyum-senyum.

Yang ditulis itu misal biaya-biaya tambahan atau biaya yang bulan sebelumnya nggak masuk dalam list anggaran. Kalau misal kebutuhannya sama  dengan yang sebelumnya, aku nggak catet, tapi prefer pakai catatan sebelumnya” tambah Mbak Endang.

“Berarti dicatat juga dong itu namanya?” Kami terkekeh berdua.

Nah, Ramadan tahun ini saya diberi kesempatan melewatinya dengan Bapak dan ibu. Tanpa disuruh dua kali, saya ikut menyusun pengelolaan keuangan selama Ramadan. Bapak Ibu sebenarnya juga mau ikutan menyusun bahkan memberi budget untuk pengeluaran selama ramadan hingga lebaran. Tetapi karena sudah sepuh, kami menganjurkan mereka berdua untuk fokus pada kesehatannya dan ibadah puasanya.

Oh iya, dari hasil diskusi saya dan Mbak Endang, ada 5 hal yang perlu dilakukan untuk mengelola keuangan keluarga saat Ramadan, antara lain sebagai berikut:

1. Menyusun skala prioritas anggaran Ramadan

Mbak Endang membuat skala prioritas anggaran kebutuhan di rumah. Dari yang paling primer hingga tersier. Kebetulan sebelum puasa kemarin, Khansa sudah lulus TK dan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi Mbak Endang adalah membayar uang masuk Khansa di SD.
Pos pendidikan menjadi prioritas untuk dibayar terlebih dahulu. Selanjutnya, membuat catatan pengeluaran rutin bulanan. Setelah beres semua, kami berdua baru menyusun pengeluaran selama Ramadan.

Secara nalar, sebenarnya pengeluaran Ramadan merupakan pengeluaran rutin di bulan-bulan sebelumnya ditambah pengeluaran tambahan untuk kebutuhan Ramadan.

2. Membuat list belanja kebutuhan mingguan

Ini tergantung masing-masing keluarga sih. Kalau di keluarga kami menggunakan list mingguan. Ada juga sih catatan bulanan, Cuma untuk evaluasi pengeluaran, kami juga membuat list belanja kebutuhan mingguan. Sehingga, kita fokus membelanjakan barang yang sudah dicatat untuk kebutuhan di hari itu. Ini menghindarkan kami untuk membelanjakan hal-hal di luar kebutuhan.


3. Eits, Jangan Lupa Menyusun Anggaran untuk Lebaran

Ramadan dan Lebaran tidak dapat dipisahkan, hehe. Jadi anggaran lebaran juga harus disiapkan, jangan sampai keuangan kita habis untuk kebutuhan Ramadan. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: zakat fitrah dan maal, biaya mudik, THR si nanny (jika punya).

4. Menghemat beberapa pos Anggaran

Ada beberapa pos anggaran yang bisa dihemat lho kalau kita jeli. Kalau bisa menghemat budget Ramadan kan hasilnya bisa dipakai buat lebaran, right?. Jangan remehkan sifat ibu-ibu yang bisa multitasking dalam satu waktu. Apalagi untuk menghemat uang belanjaan mereka. Ini beberapa hal yang dapat dihemat saat Ramadan hingga lebaran:

πŸ’ŸBuka puasa bersama. Boleh sih buka puasa di luar, sekali atau dua kali selama Ramadan. Yang mengganggu keuangan itu saat sekeluarga buka bersama terus-terusan di luar. Jebol euy! Kecuali kalau memang punya uang lebih di luar kebutuhan yang sudah dicatat ya.

πŸ’ŸMembuat daftar menu selama sebulan. Sehari 2x menu untuk sahur dan buka puasa, bisa? Bisa bangeeeeet! Apalagi kalau ada anak-anak di anggota keluarga yang sedang belajar puasa. Dengan adanya daftar menu tersebut, kita bisa belanja mingguan ke pasar. Kalau kelamaan bisa per 3 hari. Dengan membuat menu tersebut, juga bisa lho merekatkan bonding orang tua dan anak. Bisa ngobrol bareng satu meja, menanyakan menu kesukaan mereka untuk sahur/buka apa. Nah, menunya diusahakan selang-seling dan mengandung gizi seimbang.

πŸ’ŸMenahan diri untuk membeli hal-hal yang tidak perlu. Biasanya di mall menawarkan diskon up to 70% untuk produk-produk tertentu. Nah, kita harus punya rem yang pakem biar nggak tergiur dengan godaan diskon yang terkutuk, hihi.

πŸ’ŸBingkisan lebaran. Kalau tradisi di keluarga saya ada yang namanya “bakdan”. Yang artinya keluarga kami memberi bingkisan ke sanak saudara yang paling tua. Isi bingkisannya sirup, gula, roti. Waktu kecil saya mengantarkan bingkisan tersebut dan biasanya mereka memberi uang fitrah.
Hal ini bukan suatu keharusan sih, tapi kakak-kakak saya  setiap lebaran juga melakukan hal yang sama—bakdan. Nah, untuk menekan budget-nya, langkah pertama buat dulu list yang mau dikasih bingkisan. Selanjutnya, membuat list apa saja yang mau dibeli. Kalau beli dalam jumlah yang banyak, biasanya mendapat bonus atau potongan.

πŸ’ŸBaju lebaran. Beli baju lebaran juga tradisi bukan? Hehe. Dulu waktu kecil saya juga sumringah kalau lebaran, karena dapat baju baru. Saya lupa kapan tepatnya kalau hal tersebut sudah tidak menarik lagi, hehe. Jadi, lebaran dengan baju lebaran yang lama pun nggak masalah. Misal baju lebaran tahun lalu masih bagus dan muat, bisa banget dipake untuk lebaran tahun ini tanpa harus beli lagi. Hemat bukan?

πŸ’ŸUang fitrah lebaran. Nah, biasanya tiap lebaran suka ada yang beli amplop-amplop lucu dan menukarkan uang baru untuk uang fitrah. Lagi-lagi hal tersebut hanya tradisi, jadi kalau memang nggak punya pos anggaran untuk itu jangan memaksakan diri. Soalnya pernah ada keluhan dari seorang teman yang sering memberi uang fitrah kepada sanak saudaranya di lebaran sebelumnya dengan nominal 100rb, tapi ternyata pas lebaran tahun berikutnya keuangannya sedang tidak stabil, dan memaksakan diri memberi uang fitrah dengan meminjam koperasi. Ah, menyiksa diri sampai hutang kesana-kemari, huhu.

Kalaupun memang tetap mau memberi fitrah tanpa harus mengganggu keuangan, bisa diakali dengan menurunkan nominalnya. Misal tahun lalu 100rb, tahun ini 50rb. Toh, nggak ngasih juga nggak apa-apa. Disesuaikan dengan kondisi saja, jangan nurutin gengsi. Kan nggak enak banget ditagih hutang cuma gara-gara ketinggian gengsi.

Baca juga: Menagih

5. Manfaatkan promo belanja untuk kebutuhan keluarga

Meskipun harga bahan pokok saat puasa Ramadan cenderung naik, tapi ada beberapa store yang menawarkan promo-promo menarik. Hal itu bisa menghemat anggaran belanja kita lho. Sebut saja program Alfamart dengan Promo Pak Rahmat [Paket Ramadan Hemat]. Ada 4 Pak Rahmat yang ditawarkan: Pak Rahmat Buka Puasa, Pak Rahmat Sahur, Pak Rahmat THR, Pak Rahmat Mudik. 



Jadi, yang suka memberi bingkisan untuk lebaran bisa memakai kesempatan ini untuk menghemat anggaran belanja. Contohnya: Beli produk sponsor senilai Rp. 75.000, bisa langsung tebus murah minyak goreng tropical pounch 1L, tango wafer, richeese wafer, nissin wafer choco, marjan atau ABC Spesial Grade senilai gopek saja. Hemat kan?

Pak Rahmat :)

Oh iya, yang yang menggunakan promo Pak Rahmat juga berkesempatan ikut racing poin di loyalty program lho. Cara daftarnya mudah banget hanya dengan register email dan submit kode unik di ekor struknya sudah berpeluang mendapat hadiah yang menggiurkan. Info lengkapnya bisa diunduh di http://pakrahmat.alfamartku.com

Hadiahnya banyak banget, ada mobil datsun, kamera, motor, voucher belanja. Ah, bisa hemat sekaligus berpeluang dapat hadiah lagi ya.

Hadiah Loyalty Poin. Belanja 75rb bisa tebus murah gopek sama berkesempatan dapat hadiah ini euy
Sssst, Pak Rahmat sudah berlangsung dari tanggal 1 Juni 2017 dan akan berakhir tanggal 15 Juni 2017. Kalau teman-teman juga mau memanfaatkan promo dari Alfamart ini jangan sampai terlewat ya.

Yuk manfaatkan Promo Pak Rahmat di Alfamart
Nah, 5 hal tersebut yang kami lakukan untuk pengelolaan keuangan keluarga saat ramadan. Dan terakhir, saya biasanya mencatat cash flow dengan rapi dan rutin agar mengetahui pemasukan dan pengeluarannya. Dengan catatan tersebut, bisa diketahui pos mana yang bisa dihemat dan sekaligus tahu pos mana yang membutuhkan banyak anggaran belanja. Beruntung saya memanfaatkan promo Pak Rahmat, membantu menghemat beberapa pos anggaran ramadan saya.

In the end, Semangat berpuasa teman-teman πŸ’“πŸ’“πŸ’“

Lots of love,

Ayaa




Mewujudkan Muslimah Mandiri melalui Medina Interactive Talk

Sebelum puasa kemarin, saya mendaftar acara yang diinisiasi oleh MedinaXKompakerssolo yang diselenggarakan di Hotel Loji Solo. Karena waktunya pas saya di Solo mengurus call for paper, saya pun mendaftar acara tersebut. Lagipula pengen ketemuan sama Emak Bloger Solo sebelum puasa, makin getol dong buat daftar, hihi.

Baca juga: Pengalaman Pertama Ikut Call for Paper

Ibu Rina Herlina dan moderator sedang memaparkan tentang Muslimah mandiri
Tema acaranya sangat menarik, yaitu: "Muslimah  yang Mandiri". Materi tersebut dibawakan oleh Ibu Rina Herlina, seorang tokoh penggiat pemberdayaan perempuan. Bu Rina memaparkan bagaimana tips menjadi muslimah yang mandiri. Yang saya simpulkan dari materi beliau adalah bahwa seorang wanita bisa mengoptimalkan potensi yang dimilikinya, tetapi harus tetap seimbang dengan perannya yang lain: sebagai istri dan ibu. 

Karena menurut pengalaman beliau, kesibukannya di luar rumah sempat menimbulkan protes dari anak semata wayangnya. Jika sudah kejadian, maka seorang wanita wajib mencari solusi agar setiap perannya tidak mengganggu yang lainnya. Yeah, i got the point.

Oh iya, saya juga mengaitkan kemandirian seorang wanita dengan kemampuan finansialnya. Bahwa kaum wanita juga bisa membantu pundi-pundi keuangan keluarga. Dalam kesempatan ini, Medina memberikan kesempatan untuk para muslimah yang mau memulai usaha dengan menjadi partnernya. Saya juga mau ah gabung, buat kesibukan mengikis rasa baper πŸ˜….

Baca juga: Tentang Rasa

Jadi, Medina merupakan peralatan rumah tangga plastik yang telah bersertifikasi halal. Menurut Mbak Irma Utari, selaku Branch Manajer Medina, halal bukan sebuah nilai jual semata melainkan suatu sistem yang dianut oleh Medina di segala unsurnya. Sehingga, halalnya menyeluruh, mulai dari proses produksi hingga hasilnya.
Mbak Irma Utari sebagai Branch Manajer Medina
Awalnya saya mengira kalau Medina sama saja dengan produsen alat rumah tangga plastik lainnya, ternyata hal yang menonjol adalah "kehalalannya". Please, gausah nyinyir kenapa harus halal ya? Dan bukan berarti dengan ini, Medina menjustifikasi kalau produk lainnya haram. Bukan sama sekali. Hanya saja dalam hal ini, Medina fokus ke peningkatan dan kualitas produknya sendiri tanpa menjatuhkan produk lain.

Nah, berkaitan dengan tema diskusi ini, Medina bisa menjadi peluang usaha para muslimah untuk mandiri secara finansial. Di sisi lain juga bisa mengasah jiwa enterpreneur lho. Yang menjadi catatan penting lainnya, Medina ini bukan merupakan MLM, sehingga setiap anggotanya memiliki kedudukan yang sama.

Kenapa Memilih Medina?

Halal. Sebagaimana yang saya sampaikan di awal bahwa produk-produk Medina telah mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI No. 00170074121015. Halal yang dimaksudkan adalah halal materialnya dan yang tidak mengandung bangkai, darah, daging babi, alkohol dan hal-hal yang dilarang dalam Al-Qur'an. Selain itu juga halal secara fasilitas dan proses produksi.

Aman. FDA atau Food Drug Association adalah lembaga internasional dari Amerika yang memberikan sertifikat keamanan untuk produk plastik pada saat kontak dengan makanan/minuman. Produk dari Medina dinyatakan aman untuk digunakan lho teman-teman.

Kualitas tinggi. Setiap produk diproduksi dengan standar premium bergaransi SEUMUR HIDUP. Jadi jika terjadi kerusakan atau cacat dalam pemakaian, kita bisa mengajukan klaim untuk mendapatkan penggantian secara gratis. Garansi seumur hidup ini tidak termasuk dekorasi produk seperti printing, stiker dab dan aksesorisnya (tas dan tali).

For your information, yang menjadi distributor produk Medina adalah Dus Dusan. Tempo hari representatif dari Dus Dusan juga memberikan penjelasan mengenai produk Medina dan pemasarannya.

Representatif dari Dus Dusan

Materi selanjutnya adalah tentang food photography yang disampaikan oleh Mas Jauhari. Jujur, saya nggak terlalu menyimak materinya, tetapi pas sesi praktiknya, saya sangat antusias nanya-nanya. Obyeknya apa? Of course, produk-produk dari Medina. ahaha.

Dari sesi itu, saya tahu kesalahan-kesalahan memotret sebelumnya yang tidak memedulikan lighting, sehingga berimbas pada hasil foto. Saya juga dapat bocoran ornamen apa saja yang dapat digunakan untuk proses memotret. Misal: alas foto, bunga dll. Anggota Kompakers Solo juga sharing dimana tempat untuk mendapatkan ornamen-ornamen tersebut.

Nah, ini dia hasil motret saya guys.





Kalau misal teman-teman tertarik dengan produk Medina, bisa kok kepo ke akun IG-nya di @inspirasimedina.

Agar Ibadah Ramadhan Lebih Optimal, Yuk Lakukan 11 Amalan Ini dengan Konsisten

Bagaimana kabar puasanya? Hihi. Nggak terasa 10 hari pertama ramadahan sudah berlalu ya. Kayaknya baru kemarin mulai tarawih dan niat sahur. Begitulah Ramadhan, kehadirannya sangat dinanti-nanti dan sebulan seperti cepat sekali. Sehingga kalau tidak benar-benar mengisinya dengan baik, nanti pas lebaran bakalan nyesel karena nggak dapet apa-apa.



Tahun ini juga merupakan Ramadhan kedua buat Khansa. Masih awalnya puasa bedug, tapi seterusnya sudah puasa sehari penuh, alhamdulillah.

Baca juga: 5 Hal yang Dilakukan Saat Anak Menjalani Puasa Pertamanya

Nah, saya mau share amalan apa saja yang bisa dilakukan saat Ramadhan sekaligus untuk catatan saya sendiri biar makin “greng” mengisi sisa Ramadhan tahun ini. Saya merangkumnya dari grup ODOJ yang sebenarnya sudah di broadcast beberapa waktu sebelum masuk Ramadhan. 

πŸ’“ Tahajud dan memperbanyak doa
Bisa bangun jam setengah 3 atau jam 3 sebelum menyiapkan sahur untuk keluarga. Kelihatannya sepele, tapi praktiknya masya Allaaah beratnya. Bangun sahur itu mata lengket banget. Badan juga sering susah diajak untuk ke kamar mandi buat ambil wudhu.

Tipsnya memang Cuma 1, yaitu: allahumma paksakeeeeun! Menyegerakan berwudhu lalu tahajud. Setelah itu bisa membantu nyiapin sahur. Atau justru nonton para pencari Tuhan? *eh

πŸ’“ Mengakhirkan sahur
Teman-teman sahur jam berapa? Saya paling demen 20-30 menit sebelum imsyak. Hal ini termasuk sunnah. Dan ternyata mengakhirkan sahur bisa membantu kita untuk tidak tidur lagi karena setelah imsyak biasanya adzan shubuh.

πŸ’“ Salat Fajar
Ini juga termasuk salat sunnah. Dengan adanya Ramadhan, bisa membantu untuk konsisten melakukan ini karena pelaksanaannya sebelum salat shubuh. Pengen tahu keutamaannya? “Salat sunah sebelum shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya [HR. Muslim].

πŸ’“Jamaah shubuh
Adanya Ramadhan, jamaah shubuh shafnya berderet ke belakang. Meskipun, di sepuluh hari terakhir ini, sahfnya mengalami “kemajuan”.

πŸ’“ Dzikir pagi
Biasa dikenal dengan al ma’tsurat pagi. Kalau di Al-qur’an ada di halaman paling akhir atau juga ada booklet kecil yang bisa dibawa kemana-mana. Kalau saya lebih suka download mp3-nya di HP. Jadi kalau pagi bisa mendengarkan sambil melafadzkannya.

πŸ’“Salat Dhuha
Bisa 2, 4, 6 atau 8 rakaat. Kalau di rumah bisa agak lega waktunya, tapi kalau pas ada acara, atau bagi yang bekerja, bisa dhuha dulu 2 rakaat.

πŸ’“ ODOJ
Sepertinya Ramadhan identic dengan target khatam Al-Qur’an. Bahkan dalam 1 grup ODOJ ada yang sampai khatam 6x dalam sebulan. Padahal beliau juga bekerja lho. Manajemen waktunya keren!

Baca juga: Suka Duka Admin ODOJ

πŸ’“ Dzikir petang
Ini sama kayak poin 5

πŸ’“ Menyegerakan buka
Berbeda dengan sahur, kita dianjurkan untuk menyegerakan berpuasa. Teman-teman biasanya ngemil dulu atau langsung makan berat? Saya lebih suka minum air putih dulu dan makan kurma atau gorengan. Kalau makan berat langsung, seringkali perut begah sehingga nggak nyaman pas tarawih. Huks.

πŸ’“ Jamaah isya, tarawih dan witir
Nah, tarawih dan witir merupakan salat sunnah yang hanya ada saat ramadhan. Jadi jangan disia-siakan. Dulu pas masih ngantor biasanya terkendala macet, jadi suka request sama Bapaknya Dio buat jamaah tarawih di rumah. Bisa juga karena jadwal buka bersama yang selesainya melebihi waktu isya. Makanya tahun ini, saya mulai mengurangi jadwal buka bersama di luar. Lagian siapa juga yang ngundang? Ahahaha. 

Eh, jangan salah! Buka bersama seperti itu bisa saja otodidak. Pengalaman, pernah ada undangan buka bersama dari SD sampai kuliah. Setelah dipikir-pikir, belum masuk puasa saja jadwal bukber sudah penuh di tiap weekend *tobat*.

πŸ’“ Baca sirah dan hadist
Nah, biasanya di tiap tarawih atau sehabis shubuh ada kultum di masjid. Kalau memang nggak sempat membaca hadist, bisa juga menyimak kultum tersebut. Karena biasanya dari kultum tersebut terselip hadist-hadist Rasulullah.

*Untuk salat dhuhur dan isya biasanya saya jama’ah sama Bapak di rumah atau nyari barengan buat jamaah. Bagi yang bekerja, bisa juga minta barengan  sama teman sekantornya untuk jamaah. Karena memang 2 salat ini yang sering bolong jamaahnya, huhu. Kan sayang banget kalau jamaah dapat 27, munfarid cuma 1 doang.

Nah, 11 hal itu yang saya dapatkan dari grup ODOJ dan saya coba aplikasikan di Ramadhan ini. Teman-teman mau menambahkan? Feel free for sharing. Ah iya, semoga setelah Ramadhan pun, kita bisa mengamalkan amalan-amalan ini juga. aamiin

Semoga kita menjadi insan yang menang di Ramadhan kali ini dan bisa dipertemukan kembali dengan ramadhan tahun depan ya. Muah. Semangat berpuasa.