5 Hal yang Dilakukan Saat Anak Belajar Menjalani Puasa Pertamanya

Senin, Juni 06, 2016 11 Comments A+ a-


Selamat puasa semuanya! Bagaimana puasa pertamanya? Semoga lancar sampai akhir. Nah, kali ini pengen banget cerita tentang puasa pertamanya Khansa (5y.o). Tahun ini adalah puasa perdananya. Setiap anak memang beda-beda sih ya pengalaman ikut puasa pertama, apalagi dalam tahap belajar. Dulu kalau Iqbal belajar puasa juga pas TK sekitar usia 5 tahun. Hanya 2 hari puasa bedug, pertama bedug dhuhur, hari kedua bedug ashar dan seterusnya sehari full. Saya kira akan bedug sebulan, tetapi rasa ingin tahu Iqbal dalam menahan rasa lapar dan dahaganya sangat tinggi. Jadi pas hari ketiga, dia excited sekali menyelesaikan sampai bedug magrib.

Cerita Ihsan juga menarik. Dia yang menurut saya spesial karena membujuknya puasa dan memberikan pengertian kepadanya dengan bahasa yang mudah dimengerti di usia 5 tahun waktu itu. Kenapa harus puasa sih? Kalo haus yaudah langsung minum aja? Persepsinya dulu begitu. Ihsan tetap belum mau puasa meskipun dibujuk di usia 5 tahun. Hingga di usianya 6 tahun, dia mencoba puasa seperti metodenya Iqbal, puasa bedug dhuhur, ashar dan lama kelamaan bedug magrib sampai komplit. 

Pernah suatu hari, Ihsan merengek mau batal minum air putih karena  siangnya main ke rumah temannya dan melihat temannya tidak puasa. Dia pulang sambil marah-marah sambil bertanya kenapa dia disuruh puasa tetapi temannya enak-enakan makan minum. Saya yang melihat wajah manjanya waktu itu tertawa tipis. Ihsan memang spesial, pertanyaan-pertanyaan kecil yang logis dia tanyakan kepada kami. Ibunya yang tahu persis sifatnya juga senyum-senyum menanggapinya. Karena merasa capek, Ihsan sempat mengancam mau minum sirup di kulkas. "Mau dibuatin apa buat sendiri, Mas?". Ibunya menantang permintaan Ihsan. Dia mungkin agak kaget dengan pernyataan ibunya. "Apa gak sayang kalau mau batal, sebentar lagi udah buka lho. Coba tidur sebentar, nanti pas bangun tak buatin kolak". Ibunya menambahkan. Ihsan masih mengerutu gak jelas, tetapi juga ragu mau membatalkan puasanya. Akhirnya dia lari ke kamar nonton TV sampai tertidur. Iyaaaaak, dia lulus puasa sehari meskipun sempat tergoda temannya dan hampir minum es sirup marjan cocopandan. ahaha.

Sekarang giliran Khansa yang belajar di puasa pertamanya. Dia bertahan sampai jam setengah 3. Dibujuk menunggu bedug Ashar tetapi raut wajahnya sudah memelas dan menangis karena gak kuat menahan haus. Ibunya mengambilkan air putih dan susu. Khansa hanya meminumnya setengah lalu melanjutkan puasanya sampai magrib. Masih dalam tahap belajar, anak-anak butuh pemahaman dan pengertian  mengenai puasa dan menanamkan kepada mereka bahwa puasa Ramadhan wajib dilakukan. Jadi, nanti meskipun tanpa diawasi, mereka bertanggung jawab untuk melakukannya sepenuh hati.

Hal-hal berikut mungkin bisa dilakukan agar anak semangat melakukan puasa pertamanya :
  • Ajari puasa bedug terlebih dahulu. Bisa bedug dhuhur atau ashar.
  • Kalau terpaksanya mereka batal, jangan dipaksa. Beri mereka minum/makan dan ajak mereka untuk menyelesaikannya sampai selesai hingga bedug magrib. Hal itu akan membiasakan mereka saat siang adalah waktunya menahan lapar, haus dan amarahnya/
  • Mengkondisikan lingkungan sekitar mereka. Kadang ada teman mereka yang tidak puasa, dan hal tersebut dapat mengganggu puasa mereka yang notabene dalam tahap belajar. Jadi sebaiknya menciptakan permainan yang kreatif di rumah bisa menjadi solusi. Karena setelah bermain bisa dimanfaatkan untuk tidur. 
  • Tanyakan menu apa yang mereka inginkan saat sahur dan buka. Iqbal, Ihsan dan Khansa aktif request menu untuk sahur dan buka. Jadi pas dibangunin sahur, mereka juga kooperatif. Momen buka puasa dapat dijadikan untuk cerita-cerita bagaimana puasa mereka pada hari itu.
  • Jangan pelit pujian. Saat anak-anak berhasil puasa penuh, pujilah effort mereka. "Wah Mas Iqbal sholeh udah full puasanya. Besok dibangunin sahur jam berapa, Mas?". 
Kalian punya pengalaman yang mengesankan tentang puasa pertama anak-anak? Yuk sharing :)

Semoga Allah makin cinta :).

Penyuka anak-anak, kereta dan hujan. Hobby membaca dan mendongeng untuk keponakannya. Blog ini berisi tentang daily life, lifestyle dan dokumentasi penulis. Enjoy reading :)

11 komentar

Write komentar
Ety Abdoel
AUTHOR
8 Juni 2016 07.04 delete

Noted mba, anak keduaku puasanya masih bedug nih.

Reply
avatar
Muna Sungkar
AUTHOR
8 Juni 2016 07.29 delete

Tahun ni anakku belajar puasa penuh jg mak.alhamdhulilah 2hari ni lancar.aku kasih bintang 5 klo puasanya lancar nanti lebaran bisa ditukar mainan atau uang utk ditabung. Jd semangat dia ^^

Reply
avatar
Okti Li
AUTHOR
8 Juni 2016 07.32 delete

Kalau Fahmi puasa selama naik motor aja. Hahaha, pulang jalan2, lgsg minta minum. Padahal pas jalan2 anteng aja gak kehausan ��

Reply
avatar
Ayaa
AUTHOR
8 Juni 2016 10.17 delete

pelan2 nanti bisa sehari full Mbaak

Reply
avatar
Ayaa
AUTHOR
8 Juni 2016 10.18 delete

Apresiasi buat anak ya, Mbak Muna. Mereka tambah semangat :)

Reply
avatar
Ayaa
AUTHOR
8 Juni 2016 10.19 delete

hihi, yuk puasa Mas Fahmi :*

Reply
avatar
mariana
AUTHOR
8 Juni 2016 11.20 delete

aku dulu waktu kecil bedug dulu, adikku juga. alhamdulillah bedug cuma 1 ramadan aja, selanjutnya udah penuh

Reply
avatar
Ayaa
AUTHOR
8 Juni 2016 12.04 delete

Bisa jadi cerita ya Mbaaa

Reply
avatar
8 Juni 2016 14.38 delete

anakku masih 1,5 thn. Belum puasa... tapi nantilah biza dipraktekkan kl udah saatnya bljar puasa

Reply
avatar
Hana Aina
AUTHOR
8 Juni 2016 15.36 delete

Yang penting mereka mau belajar puasa, ya. Insya Alloh lama kelamaan mereka akan terbiasa sampai puasa seharian ^^

Reply
avatar
evrinasp
AUTHOR
17 Juni 2016 18.38 delete

mau atuh ngajarin anak puasa bedug, biar makin afdol maka mamanya juga nyontohin hehe

Reply
avatar

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)