Featured Slider

[Saling Sapa] Tip Menulis di Tengah Mengasuh Bayi oleh Eni Martini

Menjadi seorang Ibu adalah suatu berkah tersendiri. Cerita sahabat saya yang merasa kerepotan dan kelelahan karena harus begadang karena bayinya rewel membuat manajemen waktunya sedikit amburadul. Lalu bagaimana dengan ritme seorang Penulis? Sudah mengurus bayi tapi masih produktif menulis cerpen, novel dan merawat blognya dengan baik merupakan effort yang sangat luar biasa. 


Kali ini arisan link BP jatuh kepada Mama hebat yang jago nulis novel, Mbak Eni Martini. Saya pernah kopdar dengan beliau di suatu acara dengan putri pertamanya Lintang. Gak sengaja ketemu di lift dan kebetulan kami sama-sama menghadiri acara Brawijaya Clinic yang merupakan undangan dari BRID. Kebetulan kedua adalah saat beliau menjadi juri di giveaway yang diadakan Mbak Leyla Hana dan Mbak Riawani Elyta. Eh kebutulan yang ketiga, ternyata kami satu tim arisan di Tim 3. 


Saat membaca-baca blog Mbak Eni rasanya betah sekali. Tulisannya sangat bergizi tentang dunia menulis, anak-anak dan cerpen-novel karyanya. Saya merasa ditampol berkali-kali saat membaca salah satu postingan yang berjudul tip menulis di tengah mengasuh bayi. Beliau seakan tahu sekali bahwa dirinya sedang terjangkit "block writers" sehingga butuh asupan untuk bangkit. Beliau mempunyai tip sebagai berikut :
  • Ciptakan me time. Dari cerita beliau, sejak kehamilan Pendar, beliau menjaga betul kesehatannya dan mengurangi kegiatan terutama dalam menulis. Kepergian Alm. Gibran membuatnya agak trauma. Tetapi setelah menyadari bahwa dirinya membutuhkan me time untuk merawat diri, seakan ia seperti menemukan dirinya lagi.
  • Aktualisasikan kehilangan dengan menulis. Sempat tenggelam dari rasa kehilangan Alm. Gibran, Mbak Eni mencurahkan perhatiannya ke kegiatan menulis.
  • Kerjasama dengan suami. Nah, ini penting sekali karena merawat bayi dan menuliskan tulisan membutuhkan konsentrasi sehingga dukungan pasangan sangat diperlukan.
  • Membeli buku dan majalah kesukaan. Dengan begitu kita bisa memiliki referensi dalam membaca dan menuliskan ide-ide
  • Menemukan ritme yang pas di sela pengasuhan bayi. Biasanya Mbak Eni menulis jam 21.00-23.00 atau 24.00 setelah baby Pendar tidur. Tip ini bisa fleksibel kok tergantung kondisi sang ibu dan bayi (Duh sumpah kayak gue udah pernah ngelahirin aja).
Tip dari Mbak Eni bisa sangat menginspirasi siapapun bahwa merawat bayi gak menghalangi untuk menulis lho apalagi buat yang masih single, ahaha. Kita gausah menciptakan alasan-alasan pembenaran untuk tidak menulis :p.

Yang pengen banget kenal dengan mama cantik satu ini bisa kepoin isi blognya di http://www.duniaeni.com/. Dijamin gak nyesel karena isinya sangat informatif.

6 komentar

  1. makasih ya, waah...kita ketemu yag waktu di lift ya. aku tidak pangling wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kl ketemu di jalan ga bakal lupa Mbaa

      Hapus
  2. Belum juga nglahirin anak. Tpi bisa dpet ilmu buat managemen waktunya hheee....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedia payung sbelum hujan ya, hoho

      Hapus
  3. Saya juga seorang ibu yang hobi menulis dan punya batita, so tipsnya bisa dicopas buat diterapin... keren ah Mbak Eni ini :)

    BalasHapus
  4. wah, kau gak bisa tuh nulis di atas jam 21...mending tidur dulu ntar bangun lagi

    BalasHapus

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)