Featured Slider

Sisi Positif dan Negatif Pemberian Dot pada Bayi


Sejak dinyatakan positif hamil, aku “haus” informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pregnancy dan tumbuh kembang bayi. Mengingat pengetahuanku yang masih terbatas tentang hal itu, sementara sebentar lagi dituntut harus melahirkan, menyusui dan sekaligus merawat bayi. Merawat bayi memang bukanlah hal yang mudah, tetapi di sisi lain sangat menyenangkan. 

Kemarin di salah satu sosial media, aku sempat membaca mengenai pro dan kontra pemberian dot pada bayi. Karena pengin tahu, aku pun browsing tentang hal tersebut sehingga bisa menjadi bekal setelah melahirkan nanti.

Sebagian orang tua seringkali kebingungan ketika si kecil mulai menangis dan rewel. Untuk bisa mendiamkan si kecil, selain dengan digendong maka hal yang dilakukan untuk mendiamkan bayi adalah dengan memberikan dot untuk bayinya. Ya, penggunaan dot bayi ini sudah sangat umum dilakukan oleh para orang tua karena memang dengan bayi menggigit atau menghisap dot untuk bayi ini, maka umumnya bayi akan merasa nyaman. 

Banyak pro kontra hingga saat ini dengan penggunaan dot pada bayi ini. Meski begitu ada sisi positif juga dengan memberikan dot pada bayi yang sempat aku rangkum di bawah ini, yaitu:

  1. Penggunaan dot akan mengurangi resiko bayi untuk meninggal mendadak karena SIDS.
  2. Dot juga bisa membantu bayi sehingga bisa lebih mudah tidur dan tidak rewel. Hal ini lantaran sebagian dari bayi mengalami kesulitan dalam tidur sehingga memiliki dot kemungkinan akan membantu sehingga bayi mudah tidur dan tidak menangis.
  3. Dot pun bisa dijadikan cara pengalih perhatian misalnya ketika bayi sedang imunisasi atau menjalani prosedur lain yang biasanya menyebabkan bayi takut.
  4. Dengan menggigit atau menghisap dot, bayi juga akan bisa lebih tenang ketika diajak bepergian misalnya naik pesawat. Terkadang ketika naik pesawat adanya perubahan tekanan udara kerap menjadikan telinga nyeri dan bayi bisa memanfaatkan dot sebagai penghilang rasa nyeri ini. Melepas kebiasaan penggunaan dot ternyata lebih mudah jika dibanding melepas kebiasaan bayi dalam menghisap tangannya.

Selain sisi positif, ada juga yang beranggapan bahwa dot bayi juga menimbulkan dampak negatif untuk bayinya. Berikut aku hasil sharing yang kudapatkan mengenai dampak negative dot:

  1. Dot kemungkinan akan menghalangi dalam proses menyusui dimana hal ini sudah dibuktikan dengan penelitian yang mengungkapkan jika sebagian bayi yang dikenalkan dot terlalu awal menjadikan kurangnya frekuensi untuk menyusu pada Ibunya sehingga pemberian ASI eksklusif akan bisa terhalangi.
  2. Penggunaan dot ini pun diduga mampu memicu gangguan pada telinga bayi karena pernah ada penelitian yang mengungkapkan jika bayi yang memakai dot kemungkinan besar akan bisa mengalami infeksi pada telinga. Alangkah baiknya jika bisa membatasi penggunaan dot ini sampai usia bayi menginjak 6 bulan.
  3. Dot pun juga dicurigai mampu menyebabkan masalah pada gigi si kecil. Masalah ini muncul jika anak terus menggunakan dotnya sampai usianya lebih dari 2 tahun. Namun jika pemberian dot ini pada usianya 6 bulan sampai 2 tahun, maka masalah akan bisa teratasi dengan sendirinya. Jadi pertimbangkan lagi tentang kapan waktu yang tepat memberikan dot dan kapan waktu yang tepat melepaskannya.
  4. Kebiasaan menggunakan dot mungkin juga bisa menjadi kebiasaan yang susah untuk dilepaskan dari keseharian si kecil sehingga hal ini jadi tantangan untuk orang tua juga.
  5. Kalau orang tua tidak menjaga sanitasi dot, hal tersebut akan menimbulkan masalah kesehatan pada bayi. Seperti hal nya yang sempat kubaca pada milist facebook, ada seorang ibu yang bayinya diare dan muntah-muntah, setelah ditelusuri ternyata ada bakteri di dotnya.


Memberikan dot bayi pada si kecil boleh-boleh saja, namun memperkenalkannya sebaiknya untuk tidak terlalu awal. Misalnya, kita bisa menunggu memberikan dot ketika bayi sudah mulai bisa menyusu dengan baik. Selain itu, sebagai orang tua juga harus bisa memilih dot sesuai dengan usia si kecil dengan lubang di pindir sehingga menjaga sirkulasi udaranya. Hindarkan juga bayi dari dot yang mengandung bishpenol-A (BPA) dimana bisa memberikan efek kesehatan ke si kecil. Sekarang sudah banyak sekali dot untuk bayi dengan bentuk yang lucu dan bisa ditemukan di situs belanja online dengan harga yang murah. Jadi sebaiknya membeli dot bayi disesuaikan dengan kebutuhan si kecil.

Nah, ada yang pernah punya pengalaman tentang pemberian dot pada bayi? Anaknya, keponakannya atau saudaranya mungkin. Yuk, sharing di komen untuk menambah pengetahuan tentang hal tersebut.

5 komentar

  1. Dulu Prema ASI dan aku bekerja
    Selama aku kerja Prema minum ASIP pakai dot. Dianya sih gak bingung puting ya, pas aku pulang kantor, tetep aja nemplok plok di PD emaknya. Jadi ya tetep kulanjutin pake dotnya sampai 2 tahun

    BalasHapus
  2. Anak-anak saya gak ada yang minum susu dari dor apalagi ngempeng, jadi gak paham juga positif dan negatifnya. Tapi memang kalau ngedot atau ngempeng harus dijaga kebersihannya juga. Apalagi kan anak-anak suka ngejatuhin dotnya

    BalasHapus
  3. Nice sharing banget mbak, aku bertekad banget anak kedua ini gak akan kukenalin sama dot. Rafa sampe sekarang masih nyusu pakai botol dot dan nyapihnya lebih susah dari pada nyapih ASI

    BalasHapus
  4. Hanya anak pertama yang ngedot (sufor) karena waktu itu saya memiliki masalah dengan puting sehingga sulit menyusui. Tapi nggak sampai ngempeng kemana-mana gitu. Alhamdulillah anak kedua dan ketiga saya bisa memberikan ASI tanpa diselingi sufor.

    BalasHapus
  5. Kalau mau mengenalkan anak dengan dot berarti baiknya dari anak umur berapa sampai berapa ya mbak?

    Kalau terlalu lama pakai dot soalnya juga nggak baik. Suami saya waktu kecil punya kebiasaan ngedot, jadi waktu kecil perkembangan rahangnya kurang baik dan giginya jadi tumpang tindih

    BalasHapus

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)