Featured Slider

Pajak Motor, Ganti Plat, Mutasi dan Pindah Nama Kepemilikan Motor

Saya agak kerepotan buat mengurus pajak motor kali ini. Soalnya ngurusnya PAKET SUPER COMBO, ahaha. Selain pajak 5 tahun, saya juga mengurus penggantian plat dan kepemilikan motor.

Scoopy merupakan motor perjuangan hadiah dari Mas Joko dan Mbak Era. Dulu dibeli pas saya kerja di Jakarta dan dibawa pulang ketika saya melanjutkan kuliah di Solo. Setelah selesai kuliah, saya mau mengembalikan motor tersebut, tapi Mbak Era bilang kalau motor itu buat saya sebagai hadiah nikah. Nggak terasa kalau sudah 5 tahun scoopy itu menemani saya "berjuang" melunasi mimpi.

Oh iya, nulis ini karena saya beneran lieur sama prosedurnya, biar diingatkan saja siapa tahu ada yang pengen pajak, ganti plat, balik nama dan mutasi kendaraan bermotor juga. Nah, scoopy saya plat B mau pindah AD. Atas nama Mbak Era dibalik menjadi nama saya.

Cek Fisik (Gesek Nomor Rangka dan Mesin)
Karena scoopy ada di Klaten, maka langkah pertama yang saya lakukan adalah cek fisik ke Samsat Klaten. Bawa BPKB Motor, STNK motor. Suami saya menjelaskan ke petugasnya kalau mau pajak 5 tahunan, mutasi dan ganti plat plus balik nama. Beneran PAKET COMBO kan? Ahaha.

Berkas cek fisik tersebut jadinya 7 hari dan gratis. Paling pas cek fisik ngasih 5 ribu. Nah, setelah berkas ini jadi, saya mengirim beberapa berkasnya ke Depok. Minta tolong Mas Joko buat ngurusin pencabutan berkasnya. Honestly, sebenarnya saya pengen ngurus langsung sekalian nostalgia naik KRL dan kereta. Tapi Ray jadwal imunisasi DPT nya sudah dekat dan ada beberapa hal yang harus saya urus, jadi niat itu saya urungkan. Padahal saya juga kangen sama Dio sama Dea, huhu.

Fyi, motor nggak perlu dibawa ke Depok ya, hanya beberapa berkas saja untuk pencabutan, antara lain: BPKB asli, KTP saya asli sebagai pemilik baru, berkas cek fisik. Pengurusannya di Samsat Depok. Mas Joko nggak ngurus sendiri, beliau minta tolong Om Bob (yang momong Dio) buat ngurus pencabutan berkasnya di Depok.

Kata Om Bob, kemarin scoopy saya habis 500 ribu. Prosesnya cepat, sehari jadi, bahkan cuma beberapa jam aja bisa ditunggu. Suami yang pernah punya pengalaman mencabut berkas di Jakarta agak kaget karena saking cepetnya. Dulu dia dioper-oper administrasinya dan prosesnya beberapa minggu kemudian baru selesai.

Oh iya, pajak motor saya kemarin telat beberapa hari. Karena sebelumnya repot sama proses melahirkan, jadi kelupaan buat ngurus pajak sama mutasi scoopy ini. Nggak lupa sih, cuma mbayangin ribet prosedurnya jadi jiper mau ngurus, hehe. Makanya nulis ini buat cerita kalau ternyata nggak seribet itu.

Untuk berkas pencabutan nunggu waktu 1 bulan dulu. Kemarin pas dokumen lengkap, samsat Depok menginformasikan via sms agar dokumen tersebut diambil. Pengambilannya pakai surat kayak gini:

Setelah selesai pencabutan berkasnya, semua dokumen dikirim lagi ke Klaten buat ngurus pajak, ganti plat, mutasi dan balik nama di Samsat Klaten. Kemarin yang dokumen yang dikirim balik ada sebendel: arsip STNK, Rujukan, Bukti pengiriman, Arsip BPKB, Fiskal antar daerah, Kwitansi, STNK, BPKB, Kartu Induk BPKB, Berita acara pencarian arsip BPKB, Surat keterangan pengganti arsip, Faktur kendaraan, Sertifikat Nomor Identifikasi Kendaraan Bermotor, FC pemilik lama dan baru, dan printilan dokumen lain.

Untuk pengambilannya, kata Om Bob bayar 20 ribu. Fyi, buat pengurusan ini, saya nggak diminta surat kuasa meskipun diurusin sama orang lain. Nah, kalo di Klaten harus pakai surat kuasa misal pengurusannya dilakukan sama orang lain. Lain cerita kalo pake calo, ahaha.

Memasukkan berkas di Samsat Klaten

Welcome to the jungle

Siapkan stok energi dan sabarnya ya. Karena pengurusan BPKB di Klaten ada 2 tempat yaitu samsat dan polres. Jadi, bolak balik ke dua lokasi itu merupakan hal lumrah. Padahal jaraknya, hmmmm.

Pertama, saya datang ke samsat Klaten lagi buat cek fisik. Kirain langsung jadi. Padahal sepi lho. Entahlah alasannya apa. Saya disuruh balik keesokan harinya jam 2 siang. Karena ga mau bolak balik, saya ke samsat sekalian mudik. Lusa (selang 1 hari dari cek fisik) jam 9 pagi datang ke samsat lagi. Petugasnya bilang kalo ga bisa melayani, karena harus sesuai stempel yang tertera, yaitu Jam 2 siang.

Logikanya, kalo dijanjikan Jumat jam 2 siang bisa diambil, saya datang Sabtu pagi, berkas itu udah jadi dong ya? Petugasnya kekeuh kalo pengurusan itu dilayani jam 2 siang. Kalau harinya mundur, ya tetep jam 2 siang itu (misal Senin, ya Senin jam 2, ga boleh pagi). Muka suami udah merah padam pengen ngajak berantem, tapi saya mengerling. Saya bilang mau ngambil Senin saja jam 2, karena kalo hari itu juga, nanggung banget.

Sepanjang jalan kenangan, suami ngomel-ngomel masih ga terima alasan petugas tadi. Saya mau ikut kesetrum tapi nahan-nahan karena ga mau weekend kami berantakan, ahaha.

Senin tepat jam 2 siang, suami datang ke samsat. Dan pengurusannya ternyata simple banget. TRUS KENAPA GA DARI KEMARIN SIH? 3x datang baru dapat berkas buat cek fisik (((doang))).

Fyi, berkas mutasi di copy 4x ya, 3 untuk di samsat, 1 buat di polres. Daripada 2x fotocopy kan? Inget, pengurusannya bukan di satu atap.

Di Polres Klaten

Suami memasukkan berkas di loket BPKB. Dan pengecekan kelengkapan berkasnya nunggu 3 Minggu. Menghela nafas dulu.

Setelah 3 Minggu, saya ke Polres lagi. Berkas yang kemarin dikumpulkan dan diberi selembar kertas buat pengambilan BPKB. Selain itu, saya juga membayar 225 ribu di loket untuk pengurusan tersebut.

Ah iya, BPKB dapat diambil 2 bulan setelah pembayaran. Apa sudah selesai? Belum, ahaha. Saya harus ke Samsat buat mengurus STNK dan ganti plat nomor.

Ke Samsat Klaten lagi dan lagi

Kalau sudah masuk tahap ini, pengurusannya cepat. Entah kenapa kemarin malah cek fisik yang membutuhkan waktu berhari-hari. 3x datang kesana baru jadi euy.

Ada plang gede yang menghimbau agar tidak memakai calo. Tapi mengurus sendiri ternyata butuh effort besar *elap peluh*.

Back to the topic, setelah pengurusan dari polres Klaten, saya memasukkan berkas ke samsat. Pertama saya menyerahkan di lantai 1. Setelah di cek berkasnya, saya disuruh ke lantai 2.


Suami mengisi formulir dan mengumpulkan berkas. Fyi, jangan lupa bawa bolpoin sendiri. Soalnya disana gak ada. Kata suami ternyata disana ada jasa menuliskan formulir dan membayar 2 ribu.

Hari itu antri lumayan banyak. Tapi tempat menunggunya asyik, ada tempat bermain anak-anak, reading corner, tempat charger dan disediakan minum juga. Toiletna juga bersih, jadi kalau kebelet nggak usah lari ke lantai 1. Ssst, ada ruang menyusui juga lho.


Petugas di lantai 2 ramah dan cekatan. Utu yang membuat saya betah menunggu. Kalau ada yang bertanya, mereka jawabnya enak (ga judes). Karena kelamaan, Ray agak rewel karena ngantuk. Salah satu petugas bertanya nomor saya berapa dan langsung dibantu menyelesaikan pengurusannya. Alhamdulillah.

Di loket ini saya bayar 425 ribu. STNK sudah jadi dan tahap terakhir adalah plat nomor yang nunggu sekitar 1 jam an.

Akhirnya selesai juga tahap-tahapnya, ahaha. Sempat tergiur sama calo, tapi kekeuh mengurus sendiri. Yang di Depok dibantuin Mas Joko sih, ekeke.

Idealisme itu ternyata mahal sekali ya, wkwkw *elap keringet*.

Kalau di kota teman-teman pengurusan pajak, mutasi dan ganti namanya mudah atau bikin nyerah? :D

4 komentar

  1. Hatur nuhun mbak infonya..
    Jadi bermanfaat buat ke depannya kalau mau balik nama juga.. Biar gak kena pajak progresif..

    BalasHapus
  2. walah..walah..ribetnya..

    kemarin aku habis perpanjangan SIM aja harus dua kali balik samsat juga..

    BalasHapus
  3. Belum pernah semuanya, Ay :D etapi pernah ding ikutan cici urus stnk di Samsat,untuk bayar dan urus ganti plat. Waktu itu yg agak lama ganti plat, entah ya kenapa lupa, jadi akhirnya kami titip saja ke tetangga yang kerja di Samsat platnya #eh :D jangan diikutin, ya.

    Baca keseluruhan ceritamu, emang butuh usaha banget tapi emang prosesnya gitu, ya. Mau nggak mau kita harus ikut sama peraturan. O iya, yang disuruh datang pukul 2 siang itu mungkin petugasnya ada di jam itu :D hihihii

    Sharing yang bagus, Ay! Membantu banget. Tanpa calo, tanpa bayar ini-itu untuk memudahkan.

    BalasHapus
  4. Akhirnya ketemu sesama orang klaten juga. Aduh ribet juga ya kalau soal cabut mencabut berkas. Di Depoknya mudah, lah di Klatennya kayak di pingpon gitu. Kalau saya lebih baik dijual dan beli baru lagi disana atau mungkin biarkan saja platnya mati hehehe.. Lelah urusanya kalau bagi yang masih merantau. rencana pulang kampung mau berbulan madu, jadi terbawa emosi deh.

    BalasHapus

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)