Featured Slider

Milestone 1 Tahun Ray

Kalau ditanya, pencapaian terbesar apa tahun ini, maka jawaban saya dalah merawat dan membesarkan Ray.


Baca juga: melahirkan Ray

Sungkem dulu sama ibu-ibu yang tetap waras mengasuh dan mengasihi anaknya di tengah gempuran saran dan kritik tetangga :p. Hidup bermasyarakat tidak luput dari sosialisasi dan pertanyaan seputar pengasuhan anak. Makanya, saya agak malas kalau main-main keluar. Karena ujung-ujungnya dalih menanyakan anak oranglain, tapi malah memamerkan anak mereka sendiri. Pengen ditampol kan orang kayak gitu?

Wait, saya nggak mau curhat tentang itu, tapi pengen mendokumentasikan milestone tumbuh kembang Ray selama 1 tahun terakhir. Yay! Ray ulang tahun :*.

Baca juga: 6 bulan Ray

Setahun ini bisa ngapain aja?



Merangkak (kenceng)


Saya hampir membiarkan Ray melewatkan fase ini. Di usia 8 bulan, Ray sudah bisa merangkak, tapi mundur. Dan saya merasa tidak apa-apa. Beberapa orang terdekat juga bilang nggak apa-apa, nanti malah cepet jalan. Dan intinya, Ray tidak merangkak tidak apa-apa.

Untunglah saya aware. Saya baca-baca artikel kalau fase merangkak sangat penting untuk tumbuh kembang bayi. Ini akan berpengaruh untuk keseimbangannya. Karena menyadari pentingnya fase ini, saya menstimulus Ray untuk bisa merangkak dengan baik.

Saya merangkak di hadapan dia, lalu mengejar bola atau benda yang menarik perhatiannya. Alhamdulillah Ray meniru dengan baik. Pelan tapi pasti Ray bisa merangkak maju. Semula, kaki kanannya hanya diseret. Penopang keseimbangannya hanya di tangan dan kaki kiri saja. Lama-lama, kaki kanan kirinya bergantian untuk menyangga dan merangkak maju. Di usia 10 bulan dia sudah fasih merangkak kenceng.

Oh iya, tidak ada kata terlambat untuk belajar merangkak. Kalau bayi teman-teman belum merangkak di usia 9 bulan misalnya, stimulus terus! Dan jangan membandingkan dengan bayi lainnya. Karena perkembangan setiap anak berbeda-beda :)


Berdiri


Setelah lulus merangkak, Ray bisa berdiri dengan bantuan pegangan. Bahasa Jawanya rambatan. Kamar tidur yang ada buku-bukunya sudah tidak aman, karena dia bisa tiba-tiba berdiri dan meraihnya.

Hal-hal yang menarik baginya seperti pulpen di atas meja, gelas, sendok dan benda lainnya tidak luput darinya. Jadi, kalau dia sudah tertarik, dia akan merangkak menghampiri dan mencari pegangan di sekitarnya untuk berdiri. Kalau merasa tangannya tidak sampai meraih benda yang menarik perhatiannya, tangannya melambai meminta tolong.

*ah, rasanya baru kemarin melahirkanmu, Le.

Memainkan tangan


Kalau di bawah 6 bulan, Ray suka banget memasukkan tangannya ke mulut. Kalau dalam teori parenting ada fase oral, katanya. Fase dimana bayi ingin memasukkan sesuatu ke mulutnya, termasuk tangannya. Biasanya mengemut jempol. Alhamdulillah Ray bisa lepas dari habbit mengemut jempolnya.

Ray sudah bisa memainkan kedua tangannya dengan fasih ketika saya bilang tepuk tangan. Dia suka sekali melakukannya dengan riang. Say good bye dengan ber-da-da dengan lawan mainnya. Menjentikkan tangannya ketika melihat burung. Kedua tangannya juga spontan terulur ketika meminta gendong saya, ahaha.

Ah iya, tangannya kalau pas nenen suka megangin hidung ibunya, nyubitin pipi atau mainin kancing :D. Lagi seneng mainan rambut juga. Jadi kalau ada rambut, tangannya refleks buat jambak :(

Ngobrol


Ray sudah mengerti diajak mengobrol. Dulu mungkin juga tahu kalau ibunya sering ngajak ngobrol. Tapi pas tahu respon Ray tentang hal yang saya obrolkan, ada rasa haru dan takjub *lebay! Tapi beneran deh, sejak Ray dipanggil noleh, trus saat saya bilang sesuatu, dia menggeleng atau tertawa, rasanya lebih semangat buat ngajak ngobrolnya. Tapi juga sering senewen juga kalau waktunya bobok, Ray nggak mau dan lebih demen main :p.

Ray juga sudah bisa mengkode ibunya kalau pengen video call sama papinya. Kalau udah denger suara papinya, raut wajahnya langsung cerah, ahaha. Habis itu suruh nutup telponnya :p.

GTM


Pas usia 6 bulan, Ray MPASI dan lahap sekali. Sampai usia 7 bulan juga sama dan BB nya naik, membuat saya dan ibu-ibu posyandu bahagia (if you know what i mean). Tapi, ketika usianya masuk 8 bulan, naga api menyerang :(. Ray GTM parah. Saya mulai baca buku-buku tentang MPASI, kayaknya cincailah teorinya. Tapi praktiknya kok susyah, ahaha.

Mulutnya Ray beneran rapet. Asupan terbesarnya hanya ASI. Makanya saya observasi ke dokter Ani. Beberapa kali konsul, beliau menyarankan untuk khitan, (((siapa tahu))) fimosis Ray yang menjadi trigger GTM.

Setelah khitan apa langsung lahap? Tentu tidak, beberapa hari masih nggak nafsu makan, lalu berangsur pulih mau makan apa saja. Tapi yaaa nggak kayak di teori yang habis 125 ml atau semangkuk :p. Saya sudah nyobain mix dan kombinasi homemade sama menu instan. Tapi suka-suka Ray, mau ya dimakan, enggak ya mingkem lagi *sigh.

Sampai sekarang GTM ini masih menjadi PR saya. Bagi yang sedang senewen sama anak yang memiliki masalah sama, sini berpelukan Buk! Nggak perlu takut sama ibu-ibu posyandu yang kadang suka nyinyir kebangetan sama BB anak sampai bikin kapok datang lagi :(. Tapi tetap fokus sama anak kita dengan terus mengobservasi penyebab GTM itu apa.

Btw, semula saya agak ketat memberikan gula garam buat MPSI Ray. Tapi sejak usia 8 bulan, Ray sudah kenal gula garam (terbatas). Makan bakso, mie ayam dan makanan berbumbu lainnya ketika usia 10 bulan. Makin baca seputar parenting yang berkaitan dengan MPSI bikin saya tambah mules karena kok kayaknya remidi terus. huhu.

Sudah khitan


Gara-gara sharing soal khitannya Ray, saya banjir DM sama email yang menanyakan khitan rekomended di Klaten. Lengkapnya bisa dibaca di postingan saya sebelumnya ya.

Baca juga: Ray khitan

Emosi


Ray sudah mengekspresikan emosinya. Ketika dia sedih saat saya mau pergi. Atau tidak suka kalau digodain Mas dan Mbaknya. Muka sebel pas nggak bisa-bisa melakukan sesuatu dan saya hanya mendiamkan tanpa membantu. Lalu menolak jika memang dia tidak mau dicium, da-da atau diminta tepuk tangan.

Saya mencoba mengapresiasi emosinya dengan memeluk, mencium dan mengusap kepalanya. Saya juga tidak memaksanya kalau misal dia tidak mau dicium atau SALAMAN sama orang lain.

Peniru


Ray juga sudah mulai meniru aktifitas kami. Saya pakai besak dia tiba-tiba meminta spons dan mengusapnya di pipi. Tangannya lihai memainkan sisir di rambutnya :D. Ray cepat belajar merangkak karena menirukan saya yang sering merangkak ketika bermain dengannya.
Di usia mulai 7 bulan, Ray sering memerhatikan suara-suara, gambar-gambar serta warna-warna mencolok. Kalau beberapa kali dia sudah paham, biasanya langsung menirukan sendiri. PR saya harus mengkondisikan sekitar Ray. Salah satunya berpesan pada anak-anak agar bicara yang baik-baik dan jelas (tidak dibuat-buat) agar Ray tidak bingung ketika menirukannya.
Bicara
Kata pertama Ray di usianya 6 bulan adalah BAPAK. Sering menggumam sendiri. Kosakatanya mulai variatif karena meniru sekitarnya.
Ibuk
Mbah
Mas
Nenen
Minum
Maem
Nyuwun (bahasa Jawanya minta)
Etc

Di usia 11 bulan, Ray sudah menggumam panjang. Kayak mau ngomong sesuatu versi dia. Sesekali saya menanggapi "Apa Mas? Mas Ray mau sesuatu?" Nah, yang paling pusing itu kalau Ray menggumam panjang tanda pengen sesuatu, tapi saya nggak bisa nangkep maunya. Ray bisa nangis kenceng :(.

Untuk melatih kosakatanya, saya mulai rajin membacakan buku dengan intonasi keras dan jelas. Lintang sama Khansa juga sering melakukannya. Dieja per kata dengan jelas. Khansa bahkan kayak deklamasi puisi :D.

Naik Turun Bed

Kalau bangun tidur nggak ada orang di sampingnya, Ray nangis ngodein biar ada yang datang. Dia pernah nyungsep dari bed jadi mungkin merasakan sakit dan ogah jatuh lagi. Tapi pas ada saya, dia berani buat turun sendiri. Kakinya diturunkan dulu, lalu badan dan tangannya menyusul.

That's why saya cinta mati sama tempat tidur yang nggak ada dipannya :D. Kalo pas di rumah mertua sering was-was ninggal ke kamar mandi karena bed-nya ada dipannya :(.

Saya "gembol" kemana-mana


Setahun ini, Ray selalu ikut saya kemana-mana. Rekor paling lama saya tinggal 6 jam ke Solo, datang ke ujian disertasi dosen saya. Awalnya sempat galau mau datang apa gak. Karena diundang langsung dan memang deket banget sama beliau, akhirnya saya datang ke kampus. Itu beneran perdana kami berdua berjauhan. Dan kata eyang putrinya, Ray seharian kelihatan lesu. Pas saya pulang, kedua tangannya langsung mengarah pada saya minta gendong.

Baca juga: Anak bau tangan ibu

Yang paling mengena adalah saat ujian CPNS bawa dia. Pas TKD masih mending hanya 2 jam. Yang paling epik adalah pas TKB yang membutuhkan waktu seharian. Jadi sejak subuh sampai magrib saya naik turun tangga buat nyusuin Ray.

Baca juga: tes CPNS

Hadiah dari papi dan ibu


Ray lagi belajar berjalan (sendiri). Makanya saya ngasih stimulus biar dia berdiri, pegangan kuat trus bisa jalan geser pelan-pelan. Sesekali saya membantunya dengan memegangi kedua tangannya, trus dia jalan setapak demi setapak. Kalau akhirnya dia memilih duduk dan nggak mau jalan, saya nggak maksain. Saya lebih memilih memberinya jeda dan mencoba menstimulasinya lagi agar dia bisa "berani" jalan.

Oh iya, Ray demam dari sore, huhu. Batuk pilek membuat dia uring-uringan dan nempel terus sama saya. Ibu sudah beberapa kali menyuruh membawanya ke dokter, tapi saya masih kalem mengikuti saran dokter Apin untuk sabar dan menggendongnya. Toh saya tahu demamnya Ray itu karena batuk pilek. Saya memastikan kalau minumnya banyak agar tidak dehidrasi.

Oalah Le, ulang tahun kok pake acara panas. Khansa (8 tahun) yang sedari pagi menyanyikan lagu ulangtahun untuk adiknya. Lintang sama Iqbal juga sama, mengucapkan dan memberikan doa buat Ray sambil memeluknya.

Sorenya, papinya datang, Ray sedang tidur. Beliau mengecup kening Ray sambil mengucapkan selamat ulangtahun. Mengeluarkan kado dari tas berupa alat bantu jalan buat bayi. Saya nggak tahu kalau papinya beli alat itu. Mungkin karena excited bujangnya belajar jalan. Meskipun Ray merasa risih pake alat itu, hehe.

Saya sengaja nggak beli kue dan tiup lilin. Karena memang nggak mau kalau Ray makan yang manis-manis :D. Dan saya nggak mau tiup lilin hanya sekadar buat foto doang. Hadiah dari saya selain doa adalah gendongan hugpapa (yang harganya 3 jutaaa, ahaha). Ray seneng banget digendong. Makanya pas dapat gendongan hadap depan, saya nggak sabar pengen nyobain.

Selamat ulang tahun anak lelakiku. Semoga Allah selalu menjaga dan mencintaimu.

Ibu sayang kamu pake banget.

Tidak ada komentar

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca! Let's drop your comments ya. Insya Allah akan berkunjung balik :)