Featured Slider

#JanganTakutBerkurban, Turut Berbagi dan Membentang Kebaikan

Pernah merasa jenuh makan sesuatu? Padahal sebelumnya, makanan itu adalah favorit kita. Saya! Waktu pertama kali menemukan menu sop kambing yang enak banget di area Klaten, setiap weekend, saya dan suami meluangkan waktu kesana. Bumbunya pas! Acarnya banyak. Dan penjualnya ramah.

Lama-lama kami bosan. Menu sop kambing tidak spesial lagi. Lalu, di lain kesempatan, saya mengajak bulik (adiknya ibu) untuk makan kemari. Beliau saaaaaangat menikmati. Karena menurutnya, menu ini merupakan menu mewah untuknya. Mungkin satu tahun sekali. Sebagai buruh, beliau merasa "sayang" kalau uang gajinya dibelikan daging. Hal tersebut pernah diceritakan kepada saya.

Hal yang menurut kita biasa, tetapi bagi orang lain bisa menjadi hal yang paling istimewa...

Sebentar lagi momen idul adha. Biasanya kami berkumpul sekeluarga untuk mengolah menu daging. Ada sate, tongseng, bakso, dan sisa daging yang ada dibekukan di freezer. Saya pernah membatin, di rumah banyak daging sampai bingung mau dibuat menu apa. Tapi disana, ada yang berebut daging, bahkan sampai tidak kebagian. Masa ada? Ada dan itu fakta.

Jangan Takut Berkurban!

Teman-teman punya cerita tentang momen idul kurban? Menurut saya, untuk berkurban harus memiliki kemampuan dan KEMAUAN. Mampu belum tentu mau. Begitu juga sebaliknya, yang mau banget berkurban, kadang belum tentu mampu menunaikannya. Makanya, semula saya tidak menganggarkan dana buat berkurban, mulai 3 tahun lalu, saya memiliki dana tabungan buat kurban yang di-debet tiap bulan.


Saya berkurban di masjid dekat rumah. Kalau takmir merasa hewan kurban sudah terlalu banyak, hewan kurban saya didistribusikan ke masjid lain yang membutuhkan. Makanya, saya percaya banget kalau tidak semua daerah menyembelih hewan kurban. Kalaupun ada, tidak sebanding dengan jumlah masyarakat yang harus dibagi.

Btw, kadang niat juga suka mobat-mabit (bahasa apa ini, ahaha). Jadi, sudah niat buat kurban dari awal, tapi pas mau idul adha, kok tergiur buat memakai jatah uang kurban, huhu. Tenang, itu manusiawi. Yang penting tidak tergoda saja *smile*.

Kalau sibuk dan nggak sempat mencari hewan kurban yang qualified. Atau pengen berbagi ke luar daerah karena di daerahnya sudah banyak yang berkurban. Teman-teman bisa mengamanahkan ke Dompet Dhuafa. Lho, emang bisa? Bisa dong! Di dompet dhuafa ada layanan kurban bernama tebar hewan kurban.


Tentang Tebar Hewan

Program tebar hewan kurban ini sudah dilakukan Dompet Dhuafa sejak tahun 1994 ke berbagai wilayah di Indonesia. Sehingga hewan kurban tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di perkotaan saja, namun program THK juga tersebar hingga ke pelosok desa dan masyarakat terpencil. Pertama kali, program ini bernama Menebar 999 Hewan Kurban dan di tahun 1998 berubah nama menjadi Tebar Hewan Kurban.

Program ini berawal dari cita-cita mendistribusikan berkah hewan kurban ke daerah-daerah terpencil melalui pemberdayaan kelompok peternak lokal yang mandiri. Hadirnya program ini membuat masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan kelezatan daging kurban. Agar tidak banyak penumpukan daging kurban yang hanya disebar dan diterima penerima manfaat di Kota.

Program Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa hingga kini masih terus berjalan berkat dukungan dan kepercayaan sahabat yang telah menyalurkan bantuan kurban melalui Dompet Dhuafa baik di seluruh Indonesia dan  berbagai negara di  Luar negeri. Teman-teman mau join program ini juga? Yuk simak 5 keunggulan berkurban di dompet dhuafa

💓 kemudahan layanan

Yang punya kesibukan dan tidak sempat memilih hewan kurban yang bagus, ada lho, layanan kurban  yang amanah. Seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya, kurban dapat dilakukan melalui : Konter Kurban di berbagai Mall. Atau bisa juga bertransaksi melalui Rekening Bank Layanan Jemput Kurban melalui kurban.dompetdhuafa.org

💓 tebar kurban ke pelosok negeri

Kurban  tidak hanya dinikmati oleh masyarakat tertentu saja, tapi bisa menjangkau masyarakat di pelosok negeri. Misalnya saja daerah Nusa Tenggara Timur yang pernah dijadikan daerah pembagian hewan kurban. Salah satu warga Ronting, NTT, Ibu Kulsum merasa sangat bersyukur karena merasa daging adalah hal yang mewah. Keluarganya yang berprofesi sebagai buruh, belum merasa mampu membeli daging sendiri. Dengan adanya kegiatan tebar hewan kurban dompet dhuafa, keluarganya merasa bahagia karena bisa ikut menikmatinya meskipun hanya setahun sekali *terharu.

💓 kualitas mutu hewan kurban terjamin

Penilaian mutu hewan kurban terdiri dari beberapa parameter: Bobot hidup : Kambing 25-29 kg, Kambing premium  33-39 kg, Sapi 250300 kg Hewan Kurban tidak cacat, lepas gigi, dan jantan. Pemotongan sesuai syariah Islam. 

💓 laporan kurban transparan

Setiap pekurban akan mendapatkan laporan kurban berupa laporan donasi, foto-foto pelaksanaan, serta informasi kurban dari berbagai daerah. Para pekurban atau donatur juga bisa melihat langsung di berbagai daerah bersama tim Dompet Dhuafa.

💓 memberdayakan peternak lokal

Nah, salah satu yang membanggakan adalah selain bisa berkurban, kalau kita ikut menjadi bagian dari tebar kurban dompet dhuafa adalah kita ikut memberdayakan peternak lokal. Selain itu bisa membantu perekonomiannya juga karena adanya subsidi silang terhadap penggembala. Jadi, dompet dhuafa memberikan bantuan sapi-sapi atau kambing untuk dikelola secara merata. Sehingga saat idul adha tiba, hewan-hewan tersebut qualified untuk dijual dan dijadikan hewan kurban.

Saya besok Minggu rencananya mau nyari hewan kurban. Di sekitar daerah mertua ada masjid yang masih timpang kebutuhan hewan kurbannya. Masyarakatnya banyak, tapi hewan kurbannya masih sedikit karena memang penduduknya kebanyakan buruh.

Buat teman-teman yang di daerahnya sudah melimpah hewan kurbannya, layanan kurban dompet dhuafa bisa jadi referensi. Karena hasil kurbannya dibagikan ke seluruh pelosok negeri.

Semangat berkurban! Semoga Allah selalu mencintai kita :)


Read More »

Mahasiswi Baru, Semangat Kuliah Lagi Meski Usia Tak Muda Lagi

Ketika saya menerima SK Kerja beberapa waktu lalu, ada pernyataan yang harus saya tandatangani di atas materai perihal kesanggupan untuk kuliah lagi. Di berbagai kesempatan, Pak Rektor juga selalu berpesan "Sekolah, sekolah, sekolah" dengan suara yang tegas dan berwibawa. Makanya, pesan itu saya patri dalam hati agar saya selalu punya motivasi untuk kuliah lagi.
Nostalgia OSPEK Maru

Bagi sebagian orang, perempuan yang menempuh sekolah tinggi adalah hal yang tabu. Buat apa? Toh akhirnya nanti ke dapur juga? Saya cerita begini karena saya dulu pernah mengalaminya ketika akan menempuh S2. Sempat galau mau menikah dulu atau kuliah lagi. 

Kalau teman-teman berada di lingkungan kondusif yang mendukung untuk sekolah, berarti itu nilai plus. Tapi bagi yang tinggal di sekitar lingkungan yang memandang kuliah tidak begitu penting, butuh effort untuk menggigit kuat cita-cita untuk menempuh pendidikan tinggi. Karena kalau nggak kuat, bisa-bisa semangatnya menguap begitu saja. Jadi, kalau ada yang bilang kuliah itu nggak penting, atau sekolah tinggi mau jadi apa, sebaiknya diabaikan saja. Kalau masih ngeyel, minta Bu Susi untuk menenggelamkan di laut saja *mulai judes*.

Terinspirasi dari Film Mahasiswi Baru


Saat ini, usia saya sudah beranjak kepala 3 (anti aging, please!), ada Ray dan suami juga menjadi salah satu pertimbangan untuk mengambil S3. Mau ambil konsentrasi apa? Pakai uang pribadi atau beasiswa? Lalu, mau kuliah dimana? Pertimbangan ini penting saya pikirkan agar nantinya kuliah dan keluarga bisa balance. Alhamdulillahnya, pertimbangan ini tidak menjadi hambatan untuk saya kuliah lagi. Karena keluarga saaangat mensuport untuk melanjutkan kuliah dimana saja. Sehingga saya bisa bebas memilih. Tapi balik lagi, saya harus tahu kalau kodrat saya adalah sebagai istri dan ibu yang haus akan ilmu. Jangan sampai ke depannya timpang salah satu, naudzubillah.

Nah, ketika browsing twitter, saya melihat ada trailer film baru berjudul mahasiswi baru. Ketika saya menontonnya, saya menahan tawa karena cuplikannya lucu dan kocak.

Film besutan Monty Tiwa ini pas banget momennya ketika para lulusan SMA berlomba-lomba mencari kampus idamannya untuk melanjutkan kuliah. Ada Artis senior yang menjadi pemeran utama di film ini, yaitu Widyawati yang berperan sebagai Oma Lastri.

Kepiawaian aktingnya nggak perlu diragukan lagi, bahkan di beberapa scene dalam trailer, Widyawati berhasil mengimbangi aktingnya Morgan yang usianya terpaut cukup jauh.

Semangat Widyawati untuk kuliah di usianya yang tidak muda membuat saya kayak disentil kalau menuntut ilmu itu tidak memandang usia. Film ini cocok banget untuk ditonton bareng keluarga karena sarat akan pesan moral yang dikemas dalam bentuk komedi. Makanya saya nggak sabar nunggu tanggal 8 Agustus 2019 buat nonton film ini di bioskop :)

Yang belum nonton trailernya, nonton dulu gih. Nih saya kasih linknya:



Gimana? Kocak kan aktingnya Widyawati :D. Ada Umay juga yang meramaikan film Mahasiswi Baru dan membuat saya yakin kalau film ini bakal menghibur. Logat-logat Oma Lastri yang spontan bilang "Yoaaaa Brai" pada geng kampusnya, membuat saya tidak bisa menahan tertawa. Asli lucu banget!

Yang kangen sama aktingnya Morgan sama Mikha Tambayong, nonton ini bisa terobati. Biasanya Mikha jadi tokoh protagonis, tapi kali ini dia berperan di film komedi yang menuntutnya untuk menghibur para penggemarnya.


Joke-joke dalam film ini menghibur dan memberikan pesan moral. Ketika Morgan memanggil Widyawati dengan sebutan "Lastriiiii", Karina Suwandi marah besar karena dianggap tidak sopan.

Ada Salamet Rahardjo jugak! Aktingnya yang matang membuat saya makin pengen nonton film ini. Ada yang mau nonton bareng film ini? Yuk tanggak 8 Agustus kita jejer nonton di bioskop :)


Ps: saya fans beratnya Widyawati. Di usianya yang tidak muda lagi, beliau bisa all out banget. Apalagi di film ini kayak ngepuk-puk saya kalau usia bukan penghalang untuk mengenyam pendidikan. Ya, i will do my best!
Read More »

Impian Terbang Umroh Bersama Sobatku

Pengalaman mengurus haji Bapak dan Ibu membuat saya belajar kalau memiliki impian untuk pergi ke Baitullah, lebih baik saat usia masih muda. Mengingat kemarin Bapak waktu disana kurang optimal ibadahnya karena kondisi fisiknya, huhu.

Panjangnya antrian untuk berhaji membuat Mas Joko memberangkatkan umroh Bapak dan Ibu pada tahun 2012. Hal tersebut menginspirasi saya. Impian saya 3 tahun ini adalah ingin berangkat umroh sekeluarga. Selain biayanya yang lumayan ringan, kami tidak perlu antri bertahun-tahun. Eh tapi, tabungan buat haji tetap jalan, meskipun saat ini alokasinya masih sedikit. Prinsipnya, sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit 😍.


Menabung di Tabungan Online SOBATKU

Untuk mewujudkan mimpi bisa umroh, jalan keluarnya adalah menabung. Saya sebagai menteri keuangan keluarga menyisihkan (bukan minyisakan :p) uang untuk tabungan umroh. Sejak awal tahun, saya memang rajin banget membuat pos-pos tabungan. Suami percaya penuh pada saya untuk memanajemen keuangan kami.

Kalau lebaran lalu saya membuka rekening di bank untuk rekening gaji. Antrinya panjang sekali, huhu. Daridulu paling malas buka rekening karena malas antrinya. Jadi kalau memang nggak butuh banget dan tidak terpaksa, saya lebih memilih memanfaatkan rekening yang ada. 

Nah, beberapa waktu lalu, saya nyobain menabung di tabungan online SOBATKU. Saya sengaja menabung buat umroh di rekening tersendiri: di SOBATKU. Membuka rekeningnya nggak perlu antri karena memang nabungnya secara online.

Nomor handphone secara otomatis menjadi nomor rekening, sehingga saya nggak perlu repot lagi menghafal nomor rekening. Oh iya, menabung di SOBATKU tidak ada minimal uang yang harus ditabung saat pertama kali. Jadi, kalau teman-teman mau buka rekening dulu padahal belum memiliki uang, di SOBATKU bisa banget!

Yang paling menyenangkan, setiap bulan, saya tidak harus menanggung biaya administrasi bank. Yay! Dan 1 hal lagi yang membuat saya semangat menabung di SOBATKU, yaitu: berpeluang mendapat hadiah paket umroh. Di SOBATKU, punya tabungan 50 ribu saja sudah bisa ikut undian, lho.

Nabung jadi jutawan dan bisa umroh gratis? Mau banget! Seperti teman-teman yang dapat rejeki uang ratusan juta dan paket umroh dalam pengundian grand prize SOBATKU pada Minggu, 14 Juli 2019 di Ambarukmo Plaza. Bahagia mereka ikut menular ke saya. Apalagi yang dapat paket umroh. 

Jadi Jutawan dan Ingin Terbang Umroh Bersama SOBATKU

Minggu kemarin, saya datang di acara pengundian grand prize jutawan SOBATKU dan paket umroh. Acaranya sangat meriah. Apalagi di akhir acara ada Pongki yang nyanyi lagu Putriiiiiiii 💓.


Pas di lantai atas, suara kemeriahan acara SOBATKU sudah menggema. Pantas saja, ternyata ada kompetisi cover KPOP juga sebelum acara pengundian. Para penonton histeris memberikan semangat jagoannya yang luwes meliukkan badannya di depan panggung.

Ray juga ikut antusias melihat karena saking ramainya. Selanjutnya, ada acara konferensi pers dari SOBATKU yang membuat saya makin sreg menabung di SOBATKU. Acara undian ini sudah 8 kali digelar.

Oh iya, sebagai bahan informasi, SOBATKU merupakan kepanjangan dari Simpanan Online Sahabatku yang lebih dikenal dengan tabungan online berbasis aplikasi dari KSP Sahabat Mitra Sejati, atau Sahabat UKM (www.sahabat-ukm.com) yang berkantor pusat di Gedung Sampoerna Strategic Square Jakarta.

SOBATKU telah siap bersaing dengan aplikasi fintech lain, sehingga dalam mengembangkan bisnisnya, KSP Sahabat didukung penuh dan bermitra dengan Bank Sahabat Sampoerna. Penarikan undian Grand Prize kemarin dihadiri oleh Ceppy Y. Mulyana, Ketua Pengurus KSP Sahabat Mitra Sejati dan hadir pula Henky Suryaputra  dari Bank Sahabat Sampoerna sebagai lembaga mitra, serta disaksikan oleh Pejabat Dinas Sosial Yogyakarta, Dinas Sosial DIY, Polsek Depok Barat Jogjakarta, Notaris, tamu undangan, serta anggota, dan calon anggota KSP Sahabat Mitra Sejati.  

SOBATKU memilih DIY dan Jawa Tengah, khususnya Yogyakarta sebagai lokasi penarikan undian Grand Prize ke-8  dikarenakan DIY dan Jawa Tengah adalah daerah yang pertumbuhan ekonominya tinggi, penduduknya besar, jumlah kaum milenialnya besar dan wilayah yang besar, dan yang penting daerah DIY dan Jawa Tengah memiliki pengguna  SOBATKU yang, menempati urutan ke-6 terbanyak di Indonesia jumlah pengguna SOBATKU.

Sejak diluncurkan pada tahun 2017, aplikasi SOBATKU melalui program undian Grand Prize 100 juta dan 4 Paket Umroh untuk 4 Pemenang, telah berhasil membagikan hadiah total milyaran rupiah dan mewujudkan impian lebih dari 1000 impian para pengguna SOBATKU. Seperti mewujudkan Radot Kornelius, untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi di tahun 2018. Semua itu terwujud karena mereka berhasil menang Undian 100 juta dari SOBATKU.




Ingin impianmu diwujudkan oleh SOBATKU? Masih terbuka kesempatan untuk menabung, karena undian SOBATKU diadakan sepanjang tahun. Selain hadiah Grand Prize berupa 100 juta dan 4 Paket Umroh untuk 4 Pemenang, nominal hadiah yang bisa dimenangkan adalah ratusan hadiah berupa uang tunai sebesar 10 juta, 5 juta, 1 juta, 500 ribu dan 100rb, yang diundi setiap bulan!

Di setiap kota yang di datangi, SOBATKU selalu memberikan Program Jutawan SOBATKU hadiah tambahan bagi warga lokal, selain hadiah Undian Grand Prize. SOBATKU memberikan satu paket Umroh tambahan, dan hadiah total puluhan juta rupiah, khusus bagi warga yang berdomisili di kota dan provinsi tempat penarikan undian tersebut, dan kali ini hadiah tambahan diberikan kepada warga DIY dan Jawa Tengah. KSP Sahabat bermitra dengan Jaringan PRIMA yang mendukung penuh kegiatan Undian Grand Prize dan Pesta Jutawan SOBATKU.

Tidak hanya membagikan hadiah milyaran rupiah, SOBATKU juga mengedepankan fitur pembelian dan pembayaran seperti pembelian pulsa, token Listrik, pembayaran PLN, PDAM, TV berbayar dan tiket Kereta Api, dan tabungan on line ini sangat dimudahkan dengan fitur tanpa biaya admin, tanpa biaya bulanan dan tanpa minimum saldo!

SOBATKU saat ini sudah meluncurkan SOBATKU premium khusus bagi pengguna SOBATKU yang ingin memiliki saldo lebih besar. Hadirnya SOBATKU Premium, diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menabung.

Menurut Oktavia Laksmi, selaku Fintech Product Activation Division Head, “SOBATKU Premium menjawab keinginan masyarakat yang ingin menabung lebih mudah, dengan limit saldo yang lebih besar, aman dan nyaman. Pasti SOBATKU Premium memiliki banyak manfaat dan banyak keuntungan yang akan diberikan oleh SOBATKU bagi para penggunanya” Kedepan, dalam waktu dekat SOBATKU juga akan memberikan kemudahan kepada penggunanya dengan menghadirkan fitur pembayaran asuransi dan pembukaan rekening deposito secara online. Kyaaa, nggak usah repot datang ke bank :D.

Sudah download SOBATKU di Handphone kamu? Yuk miliki mimpi umroh bareng denganku :*

Info Lengkap Mengenai SOBATKU bisa dilihat disini ya:

Website: www.sobatku.co.id
Facebook: SobatkuID
Instagram: Sobatku_ID
Twitter: @sobatkuid 










Read More »

Pakaian Lembut, Wangi dan Bebas Noda? Simak Rahasianya!

Pekerjaan rumah tangga yang paling saya gemari adalah mencuci: mencuci piring dan baju :D. Mungkin karena dekat dengan air, sehingga menyebabkan saya betah mengerjakannya. Pekerjaan terasa lebih menyenangkan, ahaha. Mau sebanyak apapun cucian, saya akan dengan senang hati menyelesaikannya.


Tapi setelah jemuran mulai kering, mendadak semangat jadi turun beberapa dijit, huhu. Karena sudah terbayang-bayang harus nyetrika. Siapa yang paaaaaling males nyetrika baju? *nyari temen.

Honestly, sejak memiliki Ray, saya hampir tidak pernah nyetrika. Awal lahiran masih rajin banget, tapi lama-lama menguras tenaga, huhu. Mungkin karena dasarnya nggak suka duluan sama pekerjaan rumah ini. Lha gimana? Kalau nyetrika bawaannya gerah. Nggak bisa ditinggal-tinggal. Posisi pengerjaannya juga serba salah. Berdiri capek, duduk punggung pegel, jongkok apalagi? Ahaha. Makanya, kalau nggak kepepet, saya nggak nyetrika baju. Kompak banget sama suami yang nggak mempermasalahkan tentang hal ini

Mencuci Pakaian


Karena sadar betul kalau saya nggak terlalu menyukai nyetrika, maka saya memerhatikan tahap mencucinya. Kalau kata ibu, menyetrika bisa mematikan bakteri karena panasnya. Selain itu juga wangi karena pas nyetrika bisa disemprot pakai pewangi pakaian agar lebih licin saat nyetrika.

Saya berbeda mazhab sama ibu yang rajin banget nyetrika demi kerapian dan kenyamanan anak suaminya. Makanya kalau dapat pembagian tugas, saya lebih memilih mencuci piring atau pakaian saja.

Bagi saya, pakaian bisa tetap lembut, wangi, bebas bakteri dan bersih tanpa harus disetrika. Bisa banget! Makanya, tahap mencuci ini saya buat  (lebih) menyenangkan. Teman-teman mau tahu juga rahasia saya yang selama setahun terakhir ini jarang banget nyetrika pakaian tapi tetap merasa nyaman? :D. Ada beberapa hal yang saya lakukan saat mencuci pakaian, agar pakaian nggak cepat kusut, wanginya tahan lama dan tentunya bersih bebas bakteri. Simak ya!

1. Memisahkan pakaian

Pakaian Ray tentu saja saya pisah. Saya rendam sendiri. Kalau pas mengeringkan baru saya campur dengan pakaian keluarga besar.

Saya memisahkan berdasarkan tingkat kotor, warna pakaian dan bahan pakaian. Underware saya kucek dulu baru dimasukkan ke mesin cuci. Lalu pakaian yang kotor banget saya juga rendam dulu selama setengah jam agar nodanya hilang, baru digiling. Trus, pakaian yang warnanya cerah, biasanya pakaian kerja yang berwarna putih, biru muda, tidak saya campur juga karena rentan kelunturan baju yang lain.

Memisahkan begini repot gak? Enggak sama sekali. Justru saya bisa menyortir mana pakaian yang bernoda dan tidak. Hasilnya lebih bersih dan nggak perlu kerja dua kali.

2. Langsung mengucek noda pada pakaian

Ini saya banget! Ray lagi fasenya mengeksplorasi sekitar. Seringkali pakaiannya kotor banget. Nggak cuma pakaiannya, saya juga.

Kalau makan masih belepotan di mulut, tiba-tiba dia langsung meluk saya. Mulutnya nempel di baju saya rata. Buah naga yang paling sering susah hilang kalau nggak langsung dikucek.

Nah, biar bebas noda, saya biasanya langsung mengucek bagian yang kotor tadi. Kalau memang tidak sempat, saya masukkan ke ember dan merendam dengan air. Setidaknya tidak tercampur dengan pakaian lain dan saya tahu kalau di ember itu ada pakaian yang kena noda dan harus dikucek dulu.

3. Membalik pakaian

Saya dulu nggak tahu filosofi membalik pakaian ini, karena ribet banget euy. Sebelum dicuci dibalik, kalau sudah kering dibalik lagi. Kan kerja 2 kali ya? Setelah tahu manfaatnya, saya selalu membalik pakaian setiap mau mencuci. 

Dengan membalik pakaian, warna pakaian tidak cepat memudar. Bahan pakaian yang lembut juga tidak cepat kasar (bladus). 

Biasanya celana atau baju ada bagian yang menggulung. Nah, sebaiknya meluruskan bagian yang tergulung agar noda yang ada dalam lipatan gulungan tersebut bisa hilang saat mencuci.

Buat yang masih memiliki anak sekolah, biasanya ada noda atau serpihan pasir di saku. Ada sisa uang jajan yang tertinggal di saku bisa dikeluarkan lebih dulu sebelum dimasukkan ke mesin cuci. Ga cuma anak sekolah euy, suami saya juga sering begini :D.

Pokoknya, kosongkan isi saku sebelum masuk mesin cuci. Dan hal-hal seperti ini bisa dilakukan saat saya membalik dan memisahkan pakaian.

4. Mengatur mode mesin cuci yang pas

Di rumah, saya mencuci menggunakan mesin cuci. Tiap mesin cuci pengaturannya berbeda-beda dan KITA WAJIB TAHU.


Misal, di tempat orangtua saya pakai mesin cuci 2 tabung. Airnya harus diisi manual. Sedangkan di rumah mertua, mesin cucinya satu tabung yang pengaturannya berbeda dengan di rumah. Saya bertanya sama ibu mertua mengenai pengoperasiannya agar tidak keliru memencet tombolnya ketika mencuci pakaian keluarga.

Sebetulnya, secara umum, pengaturan regular dapat digunakan untuk kebanyakan pakaian yang terbuat dari bahan katun yang lembut. Lalu, untuk pakaian dengan bahan sutera atau yang ringan lainnya, biasanya diatur dalam mode "soft" pada spinnernya. Tapi kalau ketemu mesin cuci yang beda sama yang sehari-hari saya pakai, seringkali bingung mau mencet yang mana. Hehe

5. Memilih deterjen yang cocok

Yang membuat betah ketika mencuci dan hasil bisa maksimal tanpa harus disetrika adalah saat pemilihan deterjen yang cocok. Nah, ada 3 hal yang menjadi pertimbangan saya dalam memilih deterjen.

💓 Hemat di kantong dan air saat membilas

Karena deterjen merupakan kebutuhan sehari-hari, faktor harga menjadi alasan utama. Selain itu, alasan yang tidak kalah penting adalah bisa hemat air. Tidak perlu effort untuk membilas. Jadi, teman-teman biasanya berapa kali membilas nih?

Dulu paling seneng kalau mencuci pakaian itu pakai deterjen yang banyak busanya. Sekarang, saya lebih memilih deterjen yang sedikit busa, tapi mampu membersihkan noda membandel pada pakaian.

💓 Bentuknya cair atau liquid

Saya lupa kapan tepatnya mulai beralih ke deterjen bubuk ke cair. Tapi setelah memakai deterjen cair ini, saya nggak perlu kerja dua kali. Biasanya kalau merendam pakai deterjen bubuk, ada beberapa yang nempel di baju dan tidak larut dengan air. Sehingga, ketika pakaian kering, sisa deterjennya masih nempel. Makanya, saya dominan beli deterjen cair.

💓 Punya anti bau

Nah, ini yang tidak kalah penting agar pakaian yang dicuci bisa wangi tahan lama setelah kering. Jadi, tanpa disemprot saat nyetrika, pakaian tetap wangi karena deterjennya membersihkan dengan maksimal serta bisa mengatasi bau di pakaian

Dan dari pertimbangan di atas, saya jatuh hati pada deterjen attack anti bau liquid plus softener.

Attack Anti Bau Liquid

Attack deterjen cair ini merupakan deterjen konsentrat berteknologi tinggi, lho. Yang bikin saya makin cinta, sudah dilengkapi dengan pelembut dan cocok untuk segala jenis mesin cuci, sehingga deterjennya bisa larut sempurna hingga ke serat kain.

Oh iya, karena saya ingin menjaga lingkungan, saya ikut berhemat menggunakan air dalam kegiatan rumah tangga. Salah satunya dengan menggunakan attack softener cair yang mudah dibilas tanpa sisa detergen pada pakaian.dan mesin cuci. Dan yang paling bikin cinta adalah tiga keunggulan dari deterjen attack anti bau liquid.

💓Bersih dan lembut. Attack cair bisa menghilangkan noda. Noda darah, kopi, saos, bekas keringat di kerah, noda tanah dan noda bekas buah naga MPASI nya Ray :D. Kandungan pelembutnya melenturkan serat kain sehingga nyaman dipakai (tanpa disetrika).

💓Anti Kuman. Attack cair juga mencegah pertumbuhan kuman penyebab bau setelah pakaian dicuci. bye-bye bau apek.

💓Anti Bau. Nah, poin ini yang paaaaling saya suka. Attack anti bau melindungi pakaian dari sejak awal proses pencucian sampai pakaian digunakan. Pakaian jadi bebas bau air rendaman, bau apek dan bebas bau keringat di pakaian sepanjang hari.

1 Liternya bisa dipakai 33x mencuci. Cucian numpuk di mesin cuci? Siapa takut! Langsung giling pakai attack softener liquid.


Read More »

Mau Tetap Eksis Internetan Saat Liburan ke Luar Negeri? Jangan Lupa Bawa Passpod Wifi

Mau liburan keluar negeri tapi bingung mikirin koneksi internet-nya? Gak usah bingung, deh! Karena untuk solusi internet di luar negeri, kita bisa percayakan pada Passpod. Posting foto di media sosial bukan berarti pamer lho ya. Saya seringkali posting foto, meskipun kadang di-privat, karena ingin mendokumentasikan. Jadi saat media sosial mengingatkan momen tersebut, saya bisa bernostalgia.

Nah, bagi yang demen banget plesiran ke luar negeri dan ingin tetap eksis di media sosial, teman-teman bisa nyobain passpod wifi.

Apa sih Passpod itu?

Passpod merupakan platform digital yang menyediakan kebutuhan traveler selama di luar negeri. Dikenal sebagai penyedia layanan koneksi internet, nyatanya Passpod juga menyediakan kebutuhan lain lho! Mulai dari tiket atraksi wisata di luar negeri, tiket event lokal, asuransi perjalanan dan lain-lain sesuai dengan taglinenya yaitu Digital Tourist Pass. Tapi kali ini saya mau sharing tentang kualitas Passpod Wifi nya nih. Cocok banget buat kamu yang mau traveling bersama teman dan keluarga, karena bisa hemat internet dengan sharing Passpod Wifi.


Apa itu Passpod Wifi?

Passpod Wifi merupakan solusi yang tepat untuk koneksi internet saat kita liburan di luar negeri. Dengan passpod wifi kita tidak perlu repot dengan data roaming yang mahal atau cari sim card di negara tujuan.

Cara pesan dan belinya juga mudah secara online melalui website maupun aplikasi. Setelah kamu pesan dan beli kamu akan menerima Passpod wifi seperti pada foto dibawah ini. Oiya untuk biaya ongkir nya gratis ke seluruh indonesia, loh!



Kenapa sih harus pesan Passpod Wifi?

Tentunya, di era sekarang ini kita pasti membutuhkan internet as travel partner. Dengan terhubung melalui internet, kita dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi mulai dari memberi kabar melalui aplikasi chatting, cari rute jalan melalui google maps hingga cari tau tempat-tempat dan makanan yang harus kamu kunjungi di negara tujuanmu. Ok, langsung aja ya kita bahas details Passpod Wifi.

💓 Easy booking


Kamu bisa pesan Passpod wifi secara online di website maupun aplikasinya di IOS/Android. Passpod wifi pun menawarkan best deals price untuk sewa wifinya mulai dari 45ribu rupiah/hari loh dengan koneksi unlimited. Kamu bisa pesan passpod wifi dengan sistem sewa deposit 500,000. Deposit ini menjadi jaminan untuk sewa wifi di Passpod, dan akan dikembalian setelah modem diterima oleh tim Passpod dengan baik

💓 Connect up to 5 devices

Pakai Passpod Wifi selama di luar negeri juga hemat banget. Buat kamu yang traveling bareng-bareng bayarnya bisa sharing cost loh, karena Passpod Wifi bisa connect up to 5 devices! Contohnya nih kamu traveling ber3 dengan teman-temanmu ke Jepang selama 5 hari. Dengan cost sewa wifi jepang 60,000/hari dan deposit 500,000 berarti total harga sewa wifi mu 800,000. Nah bisa kamu bagi 3 deh dengan teman-temanmu jadi perorang-nya cukup bayar 260,000. Bahkan setelah deposit di kembalikan, kamu hanya keluar cost 100ribu saja per orangnya ;)

💓 Jaringan Luas bisa digunakan hingga lebih dari 68 negara

Untuk coverage area-nya pun luas loh, Passpod Wifi bisa digunakan hingga lebih dari 68 negara. Mulai dari Singapore, Malaysia, Thailand, Amerika, Canada, Eropa, Australia dan banyak pilihan negara lainnya. Jangkauan sinyalnya pun 4G unlimited dengan kecepatan up tp 40 mbps. Untuk Amerika, Eropa, Jepang, Hong Kong dan Korea kuotanya sudah truly unlimited, jadi tidak ada maximal penggunaan perharinya. Sedangkan untuk pilihan negara lainnya kuotanya unlimited FUP 1GB perhari. Oiya, kamu mau pergi ke banyak negara tapi gamau repot ganti-ganti wifi? Kamu juga bisa kok pesan Passpod Wifi untuk langsung terhubung ke beberapa negara di 1 portable wifi. Langsung minta bantuan ke CS passpod ya~

💓 Complete Package 


Kamu akan menerima Passpod Wifi dengan case yang praktis banget dan mudah untuk dibawa traveling. Tentunya packaging menggunakan case akan memudahkan kamu untuk menyimpan Portable wifi agar tidak tercecer dengan bawaanmu yang lain. Complete Package Passpod wifi sendiri terdiri Portable wifi, adaptor charger, kabel charger dan powerbank lengkap dengan user guide pemakaiannya. Praktis banget kan?

💓 Easy to pick up & return

Untuk pengiriman Passpod Wifi kamu dapat memilih alternatif melalui kurir, pengiriman melalui ekspedisi logistik, ambil di bandara Soekarno Hatta yang tersedia di digital lounge Terminal 2 & 3 atau ambil di kantor Passpod. Semuanya gratis ongkir! Pengiriman modem biasanya dilakukan max H-2 sebelum keberangkatan untuk pengiriman daerah jakarta dan max H-5 untuk pengiriman keluar Jakarta. Sebagai contoh misalnya kamu pergi ke jepang tanggal 5-7 juli 2019. Maka passpod wifi sealmbat-lambatnya akan kamu terima di tanggal 3 juli 2019. Kamu bisa atur pengiriman Passpod wifi saat memesan modem melalui website/aplikasi.


Untuk pengembalian Passpod Wifi, Passpod menyediakan layanan pengembalian gratis melalui kurir Passpod untuk wilayah Jakarta dan  via alfatrex di alfamart untuk wilayah Jabodetabek. Kamu juga bisa mengembalikan Passpod wifi di digital lounge bandara Soekarno Hatta Terminal 2 maupun Terminal 3. Untuk kamu yang berada di luar wilayah Jabodetabek, pengembalian Passpod wifi dapat dilakukan melalui pengiriman ekspedisi logistik dengan biaya di tanggung sendiri yaa. 

Gimana? Udah tau kan detail tentang Passpod wifi? Jadi makin yakin dong untuk pesan Passpod wifi untuk solusi internet di luar negeri untuk solusi liburan anti repot ~~ Iya dong, karena Passpod merupakan digital tourist pass dan solusi pas untuk kebutuhan travelingmu diluar negeri. Kamu bisa dapatkan diskon 10% pemesanan sewa Passpod wifi dengan kode voucher CAHAYA.

Liburan anti repot? Ya pakai Passpod!


Read More »

Menginap di Hotel dengan Budget Under 100 Ribu di Jogja

Udah lama banget nggak ngisi review apa-apa di local guides. Eh, ternyata dapat voucher 250 ribu buat menginap di hotel via OYO. 

Honestly, saya baru denger aplikasi ini dan hampir saja melewatkan voucherya. Tapi karena pengen ngasih reward ke Ray yang sudah kalem ditinggal kerja. Dan sepertinya saya juga lagi butuh refreshing karena 2 minggu terakhir adaptasi dengan ritme kerjaan. Jadi yaaa, oke!

Awalnya saya pengen cari hotel yang di dekat gembira loka, karena Ray lagi demen banget sama hewan-hewan. Trus mendadak disuruh masuk kantor, akhirnya batal. Lebih aman memang saya booking di hari Sabtu. Dari gembira loka, kami bertiga mengubah rencana buat jalan-jalan ke malioboro. 

Saya memilih Hotel Elga Sastro Inn yang kena charge hanya 87.500 setelah pakai voucher dari local guides.

Review Hotel Elga Sastro Inn


Jogja pas weekend macetnya ampun. Ray lapar di jalan dan nggak memungkinkan buat berhenti makan. Suami sempat muter arah 2 kali untuk menghindari macet, tapi di ujung jalan ternyata juga sama macetnya, ahaha.

Ditambah sempat nyasar juga karena akses masuk ke hotel tertutup bis trans Jogja dan harus muter lagi :D. Saya berinisiatif telpon ke pihak hotel tentang (((ancer-ancer))) hotel. Setelah mengikuti arahan yang diberikan, kami bertiga sampai.

Ooh, ini homestay ya. Batin saya ketika sampai. Semoga ga zonk dalamnya.



Suami parkir mobil. Saya dan Ray ke meja resepsionis buat check ini. Saya menyerahkan uang 200 ribu. 100ribu untuk booking kamar, 100ribu untuk deposit yang nantinya akan dikembalikan pas check out. Resepsionisnya meminta saya meninggalkan ID card.

Nah, yang sengaja mau liburan ke Jogja dan pengen penginapan yang lumayan dekat dengan Malioboro, mungkin bisa menginap disini. Btw, kami memang sengaja mau jalan kaki sepanjang Malioboro sambil ngobrol santai. Akses hotel ke Malioboro sekitar 1 kiloan. Menurut saya nggak jauh-jauh banget :D.

Oke, ini review saya tentang hotel ini, yaaa~~

1. Murah tapi nggak murahan

Hotel under 100 ribu di Jogja emang banyak, tapi yang memerhatikan fasilitas dan kebersihannya bisa dibilang jodoh-jodohan. Kamar oke, kadang kamar mandi jorok. Bantal sama sprei kelihatan usang, dsb.

Alhamdulillah, kemarin dapat harga murah di Elga Sastro Inn, tapi nggak murahan. Fasilitasnya sesuai yang kami butuhkan-ISTIRAHAT DENGAN NYAMAN SETELAH JALAN SEPANJANG MALIOBORO.

2. Kamar nyaman, AC adem

Hmm, kamarnya nyaman, sprei dan selimur bersih. Pas sampai hotel, kami bertiga tidur sampai jam 4. AC-nya adeeeeeem, jadi saya rajin mainin remote AC buat menyetting suhu ruangan biar Ray dan Papinya tidak terlalu kedinginan.

3. Kamar mandi dilengkapi air hangat

Kamar mandinya juga bersih. Meski agak sempit, tapi karena ada air hangatnya, jadi ga masalah, ahaha. WC duduknya juga kinclong, nggak bikin ilfeel :D.

4. Tidak ada sarapan

Btw, ga ada sarapan ya. Jadi kemarin saya pagi-pagi ke depan hotel, trus pas Ray bangun kami bertiga jalan kaki ke museum sekalian nyari sarapan.

Btw, di kamar disediakan welcome drink, 2 botol air mineral. Di luar kamar ada kopi dan teh, bisa bikin sendiri.

5. Wifi kenceng dan dilengkapo stop kontak

Yang bikin jatuh cinta, wifinya kenceng banget. Saya ada beberapa kerjaan yang butuh akses wifi, dan pas di kamar sangat terbantu dengan fasilitas wifinya.

Kalau kehabisan batrei, saya dimudahkan dengan adanya stop kontak yang dekat dengan tempat tidur.

6. Dimana-mana ada kaca

Ga tau ya, apa cuma perasaan saya aja. Tapi di kamar banyak cerminnya :D. Di kamar mandi aja ada 2, nempel di dinding sama pas di pintu. Trus di kamar tidur juga ada.

7. Kalau suasana hening, obrolan tetangga terdengar

Pas malam hari, pengunjung samping kamar menyalakan TV dan ngobrol. Itu terdengar sampai ke kamar kami. Bahkan dengkurannya terdengar lho, heuheu. Karena kami saking capeknya, makanya ga terlalu worry.

8. Parkir lumayan luas

Bisa legaan parkir mobil.

Btw, saya nyebut hotel karena di aplikasinya juga nyebut itu ya. Tapi sebenarnya itu sejenis homestay. Overall, bagi kami bertiga, dengan uang kurang dari 100 ribu dapat homestay elga sastro inn, worth it!

9. Ada TV tapi nggak kami nyalakan karena nggak suka nonton TV :D



Mau order lagi? Mau, kalau ada promo lagi :p


Read More »